Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
    744 research outputs found

    Edukasi Dampak Pencemaran Lingkungan Pesisir Dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dalam Pengelolaan Sampah Melalui Pendekatan 3r (Reduce, Reuse Dan Recycle) Di Sekolah Dasar Integral Hidayatullah Tondo

    Full text link
    Community service activities entitled “Education on the Impact of Coastal Environmental Pollution and Empowerment of Coastal Communities in Waste Management through the 3R Approach (Reduce, Reuse, and Recycle)” at Hidayatullah Integral Elementary School in Tondo Village, Palu City, aims to create a cleaner, healthier, and more sustainable coastal environment with high aesthetic value through the active involvement of the community in 3R-based waste management. This activity is beneficial in various aspects of community life, including environmental, social, economic, and educational aspects. The methods used to carry out this community service activity include education and socialization, training, and workshops. Additionally, this PKM activity series includes coastal clean-up actions as well as monitoring and evaluation aimed at assessing the program\u27s effectiveness by observing changes in the awareness and behavior of the target audience in managing waste. The entire series of activities, including preparation, socialization, and counseling as well as beach clean-up actions, ran smoothly. Elementary school students, as the target audience, showed great enthusiasm for this activity.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Edukasi Dampak Pencemaran Lingkungan Pesisir Dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dalam Pengelolaan Sampah Melalui Pendekatan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle)” Di Sekolah Dasar Integral Hidayatullah Kelurahan Tondo, Kota Palu bertujuan untuk menciptakan lingkungan pesisir yang lebih bersih, sehat, dan lestari serta memiliki nilai estetika yang tinggi dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R. Kegiatan ini bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat diantaranya aspek lingkungan, sosial, ekonomi dan pendidikan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi edukasi dan sosialisasi, pelatihan dan workshop. Selain itu, rangkaian kegiatan PKM ini mencakup aksi bersih pesisir serta monitoring dan evaluasi yang bertujuan menilai efektivitas program dengan melihat perubahan kesadaran dan perilaku khalayak sasaran kegiatan pengabdian dalam mengelola sampah. Seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan ini yang mencakup persiapan, sosialisasi dan penyuluhan maupun aksi bersih pantai berjalan dengan lancar. Siswa Sekolah Dasar sebagai sasaran menunjukkan antusiasme yang besar kegiatan ini

    Kinerja Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kantor Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat

    Full text link
    Pelayanan administrasi kependudukan merupakan layanan publik yang sangat penting bagi masyarakat, namun dalam praktiknya sering dijumpai permasalahan seperti terbatasnya sumber daya manusia baik jumlah maupun kompetensi teknis, rendahnya kualitas layanan dan keterbatasan staf, kendala teknologi seperti seringnya gangguan jaringan dan belum optimalnya sistem informasi administrasi kependudukan, dan lain sebagainya. Permasalahan tersebut berdampak pada tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat, dengan berfokus pada dimensi produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Sindangkerta tergolong cukup baik. Dari aspek produktivitas, pelayanan sudah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan masyarakat meskipun terkendala keterbatasan aparatur. Kualitas pelayanan dinilai baik, terutama dari segi sikap pegawai, meskipun waktu tunggu masih menjadi keluhan. Responsivitas pegawai terlihat dalam upaya menanggapi keluhan masyarakat, namun belum merata pada semua jenis layanan. Responsibilitas berjalan baik karena adanya aturan dan SOP, walaupun sebagian masyarakat masih belum mematuhi persyaratan dokumen. Akuntabilitas pelayanan relatif terjaga dengan prosedur yang jelas, meski pengawasan internal masih perlu diperkuat.Pelayanan administrasi kependudukan merupakan layanan publik yang sangat penting bagi masyarakat, namun dalam praktiknya sering dijumpai permasalahan seperti terbatasnya sumber daya manusia baik jumlah maupun kompetensi teknis, rendahnya kualitas layanan dan keterbatasan staf, kendala teknologi seperti seringnya gangguan jaringan dan belum optimalnya sistem informasi administrasi kependudukan, dan lain sebagainya. Permasalahan tersebut berdampak pada tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat, dengan berfokus pada dimensi produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Sindangkerta tergolong cukup baik. Dari aspek produktivitas, pelayanan sudah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan masyarakat meskipun terkendala keterbatasan aparatur. Kualitas pelayanan dinilai baik, terutama dari segi sikap pegawai, meskipun waktu tunggu masih menjadi keluhan. Responsivitas pegawai terlihat dalam upaya menanggapi keluhan masyarakat, namun belum merata pada semua jenis layanan. Responsibilitas berjalan baik karena adanya aturan dan SOP, walaupun sebagian masyarakat masih belum mematuhi persyaratan dokumen. Akuntabilitas pelayanan relatif terjaga dengan prosedur yang jelas, meski pengawasan internal masih perlu diperkuat

    Identifikasi Alat Tangkap Ikan Di Masyarakat Pesisir Desa Laulalang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah

    Full text link
    Desa Laulalang, yang terletak di pesisir Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, merupakan wilayah dengan ketergantungan tinggi pada sektor perikanan tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik alat tangkap ikan yang digunakan oleh masyarakat nelayan setempat, serta menganalisis relevansinya terhadap aspek ekonomi dan ekologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan nelayan aktif, yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Desa Laulalang menggunakan berbagai alat tangkap tradisional berskala kecil seperti hand line, spinning rod, fishing rod, dan set net, yang bersifat ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi lokal. Alat-alat ini memiliki selektivitas tinggi terhadap jenis ikan target dan berkontribusi terhadap pelestarian sumber daya perikanan. Kendati demikian, nelayan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses teknologi, permodalan, dan ketergantungan pada musim. Oleh karena itu, penguatan kapasitas nelayan melalui pelatihan, penyuluhan, serta dukungan kelembagaan dan diversifikasi usaha sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan masyarakat pesisir, dan keberlanjutan pengelolaan perikanan di wilayah tersebut.Desa Laulalang, yang terletak di pesisir Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, merupakan wilayah dengan ketergantungan tinggi pada sektor perikanan tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik alat tangkap ikan yang digunakan oleh masyarakat nelayan setempat, serta menganalisis relevansinya terhadap aspek ekonomi dan ekologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan nelayan aktif, yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Desa Laulalang menggunakan berbagai alat tangkap tradisional berskala kecil seperti hand line, spinning rod, fishing rod, dan set net, yang bersifat ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi lokal. Alat-alat ini memiliki selektivitas tinggi terhadap jenis ikan target dan berkontribusi terhadap pelestarian sumber daya perikanan. Kendati demikian, nelayan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses teknologi, permodalan, dan ketergantungan pada musim. Oleh karena itu, penguatan kapasitas nelayan melalui pelatihan, penyuluhan, serta dukungan kelembagaan dan diversifikasi usaha sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan masyarakat pesisir, dan keberlanjutan pengelolaan perikanan di wilayah tersebut

    Pemberian Pakan Berbahan Tepung Azolla (Azolla microphylla) untuk Pertumbuhan Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus)

    Full text link
    Ikan patin Siam (Pangasius hypophthalmus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi dengan kebutuhan benih yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh penambahan tepung Azolla (Azolla microphylla) dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan benih patin Siam. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2024 di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik Universitas Tadulako dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan tingkat substitusi tepung Azolla (0%, 15%, 20%, dan 25%) dan lima ulangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa suplementasi tepung Azolla memberikan pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, serta rasio konversi pakan. Pertumbuhan bobot mutlak tercatat berkisar 1,09–2,25 g, laju pertumbuhan spesifik 1,57–2,39%, rasio konversi pakan 1,4–2,7, serta tingkat sintasan mencapai 84–96%.Ikan patin Siam (Pangasius hypophthalmus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi dengan kebutuhan benih yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh penambahan tepung Azolla (Azolla microphylla) dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan benih patin Siam. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2024 di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik Universitas Tadulako dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan tingkat substitusi tepung Azolla (0%, 15%, 20%, dan 25%) dan lima ulangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa suplementasi tepung Azolla memberikan pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, serta rasio konversi pakan. Pertumbuhan bobot mutlak tercatat berkisar 1,09–2,25 g, laju pertumbuhan spesifik 1,57–2,39%, rasio konversi pakan 1,4–2,7, serta tingkat sintasan mencapai 84–96%

    Penampilan Reproduksi Induk Kambing Kacang di Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli

    Full text link
    This study aimed to describe the reproductive performance of Kacang does raised by smallholder farmers in Galang District, Tolitoli Regency. The research employed a descriptive quantitative method through field observations and structured interviews with 44 farmers representing a total of 332 Kacang goats. The observed variables included age at first mating, postpartum mating interval, kidding interval, litter size, and pre-weaning mortality. Data were analyzed descriptively by calculating the mean, frequency, and percentage for each parameter and were compared with previous studies. The results showed that the average age at first mating ranged from 6 to 12 months, postpartum mating interval was 2–4 months, kidding interval was 7–9 months, litter size was 1–2 kids per birth, and pre-weaning mortality was 9.09%. These findings indicate that Kacang does in Galang District exhibit good reproductive efficiency and adaptability to tropical conditions. The main contributing factors are the availability of natural forage throughout the year, farmers’ experience, and stable traditional management practices. However, the low educational level of farmers and the lack of reproductive record-keeping remain limiting factors that need to be addressed through improved management and targeted extension programsPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penampilan reproduksi induk kambing kacang pada tingkat peternak rakyat di Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur terhadap 44 peternak dengan total 332 ekor kambing kacang. Variabel yang diamati meliputi umur pertama kawin, kawin setelah beranak, jarak beranak, besar litter, dan mortalitas pra-sapih. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perhitungan rata-rata, frekuensi, dan persentase, kemudian dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pertama kawin induk kambing kacang berkisar 6–12 bulan, interval kawin setelah beranak 2–4 bulan, jarak beranak 7–9 bulan, besar litter 1–2 ekor per kelahiran, dan mortalitas pra-sapih 9,09%. Nilai-nilai tersebut menandakan bahwa kambing kacang di Kecamatan Galang memiliki efisiensi reproduksi yang baik dan adaptif terhadap kondisi lingkungan tropis. Faktor pendukung utama meliputi ketersediaan pakan alami sepanjang tahun, pengalaman peternak, dan sistem pemeliharaan tradisional yang stabil. Namun, rendahnya tingkat pendidikan dan minimnya pencatatan reproduksi masih menjadi kendala yang perlu diperbaiki melalui peningkatan manajemen dan penyuluhan teknis

    PERAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DALAM MENURUNKAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI RW 12 (SALU) KELURAHAN NALU KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menurunkan angka putus sekolah di Salu Kelurahan Nalu RW 12 Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Dengan teknik analisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori peran dengan 3 indikator yaitu peraturan, pelaksanaan dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator peraturan belum terpenuhi secara optimal. Hambatan utamanya meliputi distribusi bantuan pendidikan yang belum merata, sosialisasi program wajib belajar 12 tahun yang terbatas, serta rendahnya akses informasi bantuan atau beasiswa seperti BOS dan PIP sehingga masih banyak anak putus sekolah di Salu khususnya dari keluarga kurang mampu. Indikator pelaksanaan juga belum optimal, sosialisasi akan pentingnya pendidikan belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat, sehingga masih diperlukan strategi yang lebih efektif untuk menekan angka putus sekolah. Indikator perilaku juga belum terpenuhi secara maksimal. Sementara responsivitas, akuntabilitas dan efektivitas program masih perlu ditingkatkan melalui perencanaan, koordinasi dan evaluasi yang lebih tepat sasaran.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Tolitoli dalam menurunkan angka putus sekolah di rw 12 (Salu) Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Dengan Teknik analisis data menurut menurut Miles dan Huberman (Sugiyono 2014), pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori peran menurut soerjono soekanto dengan 3 indikator, peraturan, pelaksanaan, dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator peraturan belum terpenuhi secara optimal. Hambatan utama meliputi distribusi bantuan pendidikan yang belum merata, sosialisasi program wajib belajar 12 tahun yang terbatas, serta rendahnya akses informasi bantuan seperti BOS dan PIP, sehingga masih terdapat anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu di rw 12 (salu). Indikator pelaksanaan belum optimal. Sosialisasi tentang pentingnya pendidikan belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat, sehingga masih diperlukan strategi yang lebih efektif untuk menekan angka putus sekolah. Indikator perilaku belum terpenuhi secara optimal. Responsivitas, akuntabilitas, dan efektivitas program masih perlu ditingkatkan melalui perencanaan, koordinasi, dan evaluasi yang lebih tepat sasaran

    Pengawasan Badan Permusyawatan Desa Dalam Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Di Desa Buntuna Kabupaten Tolitoli

    Full text link
    Tujuan penelitian untuk menganalisa pengawasan badan permusyawaratan desa dalam melakukan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Tahun 2023 Di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulam data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive. Informan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang yang terdiri dari Kepala Desa, Wakil Badan Permusyawaratan Desa Buntuna, Anggota Badan Permusyawaratan Desa terdiri dari 2 orang dan 3 orang masyarakat Desa Buntuna. Teknik analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Badan Permusyawaratan Desa dalam melakukan pengawasan melekat belum terpenuhi, karena Badan Permusyawaratan Desa belum cukup optimal dalam mengawasi  program BLT-DD Buntuna, pada pengawasan fungsional sudah terpenuhi, karena Badan Permusyawaratan desa ikut serta dalam menyalurkan BLT-DD yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa, bahkan BPD pun melakukan evaluasi kembali bagi mereka yang telah menerima BLT tersebut. Pengawasan masyarakat belum terpenuhi, karena Badan Permusyawaratan Desa belum objektif dalam merekomendasikan masyarakat yang benar-benar berhak menerima BLT-DD.Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengawasan badan permusyawaratan desa dalam melakukan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Tahun 2023 Di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulam data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive. Informan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang yang terdiri dari Kepala Desa, Wakil Badan Permusyawaratan Desa Buntuna, Anggota Badan Permusyawaratan Desa terdiri dari 2 orang dan 3 orang masyarakat Desa Buntuna. Teknik analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Permusyawaratan Desa dalam melakukan pengawasan melekat belum terpenuhi, karena Badan Permusyawaratan Desa belum cukup optimal dalam mengawasi  terkait program BLT-DD Buntuna, pada pengawasan fungsional sudah terpenuhi, karena Badan Permusyawaratan desa ikut serta dalam menyalurkan BLT-DD yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa, bahkan BPD pun melakukan evaluasi kembali bagi mereka yang telah menerima BLT tersebut. Pengawasan masyarakat belum terpenuhi, karena dalam penelitian ini Badan Permusyawaratan Desa belum objektif dalam merekomendasikan masyarakat yang benar-benar berhak menerima BLT-DD

    BUMDES MANDIRI, DESA SEJAHTERA: OPTIMALISASI PENGELOLAAN BUMDES UNTUK EKONOMI LOKAL DESA PANGI KABUPATEN TOLITOLI

    Full text link
    Management of Village-Owned Enterprises (BUMDes) to support the economic welfare of village communities. The activity was carried out in Pangi Village, Baolan District, Tolitoli Regency. The main activities carried out included training, technical assistance, and evaluation focused on financial management, marketing strategy planning, business variety development, and increasing operational efficiency. The results of the activity showed an increase in the capabilities of BUMDes managers, especially in creating accountable financial reports, developing digital-based marketing strategies, and identifying new business opportunities. In addition, the average income of BUMDes increased by 30%, and community involvement in BUMDes activities also increased. However, several challenges, such as limited access to technology and resistance to change, still need to be addressed through follow-up programs so that the results achieved can be sustained. Overall, this program has made a positive contribution to increasing the professionalism of BUMDes management and strengthening the village economy.Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pangi Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Kegiatan utama yang dilakukan mencakup pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi yang difokuskan pada pengelolaan keuangan, perencanaan strategi pemasaran, pengembangan variasi usaha, serta peningkatan efisiensi operasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengelola BUMDes, terutama dalam membuat laporan keuangan yang akuntabel, menyusun strategi pemasaran berbasis digital, serta mengidentifikasi peluang usaha baru. Di samping itu, pendapatan rata-rata BUMDes meningkat sebesar 30%, dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan BUMDes juga mengalami peningkatan. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan akses terhadap teknologi dan sikap resistensi terhadap perubahan masih perlu ditangani melalui program lanjutan agar hasil yang telah dicapai dapat terus berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan BUMDes dan memperkuat ekonomi desa

    PEMBERDAYAAN GURU MELALUI PELATIHAN TEKNOLOGI TEACHY AI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN INTERAKTIF

    Full text link
    Advancements in digital technology have led to significant transformations in the field of education, one of which is the integration of artificial intelligence (AI). AI offers the potential to deliver interactive, adaptive, and personalized learning experiences. However, many educators still face considerable challenges in incorporating AI into their teaching practices, primarily due to limited digital literacy and insufficient access to professional development opportunities.This community engagement initiative was designed to empower educators and enhance their competencies in educational technology through a structured training workshop focused on the use of Teachy AI—an AI-based platform specifically developed to support teaching and learning processes. The workshop involved ten participants, comprising both teachers and students. The outcomes of the activity demonstrated a marked improvement in participants’ understanding and practical skills, as evidenced by comparative analysis of pre-test and post-test results. Educators who were previously only familiar with general AI tools such as ChatGPT or CanvaAI gained proficiency in using Teachy AI to develop interactive educational media, streamline administrative tasks, and foster more meaningful engagement with students.Kemajuan teknologi digital telah melahirkan transformasi substansial dalam bidang pendidikan, salah satu transformasi tersebut adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (kecerdasan buatan/AI) yang memiliki kemampuan untuk memberikan pengalaman belajar interaktif, adaptif, dan dipersonalisasi. Namun demikian, kenyataan yang berlaku adalah bahwa banyak pendidik terus menghadapi kendala dalam penggabungan teknologi AI ke dalam proses pendidikan, terutama disebabkan oleh literasi digital yang tidak memadai dan peluang pelatihan yang terbatas. Inisiatif keterlibatan komunitas ini bercita-cita untuk memberdayakan dan meningkatkan kompetensi pendidik dalam domain teknologi pembelajaran melalui lokakarya pelatihan komprehensif yang berfokus pada penerapan Teachy AI, platform berbasis AI yang dibuat dengan cermat untuk memfasilitasi proses belajar-mengajar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam format lokakarya dengan partisipasi sepuluh individu, yang terdiri baik guru maupun mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini mengungkapkan peningkatan penting dalam pemahaman dan keterampilan para pendidik, dapat diamati dari perspektif kognitif dan praktis, sebagaimana dibuktikan oleh analisis komparatif skor pra-tes dan pasca-tes. Instruktur yang sebelumnya hanya berkenalan dengan alat AI umum seperti ChatGPT atau CanvaAI, setelah pelatihan, telah memperoleh kemahiran untuk memanfaatkan Teachy AI untuk pembuatan media pendidikan interaktif, pengurangan beban administrasi, dan peningkatan kualitas keterlibatan dengan siswa

    PENGUATAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN MULTIBAHASA PADA SISWA SD NEGERI 4 SONI

    Full text link
    This community service activity aims to strengthen the use of Indonesian in a multilingual environment, especially among students of SD Negeri 4 Soni, South Dampal District. The background of this activity is the low Indonesian language skills due to the dominance of regional languages ​​​​in everyday communication. Strengthening is carried out through the Real Work Lecture (KKN) program of students at Madako University Tolitoli with an interactive approach, communication habits, and the creation of simple learning media. The implementation method includes five strategic stages, namely initial observation, socialization and motivation, interactive learning, creation of learning media, and evaluation and reflection. The results of this activity show an increase in students\u27 reading and writing skills, as well as the growth of positive attitudes towards improving Indonesian. The evaluation shows that reading skills increased from 60% to 80% and writing skills increased from 70% to 85%. In addition, the use of Indonesian language increased significantly in teaching and learning activities. This activity proves that a participatory and contextual approach can form a language ecosystem that supports the strengthening of national identity through language. This program also contributes to shaping students\u27 character, as well as preserving the function of Indonesian amidst the diversity of regional languages.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan multibahasa, khususnya pada siswa SD Negeri 4 Soni, Kecamatan Dampal Selatan. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya keterampilan berbahasa Indonesia akibat dominasi bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari. Penguatan dilakukan melakui program Kuliah kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Madako Tolitoli dengan pendekatan interaktif, pembiasaan komunikasi, dan pembuatan media pembelajaran sederhana. Metode pelaksanaan mencakup lima tahapan strategis, yaitu obsevasi awal, sosialisasi dan motivasi, pembelajaran interaktif, pembuatan media pembelajaran, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mambaca dan menulis siswa, serta tumbuhnya sikap positif terhadap peningkatan bahasa Indonesia. Evaluasi menunjukkan kemampuan membaca meningkat dari 60% menjadi 80% dan kemampuan menulis meningkat dari 70% menjadi 85%. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia meningkat secara signifikan dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dan kontekstual dapat membentuk ekosistem kebahasaan yang mendukung penguatan identitas nasional melalui bahasa. Program ini juga membrikan kontribusi dalam membentuk karakter siswa, serta melestarikan fungsi bahasa Indonesia di tengah keberagaman bahasa daerah

    696

    full texts

    744

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumpulan Jurnal Universitas Madako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