Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA AJAR VISUAL UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DASAR
The purpose of this investigation was to conceptualize and develop customized visual-based educational media for elementary school students to improve their understanding of basic concepts. The methodology used was research and development (R&D), which included the phases of needs assessment, design, development, testing, and evaluation. The research subjects specifically focused on lower elementary school students. The findings show that the developed visual media are considered valuable for use, as evidenced by expert evaluations of the content and media, in addition to receiving favorable feedback from educators and students. Furthermore, the application of this media has been shown to significantly improve students\u27 understanding of basic concepts, as reflected in improved academic performance and increased engagement in the learning process. Consequently, visual learning media can be considered a viable innovative approach that effectively supports the educational process in elementary school settings.Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk mengkonseptualisasikan dan membangun media pendidikan berbasis visual yang disesuaikan untuk siswa sekolah dasar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep-konsep dasar. Metodologi yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D), yang mencakup fase penilaian kebutuhan, desain, pengembangan, uji coba, dan evaluasi. Subjek penelitian ini secara khusus terkonsentrasi pada siswa sekolah dasar kelas bawah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media visual yang dikembangkan dianggap berharga untuk pemanfaatan, sebagaimana dibuktikan oleh evaluasi ahli dari konten dan media, di samping menerima umpan balik yang menguntungkan dari pendidik dan peserta didik. Selain itu, penerapan media ini telah ditunjukkan untuk secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep dasar, sebagaimana tercermin dalam peningkatan kinerja akademik dan peningkatan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Akibatnya, media pembelajaran visual dapat dianggap sebagai pendekatan inovatif yang layak yang secara efektif mendukung proses pendidikan dalam pengaturan sekolah dasar
Responsivitas Penanganan Keluhan Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Unit Ibu Kota Kecamatan (IKK) Di Desa Sandana Kabupaten Tolitoli
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji responsivitas penanganan keluhan pelanggan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit Ibu Kota Kecamatan (IKK) di Desa Sandana Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan penelitian dokumen. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang ditentukan dengan cara Purposive Random Sampling atau dengan cara acak berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian berdasarkan data-data yang diperoleh diukur berdasarkan 6 indikator yaitu; 1) Merespon setiap pelanggan yang ingin mendapatkan pelayanan, dari indokator ini dapat dikatakan sudah berjalan sesuai dengan prosedur. 2) Petugas melakukan pelayanan dengan cepat, indikator ini menggambarkan petugas PDAM belum sepenuhnya cepat dalam melayani keluhan pelanggan terkait kerusakan pipa air karena keterbatasan peralatan. 3) Petugas melakukan pelayanan dengan tepat, petugas sudah cukup tanggap memberikan pelayanan keluhan. 4) Petugas melakukan pelayanan dengan cermat, petugas PDAM sudah cukup baik dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada pelanggan sesuai dengan prosedur yang ada. 5) Petugas melakukan pelayanan dengan tepat waktu, pada indikator ini petugas PDAM masih sering lalai dalam menangani masalah keluhan pelanggan. 6) Semua keluhan pelanggan direspon oleh petugas, hanya saja tindakan yang diambil masih belum optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji responsivitas penanganan keluhan pelanggan pada perusahaan daerah air minum unit ibu kota kecamatan di Desa Sandana Kabupaten Tolitoli. bagaimana responsivitas penanganan keluhan pelanggan perusahaan daerah air minum unit ibu kota kecamatan Di Desa Sandana Kabupaten Tolitoli?. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan, penelitian lapangan berupa observasi, wawancara mendalam dan penelitian dokumen. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Dari hasil penelitian yang dilakukan, Penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : Responsivitas pelayanan publik dapat dinilai dari 6 indikator yaitu: Merespon setiap pelanggan/pemohon yang ingin mendapatkan pelayanan, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cepat, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan tepat, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cermat, Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan waktu yang tepat, Semua keluhan pelanggan direspon oleh petugas, maka dari keenam indikator tersebut, ada 3 indikator yang sudah terpenuhi dan 3 indikator belum terpenuhi. 