Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
    744 research outputs found

    Penyuluhan Pengembangan Usaha Ayam Ras Petelur Di Peternakan Dicky Ras Desa Malangga, Kabupaten Tolitoli

    Get PDF
    Produksi telur konsumsi merupakan salah satu sector perunggasan yang mempunyai peranan penting dalam penyediaan protein hewani bagi masyarakat. Dicky Ras merupakan salah satu usaha peternakan ayam ras petelur yang ada di desa Malangga Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli, memiliki potensi usaha ayam ras petelur yang sangat baik untuk dikembangkan. Hal ini di tandai dengan jumlah permintaan yang belum terpenuhi kebutuhan konsumen, sehingga perlunya penyuluhan bagaimana usaha peternakan ayam ras ini bisa berkembang dan dapat memenuhi kebutuhan permintaan konsumen. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2024 yang bertempat di peternakan ayam ras petelur Dicky Ras Desa Malangga Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah. Prosedur pelakasanaan kegiatan ini yaitu pertemuan langsung untuk menyampaikan materi oleh  narasumber kepada peternakan ayam ras petelur Dicky Ras. Hasil penyuluhan tim PKM  menunjukan secara keseluruhan dapat memahami strategei apa yang di gunakan untuk mengembangkan usaha peternakan ayam ras petelur btersebut. Diharapkan setelah kegiatan ini dapat mengembangkan usahanya agar  memenuhi kebutuhan akan produksi telur pada konsumen dan dapat membuka lapangan kerja serta kedepannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya peternak ayam ras petelur. Kata kunci: Pengembangan usaha, ayam ras, petelur.Produksi telur konsumsi merupakan salah satu sector perunggasan yang mempunyai peranan penting dalam penyediaan protein hewani bagi masyarakat. Dicky Ras merupakan salah satu usaha peternakan ayam ras petelur yang ada di desa Malangga Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli, memiliki potensi usaha ayam ras petelur yang sangat baik untuk dikembangkan. Hal ini di tandai dengan jumlah permintaan yang belum terpenuhi kebutuhan konsumen, sehingga perlunya penyuluhan bagaimana usaha peternakan ayam ras ini bisa berkembang dan dapat memenuhi kebutuhan permintaan konsumen. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2024 yang bertempat di peternakan ayam ras petelur Dicky Ras Desa Malangga Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah. Prosedur pelakasanaan kegiatan ini yaitu pertemuan langsung untuk menyampaikan materi oleh  narasumber kepada peternakan ayam ras petelur Dicky Ras. Hasil penyuluhan tim PKM  menunjukan secara keseluruhan dapat memahami strategei apa yang di gunakan untuk mengembangkan usaha peternakan ayam ras petelur btersebut. Diharapkan setelah kegiatan ini dapat mengembangkan usahanya agar  memenuhi kebutuhan akan produksi telur pada konsumen dan dapat membuka lapangan kerja serta kedepannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya peternak ayam ras petelur. Kata Kunci: Pengembangan usaha,  Ayam ras, Petelur

