Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Pengaruh Level Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap Fertilitas, Daya Tetas, dan Mortalitas Embrio Telur Ayam Kampung
Penetasan telur ayam kampung masih menghadapi kendala berupa rendahnya tingkat fertilitas, daya tetas, dan tingginya kematian embrio. Salah satu upaya peningkatan keberhasilan penetasan adalah melalui perlakuan sanitasi telur menggunakan bahan alami yang bersifat antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dengan level berbeda terhadap fertilitas, daya tetas, dan mortalitas embrio telur ayam kampung. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (P0 = akuades, P1 = 50% ekstrak cengkeh, P2 = 75% ekstrak cengkeh, P3 = 100% ekstrak cengkeh) dan lima ulangan, masing-masing ulangan terdiri atas tiga butir telur sehingga total 60 telur. Perlakuan dilakukan dengan mengoleskan ekstrak daun cengkeh pada permukaan telur sebelum dimasukkan ke mesin tetas. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji BNJ. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun cengkeh berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap fertilitas dan mortalitas embrio, tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap daya tetas. Perlakuan P2 (75%) menghasilkan fertilitas tertinggi (100%) dan mortalitas embrio terendah (33,33%), sedangkan perlakuan P0 memiliki hasil terburuk. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun cengkeh pada level 75% efektif meningkatkan fertilitas dan menurunkan mortalitas embrio, sehingga berpotensi digunakan sebagai desinfektan alami untuk meningkatkan keberhasilan penetasan telur ayam kampung
PELATIHAN APLIKASI QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN INTERAKTIF SDN 3 TAMPIALA
The Quizizz application training at SDN 3 Tampiala was conducted as an effort to improve teacher competency in integrating digital technology into interactive learning. The background of this activity was the still limited use of technology-based learning media by teachers, who tended to use conventional methods such as lectures and written assignments, resulting in less than optimal student engagement. Through this training, teachers were equipped with practical skills in creating quiz-based questions, setting game modes, using leaderboard features and instant feedback, and analyzing student learning outcomes more quickly and efficiently. The implementation results showed an increase in teacher competency both in terms of technical skills and creativity in designing learning. In addition, this training had a positive impact on increasing student learning motivation because the learning environment became more enjoyable and interactive. However, several obstacles such as limited internet connection and differences in teachers\u27 initial abilities in using digital devices still remain obstacles that need to be addressed. Overall, this training successfully became the first step in supporting digital transformation in education, as well as providing alternative learning methods relevant to the needs of 21st-century students.Pelatihan aplikasi Quizizz di SDN 3 Tampiala dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital pada pembelajaran interaktif. Latar belakang kegiatan ini adalah masih terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi oleh guru, yang cenderung menggunakan metode konvensional seperti ceramah dan penugasan tertulis sehingga keterlibatan siswa kurang optimal. Melalui pelatihan ini, guru dibekali keterampilan praktis dalam membuat soal berbasis kuis, mengatur mode permainan, menggunakan fitur leaderboard dan umpan balik instan, serta menganalisis hasil belajar siswa dengan lebih cepat dan efisien. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru baik dalam aspek keterampilan teknis maupun kreativitas dalam merancang pembelajaran. Selain itu, pelatihan ini berdampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa karena suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Walaupun demikian, beberapa kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan perbedaan kemampuan awal guru dalam menggunakan perangkat digital masih menjadi hambatan yang perlu diperhatikan. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil menjadi langkah awal dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan, serta memberikan alternatif metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21.
