Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
    744 research outputs found

    PERAN STRATEGIS PEMERINTAH DESA PALLAKAWE DALAM MENINGKATKAN KESADARAN GENERASI Z TERHADAP BAHAYA NARKOBA

    Full text link
    This community service activity aims to educate the younger generation in Pallakawe Village about the increasingly alarming dangers of drug abuse. Drug abuse is a serious problem that not only damages individual health but also affects the future of generations, social stability, and law and order. Generation Z, as a relatively young age group, is more vulnerable to the influence of drugs due to social factors, minimal legal understanding, and a lack of social control in the community. Through this outreach activity, the implementing team, consisting of students along with speakers from the police, delivered material on the negative impacts of drugs from a health, social, and legal perspective. The methods used included lectures, interactive discussions, and questions and answers, so that participants could understand the material more comprehensively. Participants in the outreach program showed high enthusiasm by asking questions and providing responses throughout the activity. The results of the activity showed that the community, especially the younger generation, gained better knowledge to avoid drug abuse. This activity is expected to grow collective awareness to protect themselves, their families, and their environment from the threat of drugs, while strengthening social resilience at the village level.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda di Desa Pallakawe mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang tidak hanya merusak Kesehatan individu, tetapi juga memengaruhi masa depan generasi, stabilitas sosial, serta ketertiban hukum. Generasi Z sebagai kelompok usia yang relatif muda memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap pengaruh narkoba karena faktor pergaulan, minimnya pemahaman hukum, dan kurangnya kontrol sosial di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, tim pelaksana yang terdiri atas mahasiswa bersama narasumber dari pihak kepolisian menyampaikan materi mengenai dampak buruk narkoba dari segi kesehatan, sosial, maupun hukum. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab, sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih komprehensif. Peserta sosialisasi menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, memperoleh bekal pengetahuan yang lebih baik untuk menghindari penyalahgunaan narkoba. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman narkoba, sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa

    STRATEGI EFEKTIF UNTUK MENCEGAH BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH

    Full text link
    Bullying is a serious problem that frequently occurs in schools and negatively impacts students\u27 psychological, social, and academic development. To address this issue, Madako University Tolitoli Community Service (KKN) students implemented a community service program entitled "Effective Strategies to Prevent Bullying in Schools" at a partner school in Tolitoli Regency. This activity aims to increase students\u27 understanding of the forms of bullying, triggers, consequences for both victims and perpetrators, and preventive measures that can be implemented in everyday school life. Implementation methods included interactive outreach, group discussions, case simulations, educational video screenings, and the distribution of anti-bullying posters as a campaign medium. A total of 65 students were actively involved in the activity and provided positive responses. Evaluation results showed that 90% of participants experienced increased knowledge about the dangers of bullying, while others stated that this activity strengthened their ability to recognize and prevent intimidating behavior. This community service program has proven effective in fostering empathy, increasing student awareness, and encouraging the creation of a safe, inclusive, and bullying-free school environment. Thus, this activity makes a real contribution to supporting efforts to prevent violence in schools through an educational and participatory approach.Bullying merupakan salah satu permasalahan serius yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, maupun akademik peserta didik. Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Madako Tolitoli melaksanakan program pengabdian berjudul “Strategi Efektif untuk Mencegah Bullying di Lingkungan Sekolah” yang dilaksanakan di salah satu sekolah mitra di Kabupaten Tolitoli. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, faktor pemicu, konsekuensi bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, pemutaran video edukatif, serta pembagian poster anti-bullying sebagai media kampanye. Sebanyak 65 siswa terlibat aktif dalam kegiatan dan memberikan respons positif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai bahaya bullying, sementara lainnya menyatakan kegiatan ini memperkuat kemampuan mereka dalam mengenali dan mencegah perilaku intimidatif. Program pengabdian ini terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap empati, meningkatkan kesadaran siswa, serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari praktik bullying. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan di sekolah melalui pendekatan edukatif dan partisipatif

    EDUKASI BIJAK BERMEDIA SOSIAL: UPAYA PENCEGAHAN DAMPAK NEGATIF PADA SISWA SDN 13 BUNOBOGU DESA LONU

    Full text link
    According to several recent studies, many children are included in the category of addiction to using cellphones, especially the use of social media. Increasingly with the degree of addiction the lightest or the most severe. Community service activities carried out by the service team reported in this study will specifically focus on socializing the dangers of using social media. Social media was chosen because the risks and dangers are greater for children because of the nature of online communities that do not interact directly and anonymously. The method used in this community service activity is active participation, which in this activity uses 4 methods, namely implementation, problem solving and gamesMenurut beberapa penelitian yang terbaru, banyak anak-anak yang termasuk dalam kategori kecanduan memakai handphone terutama penggunaan media sosial. Semakin meningkat dengan derajat kecanduan paling ringan maupun paling berat. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi yang dilaporkan dalam artikel ini secara spesifik akan fokus pada sosialisasi bahaya penggunaan media sosial. Media sosial dipilih karena resiko dan bahayanya lebih besar untuk anak-anak karena sifat komunitas online tidak interaksi secara langsung dan anonim. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah partisipasi aktif,yang mana dalam kegiatan ini menggunakan 4 metode yaitu pelaksanaan,pemecahan masalah dan games

