Directory of Scientific Journals Indonesian Society of Applied Science (ISAS)
Not a member yet
    439 research outputs found

    Rancang Bangun Mesin Poles untuk Material Logam

    Full text link
    The polishing machine is widely used as an instrument to shine or smooth the surface of an object, one of which is a specimen before and after the electroplating process. The objects polished with this machine become shinier and perfectly clean. This research includes several stages: (1) Design, (2) calculation and component selection, (3) fabrication and assembly of components, and (4) functional testing of each component. The results showed that the polishing machine can function well according to standards. The polishing machine that has been made works using electrical energy from a 1 HP 1 Phase motor with a power of 0.75 kW and a rotational speed of 2800 Rpm. It was concluded that this polishing machine had succeeded in restoring function and performance with several aspects of change which increased tool performance. The results on steel material show that corroded steel can turn clean and shiny after the sanding process is carried out with the polishing machine.Mesin poles merupakan mesin yang banyak digunakan sebagai alat untuk mengkilatkan atau menghaluskan permukaan suatu benda kerja. Benda hasil dari kegiatan polishing  tersebut dapat berubah menjadi lebih  mengkilat dan bersih sempurna. Dalam proses penelitian ini teridiri dari beberapa tahapan yaitu (1) perancangan mesin, (2) perhitungan dan pemilihan komponen mesin, (3) pembuatan dan perakitan komponen, (4) Pengujian fungsional setiap komponen. Hasil dari pembuatan mesin menunjukan mesin poles dapat berfungsi dengan baik sesuai standar. Mesin poles yang telah dibuat bekerja dengan menggunakan energi listrik dari sebuah motor penggerak berukuran 1 Hp 1 Fasa dengan daya 0,75 kw dan memiliki kecepatan putar sebesar 2800 Rpm. Disimpulkan bahwa mesin poles ini ini telah berhasil mengembalikan fungsi kinerja serta performa dengan beberapa aspek perubahan yang menyebabkan adanya peningkatan performa alat. Hasil pengujian pada benda kerja material baja menunjukkan baja yang terkorosi dapat berubah menjadi bersih mengkilat setelah dilakukan proses pengamplasan dengan mesin poles tersebut

    Alat Sistem Pendeteksi Area Blind Spot Dengan Prototype Kendaraan Dump Truck

    Full text link
    Truk boks memiliki area yang tidak dapat dilihat oleh pengemudi yang biasa disebut dengan area blind spot. Penyebabnya adalah konstruksi kendaraan, semakin besar kendaraan maka blind spot semakin besar. Sudah banyak kasus kecelakaan yang disebabkan oleh blind spot. Maka dirancanglah suatu sistem pendeteksi objek yang berada pada area blind spot truk boks. Metode perancangan sistem ini menggunakan metode prototyping dengan penerapan metode sugeno fuzzy logic sebagai algoritma pengambilan keputusan dan Internet of Things (IoT)

    Klasifikasi Metode Data Mining untuk Prediksi Kelulusan Tepat Waktu Mahasiswa dengan Algoritma Naïve Bayes, Random Forest, Support Vector Machine (SVM) dan Artificial Neural Nerwork (ANN)

    Full text link
    Timely graduation of students is essential for determining the quality of college. Universities must know the percentage of students\u27 ability to complete their studies on time. So, to deal with this problem, data mining classification is carried out to predict student graduation on time to find patterns for student on-time graduation predictions. This research can yield new information to help colleges anticipate student graduations that are not on time. The method used is a classification data mining method with 4 algorithms: naïve Bayes, random forest, support vector machine (SVM), and artificial neural network (ANN). The attributes used are gender, parental income, length of guidance, working student status or not, semester 1 to semester 8 grades, and GPA. This study used Python 3 programming language on jupyter notebooks in Anaconda to process datasets. The distribution of datasets is divided by 70% for training data and 30% for testing data. The results of this study were obtained with the best algorithm accuracy in the support vector machine (SVM) algorithm is 0.94. Based on the results of this study, the accuracy is good for predicting student graduation on time

    Pengaruh Variasi Arus Pengelasan SMAW (60, 80 Ampere) Terhadap Kekerasan Logam Las Dan Haz Material Baja ST 37)

    Full text link
    This research aims to determine the effect of welding current on the hardness of weld metal and HAZ (heat affected zone) metal which is tested for hardness using the Rockwell method. This research was carried out on ST 37 low carbon steel material which was welded using an E6013 electrode with a diameter of 2.6 mm with a butt joint, then given different welding currents, namely 60, 80, Ampere. For the raw hardness of the low carbon steel material, the average figures were obtained. the average is 48.35 HRB. Specimens that were welded with a current of 60 Ampere had an average weld metal hardness figure of 46.85 HRB and a HAZ of 49.15 HRB. For specimens that were given a welding current of 80 Ampere, the average hardness of the weld metal obtained was 47.05 HRB and the HAZ was 50.3 HRB. The test results show that the increase in hardness numbers in both the weld metal and the HAZ metal is directly proportional to the amount of current used when weldingPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap kekerasan logam las dan logam HAZ (heat Affected Zone) yang diuji kekerasan menggunakan metode Rockwell. Penelitian ini dilakukan pada material baja karbon rendah ST 37 yang dilas menggunakan elektroda E6013 diameter 2,6 mm dengan sambungan tumpul, kemudian diberikan arus pengelasan yang berbeda-beda yaitu 60, 80, Ampere.Untuk kekerasan raw material baja karbon rendah didapat angka rata-rata yaitu 48,35 HRB. Spesimen yang dilas dengan arus 60 Ampere angka kekerasan logam lasan rata-rata 46,85 HRB dan HAZ 49,15 HRB. Untuk spesimen yang diberi arus pengelasan 80 Ampere angka rata-rata kekerasan logam las yang diperoleh yaitu 47,05 HRB dan HAZ 50,3 HRB. Dari hasil pengujian tersebut menunjukan, bahwa kenaikan angka kekerasan baik pada logam las (weld metal) maupun pada logam HAZ berbanding lurus dengan besar arus yang digunakan pada saat mengelas

    English

    No full text
    This study was conducted in an open-circuit subsonic wind tunnel at the Aeronautics Hangar of Bandung State Polytechnic with the aim of obtaining the airflow velocity distribution in the test section and determining the blade pitch angle configuration that produces the greatest velocity. The wind tunnel has a total length of about 6 m with an octagonal test section measuring 40 cm x 40 cm x 155 cm and 7 cm chamfers at each corner. The research method involved numerical simulation using ANSYS and 3D modeling with Solidworks. Simulations were conducted at 500 RPM with blade pitch angles of 40°, 50°, 60°, and 70°. The results showed the highest speed at 50° blade pitch angle (16 - 18 m/s), with the lowest speed at 70° blade pitch angle (9 - 13 m/s). Tests at a blade pitch angle of 50° with variations in fan rotational speed (300 RPM, 500 RPM, and 700 RPM) also showed similar speeds (16.2 m/s at 500 RPM). It was found that the 50° blade pitch angle produced significant vortex strength which was influenced by the high airflow velocity. During the test, to improve the accuracy of airflow velocity measurement, it is necessary to ensure that all parts of the wind tunnel are closed

    Perancangan Alat Saklar Elektronik Menggunakan Metode Uji IC di Laboratorium Elektronika Dasar

    No full text
    Komponen elektronika adalah bahan utama yang diperlukan untuk proses pembelajaran praktikum yang di lakukan oleh mahasiswa jurusan Teknik Elektro. Sering kali terjadi kegagalan pada saat praktikum , penyebab utama adalah kegagalan fungsi dari komponen yang digunakan, ketika serangkaian SOP telah dilakukan. Maka untuk mengurangi resiko kegagalan saat praktikum, komponen yang akan digunakan harus dipastikan kondisinya dalam keadan berfungsi dengan baik. Hal inilah yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian dengan judul Perancangan Alat Saklar Elektronik Menggunakan Metode Uji IC (Integrated Circuit) di Laboratorium Elektronika Dasar. Alat Saklar Elektronik ini dirancang untuk dapat menguji beberapa komponen aktif antara Seven Segment Common Anode, Seven Segment Common Cathode, ADC 0804, Tansistor NPN BD 139 series, Transistor PNP BD 140 series, Mosfet N Channel IRF 540, Mosfet P Channel IRF 9540. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan alat yang mampu menyeleksi beberapa komponen aktif yang sering digunakan oleh praktikan pada saat praktikum yang dilakukan di Laboratorium Elektronika Dasar. Dengan demikian, dalam merancang alat saklar elektronik menggunakan metode uji IC, penting untuk memperhatikan pemilihan komponen yang tepat, pengujian yang cermat, serta aspek keamanan dan kenyamanan pengguna. Integrasi antara perancangan sistem, pemilihan komponen, dan pengujian yang teliti akan membantu memastikan kualitas dan kinerja alat elektronik yang dihasilka

    Pojok "The Gade Creative Lounge": Kerjasama PT Pegadaian dengan Perpustakaan Universitas Padjadjaran dalam Menunjang Kegiatan Akademik Mahasiswa

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis dampak positif dari pojok "The Gade Creative Lounge" sebagai hasil dari kerjasama antara Universitas Padjadjaran dan PT Pegadaian dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi manfaat yang diberikan oleh ruangan ini terhadap kegiatan akademik serta untuk memahami peran kerjasama lintas sektor dalam penyediaan fasilitas penunjang kegiatan akademik. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi persepsi positif dan kontribusi fasilitas ini terhadap kegiatan akademik mahasiswa, dengan melibatkan wawancara dengan dua pustakawan dan pengguna pojok "The Gade Creative Lounge". Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok "The Gade Creative Lounge" memiliki pengaruh positif dalam memfasilitasi diskusi akademik yang lebih mendalam dan interaktif antara mahasiswa dan pembimbing. Kerjasama dengan PT Pegadaian dalam penyediaan ruangan ini memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat infrastruktur pendidikan, meningkatkan kualitas lingkungan belajar, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan akademik mahasiswa. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kerjasama antara institusi pendidikan dan sektor publik dapat memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa.Penelitian ini menganalisis dampak positif dari pojok "The Gade Creative Lounge" sebagai hasil dari kerjasama antara Universitas Padjadjaran dan PT Pegadaian dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi manfaat yang diberikan oleh ruangan ini terhadap kegiatan akademik serta untuk memahami peran kerjasama lintas sektor dalam penyediaan fasilitas penunjang kegiatan akademik. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi persepsi positif dan kontribusi fasilitas ini terhadap kegiatan akademik mahasiswa, dengan melibatkan wawancara dengan dua pustakawan dan pengguna pojok "The Gade Creative Lounge". Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok "The Gade Creative Lounge" memiliki pengaruh positif dalam memfasilitasi diskusi akademik yang lebih mendalam dan interaktif antara mahasiswa dan pembimbing. Kerjasama dengan PT Pegadaian dalam penyediaan ruangan ini memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat infrastruktur pendidikan, meningkatkan kualitas lingkungan belajar, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan akademik mahasiswa. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kerjasama antara institusi pendidikan dan sektor publik dapat memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa. Dengan demikian, mendorong kerjasama lintas sektor dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas pendidikan

    Penerapan Algoritma K-Means Untuk Mengelompokkan Kepadatan Penduduk Di Provinsi DKI Jakarta

    Full text link
    DKI Jakarta Province is an attraction for immigrants. If the population increases, if it cannot be resolved and managed well, it will result in bad things such as increasing the number of unemployed and affecting economic growth. Population data is used to help group regions based on population density in DKI Jakarta Province in 2019-2022 using the K-Means clustering method. From the results of the research, it provides a solution for the government to pay attention to population groups with the aim of preventing population density because it causes bad effects, so that community welfare is more guaranteed, so grouping (clustering) of provinces in DKI Jakarta is needed to provide information for people who wish to live in the Province DKI Jakarta. The research proves that the test results carried out clustering iterations of population density data were obtained in three iterations. For the results obtained by calculations using the K-Means method and using the rapidminer application, the results obtained were of the same value, namely the cluster with the highest population density of three districts/cities, namely South Jakarta, East Jakarta and West Jakarta whose population density continues to increase

    Pengaruh Suhu, Injection Time dan Backpressure Terhadap Cacat Penyusutan Pada Produk Flange

    Full text link
    Haspel or often called cable reel is the item or tool needed to roll the cable. Usually this cable reel is made of wood. However, over time this haspel has changed, especially in the material used, which is made of plastic or polypropyelene (PP) material. This haspel consists of several components including: Flange and barrel reinforced using steel rods. All these components will be assembled and ready for sale. When assembled, the flange components must require a fairly good precision because the material used is plastic, the shrinkage factor plays a very important role when printed with an injection molding machine. At the time of assembling the plastic haspel, there was a failure when the raft product was too tight and there was also a loose raft, this was due to shrinkage in the flange which caused the barrel component to not fit into the router part of the flange. This makes the assembly work a little longer than usual. In this final project, the author takes steps on how to analyze shrinkage defects in plastic materials, especially for polypropylene materials, starting from the injection molding process and then taking product samples with different levels of testing through parameter settings. Different injection times and backpressures will result in different product sizes and shrinkage values. A good melting temperature value is used for polypropylene material with a flange thickness of 6 mm, and a flange diameter of 850 mm ranging from 210°C - 230°C. Shrinkage defects in polypropylene materials certainly exist, and may be greater than polystyrene materials but can be minimized by setting good process parameters. A good and ideal shrinkage value and according to standards occurs at a temperature setting of 220°C backpressure 0.2 Mpa with an injection time of 20 seconds. With constant parameters, starting from the injection speed of 60 mm/s. Injection pressure 18 Mpa and cooling time 250 seconds.Haspel atau yang sering disebut juga gulungan kabel merupakan barang atau alat yang dibutuhkan untuk menggulung kabel. Biasanya gulungan kabel ini dibuat dengan bahan dari kayu. Namun dengan seiring berjalannya waktu, haspel ini mengalami perubahan terutama pada material yang digunakan yaitu terbuat dari bahan plastik atau jenis material polypropyelene (PP). Haspel ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya: flange dan barell yang diperkuat menggunakan besi rekstang. Semua komponen tersebut akan dirakit dan siap dijual. Pada saat dirakit komponen flange harus memerlukan kepresisian yang lumayan bagus oleh karena material yang digunakan plastik, maka faktor penyusutan (shrinkage) memegang peranan sangat penting pada saat dicetak dengan mesin injection molding. Pada saat perakitan haspel plastik pernah terjadi kegagalan produk rakit terlalu kencang dan ada juga rakit yang kendor, hal tersebut disebabkan karena adanya penyusutan pada flange yang menyebabkan komponen barell tidak bisa masuk pada router bagian dari flange. Hal tersebut membuat pekerjaan dibagian perakitan menjadi sedikit lebih lama dari biasanya. Didalam tugas akhir ini penulis melakukan langkah-langkah bagaimana teknik menganalisa cacat penyusutan (shrinkage) material plastik terutama dikhususkan material polypropyelene dimulai dari proses injection molding lalu diambil sampel produk dengan tingkat pengujian yang berbeda lewat settingan parameter. Dengan waktu injeksi dan backpressure yang berbeda-beda akan menghasilkan ukuran produk dan nilai shrinkage yang berbeda pula. Nilai temperatur leleh yang baik digunakan untuk material polypropyelene dengan ketebalan flange 6 mm, dan diameter flange 850 mm berkisar antara 210°C - 230°C. Cacat penyusutan pada material polypropylene pasti ada, dan mungkin lebih besar dari material polystyrene namun bisa diminimalkan dengan setting parameter proses yang bagus. Nilai shrinkage yang baik dan ideal dan sesuai standar terjadi pada settingan temperatur 220°C backpressure 0,2 Mpa dengan waktu injeksi yaitu 20 detik. Dengan parameter yang konstan, mulai dari injection speed 60 mm/s, injection pressure 18 Mpa dan cooling time 250 detik

    Klasifikasi Kualitas Biji Kedelai Menggunakan Transfer Learning Convolutional Neural Network Dan SMOTE

    Full text link
    Soybeans are an important commodity in the food and feed industry, where they can be used to produce soy milk or other processed products. However, low-quality seeds can reduce the quality of the processed products and increase production costs. To address this issue, a soybean seed quality classification system was developed using the method of Transfer Learning with CNN and SMOTE. This method leverages the ability of neural networks for extracting of the visual features and handle for data imbalance between classes. The study shows that the CNN model achieved value accuracy is 91.09%, while the combination of CNN and SMOTE get the accuracyf 89.92%. Additionally, the MobileNetV2 model reached an accuracy of 91.11%, which further improved to 92.42% after applying SMOTE. These results demonstrate that the use of Transfer Learning and SMOTE significantly enhances accuracy in soybean seed quality classification, resulting in a more effective

    398

    full texts

    439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Directory of Scientific Journals Indonesian Society of Applied Science (ISAS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