Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Interaksi Pembelajaran di Kalangan Mahasiswa Universitas Madako Tolitoli
This research aims to investigate the role of social media in enhancing learning interactions among students at Universitas Madako Tolitoli. In the era of the Fourth Industrial Revolution, the development of information and communication technology has transformed the educational paradigm, where social media serves not only as a means of entertainment but also as an effective tool to support the learning process. Through qualitative research methods involving in-depth interviews and focus group discussions, this study identifies patterns of social media usage among students, as well as the challenges and opportunities faced in the academic context. The results show that platforms like WhatsApp, Facebook, and Instagram have enhanced collaboration and communication between students and lecturers, as well as among the students themselves. Social media facilitates rapid information exchange and creates a more interactive learning environment. However, challenges such as distractions and the spread of inaccurate information have also been identified, which can affect learning effectiveness. Therefore, it is essential for educational institutions to formulate clear social media usage policies, provide media literacy training, and integrate social media into the curriculum. This research is anticipated to aid in the creation of more innovative learning strategies that align with the needs of today\u27s digital generation, while also motivating Universitas Madako Tolitoli to utilize social media as a strategic educational tool. With an appropriate approach, social media has the potential to foster more productive academic interactions and establish an adaptive and collaborative learning culture within higher education settings.
Keywords : Social Media, Learning Interactions, Qualitative Research, In-Depth Interviews, Focus Group Discussions, Educational Paradigm, Information and Communication Technology, Interactive Learning Environment, Distractions in LearningPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran media sosial dalam meningkatkan interaksi pembelajaran di antara mahasiswa Universitas Madako Tolitoli. Dalam era Revolusi Industri, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah paradigma pendidikan, di mana media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sumber hiburan, tetapi juga sebagai alat yang efektif untuk mendukung proses belajar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang mencakup wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus, studi ini mengidentifikasi pola pemanfaatan media sosial oleh mahasiswa, serta tantangan dan peluang yang mereka hadapi dalam konteks akademis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram telah meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antara mahasiswa dan dosen, serta di antara mahasiswa itu sendiri. Media sosial memungkinkan pertukaran informasi yang cepat dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif. Namun, tantangan seperti distraksi dan penyebaran informasi yang tidak akurat juga diidentifikasi, yang dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk merumuskan kebijakan penggunaan media sosial yang jelas, memberikan pelatihan literasi media, dan mengintegrasikan media sosial ke dalam kurikulum. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital saat ini, serta mendorong Universitas Madako Tolitoli untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat pembelajaran yang strategis. Dengan pendekatan yang tepat, media sosial dapat menjadi pendorong interaksi akademik yang lebih produktif dan menciptakan budaya belajar yang adaptif dan kolaboratif di lingkungan pendidikan tinggi.
Kata kunci : Media Sosial, Interaksi Pembelajaran, Penelitian Kualitatif, Wawancara Mendalam, Diskusi Kelompok Terfokus, Paradigma Pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Lingkungan Pembelajaran Interaktif, Distraksi dalam Pembelajara
Perkembangan Habitat Populasi Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) Yang Terintroduksi Di Teluk Palu, Sulawesi Tengah