    Keberadaan Udang Di Aliran Sungai Kabupaten Tolitoli

    Get PDF
    Sungai adalah habitat  penentu utama struktur komunitas biotik dan distribusi organisme, baik ukuran, bentuk, dan kualitas habitat yang secara langsung dipengaruhi oleh aliran sungai.  Oleh karena itu, aspek aliran sungai dapat mempengaruhi komposisi komunitas perairan.  Udang adalah komponen penting ekosistem sungai dataran rendah. Udang memainkan peran penting di banyak ekosistem air tawar karena mempengaruhi distribusi alga dan komposisi komunitas bentik invertebrata, mengolah serasah daun dan detritus lainnya. Berbagai peran penting udang yang hidup  di sungai, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang jenis-jenis udang yang hidup di sungai, salah satunya di aliran sungai Kecamatan Baolan.  Penelitian ini dilaksanakan dibulan Agustus - September 2022. Tempat di aliran sungai Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli (sungai Dapalak sampai sungai Tambun). Tiga stasiun di sungai Dapalak dan Tambun digunakan untuk pengambilan sampel udang, menggunakan jaring tangan dan snorkel. Analisis data yang diamati adalah jenis-jenis udang sungai. Data yang diperoleh dibahas secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 2 Genus udang di aliran sungai Kecamatan Baolan yaitu Macrobrachium dan Caridina, dengan 7 spesies diantaranya Macrobrachium rosenbergii, Macrobrachium australe, Macrobrachium equidens, Macrobrachium lar, Caridina laoagensis, Caridina villadolidi, dan Caridina gracilipesSungai adalah habitat  penentu utama struktur komunitas biotik dan distribusi organisme, baik ukuran, bentuk, dan kualitas habitat yang secara langsung dipengaruhi oleh aliran sungai.  Oleh karena itu, aspek aliran sungai dapat mempengaruhi komposisi komunitas perairan.  Udang adalah komponen penting ekosistem sungai dataran rendah. Udang memainkan peran penting di banyak ekosistem air tawar karena mempengaruhi distribusi alga dan komposisi komunitas bentik invertebrata, mengolah serasah daun dan detritus lainnya. Berbagai peran penting udang yang hidup  di sungai, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang jenis-jenis udang yang hidup di sungai, salah satunya di aliran sungai Kecamatan Baolan.  Penelitian ini dilaksanakan dibulan Agustus - September 2022. Tempat di aliran sungai Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli (sungai Dapalak sampai sungai Tambun). Tiga stasiun di sungai Dapalak dan Tambun digunakan untuk pengambilan sampel udang, menggunakan jaring tangan dan snorkel. Analisis data yang diamati adalah jenis-jenis udang sungai. Data yang diperoleh dibahas secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 2 Genus udang di aliran sungai Kecamatan Baolan yaitu Macrobrachium dan Caridina, dengan 7 spesies diantaranya Macrobrachium rosenbergii, Macrobrachium australe, Macrobrachium equidens, Macrobrachium lar, Caridina laoagensis, Caridina villadolidi, dan Caridina gracilipe

    Karakteristik Sensori Dan Fitokimia Tempe Berbasis Biji Almond (Prunus dulcis L), Kedelai (Glycine max L) Dan Kacang Hijau (Vigna radiata L)

    Get PDF
    Tempe merupakan salah satu produk tradisional Indonesia, pada umumnya terbuat dari kedelai yang difermentasi dengan menggunakan kapang Rhizopus oligosporus. Dalam proses pembuatan tempe terdapat jenis serealia dan legum lain yang juga dapat digunakan, dengan demikian tujuan penelitian ini mengeksplor lebih jauh terkait tempe berbahan dasar almond dan kacang hijau beserta kualitas organoleptik dan kandungan fitokimianya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan kimia tempe berbahan dasar kacang almond dan kacang hijau memiliki standart nilai kimia yang sesuai dengan SNI 3144-2015 dimana kandungan air maksimal pada tempe adalah sebesar 65%, kandungan protein minimal 15%. Selain itu tempe berbahan dasar kacang almond dan kacang hijau memiliki kandungan fitokimia yang sama seperti tempe berbahan dasar kedelai positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan terpenoid. Secara Organoleptik tempe berbahan dasar kacang hijau mempunyai tingkat mutu sensoris tempe yang tinggi berdasarkan atribut warna, aroma, rasa, tekstur dan secara keseluruhan.  Tempe merupakan salah satu produk tradisional Indonesia, pada umumnya terbuat dari kedelai yang difermentasi dengan menggunakan kapang Rhizopus oligosporus. Dalam proses pembuatan tempe terdapat jenis serealia dan legum lain yang juga dapat digunakan, dengan demikian tujuan penelitian ini mengeksplor lebih jauh terkait tempe berbahan dasar almond dan kacang hijau beserta kualitas organoleptik dan kandungan fitokimianya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan kimia tempe berbahan dasar kacang almond dan kacang hijau memiliki standart nilai kimia yang sesuai dengan SNI 3144-2015 dimana kandungan air maksimal pada tempe adalah sebesar 65%, kandungan protein minimal 15%. Selain itu tempe berbahan dasar kacang almond dan kacang hijau memiliki kandungan fitokimia yang sama seperti tempe berbahan dasar kedelai positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan terpenoid. Secara Organoleptik tempe berbahan dasar kacang hijau mempunyai tingkat mutu sensoris tempe yang tinggi berdasarkan atribut warna, aroma, rasa, tekstur dan secara keseluruhan.Â

