Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Sosialisasi Tentang Simpan Pinjam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Labuan Lobo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah
Labuan Lobo merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli yang memiliki pontensi alam dibidang sektor perikanan dan pertanian. Dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat di desa Labuan Lobo Kabupaten Tolitoli, maka pemerintah desa menyalurkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berupa modal dalam bentuk simpan pinjam. Adapun proses penyaluran modal yang diberikan oleh pemerintah ke masyarakat yaitu berupa simpan pinjam yang akan mereka kelola dan kembangkan menjadi suatu usaha yang kemudian sebagaian hasilnya akan dikembalikan ke pemerintah desa. Namun simpan pinjam BUMDes di Desa Labuan Lobo mengalami kredit macet atau tidak lancarnya masyarakat dalam mengembalikan modal yang mereka pinjam selama 5 tahun berjalan. Dari hal tersebut tim pengabdian masyarakat Universitas Madako tolitoli, memberikan sosialisasi mengenai simpan pinjam BUMDes dengan mempertemukan secara langsung narasumber yang ahli dibidang jasa simpan pinjam. Dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat dan aparat pemerintah desa yang terkait, mendapatkan pemahaman dan solusi mengenai kredit macet simpan pinjam BUMDes yang terjadi desa Labuan Lobo. Selain itu, masyarakat juga dapat memahami prosedur simpan pinjam. Kata kunci : Simpan pinjam,bumdes, Labuan LoboÂ
Peran Dinas Tenaga Kerja Dalam Pengembangan Bakat Keterampilan Pemuda Pengangguran Di Kelurahan Sidoardjo Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Meskipun terdapat beberapa instansi, perusahaan, kelompok profesi nelayan, masih banyak ditemukan pemuda setengah pengangguran di Kelurahan Sidoardjo, sehingga bekerja serabutan seperti menjadi kuli panggul di pelabuhan, dan melaut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Dinas Tenaga Kerja dalam mengembangkan bakat keterampilan pemuda pengangguran di Kelurahan Sidoardjo Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Adapun metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan sebanyak 7 orang yang terpilih secara purposive sampling. Untuk mendapatkan hasil dalam penelitian ini, penulis menganalisis peran Dinas Tenaga Kerja berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Tolitoli nomor 85 Tahun 2016, pasal 6 tentang tugas Dinas Tenaga Kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dinas tenaga kerja dalam mengembangkan bakat pemuda pengangguran di Kelurahan Sidoardjo Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli belum optima
Manajemen Dinas Perhubungan Dalam Penertiban Parkir Di Pasar Bumi Harapan Kabupaten Tolitoli
Tujuan penelitian untuk menganalisa secara dalam bagaimana manajemen Dinas Perhubungan Kabupaten Tolitoli dalam menertibkan parkir di Pasar Bumi Harapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Jumlah informan sebanyak 7 orang yang dipilih melalui teknik purposive. Teori yang digunakan yakni teori manajemen menurut (George R. Terry, 2009) dengan indikator yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC). Hasil penelitian; dari keempat indikator tersebut hanya satu yang sudah berjalan optimal yaitu planning, karena Dinas Perhubungan sudah melakukan perencanaan dan melaksanakan sosialisasi serta evaluasi secara rutin. Sedangkan indikator organizing belum terpenuhi karena Dinas Perhubungan terkendala oleh sarana dan prasarana sehingga mempengaruhi pencapaian target retribusi, serta banyak masyarakat yang tidak membayar retribusi parkir menyebabkan target yang ingin dicapai tidak terpenuhi. Begitupun indikator actuating juga belum terlaksana dengan baik, beberapa petugas parkir belum melaksanakan perintah secara optimal. Indikator berikutnya yang belum berjalan maksimal yaitu controlling, kurangnya pengawasan dan lemahnya komunikasi memicu terjadinya kecurangan atau kebocoran retribusi dari petugas parkir itu sendiri. Berdasarkan hasil analisa tersebut, maka manajemen Dinas Perhubungan dalam penertiban parkir di Pasar Bumi Harapan belum sepenuhnya berjalan dengan baik.Tujuan penelitian untuk menganalisa secara dalam bagaimana manajemen Dinas Perhubungan Kabupaten Tolitoli dalam menertibkan parkir di Pasar Bumi Harapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Jumlah informan sebanyak 7 orang yang dipilih melalui teknik purposive. Teori yang digunakan yakni teori manajemen menurut (George R. Terry, 2009) dengan indikator yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC). Hasil penelitian; dari keempat indikator tersebut hanya satu yang sudah berjalan optimal yaitu planning, karena Dinas Perhubungan