Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Identifikasi SNP pada Gen CAPN1, MSTN Dan FREM2 sebagai Marka Genetik dalam Peningkatan Kualitas Daging Sapi Bali (Article Review)
Sapi Bali merupakan sapi potong asli Indonesia yang memiliki potensi genetik tinggi dalam menghasilkan daging berkualitas dengan persentase karkas lebih besar dibandingkan sapi lokal lainnya. Kualitas daging ditentukan oleh beberapa indikator penting seperti kelembutan, marbling, rasa, dan warna, yang sangat memengaruhi preferensi konsumen dan nilai ekonomi. Seiring kemajuan teknologi molekuler, identifikasi penanda genetik berbasis single nucleotide polymorphism (SNP) menjadi strategi efektif dalam seleksi genetik untuk peningkatan kualitas daging sapi Bali. Penelitian ini merupakan studi deskriptif berbasis tinjauan pustaka dengan data sekunder yang diperoleh dari berbagai publikasi ilmiah yang diakses melalui PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “Bali cattle”, “meat quality”, dan “meat quality genes”. Artikel yang dikaji dipilih berdasarkan relevansi, tahun terbit 2010-2024, serta kesesuaian dengan topik genetik sapi Bali. Hasil telaah menunjukkan bahwa gen CAPN1 dan MSTN memiliki beberapa SNP signifikan yang berhubungan dengan kelembutan dan komposisi otot, sedangkan gen FREM2 memiliki satu SNP yang terkait dengan pembentukan jaringan ikat yang memengaruhi tekstur daging. Temuan ini memperkuat potensi penggunaan ketiga gen tersebut sebagai marka seleksi dalam program pemuliaan sapi Bali untuk peningkatan kualitas daging secara genetik.Sapi Bali merupakan sapi potong asli Indonesia yang memiliki potensi genetik tinggi dalam menghasilkan daging berkualitas dengan persentase karkas lebih besar dibandingkan sapi lokal lainnya. Kualitas daging ditentukan oleh beberapa indikator penting seperti kelembutan, marbling, rasa, dan warna, yang sangat memengaruhi preferensi konsumen dan nilai ekonomi. Seiring kemajuan teknologi molekuler, identifikasi penanda genetik berbasis single nucleotide polymorphism (SNP) menjadi strategi efektif dalam seleksi genetik untuk peningkatan kualitas daging sapi Bali. Penelitian ini merupakan studi deskriptif berbasis tinjauan pustaka dengan data sekunder yang diperoleh dari berbagai publikasi ilmiah yang diakses melalui PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “Bali cattle”, “meat quality”, dan “meat quality genes”. Artikel yang dikaji dipilih berdasarkan relevansi, tahun terbit 2010-2024, serta kesesuaian dengan topik genetik sapi Bali. Hasil telaah menunjukkan bahwa gen CAPN1 dan MSTN memiliki beberapa SNP signifikan yang berhubungan dengan kelembutan dan komposisi otot, sedangkan gen FREM2 memiliki satu SNP yang terkait dengan pembentukan jaringan ikat yang memengaruhi tekstur daging. Temuan ini memperkuat potensi penggunaan ketiga gen tersebut sebagai marka seleksi dalam program pemuliaan sapi Bali untuk peningkatan kualitas daging secara genetik
Penyuluhan Penyakit Malaria sebagai Upaya Promotif pada Siswa SMP Negeri 10 Kendari
Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis seperti Kota Kendari. Penyuluhan kepada remaja sekolah merupakan strategi promotif yang potensial untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku pencegahan penyakit malaria. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 10 Kendari tentang penyakit malaria. Penyuluhan dilaksanakan pada Bulan Desember 2024 di SMP Negeri 10 Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Peserta penyuluhan adalah siswa kelas VIII dan kelas IX yang berjumlah 23 orang siswa. Kegiatan ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode penyuluhan dengan ceramah yang dibantu dengan media leaflet. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penyakit malaria. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara signifikan pada kategori baik yaitu dari 39% sebelum dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 96% setelah dilakukan penyuluhan. Kegiatan ini berjalan lancar dengan partisipasi aktif peserta dan pihak sekolah mendukung pelaksanaan kegiatan. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa tentang malaria. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan edukasi promotif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah endemis seperti Kota Kendari. Penyuluhan kepada remaja sekolah merupakan strategi promotif yang potensial untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku pencegahan penyakit malaria. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 10 Kendari tentang penyakit malaria. Penyuluhan dilaksanakan pada Bulan Desember 2024 di SMP Negeri 10 Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Peserta penyuluhan adalah siswa kelas VIII dan kelas IX yang berjumlah 23 orang siswa. Kegiatan ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode penyuluhan dengan ceramah yang dibantu dengan media leaflet. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penyakit malaria. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara signifikan pada kategori baik yaitu dari 39% sebelum dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 96% setelah dilakukan penyuluhan. Kegiatan ini berjalan lancar dengan partisipasi aktif peserta dan pihak sekolah mendukung pelaksanaan kegiatan. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa tentang malaria. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan edukasi promotif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat
Analisis Risiko Produksi Usaha Ayam Petelur di Kabupaten Tolitoli (Studi Kasus Desa Dadakitan, Kecamatan Baolan)
This study aims to analyze production risks faced by layer chicken farmers in Dadakitan Village, Baolan District, Tolitoli Regency, as well as the strategies implemented to overcome them. The research employed a qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, observations, and documentation. The research informant was the owner of a layer chicken farm with a population of 7,000 birds producing an average of 3,000 eggs per day. The results revealed that the main risks in layer farming include human resources (HR), climate change, diseases, chicken mortality, environmental issues, and feed price fluctuations. These risks directly impact productivity decline and business sustainability. Strategies applied by farmers to mitigate these risks include developing standard operating procedures (SOP), conducting technical training, improving farm management, implementing biosecurity measures, administering vaccines and vitamins, maintaining environmental hygiene, and adjusting feed formulations with local ingredients. In conclusion, risk identification and the application of appropriate mitigation strategies can help farmers maintain productivity and ensure the sustainability of layer chicken farming in the study area.Telur ayam ras merupakan bahan pangan yang bernilai gizi tinggi, tetapi mudah mengalami penurunan kualitas selama penyimpanan akibat perubahan fisik dan kimia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa simpan adalah dengan menggunakan bahan pelapis alami seperti Virgin Coconut Oil (VCO). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelapisan VCO terhadap kualitas internal telur ayam ras selama penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan, sehingga diperoleh 28 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas telur segar (kontrol), telur tanpa pelapisan VCO yang disimpan 7, 14, dan 21 hari, serta telur dengan pelapisan VCO yang disimpan pada periode yang sama. Variabel yang diamati meliputi Haugh Unit, berat telur, rongga udara, indeks putih, dan indeks kuning telur. Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA), dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan VCO secara nyata mampu mempertahankan kualitas internal telur dibandingkan tanpa pelapisan. Perlakuan dengan VCO memberikan nilai Haugh Unit, indeks putih, dan indeks kuning yang lebih tinggi, serta menekan kehilangan bobot dan pembesaran rongga udara selama penyimpanan. Dapat disimpulkan bahwa pelapisan telur dengan VCO merupakan metode sederhana dan efektif untuk mempertahankan mutu telur ayam ras pada penyimpanan suhu ruang
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Harga Ayam Pedaging di Pasar Tradisional Kabupaten Tolitoli
This study aims to identify the factors influencing consumer perceptions of broiler chicken prices in Susumbolan Market and Bumi Harapan Market, Tolitoli Regency. The research location was determined using purposive sampling, with a total of 35 respondents consisting of consumers/purchasers of broiler. This research employed a descriptive approach, and the data were analyzed using descriptive analysis and Spearman’s Rank Correlation. The results showed that consumer perceptions of broiler chicken prices in both markets were influenced by several independent variables, including age (X1), gender (X2), education level (X3), family dependents (X4), and income level (X5). Overall, these variables contributed to shaping consumer perceptions of broiler chicken prices. These findings highlight that consumers’ socio-economic factors are significant determinants in understanding price perceptions in traditional markets, and they can serve as a basis for developing marketing strategies and pricing policies.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi persepsi harga ayam pedaging (broiler) di Pasar Susumbolan dan Pasar Bumi Harapan, Kabupaten Tolitoli. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan jumlah responden sebanyak 35 orang konsumen/pembeli ayam pedaging. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan analisis data melalui dua pendekatan, yaitu analisis deskriptif dan analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga daging ayam pedaging di kedua pasar dipengaruhi oleh beberapa variabel bebas, meliputi umur (X1), jenis kelamin (X2), tingkat pendidikan (X3), jumlah tanggungan keluarga (X4), dan tingkat pendapatan (X5). Secara keseluruhan, kelima variabel tersebut berkontribusi dalam membentuk persepsi konsumen terhadap harga ayam pedaging. Temuan ini menegaskan bahwa faktor sosial-ekonomi konsumen menjadi determinan penting dalam memahami pola persepsi harga di pasar tradisional, sehingga dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi pemasaran dan kebijakan harga
