IRPI Publisher Journals (Institute of Research and Publication Indonesia)
Not a member yet
    1012 research outputs found

    Analisis Perbandingan Kinerja Web Humas Infrastruktur On-Premise dan Cloud Computing dengan Load Balancer Round Robin: Comparative Analysis of Public Relations Web Performance of On-Premise and Cloud Computing Infrastructure with Round Robin Load Balancer

    No full text
    Penelitian ini menganalisis perbandingan kinerja web humas untuk pelayanan publik antara infrastruktur on-premise dan cloud computing dengan load balancer round robin di RSUD Ratu Aji Putri Botung. Era digitalisasi mendorong rumah sakit mengoptimalkan sistem informasi termasuk web humas sebagai platform komunikasi dengan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental komparatif dengan pengujian beban menggunakan Apache JMeter pada tiga skenario: 50, 200, dan 2000 concurrent users. Parameter yang dianalisis meliputi response time, throughput, CPU utilization, memory usage, dan availability. Hasil penelitian menunjukkan cloud computing dengan load balancer round robin memberikan performa superior dengan response time excellent (215-293 ms) untuk semua skenario vs on-premise yang mengalami performance collapse hingga 111,969 ms pada 2000 users. CPU utilization cloud computing optimal (78-90%) dengan distribusi beban merata, sedangkan on-premise under-utilized (6-49%). Network traffic cloud computing consistent (354-356K bytes/sec) menunjukkan throughput predictable, sementara on-premise erratic (45-551K bytes/sec). Load balancer round robin terbukti highly effective dengan perfect success rate (100%) vs on-premise (99.3%). Cloud computing menunjukkan excellent scalability dan 497.8x lebih cepat pada extreme load. Penelitian merekomendasikan implementasi cloud computing untuk web humas rumah sakit guna meningkatkan kualitas pelayanan publik significantl

    Enhancing MSME Competitiveness Through Halal Certification Assistance: A Case Study of Kampung Genteng Candirejo

    Full text link
    The halal industry has experienced rapid global growth; however, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia still face challenges in obtaining halal certification. Kampung Genteng Candirejo in Surabaya houses a Herbal Processing Center that has been operating since 2008, yet limited knowledge, technical support, and financial constraints hinder its MSME members from obtaining halal certification. This community service program aims to enhance MSME competitiveness by providing halal certification assistance, including training, technical guidance, and marketing strategies. The methodology involves education, certification registration assistance, and program monitoring and evaluation. The results indicate an increased understanding of halal certification standards among MSMEs and a rise in the number of MSMEs applying for certification. This initiative positively impacts MSME business sustainability and supports Indonesia’s vision of becoming a global halal industry hub

    Peningkatkan Kesadaran Halal Lifestyle di Kalangan Santriwati Pondok Pesantren Putri Al-Barqy

    Full text link
    This community service activity aims to increase the awareness and understanding of santriwati Pesantren Putri Al-Barqy towards the importance of implementing a halal lifestyle in everyday life. Halal lifestyle does not only include aspects of food and beverages, but also includes clothing, cosmetics, financial transactions, and media consumption in accordance with the principles of Islamic law. The methods used include initial observation, distribution of pre-test and post-test questionnaires, interactive counseling, and comprehensive evaluation. The initial survey results show that most students still have a limited understanding of the concept of halal comprehensively. After the activity was carried out, the post-test results showed a significant increase in participants' knowledge, awareness, and desire to implement a halal lifestyle. Educational media in the form of brochures and open discussions proved effective in delivering material and building personal reflection. As a form of desire, the service team compiled a digital module that can be accessed independently by santriwati, and encouraged the integration of the material into the routine curriculum of the Islamic boarding school. This activity makes a real contribution in instilling halal values as part of the identity and habits of santriwati, and encourages them to become agents of change who can spread halal lifestyles in society.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman santriwati Pondok Pesantren Putri Al-Barqy terhadap pentingnya penerapan gaya hidup halal (halal gaya hidup) dalam kehidupan sehari-hari. Gaya hidup halal tidak hanya mencakup aspek makanan dan minuman, tetapi juga mencakup pakaian, kosmetik, transaksi keuangan, serta konsumsi media yang sesuai dengan prinsip syariat Islam. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyebaran kuesioner pre-test dan post-test, penyuluhan interaktif, serta evaluasi menyeluruh. Hasil survei awal menunjukkan bahwa sebagian besar santri masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai konsep halal secara komprehensif. Setelah kegiatan dilaksanakan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, kesadaran, dan keinginan peserta untuk menerapkan gaya hidup halal. Media edukatif berupa brosur serta diskusi terbuka terbukti efektif dalam menyampaikan materi dan membangun refleksi pribadi. Sebagai bentuk keinginan, tim pengabdian menyusun modul digital yang dapat diakses secara mandiri oleh santriwati, serta mendorong materi integrasi ke dalam kurikulum rutin pondok pesantren. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam menanamkan nilai-nilai halal sebagai bagian dari identitas dan kebiasaan santriwati, serta mendorong mereka menjadi agen perubahan yang dapat menyebarkan gaya hidup halal di masyarakat

    System Usability Scale in Information System Application Development Using Systematic Mapping Study

    No full text
    The System Usability Scale (SUS) is a widely used usability evaluation method due to its simplicity and reliability. However, no study has systematically mapped the application of SUS in information system applications. This research aims to conduct a Systematic Mapping Study (SMS) to analyze the use of SUS in 30 international journals indexed in SpringerLink during the 2021–2025 period, focusing on publication trends, application domains, number and types of respondents, respondent criteria, and SUS score results. After the screening process, 28 relevant articles were identified, of which 14 directly employed SUS. The mapping results indicate that the technology domain dominates the application of SUS, with most respondents being general application users, while publication trends show fluctuations with a peak in 2025. These findings are consistent with the research objective, namely to provide a comprehensive overview of SUS usage patterns. The novelty of this study lies in mapping respondent characteristics and variations in SUS scores within the context of information system applications, which has not been systematically mapped before. The results are expected to serve as both an academic reference and practical guidance for developers and researchers in improving system design based on user experience

    Profil Empati Multibudaya Masyarakat Desa Wisata Cibuntu

    Full text link
    The Cibuntu Tourism Village community faces challenges in maintaining social harmony amidst intense cross-cultural interactions due to increased tourist visits from various backgrounds. This study aims to identify the multicultural empathy profile of the Cibuntu Tourism Village community and formulate effective strategies in creating harmonious cross-cultural relationships. The research approach used a field study method in the form of interviews with managers, local communities, and children of Cibuntu Tourism Village, as well as strengthening the theory through literature review. Data analysis was conducted systematically to explore the pattern of community empathy in preserving traditions, welcoming visitors, and building solidarity between citizens. The results showed that the Cibuntu Tourism Village community has a high level of empathy, as seen from efforts to preserve traditions such as Sedekah Bumi, hospitality towards visitors, and solidarity in helping others. This inclusive attitude not only strengthens local social relations but also creates a positive image of the village in the eyes of tourists. The findings confirm the importance of multicultural empathy as the foundation of harmonious and inclusive sustainable tourism development.Masyarakat Desa Wisata Cibuntu menghadapi tantangan dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah interaksi multibudaya yang intens akibat meningkatnya kunjungan wisatawan dari berbagai latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil empati multibudaya masyarakat Desa Wisata Cibuntu dan merumuskan strategi yang efektif dalam menciptakan hubungan multibudaya yang harmonis. Pendekatan penelitian menggunakan metode kajian lapangan berupa wawancara dengan pengelola, masyarakat lokal, dan anak-anak Desa Wisata Cibuntu, serta penguatan teori melalui kajian pustaka. Analisis data dilakukan secara sistematis untuk menggali pola empati masyarakat dalam melestarikan tradisi, menyambut pengunjung, dan membangun solidaritas antarwarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Wisata Cibuntu memiliki tingkat empati yang tinggi, terlihat dari upaya pelestarian tradisi seperti Sedekah Bumi, keramahan terhadap pengunjung, dan solidaritas dalam membantu sesama. Sikap inklusif ini tidak hanya memperkuat hubungan sosial lokal tetapi juga menciptakan citra positif desa di mata wisatawan. Temuan ini menegaskan pentingnya empati multibudaya sebagai fondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang harmonis dan inklusif

    Perbandingan Performansi Algoritma Multiple Linear Regression dan Multi Layer Perceptron Neural Network dalam Memprediksi Penjualan Obat: Comparison of the Performance of Multiple Linear Regression Algorithms and Multi Layer Perceptron Neural Networks in Predicting Drug Sales

    No full text
    Penelitian ini mengevaluasi pemilihan atribut dari variabel internal (jumlah penjualan) dan eksternal (cuaca, harga komoditas, inflasi) menggunakan metode korelasi, serta membandingkan performansi algoritma Multiple Linear Regression (MLR) dan Multi-Layer Perceptron Neural Network dengan backpropagation (MLPNN-b) dalam memprediksi penjualan obat analgesik di “Apotek XYZ”. Metrik evaluasi Mean Squared Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) digunakan untuk mengukur akurasi prediksi. Hasil menunjukkan bahwa atribut internal "h-7" memiliki korelasi tertinggi (0,35) terhadap penjualan harian, sementara variabel eksternal seperti suhu harian, harga bawang merah, dan suku bunga juga memberikan kontribusi. Algoritma MLPNN-b dengan parameter tertentu mencapai MAPE 22,3% dan MSE 19.588 pada atribut tunggal, sedangkan MLR memiliki kinerja lebih merata pada atribut kombinasi dengan MAPE 25,6% dan MSE 22.768. Namun, kedua model masih mengalami underfitting dengan tingkat kesalahan prediksi yang cukup tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun MLPNN lebih unggul dalam menangkap hubungan non-linear dibandingkan MLR, akurasi prediksi masih belum optimal. Oleh karena itu, eksplorasi model hybrid serta integrasi lebih banyak variabel eksternal direkomendasikan untuk meningkatkan prediksi penjualan dan mendukung sistem manajemen stok farmasi yang lebih akurat

    Implementasi Computer Vision dalam Mendeteksi Penyakit pada Tanaman Cabai dan Tomat Menggunakan Algoritma Convolutional Neural Networks: Implementation of Computer Vision for Detecting Diseases in Chili and Tomato Plants Using the Convolutional Neural Networks Method

    No full text
    Computer Vision banyak diterapkan dalam bidang pertanian untuk mendeteksi penyakit tanaman secara otomatis. Penelitian ini mengembangkan aplikasi berbasis web menggunakan Algoritma Convolutional Neural Networks (CNN) untuk mendeteksi penyakit pada tanaman cabai dan tomat. Aplikasi ini dibangun dengan HyperText Markup Language (HTML), Cascading Style Sheets (CSS), Python, JavaScript, dan Flask, memungkinkan pengguna mengunggah gambar tanaman untuk diklasifikasikan. Model CNN mencapai akurasi pelatihan 91%. Saat diuji menggunakan dataset terpisah, model memperoleh akurasi tinggi. Namun, setelah diterapkan dalam aplikasi untuk deteksi nyata, akurasi menurun menjadi 75%, yang bisa disebabkan oleh kondisi pencahayaan, kualitas gambar, dan perbedaan dataset. Kesalahan untuk deteksi nyata terutama terjadi pada kelas Cabai Leaf Curl 50% dan Tomat Normal 40% dari masing-masing 10 kali uji deteksi sampel. Analisis kinerja model menggunakan precision, recall, dan F1-score menunjukkan bahwa Cabai Leaf Curl memiliki recall tertinggi sebesar 0.9619 dan memiliki precision tertinggi 0.9711. Sementara pada Tomat Late Blight mendapatkan skor terendah pada Recall 0.7594 dan F1-Score 0.8510, menunjukkan tantangan dalam klasifikasi. Analisis heatmap mengungkapkan bahwa model berfokus pada fitur gambar tertentu tetapi tidak selalu pada area penyakit. Peningkatan kinerja melalui optimasi preprocessing data, augmentasi gambar, dan arsitektur model yang lebih kompleks diperlukan untuk meningkatkan akurasi serta mengurangi kesalahan klasifikasi

    ANALISIS EFEKTIVITAS PLTS ATAP (ROOFTOP) UNTUK MENGURANGI TAGIHAN LISTRIK RUMAH TANGGA: Analisis Efektivitas PLTS Atap (Rooftop) Untuk Mengurangi Tagihan Listrik Bangunan

    No full text
    The rising cost of electricity due to the dependence on fossil fuels has become a significant burden for households in Indonesia. Rooftop Solar Power Systems (PLTS Atap) emerge as a potential clean energy solution to address this problem. This study aims to analyze the effectiveness and economic feasibility of implementing Rooftop Solar as an effort to reduce household electricity bills. This study applies a mixed-method (quantitative-qualitative) approach through surveys and interviews with 25 households with 1300 VA or higher electricity service. The quantitative analysis results show that for an average monthly consumption of 329.1 kWh, a 3 kWp solar power system is highly recommended. This system has the potential to cut monthly bills by up to 95.7% with a payback period of approximately 8.5 years, although it requires an initial investment of around IDR 46,250,000. However, the qualitative findings reveal that the majority of respondents (56%) are hesitant due to this initial investment cost. Meanwhile, another 20% of respondents were neutral, indicating a need for more information and accessible financing schemes. This study concludes that although Rooftop Solar is highly feasible from a technical and economic standpoint, its main barriers are socio-economic. The success of future adoption heavily depends on the availability of accessible financing models to overcome the initial capital challenge.Meningkatnya biaya listrik akibat ketergantungan pada energi fosil menjadi beban yang signifikan bagi rumah tangga di Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap hadir sebagai solusi energi bersih yang potensial untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan kelayakan ekonomi implementasi PLTS Atap sebagai upaya mengurangi tagihan listrik rumah tangga. Studi ini menerapkan metode campuran (kuantitatif-kualitatif) melalui survei dan wawancara terhadap 25 rumah tangga pelanggan PLN dengan daya 1300 VA ke atas. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan, untuk rata-rata konsumsi 329,1 kWh/bulan, sistem PLTS berkapasitas 3 kWp sangat direkomendasikan. Sistem ini berpotensi memangkas tagihan bulanan hingga 95,7% dengan periode pengembalian investasi sekitar 8,5 tahun, meskipun memerlukan investasi awal sekitar Rp 46.250.000,-. Namun, temuan kualitatif mengungkap bahwa mayoritas responden (56%) merasa keberatan dengan biaya investasi awal tersebut. Sementara itu, 20% responden lainnya bersikap netral yang mengindikasikan adanya kebutuhan informasi dan skema pembiayaan yang meringankan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun PLTS Atap sangat layak secara teknis dan ekonomi, hambatan utamanya bersifat sosio-ekonomi. Keberhasilan adopsi di masa depan sangat bergantung pada ketersediaan model pembiayaan yang dapat diakses untuk mengatasi tantangan modal awal

    Implementasi Algoritma K-Means Untuk Clustering Data Inventori : Implementation of the K-Means Algorithm for Inventory Data Clustering

    No full text
    Manajemen persedian perangkat teknoogi pada sebuah bagian fungsi Shared Service Center Information Communication Technology (SSC ITC) menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan barang guna mendukung sistem informasi dan komunikasi perusahaan. Ketidakseimbangan antara stok dan permintaan yang dinamis menjadi tantangan utama dalam manajemen inventori perangkat teknologi. Oleh karena itu, Shared Service Center Information Communication Technology (SSC ICT) berperan penting dalam memastikan ketersediaan barang guna mendukung sistem informasi dan komunikasi perusahaan. Sehingga pengelompokan data perlu dilakukan untuk memahami pola dan hubungin antar data dalam inventori. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma K-Means dalam mengelompokkan data inventori berdasarkan stok dan durasi penyimpanan perangkat. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan uji coba terhadap cluster 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10, pemilihan K=6 didasarkan pada hasil  nilai Davies-Bouldin Index (DBI) terkecil dibandingkan dengan nilai DBI pada K lainnya, yaitu sebesar 0,693, yang mengindikasikan kualitas klaster yang optimal. Dengan demikian, metode ini dapat membantu dalam mengoptimalkan strategi pengelolaan inventori

    Smart Social Media Use: Digital Strategies to Strengthen Personal Identity and Reputation of Students of SMK Jayawisata 2: Smart Social Media Use: Strategi Digital untuk Memperkuat Identitas dan Reputasi Pribadi Siswa SMK Jayawisata 2

    Full text link
    SMK Jayawisata 2 merupakan sekolah kejuruan yang berfungsi untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang dapat beradaptasi dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja. Namun, tidak sedikit dari lulusan SMK Jayawisata 2 yang susah dalam mendapatkan pekerjaan. Berdasarkan observasi awal, siswa-siswi masih mengalami keterbatasan literasi terkait strategi digital untuk memperkuat identitas dan reputasi pribadi melalui media sosial yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja pada saat ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa-siswi SMK Jayawisata 2 dalam melakukan pengelolaan media sosial sebagai alat dalam membangun personal branding yang dapat mengembangkan keterampilan. Metode kegiatan berbentuk seminar yang terdiri dari pemaparan materi dan sesi tanya jawab interaktif yang dapat membuka akses informasi kepada peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta yang diukur melalui pre-test dan post-test dengan rata-rata peningkatan pemahaman terhadap materi sebesar 69,5%. Selain itu, hasil review kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari peserta

    321

    full texts

    1,012

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IRPI Publisher Journals (Institute of Research and Publication Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