    Kepemimpinan Lurah Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Pegawai Di Kantor Kelurahan Panasakan Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya kepemimpinan lurah dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai di Kantor Kelurahan Panasakan Kecamatn Baolan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini terdapat 5 informan yang dipilih melalui teknik purposive dan yang menjadi informan kunci adalah Sekretaris Kelurahan Panasakan Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Hasil penelitian dianalisis dengan teori kepemimpinan dengan tiga indikator yaitu situasional, kontigensi dan kepribadian perilaku. Kesimpulan; 1) Indikator situasional yaitu lurah yang jarang masuk kantor membuat para pegawai tidak bisa mengambil sebuah keputusan yang cepat dan tepat. 2) Indikator kontingensi yaitu Lurah Panasakan kurang berkomunikasi dengan pegawainya. 3) Indikator kepribadian perilaku yaitu jarangnya lurah datang ke kantor membuat kurangnya pengawasan yang diberikan dan juga tidak adanya SOP yang diterapkan di kantor kelurahan membuat kedisiplinan para pegawai belum optimal.Kata Kunci : Disiplin; Gaya Kepeminpinan; Lurah

    Pengaruh Pemberian Pakan Buatan Lokal Terhadap Pertumbuhan, Sintasan, Feed Convertion Rate Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan lokal  terhadap pertumbuhan, sintasan dan FCR benih ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini dilaksanakan dari bukan Juni sampai Juli 2023. di Balai Benih Ikan Passeno Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam ANOVA dan dilanjutkana Uji Lanjut Tukey. Hasil dari penelitian yaitu bahwa  laju pertumbuhan berat tertinggi didapatkan pada perlakuan D : 4,9 gram, perlakuan C : 4,5 gram, B : 4 gram dan A : 2,6 gram. Pertumbuhan panjang tertinggi diperoleh pada perlakuan D yakni 6,4 cm, perlakuan C : 6,2, perlakuan B : 5,8 cm dan perlakuan A : 5,1 cm. Sintasan yang didapatkan pada  A, C dan D yaitu 100%, sedangkan perlakuan  B yaitu  99%. Konversi pakan perlakuan A : 3,3, B : 2,5 C : 2,7%, dan D : 2,2%. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa pemberian pakan buatan lokal pada ikan mas (Cyprinus carpio) berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang, berat, sintasan dan konversi pakan. Perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan

    Edukasi Cerdas: Cegah Pergaulan Bebas dan Bijak Gunakan Media Sosial di SMP Negeri 5 Ogodeide, Kabupaten Tolitoli

    Get PDF
    Isu pergaulan bebas, seperti seks pranikah dan penyalahgunaan narkoba, tetap menjadi permasalahan signifikan di kalangan remaja dan pemuda Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kurangnya perhatian dari orang tua dan kondisi keluarga yang tidak harmonis (broken home), serta faktor eksternal, seperti lingkungan pergaulan yang kurang kondusif dan dampak modernisasi. Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan program sosialisasi pencegahan pergaulan bebas dan penyuluhan terkait penggunaan media sosial di SMPN 5 Ogodeide, Desa Kabetan, yang dilaksanakan pada 25 Juli 2024. Kegiatan ini mencakup beberapa tahapan, yaitu survei pendahuluan, koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi edukasi, dan penyampaian materi secara interaktif. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bahaya pergaulan bebas dan pentingnya penggunaan media sosial yang bijak. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman praktis bagi dosen dan mahasiswa dalam menyampaikan materi edukasi dan membangun komunikasi efektif dengan audiens usia muda.Isu pergaulan bebas, seperti seks pranikah dan penyalahgunaan narkoba, tetap menjadi permasalahan signifikan di kalangan remaja dan pemuda Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kurangnya perhatian dari orang tua dan kondisi keluarga yang tidak harmonis (broken home), serta faktor eksternal, seperti lingkungan pergaulan yang kurang kondusif dan dampak modernisasi. Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan program sosialisasi pencegahan pergaulan bebas dan penyuluhan terkait penggunaan media sosial di SMPN 5 Ogodeide, Desa Kabetan, yang dilaksanakan pada 25 Juli 2024. Kegiatan ini mencakup beberapa tahapan, yaitu survei pendahuluan, koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi edukasi, dan penyampaian materi secara interaktif. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bahaya pergaulan bebas dan pentingnya penggunaan media sosial yang bijak. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman praktis bagi dosen dan mahasiswa dalam menyampaikan materi edukasi dan membangun komunikasi efektif dengan audiens usia muda