Ikan capungan Banggai (Pterapogon kauderni), merupakan ikan terumbu karang endemik dari Kepulauan Banggai, yang telah diintroduksi ke perairan Teluk Palu sejak awal tahun 2000-an. Sejak introduksinya, populasi dan habitat ikan ini mengalami fluktuasi yang signifikan akibat aktivitas manusia dan bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kondisi habitat dan keberadaan populasi P. kauderni terkini di Pantai Mamboro, Teluk Palu, Sulawesi Tengah pada April 2024. Observasi lapangan dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) yang dikombinasikan dengan belt transect untuk mengamati populasi ikan dan mikrohabitat terkait. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Stasiun 1 didominasi oleh karang mati yang ditumbuhi alga (37,25%) dan pasir yang tertutup sedimen (49,02%) tanpa ditemukan individu ikan. Di Stasiun 2 ditemukan dua individu dewasa pada habitat lamun (penutupan 28,87%), sedangkan di Stasiun 3 ditemukan satu individu yang berasosiasi dengan anemon, bulu babi, dan karang. Mikrohabitat dominan di seluruh lokasi adalah substrat pasir dengan lamun yang tersebar, sementara keberadaan tempat berlindung penting seperti anemon dan bulu babi masih terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa habitat masih mengalami degradasi dan kepadatan populasi rendah, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sejak tahun 2021. Upaya konservasi harus difokuskan pada restorasi mikrohabitat dan penyediaan struktur buatan. Teluk Palu memiliki potensi sebagai lokasi konservasi ex-situ, namun membutuhkan pemantauan ekologis berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.Ikan capungan Banggai (Pterapogon kauderni), merupakan ikan terumbu karang endemik dari Kepulauan Banggai, yang telah diintroduksi ke perairan Teluk Palu sejak awal tahun 2000-an. Sejak introduksinya, populasi dan habitat ikan ini mengalami fluktuasi yang signifikan akibat aktivitas manusia dan bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kondisi habitat dan keberadaan populasi P. kauderni terkini di Pantai Mamboro, Teluk Palu, Sulawesi Tengah pada April 2024. Observasi lapangan dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) yang dikombinasikan dengan belt transect untuk mengamati populasi ikan dan mikrohabitat terkait. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Stasiun 1 didominasi oleh karang mati yang ditumbuhi alga (37,25%) dan pasir yang tertutup sedimen (49,02%) tanpa ditemukan individu ikan. Di Stasiun 2 ditemukan dua individu dewasa pada habitat lamun (penutupan 28,87%), sedangkan di Stasiun 3 ditemukan satu individu yang berasosiasi dengan anemon, bulu babi, dan karang. Mikrohabitat dominan di seluruh lokasi adalah substrat pasir dengan lamun yang tersebar, sementara keberadaan tempat berlindung penting seperti anemon dan bulu babi masih terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa habitat masih mengalami degradasi dan kepadatan populasi rendah, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sejak tahun 2021. Upaya konservasi harus difokuskan pada restorasi mikrohabitat dan penyediaan struktur buatan. Teluk Palu memiliki potensi sebagai lokasi konservasi ex-situ, namun membutuhkan pemantauan ekologis berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat lokal
Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Umban Sari
Seiring dengan meningkatnya jumlah lansia di Indonesia, diperkirakan pada periode 2010–2035, 10% dari total penduduk akan berusia 60 tahun ke atas. Penurunan fungsi fisiologis yang terjadi pada lansia akibat proses penuaan menyebabkan peningkatan risiko penyakit tidak menular. Di wilayah Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Umban Sari, pemeriksaan kesehatan lansia di Posyandu Lansia telah dilakukan secara rutin, namun belum mencakup pemeriksaan asam urat, yang penting untuk mendeteksi masalah kesehatan seperti hiperurisemia. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk mengatasi kekurangan ini, dengan melakukan pemeriksaan asam urat dan penyuluhan gizi kepada 30 peserta lansia di Jalan Nelayan RT 7 RW 03. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 60% peserta mengalami hiperurisemia, sementara 40% lainnya memiliki kadar asam urat normal. Kegiatan ini berhasil mencapai target yang ditetapkan berdasarkan kehadiran peserta dan evaluasi program. Diharapkan, melalui kegiatan ini, dapat terjadi penurunan prevalensi masalah kesehatan terkait asam urat dan peningkatan kualitas hidup lansia di wilayah tersebut.Seiring dengan meningkatnya jumlah lansia di Indonesia, diperkirakan pada periode 2010–2035, 10% dari total penduduk akan berusia 60 tahun ke atas. Penurunan fungsi fisiologis yang terjadi pada lansia akibat proses penuaan menyebabkan peningkatan risiko penyakit tidak menular. Di wilayah Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Umban Sari, pemeriksaan kesehatan lansia di Posyandu Lansia telah dilakukan secara rutin, namun belum mencakup pemeriksaan asam urat, yang penting untuk mendeteksi masalah kesehatan seperti hiperurisemia. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk mengatasi kekurangan ini, dengan melakukan pemeriksaan asam urat dan penyuluhan gizi kepada 30 peserta lansia di Jalan Nelayan RT 7 RW 03. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 60% peserta mengalami hiperurisemia, sementara 40% lainnya memiliki kadar asam urat normal. Kegiatan ini berhasil mencapai target yang ditetapkan berdasarkan kehadiran peserta dan evaluasi program. Diharapkan, melalui kegiatan ini, dapat terjadi penurunan prevalensi masalah kesehatan terkait asam urat dan peningkatan kualitas hidup lansia di wilayah tersebut
