Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Strategi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Dalam Mencegah Praktik Politik Uang Pada Pemilu 2024 Di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tolitoli dalam mencegah praktik politik uang pada Pemilu 2024 di Kecamatan Baolan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi Bawaslu meliputi sosialisasi, pengawasan partisipatif, dan penegakan hukum. Namun, hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran masyarakat, dan kendala implementasi regulasi menjadi tantangan utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi dengan masyarakat serta optimalisasi penggunaan teknologi dalam pengawasan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tolitoli dalam mencegah praktik politik uang pada Pemilu 2024 di Kecamatan Baolan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi Bawaslu meliputi sosialisasi, pengawasan partisipatif, dan penegakan hukum. Namun, hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran masyarakat, dan kendala implementasi regulasi menjadi tantangan utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi dengan masyarakat serta optimalisasi penggunaan teknologi dalam pengawasan
Kesiapan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tolitoli Menghadapi Transformasi Digital dan Otomasi
Digital transformation and automation have posed major challenges for many regions, including Tolitoli Regency in Central Sulawesi. Amidst the dominance of traditional economic sectors and limited access to technology, the readiness of human resources (HR) is essential in adapting to the changing times. This study aims to assess the readiness level of Tolitoli’s workforce to face the digital era by examining three main indicators: education level, ownership of information and communication technology (ICT) devices, and frequency of internet access. A descriptive quantitative approach was employed, utilizing secondary data from the 2024 official statistics published by BPS. Findings reveal that most of Tolitoli’s working-age population holds only basic to intermediate education, with limited access to ICT and the internet. The region\u27s Digital Readiness Index (DRI) is estimated at 40–45%, classified as low. These findings highlight the urgent need for strategic interventions, including digital training, strengthening vocational education, and promoting a more inclusive and contextual digital literacy culture.Transformasi digital dan otomasi telah menjadi tantangan besar bagi banyak daerah, termasuk Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Di tengah dominasi sektor ekonomi tradisional dan keterbatasan akses teknologi, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama untuk menjawab perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapan SDM Tolitoli dalam menghadapi era digital, dengan meninjau tiga indikator utama: tingkat pendidikan, kepemilikan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta frekuensi akses internet. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari publikasi resmi BPS tahun 2024. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia produktif Tolitoli memiliki pendidikan menengah ke bawah, dengan akses TIK dan internet yang masih terbatas. Skor Digital Readiness Index (DRI) daerah ini berada pada kisaran 40–45%, tergolong rendah. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi strategis melalui pelatihan digital, penguatan kurikulum vokasional, serta pembangunan budaya literasi teknologi yang lebih inklusif dan kontekstual
Pemanfaatan Limbah Paving Sebagai Alternatif Agregat Halus Terhadap Kuat Beton
The demand for concrete as a primary construction material has increased significantly each year, leading to the excessive exploitation of natural sand and resulting in adverse environmental impacts. On the other hand, construction waste such as used paving blocks from road and sidewalk demolitions continues to accumulate without optimal reuse. This study aims to analyze the utilization of paving waste as a partial replacement for fine aggregate (sand) and its effect on the compressive strength of concrete, using paving waste variations of 5%, 10%, and 15%. The research method employed an experimental approach in the laboratory, with compressive strength tests conducted at 7 and 28 days in accordance with SNI 03-2834-2000. The test results show that concrete with 15% paving waste substitution achieved the highest compressive strength, reaching 20.70 MPa at 7 days and 27.98 MPa at 28 days, exceeding that of normal concrete (0%) which only reached 26.90 MPa. These findings indicate that paving waste has potential as an environmentally friendly alternative to fine aggregate, while also significantly enhancing the compressive strength of concrete.Kebutuhan beton sebagai bahan utama konstruksi mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya, yang menyebabkan eksploitasi pasir alam secara berlebihan dan berdampak buruk pada lingkungan. Di sisi lain, limbah konstruksi seperti paving block bekas dari pembongkaran jalan dan trotoar menumpuk tanpa pemanfaatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah paving sebagai pengganti parsial agregat halus (pasir) terhadap kuat tekan beton, dengan variasi komposisi limbah paving sebesar 5%, 10%, dan 15%. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen di laboratorium, dengan pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7 dan 28 hari sesuai SNI 03-2834-2000. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton dengan substitusi limbah paving sebesar 15% menghasilkan kuat tekan tertinggi pada umur 7 hari sebesar 20,70 MPa dan pada umur 28 hari sebesar 27,98 MPa, melebihi beton normal (0%) yang hanya mencapai 26,90 MPa. Temuan ini menunjukkan bahwa limbah paving memiliki potensi sebagai bahan alternatif agregat halus yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kekuatan beton secara signifikan
Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Di Desa Galumpang Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli Tahun 2023
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan mengkaji Bagaimana Efektivitas Pengelolaan Dana Desa di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Tahun Anggaran 2023. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode pengamatan (observasi), penelitian lapangan dan angket (kuesioner) wawancara. Analisis data menggunakan skala likert dan rasio kriteria efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan Efektivitas pengelolaan dana desa di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean dinyatakan secara kuantitatif sudah sangat efektif. Hal ini berdasarkan pembagian kuesioner 25 responden, dimana dalam proses pengelolaan dana desa ada empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan transparansi. Berdasarkan hasil penelitian [1] perencanaan, setiap indikator telah menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa ditahap perencanaan sudah efektif dengan presentase 83,73%, [2] Pada tahap pelaksanaan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa dalam tahap ini sudah efektif dengan presentase 95,2%, [3] Pada tahap pengawasan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa dalam tahap ini cukup efektif dengan presentase 79,73%, [4] Yang terakhir pada tahap transparansi, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pada tahap ini sudah efektif dengan presentase 92,8%.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan mengkaji Bagaimana Efektivitas Pengelolaan Dana Desa di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Tahun Anggaran 2023. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode pengamatan (observasi), penelitian lapangan dan angket (kuesioner) wawancara. Analisis data menggunakan skala likert dan rasio kriteria efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan Efektivitas pengelolaan dana desa di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean dinyatakan secara kuantitatif sudah sangat efektif. Hal ini berdasarkan pembagian kuesioner 25 responden, dimana dalam proses pengelolaan dana desa ada empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan transparansi. Berdasarkan hasil penelitian [1] perencanaan, setiap indikator telah menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa ditahap perencanaan sudah efektif dengan presentase 83,73%, [2] Pada tahap pelaksanaan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa dalam tahap ini sudah efektif dengan presentase 95,2%, [3] Pada tahap pengawasan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa dalam tahap ini cukup efektif dengan presentase 79,73%, [4] Yang terakhir pada tahap transparansi, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pada tahap ini sudah efektif dengan presentase 92,8%
Optimalisasi Produktivitas Ikan Nila melalui Aplikasi Probiotik di Media Pemeliharaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus) yang diberi probiotik uatan dan probiotik komersial. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Basah Universitas Madako Tolitoli, Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, selama 30 hari. Probiotik yang digunakan berasal dari bahan baku lokal (pepaya) dan probiotik komersial (EM4). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan dengan empat ulangan. Faktor pembeda antar perlakuan adalah jenis probiotik yang diberikan, yaitu: P0 (kontrol/tanpa probiotik), P1 (EM4 1 ml/L), P2 (probiotik pepaya 2 ml/L), dan P3 (kombinasi EM4 1 ml/L + probiotik pepaya 2 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik pada media budidaya ikan nila berpengaruh terhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Perlakuan P2 (probiotik pepaya 2 ml/L) memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus) yang diberi probiotik uatan dan probiotik komersial. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Basah Universitas Madako Tolitoli, Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, selama 30 hari. Probiotik yang digunakan berasal dari bahan baku lokal (pepaya) dan probiotik komersial (EM4). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan dengan empat ulangan. Faktor pembeda antar perlakuan adalah jenis probiotik yang diberikan, yaitu: P0 (kontrol/tanpa probiotik), P1 (EM4 1 ml/L), P2 (probiotik pepaya 2 ml/L), dan P3 (kombinasi EM4 1 ml/L + probiotik pepaya 2 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik pada media budidaya ikan nila berpengaruh terhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Perlakuan P2 (probiotik pepaya 2 ml/L) memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus)