    Analisis Kinerja Jaringan Irigasi Berdasarkan Faktor Teknis Dan Non Teknis Di Jaringan Irigasi Bener Kecamatan Kejayan Pasuruan

    Full text link
    This study aims to analyze the performance of the Bener Irrigation Network in Kejayan District, Pasuruan Regency, based on technical and non technical factors to support sustainable food security. The evaluation was conducted using a descriptive approach with a mixed quantitative and qualitative method, including field observations, channel condition measurements, and questionnaires distributed to 30 P3A farmer members and 5 irrigation management officers. Technical factors were assessed through the physical condition of primary and secondary channels, while non technical factors included community participation, maintenance budget availability, and institutional coordination. The results indicate that the primary channels have an average condition value of 78.88% (moderate category), while the secondary channels have an average of 70.08% (moderate category) with a higher level of damage. Non technical factors are the main challenge, characterized by low farmer participation, limited maintenance funding, and uneven water availability throughout the year. Questionnaire results revealed that although 100% of respondents acknowledge the existence of P3A and consider it active, only 49% believe the infrastructure functions sustainably, and most stated that irrigation water is not always available year round. Overall, the performance of the Bener Irrigation Network is considered fairly good but requires improvement through channel rehabilitation, institutional strengthening, and participatory management strategies to achieve sustainable irrigation performance.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Jaringan Irigasi Bener di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, berdasarkan faktor teknis dan non‑teknis sebagai upaya mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan deskriptif dengan metode campuran kuantitatif dan kualitatif, meliputi observasi lapangan, pengukuran kondisi saluran, dan penyebaran kuesioner kepada 30 petani anggota P3A serta 5 petugas pengelola irigasi. Faktor teknis dianalisis melalui kondisi fisik saluran primer dan sekunder, sedangkan faktor non‑teknis mencakup partisipasi masyarakat, ketersediaan dana pemeliharaan, dan koordinasi kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi saluran primer memiliki nilai rata‑rata 78,88% dengan kategori sedang, sedangkan saluran sekunder 70,08% dengan kategori sedang namun kerusakan lebih tinggi. Faktor non‑teknis menjadi kendala utama, ditandai dengan rendahnya partisipasi petani, terbatasnya dana pemeliharaan, dan ketersediaan air yang tidak merata sepanjang tahun. Rekapitulasi kuesioner mengungkapkan bahwa meskipun 100% responden mengetahui keberadaan P3A dan menyatakan organisasi aktif, hanya 49% yang menilai prasarana berfungsi secara lestari dan sebagian besar menyatakan air irigasi tidak selalu tersedia sepanjang tahun. Secara keseluruhan, kinerja jaringan irigasi Bener masih cukup baik namun memerlukan peningkatan melalui perbaikan fisik saluran, penguatan peran kelembagaan, dan strategi pengelolaan berbasis partisipasi untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi

    Analisis Tingkat Permintaan Telur Ayam Kampung di Pasar Aikmel, Kabupaten Lombok Timur