 
IMPLEMENTASI METODE BELAJAR SAMBIL BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SDN LEMBAH HARAPAN
Elementary education is a fundamental foundation for developing children’s quality, particularly in literacy and numeracy, which are key to future academic success. At SDN Lembah Harapan, students still face challenges in achieving basic competency standards in both skills. This program targeted all students, focusing on classes dominated by those with low literacy and numeracy abilities. Initial observations were conducted in July to identify issues, followed by program implementation in August through a Community Service (KKN) activity. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach, emphasizing active involvement of students, teachers, and university students. A learning-through-play method was applied as an innovative strategy to create an engaging, interactive environment that enhances motivation and participation. The program was designed based on constructivist and active learning theories, highlighting direct student involvement. Educational games were used to strengthen literacy and numeracy skills while developing social-emotional competencies. The results indicated increased learning interest, classroom participation, and understanding of basic literacy and numeracy concepts. These findings confirm that learning-through-play with a PAR approach can serve as an effective alternative to support the development of elementary students’ foundational competencies.Pendidikan dasar merupakan landasan penting dalam membentuk kualitas anak, khususnya pada keterampilan literasi dan numerasi yang menjadi kunci keberhasilan akademik di masa depan. Di SDN Lembah Harapan, masih terdapat tantangan dalam pencapaian kompetensi kedua keterampilan tersebut. Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh peserta didik, dengan fokus pada kelas yang mayoritas siswanya memiliki kemampuan literasi dan numerasi rendah. Observasi awal dilakukan pada bulan Juli untuk mengidentifikasi permasalahan, sedangkan program pengabdian dilaksanakan pada bulan Agustus melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif antara mahasiswa, guru, dan peserta didik. Metode belajar sambil bermain diterapkan sebagai strategi inovatif untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, serta mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Program dirancang berdasarkan teori konstruktivisme dan pembelajaran aktif, yang menekankan keterlibatan langsung siswa dalam proses belajar. Permainan edukatif digunakan untuk memperkuat penguasaan literasi dan numerasi sekaligus mengembangkan keterampilan sosial-emosional. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan minat belajar, partisipasi di kelas, serta pemahaman siswa terhadap konsep dasar literasi dan numerasi. Temuan ini menegaskan bahwa metode belajar sambil bermain dengan pendekatan PAR dapat menjadi alternatif efektif dalam mendukung pengembangan kompetensi dasar siswa sekolah dasar
STRATEGI BRANDING DIGITAL: PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PROMOSI PULAU TAMPELEKAN DI DESA SIMATANG TANJUNG
Tourism is an important sector that supports the economy in a region. One of the tourist destinations in Simatang Tanjung Village, North Dampal District, is Tampelekan Island. Few people outside know this destination; besides its location in a remote village, there is still a lack of manual and digital publications regarding this tourist attraction. Community Service Program students learned about the existence of Tempelekan Island tourist attraction when they first visited Simatang Tanjung Village. Next, direct observations were conducted on Tempelekan Island to identify its various potentials, including the richness of flora and fauna that are still natural and well-preserved. Based on the results of these observations, students then carried out promotional activities for Tampelekan Island tourism by focusing promotional efforts through social media, especially the Instagram platform. This promotional activity aimed to attract visitors to Tampelekan Island, in Simatang IslandPariwisata merupakan sektor penting yang mendukung perekonomian dalam suatu daerah, salah satu destinasi wisata yang ada di Desa Simatang Tanjung Kecamatan Dampal Utara adalah wisata pulau tampelekan. Belum banyak masyarakat luar yang mengetahui adanya destinasi ini, selain letaknya yang berada di Desa terpencil juga masih kurangnya publikasi manual maupun digital mengenai informasi tentang wisata tersebut. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata mengetahui keberadaan objek wisata Pulau Tempelekan saat pertama kali mengunjungi Desa Simatang Tanjung. Selanjutnya, dilakukanlah observasi secara langsung di Pulau Tempelekan untuk mengidentifikasi berbagai potensi yang dimiliki, salah satunya kekayaan flora dan fauna yang masih alami serta terjaga kelestariannya. Berdasarkan hasil observasi tersebut, mahasiswa kemudian melaksanakan kegiatan promosi wisata Pulau Tampelekan dengan memfokuskan upaya promosi melalui media sosial, khususnya platform Instagram. Tujuan dari kegiatan promosi ini untuk menarik minat pengunjung untuk berkunjung ke pulau tampelekan yang berada di pulau simatang
Tingkat Diversifikasi Pengeluaran Pangan Rumah Tangga Di Provinsi Bali
Masyarakat Bali yang cenderung lebih banyak mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan bukan makanan, seiring dengan peningkatan pendapatan dan perubahan gaya hidup. Diversifikasi pengeluaran pangan kerap menghadapi kesulitan yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti, pengeluaran rumah tangga dan harga pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat diversifikasi pengeluaran untuk pangan rumah tangga di Bali dengan mempertimbangkan pangsa pengeluaran pangan dalam rentang waktu 2004-2023. Dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini mengukur diversifikasi pengeluaran pangan menggunakan Indeks Berry (BI), yang mencerminkan variasi dalam konsumsi pangan rumah tangga. Metode analisis regresi linear berganda diterapkan untuk mengevaluasi pengaruh variabel independen, seperti pengeluaran per kapita dan harga komoditas pangan utama (beras, daging ayam ras, minyak goreng, dan gula), terhadap tingkat diversifikasi pengeluaran pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai Indeks Berry untuk rumah tangga di Bali adalah 0,8580, yang menunjukkan adanya pola konsumsi pangan yang beragam. Pengeluaran per kapita terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap diversifikasi pengeluaran pangan, sementara harga pangan yaitu harga beras, daging ayam ras, minyak goreng, dan gula tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan pengeluaran, harga beras, harga daging ayam ras, harga minyak goreng dan harga gula secara bersamaan menunjukan pengaruh yang signifikan.Masyarakat Bali yang cenderung lebih banyak mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan bukan makanan, seiring dengan peningkatan pendapatan dan perubahan gaya hidup. Diversifikasi pengeluaran pangan kerap menghadapi kesulitan yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti, pengeluaran rumah tangga dan harga pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat diversifikasi pengeluaran untuk pangan rumah tangga di Bali dengan mempertimbangkan pangsa pengeluaran pangan dalam rentang waktu 2004-2023. Dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini mengukur diversifikasi pengeluaran pangan menggunakan Indeks Berry (BI), yang mencerminkan variasi dalam konsumsi pangan rumah tangga. Metode analisis regresi linear berganda diterapkan untuk mengevaluasi pengaruh variabel independen, seperti pengeluaran per kapita dan harga komoditas pangan utama (beras, daging ayam ras, minyak goreng, dan gula), terhadap tingkat diversifikasi pengeluaran pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai Indeks Berry untuk rumah tangga di Bali adalah 0,8580, yang menunjukkan adanya pola konsumsi pangan yang beragam. Pengeluaran per kapita terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap diversifikasi pengeluaran pangan, sementara harga pangan yaitu harga beras, daging ayam ras, minyak goreng, dan gula tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan pengeluaran, harga beras, harga daging ayam ras, harga minyak goreng dan harga gula secara bersamaan menunjukan pengaruh yang signifikan
Analisis SWOT Kepemimpinan Otokratis
Analisis SWOT merupakan instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja suatu organisasi. Artikel ini mengkaji analisis SWOT gaya kepemimpinan otokratis, yang mana keputusan diambil sepenuhnya oleh pemimpin tanpa melibatkan input dari bawahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepustakaan atau studi literatur dimana peneliti dengan mengumpulkan referensi, bahan-bahan dari sumber-sumber yang relevan seperti buku dan jurnal yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan otokratis memiliki kekuatan dan kelemahan yang saling berhubungan. Di satu sisi, gaya kepemimpinan ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tegas, yang bermanfaat dalam situasi kritis atau darurat. Kontrol yang ketat terhadap aktivitas dan kestabilan organisasi juga dapat terjaga dalam jangka pendek. Namun, di sisi lain, gaya ini menyebabkan kurangnya partisipasi dari bawahan, yang berpotensi menurunkan motivasi dan kepuasan kerja. Selain itu, terbatasnya kreativitas dan inovasi serta konflik internal yang muncul akibat keputusan sepihak dapat mengganggu kinerja jangka panjang organisasi. Peluang seperti efisiensi operasional dan konsistensi kebijakan dapat dimanfaatkan, namun ancaman seperti tingginya turnover karyawan dan reputasi yang buruk di mata publik perlu diperhatikan dengan seksamaAnalisis SWOT merupakan instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja suatu organisasi. Artikel ini mengkaji analisis SWOT gaya kepemimpinan otokratis, yang mana keputusan diambil sepenuhnya oleh pemimpin tanpa melibatkan input dari bawahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepustakaan atau studi literatur dimana peneliti dengan mengumpulkan referensi, bahan-bahan dari sumber-sumber yang relevan seperti buku dan jurnal yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan otokratis memiliki kekuatan dan kelemahan yang saling berhubungan. Di satu sisi, gaya kepemimpinan ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tegas, yang bermanfaat dalam situasi kritis atau darurat. Kontrol yang ketat terhadap aktivitas dan kestabilan organisasi juga dapat terjaga dalam jangka pendek. Namun, di sisi lain, gaya ini menyebabkan kurangnya partisipasi dari bawahan, yang berpotensi menurunkan motivasi dan kepuasan kerja. Selain itu, terbatasnya kreativitas dan inovasi serta konflik internal yang muncul akibat keputusan sepihak dapat mengganggu kinerja jangka panjang organisasi. Peluang seperti efisiensi operasional dan konsistensi kebijakan dapat dimanfaatkan, namun ancaman seperti tingginya turnover karyawan dan reputasi yang buruk di mata publik perlu diperhatikan dengan seksam