sudah melakukan perencanaan dan melaksanakan sosialisasi serta evaluasi secara rutin. Sedangkan indikator organizing belum terpenuhi karena Dinas Perhubungan terkendala oleh sarana dan prasarana sehingga mempengaruhi pencapaian target retribusi, serta banyak masyarakat yang tidak membayar retribusi parkir menyebabkan target yang ingin dicapai tidak terpenuhi. Begitupun indikator actuating juga belum terlaksana dengan baik, beberapa petugas parkir belum melaksanakan perintah secara optimal. Indikator berikutnya yang belum berjalan maksimal yaitu controlling, kurangnya pengawasan dan lemahnya komunikasi memicu terjadinya kecurangan atau kebocoran retribusi dari petugas parkir itu sendiri. Berdasarkan hasil analisa tersebut, maka manajemen Dinas Perhubungan dalam penertiban parkir di Pasar Bumi Harapan belum sepenuhnya berjalan dengan baik
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyediaan Listrik Di Dusun Salu Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi penyediaan listrik di Dusun Salu Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive, informan penelitian sebanyak 5 orang yang terdiri dari pegawai PLN Kabupaten Tolitoli dan masyarakat lokal Dusun Salu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terhambatnya penyediaaan listrik di Dusun Salu yaitu; perizinan tanah, pihak PLN terkendala masalah perizinan tanah masyarakat sehingga pembangunan jaringan listrik tertunda. Selain itu kondisi geografis dan sulitnya akses menjadi kendala berikutnya bagi PLN untuk mendistribusikan listrik, Dusun Salu merupakan wilayah kepulauan sehingga menjadi penghalang penyediaan listrik, akses jembatan yang mengalami kerusakan sejak 2018 membuat pembangunan jaringan listrik tertunda. Di awal tahun 2024 PLN sudah mendistribusikan jaringan listrik di Dusun Salu, namun masih ada 110 rumah lagi yang belum teraliri listrik, kondisi ini tentu harus menjadi perhatian PLN untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik ke Dusun Salu. Adapun faktor pendukung penyediaan listrik di Dusun Salu yaitu partisipasi masyarakat dalam tahap pelaksanaan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi penyediaan listrik di Dusun Salu Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive, informan penelitian sebanyak 5 orang yang terdiri dari pegawai PLN Kabupaten Tolitoli dan masyarakat lokal Dusun Salu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terhambatnya penyediaaan listrik di Dusun Salu yaitu; perizinan tanah, pihak PLN terkendala masalah perizinan tanah masyarakat sehingga pembangunan jaringan listrik tertunda. Selain itu kondisi geografis dan sulitnya akses menjadi kendala berikutnya bagi PLN untuk mendistribusikan listrik, Dusun Salu merupakan wilayah kepulauan sehingga menjadi penghalang penyediaan listrik, akses jembatan yang mengalami kerusakan sejak 2018 membuat pembangunan jaringan listrik tertunda. Di awal tahun 2024 PLN sudah mendistribusikan jaringan listrik di Dusun Salu, namun masih ada 110 rumah lagi yang belum teraliri listrik, kondisi ini tentu harus menjadi perhatian PLN untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik ke Dusun Salu. Adapun faktor pendukung penyediaan listrik di Dusun Salu yaitu partisipasi masyarakat dalam tahap pelaksanaan
Analisis Kualitas Pelayanan Publik pada Bidang Disiplin BKPSDM Kabupaten Tolitoli dengan Pendekatan SERVQUAL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik pada Bidang Disiplin BKPSDM Kabupaten Tolitoli menggunakan pendekatan SERVQUAL yang mencakup lima dimensi: tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian dilakukan selama periode Januari hingga Maret 2024. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap lima orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi reliability, responsiveness, dan empathy telah berjalan baik dengan pelayanan yang sesuai prosedur, responsif, serta memperhatikan kebutuhan pengguna. Namun, dimensi tangible dan assurance masih perlu ditingkatkan, terutama terkait keterbatasan fasilitas fisik dan ketidakpastian waktu pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sarana administrasi dan perbaikan manajemen pelayanan guna meningkatkan kepuasan pengguna layanan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik pada Bidang Disiplin BKPSDM Kabupaten Tolitoli menggunakan pendekatan SERVQUAL yang mencakup lima dimensi: tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian dilakukan selama periode Januari hingga Maret 2024. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap lima orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi reliability, responsiveness, dan empathy telah berjalan baik dengan pelayanan yang sesuai prosedur, responsif, serta memperhatikan kebutuhan pengguna. Namun, dimensi tangible dan assurance masih perlu ditingkatkan, terutama terkait keterbatasan fasilitas fisik dan ketidakpastian waktu pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sarana administrasi dan perbaikan manajemen pelayanan guna meningkatkan kepuasan pengguna layanan