Pemutihan Status Pekerja Prekariat (Studi Pekerja Kontrak dan Outsourcing di Kawasan Industri Makassar)
This study aims to examine the process of employment status normalization among precarious workers in the Makassar Industrial Zone. The research focuses specifically on workers employed under contract and outsourcing agreements. A qualitative approach was employed, with in-depth interviews as the primary method of data collection. Additionally, observations were conducted to gain a clearer picture of the working conditions experienced by the informants. Secondary data from various documents were also gathered to enrich the understanding of worker vulnerability and the status normalization process. Informants were selected using purposive sampling, involving five individuals: four workers and one representative from an outsourcing agency management. The findings reveal two common patterns in the normalization process. First, permanent workers are reassigned as contract workers under the justification of corporate efficiency and crisis. Second, contract workers are reclassified as outsourced workers. Rather than being a result of internal company issues, status normalization reflects the precarious workers’ inability to secure their employment status and protect their labor rights.
Keywords: Employment Status Normalization, Precarious Workers, Labor Market Flexibility.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran proses pemutihan status pada pekerja prekariat di Kawasan Industri Makassar. Subjek penelitian ini dikhususkan pada pekerja dengan bentuk perjanjian kerja kontrak dan outsourcing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data utama adalah wawancara. Selain itu, observasi juga dilakukan agar gambaran tentang kondisi kerja para informan terlihat. Pengumpulan data-data sekunder dari berbagai dokumenpun dilakukan demi memperdalam data kerentanan dan proses pemutihan status. Informan ditentukan dengan purposive sampling dengan jumlah informan 5 orang yang terdiri dari 4 orang pekerja dan 1 orang pihak manajemen agensi outsourcing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemutihan status seringkali dilakukan dengan dua cara. Pertama, mengalihkan status pekerja tetap menjadi kontrak dengan alasan efisiensi dan krisis perusahaan. Kedua, mengalihkan status pekerja kontrak menjadi pekerja outsourcing. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemutihan status alih-alih dilihat sebagai implikasi atas masalah internal perusahaan, justru memperlihatkan ketidakmampuan pekerja prekariat memastikan keamanan dan status kerjanya.
Kata kunci: Pemutihan Status, Pekerja Prekariat, Fleksibilitas Pasar Kerja
Optimalisasi Dampak Pembangunan Pariwisata Terhadap Masyarakat Lokal; Studi Di Desa Lalos Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli
Lalos Village is one of the tourist villages prioritised for tourism development due to its significant potential to be developed into a leading tourist destination in Tolitoli Regency. This study aims to analyse the strategies the local government should implement to optimise the benefits of tourism development for local communities, particularly in emerging tourist villages like Lalos Village. The research data were analysed using a qualitative approach. Literature studies and semi-structured interviews were conducted with informants selected purposively to represent various stakeholder groups. The findings emphasise the importance of solid cooperation between the local government, village government, business actors, and local communities. This cooperation is realised through the active involvement of all parties to accommodate their respective interests, ensuring that the goals of sustainable tourism development can be achieved in Lalos Village, a tourist village located in a frontier area. As the policy maker and primary driver of tourism development, the local government should involve the local community in every development activity according to their needs. The local community should not merely be positioned as objects but also as subjects of tourism development to minimise the negative impacts. The strategic steps needed to optimise the benefits of tourism development for the local community include: (1) Establishing dialogues among stakeholder groups, (2) Comprehensively identifying the needs of the local community, (3) Utilising existing resources and social media platforms, and (4) Building a collective commitment to ensure the implementation of strategies.Desa Lalos adalah salah satu desa wisata yang menjadi prioritas pembangunan pariwisata karena daya tariknya sangat potensial dikembangkan menjadi desa tujuan wisata unggulan di Kabupaten Tolitoli. Tujuan penelitian untuk menganalisa upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah guna mengoptimalkan manfaat pembangunan pariwisata terhadap masyarakat lokal, khususnya di desa wisata yang sedang berkembang seperti Desa Lalos. Data penelitian di analisis dengan pendekatan kualitatif. Studi literatur dan wawancara semi terstruktur juga dilakukan terhadap informan yang mewakili masing-masing kelompok kepentingan. Temuan penelitian menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha dan masyarakat lokal. Kerja sama itu diwujudkan melalui peran aktif seluruh pihak demi mengakomodir kepentingan masing-masing, sehingga tujuan pembangunan pariwisata secara berkelanjutan dapat terealisasi di Desa Lalos. Pemerintah daerah sebagai penentu kebijakan sekaligus penggerak utama pembangunan pariwisata sebaiknya melibatkan masyarakat lokal dalam setiap kegiatan pembangunan pariwisata sesuai kebutuhan yang ada, masyarakat lokal tidak boleh hanya diposisikan sebagai obyek, namun sebaiknya juga menjadi subyek pembangunan pariwisata itu sendiri, agar dampak negatif dari pembangunan pariwisata dapat di minimalisir. Tahapan optimalisasi yang perlu dilakukan guna memaksimalkan manfaat pembangunan pariwisata terhadap masyarakat lokal; (1) Menjalin dialog antar kelompok kepentingan. (2) Mengidentifikasi secara komprehensif kebutuhan masyarakat lokal. (3) Memanfaatkan sumber daya yang ada dan platform media sosial. (4) Membangun komitmen bersama guna menjamin pelaksanaan tahapan optimalisasi
Strategi manajemen sekolah berbasis mutu dalam meningkatkan prestasi pendidikan
Manajemen sekolah merupakan suatu proses pengelolaan seluruh sumber daya pendidikan secara sistematis dan terencana untuk mencapai tujuan pendidikan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran dan implementasi manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Manajemen sekolah yang efektif hanya dapat terwujud apabila kepala sekolah mampu menjalankan fungsi manajerial dengan baik, efisien, dan berorientasi pada mutu. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan bibliografis, di mana data dikumpulkan dari berbagai literatur seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber terpercaya lainnya yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui interpretasi kritis terhadap pemikiran para ahli dengan pendekatan konstruktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan, terutama melalui perencanaan yang strategis, pelaksanaan program pendidikan, pengelolaan tenaga pendidik, serta evaluasi yang berkesinambungan. Kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menggerakkan seluruh komponen sekolah untuk mencapai standar mutu yang diharapkan. Oleh karena itu, pengawasan dan dukungan dari pihak pengawas pendidikan sangat diperlukan untuk memastikan penerapan manajemen sekolah berjalan efektif dan efisien. Dengan penerapan manajemen sekolah yang optimal, mutu pendidikan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing
Optimalisasi Kesehatan dan Relaksasi Mahasiswa melalui Dreams Pillow Aromatherapy: Studi Simulasi di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
Insomnia is a common sleep disorder. Symptoms include difficulty sleeping, frequent awakenings, or waking up too early. There are several ways to overcome insomnia, one of which is a complementary approach. Insomnia can be overcome by doing acupressure massage at several acupressure points. Aromatherapy is also a way to treat insomnia. by using essential oils from plants which have calming properties and help the body relax. so the aim of this project is to develop a prototype of an aromatherapy pillow that is effective for treating insomnia.
The method used is the Expert System Development Life Cycle (ESDLC), which consists of several stages, namely: Planning, analysis, design, implementation, testing and maintenance. This project begins with planning, preparing the team, namely determining ideas and partners for cooperation. Next, conduct a survey to collect data. Based on the survey results, a prototype of an aromatherapy pillow was designed and made. The pillow is designed by placing acupressure points on the pillow and combining it with lavender and
lemongrass aromatics. After being produced, the pillow was tested on 5 respondents to get feedback and improvements were made if necessary. In the trials carried out there was a decrease in insomnia scores from respondents. The final stage is the evaluation of the entire project and preparation of a report. This product can help reduce insomnia and provide a sense of relaxation regarding insomnia. For this reason, we also hope that this product can be accepted by the public and can help other people\u27s health.