    PENDEKATAN ARSITEKTUR PRILAKU PADA PERMUKIMAN PELABUHAN TANJUNG DI KABUPATEN TOLITOLI

    Get PDF
    Population growth in Indonesia that continues to increase every year has a direct consequence on the increasing need for space, both for housing, public facilities, and infrastructure. With a population projected to reach more than 300 million in the next few decades, the challenges faced are not only limited to providing housing, but also meeting the socio-economic needs of the community such as education, health, transportation, and green open spaces. The purpose of this study is to solve the problem of population density in the Tanjung Port settlement so that it can create a more decent, healthy, and orderly residential environment for the fishing community living in the area. This study uses a qualitative method. Data were collected through interviews, questionnaires, and field studies, which were then analyzed using data display techniques, grouping, reduction, and data interpretation. The concept of behavioral architecture is applied as a responsive approach to understanding the interaction between humans and their environment. The results of the study indicate that the concept of behavioral architecture in overcoming the problem of population density can be done with several important findings. First, the rearrangement of residential space that is more efficient and flexible, allows for optimal land use without sacrificing the comfort of residents. Second, the integration of multifunctional public spaces, such as green areas and shared facilities, can increase social interaction and reduce pressure on private space. Third, the use of adaptive design that is responsive to the daily habits and behaviors of residents, helps create a more harmonious and productive environment. The findings also emphasize the importance of collaboration between architectural elements and human behavior to create holistic and sustainable solutions.Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus meningkat setiap tahun membawa konsekuensi langsung terhadap meningkatnya kebutuhan akan ruang, baik untuk tempat tinggal, fasilitas publik, maupun infrastruktur. Dengan populasi yang diproyeksikan mencapai lebih dari 300 juta dalam beberapa dekade mendatang, tantangan yang dihadapi tidak hanya sebatas menyediakan hunian, tetapi juga memenuhi kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat seperti sarana pendidikan, kesehatan, transportasi, dan ruang terbuka hijau. Tujuan pada penelitian ini untuk menyelesaikan persoalan kepadatan penduduk di permukiman Pelabuhan Tanjung sehingga dapat menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak, sehat, dan teratur bagi masyarakat nelayan yang tinggal di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan studi lapangan, yang kemudian dianalisis dengan teknik display data, pengelompokan, reduksi, serta interpretasi data. Konsep arsitektur perilaku diterapkan sebagai pendekatan responsif untuk memahami interaksi antara manusia dan lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep arsitektur perilaku dalam mengatasi persoalan kepadatan penduduk dapat dilakukan dengan beberapa temuan penting. Pertama, penataan ulang ruang hunian yang lebih efisien dan fleksibel, memungkinkan pemanfaatan lahan secara optimal tanpa mengorbankan kenyamanan penduduk. Kedua, integrasi ruang publik yang multifungsi, seperti area hijau dan fasilitas bersama, mampu meningkatkan interaksi sosial serta mengurangi tekanan pada ruang pribadi. Ketiga, penggunaan desain adaptif yang responsif terhadap kebiasaan dan perilaku sehari-hari penduduk, membantu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan produktif. Temuan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara elemen arsitektur dan perilaku manusia untuk menciptakan solusi yang holistik dan berkelanjutan

    Manajemen Pengarsipan Administrasi Publik pada Kantor Desa Luok Manipi Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa manajemen pengarsipan administrasi publik pada Kantor Desa Luok Manipi Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2024. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan pengamatan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Adapun penelitian informan sebanyak 7 orang adapun informan kuncinya adalah Kepala Desa Luok Manipi empat orang bidang pemerintah Desa Luok Manipi dan dua orang masyarakat Desa Luok Manipi sebagai informan pendukung. Analisis masalah dalam Penelitian ini menggunakan dengan 3 indikator yaitu, pengawasan, penyimpanan, pengamanan. Hasil dalam penelitian ini adalah dari ketiga indikator tersebut dimana hanya satu yang terpenuhi yaitu: Pertama. Pengawasan yang ada dikantor desa sudah terpenuhi, dalam hal ini pengawasan sudah dilaksanakan oleh kepala desa walaupun pengawasan itu tidak dilaksanakan setiap hari beberapa masyarakat mengatakan bahwa kepala desa sudah memberikan arahan, motivasi dan pengawasan yang cukup baik kepada aparat-aparat desa. Adapun indikator yang tidak terpenuhi yaitu: Kedua. Penyimpanan komponen kantor desa tidak terpenuhi, hal ini dapat dilihat bahwa masih minimnya kesadaran pemerintah desa dalam pengelolaan arsip seperti masih banyak arsip yang berhamburan dilemari. Ketiga. Pengamanan dokumen tidak terpenuhi dalam hal ini masih banyak keluhan pemerintah desa dan masih kurang kesadaran aparat desa dalam pengamanan arsip ini serta masih kurangnya ketegasan dari kepala desa dalam hal pengamanan arsip

    The role of professional association in developing teacher performance on ELT (a study on APSPBI)

    Get PDF
    The field of English Language Teaching (ELT) is rapidly evolving, demanding English teachers to continuously update their competencies in order to meet new pedagogical challenges and expectations. In this dynamic context, professional development cannot be achieved solely through individual effort; rather, it requires collaborative engagement through communities or professional associations where teachers can exchange ideas, share best practices, and receive ongoing support. This small-scale survey research was conducted to explore alternative strategies for professional development, particularly through the role of teacher associations. The participant of this study was a member of the Association of English Language Education Study Programs in Indonesia (APSPBI), selected using purposive sampling. Data were collected through an online semi-structured interview and analyzed using descriptive statistical techniques. The findings revealed that APSPBI regularly organizes a range of academic and professional activities such as workshops, webinars, conferences, and collaborative research initiatives that significantly contribute to the continuous professional growth of ELT practitioners. These activities not only enhance teachers\u27 pedagogical knowledge and classroom practices but also foster networking, innovation, and reflective teaching. The results of this study indicate that APSPBI serves as an effective platform for English teachers seeking sustainable and collaborative professional development. Thus, APSPBI may be considered a viable alternative professional community that supports the advancement of teacher professionalism in the field of ELT, particularly in the Indonesian context. Further studies involving larger samples are recommended to explore the broader impact of teacher associations on instructional quality and student outcomesThe field of English Language Teaching (ELT) is rapidly evolving, demanding English teachers to continuously update their competencies in order to meet new pedagogical challenges and expectations. In this dynamic context, professional development cannot be achieved solely through individual effort; rather, it requires collaborative engagement through communities or professional associations where teachers can exchange ideas, share best practices, and receive ongoing support. This small-scale survey research was conducted to explore alternative strategies for professional development, particularly through the role of teacher associations. The participant of this study was a member of the Association of English Language Education Study Programs in Indonesia (APSPBI), selected using purposive sampling. Data were collected through an online semi-structured interview and analyzed using descriptive statistical techniques. The findings revealed that APSPBI regularly organizes a range of academic and professional activities such as workshops, webinars, conferences, and collaborative research initiatives that significantly contribute to the continuous professional growth of ELT practitioners. These activities not only enhance teachers\u27 pedagogical knowledge and classroom practices but also foster networking, innovation, and reflective teaching. The results of this study indicate that APSPBI serves as an effective platform for English teachers seeking sustainable and collaborative professional development. Thus, APSPBI may be considered a viable alternative professional community that supports the advancement of teacher professionalism in the field of ELT, particularly in the Indonesian context. Further studies involving larger samples are recommended to explore the broader impact of teacher associations on instructional quality and student outcome

    Strategi Pemerintah Desa Dalam Mendukung Pembangunan Air Terjun Tattiri Di Desa Banagan Kecamatan Dampal Utara Kabupaten Tolitoli