1. Merespon setiap pelanggan/pemohon yang ingin mendapatkan pelayanan, yaitu pelayanan PDAM sudah berjalan sesuai dengan prosedur. 2. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cepat, yaitu Pertugas PDAM belum sepenuhnya cepat dalam melayani keluhan kerusakan dari pelanggan dan penangan keluhan yang diberitahukan berulang-ulang oleh pelanggan dikarenakan alatnya yang kurang jadi harus menunggu alat yang di pesan lagi terlebih dahulu. 3. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan tepat, bahwa petugas sudah cukup tanggap memberikan pelayanan keluhan kerusakan. 4. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cermat, bahwa pada indikator kecermatan petugas dalam melayani masyarakat, petugas sudah berjalan cukup baik dalam menjalankan dan melaksanakan tugas pelayanan kepada pelanggan sesuai dengan prosedur yang ada. 5. Petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan waktu yang tepat, yaitu petugas belum tepat waktu dalam memberikan penanganan keluhan, pada saat terjadi kendala dalam proses ketepatan waktu melayani, petugas belum bisa dikatakan baik karena ketepatan waktu melayani. Hal ini terjadi karena alat dan bahan dari perusahaan daerah air minum masi kurang lengkap. 6. Semua pelanggan direspon oleh petugas, bahwa indikator semua pelanggan direspon oleh petugas sudah cukup baik dan petugas sudah responsif
Studi Efektivitas Bubuk Daun Ketapang pada Penetasan Telur Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Salah satu permasalahan yang biasanya di alami dalam proses budidaya ikan adalah tingkat penetasan telur yang rendah. Daun ketapang (Terminalia catappa) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai antiparasit, antibakteri dan antijamur karena memiliki kandungan saponin, tanin dan flavonoid yang mampu menjadi antibiotik sehingga pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan menjadi optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat Bubuk Daun Ketapang Terhadap Daya Tetas Telur Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan di UPR Bungin Tatanga, Kelurahan Tavanjuka, Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan pemberian bubuk daun ketapang (g/L) dan 5 ulangan. Telur yang sudah dihasilkan sebanyak 300 butir dibagi menjadi 20 wadah masing-masing wadah berisi 15 butir telur kemudian direndam dalam air yang telah diberi larutan bubuk daun ketapang selama 25 menit sesuai perlakuan yang ada. Dalam penelitian ini ada 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan dosis bubuk daun ketapang yang berbeda-beda. Hasil penlitian menunjukkan daya tetas telur pada perlakuan 3 dengan dosis bubuk daun ketapang 2,5 g/L merupakan dosis terbaik dengan presentase daya tetas telur sebesar 84%.Salah satu permasalahan yang biasanya di alami dalam proses budidaya ikan adalah tingkat penetasan telur yang rendah. Daun ketapang (Terminalia catappa) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai antiparasit, antibakteri dan antijamur karena memiliki kandungan saponin, tanin dan flavonoid yang mampu menjadi antibiotik sehingga pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan menjadi optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat Bubuk Daun Ketapang Terhadap Daya Tetas Telur Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan di UPR Bungin Tatanga, Kelurahan Tavanjuka, Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan pemberian bubuk daun ketapang (g/L) dan 5 ulangan. Telur yang sudah dihasilkan sebanyak 300 butir dibagi menjadi 20 wadah masing-masing wadah berisi 15 butir telur kemudian direndam dalam air yang telah diberi larutan bubuk daun ketapang selama 25 menit sesuai perlakuan yang ada. Dalam penelitian ini ada 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan dosis bubuk daun ketapang yang berbeda-beda. Hasil penlitian menunjukkan daya tetas telur pada perlakuan 3 dengan dosis bubuk daun ketapang 2,5 g/L merupakan dosis terbaik dengan presentase daya tetas telur sebesar 84%
Efektifitas Penanggulangan Pernikahan Dini Di SMA Negeri 1 Ogodeide Kabupaten Tolitoli
Penanggulangan pernikahan dini di Indonesia menunjukkan hasil yang bervariasi, beberapa kebijakan berhasil menekan angka pernikahan dini, namun sebagian masih menghadapi tantangan besar dalam penerapannya. Tujuan Penelitian ini melakukan literatur review tentang akibat pernikahan dini di SMA Negeri 1 Ogodeide. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, yakni suatu penelitian yang menggunakan data yang berbentuk kata, kalimat, skema, gambar dan penelitian dengan pendekatan kualitatif atau naturalistik kebanyakan datanya kualitatif walaupun tidak menolak data secara kuantitatif. Hasilnya Program Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) yang diterapkan di SMAN 1 Ogodeide seharusnya menjadi solusi untuk mencegah pernikahan dini, namun kenyataannya program ini belum berjalan efektif. Minimnya penyuluhan kepada siswa dan orang tua mengenai risiko yang muncul akibat pernikahan dini, kendala ekonomi, akses pendidikan, pengawasan dan penegakan hukum menjadi perhatian semua pihak, serta harus terus diupayakan agar jumlah pernikahan dini dapat ditekan secara optimal