Keywords: Insomnia, acupressure, aromatherapy, pillow
Insomnia adalah gangguan tidur yang umum. Gejalanya meliputi kesulitan tidur, sering terbangun, atau bangun terlalu pagi. Terdapat beberapa cara dapat mengatasi insomnia, salah satu caranya dengan pendekatan komplementer. Insomnia dapat diatasi melalui pijatan pada titik-titik akupresur tertentu. Selain itu, penggunaan aromaterapi juga menjadi metode alternatif untuk mengurangi gangguan tidur tersebut. dengan memanfaatkan minyak esensial dari tumbuhan yang memiliki sifat menenangkan dan membantu tubuh rileks. sehingga tujuan proyek ini adalah mengembangkan prototype bantal aromaterapi yang efektif untuk mengatasi insomnia. Metode yang digunakan yaitu Expert System Development Life Cycle (ESDLC), yang terdiri dari beberapa tahap yaitu: Rencana (Planning), analisis (Analysis), desain (Design), implementasi (Implementation), uji coba (Testing), dan pengelolaan (Maintence). Proyek ini dimulai dengan perencanaan, melakukan persiapan tim yaitu menentukan ide dan mitra untuk kerjasama. Selanjutnya, melakukan survei untuk mengumpulkan data. Berdasarkan hasil survei, dirancang dan dibuat prototipe bantal aromaterapi. Bantal didesain dengan memberikan titik akuprsure pada bantal dan mengkombinasikannya dengan aromatera lavender dan sereh. Setelah diproduksi, bantal tersebut diuji coba pada pada 5 orang responden untuk mendapatkan umpan balik dan dilakukan perbaikan jika diperlukan. Pada uji coba yang dilkukan terdapat penurunan score insomnia dari respoden.Tahap akhir adalah evaluasi keseluruhan proyek dan penyusunan laporan.Produk ini dapat membantu mengurangi insomnia serta memberi rasa rileks mengenai Insomnia. Untuk itu kami juga berharap produk ini dapat diterima oleh masyarakat dan dapat membantu kesehatan lainnya
Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada By. Ny. O Dengan Penerapan Pelaksanaan Pijat Bayi Tehadap Kualitas Tidur Bayi Di PMB Dince, Kota Pekanbaru
Kualitas tidur bayi merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang, regulasi emosi, dan pematangan sistem saraf pusat. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penerapan pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi sebagai bagian dari asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/CoC) berbasis Evidence-Based Practice (EBP). Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu bayi cukup bulan yang dilakukan intervensi pijat bayi selama dua minggu, masing-masing tiga kali pada minggu pertama dan dua kali pada minggu kedua. Prosedur pijat meliputi gerakan lembut pada kaki, perut, dada, tangan, wajah, dan punggung bayi selama 15–20 menit menggunakan minyak bayi steril. Penilaian dilakukan dengan mencatat durasi tidur malam dan frekuensi terbangun sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan durasi tidur malam dari rata-rata 2 jam menjadi 5 jam, serta penurunan frekuensi terbangun dari 4–5 kali menjadi 1–2 kali per malam. Ibu juga melaporkan bayi tampak lebih tenang dan mudah tidur kembali. Kesimpulan: pijat bayi yang dilakukan secara terstruktur dan konsisten dapat meningkatkan kualitas tidur bayi, meskipun hasil ini perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian dengan jumlah subjek yang lebih besar untuk memperkuat validitas temuan.Kualitas tidur bayi merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang, regulasi emosi, dan pematangan sistem saraf pusat. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penerapan pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi sebagai bagian dari asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/CoC) berbasis Evidence-Based Practice (EBP). Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu bayi cukup bulan yang dilakukan intervensi pijat bayi selama dua minggu, masing-masing tiga kali pada minggu pertama dan dua kali pada minggu kedua. Prosedur pijat meliputi gerakan lembut pada kaki, perut, dada, tangan, wajah, dan punggung bayi selama 15–20 menit menggunakan minyak bayi steril. Penilaian dilakukan dengan mencatat durasi tidur malam dan frekuensi terbangun sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan durasi tidur malam dari rata-rata 2 jam menjadi 5 jam, serta penurunan frekuensi terbangun dari 4–5 kali menjadi 1–2 kali per malam. Ibu juga melaporkan bayi tampak lebih tenang dan mudah tidur kembali. Kesimpulan: pijat bayi yang dilakukan secara terstruktur dan konsisten dapat meningkatkan kualitas tidur bayi, meskipun hasil ini perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian dengan jumlah subjek yang lebih besar untuk memperkuat validitas temuan
