E-Journal Universitas Al-Azhar
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO, NON PERFORMING LOAN, DAN NET INTEREST MARGIN TERHADAP LOAN TO DEPOSIT RATIO PADA PERBANKAN KONVENSIONAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2018-2020
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh capital adequacy ratio, non performing loan dan net interest margin terhadap loan to deposit ratio pada perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2020. Dalam penelitian ini populasi yang diperoleh 43, sampel yang diperoleh selama 3 tahun periode perusahaan penelitian sebanyak 29 sampel, sehingga diperoleh 87 data observasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan berdasarkan purposive sampling. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara parsial variabel capital adequacy ratio (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap loan to deposit ratio (Y), non performing loan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap loan to deposit ratio (Y), net interest margin (X3) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap loan to deposit ratio (Y). Secara simultan capital adequacy ratio, non performing loan dan net interest margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap loan to deposit rati
Efektivitas Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia Diversifolia) Dan Babadotan (Ageratum Conyzoides) Terhadap Mortalitas Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros) Di Laboratorium
Efektivitas Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia) Dan Babadotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Mortalitas Kumbang Tanduk (O. rhinoceros) Di Laboratorium. Bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Ekstrak Daun Kembang Bulan dan Babadotan Terhadap Mortalitas Kumbang Tanduk di Laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari sampai April 2021. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan, yaitu : K1 = 5 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, K2 = 10 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, K3 = 15 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, K4 = 20 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, K5 = 25 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, B1 = 5 ml ekstrak babadotan/l air, B2 = 10 ml ekstrak babadotan/l air, B3 = 15 ml ekstrak babadotan/l air, B4 = 20 ml ekstrak babadotan/l air dan B5 = 25 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian insektisida nabati ekstrak daun tanaman kembang bulan dan babadotan berpengaruh nyata terhadap persentase mortalitas larva O. rhinoceros. Persentase mortalitas larva O. rhinoceros tertinggi setelah 30 hari aplikasi terdapat pada perlakuan K5 = 83,33 %
Respon Pemberian Mulsa Ampas Tebu Dan Pupuk Organik Cair Cangkang Kerang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa Chineensis L.)
Respon Pemberian Mulsa Ampas Tebu Dan Pupuk Organik Cair Cangkang Kerang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa chineensis L.). Bertujuan untuk mengetahui respon pemberian mulsa ampas tebu dan pupuk organik cair cangkang kerang serta interaksi mulsa ampas tebu dan pupuk organik cair cangkang kerang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy (Brassica rapa chineensis L.) Penelitian dilaksanakan di Desa Teluk Piai. Kecamatan Kualuh Hilir. Provinsi Sumatera Utara. pada bulan Januari sampai bulan Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah mulsa ampas tebu (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu T0 = (tanpa mulsa ampas tebu). T1 = (1.5 kg plot -1). T2 = (3 kg plot -1). Faktor kedua adalah pupuk organik cair cangkang kerang (K) terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = (tanpa pupuk organik cair cangkang kerang). K1 = (25 ml liter air -1). K2 = (50 ml liter air -1). Hasil peneltian menunjukkan bahwa pemberian mulsa ampas tebu berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman. luas daun. bobot pakcoy per sampel. dan bobot pakcoy per plot. Pemberian pupuk organik cair cangkang kerang berpengaruh sangat nyata terhadap parameter luas daun. bobot pakcoy per sampel. bobot pakcoy per plot. berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman. pada perlakuan Interaksi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter luas daun. namu
Aplikasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang dan Pupuk Anorganik NPKMg terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Pre Nursery
Peningkatan produksi kelapa sawit yang cenderung meningkat tersebut memerlukan kecukupan bibit yang berkualitas dalam jumlah banyak. Bibit yang berkualitas diperoleh melalui kegiatan pemeliharaan yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik cair kulit pisang dan pupuk anorganik NPKMg terhadap pertumbuhan bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di pre nursery. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor yang diuji dimana faktor pertama adalah pupuk organik kulit pisang yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0 = kontrol (tanpa POC kulit pisang) P1 = 80 ml polybag -1, P2 = 100 ml polybag-1 , P3 = 120 ml polybag-1 . Faktor kedua adalah pupuk NPKMg terdiri dari 3 taraf yaitu N0 = kontrol (tanpa pupuk NPKmg), N1 = 0.2 g 50 ml-1 air polybag -1, N2 = 0.4 g 50 ml -1 air polybag-1. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), bobot kering tajuk (g), bobot kering akar (g). Hasil peneltian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik cair kulit pisang berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun umur 8 dan 12 MST, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Aplikasi pupuk NPKMg berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, bobot kering tajuk dan bobot kering akar,. sedangkan interaksi pupuk organik cair kulit pisang dan pupuk NPKMg berpengaruh tidak nyata terhadap semua paramete
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran pengusaha mendaftarkan merek dalam meningkatkan kepercayaan konsumen pada usaha sepatu di Medan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran pengusaha mendaftarkan merek dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Pelaksanaan penelitian ini di Kecamatan Medan Denai kota Medan Sumatera Utara, dengan sampel 35 orang pengusaha sepatu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kesadaran pengusaha sepatu dalam mendaftarkan merek di Kecamatan Medan Denai masih sangat rendah, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya pengusaha sepatu yang mendaftarkan mereknya. Faktor penyebab dari hal tersebut adalah permintaan dari distributor yang memang tidak mau menggunakan merek pada sepatu tersebut, pendapatan yang mereka peroleh tidak sesuai dengan biaya pendaftaran merek, prosedur pengajuan registrasi merek dianggap sulit, belum adanya sosialisasi mengenai pendaftaran merek dari pemerintah setempat. Akibat dari tidak adanya merek pada produk akan mengakibatkan kepercayaan konsumen pada produk tersebut berkuran
Analisis hukum pidana terhadap kejahatan penelantaran anak oleh orang tua menurut Undang-Undang Nomor. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak
Anak harus selalu dilindungi karena ia adalah misi dan karunia Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki harkat, martabat, dan hak yang melekat sehingga hak asasi manusia sebagai manusia harus dilindungi. Hak anak adalah hak asasi manusia yang diatur dalam UUD 1945. Ordonansi Perlindungan Anak adalah UU No. 35 Tahun 2014. Undang-undang mengatur bahwa orang tua berkewajiban memelihara dan memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya dan tidak melepaskan kehendak anak-anaknya. Pasal 13 (1) Undang-Undang Perlindungan Anak menyatakan bahwa semua anak berhak atas perlindungan dan perlakuan selama mengasuh orang tua, wali, atau orang lain dan mereka yang bertanggung jawab atas pengasuhan mereka. Diskriminasi, eksploitasi ekonomi dan seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, penganiayaan, ketidakadilan dan pelanggaran lainny
Analisis Pengujian Karakteristik Dan Perbandingan Transformasi Pada Trafo 1 Fasa