    Full text link
    Permintaan telur ayam kampung di Pasar Aikmel dipengaruhi harga tinggi, pasokan terbatas, preferensi konsumen, distribusi, daya beli, dan persaingan. Tujuan penelitian yakni mengetahui permintaan telur ayam kampung di Pasar Aikmel, Kabupaten Lombok Timur dan mengetahui pengaruh harga terhadap daya beli konsumen telur ayam di Pasar Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Studi ini termasuk 30 orang yang menyelesaikan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,1% dari harga telur ayam lokal, harga produk lain, jumlah keluarga dan rasa berkontribusi terhadap permintaan telur ayam lokal di pasar Aikmel. Di luar model, faktor -faktor lain mempengaruhi 15,9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa x1 (harga untuk telur ayam lokal), x2 (harga dalam artikel lain), x4 (jumlah keluarga), dan x5 (rasa) mempengaruhi variabel y (permintaan untuk telur ayam lokal) di pasar aikmel. Sementara itu, faktor X3 (pendapatan keluarga) dipengaruhi oleh 84,1% dari variabel Y (permintaan untuk telur ayam lokal).Permintaan telur ayam kampung di Pasar Aikmel dipengaruhi harga tinggi, pasokan terbatas, preferensi konsumen, distribusi, daya beli, dan persaingan. Tujuan penelitian yakni mengetahui permintaan telur ayam kampung di Pasar Aikmel, Kabupaten Lombok Timur dan mengetahui pengaruh harga terhadap daya beli konsumen telur ayam di Pasar Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Studi ini termasuk 30 orang yang menyelesaikan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,1% dari harga telur ayam lokal, harga produk lain, jumlah keluarga dan rasa berkontribusi terhadap permintaan telur ayam lokal di pasar Aikmel. Di luar model, faktor -faktor lain mempengaruhi 15,9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa x1 (harga untuk telur ayam lokal), x2 (harga dalam artikel lain), x4 (jumlah keluarga), dan x5 (rasa) mempengaruhi variabel y (permintaan untuk telur ayam lokal) di pasar aikmel. Sementara itu, faktor X3 (pendapatan keluarga) dipengaruhi oleh 84,1% dari variabel Y (permintaan untuk telur ayam lokal)

    Pelatihan Keragaman Produk Olahan Ikan Lele di Desa Ngapus, Kabupaten Blora

    Full text link
    Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya ikan lele di Desa Ngapus, Kabupaten Blora, melalui pelatihan keragaman produk olahan. Strategi ini dipilih sebagai respons terhadap fluktuasi harga lele segar dan rendahnya nilai tambah yang diperoleh pembudidaya. Pelatihan difokuskan pada pembuatan berbagai produk olahan seperti bakso lele, siomay lele, dan frozen lele, serta dilengkapi dengan materi sanitasi pangan, pengemasan, dan pemasaran digital. Kegiatan ini dilaksanakan selama Maret hingga Mei 2025 dengan peserta sebanyak 25 pembudidaya yang berasal dari Desa Ngapus, Kabupaten Blora. Pelatihan disusun berdasarkan prinsip manajemen, meliputi tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan keterampilan teknis, pemahaman kewirausahaan, serta mendorong kemandirian ekonomi peserta dan keluarganya. Selain itu, pelatihan turut memperkuat kelembagaan kelompok dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas melalui platform digital. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan desa.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya ikan lele di Desa Ngapus, Kabupaten Blora, melalui pelatihan keragaman produk olahan. Strategi ini dipilih sebagai respons terhadap fluktuasi harga lele segar dan rendahnya nilai tambah yang diperoleh pembudidaya. Pelatihan difokuskan pada pembuatan berbagai produk olahan seperti bakso lele, siomay lele, dan frozen lele, serta dilengkapi dengan materi sanitasi pangan, pengemasan, dan pemasaran digital. Kegiatan ini dilaksanakan selama Maret hingga Mei 2025 dengan peserta sebanyak 25 pembudidaya yang berasal dari Desa Ngapus, Kabupaten Blora. Pelatihan disusun berdasarkan prinsip manajemen, meliputi tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan keterampilan teknis, pemahaman kewirausahaan, serta mendorong kemandirian ekonomi peserta dan keluarganya. Selain itu, pelatihan turut memperkuat kelembagaan kelompok dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas melalui platform digital. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan desa

    The Kualitas Pelayanan Adminstrasi Kependudukan di Kantor Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Desa Buntuna. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi, dengan delapan informan yang dipilih secara purposive, serta Kepala Desa sebagai informan kunci. Analisis kualitas pelayanan didasarkan pada lima indikator, yaitu keandalan (reliability), bukti fisik (tangible), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan belum sepenuhnya memuaskan masyarakat. Indikator keandalan belum tercapai karena standar operasional prosedur kurang jelas. Indikator bukti fisik telah terpenuhi melalui fasilitas yang memadai. Ketanggapan masih rendah akibat kurangnya kedisiplinan aparat desa. Jaminan pelayanan telah dirasakan melalui kepastian tanpa kesalahan dan biaya yang transparan. Empati juga telah terpenuhi melalui sikap sopan, ramah, dan adil dalam pelayanan. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan pada aspek keandalan dan ketanggapan guna meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di tingkat desaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Desa Buntuna. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi, dengan delapan informan yang dipilih secara purposive, serta Kepala Desa sebagai informan kunci. Analisis kualitas pelayanan didasarkan pada lima indikator, yaitu keandalan (reliability), bukti fisik (tangible), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan belum sepenuhnya memuaskan masyarakat. Indikator keandalan belum tercapai karena standar operasional prosedur kurang jelas. Indikator bukti fisik telah terpenuhi melalui fasilitas yang memadai. Ketanggapan masih rendah akibat kurangnya kedisiplinan aparat desa. Jaminan pelayanan telah dirasakan melalui kepastian tanpa kesalahan dan biaya yang transparan. Empati juga telah terpenuhi melalui sikap sopan, ramah, dan adil dalam pelayanan. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan pada aspek keandalan dan ketanggapan guna meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di tingkat des

    Etika Pelayanan Publik Dalam Meningkatkan Kepuasan Masyarakat Di Kantor Desa Pulias Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa etika pelayanan dalam meningkatkan kepuasan masyarakat di Kantor Desa Pulias Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, Jumlah informan sebanyak 7 orang yang dipilih secara purposive. Analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dokumentasi serta triangulasi. Hasil penelitian dianalisis dengan empat indikator etika pelayanan menunjukkan bahwa; 1) Persamaan (equality), nilai persamaan yang dijalankan sudah baik, karena  aparat desanya sudah sebisa mungkin mengusahakan untuk memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat dan menjalankan tugasnya dengan baik 2) Keadilan (equity) terkait transparansi dałam memberikan pelayanan belum sepenuhnya baik. 3) Kesetiaan (loyality) sudah diterapkan dengan baik demi kepuasan masyarakat, dibuktikan dari aparat desa yang telah memberikan loyalitas secara penuh di kantor desa dalam hal lebih memprioritaskan kepentingan dinas dibandingkan dengan kepentingan pribadi 4) Tanggung jawab (Responsibility) dalam menjalankan pelayanan publik sudah bertanggungjawab namun dalam segi kedisiplinan terutama disiplin waktu masih banyak pegawai yang tidak hadir tepat waktu dan membuat masyarakat yang ingin melakukan pelayanan menunggu. Dapat disimpulkan bahwa dalam empat indikator etika pelayanan, dua indikator terpenuhi yaitu indikator persamaan hak dan kesetiaan, sedangkan dua indikator lainnya belum terpenuhi adalah keadilan dan tanggungjawab.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa etika pelayanan dalam meningkatkan kepuasan masyarakat di Kantor Desa Pulias Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang yang dipilih secara purposive. Analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dokumentasi, serta triangulasi. Hasil penelitian dianalisis dengan empat indikator etika pelayanan menunjukkan bahwa; 1) Persamaan (equality), nilai persamaan yang dijalankan sudah baik, karena  aparat desanya sudah sebisa mungkin mengusahakan untuk memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat dan menjalankan tugasnya dengan baik 2) Keadilan (equity) terkait transparansi dałam memberikan pelayanan belum sepenuhnya baik. 3)Kesetiaan (loyality) sudah diterapkan dengan baik demi kepuasan masyarakat, dibuktikan dari aparat desa yang telah memberikan loyalitas secara penuh di kantor desa dalam hal lebih memprioritaskan kepentingan dinas dibandingkan dengan kepentingan pribadi 4) Tanggungjawab (Responsibility) dalam menjalankan pelayanan publik sudah bertanggungjawab namun dalam segi kedisiplinan terutama disiplin waktu masih banyak pegawai yang tidak hadir tepat waktu dan membuat masyarakat yang ingin melakukan pelayanan menunggu. Dapat disimpulkan bahwa dalam empat indikator etika pelayanan, dua indikator terpenuhi yaitu indikator persamaan hak dan kesetiaan, sedangkan dua indikator lainnya belum terpenuhi adalah keadilan dan tanggungjawab

    PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BAHASA DAERAH TOLITOLI DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN TOLITOLI

