Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Paham Keagamaan Salafi dan Kegaduhan Di Tengah Masyarakat
Keagamaan Salafi memiliki tujuan utama, untuk mengetahui Gerakan Islam puritan yang menekankan kembali pada ajaran Islam murni yaitu Alquran dan Hadist, menolak praktik bid’ah, taklid dan sufisme, mengutamakan akal dan rasionalitas, Serta mempertahankan sunnah dan menolak inovasi. Pendekatan dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan Teknik metode kepustakaan. Teknik pengambilan data menggunakan studi kepustakaan dan analisis data menggunakan hermeneutika. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kegaduhan di tengah masyarakat masih sering terjadi 1) Konflik dengan kelompok Islam lain seperti Syi’ah dan Sunni tradisional; 2) tuduhan ekstremisme dan terorisme; 3) kritik atas pendekatan literal yang kaku; 4) konflik dengan pemerintah dan Lembaga keagamaan; 5) perdebatan tentang interprestasi alquran dan hadist. Adapun dampak sosial yang terjadi di tengah masyarakat 1) meningkatkan kesadaran agama dan moralitas; 2) mengembangkan pemikiran kritis; 3) mendorong perubahan sosial dan politik; 4) meningkatkan konflik dan polarisasi. Kritik dan perdebatan yang terjadi 1) kritis atas pendekatan rigid; 2) tuduhan mengabaikan konteks historis dan budaya; 3) perdebatan tentang peran akal dan rasionalitas; 4) kritik atas sikap anti-pluralisme dan intoleransi. Keagamaan Salafi memiliki tujuan utama, untuk mengetahui Gerakan Islam puritan yang menekankan kembali pada ajaran Islam murni yaitu Alquran dan Hadist, menolak praktik bid’ah, taklid dan sufisme, mengutamakan akal dan rasionalitas, Serta mempertahankan sunnah dan menolak inovasi. Pendekatan dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan Teknik metode kepustakaan. Teknik pengambilan data menggunakan studi kepustakaan dan analisis data menggunakan hermeneutika. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kegaduhan di tengah masyarakat masih sering terjadi 1) Konflik dengan kelompok Islam lain seperti Syi’ah dan Sunni tradisional; 2) tuduhan ekstremisme dan terorisme; 3) kritik atas pendekatan literal yang kaku; 4) konflik dengan pemerintah dan Lembaga keagamaan; 5) perdebatan tentang interprestasi alquran dan hadist. Adapun dampak sosial yang terjadi di tengah masyarakat 1) meningkatkan kesadaran agama dan moralitas; 2) mengembangkan pemikiran kritis; 3) mendorong perubahan sosial dan politik; 4) meningkatkan konflik dan polarisasi. Kritik dan perdebatan yang terjadi 1) kritis atas pendekatan rigid; 2) tuduhan mengabaikan konteks historis dan budaya; 3) perdebatan tentang peran akal dan rasionalitas; 4) kritik atas sikap anti-pluralisme dan intoleransi.