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA LAKATAN KECAMATAN GALANG KABUPATEN TOLITOLI
Partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di Desa Lakatan masih belum sepenuhnya optimal, terutama dalam pengambilan keputusan dan evaluasi. Meskipun masyarakat terlibat dalam pelaksanaan dan penggunaan fasilitas, hambatan seperti komunikasi yang kurang efektif dan keterbatasan sumber daya menyebabkan partisipasi mereka belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat secara lebih menyeluruh agar pembangunan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Lakatan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui mengumpulkan data yang dibutuhkan secara sistematis, reduksi data yaitu merangkum data yag telah dikumpulkan, penyajian data yaitu menyusun sekumpulan data agar dapat dipahami dan mudah dianalisis, serta yang terakhir penarikan kesimpulan yaitu sebuah kesimpulan dari susunan data yang sudah dianalisis. Hasil penelitian peneliti menunjukkan bahwa dari 4 indikator teori (Wahyuningsi, 2019) dimana ada 2 indikator yang telah berjalan optimal yaitu partisipasi dalam pelaksanaan dan partisipasi dalam pengambilan pemanfaatan, sementara 2 indikator lainnya belum berjalan dengan baik yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan dan partisipasi dalam evaluasi, oleh karena itu secara umum partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di Desa Lakatan belum terlaksana dengan efektif dan efesien.Partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di Desa Lakatan masih belum sepenuhnya optimal, terutama dalam pengambilan keputusan dan evaluasi. Meskipun masyarakat terlibat dalam pelaksanaan dan penggunaan fasilitas, hambatan seperti komunikasi yang kurang efektif dan keterbatasan sumber daya menyebabkan partisipasi mereka belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat secara lebih menyeluruh agar pembangunan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Lakatan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman ada 4 cara yaitu pengumpulan data yaitu teknik mengumpulkan data yang dibutuhkan secara sistematis, Reduksi data yaitu merangkum data yag telah dikumpulkan, penyajian data yaitu menyusun sekumpulan data agar dapat dipahami dan mudah dianalisis, penarikan kesimpulan yaitu sebuah kesimpulan dari susunan data yang sudah dianalisis.Hasil penelitian peneliti menunjukkan bahwa dari keempat indikator teori (Wahyuningsi, 2019) dimana ada dua indikator yang telah terpenuhi yaitu partisipasi dalam pelaksanaan dan partisipasi dalam pengambilan pemanfaatan dan dua indikator lainnya tidak terpenuhiyaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan dan partisipasi dalam evaluasi, oleh karena itu partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di desa lakatan kecamatan galang kabupaten tolitoli belum terlaksana dengan efektif dan efesien
Efektifitas Pengawasan Narapidana Dalam Mewujudkan Keamanan Dan Ketertiban Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli
Tujuan penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam efektivitas pengawasan narapidana dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teknik purposive untuk memilih 7 informan, serta menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan dari Miles dan Huberman. Berdasarkan teori efektivitas menurut Duncan dalam Martinina et al., (2018) ditarik kesimpulan bahwa pengawasan narapidana yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli belum dapat mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Dari 3 indikator efektfitas, hanya indikator integrasi yang tercapai. Pencapaian tujuan, yaitu tujuan pengawasan narapidana di Lapas Kelas IIB Tolitoli belum terpenuhi. Rasio petugas dan jumlah narapidana belum sesuai, pelatihan bagi petugas jaga berkaitan dengan peningkatan kapasitas belum maksimal, masih ada pegawai kurang disiplin dan minimnya kesadaran narapidana. Integrasi, Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli aktif dalam memberikan pencerahan kepada narapidana dengan melibatkan pegawai Lapas dalam setiap kesempatan. Selain itu, kerja sama dengan instansi lain seperti kepolisian juga sering dilakukan. Adaptasi, meskipun memiliki aturan pelaksanaan pengawasan yang jelas, kepatuhan terhada aturan tersebut terkadang kurang optimal. Faktor-faktor seperti keuangan keluarga, pengaruh negatif dari lingkungan sekitar, serta ketidakpastian masa depan setelah bebas juga membuat narapidana sulit beradaptasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam efektivitas pengawasan narapidana dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti gunakan teknik purposive sampling untuk memilih 7 informan, serta menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan dari Miles dan Huberman. Berdasarkan teori efektivitas menurut Duncan (Luh Gede Yuli Martinina