Optimasi Kesehatan Ikan Mas (Cyprinus carpio) melalui Penambahan Tepung Jahe pada Pakan
Ikan mas (C. carpio) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan. Selain itu, ikan ini juga mudah dipijahkan sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam budidaya. Namun, salah satu kendala yang sering dihadapi pembudidaya adalah serangan penyakit. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian pakan alternatif yang bersifat alami dan ramah lingkungan, seperti penambahan tepung jahe dalam pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran darah ikan mas yang diberi pakan dengan penambahan tepung jahe. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi total sel darah merah (eritrosit) dan total sel darah putih (leukosit). Data disajikan dalam bentuk tabel dan gambar, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan program Microsoft Excel. Hasil yang menunjukkan pengaruh sangat nyata dianalisis lebih lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan tepung jahe memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah total eritrosit dan leukosit. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan P3 dengan dosis 7,5 g/kg pakan. Peningkatan jumlah sel darah tersebut mengindikasikan adanya perbaikan status fisiologis dan respons imun ikan.Ikan mas (C. carpio) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan. Selain itu, ikan ini juga mudah dipijahkan sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam budidaya. Namun, salah satu kendala yang sering dihadapi pembudidaya adalah serangan penyakit. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian pakan alternatif yang bersifat alami dan ramah lingkungan, seperti penambahan tepung jahe dalam pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran darah ikan mas yang diberi pakan dengan penambahan tepung jahe. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi total sel darah merah (eritrosit) dan total sel darah putih (leukosit). Data disajikan dalam bentuk tabel dan gambar, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan program Microsoft Excel. Hasil yang menunjukkan pengaruh sangat nyata dianalisis lebih lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan tepung jahe memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah total eritrosit dan leukosit. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan P3 dengan dosis 7,5 g/kg pakan. Peningkatan jumlah sel darah tersebut mengindikasikan adanya perbaikan status fisiologis dan respons imun ikan
Analisa Pengaruh Jenis Bahan Bakar Terhadap Efisiensi Boiler Type Chain Grate Stoker
Boilers are essential components in industry, functioning to generate steam for production processes, and their efficiency greatly affects both energy effectiveness and operational costs. One of the main factors influencing efficiency is the type of fuel used. This study aims to analyze the effect of fuel variations on the efficiency of a Chain Grate Stoker boiler in a textile industry located in Pandaan, Pasuruan Regency. The research employed a quantitative approach by testing five types of fuel, namely coal, wood pellets, candlenut shells, palm shells, and a coal–wood pellet mixture (80:20). Data were collected through direct measurement of boiler operational variables, including steam pressure, furnace temperature, feedwater temperature, and steam flow rate. Boiler efficiency was calculated using the heat balance method by comparing the fuel input energy with the output energy in the form of steam. The results show that wood pellets produced the highest efficiency at 57% with an average furnace temperature of 415 °C, although requiring higher fuel consumption (1,800 kg/h). Candlenut shells yielded the lowest efficiency at 39% due to their high moisture content. Pure coal demonstrated moderate efficiency of 46% but produced a large amount of ash residue. Meanwhile, the coal–wood pellet mixture provided the best balance, achieving 51% efficiency with lower fuel consumption (1,300 kg/h) and moderate ash residue. This study confirms that fuel type has a significant impact on boiler efficiency and operational sustainability. The coal–wood pellet co-firing strategy is recommended as a more economical and environmentally friendly alternative compared to single-fuel utilizationBoiler merupakan komponen penting dalam industri yang berfungsi menghasilkan uap untuk proses produksi, sehingga efisiensinya sangat berpengaruh terhadap efektivitas energi dan biaya operasional. Salah satu faktor utama yang menentukan efisiensi adalah jenis bahan bakar yang digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi bahan bakar terhadap efisiensi boiler tipe Chain Grate Stoker di salah satu industri tekstil di Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengujian lima jenis bahan bakar, yaitu batubara, wood pellet, cangkang kemiri, cangkang sawit, serta campuran batubara–wood pellet (80:20). Data diperoleh melalui pencatatan variabel operasional boiler meliputi tekanan uap, suhu ruang bakar, suhu air umpan, serta debit uap. Efisiensi dihitung dengan metode neraca panas (heat balance method) melalui perbandingan energi input bahan bakar dengan energi keluaran berupa uap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wood pellet menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 57% dengan suhu ruang bakar rata-rata 415 °C, namun membutuhkan konsumsi bahan bakar lebih besar (1.800 kg/jam). Cangkang kemiri memiliki efisiensi terendah sebesar 39% akibat kadar air tinggi. Batubara murni menunjukkan efisiensi moderat 46% dengan residu abu tinggi. Campuran batubara–wood pellet memberikan keseimbangan terbaik dengan efisiensi 51%, konsumsi bahan bakar lebih rendah (1.300 kg/jam), serta residu abu sedang. Penelitian ini menegaskan bahwa jenis bahan bakar berpengaruh signifikan terhadap efisiensi dan keberlanjutan operasi boiler. Kombinasi batubara–wood pellet direkomendasikan sebagai strategi co-firing yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bahan bakar tunggal
Penerapan Project Based Learning dengan Media Video dan PowerPoint untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V
This research aims to improve student learning outcomes by implementing a project-based learning model in thematic learning in class V at SDN 10 Tolitoli. Apart from that, this research also aims to analyze how the project-based learning model is implemented and to measure how good student learning outcomes are after participating in learning using this model. This research is classroom action research which is carried out in 2 cycles, each cycle consisting of 3 stages, observation, planning and action. Based on the results obtained, it shows that there is an increase from the first cycle to the second cycle. In cycle 1 there were 7 students with a percentage of 18.42% who achieved kkm (75) while there were 31 students with a percentage of 81.58% with learning results below kkm (75), the second cycle showed that only 11 students 28.98% who did not reach the kkm (75) while 27 students with a percentage of 71.05% had achieved the kkm (75), based on the results of cycles 1 and 2 it was found that in cycle 2 the students had achieved classical completion. The results of this research show that the application of the project based learning model with the help of video and power point media can improve student learning outcomes in class V thematic learning at SDN Tolitoli.
Keywords: Project-Based Learning, Learning Outcomes, Thematic Learning.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dalam pembelajaran tematik di kelas V SDN 10 Tolitoli. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis proyek serta untuk mengukur seberapa baik hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model ini. Penelitian ini merupakan penelitian tindkan kelas yang dalam pelaksanaanya dilakukan dalam 2 siklus setiap siklus terdiri dari 3 tahap , observasi, perencanaan, dan tindakan. Berdasarkan hasil yang didapatkan menunjukan ada peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua. Pda sikus 1 terdapat 7 siswa dengan presentase sebayak 18,42% yang mencapai kkm (75) sedangkan ada 31 siswa dengan prsentase sebanyak 81,58% dengan hasil belajar dibawah kkn (75), siklus kedua menunjukan bahwa hanya 11 siswa 28,98% yang tidak mencapai kkm (75) sementara 27 siswa dengan presentase 71,05% telah mencapai kkm (75), berdasarkan hasil siklus 1 dan 2 di dapatkan bahwa pada siklus 2 siswa telah mencapai ketuntasan klasikal. Hasil peneltian ini menunjukan bahwa penerapan model projec based learning dengan bantuan media video dan power poin dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik kelas V SDN Tolitoli
Augmented Reality : Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Fisika Lingkungan
Rapid advances in digital technology have significantly transformed higher education, particularly in how students construct understanding of abstract scientific concepts. Among recent innovations, Augmented Reality (AR) has gained prominence for its ability to present three-dimensional visualizations of physical phenomena that are otherwise invisible in real-world observation. This study investigates the effect of AR-based learning media on students’ learning outcomes in the Environmental Physics course. A quantitative pre-experimental design of the one-group pretest–posttest type was implemented with 15 Physics Education students who participated in learning activities utilizing AR media. Data on learning performance were collected through pre- and post-tests, analyzed for normality, and further examined using a paired-sample t-test to determine the significance of differences in learning outcomes.