Membangun Kolaborasi Antar Lembaga Untuk Pemberdayaan Desa yang Berkelanjutan
Pengabdian Kepada Masyrakat memberikan pemahaman terkait pentingnya Kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan desa yang berkelanjutan di desa lelean nono kecamatan baolan kabupaten toli-toli Sulawesi tengah, dengan menyoroti peran pemerintah, sektor swasta, organisasi masyrakat sipil, dan komunitas lokal. Melalui pendekatan pastisipatif, pengabdian ini mengidentifikasi factor pendukung seperti kejelasan peran, komunikasi efektif, dan kepercayaan antar Lembaga, serta hambatan seperti perbedaan kepentingan dan ketimpangan sumber daya. Hasilnya menunjukan bahwa mekanisme kerja yang terstruktur dan inklusif dapat meningkatkan sinergi antar Lembaga, menghasilkan model kolaborasi yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan lokal.Pengabdian Kepada Masyrakat memberikan pemahaman terkait pentingnya Kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan desa yang berkelanjutan di desa lelean nono kecamatan baolan kabupaten toli-toli Sulawesi tengah, dengan menyoroti peran pemerintah, sektor swasta, organisasi masyrakat sipil, dan komunitas lokal. Melalui pendekatan pastisipatif, pengabdian ini mengidentifikasi factor pendukung seperti kejelasan peran, komunikasi efektif, dan kepercayaan antar Lembaga, serta hambatan seperti perbedaan kepentingan dan ketimpangan sumber daya. Hasilnya menunjukan bahwa mekanisme kerja yang terstruktur dan inklusif dapat meningkatkan sinergi antar Lembaga, menghasilkan model kolaborasi yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan lokal
Adopsi Inovasi Sistem Jajar Legowo Tipe 4:1 Pada Kelompok Tani Di Jorong Gadih Kecamatan Tanjung Gadang
Penggunaan sistem tanam jajar legowo dapat meningkatkan populasi tanaman dan sekaligus produksi padi sawah 11,3 – 29,0 %. Akan tetapi adopsi sistem tanam jajar legowo padi sawah sampai saat ini masih tergolong rendah. Dengan bukti masih banyak petani padi sawah yang belum menerapkan sistem ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat adopsi inovasi system tanam jajar legowo tipe 4:1 di Jorong Kayu Gadih. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Deskriptif dengan metode kualitatif. Jenis data yang digunakan adala data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, penggunaan angket observasi dan dokumentasi. Responden dalam penelitian adalah anggota kelompok Tani Cahaya tani yang berjumlah 25 orang dan dipilih secara purposive. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tahap pengetahuuan, tahap pesrsuasi/minat, tahap Keputusan, tahap implementasai dan tahap konfirmasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan menggunakan rating scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi inovasi sistem jajar legowo pada kelompok cahaya tani yaitu Pada tahap pengetahuan berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,52. Tahap persuasi beradda pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,48 namun tahap Keputusan berada pada kategori sedang dengan skor 2,13, Tahap Implementasi berada pada kategori tinggi dengan skor 2,58 dan Tahap Kofirmasi berada pada kategori sedang dengan skor 2,32. Secara keseluruhan addopsi inovasi jajar legowo ti[e 4:1 berada pada kategori tinggi dengan rata-rata Skor 2,41. Penggunaan sistem tanam jajar legowo dapat meningkatkan populasi tanaman dan sekaligus produksi padi sawah 11,3 – 29,0 %. Akan tetapi adopsi sistem tanam jajar legowo padi sawah sampai saat ini masih tergolong rendah. Dengan bukti masih banyak petani padi sawah yang belum menerapkan sistem ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat adopsi inovasi system tanam jajar legowo tipe 4:1 di Jorong Kayu Gadih. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Deskriptif dengan metode kualitatif. Jenis data yang digunakan adala data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, penggunaan angket observasi dan dokumentasi. Responden dalam penelitian adalah anggota kelompok Tani Cahaya tani yang berjumlah 25 orang dan dipilih secara purposive. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tahap pengetahuuan, tahap pesrsuasi/minat, tahap Keputusan, tahap implementasai dan tahap konfirmasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan menggunakan rating scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi inovasi sistem jajar legowo pada kelompok cahaya tani yaitu Pada tahap pengetahuan berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,52. Tahap persuasi beradda pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 2,48 namun tahap Keputusan berada pada kategori sedang dengan skor 2,13, Tahap Implementasi berada pada kategori tinggi dengan skor 2,58 dan Tahap Kofirmasi berada pada kategori sedang dengan skor 2,32. Secara keseluruhan addopsi inovasi jajar legowo ti[e 4:1 berada pada kategori tinggi dengan rata-rata Skor 2,41.
