e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Not a member yet
1462 research outputs found
Sort by
PERAN BIMBINGAN BELAJAR DI LUAR SEKOLAH TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DESA TALANGKEMBAAR KECAMATAN MONTONG KABUPATEN TUBAN
Lingkungan sosial yang kurang baik dalam berteman serta penggunan handphone tanpa pengawasan secara efektif membuat anak khususnya anak usia dini berbahasa yang kurang baik dan sopan,~yaitu anak sering mengucapkan kata kotor di berbagai situasi, hal inilmenjadi permasalahan yang menyebabkan pemberian stimulus lebih dalam belajar khususnya ketika anak berada di rumah. Penelitiann ini. Untuk. mengetahuii bagaimana. Peran. Bimbingan Belajar Di Luar Sekolah Terhadap Perkembangan Bahasa. Anak. Usia 5 - 6 Tahun Di Desa Talangkembar Kecamatan. Montong Kabupaten. Tuban. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengaan tekniik pengumpullan data, random sampling. Adapun subyek penelitian ,yang .digunakan adalah orang tua siswa dan tutor bimbingan belajar dimana penelitiannya dilakukan di lembaga bimbingan belajar desa Talangkembar pada tahun 2022, selanjutnya analisa data yang digunakan adalah analisa domain dan taksonomi yang dikombinasikan. Kesimpulannya adalah bahwa bimbingan belajar memiliki peran terhadap perkembangan bahasa anak. Perubahan anak tersebut adalah tidak menggunakan bahasa yang kurang sopan ketika berkomunikasi dengan orang tua, teman dan tutor, selain itu anak juga mampu membedakaan kata yang baiik dan kata kurang baik untuk di gunakan dalam berbahasa. Proses bimbingan belajar baik dan lancar dimana ini di sebabkan oleh waktu belajar yang sesuai, tutor yang berkualitas secara pendidikan, serta tempat yang strategis
PENGEMBANGAN RUBRIK PENILAIAN DIMENSI BERGOTONG ROYONG DALAM PENGEMBANGAN PROJECT PROFIL PELAJAR PANCASILA
Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan rubrik penilaian dimensi bergotong-royong dalam pengembangan project profil pelajar Pancasila yang valid dan reliabel. Prosedur yang dilakukan melalui empat tahap yaitu tahap awal, tahap desain, tahap uji-coba dan revisi, serta tahap implementasi. Subyek penelitian sebanyak dua belas guru (rater) yang sebelumnya diberi penjelasan tentang teknik penggunaan rubrik penilaian yang dikembangkan. Uji validitas menggunakan kesepakatan para ahli dengan indeks yang diusulkan oleh Aiken. Uji Reliabilitas menggunakan koefisien korelasi antar-kelas (Interclass Correlation Coeficient). Karena hasil perhitungan uji validitas rubric penilaian yang dikembangkan di atas table, maka rubrik ini sudah memenuhi validitas isi. Sedangkan hasil perhitungan koefisien alpha digolongkan istimewa, dan hasil perhitungan koefisien korelasi antar-kelas memilki stabilitas yang tinggi
IDENTIFIKASI MORFOLOGI TUMBUHAN FAMILI ARECACEAE DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN
Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi tiga jenis tumbuhan anggota Arecaceae yaitu palem putri (Veitchia merilli), palem botol (Hyphorbe lagencaulis) dan palem merah (Cystostachy renda) yang berada di lingkungan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Data penelitian diperoleh dengan metode pusposif sampling dengan analisis deskriptif kualitatif. Survey dilakukan dengan keliling area universitas dan mengamati keberadaan tanaman palem yang ada dengan menganalisis morfologi dan jumlah masing-masing ketiga jenis palem. Hasil penelitian menunjukkan adanya 56 pohon palem putri (Veitchia merillii), 9 palem botol (Hyphorbe lagencaulis) dan 4 palem merah (Cyrtostachy renda) dengan persamaan morfologi daun dan akar. Daun merupakan daun lengkap yang termasuk jenis daun majemuk menyirip, pangkal tumpul, tepi rata dan ujung runcing. Sedangkan akarnya termasuk jenis akar serabut. Terdapat satu jenis palem dengan penampilan karakteristik morfologi jauh berbeda dengan jenis lainnya, yaitu palem merah yang memiliki pelepah berwarna merah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan karakteristik morfologi tumbuhan palem di tempat penelitian