Peran Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli belum dikelola dengan baik, menyebabkan pengembangan sumber daya perekonomian belum optimal guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah desa dalam mengembangkan BUMDes untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jenis penelitian deskriptfi kualitatif, data primer dan data sekunder disajikan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan triagulasi. Hasil penelitian menunjukkan peran pemerintah desa dalam meningkatkan pengelolaan BUMDes belum berjalan dengan baik, peran pemerintah desa sebagai penyelenggara pemerintahan belum dilaksanakan secara maksimal, pemerintah desa belum mampu mengontrol pengelolaan BUMDes secara transparan. Peran pemerintah desa sebagai pelaksana pembangunan juga belum maksimal, pemerintah desa perlu melakukan pelatihan atau pendampingan kepada para pengelola BUMDes agar dapat memberikan hasil sesuai yang diharapakan. Peran pemerintah desa sebagai pembina kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan pengelolaan BUMDes masih dalam wacana (Perencanaan), pemerintah desa sebaiknya menciptakan ruang partisipasi, kaloborasi dan semangat gotong royong untuk memajukan desa melalui BUMDes. Peran pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan oleh pemerintah desa melalui BUMDes juga sebaiknya lebih tegas dan terarah, seperti meningkatkan kemampuan, keterampilan, perilaku serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan program kegiatan dan pendampingan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Galumpang Kecamatan Dako Pemean Kabupaten Tolitoli belum dikelola dengan baik menyebabkan pengembangan sumber daya perekonomian belum optimal guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah desa dalam mengembangkan BUMDes untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jenis penelitian deskriptfi kualitatif, data primer dan data sekunder disajikan berdasarkan pada hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan triagulasi. Hasil penelitian menunjukkan peran pemerintah desa dalam meningkatkan pengelolaan BUMDes belum berjalan dengan baik, pemerintah desa sebagai penyelenggara pemerintahan belum dilakukan secara maksimal, pemerintah desa belum mampu mengontrol pengelolaan BUMDes secara transparan. Peran pemerintah desa sebagai pelaksana pembangunan juga belum maksimal, pemerintah desa perlu melaksanakan pelatihan atau pendampingan kepada para pengelola BUMDes agar dapat memberikan hasil sesuai yang diharapakan. Peran pemerintah desa sebagai pembina kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan pengelolaan BUMDes masih dalam wacana (Perencanaan), pemerintah desa sebaiknya menciptakan ruang partisipasi, kaloborasi dan semangat gotong royong untuk memajukan desa melalui BUMDes. Peran pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan pemerintah desa melalui BUMDes juga sebaiknya lebih tegas dan terarah, seperti meningkatkan kemampuan, keterampilan, perilaku serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan program kegiatan dan pendampingan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta pengembangan kemampuan para pengelola BUMDes
Pengaruh Promosi Jumat, Sabtu, Minggu Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Gerai Alfamart Tanjung Gusta
This study analyzes the effect of Friday, Saturday, and Sunday (JSM) promotions on consumer purchasing decisions at Alfamart Tanjung Gusta Outlets. JSM promotions are a routine marketing strategy that provides discounts on certain products. The method used in this study is a quantitative approach with data collection techniques through distributing questionnaires to consumers who shop from Friday to Sunday. The research sample consisted of 75 randomly selected respondents. The research instruments were tested for validity and reliability, and tested through classical assumptions and regression analysis using SPSS 20. The results showed that all items were declared valid and reliable, the data was normally distributed, and there were no symptoms of heteroscedasticity. However, the t-test results showed that JSM promotions did not have a significant effect on purchasing decisions partially. This finding indicates that the promotional strategy is not necessarily the main factor that drives consumers to buy. Therefore, Alfamart is advised to review its promotional communication approach to be more relevant to local consumer preferences.This study analyzes the effect of Friday, Saturday, and Sunday (JSM) promotions on consumer purchasing decisions at Alfamart Tanjung Gusta Outlets. JSM promotions are a routine marketing strategy that provides discounts on certain products. The method used in this study is a quantitative approach with data collection techniques through distributing questionnaires to consumers who shop from Friday to Sunday. The research sample consisted of 75 randomly selected respondents. The research instruments were tested for validity and reliability, and tested through classical assumptions and regression analysis using SPSS 20. The results showed that all items were declared valid and reliable, the data was normally distributed, and there were no symptoms of heteroscedasticity. However, the t-test results showed that JSM promotions did not have a significant effect on purchasing decisions partially. This finding indicates that the promotional strategy is not necessarily the main factor that drives consumers to buy. Therefore, Alfamart is advised to review its promotional communication approach to be more relevant to local consumer preferences
Teknik Pemeliharaan Induk Kakap Putih (Lates calcarifer) Di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP-UB) Kabupaten Aceh Besar
Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dengan prospek budidaya yang luas karena kemampuan adaptasinya terhadap berbagai salinitas perairan. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Aceh Besar, pada Januari–Februari 2024, bertujuan untuk memahami teknik pemeliharaan induk ikan kakap putih yang baik dan benar. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan studi pustaka, serta dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa tahapan pemeliharaan induk meliputi persiapan wadah, seleksi induk, pemberian pakan, dan pengelolaan kualitas air. Wadah dibersihkan dengan larutan kaporit dan natrium tiosulfat, serta diisi ulang dengan air laut. Seleksi induk dilakukan berdasarkan bobot tubuh dan kematangan gonad, dengan kisaran bobot ideal induk jantan 2,5–3,5 kg dan betina 6–9 kg. Pakan yang diberikan berupa ikan rucah segar dengan tambahan vitamin C dan E untuk mendukung kualitas induk. Parameter kualitas air seperti suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut berada dalam kisaran optimal sesuai SNI 6145.4:2014. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan induk yang tepat dapat meningkatkan kualitas induk dan keberhasilan pemijahan ikan kakap putih.Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dengan prospek budidaya yang luas karena kemampuan adaptasinya terhadap berbagai salinitas perairan. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Aceh Besar, pada Januari–Februari 2024, bertujuan untuk memahami teknik pemeliharaan induk ikan kakap putih yang baik dan benar. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan studi pustaka, serta dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa tahapan pemeliharaan induk meliputi persiapan wadah, seleksi induk, pemberian pakan, dan pengelolaan kualitas air. Wadah dibersihkan dengan larutan kaporit dan natrium tiosulfat, serta diisi ulang dengan air laut. Seleksi induk dilakukan berdasarkan bobot tubuh dan kematangan gonad, dengan kisaran bobot ideal induk jantan 2,5–3,5 kg dan betina 6–9 kg. Pakan yang diberikan berupa ikan rucah segar dengan tambahan vitamin C dan E untuk mendukung kualitas induk. Parameter kualitas air seperti suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut berada dalam kisaran optimal sesuai SNI 6145.4:2014. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan induk yang tepat dapat meningkatkan kualitas induk dan keberhasilan pemijahan ikan kakap putih
Penyuluhan Gizi Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Mencegah KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki, Kota Pekanbaru
Salah satu masalah gizi yang dihadapi di Indonesia adalah masalah gizi pada masa kehamilan. Gizi pada masa kehamilan adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhiperkembangan embrio dan janin serta status kesehatan ibu hamil. Menurut data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2015 menyebutkan bahwa AKI di Indonesia masih tinggi yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan untuk menambah pengetahuan ibu tentang pentingnya Gizi ibu hamil selama kehamilan dan mencegah terjadinya KEK. Ibu hamil yang dikatakan KEK dengan Lila kurang dari 23,5 cm. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis dan pendampingan mitra secara langsung dalam kegiatan pemeriksaan kehamilan dan konseling tentang ibu hamil dengan kekurangan energi kronis. Hasil pangabdian masyarakat ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya gizi selama kehamilan. Dari total 15 peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian Mayarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan dan terbentuknya “kelompok ibu hamil peduli Kesehatan”.Salah satu masalah gizi yang dihadapi di Indonesia adalah masalah gizi pada masa kehamilan. Gizi pada masa kehamilan adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhiperkembangan embrio dan janin serta status kesehatan ibu hamil. Menurut data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2015 menyebutkan bahwa AKI di Indonesia masih tinggi yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan untuk menambah pengetahuan ibu tentang pentingnya Gizi ibu hamil selama kehamilan dan mencegah terjadinya KEK. Ibu hamil yang dikatakan KEK dengan Lila kurang dari 23,5 cm. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis dan pendampingan mitra secara langsung dalam kegiatan pemeriksaan kehamilan dan konseling tentang ibu hamil dengan kekurangan energi kronis. Hasil pangabdian masyarakat ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya gizi selama kehamilan. Dari total 15 peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian Mayarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan dan terbentuknya “kelompok ibu hamil peduli Kesehatan”