Generasi Muda Peduli Hewan Laut Dilindungi: Peningkatan Pengetahuan di SMK Tolitoli Utara
Keanekaragaman hayati di Kabupaten Tolitoli merupakan sumber daya berharga yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan dan kemakmuran negara. Namun, meningkatnya aktivitas penangkapan ikan terhadap spesies yang dilindungi dapat memicu kondisi overfishing, yang berpotensi mengancam kelestarian spesies tertentu. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan langkah-langkah konservasi yang mencakup pelestarian, perlindungan, serta pemanfaatan yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tolitoli Utara, Desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang terencana. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa SMK Negeri 1 Tolitoli Utara mengenai spesies hewan air yang dilindungi.Keanekaragaman hayati di Kabupaten Tolitoli merupakan sumber daya berharga yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan dan kemakmuran negara. Namun, meningkatnya aktivitas penangkapan ikan terhadap spesies yang dilindungi dapat memicu kondisi overfishing, yang berpotensi mengancam kelestarian spesies tertentu. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan langkah-langkah konservasi yang mencakup pelestarian, perlindungan, serta pemanfaatan yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tolitoli Utara, Desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang terencana. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa SMK Negeri 1 Tolitoli Utara mengenai spesies hewan air yang dilindungi
Pengelolaan Lingkungan Melalui Ekowisata Berbasis Masyarakat di Air Terjun Taeno, Dusun Taeno-Air Ali Negeri Rumah Tiga
Air Terjun Taeno, yang terletak di Dusun Taeno-Air Ali, Negeri Rumah Tiga, merupakan salah satu destinasi alam yang memiliki potensi ekowisata luar biasa dengan keindahan alam yang masih alami dan kaya akan keanekaragaman hayati. Akan tetapi, Potensi wisata tersebut belum tergarap secara maksimal. Untuk mempertahankan destinasi wisata tersebut perlunya pengembangan objek wisata berbasis ekowisata dengan melibatkan semua komponen Masyarakat. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan ekowisata. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2024 dan diikuti sebanyak 30 peserta. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu: Pendekatan awal dan observasi lapangan, penyuluhan dan pembersihan Lokasi air terjun. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respon masyarakat sangat positif dan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Partisipasi aktif masyarakat, terutama remaja masjid, dalam berbagai kegiatan seperti penyuluhan, pembersihan kawasan, dan pemasangan poster edukatif, mencerminkan komitmen mereka untuk menjaga kelestarian alam sekitar.Air Terjun Taeno, yang terletak di Dusun Taeno-Air Ali, Negeri Rumah Tiga, merupakan salah satu destinasi alam yang memiliki potensi ekowisata luar biasa dengan keindahan alam yang masih alami dan kaya akan keanekaragaman hayati. Akan tetapi, Potensi wisata tersebut belum tergarap secara maksimal. Untuk mempertahankan destinasi wisata tersebut perlunya pengembangan objek wisata berbasis ekowisata dengan melibatkan semua komponen Masyarakat. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan ekowisata. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2024 dan diikuti sebanyak 30 peserta. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu: Pendekatan awal dan observasi lapangan, penyuluhan dan pembersihan Lokasi air terjun. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respon masyarakat sangat positif dan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Partisipasi aktif masyarakat, terutama remaja masjid, dalam berbagai kegiatan seperti penyuluhan, pembersihan kawasan, dan pemasangan poster edukatif, mencerminkan komitmen mereka untuk menjaga kelestarian alam sekitar
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Multimedia Video Animaker Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SD Negeri 6 Tambun
The problem in this study is the low learning outcomes of students of SD Negeri 6 Tambun in Indonesian subjects, especially in the reading aspect, the less interesting learning model is the main trigger for this. In tackling this, the author conducted a study by applying a multimedia video animaker-based discovery learning model in learning activities. The purpose of this study was to analyze whether there was an effect of the application of the multimedia video Animaker-based Discovery Learning learning model on the Indonesian language learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 6 Tambun. This study is a quantitative study with a Pre-Experimental design (Pretest-Postest Interaction Group Comparison). The instruments in this study were observation and learning outcome tests with a sample of 22 students, which used a purposive sampling technique in sampling. The data analysis technique used the Wilcoxon Signed Ranks test. The results showed that the probability value was 0.003 which means <0.05, so it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted. The positive implications of the results of implementing this model with integrated media, teachers can consider integrating technology and multimedia in their teaching strategies to increase student engagement and understanding.
Keywords: Animaker, Discovery Learning, Learning OutcomesPermasalah dalam penelitian ini ialah rendahnya hasil belajar siswa SD Negeri 6 Tambun pada mata pelajaran Bahasa Indonesia utamanya pada aspek bacaan, model pembelajaran yang kurang menarik menjadi pemicu utama hal tersebut. Dalam mentaktsi hal tersebut penulis melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning berbasis multimedia video animaker dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Discovery Learning berbasis multimedia video Animaker terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV di SD Negeri 6 Tambun. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis kuantitatif Pre-Eksperimen desain (Pretest-Postest Itntact Group Comparison). Adapun instrument dalam penelitian ini adalah observasi dan tes hasil belajar dengan sampel pada penelitian ini sebanyak 22 siswa, yang digunakan teknik purposive sampling dalam pengambilan sampelnya. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Probabilitas 0,003 yang berarti < 0,05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Implikasi positif dari hasil diterapkannya model dengan media yang dipadukan ini, guru dapat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan teknologi dan multimedia dalam strategi pengajaran mereka guna meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.
Kata Kunci : Animaker, Discovery Learning, Hasil Belaja
Daya Saing Ekspor Cengkeh Indonesia Di Negara-Negara Tujuan Utama Dengan Pendekatan Revealed Symmetric Comparative Advantages (RSCA) Dan Export Product Dynamics (EPD)
The potential for clove production excellence in Indonesia should be optimised to encourage an increase in export volume to international markets. The objective of this study is to analyse the competitive position of Indonesian clove exports to the global market as one of Indonesia\u27s leading export commodities. The analysis used in this study is quantitative data analysis. The methods employed are the Revealed Symmetric Comparative Advantages (RSCA) analysis (Laursen, 2015) and Export Product Dynamics (EPD). Based on the analysis results, Indonesia\u27s clove RSCA value is greater than zero. This indicates that cloves are one of Indonesia\u27s competitive flagship products exported to the markets of India, Singapore, the United Arab Emirates, Saudi Arabia, and Vietnam compared to other export products. The growth of Indonesia\u27s clove market share in major importing countries shows an ideal trendPotensi keunggulan produksi cengkeh di Indonesia sebaiknya dioptimalkan untuk mendorong peningkatan volume ekspor ke pasar internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis posisi daya saing ekspor cengkeh Indonesia ke pasar global sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan analisis data kuantitatif dengan metode RSCA (Revealed Symmetric Comparative Advantages) dan EPD (Export product dynamics) sebagai alat analisis utama. Berdasarkan hasil analisis, RSCA cengkeh Indonesia bernilai lebih dari nol. Hal ini mengindikasikan bahwa cengkeh menjadi salah satu produk unggulan kompetitif yang diekspor Indonesia ke pasar India, Singapura, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Vietnam dibandingkan dengan produk ekspor lainnya. Pertumbuhan pangsa pasar Cengkeh Indonesia di negara-negara importir utama menunjukkan tren yang ideal