Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Peyuluhan Isi Piringku Pada Remaja Di SMP Negeri 4 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa 6,5% remaja di Sulawesi Tenggara mengalami kekurangan gizi, sementara 10% lainnya mengalami kelebihan gizi. Kondisi ini menandakan pentingnya intervensi edukatif yang tepat untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya gizi seimbang. Edukasi gizi dengan pendekatan visual seperti “Isi Piringku” menjadi salah satu strategi yang efektif. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pola makan bergizi seimbang, dengan melibatkan sebanyak 30 siswa-siswi SMP Negeri 4 Kendari sebagai kelas percontohan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif dan permainan edukatif “Ranking Satu”. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan dari 79,89 menjadi 94,89 (p < 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa metode penyuluhan yang interaktif dan menyenangkan efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi seimbang pada remaja, dan memiliki potensi untuk diterapkan secara lebih luas di lingkungan sekolah lainnya guna membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa 6,5% remaja di Sulawesi Tenggara mengalami kekurangan gizi, sementara 10% lainnya mengalami kelebihan gizi. Kondisi ini menandakan pentingnya intervensi edukatif yang tepat untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya gizi seimbang. Edukasi gizi dengan pendekatan visual seperti “Isi Piringku” menjadi salah satu strategi yang efektif. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pola makan bergizi seimbang, dengan melibatkan sebanyak 30 siswa-siswi SMP Negeri 4 Kendari sebagai kelas percontohan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif dan permainan edukatif “Ranking Satu”. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan dari 79,89 menjadi 94,89 (p < 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa metode penyuluhan yang interaktif dan menyenangkan efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi seimbang pada remaja, dan memiliki potensi untuk diterapkan secara lebih luas di lingkungan sekolah lainnya guna membangun kebiasaan makan sehat sejak dini
Sosialisasi dan Edukasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi di SMP Negeri 10 Kota Kendari
Kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana gempa bumi yang telah diselenggarakan di SMP Negeri 10 Kendari untuk meningkatkan pemahaman siswa, mengingat Indonesia rentan terhadap gempa dan siswa termasuk kelompok rentan. Edukasi ini disampaikan kepada 21 siswa melalui ceramah interaktif dan dievaluasi menggunakan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang substansial dan signifikan secara statistik. Nilai rata-rata pengetahuan siswa melonjak dari 63,81 (pre-test) menjadi 93,33 (post-test). Dengan nilai p=0,000 (p < 0,05), disimpulkan bahwa metode sosialisasi dan edukasi tersebut efektif dalam meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana gempa bumi pada siswa.Kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana gempa bumi yang telah diselenggarakan di SMP Negeri 10 Kendari untuk meningkatkan pemahaman siswa, mengingat Indonesia rentan terhadap gempa dan siswa termasuk kelompok rentan. Edukasi ini disampaikan kepada 21 siswa melalui ceramah interaktif dan dievaluasi menggunakan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang substansial dan signifikan secara statistik. Nilai rata-rata pengetahuan siswa melonjak dari 63,81 (pre-test) menjadi 93,33 (post-test). Dengan nilai p=0,000 (p < 0,05), disimpulkan bahwa metode sosialisasi dan edukasi tersebut efektif dalam meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana gempa bumi pada siswa
Pelatihan Penulisan Makalah Menggunakan Aplikasi Microsoft Word Di MA Nurul Huda Mereng Pemalang
Kegiatan pelatihan penulisan makalah menggunakan program aplikasi Microsoft Word ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan literasi digital dan keterampilan akademik siswa MA Nurul Huda Mereng di Pemalang. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman siswa dalam menyusun karya ilmiah secara sistematis. Pelatihan diikuti oleh 22 peserta. Metode pelaksanaan menggabungkan penjelasan konsep secara teoritis dengan praktik langsung melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman dalam menyusun makalah sesuai kaidah ilmiah, seperti pembuatan halaman sampul, struktur isi, penomoran halaman, dan referensi. Kesimpulannya, program ini terbukti efektif dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi tuntutan penyusunan karya ilmiah di tingkat madrasah maupun jenjang pendidikan lebih lanjut, serta menumbuhkan minat terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.Kegiatan pelatihan penulisan makalah menggunakan program aplikasi Microsoft Word ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan literasi digital dan keterampilan akademik siswa MA Nurul Huda Mereng di Pemalang. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman siswa dalam menyusun karya ilmiah secara sistematis. Pelatihan diikuti oleh 22 peserta. Metode pelaksanaan menggabungkan penjelasan konsep secara teoritis dengan praktik langsung melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman dalam menyusun makalah sesuai kaidah ilmiah, seperti pembuatan halaman sampul, struktur isi, penomoran halaman, dan referensi. Kesimpulannya, program ini terbukti efektif dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi tuntutan penyusunan karya ilmiah di tingkat madrasah maupun jenjang pendidikan lebih lanjut, serta menumbuhkan minat terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran
Donor Darah Sebagai Wujud Kepedulian Sosial Masyarakat Desa Piru Kabupaten Seram Bagian Barat Terhadap Sesama
Ketersediaan darah merupakan kebutuhan penting dalam upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Donor darah sendiri adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah dan digunakan bagi keperluan transfusi. Pelaksanaan donor darah hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi serta kewenangan, dan harus dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan yang berlaku. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat mengenai pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial serta solidaritas kemanusiaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada tanggal 21 Februari 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 63 orang. Desain kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif observasional, yang bertujuan menggambarkan hasil pelaksanaan donor darah berdasarkan observasi lapangan. Proses pengambilan darah dilakukan menggunakan jarum yang terhubung langsung ke kantong penampung darah, dengan volume darah yang didonorkan berkisar antara 450 hingga 500 ml per pendonor. Dari hasil kegiatan, diperoleh total 63 kantong darah tanpa ada kantong yang mengalami kerusakan fisik. Namun, terdapat 9 kantong darah yang tidak lolos proses skrining penyakit, sehingga dinyatakan tidak layak digunakan. Dengan demikian, sebanyak 54 kantong darah dinyatakan baik dan dapat digunakan untuk kebutuhan medis. Kegiatan donor darah di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, mencerminkan wujud nyata kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama. Kegiatan ini juga menunjukkan semangat solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan dalam membantu mereka yang membutuhkan bantuan darah demi kelangsungan hidup.Ketersediaan darah merupakan kebutuhan penting dalam upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Donor darah sendiri adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah dan digunakan bagi keperluan transfusi. Pelaksanaan donor darah hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi serta kewenangan, dan harus dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan yang berlaku. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat mengenai pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial serta solidaritas kemanusiaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada tanggal 21 Februari 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 63 orang. Desain kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif observasional, yang bertujuan menggambarkan hasil pelaksanaan donor darah berdasarkan observasi lapangan. Proses pengambilan darah dilakukan menggunakan jarum yang terhubung langsung ke kantong penampung darah, dengan volume darah yang didonorkan berkisar antara 450 hingga 500 ml per pendonor. Dari hasil kegiatan, diperoleh total 63 kantong darah tanpa ada kantong yang mengalami kerusakan fisik. Namun, terdapat 9 kantong darah yang tidak lolos proses skrining penyakit, sehingga dinyatakan tidak layak digunakan. Dengan demikian, sebanyak 54 kantong darah dinyatakan baik dan dapat digunakan untuk kebutuhan medis. Kegiatan donor darah di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, mencerminkan wujud nyata kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama. Kegiatan ini juga menunjukkan semangat solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan dalam membantu mereka yang membutuhkan bantuan darah demi kelangsungan hidup
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Pesisir Di Kelurahan Kabonga Besar Kabupaten Donggala
Kawasan mangrove merupakan Kawasan pesisir yang rentan terhadap dampak keberadaan sampah. Hal ini disebabkan selain kawasan tempat bertemunya air dari sungai yang membawa sampah dari darat dan air laut yang mendistribusi sampah dari laut akibat gelombang. Disamping itu Kawasan ini sering dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui pendekatan edukatif dan partisipatif di kawasan mangrove Kelurahan Kabonga Besar, Kabupaten Donggala. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2024 dengan metode observasi, deskriptif, dan partisipatif melalui pendekatan penyuluhan yang bersifat persuasif edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, munculnya inisiatif pembentukan kelompok pengelola sampah tingkat desa, serta komitmen pemerintah setempat dalam mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat di kawasan wisata mangrove.Kawasan mangrove merupakan Kawasan pesisir yang rentan terhadap dampak keberadaan sampah. Hal ini disebabkan selain kawasan tempat bertemunya air dari sungai yang membawa sampah dari darat dan air laut yang mendistribusi sampah dari laut akibat gelombang. Disamping itu Kawasan ini sering dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui pendekatan edukatif dan partisipatif di kawasan mangrove Kelurahan Kabonga Besar, Kabupaten Donggala. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2024 dengan metode observasi, deskriptif, dan partisipatif melalui pendekatan penyuluhan yang bersifat persuasif edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, munculnya inisiatif pembentukan kelompok pengelola sampah tingkat desa, serta komitmen pemerintah setempat dalam mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat di kawasan wisata mangrove
Efektivitas Dosis Pupuk Kotoran Ayam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Setaria (Setaria splendida) pada Defoliasi Umur Berbeda
This study aimed to evaluate the effectiveness of chicken manure fertilizer doses on the growth and yield of setaria grass (Setaria splendida) at different defoliation ages. The experiment was arranged in a Randomized Block Design (RBD) with four treatments of chicken manure doses, namely P0 (without fertilizer), P1 (3 kg/plot), P2 (6 kg/plot), and P3 (9 kg/plot), each with three replications. The observed parameters included plant height and fresh weight at defoliation ages of 60, 70, and 80 days, analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by the Honestly Significant Difference (HSD) test when significant differences were found. The results showed that chicken manure fertilizer had no significant effect (P>0.05) on plant height or fresh weight at all defoliation ages. However, the application of 6 kg/plot (P2) tended to produce better growth and yield, particularly at the first defoliation (60 days). At 70 and 80 days, the effect of fertilizer decreased as the plants entered the generative phase. These findings indicate that the response to organic fertilizer is more optimal during the early vegetative phase, while its influence declines with increasing plant age. Therefore, a moderate dose of chicken manure can be recommended to enhance the vegetative growth of setaria grass while maintaining efficient use of organic fertilizers.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dosis pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi rumput setaria (Setaria splendida) pada umur defoliasi berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dosis pupuk, yaitu P0 (tanpa pupuk), P1 (3 kg/petak), P2 (6 kg/petak), dan P3 (9 kg/petak), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan bobot segar pada umur defoliasi 60, 70, dan 80 hari, dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan uji BNJ jika berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman maupun bobot segar, namun dosis 6 kg/petak (P2) cenderung menghasilkan pertumbuhan dan produksi lebih baik, khususnya pada defoliasi 60 hari. Pada umur 70 dan 80 hari, pengaruh pupuk semakin berkurang karena tanaman memasuki fase generatif. Temuan ini menegaskan bahwa respons pupuk organik lebih optimal pada fase awal pertumbuhan hijauan, sedangkan pengaruhnya menurun seiring bertambahnya umur tanaman. Dengan demikian, dosis sedang pupuk kotoran ayam dapat direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif rumput setaria sekaligus menjaga efisiensi penggunaan pupuk organik
Dampak Bangunan Sarang Burung Walet terhadap Masyarakat Kelurahan Tambun dan Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Swiftlet nest buildings are increasingly found in residential areas, including in Tambun and Nalu Sub-districts, Baolan District, Tolitoli Regency. This phenomenon has generated various community responses due to its social and environmental implications. This study aims to describe the community perception of the social and environmental impacts of swiftlet nest buildings. The research employed a descriptive qualitative method with 45 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively. The results showed that most respondents were long-term residents who generally accepted the presence of swiftlet nest buildings because they provide economic benefits for both owners and the local area. However, some respondents expressed concern about noise disturbances and potential health risks, although odor problems were minimal due to regular cleaning conducted by the building owners. Overall, the community has shown social adaptation to the existence of swiftlet nest businesses, but better spatial regulation and environmental supervision are needed to minimize potential negative impacts in densely populated residential areas.Bangunan sarang burung walet semakin banyak ditemukan di kawasan permukiman, termasuk di Kelurahan Tambun dan Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Fenomena ini menimbulkan beragam tanggapan masyarakat karena berkaitan dengan aspek sosial dan lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap dampak sosial dan lingkungan dari keberadaan bangunan sarang burung walet. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan jumlah responden sebanyak 45 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat merupakan penduduk asli yang telah lama tinggal di wilayah tersebut dan secara umum menerima keberadaan bangunan walet karena dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi pemilik maupun daerah. Namun, sebagian responden masih mengeluhkan gangguan kebisingan dan kekhawatiran terhadap potensi penyakit, meskipun dampak bau relatif kecil karena pengelolaan kebersihan dilakukan rutin oleh pemilik bangunan. Secara keseluruhan, masyarakat telah mampu beradaptasi secara sosial terhadap aktivitas usaha walet, namun diperlukan pengawasan dan penataan tata ruang untuk mengurangi dampak negatif di kawasan permukiman padat
Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Penanggulangan Masalah Gizi Bagi Anak Akibat Penyakit (Studi Gizi Buruk di Desa Lalos Kabupaten Tolitoli)
Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Penanggulangan Masalah Gizi bagi anak akibat penyakit (Studi Gizi Buruk Di Desa lalos Kecamatan Galang Kab Tolitoli). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa secara mendalam Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Penanggulangan Masalah Gizi bagi anak akibat penyakit (Studi Gizi Buruk Di Desa lalos Kecamatan Galang Kab Tolitoli). Penelitian ini dilaksanakan di Desa lalos kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Dalam penelitian ini terdapat berbagai macam indikator sebagai alat ukur yang menjadi isi dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, yaitu antara lain komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil penelitian yang dilakukan, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut: 1) komunikasi informasi jelas terlihat dari bukti situasi, seperti kerja sama antara ahli gizi, perawat Puskesmas Galang dan pegawai Kantor Desa Lalos untuk sosialisasi program gizi kepada masyarakat. 2) sumber daya terkelola dengan baik terlihat dari adanya tenaga ahli gizi di Puskesmas Galang, posyandu di setiap desa, serta pemberian makanan tambahan dan suplemen vitamin A untuk anak-anak. 3) disposisi terpenuhi karena petugas menunjukkan komitmen tinggi, terbukti dengan ahli gizi dan perawat yang turun langsung ke posyandu untuk memeriksa kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. 4) struktur birokrasi terpenuhi terlihat dari pembagian tugas sesuai bidang dan keahlian yang mendukung pelaksanaan SOP yang efektif.Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Penanggulangan Masalah Gizi bagi anak akibat penyakit (Studi Gizi Buruk Di Desa lalos Kecamatan Galang Kab Tolitoli). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa secara mendalam Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Penanggulangan Masalah Gizi bagi anak akibat penyakit (Studi Gizi Buruk Di Desa lalos Kecamatan Galang Kab Tolitoli). Penelitian ini dilaksanakan di Desa lalos kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Dalam penelitian ini terdapat berbagai macam indikator sebagai alat ukur yang menjadi isi dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, yaitu antara lain komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil penelitian yang dilakukan, penulis menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Komunikasi informasi jelas terlihat dari bukti situasi, seperti kerja sama antara ahli gizi, perawat Puskesmas Galang, dan pegawai Kantor Desa Lalos untuk sosialisasi program gizi kepada masyarakat. 2. Sumber daya terkelola dengan baik terlihat dari adanya tenaga ahli gizi di Puskesmas Galang, posyandu di setiap desa, serta pemberian makanan tambahan dan suplemen vitamin A atau zat besi untuk anak-anak. 3.Disposisi terpenuhi karena petugas menunjukkan komitmen tinggi, terbukti dengan ahli gizi dan perawat yang turun langsung ke posyandu untuk memeriksa kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. 4. Struktur birokrasi terpenuhi terlihat dari pembagian tugas sesuai bidang dan keahlian yang mendukung pelaksanaan SOP yang efektif
Partisipasi Masyarakat Dalam Upaya Pelestarian Budaya Tari Moduai Di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Desa Buntuna merupakan salah satu desa yang menjadi cagar budaya di Kabupaten Tolitoli. Tujuan penelitian untuk menganalisa partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya Tari Moduai di Desa Buntuna dan menganalisa bagaimana upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya khususnya Tari Moduai. Metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode triangulasi data yaitu teknik analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil analisis data dari satu sumber ke sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Buntuna secara aktif berpartisipasi dalam berbagai aspek pelestarian seperti keterampilan menari, memainkan alat musik yang mendukung kegiatan pelestarian budaya. Beberapa bentuk partisipasi masyarakat dalam hal ini partisipasi ide atau pemikiran masih rendah karena kurangnya koordinasi antara masyarakat dan lembaga adat terkait