Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
    744 research outputs found

    Analisis Komparatif Usahatani Jagung Pakan (Zea mays L.) Dan Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt.) Di Kecamatan Basidondo Dan Kecamatan Lampasio

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan biaya total, penerimaan, pendapatan, kelayakan usaha (R/C Ratio), dan titik impas (BEP) pada usahatani jagung pakan dan jagung manis di Kecamatan Basidondo dan Kecamatan Lampasio. Penelitian dilaksanakan pada Juli–November 2024 di Desa Kayu Lompa, Galandau, dan Tinading yang dipilih secara purposive karena merupakan sentra produksi kedua komoditas tersebut. Responden berjumlah 40 orang, masing-masing 20 petani jagung pakan dan 20 petani jagung manis. Data dianalisis dengan metode analisis biaya total, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata biaya total jagung pakan sebesar Rp10.638.543,27/musim lebih rendah dibanding jagung manis sebesar Rp14.635.623,32/musim. Namun, penerimaan jagung pakan (Rp223.080.000/musim) lebih tinggi daripada jagung manis (Rp112.989.904,34/musim). Pendapatan jagung pakan mencapai Rp10.309.134,69/musim dengan R/C Ratio 1,05, BEP produksi 2.731,33 kg, dan BEP harga Rp2.731,33/kg, sedangkan pendapatan jagung manis Rp33.048.303,28/musim dengan R/C Ratio 1,41, BEP produksi 2.895,76 tongkol, dan BEP harga Rp1.015,80/tongkol. Dengan demikian, kedua usahatani dinilai layak dan menguntungkan.Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan biaya total, penerimaan, pendapatan, kelayakan usaha (R/C Ratio), dan titik impas (BEP) pada usahatani jagung pakan dan jagung manis di Kecamatan Basidondo dan Kecamatan Lampasio. Penelitian dilaksanakan pada Juli–November 2024 di Desa Kayu Lompa, Galandau, dan Tinading yang dipilih secara purposive karena merupakan sentra produksi kedua komoditas tersebut. Responden berjumlah 40 orang, masing-masing 20 petani jagung pakan dan 20 petani jagung manis. Data dianalisis dengan metode analisis biaya total, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata biaya total jagung pakan sebesar Rp10.638.543,27/musim lebih rendah dibanding jagung manis sebesar Rp14.635.623,32/musim. Namun, penerimaan jagung pakan (Rp223.080.000/musim) lebih tinggi daripada jagung manis (Rp112.989.904,34/musim). Pendapatan jagung pakan mencapai Rp10.309.134,69/musim dengan R/C Ratio 1,05, BEP produksi 2.731,33 kg, dan BEP harga Rp2.731,33/kg, sedangkan pendapatan jagung manis Rp33.048.303,28/musim dengan R/C Ratio 1,41, BEP produksi 2.895,76 tongkol, dan BEP harga Rp1.015,80/tongkol. Dengan demikian, kedua usahatani dinilai layak dan menguntungkan

    Media Promosi Kesehatan Berbasis Web Sehat Dengan Toga (SEDEGA) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Labuh Baru Timur Provinsi Riau

    Get PDF
    Herbal plants have long been known as natural ingredients that are beneficial for health, but among housewives, their use is often limited to cooking spices. Many people are not aware that herbal plants such as turmeric, ginger, betel leaves and ginger can be processed into natural and efficacious herbal medicines. Lack of knowledge about the benefits and methods of processing herbal plants is one of the main obstacles. This website exists to provide education to housewives about the potential of herbal plants as natural medicines. Information includes an introduction to herbal plants, their health benefits, as well as practical steps in processing them into safe and effective potions. With this education, housewives are expected to be able to make maximum use of herbal plants, not only for the kitchen, but also as an economical and natural family health solution. Apart from that, this initiative also aims to preserve traditional knowledge and support community health in a sustainable manner.  Tanaman herbal telah lama dikenal sebagai bahan alami yang bermanfaat untuk kesehatan, tetapi di kalangan ibu rumah tangga, pemanfaatannya sering kali terbatas sebagai bumbu masakan. Banyak yang belum menyadari bahwa tanaman herbal seperti kunyit, jahe, daun sirih, dan temulawak dapat diolah menjadi obat herbal yang alami dan berkhasiat. Kurangnya pengetahuan tentang manfaat dan cara pengolahan tanaman herbal menjadi salah satu kendala utama. Website ini hadir untuk memberikan edukasi kepada ibu rumah tangga mengenai potensi tanaman herbal sebagai obat alami. Informasi mencakup pengenalan tanaman herbal, khasiatnya untuk kesehatan, serta langkah-langkah praktis dalam mengolahnya menjadi ramuan yang aman dan efektif. Dengan edukasi ini, ibu rumah tangga diharapkan dapat memanfaatkan tanaman herbal secara maksimal, tidak hanya untuk dapur, tetapi juga sebagai solusi kesehatan keluarga yang ekonomis dan alami. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan melestarikan pengetahuan tradisional dan mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan

    Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Pemberdayaan dan Program Mangrove Berkelanjutan

    Get PDF
    Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas lingkungan pesisir sekaligus mendukung kehidupan sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Namun, alih fungsi lahan dan praktik penebangan liar telah menyebabkan degradasi serius pada kawasan mangrove, berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model revitalisasi pembibitan mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai upaya konservasi ekologis dan pemulihan ekonomi lokal. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 3 Tampo, Desa Labuan Lobo, Kabupaten Tolitoli, dengan pendekatan partisipatif melalui penanaman 1.000 bibit mangrove, pelatihan teknis, dan pendampingan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat dan aparat desa dalam penanaman mangrove mampu meningkatkan rasa kepemilikan serta memperkuat kapasitas lokal dalam pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya mendukung restorasi habitat pesisir dan perlindungan garis pantai, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui produk olahan mangrove dan potensi ekowisata. Dengan demikian, revitalisasi pembibitan mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat terbukti menjadi strategi efektif untuk mewujudkan konservasi pesisir yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas lingkungan pesisir sekaligus mendukung kehidupan sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Namun, alih fungsi lahan dan praktik penebangan liar telah menyebabkan degradasi serius pada kawasan mangrove, berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model revitalisasi pembibitan mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai upaya konservasi ekologis dan pemulihan ekonomi lokal. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 3 Tampo, Desa Labuan Lobo, Kabupaten Tolitoli, dengan pendekatan partisipatif melalui penanaman 1.000 bibit mangrove, pelatihan teknis, dan pendampingan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat dan aparat desa dalam penanaman mangrove mampu meningkatkan rasa kepemilikan serta memperkuat kapasitas lokal dalam pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya mendukung restorasi habitat pesisir dan perlindungan garis pantai, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui produk olahan mangrove dan potensi ekowisata. Dengan demikian, revitalisasi pembibitan mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat terbukti menjadi strategi efektif untuk mewujudkan konservasi pesisir yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    Literasi Digital dan Penguatan UMKM: Tinjauan Teoritis terhadap Strategi Pemberdayaan di Daerah Terpencil

    Get PDF
    UMKM merupakan pilar penting dalam perekonomian nasional, namun pelaku usaha di daerah terpencil masih menghadapi tantangan serius dalam hal literasi digital dan kapasitas manajerial. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara teoritis hubungan antara literasi digital, penguatan manajemen, dan strategi pemberdayaan UMKM di wilayah rural. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis jurnal ilmiah, buku, laporan pemerintah, dan dokumen organisasi internasional. Temuan konseptual menunjukkan bahwa literasi digital dan manajemen strategis saling melengkapi dalam memperkuat daya saing UMKM. Pendekatan berbasis teori Resource-Based View (RBV) dan Diffusion of Innovation (DOI) menjadi kerangka yang efektif untuk memahami dinamika adopsi teknologi serta pengelolaan sumber daya internal UMKM. Implikasi teoritis dari penelitian ini mendukung validitas integrasi RBV dan DOI dalam pengembangan strategi pemberdayaan berbasis kapasitas. Sementara itu, kontribusi praktisnya menekankan perlunya kebijakan dan program terintegrasi yang menggabungkan pelatihan digital dan manajerial secara kontekstual. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan awal untuk pengembangan model pemberdayaan UMKM terpencil yang lebih adaptif terhadap era transformasi digital.UMKM merupakan pilar penting dalam perekonomian nasional, namun pelaku usaha di daerah terpencil masih menghadapi tantangan serius dalam hal literasi digital dan kapasitas manajerial. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara teoritis hubungan antara literasi digital, penguatan manajemen, dan strategi pemberdayaan UMKM di wilayah rural. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis jurnal ilmiah, buku, laporan pemerintah, dan dokumen organisasi internasional. Temuan konseptual menunjukkan bahwa literasi digital dan manajemen strategis saling melengkapi dalam memperkuat daya saing UMKM. Pendekatan berbasis teori Resource-Based View (RBV) dan Diffusion of Innovation (DOI) menjadi kerangka yang efektif untuk memahami dinamika adopsi teknologi serta pengelolaan sumber daya internal UMKM. Implikasi teoritis dari penelitian ini mendukung validitas integrasi RBV dan DOI dalam pengembangan strategi pemberdayaan berbasis kapasitas. Sementara itu, kontribusi praktisnya menekankan perlunya kebijakan dan program terintegrasi yang menggabungkan pelatihan digital dan manajerial secara kontekstual. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan awal untuk pengembangan model pemberdayaan UMKM terpencil yang lebih adaptif terhadap era transformasi digital