Berdasarkan data hasil pengujian pada magnetisasi inti transformator, diperoleh saat pengisian (trafo mulai diberikan tegangan dari rendah ke tinggi) arus akan mengalir dan terus meningkat. Pengukuran V dan I dilakukan pada saat tegangan dinaikkan sampai 120 % nominal dan tegangan diturunkan sampai I sama dengan nol. Pada saat batas minimum arus tidak bernilai nol tetapi 8,7 mA, sedangkan pada saat tegangan maksimum 250 V arus bernilai 44,2 mA. Hal ini dikarenakan adanya magnet sisa yang terdapat dalam belitan trafo maka akan terjadi rugi Hysteresis. Pengujian perbandingan transformasi pada trafo satu fasa melakukan percobaan 1 pada sisi primer tegangan rendah dan percobaan 2 sisi primer tegangan tinggi. Adapun nilai tegangan V2 yang didapat 26,6 V pada sisi primer tegangan rendah V1 sebesar 6 V, sedangkan nilai tegangan V2 bernilai 5,9 V pada sisi primer tegangan tinggi V1 sebesar 25 V di mana nilai idealnya ar = 0,225 dan at = 4,23
Analisis data Vibrasi kelayakan Shaft Kompressor di Perusahaan Industri Tenaga Listrik
Teknik pengolahan data pada penelitian ini berdasarkan data vibrasi rata-rata. Bahwa terdapat sebuah shaft turbin gas yang masih layak pakai dan akan dipasang komponen komponennya, baik di compressor section, turbin section dan combustion section. Dari hasil pantauan di lapangan dan pengolahan data melalui pengujian vibrasi yang dilakukan dengan menggunakan alat khusus vibrasi bahwasanya shaft tidak layak pakai atau unbalance. Pengukuran Kompresor titik 1 F rendah arah Axial, nilai velocity axial rendah (t) = 0.02 secon dan nilai (X) = 4.2606 mm/s, Amplitudo (A) = 0.01356885 mm, Displacement (X) = - 0.0000416262 mm dan Acceleration (X) = - 4104179241 mm. Pengukuran compressor titik 1 F rendah arah Horizontal nilai velocity (X = 4.032861 mm/s , Amplitudo (A) = 0.012843572 mm , Displacement (X) = - 0.0000424684 mm dan Acceleration (X) = 4.187211783 mm
Perhitungan waktu baku menggunakan metode Jam Henti pada proses Bottling
Dalam mengupayakan persaingan pasar industri setiap perusahaan melakukan peningkatan produktivitas. Terdapat beberapa strategi dalam peningkatan produktivitas, salah satunya Task-Based Productivity Improvement Techniques. Pada proses pengisian bottling yang telah dilakukan secara otomatis, namun operator masih menjadi pengawas kualitas sertas jalannya produksi. Saat ini operator belum mengetahui dengan pasti berapa waktu yang dibutuhkan setiap pengerjaan pada suatu mesin, oleh karena itu Tujuan penelitian ini membuat perancangan pengukuran waktu kerja dengan metode jam henti yang dibutuhkan dalam proses pengisian bottling. Pada perhitungan waktu baku kita harus menetapkan tingkat kepercayaan dan ketelitian operator terhadap pekerjaan yang dilakukannya.Setelah itu kita melakukan uji keseragaman data, uji kecukupan data, penetapan faktor penyesuaian dan kelonggaran, perhitungan waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku. Setelah perhitungan didapatkan waktu siklus, waktu normal dan waktu baku terbesar yaitu pada operasi mesin Bottle washer pada pencucian botol sedangkan waktu siklus, waktu normal dan waktu baku terkecil didapat pada operasi mesin video jet pada pengkodean
Sistem Pemeliharaan Rel Kereta Api Koridor Palang Parasamia - Jembatan Sei Piring
Kereta api merupakan salah satu alternatif angkutan jalan rel bagi penumpang dan barang untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya yang memiliki beberapa kelebihan, yaitu berdaya angkut hemat bahan bakar, jalur yang dapat menembus sampai ke pusat kegiatan/kota, dan tarif yang lebih terjangkau. Maka dari itu diperlukan pemeliharaan tahunan jalan rel yang tepat dan efisien agar kinerja jalan rel tetap dalam kondisi normal dan aman. Jalan rel kereta api yang tidak dipelihara akan mengalami penurunan kualitas kinerja yang secara fisik akan terjadinya kerusakan misalnya rel rusak, rel patah, rel bergelombang, rel amblas dan lain sebagainya. Untuk mempertahankan kualitas pelayanan jalan kereta api yang layak sehingga dapat memberikan keselamatan, kenyamanan, keamanan dan ketetapan waktu perjalanan kereta api maka perlu dilakukan pemeliharaan dan perbaikan sesuai kelas jalan rel. Penelitian ini mengidentifikasikan parameter pemeliharaan jalan kereta api melalui Track Quality Indeks (TQI)