Aplikasi Pupuk Organik Cair Dari Jeroan Ikan Patin (Pangasius sp.) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L)
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) dari jeroan ikan patin terhadap pertumbuhan tanaman kacang panjang. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung selama 2,5 bulan yaitu dari bulan Juni sampai Agustus 2025. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini P0: Tanpa Pemberian POC, P1: Pemberian POC 20 mL /1L air, P2 : Pemberian POC 40 mL/1L air, P3 : Pemberian POC 60 mL/1L air. Setiap perlakuan diulangi sebanyak 3 kali dan data dianalisis dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Berdasarkan hasil uji ragam ANOVA yang dilakukan terhadap pertumbuhan tanaman kacang panjang menunjukkan bahwa pemberian dosis POC jeroan ikan patin yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman dan umur berbunga. Hasil yang terbaik terdapat pada perlakuan P3 yaitu pemberian POC 60 mL/1 L air dengan tinggi tanaman 41.67 cm dan umur berbunga 30.33 har
Pengaruh Pelapisan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap Kualitas Internal Telur Ayam Ras selama Penyimpanan Suhu Ruang
Chicken eggs are a highly nutritious food, but they are prone to quality deterioration during storage due to physical and chemical changes. One effort to extend their shelf life is by using natural coating materials such as Virgin Coconut Oil (VCO). This study aimed to evaluate the effect of VCO coating on the internal quality of chicken eggs during storage at room temperature. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with seven treatments and four replications, resulting in 28 experimental units. The treatments consisted of fresh eggs (control), uncoated eggs stored for 7, 14, and 21 days, and VCO-coated eggs stored for the same periods. The observed variables included Haugh Unit, egg weight, air cell size, albumen index, and yolk index. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and significant differences among treatments were further tested with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the 5% significance level. The results showed that VCO coating significantly preserved the internal quality of eggs compared to uncoated eggs. Eggs treated with VCO had higher Haugh Unit values, albumen and yolk indices, and experienced lower weight loss and air cell enlargement during storage. It can be concluded that coating eggs with VCO is a simple and effective method to maintain the quality of chicken eggs during storage at room temperature.Telur ayam ras merupakan bahan pangan yang bernilai gizi tinggi, tetapi mudah mengalami penurunan kualitas selama penyimpanan akibat perubahan fisik dan kimia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa simpan adalah dengan menggunakan bahan pelapis alami seperti Virgin Coconut Oil (VCO). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelapisan VCO terhadap kualitas internal telur ayam ras selama penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan, sehingga diperoleh 28 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas telur segar (kontrol), telur tanpa pelapisan VCO yang disimpan 7, 14, dan 21 hari, serta telur dengan pelapisan VCO yang disimpan pada periode yang sama. Variabel yang diamati meliputi Haugh Unit, berat telur, rongga udara, indeks putih, dan indeks kuning telur. Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA), dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan VCO secara nyata mampu mempertahankan kualitas internal telur dibandingkan tanpa pelapisan. Perlakuan dengan VCO memberikan nilai Haugh Unit, indeks putih, dan indeks kuning yang lebih tinggi, serta menekan kehilangan bobot dan pembesaran rongga udara selama penyimpanan. Dapat disimpulkan bahwa pelapisan telur dengan VCO merupakan metode sederhana dan efektif untuk mempertahankan mutu telur ayam ras pada penyimpanan suhu ruang