et al., 2018), penelitian ini berkesimpulan bahwa pengawasan narapidana yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli belum dapat mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Dari 3 ukuran efektfitas yang diteliti, hanya indikator integrasi yang tercapai. Pencapaian tujuan, yaitu tujuan pengawasan narapidana di Lapas Kelas IIB Tolitoli belum terpenuhi. Rasio petugas jaga dan jumlah narapidana belum sesuai, Pelatihan bagi petugas jaga berkaitan dengan peningkatan kapasitas belum ada, masih ada pegawai kurang disiplin, dan kurangnya kesadaran narapidana. Integrasi, yaitu Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli aktif dalam memberikan pencerahan kepada narapidana dengan melibatkan pegawai lapas dalam setiap kesempatan. Selain itu, kerjasama dengan instansi vertikal seperti kepolisian juga sering dilakukan. Adaptasi, yaitu meskipun memiliki aturan pelaksanaan pengawasan yang jelas, kepatuhan terhadapnya terkadang kurang optimal. Faktor-faktor seperti situasi keuangan keluarga, pengaruh negatif dari lingkungan sekitar, serta ketidakpastian masa depan setelah bebas, menjadi hal yang sulit narapidana beradaptasi
Kualitas Pelayanan Pindah Domisili Di Kantor Desa Gio Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pelayanan pindah domisili yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Gio Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Dalam penelitian ini terdapat 6 informan yang dipilih melalui teknik purposive dan yang menjadi informan kunci adalah Kepala Desa Gio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayana pindah domisili pada kantor Desa Gio dengan menggunakan lima indikator Keandalan, Ketanggapan, Jaminan, Empati dan Berwujud, bisa dikatakan sudah cukup berkualitas dalam berkemampuan memberikan pelayanan, akan tetapi lambat dalam pengurusan pelayanan khususnya pindah domisili, adapun juga kurang memberikan penjelasan terkait syarat-syarat pengurusan pelayanan pindah domisili, aparat Desa Gio belum cukup tanggap dalam memberikan pelayanan, hal ini kurang mendengar atas apa yang menjadi keluhan masyarakat serta lambat dalam mengatasi proses pelayanan pindah domisli, pemerintah Desa Gio juga kurang dalam memberikan respon yang baik terkait pengurusan pelayanan pindah domisli, dan peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan. Kemudian pegawai kurang memahami dalam penggunaan peralatan yang ada pada kantor Desa Gio.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pelayanan pindah domisili yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Gio Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Dalam penelitian ini terdapat 6 informan yang dipilih melalui teknik purposive dan yang menjadi informan kunci adalah Kepala Desa Gio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayana pindah domisili pada kantor Desa Gio dengan menggunakan lima indikator Keandalan, Ketanggapan, Jaminan, Empati dan Berwujud, bisa dikatakan sudah cukup berkualitas dalam berkemampuan memberikan pelayanan, akan tetapi lambat dalam pengurusan pelayanan khususnya pindah domisili, adapun juga kurang memberikan penjelasan terkait syarat-syarat pengurusan pelayanan pindah domisili, aparat Desa Gio belum cukup tanggap dalam memberikan pelayanan, hal ini kurang mendengar dengan apa yang menjadi keluhan masyarakat dan juga lambat dalam mengatasi proses pelayanan pindah domisli, pemerintahb Desa Gio kurang juga memberikan sifat yang baik terkait pengurusan pelayanan pindah domisli, dan peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan dan juga pegawai kurang memahami dalam penggunaan peralatan yang ada pada kantor Desa Gio Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli
PERAN DESAIN LABEL DAN MEDIA SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN USAHA TEMPE LOKAL DI DESA LEMBA HARAPAN
Tempeh is one of Indonesia\u27s traditional foods that holds high nutritional value and significant economic potential, especially when managed by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This community service activity focused on the development of local tempeh businesses in Lemba Harapan Village, South Dampal District, Tolitoli Regency, to enhance MSME capacity through strengthening product identity and utilizing social media as a means of digital promotion. The implementation method employed a participatory and educational approach, including field surveys, label design, technical assistance in label application, and training on social media management. The results of the activity showed that business actors successfully developed a product identity in the form of business labels and logos, acquired basic skills in branding, and utilized social media to expand their marketing reach. Furthermore, the active involvement of business owners in each stage of the activity indicated increased motivation and independence in developing their businesses. This initiative has had a positive impact on strengthening the competitiveness of local tempeh businesses. The simple yet targeted mentoring model can be replicated in other micro-enterprises as a strategy to support MSME empowerment and sustainable rural economic development.Tempe merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi serta potensi ekonomi yang besar, terutama ketika dikelola oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pengembangan usaha tempe lokal di Desa Lemba Harapan, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli, dengan tujuan meningkatkan kapasitas UMKM melalui penguatan identitas produk dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi digital. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, meliputi survei lapangan, pembuatan desain label, pendampingan teknis dalam penempelan label, serta pelatihan pengelolaan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku usaha berhasil memiliki identitas produk berupa label dan logo usaha, memperoleh keterampilan dasar dalam branding, serta memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran. Selain itu, keterlibatan aktif pelaku usaha dalam setiap tahapan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan kemandirian dalam mengembangkan usaha. Kegiatan ini berdampak positif terhadap penguatan daya saing usaha tempe lokal, dan model pendampingan sederhana namun tepat sasaran ini dapat direplikasi pada usaha mikro lain sebagai upaya mendukung penguatan UMKM dan pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan
PENINGKATAN PEMAHAMAN HUKUM DAN KONSERVASI PENYU MELALUI PENDEKATAN EDUKASI DAN PARTISIPATIF DI DESA SIMATANG UTARA
Turtles are ancient animals that play a vital role in maintaining the balance of marine ecosystems. However, their populations are increasingly threatened by the practice of egg harvesting and catching adult turtles in coastal areas, including North Simatang Village. This community service program aims to increase legal and ecological awareness among the community regarding the importance of turtle protection and to revitalize local wisdom values in conservation. The methods used include field observation, legal outreach, ecological counseling, community-based conservation training, and the formation of Conservation Awareness Groups (KSK). The program was conducted over approximately two weeks, involving approximately 20 households and coastal community groups. The results of the community service program indicate an increase in legal and ecological understanding, a growing collective commitment to reducing turtle exploitation practices, and the emergence of sustainable conservation initiatives integrated into the Village Medium-Term Development Plan (RPJMDes). Thus, this program has proven effective in building collective awareness and strengthening the community\u27s role in turtle conservation efforts at the local level.Penyu merupakan satwa purba yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, namun populasinya semakin terancam akibat praktik pengambilan telur dan penangkapan penyu dewasa di wilayah pesisir, termasuk Desa Simatang Utara. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan ekologis masyarakat mengenai pentingnya perlindungan penyu serta menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal dalam konservasi. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, sosialisasi hukum, penyuluhan ekologis, pelatihan konservasi berbasis masyarakat, dan pembentukan Kelompok Sadar Konservasi (KSK). Kegiatan dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu dengan melibatkan sekitar 20 rumah tangga dan kelompok masyarakat pesisir. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman hukum dan ekologis, tumbuhnya komitmen kolektif untuk mengurangi praktik eksploitasi penyu, serta munculnya inisiatif konservasi berkelanjutan yang terintegrasi dalam RPJMDes. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif serta memperkuat peran masyarakat dalam upaya pelestarian penyu di tingkat lokal
Pengaruh Faktor Produksi Terhadap Pendapatan Peternakan Ayam Petelur: Studi Kasus pada Peternakan Dicky Ras di Kabupaten Tolitoli
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnhya pendapatan dan kelayakan dalam usaha peternakan dicky ras, metode yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka serta analisis data menggunakan analisis pendapatan dan kelayakan usaha. Hasil penelitian di peroleh bahwa peternakan Dicky ras mendapat penerimaan sebesar Rp 464.655.000 pendapatan sebesar Rp. 119.091.284, dengan nilai R/C sebesar 1,34. Dapat disimpulkan bahwa secara statistic peternakan Dicky Ras layak untuk diusahakan dan dikembangkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnhya pendapatan dan kelayakan dalam usaha peternakan dicky ras, metode yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka serta analisis data menggunakan analisis pendapatan dan kelayakan usaha. Hasil penelitian di peroleh bahwa peternakan Dicky ras mendapat penerimaan sebesar Rp 464.655.000 pendapatan sebesar Rp. 119.091.284, dengan nilai R/C sebesar 1,34. Dapat disimpulkan bahwa secara statistic peternakan Dicky Ras layak untuk diusahakan dan dikembangkan