The findings revealed an increase in the mean learning score from 55.56 (pretest) to 72.33 (posttest), with a significance value of p = 0.000 < 0.05, confirming a statistically meaningful improvement after the intervention. The results indicate that AR effectively enhances students’ conceptual comprehension, promotes learning motivation, stimulates active engagement, and strengthens critical-thinking ability during the learning process. In conclusion, Augmented Reality represents an innovative and effective pedagogical medium for improving both the quality of instruction and conceptual mastery, particularly in courses demanding high levels of abstract visualization such as Environmental Physics. Future research should involve larger and more diverse samples and explore AR integration across other scientific disciplines to obtain broader empirical insights.Kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap transformasi dunia pendidikan, terutama dalam cara mahasiswa memahami konsep-konsep sains yang bersifat abstrak. Salah satu inovasi yang mulai banyak dimanfaatkan dalam proses pembelajaran adalah media berbasis Augmented Reality (AR), karena mampu menghadirkan visualisasi tiga dimensi terhadap fenomena fisika yang sulit diamati secara langsung di dunia nyata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan AR berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Fisika Lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika yang mengikuti perkuliahan menggunakan media pembelajaran AR. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis dengan buntuk melihat normalitas data serta uji paired sample t-test untuk menguji hipotesis perbedaan hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh peningkatan rata-rata skor hasil belajar dari 55,56 pada pretest menjadi 72,33 pada posttest. Nilai signifikansi hasil uji paired sample t-test sebesar 0,000 (< 0,05) menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penggunaan media AR. menunjukkan bahwa AR memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman konsep mahasiswa. Selain itu, penggunaan AR juga mendorong peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa selama kegiatan perkuliahan berlangsung. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Augmented Reality merupakan media pembelajaran inovatif yang efektif dalam memperbaiki kualitas proses belajar dan pemahaman konseptual mahasiswa, khususnya pada mata kuliah yang menuntut kemampuan visualisasi abstrak seperti Fisika Lingkungan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar melibatkan jumlah responden yang lebih besar serta memperluas penerapan AR pada bidang kajian sains lainnya guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif
Optimalisasi Konsentrasi Garam (NaCl) Dalam Pengasapan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Untuk Peningkatan Nilai Tambah Produk Lokal
Pengasapan merupakan metode tradisional untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan cita rasa ikan. Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Salah satu tahap penting adalah perlakuan garam (NaCl) yang berperan sebagai pengawet alami sekaligus penentu mutu kimia dan organoleptik. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi garam optimal agar menghasilkan ikan asap yang awet, bermutu, dan kompetitif.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (10%, 15%, 20%, 25%) dan 4 ulangan (16 unit). Analisis meliputi kadar air, kadar abu, dan organoleptik. Hasil menunjukkan konsentrasi garam 25% memberikan pengaruh nyata (P<0,05) dengan nilai terbaik pada kadar air (28,75), kadar abu (15,25), bau (7,80), rasa (7,99), warna (7,53), dan tekstur (7,36), serta memenuhi standar SNI. Dengan demikian, konsentrasi garam 25% merupakan formulasi terbaik dalam pengasapan ikan lele dumbo karena menghasilkan kualitas optimal sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.Pengasapan merupakan metode tradisional untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan cita rasa ikan. Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Salah satu tahap penting adalah perlakuan garam (NaCl) yang berperan sebagai pengawet alami sekaligus penentu mutu kimia dan organoleptik. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi garam optimal agar menghasilkan ikan asap yang awet, bermutu, dan kompetitif.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (10%, 15%, 20%, 25%) dan 4 ulangan (16 unit). Analisis meliputi kadar air, kadar abu, dan organoleptik. Hasil menunjukkan konsentrasi garam 25% memberikan pengaruh nyata (P<0,05) dengan nilai terbaik pada kadar air (28,75), kadar abu (15,25), bau (7,80), rasa (7,99), warna (7,53), dan tekstur (7,36), serta memenuhi standar SNI. Dengan demikian, konsentrasi garam 25% merupakan formulasi terbaik dalam pengasapan ikan lele dumbo karena menghasilkan kualitas optimal sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal