Al Ashriyyah - Jurnal Studi Keislaman
Not a member yet
    110 research outputs found

    Hudud: Kritik Wacana Tentang Tafsir Hak Asasi Manusia (HAM)

    Full text link
    Praktik perzinaan dapat membawa persoalan krusial dalam kehidupan sosial, oleh karena wajarlah jika larangan untuk melakukannya dalam Al-Qur‘an diiringi dengan penegasan bahwa perbuatan itu adalah perbuatan keji dan jalan yang keliru. Di antara persoalan yang diakibatkan oleh perbuatan keji itu terkait antara status anak dan menikahi wanita sebagai salah satu pelakunya. Untuk menjelaskan status hukum dari kedua macam “korban” dari perzinaan itu perlu penjelasan yang secukupnya karena tak jarang status keduanya sering dikacaukan sehingga tak jelas duduk perkarany

    Metode Dakwah Front Pembela Islam (FPI) Perspektif Etika Dakwah

    Full text link
    The grand conlusion of this thesis from da’wa etics perspective is that the da’wa method being used by FPI (the Islamic Defenders Front) is inaappropriate with norms and ethics of Islamic da’wa, as it is carried out with violent and anarchism resulting in public fearand unfriendly image of Ilsam. The religion looks aggressice and vicios in the wyes of other Muslims and non Muslims. In the West, Isla is considered radical, it is full of anarchism and terrorism and gets across other religion beliecers. Consequently, that somebody stating that Islam image is violent is not totally incorrect as some of the realities justify it. Such image is sent publicly by radical Islam group such as FP

    Kepemimpinan Bani Quraisy

    Full text link
    Kepemimpinan Bani Quraisy mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah Muhammad Saw. Perhatian ini dituangkan dalam hadits yang banyak diriwayatkan oleh perawi hadits. Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim adalah ulama-ulama yang juga meriwayatkan hadits tersebut. Hal ini juga mendapatkan perhatian dari pemikir Islam. Al-Farabi, Ibnu Thaimiyyah, Al Farabi dan Nashiruddin Thusi memiliki pendapat yang berbeda. Secara umum dapat disimpulkan pendapat para ulama hadits dan pemikir Islam bahwa; Pertama, secara tekstual tidak terjadi perdebatan tentang hadits kepemimpinan Bani Quraisy dan pemikir Islam menerima hal ini. Kedua, Bani Quraisy menjadi ketentuan yang sunatullah, menjadi pemimpin dalam cakupan global, tetapi tidak regional. Ketiga, kepemimpinan dalam cakupan regional memberikan peluang bagi pemimpin yang berasal dari non Bani Quraisy untuk menduduki jabatan kepempimpinan. Keempat, kesempatan untuk menjadi pemimpin bagi kalangan non Bani Quraisy harus tetap memperhatikan kriteria-kriteria  atau syarat-syarat menjadi pemimpin. Mulai dari siapa yang memilih kemudian siapa yang akan dipilih

    IsraiIliyyat Dalam Tafsir Al Khathib Asy-Syarbini

    Full text link
    Secara umum, penafsiran Al-Qur`an bi ar-rayi kerap menggunakan metode analitik tahili,  dengan metode ini para mufassir relatif lebih leluasa memberikan ragam penafsiran sesuai batasan yang diizinkan syara’ dan kaidah penafsiran yang mu’tabar. Metode ini mampu memberikan banyak penafsiran terkait satu ayat dalam Al-Qur`an. Salah satu ulama yang turut menggunakan metode analitik ini adalah Muhammad asy-Syarbini; pengarang Tafsir as-Siraj al-Munir, salah satu mufasir bermadzhab fikih Asy-Syafi’i. Dalam tafsirnya, ia lebih menonjolkan sisi ilmu ma’ani, dan qira‘at. Namun dibalik itu semua, ada juga ragam kisah israiliyyat di dalamnya, yang sejatinya ini memberikan dampak buruk bagi dunia penafsiran Al-Qur’an secara umum. Penelitian akan tafsir ini penulis khususkan pada bahasan israiliyyat dengan rinciannya yang mendetail, dimana penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan beragam data israiliyyat serta kaitannya dengan pandangan mufassir lainnya. Oleh karena itu, metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, hal ini bertujuan agar dapat mengetahui materi israiliyyat apa saja yang asy-Syarbini sebutkan dalam tafsirnya, langkah apa yang diambil dalam penyebutannya juga responnya terkait kisah-kisah tersebut serta kaitan dirinya dengan para mufassir sebelum masanya terkait kisah israiliyyat. Dari hasil penelitian ini, penulis berhasil memetakan sistem informasi kisah yang disebutkan oleh pengarang tafsir, pandangan ulama terkait kidah-kisah tersebut dan sikap pengarang tafsir dalam mengomentari israiliyyat serta akar dari pandangan asy-Syarbini

    Had Zina Dalam Persepektif Al-Qur`an

    Full text link
    Praktik perzinaan dapat membawa persoalan krusial dalam kehidupan sosial, oleh karena wajarlah jika larangan untuk melakukannya dalam Al-Qur`an diiringi dengan penegasan bahwa perbuatan itu adalah perbuatan keji dan jalan yang keliru. Di antara persoalan yang diakibatkan oleh perbuatan keji itu terkait antara status anak dan menikahi wanita sebagai salah satu pelakunya. Untuk menjelaskan status hukum dari kedua macam “korban” dari perzinaan itu perlu penjelasan yang secukupnya karena tak jarang status keduanya sering dikacaukan sehingga tak jelas duduk perkaranya

    Implementasi Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 Terhadap Anak Hasil Nikah Siri

    Full text link
    If religion has been declared invalid, the state inevitably must claim legitimate. Definition validity of a marriage is different from the standpoint of religion and state. In religion, the marriage is deemed valid if the conditions are met in harmony and. Meanwhile, legitimate according to the state, if the marriage is recorded in state documents. The state is still mind admitting children from unregistered marriages to hold the status of legitimate child. Quite often the child of unregistered marriages is referred to as a child out of wedlock. They still trouble in handling legal rights, such as income, inheritance, not even a birth certificate. Not only in the eyes of the law, in the social order, children are stamped out of wedlock have inférieur notch lower and worse than legitimate children. Legitimate son, in principle, under the authority of parents. Meanwhile, stamped unauthorized certainly be under guardianship. It also continues the legacy and the rights of other children. In the practice of everyday life, children born to legally married siri state still viewed not have a legal relationship with her father. Exactly the same law with a child out of wedlock. The birth certificate for example, are still encountered cases of child's birth certificate from unregistered marriages that did not include the name of the father. It is true, as stipulated in Article 55 paragraph 2 letter A Government Regulation No. 37 Year 2007 on the Implementation of the Law No. 23 Year 2006 concerning Population Administration

    Islam Dan Pergerakan Civil Society Kebudayaan Transnasional Hizmet Di Indonesia

    Full text link
    Islam Dan Per The conclusion of this study is that Islam is a religion that became one of the cultural resources contribute to the strengthening of civil society, so that religion becomes a media that plays an important role in widening the public sphere and are in a position that is in line with the civil society. The truth of this conclusion is supported by a number of findings related to the research object, which Hizmet movement in Indonsia as one Muslim civil society. First, the Hizmet movement in Indonesia as a transnational civil society movement that carries the Islamic themes emerged and developed in Indonesia using a cultural approach as their collective agenda. This movement has a set of economic independence through business people, improve education through cultural criticism, and make the dialogue as a means for conflict resolution and brotherhood. Second, is the Hizmet movement ideology ( services ), which adopts the ideology of Islamic values. This ideology popularized by Fethullah Gülen and followed by those who were inspired by his thoughts, and then establish a culture of civil society movement known as Hizmet movement. This ideology promoting ignorance, poverty, and conflict as a common enemy that must be fought. Third, ignorance, poverty, and conflict into a separate reference to the Hizmet movement in performing services for the humanitarian movement. This transnational movement then set up humanitarian agencies. It also became its own model and characterizes the movements which promote dialogue and tolerance. In Indonesia, this movement has established educational institutions, social institutions, economic institutions, and the relationship between universities. They joined in PASIAD Indonesian, Turkish Indonesian Trade Association ( TITA ), Fethullah Gülen Chair, and dershane. The existence of this growing movement and can be seen from the distribution that have established humanitarian agencies in major cities in Indonesia. It became the Hizmet movement efforts in building a civil society in Indonesian culture, and to prove that Islam is in line with the civil society

    Pernikahan Dibawah Umur Persepektif Hukum Islam Dan Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia

    Full text link
    Pro dan kontra pernikahan dini masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat, sebahagian memandang pernikahan dini lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Diantara mudharat dari pernikhan dini ini ialah: tingginya pertumbuhan penduduk disebabkan karena panjangnya masa kelahiran (reproduksi bagi wanita) sehingga mempersulit usaha peningkatan pemerataan kesejahteraan rakyat, buruknya kesehatan ibu dan anak karena factor gizi ibu kurang terpenuhi, timbulnya salah satu factor penyebab tindakan kekerasan terhadap isteri hal ini terjadi karena factor berfikir yang belum matang. Pembatasan umur dalam perkawinan merupakan upaya pendewasaan usia kawin sampai cukup dewasa agar mencapai kematangan fisik dan psikologi, ini nerupakan suatu ikhtiyar manusia yang patut dihargai dan dapat dipertanggung jawabkan

    Dinamika Positivisasi Fatwa (Legal Opinion) Ke Dalam Perundang-Undangan

    Full text link
    Fatwa (legal opinion) merupakan produk pemikiran Hukum Islam disamping fkih, qad}a>’ dan qanu>n. Ia memiliki karakteristik tersendiri yang memungkinkan untuk berbeda dengan produk pemikiran hukum yang lain. Fatwa tidak mempunyai daya ikat, dalam arti si peminta fatwa (mustafti) tidak harus mengikuti isi atau hukum fatwa yang diberikan kepadanya, tetapi biasanya fatwa cenderung bersifat dinamis karena merupakan respon terhadap perkembanngan baru yang sedang dihadapi dan bersifat responsif, atau sekurang-kurangnya dapat dikatakan dinamis. Fatwa (Legal Opinion) sebenarnya tidak memiliki kekuatan hokum, sehinga ia tidak bisa memberkan sanksi terhadap pelangaran-pelangaran fatwa. Agar fatwa tersebut memiliki kekuatan hukum yang mengikat, maka diperlukan penyerapan fatwa tersebut ke dalam peraturan atau perundang-undangan. Proses penyerapan fatwa ini yang dimaksud dalam artikel ini sebagai positivisasi. Hasil dari positivisasi hukum tidak tertulis (fatwa dan fikih) menjadi hukum tertulis disebut dengan qanu>n. Proses pengubahan fatwa menjadi qanu>n atau undang-undang/peraturan disebut taqni>n. Proses taqni>n tersebut mencakup: (1) pembentukan peraturan  perundang-undangan yang memuat norma hukum yang mengikat secara umum; (2) penelitian atau pengkajian hukum yang dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai pengaturan masalah tersebut dalam suatu ranangan peraturan perundang-undangan; dan (3) pengundangan/ penempatan peraturan perundang-undangan dalam Lembaran Negara, Tambahan Lembaran Negara, Berita Negara, dan Tambahan Berita Negara

    Disorientasi Pendidikan Pra-Sekolah: Literature Review

    Full text link
    Ketidakselarasan antara materi belajar di lembaga prasekolah dengan tingkat perkembangan psikologi anak semakin nyata. Kenyataan ini ditunjukkan dengan banyaknya muatan materi ajar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung) yang hingga kini masih kontroversial untuk diajarkan dalam pendidikan prasekolah; seakan menjadi pelajaran wajib bagi anak prasekolah. Kenyataan ini diasumsikan karena kurang pahamnya stakeholder pendidikan prasekolah akan hakikat anak sebagai individu yang sedang berkembang psikologinya menuju kedewasaan. Sehingga banyak orangtua beranggapan bahwa anak-anak selagi masih kecil dapat dicetak menjadi apapun sekehendak hatinya. Kesalahpahaman tentang ajaran prasekolah dapat menyebabkan orangtua memberikan tekanan kepada guru dan lembaga prasekolah untuk menggunakan kemampuan akademik sebagai orientasinya. Berawal dari sinilah terjadi perubahan orientasi pendidikan prasekolah yang tadinya berprinsip “Bermain Sambil Belajar” berubah menjadi “Belajar Sambil Bermain”

    94

    full texts

    110

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al Ashriyyah - Jurnal Studi Keislaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