    Efektivitas Dan Efisiensi Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Tolitoli Tahun 2018-2022

    Get PDF
    Efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Tolitoli Tahun 2018-2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Tolitoli Tahun 2018-2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknis analisis data rasio efektivitas dan rasio efisiensi dengan data sekunder yang diperoleh di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis efektivitas pengelolaan keuangan daerah pada belanja modal dengan rata-rata pada Tahun anggaran 2018 sampai dengan Tahun anggaran 2022 sebesar 94,57 persen tergolong efektif. Analisis efisiensi pengelolaan keuangan daerah dengan rata-rata sebesar 94,65 persen tergolong kurang efisien.  Efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Tolitoli Tahun 2018-2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Tolitoli Tahun 2018-2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknis analisis data rasio efektivitas dan rasio efisiensi dengan data sekunder yang diperoleh di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis efektivitas pengelolaan keuangan daerah pada belanja modal dengan rata-rata pada Tahun anggaran 2018 sampai dengan Tahun anggaran 2022 sebesar 94,57 persen tergolong efektif. Analisis efisiensi pengelolaan keuangan daerah dengan rata-rata sebesar 94,65 persen tergolong kurang efisien.

    Strategi Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Penanggulangan Fakir Miskin di Wilayah Perkotaan Kabupaten Tolitoli

    Get PDF
    This study analyzes the collaborative strategy between the government and the community to address poverty in the urban areas of Tolitoli Regency. The study was conducted in Baolan District, Tolitoli Regency. The method used was a qualitative, descriptive-explanatory approach with purposive selection of informants, observation, in-depth interviews, and FGDs; data analysis followed the approach of Miles, Huberman, and Saldana, combined with Geoff Mulgan\u27s strategic framework (purpose, environment, direction, action, learning). The results showed that: the objectives of government and community collaboration were recognized normatively but had not been internalized into operational practices so that program priorities and community participation were inconsistent; complex environmental conditions and poor quality data on prospective recipients increased the risk of inclusion and exclusion; formal strategic direction was available but day-to-day implementation depended on intermediate actors with varying capacities, resulting in inconsistencies; and learning and evaluation mechanisms were not yet integrated so that field feedback rarely changed policy.Penelitian ini menganalisis strategi kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan fakir miskin di wilayah perkotaan Kabupaten Tolitoli. Studi dilaksanakan di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli . Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif-eksplanatif dengan pemilihan informan secara purposive, observasi, wawancara mendalam dan FGD; analisis data mengikuti pendekatan Miles, Huberman, dan Saldana dipadukan dengan kerangka strategi Geoff Mulgan (purpose, environment, direction, action, learning). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tujuan kolaborasi pemerintah dan masyarakat diakui secara normatif tetapi belum terinternalisasi ke praktik operasional sehingga prioritas program dan partisipasi masyarakat belum konsisten; kondisi lingkungan yang kompleks dan kualitas data calon penerima lemah memperbesar risiko inklusi dan eksklusi; arahan strategis formal tersedia namun implementasi sehari hari bergantung pada aktor menengah dengan kapasitas beragam sehingga terjadi ketidakseragaman; serta mekanisme pembelajaran dan evaluasi belum terintegrasi sehingga umpan balik lapangan jarang mengubah kebijakan

    Pengaruh Perbedaan Kemasan dan Suhu Penyimpanan Terhadap Laju Kematangan Pisang Mauli (Musa Acuminata)

    Get PDF
    Pisang Mauli (Musa Acuminata) merupakan salah satu varietas lokal unggulan asal Kalimantan Selatan yang banyak dikonsumsi dalam keadaan segar. Namun, seperti buah tropis lainnya, pisang ini memiliki umur simpan yang singkat akibat proses respirasi dan transpirasi yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap laju kematangan pisang Mauli selama tiga hari penyimpanan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu jenis kemasan (PP, PE, vakum, dan kontrol) dan suhu penyimpanan (ruang dan chiller). Parameter yang diamati meliputi perubahan bobot, uji organoleptik warna, aroma, dan tekstur yang dinilai oleh 15 panelis. Hasil menunjukkan bahwa memperpanjang umur simpan pisang Mauli secara optimal terdapat pada penggunaan kemasan vacuum dan penyimpanan pada suhu chiller (±13–15 °C). Kombinasi ini paling efektif dalam menjaga kualitas warna, tekstur, dan aroma pisang, serta menghambat perubahan fisiologis yang menyebabkan kematangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei dan dilakukan di Laboratorium Terpadu 2, Laboratorium Pengolahan Pangan, Institut Teknologi Kalimantan.Pisang Mauli (Musa Acuminata) merupakan salah satu varietas lokal unggulan asal Kalimantan Selatan yang banyak dikonsumsi dalam keadaan segar. Namun, seperti buah tropis lainnya, pisang ini memiliki umur simpan yang singkat akibat proses respirasi dan transpirasi yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap laju kematangan pisang Mauli selama tiga hari penyimpanan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu jenis kemasan (PP, PE, vakum, dan kontrol) dan suhu penyimpanan (ruang dan chiller). Parameter yang diamati meliputi perubahan bobot, uji organoleptik warna, aroma, dan tekstur yang dinilai oleh 15 panelis. Hasil menunjukkan bahwa memperpanjang umur simpan pisang Mauli secara optimal terdapat pada penggunaan kemasan vacuum dan penyimpanan pada suhu chiller (±13–15 °C). Kombinasi ini paling efektif dalam menjaga kualitas warna, tekstur, dan aroma pisang, serta menghambat perubahan fisiologis yang menyebabkan kematangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei dan dilakukan di Laboratorium Terpadu 2, Laboratorium Pengolahan Pangan, Institut Teknologi Kalimantan.

    Pengaruh Kualitas Warna Ikan Guppy (Poecilia Reticulata) Yang Diberi Pakan Tepung Kepala Udang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan warna ikan guppy (Poecilia reticulat) yang dilakukan di wadah berukuran kecil dengan kapasitas 5 liter sebanyak 12 buah. Metode penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan acak lengkap) dengan empat perlakuan di ulang sebanyak tiga kali yaitu P0 (Perlakuan control), P1 (Perlakuan menggunakan tepung kepala udang dosis 10%), P2 (Perlakuan menggunakan tepung kepala udang dosis 15%), dan P3 (Perlakuan menggunakan tepung kepala udang dosis 20%). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari – Maret 2024. Yang berlokasi di LAB basah Perikanan Universitas Madako. Hasil penelitian selama 40 hari menunjukkan bahwa terjadi peningkatan warna merah jingga pada ikan guppy, peningkatan warna tertinggi terjadi pada perlakuan tepung kepala udang 10%, selanjutnya di ikuti dengan perlakuan tepung kepala udang 15%, perlakuan tepung kepala udang 20%, terjadi peningkatan warna yang berbeda-beda dalam setiap perlakuan disebabkan karena ikan memiliki tingkat penyerapan yang berbeda-beda terhadap jenis pigmen warna dan dosis yang diberikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan warna ikan guppy (Poecilia reticulat) yang dilakukan di wadah berukuran kecil dengan kapasitas 5 liter sebanyak 12 buah. Metode penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan acak lengkap) dengan empat perlakuan di ulang sebanyak tiga kali yaitu P0 (Perlakuan control), P1 (Perlakuan menggunakan tepung kepala udang dosis 10%), P2 (Perlakuan menggunakan tepung kepala udang dosis 15%), dan P3 (Perlakuan menggunakan tepung kepala udang dosis 20%). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari – Maret 2024. Yang berlokasi di LAB basah Perikanan Universitas Madako. Hasil penelitian selama 40 hari menunjukkan bahwa terjadi peningkatan warna merah jingga pada ikan guppy, peningkatan warna tertinggi terjadi pada perlakuan tepung kepala udang 10%, selanjutnya di ikuti dengan perlakuan tepung kepala udang 15%, perlakuan tepung kepala udang 20%, terjadi peningkatan warna yang berbeda-beda dalam setiap perlakuan disebabkan karena ikan memiliki tingkat penyerapan yang berbeda-beda terhadap jenis pigmen warna dan dosis yang diberikan

    PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENGEMBANGKAN KARANG TARUNA DI DESA AUNG KECAMATAN GALANG KABUPATEN TOLITOLI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana keterlibatan pemerintah desa dalam upaya pengembangan Karang Taruna di Desa Aung berdasarkan 3 indikator yaitu peran pribadi (Interpersonal role), peranan berkaitan dengan informasi (Informasi role) dan peran keputusan (Decision role). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, Teknik analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat 7 informan yang dipilih melalui teknik purposive. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran pemerintah desa dalam mengembangkan karang taruna belum sesuai dengan apa yang diharapakan oleh semua pihak. Pertama peran pribadi, peran pemerintah Desa Aung belum berjalan maksimal secara individu. Kedua peranan yang berkaitan dengan informasi, pemerintah Desa Aung sudah cukup baik, tetapi dari pihak pengurus karang taruna kurang tanggap dalam merespon informasi yang disampaikan. Ketiga peran keputusan, pemerintah desa dalam pengambilan keputusan belum berjalan dengan baik, dikarenakan banyak hal yang berhubungan dengan pengembangan karang taruna belum diputuskan dengan baik oleh pemerintah desa.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana keterlibatan Pemerintah Desa dalam upaya pengembangan Karang Taruna di Desa Aung, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, berdasarkan variabel Peran Pribadi (Interpersonal Role), Peranan Berkaitan dengan Informasi (Informasi Role), dan Peran Keputusan (Decision Role). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif , teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi, Teknik analisis data yang di gunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat 7 informan yang dipilih melalui teknik purposive. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan Peneliti menyimpulkan bahwa belum sesuai apa yang diharapakan antara fakta dan teori yang digunakan dalam teori Thoha, 2012 Pertama, Peran Pribadi (Interpersonal Role)`peran Pemerintah Desa Aung belum berjalan maksimal secara invidu. Kedua, Peranan Berkaitan dengan Informasi (Informasi Role) peran Pemerintah Desa Aung dalam mengembangkan karang taruna sudah cukup baik tetapi dari pihak pengurus karang taruna kurang cepat tanggap dalam merespon informasi yang disampaikan. Ketiga, Peran Keputusan (Decision Role) Pemerintah Desa dalam pengambilan keputusan belum berjalan dengan baik dikarenakan hal-hal yang berkaitan dengan karang taruna belum diputuskan dengan baik

    IMPLEMENTASI PROGRAM LITERASI UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS III SDN KABINUANG

    Get PDF
    Literacy skills, especially reading, are a crucial foundation for successful learning in elementary schools. However, low reading interest remains a challenge, including at SDN Kabinuang, where most third-grade students prefer playing over reading. To address this issue, a literacy program was implemented using varied teaching media, including an educational film on anti-bullying, word search activities, and word puzzles. The program took place on July 25, 2025, at SDN Kabinuang, Dampal Utara District, Tolitoli Regency. The film provided a visual understanding of bullying issues, while the word search and puzzles trained concentration, logical thinking, and vocabulary enrichment. The results indicated increased student participation, learning enthusiasm, and positive attitudes toward reading. The use of varied media proved effective in creating an interactive and enjoyable learning environment while instilling positive moral values. This program aligns with the National Literacy Movement and is expected to serve as a model for effective literacy implementation in elementary schools to develop intelligent, critical, and competitive young generations in the information era.Kemampuan literasi, khususnya membaca, merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Namun, rendahnya minat baca masih menjadi tantangan, termasuk di SDN Kabinuang, di mana sebagian besar siswa kelas III lebih tertarik bermain dibanding membaca. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilaksanakan program literasi menggunakan media ajar variatif berupa film edukatif bertema melawan perundungan, kumpulan huruf acak, dan puzzle kata. Kegiatan ini berlangsung pada 25 Juni 2025 di SDN Kabinuang, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli. Pemutaran film memberikan pemahaman visual tentang isu perundungan, sementara permainan huruf acak dan puzzle kata melatih konsentrasi, logika, dan pengayaan kosakata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi siswa, antusiasme belajar, serta sikap positif terhadap membaca. Variasi media pembelajaran terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, sekaligus menanamkan nilai moral positif. Program ini selaras dengan Gerakan Literasi Nasional dan diharapkan menjadi model penerapan literasi efektif di sekolah dasar, guna membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing di era informasi

    696

    full texts

    744

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumpulan Jurnal Universitas Madako
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