yang mengatur pelestarian kebudayaan yang ada di Desa Buntuna. Partisipasi ini dilakukan secara sukarela dan didukung oleh kesadaran akan pentingnya warisan budaya tersebut. Kendati demikian, diperlukan pengembangan ruang komunikasi dan inovasi dalam aspek pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelestarian budaya khususnya Tari Moduai di masa depan. Serta tenaga pengajar yang bisa membina masyarakat lokal demi pelestarian kebudayaan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan pelestarian budaya sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan sinergi antara pemerintah, lembaga adat, serta warga lokal.Panelitian ini bertujuan, pertama adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya Tari Moduai di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Toltitoli. Kedua adalah untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya Tari Moduai di Desa Buntuna kecamatan Baolan Kabupatan Tolitoli. Desa Buntuna merupakan salah satu Desa yang menjadi cagar budaya di Kabupaten Tolitoli, dikarenakan letak kuburan raja berada di Desa Buntuna. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan data deskriptif kualitatif berupa bahasa tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang diamati penulis pada saat penelitian. Dengan Teknik pengumpulan data berupa jenis data primer dan menggunakan beberapa tahapan Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode triangulasi data yaitu Teknik analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Buntuna secara aktif berpartisipasi dalam berbagai aspek pelestarian, seperti keterampilan menari, memainkan alat musik, dan mendukung kegiatan budaya. Beberapa bentuk partisipasi masyarakat dalam hal ini partisipasi ide/pemikiran masih dianggap rendah karena kurangnya koordinasi antara masyarakat dan Lembaga adat yang mengatur kebudayaan yang ada di Desa Buntuna. Partisipasi ini dilakukan secara sukarela dan didukung oleh kesadaran akan pentingnya warisan budaya tersebut. Kendati demikian, diperlukan pengembangan ruang komunikasi dan inovasi dalam aspek pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelestarian budaya Tari Moduai di masa depan. Serta tenaga pengajar yang bisa bertanggungjawab dalam membina masyarakat Desa Buntuna dalam perkembangan kebudayaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pelestarian budaya sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan sinergi antara pemerintah, lembaga adat, serta warga desa
Optimalisasi Pertumbuhan dan Hasil Seledri (Apium graveolens L.) melalui Aplikasi Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa
This study aimed to determine the effect of coconut husk liquid organic fertilizer (LOF) on the growth and yield of celery plants, as well as to identify the most effective concentration. The research was carried out in Tambun Village, Baolan District, Tolitoli Regency, from February 2025 to May 2025. The experiment was arranged in a Randomized Block Design (RBD) with a single factor consisting of five levels: P0 = Without organic fertilizer (Control), P1= LOF concentration of 50 ml/l water, P2= LOF concentration of 100 ml/l water, P3 = LOF concentration of 150 ml/l water, and P4 = LOF concentration of 200 ml/l water. Each treatment was replicated three times, resulting in 15 experimental units with a total of 75 plants. For each treatment, three sample plants were observed, giving a total of 45 observed samples. The results showed that the application of coconut husk LOF significantly affected celery (Apium graveolens L.) growth. The concentration of 200 ml/l water (P4) was the best treatment, consistently producing the highest values for plant height (17.97 cm at 6 weeks after planting), root volume (2.67 ml), and fresh weight (5.19 g). It was also observed that the higher the concentration of coconut husk LOF applied, the better the growth and yield of celery plants obtained.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri, serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian ini telah diselesaikan di Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli pada bulan Februari 2025 sampai Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan 5 taraf yaitu P0= Tanpa Pupuk organik (Kontrol), P1= Konsentrasi POC 50 ml/liter Air, P2= Konsentrasi POC 100 ml/liter Air, P3= Konsentrasi POC 150 ml/liter Air, P4 = Konsentrasi POC 200 ml/liter Air. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan, sehingga terdapat 15 unit percobaan dengan 75 jumlah populasi dan setiap perlakuan tanaman sampel yang diamati terdiri 3 tanaman sampel sehingga total keseluruhan sampel yang diamati 45 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) sabut kelapa terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.) dengan konsentrasi 200 ml/l air (P4) merupakan perlakuan terbaik, yang secara konsisten memberikan nilai tertinggi pada tinggi tanaman (17,97 cm pada 6 MST), volume akar (2,67 ml), dan berat basah (5,19 g). semakin tinggi konsentrasi POC sabut kelapa yang diberikan maka semakin baik pula pertumbuhan dan hasil tanaman seledri yang diperoleh