    Full text link
    Regional languages are a cultural hearitage that plays a vital role in preserving the nation’s identity. The use of regional languages in Tolitoli Regency is increasingly eroding. Many young people are no longer fluent in the regional language, or even completelyun familiar with it. One reason is the lack of engaginglearning materials for the Tolitoli regional language. Relevant, and easly accessible. Elementary schools as basiceducation institutions have an important role in instilling the use of regional in studens. Therefore, in is necessary to develop Tolitoli regional language teaching modules that are in accordance with the curiculum and learning needs in elementary schools. So the development of this digital-based Tolitoli regional language modules is expected to be a strategic step to support the preservation of the Tolitoli CC regional language while enriching Tolitoli regional language learning at the elemtary school level. This study aims to develop a digital module by Tolitoli regional language edukation as an effort to preserve local culture and improve student competencies. Tolitoli regional language is one of the cultural assets that is threatened with extinction due to the lack of attention to its use among the younger generation, especially in elementary schools. This study will use Research and Development (R&D) apparoach with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evalutation) to produce digital-based modules that are relevant, interesting, and contextual in elemtary schools.Bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai penting dalam menjaga identitas dan keberagaman bangsa. Penggunaan bahasa daerah di Kabupaten Tolitoli semakin tergerus. Banyak generasi muda yang tidak lagi fasih berbahasa daerah, bahkan tidak mengenalnya sama sekali. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya materi pembelajaran bahasa daerah Tolitoli yang menarik, relevan, dan mudah diakses. Sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan dasar memiliki peran penting dalam menanamkan penggunaan bahasa daerah kepada peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan modul ajar bahasa daerah Tolitoli yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar. Sehingga pengembangan modul bahasa daerah Tolitoli berbasis digital ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendukung pelestarian bahasa daerah Tolitoli sekaligus memperkaya pembelajaran bahasa daerah Tolitoli di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul digital pendidikan bahasa daerah Tolitoli sebagai upaya pelestarian budaya lokal dan peningkatan kompetensi siswa. Bahasa daerah Tolitoli merupakan salah satu aset budaya yang terancam punah akibat kurangnya perhatian terhadap penggunaannya dikalangan generasi muda khususnya di sekolah dasar. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) untuk menghasilkan modul berbasis digital yang relevan, menarik, dan kontekstual di sekolah dasar

    Respon Petani Terhadap Teknologi Jarak Tanam Jajar Legowo (JARWO) di Kecamatan Sakra Timur

    Full text link
    Prodktivitas lahan dapat ditingatkan dengan teknologi jajar legowo (JARWO), merupakan rekayasa jarak tanam proporsional yang dapat menunjang laju fotosintesis, sirkulasi udara, dan serapan hara sehingga kemampuan agronimis tanaman padi meningkat. Tanggapan atas inovasi yang diterapkan dapat diukur melalui respon adopter dalam hal ini petani. Maka, tujuan penelitian ini untuk menganalisis respon petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi respon terhadap teknologi jarak tanam jajar legowo (JARWO). Metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara terstruktur, kuesioner, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di kelompok tani Pade Angen II Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Responden berjumlah 32 orang ditentukan secara sensus. Analisis data menggunakan model skala likert dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon kognitif, afektif, dan konatif petani secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Secara simultan variabel kognitif, afektif, dan konatif berpengaruh signifikan terhadap minat adopsi (F=29,144, α<0,05). Sedangkan uji-t menunjukkan hanya variabel afektif yang berpengaruh signifikan (β=0,773, t=6,220, α<0,05), variabel kognitif dan konatif tidak signifikan, akan tetapi memiliki hubungan searah yang positif. Sikap dan keyakinan petani terhadap manfaat teknologi JARWO menjadi faktor utama dalam adopsi teknologi. Temuan ini memberikan wawasan penting bahwa variabel kognitif esensial membentuk afektif seseorang yang dapat menguatkan variabel konatif, sehingga adopsi teknologi dapat dikatakan memenuhi tahapan sempurna dan berhasil.Prodktivitas lahan dapat ditingatkan dengan teknologi jajar legowo (JARWO), merupakan rekayasa jarak tanam proporsional yang dapat menunjang laju fotosintesis, sirkulasi udara, dan serapan hara sehingga kemampuan agronimis tanaman padi meningkat. Tanggapan atas inovasi yang diterapkan dapat diukur melalui respon adopter dalam hal ini petani. Maka, tujuan penelitian ini untuk menganalisis respon petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi respon terhadap teknologi jarak tanam jajar legowo (JARWO). Metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara terstruktur, kuesioner, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di kelompok tani Pade Angen II Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Responden berjumlah 32 orang ditentukan secara sensus. Analisis data menggunakan model skala likert dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon kognitif, afektif, dan konatif petani secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Secara simultan variabel kognitif, afektif, dan konatif berpengaruh signifikan terhadap minat adopsi (F=29,144, α<0,05). Sedangkan uji-t menunjukkan hanya variabel afektif yang berpengaruh signifikan (β=0,773, t=6,220, α<0,05), variabel kognitif dan konatif tidak signifikan, akan tetapi memiliki hubungan searah yang positif. Sikap dan keyakinan petani terhadap manfaat teknologi JARWO menjadi faktor utama dalam adopsi teknologi. Temuan ini memberikan wawasan penting bahwa variabel kognitif esensial membentuk afektif seseorang yang dapat menguatkan variabel konatif, sehingga adopsi teknologi dapat dikatakan memenuhi tahapan sempurna dan berhasil

    696

    full texts

    744

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumpulan Jurnal Universitas Madako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