OJS Widya Kartika
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH SLAG BAJA DAN KERIKIL MADURA SEBAGAI PENGGANTI BATU PECAH UNTUK PERKERASAN ASPAL BETON
Madura merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi material yang sangat besar. Namun dalam pembangunan infrastruktur jalan di beberapa wilayah di Pulau Madura masih menggunakan material dari Pulau Jawa. Perkerasan jalan merupakan prasarana yang sangat diperlukan bagi kegiatan sosial, ekonomi dan budaya. Salah satu perusahaan Industri di sekitar kota Surabaya terdapat pabrik peleburan baja salah satunyaPT. Hanil Jaya Steel menghasilkan limbah slag, pemanfaatan limbah slag sangat diperlukan guna meminimalisir terjadinya penumpukan yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan, dalam penelitian ini mencoba menggunakan limbah slag baja PT Hani Jaya Steel sebagai bahan pengganti kerikil yang berasal dari pulau Madura, kerikil dan pasir diambil daerah Bangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerikil asal Bangkalan dan slag terhadap karakteristik pada campuran beton aspal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu dengan suatu percobaan untuk mendapatkan hasil, dengan demikian akan terlihat pemanfaatan kerikil slag baja pada konstruksi beton aspal dengan variasi kadar slag 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Untuk melakukan pemeriksaan agregat asal Madura maupun agregat slag serta aspal harus mengikuti prosedur sesuai dengan SNI. Hasil pemeriksaan dan analisis karakteristik campuran aspal beton dengan menggunakan variasi kadar kerikil slag baja menunjukkan adanya peningkatan kinerja campuran beton aspal. Dari hasil Stabilitas kadar aspal 6% mempunyai nilai paling tinggi, Durabilitas kadar aspal 5 % mempunyai nilai paling tinggi, Marshall quotient kadar aspal 5.5 % mempunyai nilai paling tinggi
KAJIAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL UNTUK PENGEMBANGAN MODEL E-LEARNING
Technology Acceptance Model (TAM) merupakan teori penerimaan teknologi yang digunakan dalam penelitian ini. Terdapat enam variable yang digunakan. Keenam variable tersebut adalah kemudahan pengguna persepsian (perceived ease of use/PEOU), kegunaan persepsian (perceived usefulness/PU), sikap terhadap penggunaan teknologi (attitude towards using technology/ATU), norma subyektif (subjective norm/SN), kontrol perilaku persepsian (perceived behavior control/PBC), dan minat perilaku menggunakan teknologi (behavioral intention to use/BIUS). Model ini selanjutnya digunakan untuk meneliti edmodo, quipper, dan moodle yang merupakan teknologi e-learning yang digunakan di Widya Kartika University in Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan teknik analisis data menggunakan pendekatan PLS. Data diperoleh dari responden yang merupakan mahasiswa dan dosen Universitas Widya Kartika yang dianalisis menggunakan metode PLS dengan software smartPLS. Berdasarkan hasil analisis data (mahasiswa) koefisien variabel laten PU terhadap ATU memiliki nilai paling besar. Sedangkan hasil analisis data (dosen) koefisien variabel laten PEOU terhadap PU memiliki nilai paling besar. Jadi output penelitian yang diteliti memberikan suatu perancangan dokumentasi untuk menciptakan suatu model e-learning yang baru
CODE SWITCHING AND CODE MIXING USED BY SARAH SECHAN AND CINTA LAURA IN SARAH SECHAN TALK SHOW