Reformulasi Pengaturan Debat Publik Pada Calon Tunggal Dalam Pilkada Berdasarkan Prinsip Efektivitas Pemilu
This study aims to determine the essence of the purpose of public debates in Regional Head Elections, as well as to reformulate the regulation of public debates for single candidates based on the principle of effectiveness. Public debates are an important tool in political campaigns that convey the vision, mission, and programs of candidates, as well as an instrument of political education for the community. However, the existence of a single candidate in the Pilkada poses a challenge to the effectiveness of the debate, due to the lack of substantive competition between candidates. This research uses normative legal research methods with statutory and conceptual approaches and is analyzed using primary and secondary legal materials. The results show that the provisions in Article 68 paragraph (1) and paragraph (3) PKPU Number 13 of 2024 still focus on procedural aspects and are not optimal in building public dialectical space. The proposed reformulation includes the addition of interactive question-and-answer sessions between candidates and the public and the involvement of independent panelists to increase the depth of the debate, as well as collaboration with the media to ensure live broadcasting of debates. This reformulation aims to maintain the substance of democracy, increase voter participation, and optimize the role of public debates as a medium for political education in Pilkada with a single candidate.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui esensi tujuan debat publik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), serta mereformulasikan pengaturan debat publik bagi calon tunggal berdasarkan prinsip efektivitas. Debat publik merupakan sarana penting dalam kampanye politik yang berfungsi untuk menyampaikan visi, misi, dan program calon, sekaligus menjadi instrumen pendidikan politik bagi masyarakat. Namun, keberadaan calon tunggal dalam Pilkada menimbulkan tantangan terhadap efektivitas debat, karena minimnya kompetisi substantif antar kandidat. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta dianalisis menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan dalam Pasal 68 ayat (1) dan ayat (3) PKPU Nomor 13 Tahun 2024 masih berfokus pada aspek prosedural dan belum optimal dalam membangun ruang dialektika publik. Reformulasi yang diusulkan meliputi penambahan sesi tanya jawab interaktif antara calon dengan masyarakat dan pelibatan panelis independen untuk meningkatkan kedalaman debat, serta kolaborasi dengan media untuk memastikan penyiaran langsung debat. Reformulasi ini bertujuan untuk mempertahankan substansi demokrasi, meningkatkan partisipasi pemilih, serta mengoptimalkan peran debat publik sebagai media pendidikan politik dalam Pilkada dengan calon tunggal
Potensi Aktivitas Antioksidan Pada Tanaman Obat Yang Dihasilkan Oleh Mikroba Endofit Sebagai Potensi Rekayasa Genetika Molekuler Melalui Gen Editing (Kajian Pustaka)
Pencarian senyawa metabolit sekunder yang berhasiat sebagai sumber antioksidan jangka panjang dapat dihasilkan melalui metode bioteknologi yang cukup sederhana hingga modern baik dengan menggunakan kemampuan mikroba endofit sampai penggunaan teknik rekayasa genetika molekuler yang saat ini cukup populer yaitu gen editing. Jaringan tanaman yang berpotensi dalam menghasilkan mikroba endofit meliputi bunga, buah, batang, daun, akar, dan biji yang berperan penting dalam memproteksi tanaman inang dari cekaman lingkungan dan mikroorganisme pesaing. Salah satu jenis jamur mikro yaitu Muscodor albus telah terbukti mampu memproduksi campuran senyawa organik volatil dari tanaman kayu manis. Senyawa organik volatil tersebut memiliki aktivitas farmakologi sebagai sumber antimikroba dalam spektrum luas. Taxomyces andreane merupakan salah satu kapang endofit yang diproduksi dari tanaman Paclitaxel dan berpotensi dalam menghasilkan senyawa taksol yang memiliki aktivitas farmakologi sebagai sumber antikanker. Pestalotiopsis