Directory of Scientific Journals Indonesian Society of Applied Science (ISAS)
Not a member yet
    439 research outputs found

    ANALISIS RASIO LIKUIDITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PUSAT KOPERASI UNIT DESA (PUSKUD) KOTA AMBON

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja keuangan Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Ambon tahun 2016 – 2018 dengan menggunakan rasio likuiditas. Metode penelitan yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan keuangan PUSKUD Ambon tahun 2016 – 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat likuiditas yang dilihat dari nilai current ratio tahun 2016, 2017 dan 2018 menunjukan adanya kecenderungan penurunan rasio dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2016 current ratio sebesar 320 %, tahun 2017 current ratio sebesar 285 % dan tahun 2018 current ratio sebesar 244 %. Namun angka-angka tersebut masih berada di atas standar 200 %,  dengan demikian kinerja keuangan PUSKUD Ambon dari sisi current ratio dinyatakan sangat baik. Jika dilihat dari cash ratio, menunjukkan bahwa cash ratio tahun 2016 – 2018 mengalami fluktuasi dan cenderung meningkat, dimana pada tahun 2016 cash ratio sebesar 24 % dan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 5 % menjadi 29 %. Walaupun mengalami peningkatan namun angka cash ration  tahun 2016 dan 2017 masih di bawah strandar 50 %, sehingga kinerja keuangan tahun 2016 dinyatakan cukup baik dan tahun 2017 kinerja keuangan dinyatakan baik. Pada tahun 2018 cash ratio mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 99 % dan berada di atas sandar 50 %, ini menunjukkan kinerja keuangan tahun 2018 dinyatakan sangat baik. Selanjutnya Quick ratio tahun 2016, 2017 dan 2018 meskipun cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun, dimana quick rasio tahun 2016 sebesar 316 %, quick rasio tahun 2017 sebesar 282 % dan quick rasio tahun 2018 sebesar 242 %, namun masih berada di atas standar 150 %, ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan dari sisi quick ratio dinyatakan sangat bai

    Implementasi Pengolahan Citra Menggunakan Metode YOLO pada Security Robot dibidang Pertanian

    Get PDF
    Greenhouse merupakan salah satu bentuk solusi pertanian modern untuk membudidayakan tanaman yang tidak sesuai dengan iklim tropis, khususnya di Indonesia. Namun, pembangunan greenhouse itu sendiri memerlukan biaya yang cukup mahal. Sumber daya perangkat elektronik yang diperoleh dari panel surya digunakan untuk menyediakan pasokan listrik kepada perangkat elektronik seperti exhaust fan, panel surya, dan perangkat lainnya. Sayangnya, sering kali terjadi kasus-kasus orang yang tidak bertanggung jawab melakukan pencurian atau merusak properti dan tanaman di area sekitar greenhouse, yang dapat merugikan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi objek (manusia) yang melintas di sekitar greenhouse, peneliti menggunakan teknik pengolahan citra sebagai mata robot untuk mendeteksi manusia di mana objek selain manusia diabaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah YOLOv3-tiny, yang merupakan metode pembaharuan dari Convolutional Neural Network (CNN). YOLOv3-tiny akan melakukan prediksi terhadap objek yang akan dideteksi dengan bounding box sebagai output. Selanjutnya, YOLOv3-tiny akan memilih bounding box yang paling sesuai dalam memprediksi objek. Hasil pengujian menunjukkan bahwa robot mampu mendeteksi objek berupa manusia, serta menghitung akurasi kinerja model

    Perancangan Alat Pendeteksi Kecepatan Serta Arah Mata Angin Dengan Menggunakan Hall Effect Sensor Dan Rotary Encorder Berbasis Iot: Design of Wind Speed and Direction Detector Using Hall Effect Sensor and IOT-Based Rotary Encoder

    Get PDF
    Angin merupakan salah satu sumber daya alam yang potensial. Sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Angin merupakan bagian dari kondisi cuaca yang digunakan untuk penerbangan, pertanian, pembangkit listrik dan lain-lain. Perancangan ini dibuat untuk menentukan kecepatan angin dan arah mata angin menggunakan Arduino sebagai mikrokontroler, sensor Hall Effect dan sensor rotary encorder. Sensor Hall Effect untuk mengetahui kecepatan angin dan sensor Rotary Encorder untuk mengetahui arah mata angin. Hasil penelitian ini akan menentukan kecepatan angin dan arah mata angin secara harian

    Analisis Kinerja Pelaksanaan Sistem Pengadaan Secara Elektronik Versi 4.4 di Kabupaten Ngawi

    Get PDF
    Pelaksanaan pemilihan penyedia barang dan jasa pada Kabupaten Ngawi menggunakan Perpres No.12 Tahun 2021 dan aplikasi SPSE V4.4 sesuai dengan perubahan peraturan yang berlaku. Namun pada implementasinya pelaksanaan pengadaan barang dan jasa masih belum berjalan sebagaimana mestinya yang sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan yaitu bahwa pengadaan barang dan jasa di LPSE Ngawi belum sepenuhnya transparansi kepada publik. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kinerja aplikasi SPSE V4.4 di Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, dengan harapan penelitian ini dapat meningkatkan kinerja aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik sesuai dengan Perpres No.12 Tahun 2021 dan memenuhi prinsip-prinsip pengadaan. Metode analisis faktor dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) menggunakan perangkat lunak bantu analisis statistik. Pengumpulan data sekunder diperoleh melalui web resmi LPSE Ngawi. Sedangkan data primer dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada responden yaitu, Pokja UKPBJ dan kontraktor peserta tender 2021 yang menggunakan SPSE V4.4. Variabel penelitian ini dikelompokkan menjadi enam yaitu, Kualitas Sistem (KS), Efisiensi dan Efektif (EE), Terbuka dan Transparansi (TT), Akses Pasar Bersaing (APB), Adil atau Tidak Diskriminatif (TD), dan Akuntabilitas (AK). Hasil pengolahan data kuesioner, diperoleh perhitungan nilai kinerja SPSE yang diukur melalui prinsip-prinsip pengadaan pada penyedia jasa dan panitia pengadaan diperoleh nilai kinerja yang sudah cukup baik dengan nilai kesesuaian antara 66% hingga 99%. Berdasarkan analisis dengan metode IPA kesesuaian SPSE V4.4 terhadap Perpres No.12 Tahun 2021 berada pada kuadran B yang menandakan instrumen tersebut sudah berjalan dengan memuaskan. Analisis untuk kesesuaian fitur pada SPSE V4.4 juga sudah disesuaikan dengan Perpres No.12 Tahun 2021 dan peraturan pendukungnya.Pelaksanaan pemilihan penyedia barang dan jasa pada Kabupaten Ngawi menggunakan Perpres No.12 Tahun 2021 dan aplikasi SPSE V4.4 sesuai dengan perubahan peraturan yang berlaku. Namun pada implementasinya pelaksanaan pengadaan barang dan jasa masih belum berjalan sebagaimana mestinya yang sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan yaitu bahwa pengadaan barang dan jasa di LPSE Ngawi belum sepenuhnya transparansi kepada publik. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kinerja aplikasi SPSE V4.4 di Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, dengan harapan penelitian ini dapat meningkatkan kinerja aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik sesuai dengan Perpres No.12 Tahun 2021 dan memenuhi prinsip-prinsip pengadaan. Metode analisis faktor dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) menggunakan perangkat lunak bantu analisis statistik. Pengumpulan data sekunder diperoleh melalui web resmi LPSE Ngawi. Sedangkan data primer dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada responden yaitu, Pokja UKPBJ dan kontraktor peserta tender 2021 yang menggunakan SPSE V4.4. Variabel penelitian ini dikelompokkan menjadi enam yaitu, Kualitas Sistem (KS), Efisiensi dan Efektif (EE), Terbuka dan Transparansi (TT), Akses Pasar Bersaing (APB), Adil atau Tidak Diskriminatif (TD), dan Akuntabilitas (AK). Hasil pengolahan data kuesioner, diperoleh perhitungan nilai kinerja SPSE yang diukur melalui prinsip-prinsip pengadaan pada penyedia jasa dan panitia pengadaan diperoleh nilai kinerja yang sudah cukup baik dengan nilai kesesuaian antara 66% hingga 99%. Berdasarkan analisis dengan metode IPA kesesuaian SPSE V4.4 terhadap Perpres No.12 Tahun 2021 berada pada kuadran B yang menandakan instrumen tersebut sudah berjalan dengan memuaskan. Analisis untuk kesesuaian fitur pada SPSE V4.4 juga sudah disesuaikan dengan Perpres No.12 Tahun 2021 dan peraturan pendukungnya

    Perbandingan BIM Dengan Konvensional Pada Hasil BQ Proyek X

    Get PDF
    The construction industry is one of the industries that are being developed in Indonesia, this is evident from the many ongoing projects, both building projects and roads and bridges. Competition in construction requires construction services to complete projects in the shortest time and at the most efficient cost possible. Before making a cost budget for the project, the volume calculation of each work to be carried out will be made and packaged in a Bill of Quantity. However, in reality there are many estimates that can enlarge the results of the Bill of Quantity calculation process so that it is not efficient. Therefore, along with the development of technology in the world of construction, the Building Information Modeling (BIM) was created which can contain all the information in a development project in 3-dimensional form. Based on this, the author will compare the results of the Bill of Quantity on the conventional method with the Building Information Modeling (BIM) method on Figure for Construction using Autodesk Revit software. Based on research conducted, Bill of Quantity using the BIM method produces a higher volume of 1.24% for concrete and 1.14% for reinforcement than Conventional method. This is due to a lack of accuracy in conventional volume calculations, so the resulting volume is inaccurate.Industri konstruksi merupakan salah satu industri yang sedang banyak dibangun di Indonesia, hal ini terbukti dari banyaknya proyek yang berjalan, baik proyek gedung maupun jalan dan jembatan. Persaingan dalam konstruksi mengharuskan para jasa konstruksi untuk menyelesaikan proyek dalam waktu singkat dan dengan biaya yang se-efisien mungkin. Sebelum membuat anggaran biaya pada proyek, hitungan volume dari masing-masing pekerjaan yang akan dilakukan, akan dibuat dan dikemas dalam Bill of Quantity. Namun, pada kenyataannya banyak perkiraan yang dapat memperbesar hasil dari proses perhitungan Bill of Quantity tersebut sehingga tidak efisien. Oleh karena itu, seiring dengan berkembangnya teknologi di dunia konstruksi, tercipta Building Information Modeling (BIM) yang dapat memuat semua informasi didalam proyek pembangunan dalam bentuk 3 dimensi. Berdasarkan hal tersebut, penulis akan membandingkan hasil dari Bill of Quantity pada metode konvensional dengan metode Building Information Modeling (BIM) pada Gambar for Construction menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Bill of Quantity menggunakan metode BIM menghasilkan volume lebih tinggi 1.24% untuk beton and 1.14% untuk tulangan dari metode Konvensional. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya ketelitian dalam perhitungan volume konvensional, sehingga volume yang dihasilkan tidak akurat

    PENGARUH PARAMETER PENGGURDIAN TERHADAP AKURASI LUBANG KOMPOSIT GONI-POLIESTER DENGAN TWIST DRILL

    Get PDF
    Composite is a combination of materials consisting of 2 or more materials lead to the composite material has different mechanical properties and characteristics as desired. Composite materials are divided into two types, synthetic fibers and natural fibers. Most of the natural fiber types use jute fiber, as it is a candidate as a reinforce material to produce lightweight, strong and environmentally friendly composite materials as mixing polyester composites. Although composites can be made according to the desired shape, the final work, such as the machining process, is also needed for making several shapes such as making holes with the drill process. Furthermore, twist drilling, can induce damage due to the imperfections of the holes that are produced, resulting asymmetrical holes. This allows complicate assembly and reduce its strength. The parameters use are spindle speed 100 rpm, 700 rpm and 1400 rpm and feeding 0,1 mm/rev, 0,2 mm/rev, 0,3 mm/rev, 0,5 mm/rev and 0,7 mm/rev. The results obtained that using 100 rpm and feeding 0.5 to 0.7 can make imprecise and resulted delamination of the hole. Increased spindle speed such as 700 and 1400 rpm and higher feed rate, resulted increase the accuracy of the holeKomposit ialah suatu gabungan material yang terdiri dari 2 material atau lebih sehingga material komposit memiliki sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda-beda atau sesuai dengan yang diinginkan. Bahan komposit terbagi menjadi dua jenis, yaitu serat sintetis dan serat alam. Untuk jenis serat alam sebagian besar menggunakan serat goni, karena merupakan kandidat sebagai bahan penguat untuk dapat menghasilkan bahan komposit yang ringan, kuat dan ramah lingkungan sebagai campuran komposit poliester. Meskipun komposit dapat dibuat sesuai dengan bentuk yang diinginkan, akan tetapi pengerjaan akhir seperti proses pemesinan juga di perlukan untuk pembuatan beberapa bentuk seperti pembuatan lubang dengan proses gurdi (drilling). Tetapi pada proses pembuatan lubang menggunakan proses gurdi pada Twist Drill rentan terdapat kerusakan yang terjadi karena ketidaksempurnanya lubang yang dihasilkan, sehingga hasil akurasi lubang tidak simetris antara lubang yang dibuat dengan lubang yang dihasilkan. Hal ini dapat mempersulit pada waktu perakitan (assembly) dan dapat mengurangi kekuatan komposit. Sehingga parameter yang digunakan adalah kecepatan spindle dengan variabel 100 rpm, 700 rpm dan 1400 rpm dan feeding 0,1 mm/rev, 0,2 mm/rev, 0,3 mm/rev, 0,5 mm/rev dan 0,7 mm/rev. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan 100 rpm dan feeding 0,5 hingga 0,7 mengakibatkan bisa membuat hasil akurasi lubang tersebut tidak simetris dan mengakibatkan delaminasi pada lubang tersebut, akan tetapi jika rpm tersebut lebih tinggi seperti 700 dan 1400 rpm dan menggunakan feeding yang tinggi maka akurasi lubang lebih simetri

    Pelatihan Peningkatan Kualitas Kopi untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang

    Get PDF
    Coffee has transformed into a lifestyle for their lovers, and they can sip it anytime when they want. Coffee connoisseurs are hunting for local coffee. They are no longer looking for well-known brands that have been present for a long time. This situation opens up an opportunity for the local coffee industry to evolve. Located on the slopes of Mount Kawi, the Babadan village area settles the proper location to carry out this strategy. The agroforestry system combines the production of pinewood plants and coffee plants. Improving the quality of coffee plants is an ongoing effort to improve the quality or quality of coffee bean products. Increasing the advantages of coffee beans can be done through several approaches: intensification of coffee plants, rehabilitation of coffee plants, and rejuvenation of coffee plants. The output of this approach is expected to increase the income potential of local coffee farmers. Through this community service activity, training and assistance to local farmers to improve farmers\u27 knowledge and skills about good and correct coffee plant care.Kopi telah bertransformasi menjadi sebuah gaya hidup bagi pecintanya untuk dinikmati tanpa mengenal batasan waktu. Penikmat kopi memburu kopi lokal, tidak lagi mencari merek terkenal yang telah lama hadir. Peluang ini dapat dimanfaatkan melalui budidaya tanaman kopi melalui penerapan sistem agroforestry. Berlokasi di lereng gunung Kawi, wilayah desa Babadan menempati lokasi yang tepat untuk melakukan strategi tersebut. Sistem agroforestry memadukan produksi tanaman kayu pinus dan tanaman kopi. Meningkatkan kualitas tanaman kopi merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu atau kualitas produk biji kopi. Meningkatkan keunggulan biji kopi dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, yaitu intensifikasi tanaman kopi, rehabilitasi tanaman kopi, dan peremajaan tanaman kopi. Luaran dari pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan potensi penghasilan petani kopi lokal. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, pelatihan dan pendampingan kepada petani lokal agar dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang perawatan tanaman kopi yang baik dan benar

    Metode Otsu dan Mathematical Morphology Dalam Segmentasi Region Karakter Plat Nomor Kendaraan

    Get PDF
    The problem that affects the character segmentation step is the step before character segmentation, namely preprocessing character segmentation or called preprocessing. This poses are strongly influenced by plate lighting conditions, shadows against plates, plate image impurities, plate image resolution, character cutting accuracy, and speed in recognizing characters. In general, identification consists of 3 stages, namely detection, segmentation and recognition. In this study, the use of the otsu method is expected to detect the region on the vehicle license plate, the region in question is the first region to show the regional code, the second region for the registration number and the third region for the sub-region code. In the process, the results of the vehicle number plate detection trial to get a segmentation of 3 regions of the vehicle number plate character did not get the expected results. The results  trial obtained the identification of the entire character of the vehicle number plate so that the characters on the vehicle number plate could not be distinguished between the front letter, number, and the back letter. So to maximize the desired results so that getting 3 regions of the otsu method segmentation process needs to be improved using the mathematical morphology method. This mathematical morphology method serves to read the character value of each pixel in the digital image which produces a comparison between the pixels in the image, so morphology techniques are appropriate when used to perform image processing in obtaining the region of the vehicle number plate. From the improvement of the otsu method, the results of the trial were improved. Of the 100 data samples tested, 96 data samples passed and 4 sample data failed, the accuracy value using MSE measurements from the tested data samples received a very high increase, which was 96%

    Pengembangan Aplikasi Pemasaran Ikan Untuk UMKM dan Nelayan Batam dengan Pendekatan User Centered Design (UCD) dan Usability Testing

    Get PDF
    This study aims to design a fish trading application for SMEs and fishers in Batam. Batam is an area surrounded by the sea; most of the population makes a living as fishermen. The restrictions on community activities due to the Covid-19 pandemic have resulted in several weakening businesses where fishers and MSMEs have difficulty selling and distributing to consumers. The study took a case study on Tibelat Farm, an MSME, and anglers who cultivate fish and sell various consumption fish and ornamental fish. The application design uses the Laravel Framework with a UCD approach (User Centered Design), which involves the user in the business model to reach a broader market and complete available information. The results of the local community survey still have no confidence in online transactions, so in the design, they choose the pay-on-site or COD (Cash on Delivery) model. As an evaluation of the usability level using the SUS scale (System Usability Scale). The study results showed a SUS score of 57.58 which means that the application is functionally perfect and can be accepted by users

    Rancang Bangun Alat Monitoring Kelembaban, PH Tanah dan Pompa Otomatis Berbasis Arduino

    Get PDF
    In today\u27s era technology has begun to enter into various aspects of human life, one of which is in the field of agriculture. The majority of farmers in Indonesia still carry out farming activities without using technology assistance. This of course has its own advantages and disadvantages, and one of the drawbacks is not knowing the cause of why a plant dies but not because of disease or not growing plants optimally and watering plants in large quantities at certain times every day. Based on the problems above, the author tries to design a tool that can monitor the state of the soil and also carry out watering automatically, using the prototyping method. Tools and materials used such as arduino nano as a microcontroller, humidity sensor to read the value of moisture in the soil and soil pH sensor to read the pH value of the soil. The tool will send data to the user\u27s smartphone so that it can be monitored and controlled by the pump remotely. It is hoped that the tool can ease the workload of farmers or can also provide additional information regarding the condition of the soil where the plants gro

    398

    full texts

    439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Directory of Scientific Journals Indonesian Society of Applied Science (ISAS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