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis “code switching” dan “code mixing” yang digunakan oleh Sarah Sechan dan Cinta Laura dalam acara Sarah Sechan talk show. “code switching” dan “code mixing” umumnya digunakan ketika orang-orang saling berbicara dengan teman, keluarga, atau orang lain. Namun, masing-masing dapat berfungsi secara berbeda seperti yang terjadi di dalam Sarah Sechan talk show. Ada banyak tuturan yang ditemukan yang mengandung “code switching” dan “code mixing”. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah, pertama untuk mengetahui tipe-tipe “code switching” dan “code mixing” yang digunakan oleh Sarah Sechan dan Cinta Laura dalam Sarah Sechan Talk Show. Kedua untuk mencari tahu mengapa Sarah Sechan dan Cinta Laura menggunakan alih kode dan pencampuran kode di acara bincang-bincang Sarah Sechan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisa percakapan ini. Ditemukan bahwa ada empat jenis “code switching”, tiga jenis “code mixing” dan enam alasan menggunakan “code switching dan “code mixing" seperti talking about a particular topic, being emphatic about something, interjection, repetition used for clarification, intention of clarifying the speech content for interlocutor and expressing group identity
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG MEDIC CENTER RUMAH SAKIT MATA UNDAAN KOTA SURABAYA
Studi Perencanaan Struktur Atas Gedung Medic Center Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya dalam penelitian ini menggunakan system rangka pemikul momen menengah (SRPMM) beton bertulang. Perhitungan – perhitungan yang dilakukan dalam penelitian ini disesuaikan dengan peraturan yang ada pada SNI 2847 - 2013, SNI 1726 - 2012 dan PPIUG 1983. Perencanaan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi perhitungan komponen struktur yang ada pada bangunan tersebut yaitu antara lain pelat, balok dan kolom. Beban gempa pada struktur dihitung dengan metode respon spektra dan analisa beban static ekivalen sedangkan untuk analisa perhitungan gaya – gaya dalam pada komponen bangunan baik struktur primer maupun sekunder menggunakan bantuan program komputer SAP 2000 sebagai acuan perhitungan dan perencanaan. Material yang digunakan yaitu mutu beton sebesar 25 MPa, sedangkan untuk besi tulangan utama menggunakan mutu baja dengan tegangan leleh 320 Mpa dan 240 Mpa untuk besi tulangan geser
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PELAYANAN RUKUN WARGA PADA RUSUNAWA PESAKIH JAKARTA BARAT
Rusunawa Pesakih Rukun Warga (RW) 014 merupakan rumah susun yang terdiri dari 1640 rumah serta dihuni oleh 1640 kepala rumah tangga dan terdiri dari 17 Rukun Tetangga (RT). Dengan banyaknya penghuni dalam rusunawa Pesakih mengakibatkan pelayanan pengurus RW maupun RT dibutuhkan waktu dan tenaga dalam melayani masyarakat yang ada dalam rusunawa tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang sudah ditentukan dalam pedoman peraturan gubernur nomor 1 tahun 2016. Dengan tugas dan fungsi RT/RW yang ada, ditemukan beberapa kendala di lapangan, baik kendala yang dialami masyarakat maupun pengurus RW maupun RT. Kendalanya yaitu masih dalam bentuk pembukuan dan arsip data penduduk yang ada di rusunawa pesakih sehingga ketika ada pendataan, pencarian informasi, dan pencarian orang, pembuatan laporan harus membuka satu persatu berkas cetakan yang ada dikarenakan belum adanya basis data untuk mengetahui data setiap informasi yang ada dirusunawa Pesakih. Selain itu, keluhan atau laporan dari warga masyarakat mengenai informasi penting atau pengumuman rusunawa tidak bisa tersampaikan dengan baik dikarenakan terbatas waktu dan tempat karena aktivitas yang berbeda antara warga dan juga pengurus RW/ RT setempat. Warga Rusunawa membutuhkan adanya suatu sistem informasi yang menunjang dan memberikan pelayanan yang memuaskan. Pelayanan adalah suatu proses bantuan kepada orang lain dengan cara tertentu yang memerlukan kepekaan dan hubungan interpersonal supaya tercipta kepuasan dan keberhasilan. Supaya tercipta kepuasan dan keberhasilan maka diperlukan sistem pelayanan yang baik. Hal ini perlu inovasi baru dengan dibuatkannya sistem pelayanan RW berbasis website yang diharapkan dapat mempermudah pengurus RW/ RT maupun masyarakat dalam urusan administrasi, kegiatan, ataupun dalam mendapatkan informasi. Metode yang digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan mengambarkan kondisi pelayanan di rusunawa dengan cara observasi, sedangkan metode pengembangan perangkat lunak mengunakan Waterfall. Penelitian ini menghasilkan rancangan dan implementasi sistem pelayanan online yang bertujuan nantinya tercipta pelayanan RW yang baik, efektif dan efisien dalam mendapatkan informasi dan melakukan pengurusan berkas