    Get PDF
    Tujuan penelitian untuk menganalisa strategi pemerintah desa dalam mendukung pembangunan daya tarik wisata Air Terjun Tattiri di Desa Banagan Kecamatan Dampal Utara Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, penentuan informan menggunakan pendekatan purposive sehingga terpilih 6 orang. Analisis masalah penelitian menggunakan teori strategi dengan 4 indikator yaitu sarana dan prasarana, promosi wisata, pengadaan tenaga administrasi dan rencana induk pembangunan pariwisata. Selain itu, penelitian ini juga menggabungkan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di daya tarik wisata Air Terjun Tattiri sudah cukup baik, dan akan lebih baik lagi apabila lebih ditingkatkan kualitasnya, misalnya jalan yang ada saat ini sebaiknya segera di aspal agar akses menuju ke tempat wisata lebih nyaman. Dari segi promosi wisata yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk mendukung pengembangan Air Tejun Tattiri sudah mulai berjalan, dimana pemerintah desa sudah mempromosikan daya tarik wisata itu dengan memanfaatkan media sosial. Selain itu pemerintah desa juga sudah melaksankan sosialisasi sadar wisata kepada masyarakat lokal, sehingga untuk indikator ini bisa dikatakan memadai. Kemudian indiktor pengadaan tenaga administrasi, pemerintah desa memang sudah membangun Air Terjun Tattiri namun khusus pengadaan tenaga administrasi sama sekali belum dilaksanakan, karena selama ini pemerintah desa fokus pada kegiatan pembangunan sarana dan prasarana walaupun dengan keterbatasan anggaran yang ada. Indikator rencana induk pembangunan pariwisata, pemerintah desa sudah sejak lama ingin membangun Air Terjun Tattiri, namun karena minimnya anggaran yang dimiliki oleh pemerintah desa dan terbatasnya anggaran pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Tolitoli, maka hingga saat ini pembangunanan daya tarik Air Terjun Tattiri belum terlaksana dengan optimal.Tujuan penelitian untuk menganalisa strategi pemerintah desa dalam mendukung pembangunan daya tarik wisata Air Terjun Tattiri di Desa Banagan Kecamatan Dampal Utara Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, penentuan informan menggunakan pendekatan purposive sehingga terpilih 6 orang. Penelitian ini menggunakan teori strategi yang diungkapkan oleh (Karyono., 1997) dengan 4 indikator yaitu sarana dan prasarana, promosi wisata, pengadaan tenaga administrasi dan rencana induk pembangunan pariwisata, serta menggabungkan analisis SWOT yang disampaikan oleh (Humphreyp, 1960), (Rangkuti, 2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di daya tarik wisata Air Terjun Tattiri sudah cukup baik, dan akan lebih baik lagi apabila lebih ditingkatkan kualitasnya, misalnya jalan yang ada saat ini sebaiknya segera di aspal agar akses menuju ke tempat wisata lebih nyaman. Dari segi promosi wisata yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk mendukung pengembangan Air Tejun Tattiri sudah mulai berjalan, dimana pemerintah desa sudah mempromosikan daya tarik wisata itu dengan memanfaatkan media sosial. Selain itu pemerintah desa juga sudah melaksankan sosialisasi sadar wisata kepada masyarakat lokal, sehingga untuk indikator ini bisa dikatakan memadai. Kemudian indiktor pengadaan tenaga administrasi, pemerintah desa memang sudah membangun Air Terjun Tattiri namun khusus pengadaan tenaga administrasi sama sekali belum dilaksanakan, karena selama ini pemerintah desa fokus pada kegiatan pembangunan sarana dan prasarana walaupun dengan keterbatasan anggaran yang ada. Indikator rencana induk pembangunan pariwisata, pemerintah desa sudah sejak lama ingin membangun Air Terjun Tattiri, namun karena minimnya anggaran yang dimiliki oleh pemerintah desa dan terbatasnya anggaran pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Tolitoli, maka hingga saat ini pembangunanan daya tarik Air Terjun Tattiri belum terlaksana dengan optimal

    696

    full texts

    744

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumpulan Jurnal Universitas Madako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