Analisis Potensi Pemanfaatan Flora Lokal Dalam Bisnis Florist Studi: Gisya Florist Di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya
Penelitian ini menganalisis potensi pemanfaatan flora lokal dalam bisnis Florist, khususnya pada Gisya Florist di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Pemanfaatan flora lokal dalam industri toko bunga dianggap berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, mendukung keinginan lingkungan, dan memperkuat identitas lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung dengan pemilik Gisya Florist, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber online terkait tren industri toko bunga dan flora lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan flora lokal mampu mengurangi ketergantungan pada tanaman impor, memperkuat ekonomi lokal melalui kerja sama dengan petani, serta mengurangi dampak lingkungan. Gisya Florist, dengan layanan konsultasi perawatan, pengiriman Andal, desain taman dan pelaksanaan proyek pembuatan taman yang disesuaikan dengan anggaran dan luas lahan pelanggan. berhasil menarik minat konsumen dan membangun hubungan jangka panjang melalui strategi pemasaran dari mulut ke mulut. Studi ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan flora lokal dalam bisnis Florist memiliki prospek positif dalam mendukung kelestarian alam sekaligus meningkatkan daya saing usaha.Penelitian ini menganalisis potensi pemanfaatan flora lokal dalam bisnis Florist, khususnya pada Gisya Florist di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Pemanfaatan flora lokal dalam industri toko bunga dianggap berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, mendukung keinginan lingkungan, dan memperkuat identitas lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung dengan pemilik Gisya Florist, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber online terkait tren industri toko bunga dan flora lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan flora lokal mampu mengurangi ketergantungan pada tanaman impor, memperkuat ekonomi lokal melalui kerja sama dengan petani, serta mengurangi dampak lingkungan. Gisya Florist, dengan layanan konsultasi perawatan, pengiriman Andal, desain taman dan pelaksanaan proyek pembuatan taman yang disesuaikan dengan anggaran dan luas lahan pelanggan. berhasil menarik minat konsumen dan membangun hubungan jangka panjang melalui strategi pemasaran dari mulut ke mulut. Studi ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan flora lokal dalam bisnis Florist memiliki prospek positif dalam mendukung kelestarian alam sekaligus meningkatkan daya saing usaha
Transformasi Ekonomi Kelompok Tani Ternak: Dampak Bantuan Sosial Sapi Potong di Desa Dadakitan, Kabupaten Tolitoli
Bantuan sosial berupa ternak sapi potong merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan komunitas. Bantuan ini disalurkan kepada kelompok masyarakat yang dibentuk berdasarkan kesamaan tujuan, latar belakang, visi, dan misi untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan kompetitif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak bantuan sosial ternak sapi potong terhadap pemberdayaan kelompok tani ternak "Suka Maju II". Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan fenomena yang terjadi di lapangan. Data penelitian bersumber dari data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bantuan ini memiliki dampak positif terhadap pemberdayaan kelompok tani ternak "Suka Maju II", sebagaimana ditunjukkan oleh wawancara dan analisis data angket yang mendukung kesimpulan tersebut.
Bantuan sosial berupa ternak sapi potong merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan komunitas. Bantuan ini disalurkan kepada kelompok masyarakat yang dibentuk berdasarkan kesamaan tujuan, latar belakang, visi, dan misi untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan kompetitif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak bantuan sosial ternak sapi potong terhadap pemberdayaan kelompok tani ternak "Suka Maju II". Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan fenomena yang terjadi di lapangan. Data penelitian bersumber dari data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bantuan ini memiliki dampak positif terhadap pemberdayaan kelompok tani ternak "Suka Maju II", sebagaimana ditunjukkan oleh wawancara dan analisis data angket yang mendukung kesimpulan tersebut.