PENGGUNAAN SERAT POLYPROPHYLENE DARI LIMBAH STRAPPING BAND TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON RINGAN
Perkembangan pembangunan sangat pesat terutama dibidang konstruksi yang mendorong meningkatnya kebutuhan akan bahan bangunan termasuk beton. Untuk menjawab persoalan tersebut perlu dilakukan sebuah inovasi untuk mendapatkan bahan bangunan yang berkualitas. Dalam penelitian ini menambahkan limbah serat polyprophylene dari bahan strappingband ke dalam campuran beton ringan untuk memperbaiki kinerja beton terutama kuat tarik belahnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini antara lain variabel bebas yaitu persentase penambahan serat polyprophylene dari bahan strappingband FS- 0%, FS-3%, FS-6% FS-9% dan variabel tak bebas yaitu workability yang dinyatakan dalam nilai slump kuat tekan dan kuat tarik belah beton ringan. Adapunm faktor lain seperti susunan gradasi, bentuk dan ukuran gradasi, proporsi campuran, bahan, perawatan selama proses pengerasan dan sebagainya dianggap sebagai variabel yang tidak berpengaruh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Hasil Beton ringan dengan penambahan fiber strapping band pada umur 28 hari terdapat pada ( FS-9%), kuat tekan maksimum sebesar 8,58 N/mm2 dan kuat tarik belah maksimum terdapat ( FS-9% ), sebesar 0,45 N/mm2.. Sedangkan berat volume sebesar 1140 kg/m3. Lebih ringan dari beton ringan yang mengandung agregat – agregat ringan dan mempunyai berat jenis 1900 kg/m3 Menurut SNI 03-2847-2002
ANALISIS MANAJEMEN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE CPM PADA PONDASI PABRIK MESIN PERCETAKAN PLASTIK
Manajemen proyek merupakan disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Jadwalmerupakan salah satu tolak ukur keberhasilan suatu proyek konstruksi, disamping anggaran dan mutu. Penelitian ini meliputi pekerjaan revitalisasi pondasi gudang menjadi pondasi mesin percetakan plastik yang berlokasikan di Jl. Kedinding Indah no. 25 Surabaya.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jalur kritis pada suatu proyek serta mengetahui manfaat dari CPM (critical path method) atau metode jalur kritis pada suatu proyek. Metodologi pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, serta data dari proyek menggunakan WBS (Work Breakdown Structure) yang disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluruh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat beberapa urutan langkah pekerjaan dan terdapat 5 macam pekerja di proyek, struktur yang digunakan yaitu baja WF250 dan pengecoran beton K400 yang bertulang sebagai pondasi. Ada 9 urutan jenis pekerjaan yang dilakukan, dari kesembilan pekerjaan dilakukan analisa Critical Path Method dan ditemukan ada 3 titik jenis pekerjaan yang mengalami lintasan kritis diantaranya pekerjaan persiapan 17 hari, pekerjaan pengelasan WF 5 hari dan pekerjaan pengelasan bekisting 8 hari. Dari ketiga titik kritis tersebut berpengaruh pada jadwal pelaksanaan proyek yaitu kurang mempersingkat waktu, bilamana ada gejala waktu tersebut terlampaui maka yang harus dilakukan yaitu penambahan tenaga kerja, lembur kerja dan penambahan peralatan
IDENTIFIKASI AWAL MODA PENGHUBUNG YANG DIGUNAKAN OLEH PENUMPANG KA KOMUTER PADA SAAT MENUJU DAN MENINGGALKAN STASIUN
Pengguna angkutan umum diduga banyak didominasi oleh masyarakat dari kelompok Captive, sedangkan masyarakat dari kelompok Choice lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dalam pergerakannya sehari-hari. Oleh karena itu diperlukan identifikasi awal mengenai moda penghubung yang paling banyak digunakan oleh penumpang KA Komuter Surabaya-Sidoarjo (SUSI) dan KA Komuter Surabaya-Lamongan (SULAM) pada saat menuju dan meninggalkan stasiun. Metode yang dilakukan pada identifikasi awal ini adalah pengumpulan data sekunder dan data primer. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa penumpang KA Komuter SUSI arah Surabaya-Sidoarjo di jam keberangkatan pagi hari dari 50 orang penumpang didominasi oleh pengguna sepeda motor sebesar 30 orang penumpang (60%) dan 23 orang penumpang (46%) pada saat menuju dan meninggalkan stasiun. Pergerakan penumpang dari arah Sidoarjo-Surabaya di jam keberangkatan pagi hari dari 57 orang penumpang didominasi oleh pengguna sepeda motor sebesar 42 orang penumpang (74%) dan 23 orang penumpang (40%) pada saat menuju dan meninggalkan stasiun. Pergerakan penumpang dari arah Surabaya-Lamongan dari 54 orang penumpang didominasi oleh pengguna sepeda motor sebesar 23 orang penumpang (43%) dan 21 orang penumpang (39%) pada saat menuju dan meninggalkan stasiun. Pergerakan penumpang dari arah Lamongan-Surabaya dari 54 orang sebesar 35 orang penumpang (65%) menggunakan sepeda motor menuju stasiun asal dan 26 orang penumpang (48%) menggunakan mikrolet menuju stasiun tujuan
OPTIMALISASI TAMAN HIBURAN PANTAI (THP) KENJERAN SURABAYA SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK
Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran di Surabaya merupakan salah satu sarana hiburan pantai yang ada di sepanjang pantai Surabaya. Keberadaannya sebagai taman rekreasi telah dikenal oleh masyarakat sejak THP Kenjeran ini didirikan. Masyarakat dari berbagai kalangan telah memanfaatkannya sebagai tempat alternatif untuk berekreasi pantai. Potensi Pantai Surabaya yang panjang telah mulai berkembang sebagai sarana hiburan pantai yang komersial. Beberapa taman hiburan pantai yang dikelola oleh swasta menjadi saingan tersendiri bagi keberadaan THP Kenjeran dewasa ini. Dari data yang telah dicatat dan dari wawancara mendalam dengan beberapa pelaku kegiatan di THP Kenjeran seperti pedagang, wisatawan lokal (Surabaya dan luar kota Surabaya) dan penduduk di sekitar, di dapat kesimpulan bahwa THP Kenjeran diharapkan menjadi Public Space atau ruang terbuka publik. Keterbukaan pantai dengan Jembatan Surabaya dan Air Mancur Menari diharapkan oleh mereka menjadi sarana rekreasi yang dapat dinikmati dari semua sisi dengan tanpa biaya (bebas biaya). Dengan memperhatikan potensi site, view to site, view from site, alur pelaku kegiatan, jenis dan karakter pelaku kegiatan maka desain THP Kenjeran dapat dioptimalkan menjadi publik space yang mampu menyatukan masyarakat Surabaya tanpa membeda-bedakan strata dan golongan masyarakatnya. Desain dengan menonjolkan open view dari ruang terbuka yang dapat diakses dari luar tanpa biaya sehingga dari jalan telah dapat melihat pantai dan keindahan air mancur menari menjadi hal yang menarik dari desain ruang publik THP Kenjera
ANALISIS PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN SOSIODRAMA DALAM PENGAJARAN PERCAKAPAN UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA MANDARIN SISWA KELAS 4 SD Kr. ANAK PANAH SURABAYA
Masalah yang timbul pada siswa-siswi salah satunya adalah kesulitan siswa untuk berbicara dalam bahasa Mandarin. Namun dengan metode pengajaran yang tepat kesulitan tersebut dapat diminimalisasikan. Sehingga pemilihan metode pengajaran harus benar-benar tepat. Salah satu metode pengajaran yang tepat untuk melatih keterampilan berbicara adalah metode sosiodrama. Skripsi/Tugas Akhir ini disusun untuk mengetahui hasil analisis penggunaan metode pengajaran sosiodrama dalam proses belajar mengajar bahasa Mandarin di SD Kr. Anak Panah Surabaya. Metode pembelajaran tersebut dinilai dapat melatih keterampilan berbicara bahasa Mandarin siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian siswa yang meningkat pada penilaian kedua. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode sosiodrama cocok untuk melatih keterampilan berbicara siswa