microspore merupakan salah satu kultur mikroba penghasil senyawa pestacin dan isopestacin dari tanaman Ketapang dan berfungsi sebagai sumber antioksidan maupun antikanker. Antioksidan digolongkan menjadi antioksidan endogen antioksidan enzim dan vitamin. Rekayasa genetika dengan memanfaatkan Agrobacterium tumafaciens berpotensi dalam menghasilkan sifat yang dibutuhkan atau diinginkan sesuai target melalui penyisipan gen dari organisme yang berperan sebagai pendonor gen menuju organisme penerima gen. Gen lancolate merupakan salah satu gen yang berhasil disisipkan untuk mengkode daun tomat dan merubah daun majemuk dalam kondisi besar menjadi lebih kecil. Metode gen editing yang direkomendasikan berupa CRISPR-Cas 9 karena dapat menyunting gen lancolate pada buah tomat dengan urutan genom diploid yang jelas.Pencarian senyawa metabolit sekunder yang berhasiat sebagai sumber antioksidan jangka panjang dapat dihasilkan melalui metode bioteknologi yang cukup sederhana hingga modern baik dengan menggunakan kemampuan mikroba endofit sampai penggunaan teknik rekayasa genetika molekuler yang saat ini cukup populer yaitu gen editing. Jaringan tanaman yang berpotensi dalam menghasilkan mikroba endofit meliputi bunga, buah, batang, daun, akar, dan biji yang berperan penting dalam memproteksi tanaman inang dari cekaman lingkungan dan mikroorganisme pesaing. Salah satu jenis jamur mikro yaitu Muscodor albus telah terbukti mampu memproduksi campuran senyawa organik volatil dari tanaman kayu manis. Senyawa organik volatil tersebut memiliki aktivitas farmakologi sebagai sumber antimikroba dalam spektrum luas. Taxomyces andreane merupakan salah satu kapang endofit yang diproduksi dari tanaman Paclitaxel dan berpotensi dalam menghasilkan senyawa taksol yang memiliki aktivitas farmakologi sebagai sumber antikanker. Pestalotiopsis microspore merupakan salah satu kultur mikroba penghasil senyawa pestacin dan isopestacin dari tanaman Ketapang dan berfungsi sebagai sumber antioksidan maupun antikanker. Antioksidan digolongkan menjadi antioksidan endogen antioksidan enzim dan vitamin. Rekayasa genetika dengan memanfaatkan Agrobacterium tumafaciens berpotensi dalam menghasilkan sifat yang dibutuhkan atau diinginkan sesuai target melalui penyisipan gen dari organisme yang berperan sebagai pendonor gen menuju organisme penerima gen. Gen lancolate merupakan salah satu gen yang berhasil disisipkan untuk mengkode daun tomat dan merubah daun majemuk dalam kondisi besar menjadi lebih kecil. Metode gen editing yang direkomendasikan berupa CRISPR-Cas 9 karena dapat menyunting gen lancolate pada buah tomat dengan urutan genom diploid yang jelas
Melacak Akar Permasalahan Hubungan Sunni dan Syiah
Artikel ini bertujuan melacak Akar permasalahan Sunni dan Syiah, ketegangan antara Sunni dan Syiah yang dilatar belakangi motif kekuasaan, dalam hal ini kepentingan politik lebih dominan dan hal ini bukanlah sepenuhnya intrik agama dalam Perebutan kekuasaan tersebut diwakili oleh keturunan Bani Umayah dan keturunan Bani Hasyim memperebutkan kekuasaan setelah wafatnya Rasulullah, dalam rangka merebut serta meraih simpatik, dua kelompok yang terlibat ini menarik perebutan kekuasaan politik ke dalam persoalan agama. Hal yang terpenting dalam hal ini oleh kelompok Syiah terkait aliran Sunni adalah perihal legitimasi kekuasaan para pendahulunya, yaitu Khulafaur Rassyidin Abu Bakar, Umar, dan Usman. Tentu sebahagian kelompok aliran Syiah menganggap bahwa kekuasaan atau kepemimpinan yang didapatkan oleh ketiga khalifah tersebut dianggap tidak memiliki legalitas, olehnya merebut hak wasiat yang diwasiatkan oleh Rasulullah Muhammad yang seharusnya menjadi milik Imam Ali, hal inilah yang kemudian menjadikan proses perjalanan kelompok syiah yang mulanya bercirikan kultural kemudian telah berubah menjadi kelompok yang berpola politik dan Aqidah hingga hari ini. Perselisihan antara Syiah dengan Sunni bukan hanya disparitas pada persoalan mazhab dan teologi namun Syiah juga bertentangan kelompok muslim lainnya.Artikel ini bertujuan melacak Akar permasalahan Sunni dan Syiah, ketegangan antara Sunni dan Syiah yang dilatar belakangi motif kekuasaan, dalam hal ini kepentingan politik lebih dominan dan hal ini bukanlah sepenuhnya intrik agama dalam Perebutan kekuasaan tersebut diwakili oleh keturunan Bani Umayah dan keturunan Bani Hasyim memperebutkan kekuasaan setelah wafatnya Rasulullah, dalam rangka merebut serta meraih simpatik, dua kelompok yang terlibat ini menarik perebutan kekuasaan politik ke dalam persoalan agama. Hal yang terpenting dalam hal ini oleh kelompok Syiah terkait aliran Sunni adalah perihal legitimasi kekuasaan para pendahulunya, yaitu Khulafaur Rassyidin Abu Bakar, Umar, dan Usman. Tentu sebahagian kelompok aliran Syiah menganggap bahwa kekuasaan atau kepemimpinan yang didapatkan oleh ketiga khalifah tersebut dianggap tidak memiliki legalitas, olehnya merebut hak wasiat yang diwasiatkan oleh Rasulullah Muhammad yang seharusnya menjadi milik Imam Ali, hal inilah yang kemudian menjadikan proses perjalanan kelompok syiah yang mulanya bercirikan kultural kemudian telah berubah menjadi kelompok yang berpola politik dan Aqidah hingga hari ini. Perselisihan antara Syiah dengan Sunni bukan hanya disparitas pada persoalan mazhab dan teologi namun Syiah juga bertentangan kelompok muslim lainnya
Pendekatan Berdiferensiasi dan Dampaknya terhadap Kemampuan Penalaran Matematis SMK Negeri 1 Tolitoli
This study aims to analyze the impact of differentiated instruction on students\u27 mathematical reasoning abilities at SMK Negeri 1 Tolitoli. The background of the study lies in the low level of students’ mathematical reasoning skills, which is attributed to uniform teaching methods that overlook students\u27 varying characteristics. A quasi-experimental method was employed using a Non-random Pre-test Post-test Control Group design. The sample consisted of two classes from the Accounting and Financial Institution program and two classes from the Computer and Network Engineering program, each divided into experimental and control groups. Research instruments included mathematical reasoning tests and observation sheets. Statistical analysis revealed that differentiated instruction had a significant positive effect on students’ mathematical reasoning abilities compared to conventional teaching approaches. The independent sample t-test indicated significant differences in post-test scores between the experimental and control groups in both vocational programs. These findings suggest that differentiated instruction is effective in enhancing mathematical reasoning skills among vocational school students and can serve as an adaptive and contextual teaching strategy.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pendekatan pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan penalaran matematis siswa di SMK Negeri 1 Tolitoli. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa SMK yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang seragam dan tidak mempertimbangkan perbedaan karakteristik siswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain Non-random Pre-test Post-test Control Group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas pada kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga serta dua kelas pada Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, yang masing-masing dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian mencakup tes kemampuan penalaran matematis dan lembar observasi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pendekatan berdiferensiasi memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Uji independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil post-test kelompok eksperimen dan kontrol pada kedua kompetensi keahlian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa SMK dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang adaptif dan kontekstual
Peramalan Produksi, Volume Ekspor dan Nilai Ekspor Kopi Indonesia Tahun 2025-2035
Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan produksi, volume ekspor, dan nilai ekspor kopi Indonesia pada tahun 2025–2035 menggunakan metode ARIMA (AutoRegressive Integrated Moving Average). Kopi adalah komoditas unggulan Indonesia yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari tahun 1965 hingga 2024, yang diperoleh dari Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi kopi Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan, didorong oleh ekspansi lahan dan tingginya permintaan global. Namun, volume ekspor kopi diperkirakan stagnan akibat rendahnya kualitas kopi yang menurunkan daya saing di pasar internasional. Sebaliknya, nilai ekspor kopi menunjukkan tren peningkatan, dipengaruhi oleh harga kopi dunia dan fluktuasi nilai tukar. Dengan hasil peramalan ini, diharapkan pemangku kepentingan dapat memaksimalkan potensi kopi sebagai komoditas unggulan di pasar internasional.Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan produksi, volume ekspor, dan nilai ekspor kopi Indonesia pada tahun 2025–2035 menggunakan metode ARIMA (AutoRegressive Integrated Moving Average). Kopi adalah komoditas unggulan Indonesia yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari tahun 1965 hingga 2024, yang diperoleh dari Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi kopi Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan, didorong oleh ekspansi lahan dan tingginya permintaan global. Namun, volume ekspor kopi diperkirakan stagnan akibat rendahnya kualitas kopi yang menurunkan daya saing di pasar internasional. Sebaliknya, nilai ekspor kopi menunjukkan tren peningkatan, dipengaruhi oleh harga kopi dunia dan fluktuasi nilai tukar. Dengan hasil peramalan ini, diharapkan pemangku kepentingan dapat memaksimalkan potensi kopi sebagai komoditas unggulan di pasar internasional
Perkembangan Molting Kepiting Bakau yang dikondisikan dalam Siklus Gelap-Terang Pada Wadah Pemeliharaan Resirkulasi Tertutup
Kepiting bakau (Scylla sp.) mengalami proses molting sebagai bagian penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Molting merupakan fenomena fisiologis yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor internal seperti kontrol hormonal dan faktor eksternal seperti lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fotoperiode terhadap percepatan molting kepiting bakau dengan mengamati retraksi epipodit, retraksi kutikula, kadar glukosa, dan pertumbuhan bobot. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan periode gelap dan terang (T12G12: Terang 12 jam, Gelap 12 jam; T10G14: Terang 10 jam, Gelap 14 jam; T8G16: Terang 8 jam, Gelap 16 jam; T6G18: Terang 6 Jam, Gelap 18 jam; dan T4G20: Terang 4 Jam, Gelap 20 jam), dengan tujuh kali ulangan sehingga diperoleh 35 unit percobaan. Kepiting dipelihara dalam ruangan dengan pencahayaan yang dikontrol menggunakan lampu 9 Watt dan diukur menggunakan lux meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fotoperiode berpengaruh terhadap progres molting. Retraksi kutikula mulai diamati pada hari ke-10 pada perlakuan T12G12 dan T10G14. Selain itu, perlakuan T10G14 (10 jam terang, 14 jam gelap) menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi, yaitu 3,618 gram selama pemeliharaan. Dengan demikian, fotoperiode optimal dapat digunakan sebagai strategi untuk mempercepat molting dan meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau dalam sistem budidaya terkontrol.Kepiting bakau (Scylla sp.) mengalami proses molting sebagai bagian penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Molting merupakan fenomena fisiologis yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor internal seperti kontrol hormonal dan faktor eksternal seperti lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fotoperiode terhadap percepatan molting kepiting bakau dengan mengamati retraksi epipodit, retraksi kutikula, kadar glukosa, dan pertumbuhan bobot. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan periode gelap dan terang (T12G12: Terang 12 jam, Gelap 12 jam; T10G14: Terang 10 jam, Gelap 14 jam; T8G16: Terang 8 jam, Gelap 16 jam; T6G18: Terang 6 Jam, Gelap 18 jam; dan T4G20: Terang 4 Jam, Gelap 20 jam), dengan tujuh kali ulangan sehingga diperoleh 35 unit percobaan. Kepiting dipelihara dalam ruangan dengan pencahayaan yang dikontrol menggunakan lampu 9 Watt dan diukur menggunakan lux meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fotoperiode berpengaruh terhadap progres molting. Retraksi kutikula mulai diamati pada hari ke-10 pada perlakuan T12G12 dan T10G14. Selain itu, perlakuan T10G14 (10 jam terang, 14 jam gelap) menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi, yaitu 3,618 gram selama pemeliharaan. Dengan demikian, fotoperiode optimal dapat digunakan sebagai strategi untuk mempercepat molting dan meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau dalam sistem budidaya terkontrol
Estimasi Parameter Dinamika Populasi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Di Pelabuhan Perikanan Ogotua Kabupaten Tolitoli
Dinamika populasi ikan cakalang khususnya pertumbuhan dan perkembangbiakan sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dibanding internal. Informasi tentang parameter dinamika populasi ikan ini selalu berbeda di setiap fishing ground. Penelitian bertujuan menganalisis parameter dinamika populasi ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan metode observasi melalui pengukuran langsung secara in-situ di PP Ogotua. Jumlah sampel ikan cakalang yang dibutuhkan dalam pengukuran yaitu 100 ekor yang diambil secara simple random sampling setiap bulannya dari hasil tangkapan alat purse seine, sehingga jumlah ikan yang terukur selama 3 bulan sebanyak 300 ekor. Hasil analisis panjang bobot ikan diperoleh nilai persamaan regresi eksponensial pada bulan Mei, yaitu W = 0,0023*L3,5338, Juni W = 0,0025*L3,4949, dan Juli W = 0,0028*L3,4706. Jumlah kohort pada bulan Mei ditemukan 2 puncak dengan ukuran 28,5 cm dan 36,0; bulan Juni juga ditemukan 2 puncak dengan ukuran 29,5 cm dan 36,0 cm dan bulan Juli ditemukan 2 puncak dengan ukuran 29,0 cm dan 36,0 cm. Nilai Lc diperoleh sebesar 32,4 cm dalam interval kelas 32-34 cm, nilai ini lebih kecil dari nilai Lm sebesar 34,5 cm dalam interval kelas 34-35 cm. Hasil analisis estimasi parameter pertumbuhan ikan cakalang dengan nilai Lꝏ sebesar 46,80 cm dan K sebesar 0,51 dan t0 sebesar 0,0032 per tahun. Pertumbuhan ikan cakalang di Perairan Laut Sulawesi relatif sedang dengan pola pertumbuhan alometrik positif dimana telah mengalami tangkap lebih atau overfishing.Dinamika populasi ikan cakalang khususnya pertumbuhan dan perkembangbiakan sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dibanding internal. Informasi tentang parameter dinamika populasi ikan ini selalu berbeda di setiap fishing ground. Penelitian bertujuan menganalisis parameter dinamika populasi ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan metode observasi melalui pengukuran langsung secara in-situ di PP Ogotua. Jumlah sampel ikan cakalang yang dibutuhkan dalam pengukuran yaitu 100 ekor yang diambil secara simple random sampling setiap bulannya dari hasil tangkapan alat purse seine, sehingga jumlah ikan yang terukur selama 3 bulan sebanyak 300 ekor. Hasil analisis panjang bobot ikan diperoleh nilai persamaan regresi eksponensial pada bulan Mei, yaitu W = 0,0023*L3,5338, Juni W = 0,0025*L3,4949, dan Juli W = 0,0028*L3,4706. Jumlah kohort pada bulan Mei ditemukan 2 puncak dengan ukuran 28,5 cm dan 36,0; bulan Juni juga ditemukan 2 puncak dengan ukuran 29,5 cm dan 36,0 cm dan bulan Juli ditemukan 2 puncak dengan ukuran 29,0 cm dan 36,0 cm. Nilai Lc diperoleh sebesar 32,4 cm dalam interval kelas 32-34 cm, nilai ini lebih kecil dari nilai Lm sebesar 34,5 cm dalam interval kelas 34-35 cm. Hasil analisis estimasi parameter pertumbuhan ikan cakalang dengan nilai Lꝏ sebesar 46,80 cm dan K sebesar 0,51 dan t0 sebesar 0,0032 per tahun. Pertumbuhan ikan cakalang di Perairan Laut Sulawesi relatif sedang dengan pola pertumbuhan alometrik positif dimana telah mengalami tangkap lebih atau overfishing
Mengubah Limbah Menjadi Peluang: Edukasi Pengolahan Kulit Pisang menjadi Keripik di Desa Buga, Kabupaten Tolitoli
Kulit pisang merupakan salah satu bahan buangan yang sering diabaikan, meskipun jumlahnya dapat mencapai sekitar sepertiga dari berat total buah pisang yang belum dikupas. Meskipun tidak dimanfaatkan, kulit pisang ini berpotensi meningkatkan jumlah limbah organik yang dihasilkan, yang pada gilirannya dapat memperburuk masalah pengelolaan sampah. Seiring dengan terus meningkatnya angka produksi pisang di berbagai daerah, volume limbah kulit pisang juga diperkirakan akan terus meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mencari solusi yang dapat mengurangi dampak negatif dari limbah ini. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan baku untuk produksi keripik. Pendekatan ini tidak hanya dapat mengurangi jumlah limbah yang terbuang, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan nilai ekonomis kulit pisang, yang selama ini dianggap sebagai limbah. Selain itu, pengolahan kulit pisang menjadi produk keripik juga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi, terutama di daerah penghasil pisang.Kulit pisang merupakan salah satu bahan buangan yang sering diabaikan, meskipun jumlahnya dapat mencapai sekitar sepertiga dari berat total buah pisang yang belum dikupas. Meskipun tidak dimanfaatkan, kulit pisang ini berpotensi meningkatkan jumlah limbah organik yang dihasilkan, yang pada gilirannya dapat memperburuk masalah pengelolaan sampah. Seiring dengan terus meningkatnya angka produksi pisang di berbagai daerah, volume limbah kulit pisang juga diperkirakan akan terus meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mencari solusi yang dapat mengurangi dampak negatif dari limbah ini. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan baku untuk produksi keripik. Pendekatan ini tidak hanya dapat mengurangi jumlah limbah yang terbuang, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan nilai ekonomis kulit pisang, yang selama ini dianggap sebagai limbah. Selain itu, pengolahan kulit pisang menjadi produk keripik juga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi, terutama di daerah penghasil pisang
Pengaruh Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Bulu Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele (Clarias Sp.)
Penelitian ini menginvestigasi pengaruh pemberian pakan yang mengandung tepung bulu ayam terhadap laju pertumbuhan dan tingkat hidup ikan lele. Pemilihan ikan lele didasarkan pada kemudahan budidaya, pertumbuhan pesat, dan toleransi terhadap area terbatas. Namun, biaya pakan yang tinggi menjadi kendala utama dalam budidaya ikan ini. Eksperimen dilakukan selama 60 hari di Balai Benih Ikan (BBI) Tatanga, Palu, menggunakan desain acak lengkap dengan empat variasi persentase tepung bulu ayam dalam pakan (0%, 10%, 15%, dan 20%), dan setiap perlakuan diulang lima kali. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penambahan tepung bulu ayam secara signifikan memengaruhi pertumbuhan ikan lele. Pemberian pakan dengan 20% tepung bulu ayam menghasilkan peningkatan bobot total tertinggi, yaitu 5,61 gram, sementara tingkat kelangsungan hidup ikan tercatat antara 68% hingga 88%.Penelitian ini menginvestigasi pengaruh pemberian pakan yang mengandung tepung bulu ayam terhadap laju pertumbuhan dan tingkat hidup ikan lele. Pemilihan ikan lele didasarkan pada kemudahan budidaya, pertumbuhan pesat, dan toleransi terhadap area terbatas. Namun, biaya pakan yang tinggi menjadi kendala utama dalam budidaya ikan ini. Eksperimen dilakukan selama 60 hari di Balai Benih Ikan (BBI) Tatanga, Palu, menggunakan desain acak lengkap dengan empat variasi persentase tepung bulu ayam dalam pakan (0%, 10%, 15%, dan 20%), dan setiap perlakuan diulang lima kali. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penambahan tepung bulu ayam secara signifikan memengaruhi pertumbuhan ikan lele. Pemberian pakan dengan 20% tepung bulu ayam menghasilkan peningkatan bobot total tertinggi, yaitu 5,61 gram, sementara tingkat kelangsungan hidup ikan tercatat antara 68% hingga 88%