Analisis Faktor-Faktor Penentu Tercapainya Swasembada Beras Di Indonesia Menggunakan Sistem Dinamik
Swasembada adalah mengadakan kebutuhan pangan yang diperlukan secara mandiri. Tren produksi padi juga peningkatannya lebih besar jika dibandingkan dengan konsumsi beras nasional yang peningkatannya lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa swasembada beras Indonesia secara berkelanjutan seharusnya dapat dicapai di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penentu tercapainya swasembada beras. Penelitian menggunakan metode pendekatan sistem dinamik. Data penelitian bersumber dari data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa faktor yang menentukan tercapainya swasembada beras adalah produktivitas beras, stock domestic, kebutuhan beras nasional, populasi.Swasembada adalah mengadakan kebutuhan pangan yang diperlukan secara mandiri. Tren produksi padi juga peningkatannya lebih besar jika dibandingkan dengan konsumsi beras nasional yang peningkatannya lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa swasembada beras Indonesia secara berkelanjutan seharusnya dapat dicapai di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penentu tercapainya swasembada beras. Penelitian menggunakan metode pendekatan sistem dinamik. Data penelitian bersumber dari data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa faktor yang menentukan tercapainya swasembada beras adalah produktivitas beras, stock domestic, kebutuhan beras nasional, populasi
Penyuluhan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Di Desa Oyom, Kabupaten Tolitoli
Program pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dilaksanakan di Desa Oyom, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli.melalui Program pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 03 Agustus 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kekerasan, konsekuensinya, dan strategi pencegahan yang efektif. Metode yang digunakan meliputi diskusi tatap muka, ceramah dan simulasi kasus untuk melibatkan peserta secara aktif. Untuk memudahkan pemahaman, kami menyediakan materi edukasi seperti poster dan brosur. Metode pengumpulan data meliputi observasi, tanya jawab, dan dokumentasi untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kesadaran sosial, pencegah kekerasan pada anak-anak dan perempuan serta memberi acuan upaya pencegahan kekerasan di masa depan.Program pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dilaksanakan di Desa Oyom, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli.melalui Program pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 03 Agustus 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kekerasan, konsekuensinya, dan strategi pencegahan yang efektif. Metode yang digunakan meliputi diskusi tatap muka, ceramah dan simulasi kasus untuk melibatkan peserta secara aktif. Untuk memudahkan pemahaman, kami menyediakan materi edukasi seperti poster dan brosur. Metode pengumpulan data meliputi observasi, tanya jawab, dan dokumentasi untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kesadaran sosial, pencegah kekerasan pada anak-anak dan perempuan serta memberi acuan upaya pencegahan kekerasan di masa depan
Kinerja Keuangan Kabupaten Kediri Ditinjau Dari Rasio Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun 2018-2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan Kabupaten Kediri dengan menggunakan analisis rasio pendapatan daerah terhadap belanja daerah selama periode 2018 hingga 2023. Dalam penelitian ini, rasio-rasio yang dianalisis meliputi rasio derajat desentralisasi, rasio efektivitas, serta rasio belanja langsung terhadap belanja tidak langsung. Rasio derajat desentralisasi digunakan untuk menilai kemampuan daerah dalam membiayai kebutuhannya secara mandiri, yang menunjukkan sejauh mana ketergantungan daerah terhadap pendanaan dari pemerintah pusat. Rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) berfungsi untuk mengukur kemampuan Kabupaten Kediri dalam mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan. Sedangkan, rasio belanja langsung terhadap belanja tidak langsung dianalisis untuk mengukur efisiensi dalam pengalokasian anggaran, terutama dalam mendukung kegiatan pembangunan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat. Berdasarkan hasil analisis terhadap data selama enam tahun, diperoleh kesimpulan bahwa derajat desentralisasi Kabupaten Kediri tergolong rendah, yang menunjukkan tingkat kemandirian keuangan yang masih terbatas. Sementara itu, efektivitas PAD dinilai sangat tinggi dengan capaian yang konsisten memenuhi target. Namun, rasio belanja langsung terhadap belanja tidak langsung menunjukkan proporsi yang kurang optimal, sehingga pengalokasian anggaran dinilai belum efisien dalam mendukung kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan Kabupaten Kediri dengan menggunakan analisis rasio pendapatan daerah terhadap belanja daerah selama periode 2018 hingga 2023. Dalam penelitian ini, rasio-rasio yang dianalisis meliputi rasio derajat desentralisasi, rasio efektivitas, serta rasio belanja langsung terhadap belanja tidak langsung. Rasio derajat desentralisasi digunakan untuk menilai kemampuan daerah dalam membiayai kebutuhannya secara mandiri, yang menunjukkan sejauh mana ketergantungan daerah terhadap pendanaan dari pemerintah pusat. Rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) berfungsi untuk mengukur kemampuan Kabupaten Kediri dalam mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan. Sedangkan, rasio belanja langsung terhadap belanja tidak langsung dianalisis untuk mengukur efisiensi dalam pengalokasian anggaran, terutama dalam mendukung kegiatan pembangunan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat. Berdasarkan hasil analisis terhadap data selama enam tahun, diperoleh kesimpulan bahwa derajat desentralisasi Kabupaten Kediri tergolong rendah, yang menunjukkan tingkat kemandirian keuangan yang masih terbatas. Sementara itu, efektivitas PAD dinilai sangat tinggi dengan capaian yang konsisten memenuhi target. Namun, rasio belanja langsung terhadap belanja tidak langsung menunjukkan proporsi yang kurang optimal, sehingga pengalokasian anggaran dinilai belum efisien dalam mendukung kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat