Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Evaluasi Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Diberi Pakan Berbahan Baku Lokal Dan Protein Pakan Yang Berbeda
Penelitian ini dilaksanakan untuk memanfaatkan bahan baku lokal sebagai bahan untuk membuat pakan yang menunjang pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Studi ini berlangsung selama 60 hari. Penelitian dilakukan di rumah mahasiswi yang terletak di Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan penelitian ini meliputi: P1 (pakan protein 28%), P2 (pakan protein 32%), P3 (pakan protein 36%)dan P4 (komersil dengan kandungan protein 30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 menghasilkan peningkatan pertumbuhan yang paling signifikan.Kata Kunci : benih ikan, dedak, tepung ikan, ampas kelapa  Â
Strategi Pemerintah Desa Dalam Penanggulangan Stunting Di Desa Dungingis Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli
Strategi merupakan suatu bentuk dan rencana yang mengintegrasikan tujuan-tujuan utama, kebijakan-kebijakan, serta rangkaian tindakan dalam sebuah organisasi agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Menerapkan srtategi yang tepat dapat mempercepat penurunan angka stunting, maka dari itu perlu disusun atau ditetapkan program dan intervensi kegiatan yang berfokus pada tindakan pencegahan dan penanganan gizi buruk, serta kronis pada balita dan ibu hamil, agar tidak berlanjut menjadi stunting. Tujuan penelitian untuk menelaah strategi yang dilakukan pemerintah desa dalam menanggulangi stunting di Desa Dungingis Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Analisis masalah penelitian mengadopsi teori yang dikemukakan oleh Goeff Mulgan yang terdiri dari 5 (Lima) indikator yaitu tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan dan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan pemerintah desa belum optimal, hal ini disebabkan oleh lingkungan di sekitar tempat tinggal masyarakat khususnya sanitasi belum tertata dengan baik, anggaran kesehatan dan sumber daya manusia yang terbatas, kurangnya kesadaran masyarakat terkait pencegahan stunting, termasuk minimnya pengetahuan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan balita.Strategi merupakan suatu bentuk dan rencana yang mengintegrasikan tujuan-tujuan utama, kebijakan-kebijakan, serta rangkaian tindakan dalam sebuah organisasi agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Menerapkan srtategi yang tepat dapat mempercepat penurunan angka stunting, maka dari itu perlu disusun atau ditetapkan program dan intervensi kegiatan yang berfokus pada tindakan pencegahan dan penanganan gizi buruk, serta kronis pada balita dan ibu hamil, agar tidak berlanjut menjadi stunting. Tujuan penelitian untuk menelaah strategi yang dilakukan pemerintah desa dalam menanggulangi stunting di Desa Dungingis Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Analisis masalah penelitian mengadopsi teori yang dikemukakan oleh Goeff Mulgan yang terdiri dari 5 (Lima) indikator yaitu tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan dan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan pemerintah desa belum optimal, hal ini disebabkan oleh lingkungan di sekitar tempat tinggal masyarakat khususnya sanitasi belum tertata dengan baik, anggaran kesehatan dan sumber daya manusia yang terbatas, kurangnya kesadaran masyarakat terkait pencegahan stunting, termasuk minimnya pengetahuan gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan balita
Business Model Canvas pada Pekarangan Pangan Lestari Ngongak Tanduran, Kota Madiun
Permintaan sayuran di Kota Madiun terus meningkat. Faktor adanya peningkatan tersebut karena pemerintah telah mencanangkan program “Warung Stop Stunting†(WSS) dalam rangka untuk menekan angka kasus balita pendek (stunting). Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Ngongak Tanduran merupakan usaha budidaya tanaman sayuran yang ingin memenuhi permintaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi bisnis P2L Ngongak Tanduran dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis penelitian ini menggunakan 9 elemen BMC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Segmen Konsumen P2L Ngongak Tanduran adalah Pasar Massa (mass market); Nilai Proposisi P2L Ngongak Tanduran menggunakan pestisida nabati, harga bersaing dengan kelompok lain, serta kualitas sayuran yang baik; Saluran P2L Ngongak Tanduran berupa direct selling, festival, dan Sunday Market; Hubungan Pelanggan P2L Ngongak Tanduran dengan memberikan promosi berupa memajang produk sayuran saat kegiatan festival maupun Sunday Market maupun juga melakukan interaksi konsumen secara langsung; Alur Pendapatan P2L Ngongak Tanduran berasal dari penjualan produk sayur; Aktivitas Kunci P2L Ngongak Tanduran yaitu pengadaan bahan baku, produksi dan budidaya, pemasaran dan distribusi, serta pengembangan produk; Sumberdaya Kunci P2L Ngongak Tanduran adalah lokasinya yang strategis serta menggunakan bibit yang unggul; Mitra Kunci P2L Ngongak Tanduran adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun serta HOREKA; serta Struktur Biaya yang dikeluarkan oleh P2L Ngongak Tanduran untuk menjalankan usahanya adalah pengadaan bibit, pengadaan pupuk, pengadaan pestisida, perluasan lahan, dan peningkatan infrastruktur lahan tanam
Manajemen Pembinaan Peserta Didik dalam Meningkatkan Disiplin dan Karakter di Sekolah
Student development management is a strategic process aimed at optimally directing, guiding, and developing students\u27 potential, both in academic and non-academic aspects. Well-managed development not only produces high-achieving students but also students with noble character, positive character, and the ability to adapt socially in the environment outside the educational institution. This study aims to provide a comprehensive understanding of the urgency of implementing development management in educational institutions as an effort to create students with superior personalities and integrity. The method used is a literature study that reviews various scientific sources, such as journals, books, and educational regulations, relevant to the topic of student development. The results of the study indicate that development management plays an important role in forming positive attitudes towards the learning process, increasing discipline, and strengthening students\u27 character in accordance with expected moral and ethical values. In addition, structured development has been proven to be able to create a conducive learning environment and increase student involvement in academic and non-academic activities. In conclusion, the implementation of effective development management is a key factor in realizing quality education. Therefore, educational institutions need to implement a planned, sustainable development strategy that is oriented towards developing students\u27 character holistically.Manajemen pembinaan peserta didik merupakan suatu proses strategis yang bertujuan untuk mengarahkan, membimbing, dan mengembangkan potensi siswa secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Pembinaan yang dikelola secara baik tidak hanya membentuk peserta didik yang berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia, memiliki karakter positif, serta mampu beradaptasi secara sosial di lingkungan luar institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai urgensi penerapan manajemen pembinaan dalam lembaga pendidikan sebagai upaya menciptakan peserta didik yang berkepribadian unggul dan berintegritas. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan regulasi pendidikan yang relevan dengan topik pembinaan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembinaan memiliki peran penting dalam membentuk sikap positif terhadap proses pembelajaran, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika yang diharapkan. Selain itu, pembinaan yang terstruktur terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. Kesimpulannya, penerapan manajemen pembinaan yang efektif merupakan faktor kunci dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, lembaga pendidikan perlu mengimplementasikan strategi pembinaan yang terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik secara holistik
Evaluasi Program Penyediaan Air Bersih Di Desa Gio Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Penyediaan Air Bersih di Desa Gio, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli. Menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa program penyediaan air bersih belum optimal, terutama karena kendala fasilitas (Pipa, lem, kran air) dan kurangnya pengelolaan program yang efektif. Selain itu, tidak adanya keseriusan dan upaya pemerintah dalam menyediakan serta memelihara fasilitas air bersih mengakibatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Desa Gio masih terbatas dan belum sepenuhnya terpenuhi. Evaluasi berdasarkan dimensi masukan, proses, hasil, dan dampak menunjukkan bahwa keempat indikator tersebut belum tercapai
Eksklusi Sosial dan Kerentanan Pra-Kerja Para Pekerja Kontrak Di Kawasan Industri Makassar
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui eksklusi sosial dan kerentanan pekerja kontrak di Kawasan Industri Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Metode utama dalam pengumpulan data adalah wawancara. Selain itu juga dilakukan observasi untuk melihat kondisi kerja para informan dan pengumpulan data sekunder yang dapat membantu. Penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah informan yaitu 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan sudah mengalami eksklusi sosial bahkan sejak mencari kerja. Eksklusi sosial ini terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa kondisi informan yaitu tingkat pendidikan yang rendah, keterampilan terbatas, saluran informasi kerja sedikit, pengetahuan dan pengalaman tentang hak dan perjanjian kerja yang sedikit, hingga tersedianya cadangan pekerja yang melimpah. Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan eksklusi sosial karena para informan memiliki nilai tawar yang rendah serta perjanjian kerja yang tidak seimbang antara mereka dengan perusahaan selaku pemberi kerja. Dua hal inilah yang akhirnya menjadi faktor penyebab eksklusi sosial. Nilai tawar yang rendah membuat para informan tidak punya banyak pilihan pekerjaan, sementara perjanjian kerja yang tidak seimbang menyebabkan eksploitasi (upah minim, beban kerja besar, jam kerja berlebih) terjadi.Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui eksklusi sosial dan kerentanan pekerja kontrak di Kawasan Industri Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Metode utama dalam pengumpulan data adalah wawancara. Selain itu juga dilakukan observasi untuk melihat kondisi kerja para informan dan pengumpulan data sekunder yang dapat membantu. Penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah informan yaitu 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan sudah mengalami eksklusi sosial bahkan sejak mencari kerja. Eksklusi sosial ini terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa kondisi informan yaitu tingkat pendidikan yang rendah, keterampilan terbatas, saluran informasi kerja sedikit, pengetahuan dan pengalaman tentang hak dan perjanjian kerja yang sedikit, hingga tersedianya cadangan pekerja yang melimpah. Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan eksklusi sosial karena para informan memiliki nilai tawar yang rendah serta perjanjian kerja yang tidak seimbang antara mereka dengan perusahaan selaku pemberi kerja. Dua hal inilah yang akhirnya menjadi faktor penyebab eksklusi sosial. Nilai tawar yang rendah membuat para informan tidak punya banyak pilihan pekerjaan, sementara perjanjian kerja yang tidak seimbang menyebabkan eksploitasi (upah minim, beban kerja besar, jam kerja berlebih) terjadi
Inovasi Kurikulum Dan Pembelajaran Dalam Pembelajaran Kontektual
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki metode dan kurikulum pengajaran yang inovatif dalam konteks pendidikan kontekstual di sekolah. Pembelajaran kontekstual adalah jenis pendidikan yang menghubungkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata untuk meningkatkan relevansi dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan kualitatif dan pustaka kajian (library study). Mengkaji teori, atau hubungan hubungan antar variabel dari buku dan jurnal, dapat dilakukan secara offline maupun online menggunakan sumber seperti mendeley, scholar, dari, dan media online lainnya. Temuan studi menunjukkan bahwa inovasi kurikulum dalam pendidikan kontekstual dapat meningkatkan motivasi kurikulum dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Selain itu, pendekatan ini dapat membantu siswa mengembangkan pemikiran kritis, kreativitas dan keterampilan memecahkan masalah siswa di kelas, Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan strategi efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia nyata.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki metode dan kurikulum pengajaran yang inovatif dalam konteks pendidikan kontekstual di sekolah. Pembelajaran kontekstual adalah jenis pendidikan yang menghubungkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata untuk meningkatkan relevansi dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan kualitatif dan pustaka kajian (library study). Mengkaji teori, atau hubungan hubungan antar variabel dari buku dan jurnal, dapat dilakukan secara offline maupun online menggunakan sumber seperti mendeley, scholar, dari, dan media online lainnya. Temuan studi menunjukkan bahwa inovasi kurikulum dalam pendidikan kontekstual dapat meningkatkan motivasi kurikulum dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Selain itu, pendekatan ini dapat membantu siswa mengembangkan pemikiran kritis, kreativitas dan keterampilan memecahkan masalah siswa di kelas, Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan strategi efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia nyata
Evaluasi Produksi Perikanan Budidaya di Kabupaten Kediri Jawa Timur
Aquaculture is one of the priorities of the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) in developing blue economy policies in Indonesia. Kediri Regency, the center of aquaculture production in East Java, plays a pivotal role in the production of fresh water-cultivated fish not only for consumption but also for ornament. Proper evaluation in relation with the aquaculture production in Kediri is so limited; even though, it is fundamental for setting the best recommendation for the future strategy of aquaculture production up. Hence, the aim of this research is to evaluate aquaculture production in Kediri Regency and to recommend its future development strategy. This study used descriptive methods. The data used is secondary data with the main data sources from BPS KKP and Kediri Regency. Afterwards data were analyzed by describing them qualitatively. Results showed that the development of aquaculture in Kediri Regency was going well. This can be seen from the increase of aquaculture production both in volume and in value during 2019-2022. Recommendations related policy strategy for the future aquaculture production can be implemented by increasing the abilities and skills of fish farmers; improving the quality of counseling and training on the dissemination of aquaculture technology; enhancing infrastructure and facilities, especially public facilities; conducting post-harvest and fish processing training to increase added value of fish products; developing an integrated information system between farmers in each sub-district, which is led by the Fisheries Agency in Kediri Regency; last but not least, strengthening collaboration with universities in order to disseminate research results to the fish cultivating community.Sektor perikanan budidaya (akuakultur) menjadi salah satu prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pengembangan kebijakan blue economy di Indonesia. Salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dan menjadi sentra produksi perikanan budidaya adalah Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Potensi utamanya berupa perikanan tawar, baik untuk budidaya ikan konsumsi maupun budidaya ikan hias. Hal ini menjadi peluang dalam pengembangan sektor akuakultur yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi produksi perikanan budidaya di Kabupaten Kediri dan merekomendasikan strategi pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder dengan sumber data utama dari BPS Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan BPS Dinas Perikanan Kabupaten Kediri. Kemudian data dianalisis secara kualitatif deskripstif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan perikanan budidaya di Kabupaten Kediri telah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari peningkatan volume produksi dan nilai produksi perikanan budidaya selama kurun waktu 2019-2022. Adapun strategi kebijakan pengembangan perikanan budidaya ke depan yang dapat diterapkan adalah peningkatan kemampuan dan keterampilan pembudidaya ikan dengan peningkatan kualitas penyuluhan dan pelatihan tentang diseminasi teknologi akuakultur, peningkatan sarana dan prasarana melalui perbaikan fasilitas umum, pelatihan dan pembinaan pengolahan pasca panen dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk, membangun sistem informasi yang terintegrasi antar pembudidaya di tiap Kecamatan dan berpusat di Dinas Perikanan, serta memperkuat kerjasama dengan Perguruan Tinggi dalam rangka diseminasi hasil riset kepada masyarakat pembudidaya ikan.Kata Kunci: Perikanan Budidaya, Evaluasi, Produksi, Kabupaten Kedir
Examination Technique of KHV in C. rubrofuscus by PCR Method at BKIPM Surabaya I, East Java.
Perkembangan produksi ikan koi mengalami peningkatan sehingga memacu pembudidaya ikan koi untuk mengembangkan usaha budidayanya. Salah satu masalah yang dapat mengganggu proses budidaya ikan koi adalah penyakit virus. Golongan virus yang sering menginfeksi ikan koi (Cyprinus rubrofucus) yaitu Koi Herpes Virus (KHV) yang menyebabkan kerugian cukup besar. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan KHV pada ikan koi untuk mencegah persebaran KHV. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, Dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I, Jawa Timur pada tanggal 26 Juni sampai 25 Agustus 2023. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui prosedur pemeriksaan KHV dan hasil pemeriksaan KHV selama proses pemeriksaan di BKIPM Surabaya I. Metode kerja yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pengambilan data dengan data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, partisipasi aktif dan studi pustaka. Pemeriksaan KHV di BKIPM Surabaya I menggunakan metode PCR konvensional yang terdiri dari tahap ekstraksi DNA, amplifikasi DNA, elektroforesis, dan visualisasi hasil. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama penelitian ditemukan 2 sampel positif KHV pada ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) dari 48 sampel yang diperiksa
Sosialisasi Dugong dan Penyu Sebagai Hewan Laut Yang Dilindungi di SMK Negeri 1 Dakopemean, Kabupaten Tolitoli
Habitat laut memiliki karakteristik seperti pantai berpasir, pantai berlumpur, hutan bakau, padang lamun, terumbu karang dan laut lepas. Karakteristik tersebut merupakan habitat untuk mencari makanan dan tempat asuhan untuk membesarkan anak bagi banyak spesies seperti dugong dan penyu. Kedua jenis hewan air ini adalah jenis dilindungi oleh pemerintah akibat jumlah populasinya terus mengalami penurunan. Upaya  untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang biota laut yang dilindungi yaitu melalui sosialisasi hewan laut dilindungi di SMK Negeri 1 Dakopemean. Kegiatan ini berlangsung berkisar 120 menit. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan wawasan serta kemampuan siswa tentang dugong dan penyu. Selain itu, upaya konservasi yang dapat dilakukan serta masukan atau ide-ide konservasi yang nanti kedepannya mampu direalisasikan.Kata kunci : dugong, hewan laut, penyu, perlindunganÂ