INTERFERENSI BAHASA JAWA DALAM BAHASA INDONESIA PADA FILM YOWIS BEN 2 KARYA FAJAR NUGROS DAN BAYU EKO MOEKTITO: STUDI KASUS PADA OBJEK PENELITIAN FILM YO WIS BEN
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Interferensi bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia pada Film Yowis Ben 2 Karya Fajar Nugros dan Bayu Eko Moektito, meliputi: (1) Interferensi morfologi afiksasi, dan (2) Interferensi semantik denotatif. Penelitian ini secara keseluruhan menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak catat dan studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Adapun objek dalam penelitian ini yaitu Film Yowis Ben 2 yang ditayangkan pada 14 Maret 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interferensi bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia yang ada pada Film Yowis Ben 2 terdiri dari dua bentuk interferensi yaitu Interferensi morfologi afiksasi, yang meliputi: Prefiks (awalan), Sufiks (akhiran), dan Konfiks (awalan dan akhiran). Serta bentuk Interferensi semantik denotatif. Kesimpulan dari penelitian ini ditemukannya interferensi morfologi afiksasi yang terdiri dari aspek prefiks, sufiks, dan konfiks. Serta interferensi semantik denotatif dalam film Yowis Ben 2
PELATIHAN TEKNIK PEMBUATAN ALIS MATA PADA IBU-IBU PKK FLAMBOYAN
Alis merupakan fitur biometric dan sangat efektif dalam mengidentifikasi pribadi seseorang. Alis merupakan salah satu bagian penting dalam make up. Kemampuan untuk membentuk alis mata dapat mencerminkan kecantikan penampilan wajah seseorang. Berdasarkan survei yang telah dilakukan diperoleh bahwa pelatihan pembuatan alis dipilih sesuai dengan kebutuhan dalam merias diri. Pembuatan alis mata yang bagus menjadi momok bagi ibu-ibu yang ingin tampil cantik terutama yang memiliki alis tebal. Dalam pengabdian ini memiliki tujuan untuk membuat alis mata yang bagus sesuai dengan pribadi seseorang dengan menggunakan berbagai teknik salah satunya teknik serat. Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Flamboyan sebanyak 20 orang. Hasil pelatihan ini menunjukan bahwa metode serat di sukai ibu-ibu terutama yang memiliki alis mata yang tebal. Hal ini dikarenakan teknik serat dapat merapikan alis mata tebal
MUTU ORGANOLAPTIK IKAN TONGKOL DAN IKAN TENGGIRI SEGAR SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU 0-5 DERAJAT CELCIUS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji organoleptik pada ikan tongkol dan ikan tenggiri selama penyimpanan dingin. Pengambilan sampel dilakukan di Tempat pelelangan ikan desa kingking Kabupaten Tuban pada bulan Juli 2022. Metode yang digunakan : survei dan wawancara, analisa data menggunakan scor sheet pada uji organolaptik dengan panelis yang teruji. Berdasarkan hasil penelitian uji organolaptik pada ikan tongkol dalam penyimpanan hari ke 0 diperoleh nilai mata, insang, daging, bau 9, lendir, tekstur 8,8 dan pH 6. Pada ikan tenggiri nilai mata, Insang, daging 8,4 lendir, bau, tekstur 8,8 dan pH 6. Hari ke 2 ikan tongkol nilai mata 9 insang, daging 8,2 lendir 8 bau 8,4 tekstur 8,6 dan pH 6,7. Ikan tenggiri nilai mata, insang, lendir, daging 8 bau, tekstur 8,2 dan pH 6,6. Hari ke 4 ikan tongkol nilai mata, daging, bau, tekstu 8 insang 7,6 lendir 7,8 dan pH 6,9. Untuk ikan tenggiri nilai mata 7,6 insang 7,4 lendir, bau, tekstur 8 daging 7,8 dan pH 7,2. Hari ke 6 ikan tongkol nilai mata, insang 7,6 lendir 7,4 daging, tekstur 7,8 bau 8 dan pH 6,7. Ikan tenggiri nilai mata, insang, tekstur 7,2 lendir, bau 7,4 daging 7,6 dan pH 6,9. Kesimpulannya mutu ikan paling bagus pada hari ke 0. ikan tenggiri lebih cepat mengalami kemunduran mutu. Saran agar mendapatkan ikan segar sebaiknya dilakukan penyimpanan di hari ke
PENERAPAN TEKNIK JARIMATIKA BERBANTUAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SDN PULOGEDE I
Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi perkalian melalui penerapan teknik jarimatika berbantuan video animasi pada siswa kelas III SD Negeri Pulogede I. Subjek penelitian tindakan ini adalah siswa kelas III SD Negeri Pulogede I semester II tahun pelajaran 2021/2022 dengan jumlah 9 siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing- masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data penelitian yaitu tes, lembar pengamatan aktivitas guru, lembar aktivitas siswa, dan lembar respon siswa. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan indikator keberhasilan ketuntasan klasikal sebesar 80%. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) dalam penerapan teknik jarimatika terdapat peningkatan aktivitas guru dan juga siswa disetiap siklusnya, ini bisa dibuktikan untuk aktivitas guru pada siklus I mencapai persentase 81,25% (baik), sedangkan pada siklus II aktivitas guru mencapai persentase 90,62% (sangat baik). Aktivitas siswa pada siklus I mencapai persentase 72,50% (baik), sedangkan pada siklus II mencapai persentase 90% (sangat baik); 2) terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Terbukti dengan nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 77,56 dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 97,78 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 66,67% pada siklus I dan meningkat menjadi 100% pada siklus II sehingga pada siklus II dinyatakan berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan
STRUKTUR KOMUNITAS TANAMAN INANG LIKEN DI KAWASAN TAMBANG BATU KAPUR DAN TANAH LIAT PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK PABRIK TUBAN
Area tambang batu kapur dan tanah liat umumnya memiliki kualitas udara yang cenderung dibawah rata-rata, tetapi di area kawasan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dapat ditemukan liken pada berbagai jenis tanaman inang. Diketahui bahwa liken merupakan sebagai salah satu bioindikator kualitas udara. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas vegetasi yang menjadi tanaman inang liken di kawasan tambang batu kapur dan tanah liat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pabrik Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling metode analisis vegetasi. Analisis vegetasi dilakukan pada area tambang batu kapur (Greenbelt/GRE) dan area tambang tanah liat (Tlogowaru/TLO). Analisis struktur komunitasnya menggunakan indeks keanekaragaman hayati Shannon Wiener (H’), Indeks Kemerataan spesies Pielou (J), Indeks Dominansi Simpsons (D), Kerapatan dan tutupan lahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di lokasi tambang batu kapur dan tanah liat pada kategori pertumbuhan pohon, memiliki nilai keanekaragaman rendah dan diindikasikan tanaman inang liken kategori pohon mendapat tekanan yang cukup tinggi (H’ TLO = 0.80; H’ GRE = 0.86). Sedangkan untuk kategori pertumbuhan tihang di lokasi tambang tanah liat memiliki nilai keanekaragaman sedang (H’ TLO = 1.28) yang mengindikasikan tanaman inang liken mendapatkan tekanan ekologis sedang, hal ini lebih baik dibandingkan dengan lokasi tambang batu kapur pada kategori yang sama memiliki nilai keanekaragaman rendah (H’ GRE = 0.31) maka diindikasikan tanaman inang liken mendapat tekanan yang cukup tinggi
PERANCANGAN MODEL SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENINGKATKAN KINERJA RANTAI PASOKAN DI SINAR MAS SURABAYA
Sistem pengendalian persediaan bahan baku dan prinsip-prinsipnya telah banyak diterapkan dalam rantai pasokan dalam beberapa tahun ini. Produsen adalah salah satu kontributor utama dalam rantai pasokan dan persediaan memainkan peran penting bagi industri manufaktur agar menjadi efektif dan efisien tidak terkecuali di Sinar Mas Surabaya yang memproduksi pipa baja. Masalah utama yang terjadi di Sinar Mas Surabaya adalah tidak adanya sistem pengendalian persediaan baik / berhubungan langsung untuk peningkatan rantai pasokannya yang pada akhirnya dapat mengakibatkan pengurangan dari persediaan. Tujuan penelitian ini adalah dibuatnya suatu model sistem pengendalian persediaan bahan baku untuk mengoptimalkan tingkat persediaan rantai pasoknya dengan manfaat untuk mendapatkan nilai aliran bahan. Metode pendekatannya adalah mengoptimalkan tingkat persediaan rantai pasok saat adanya ketidaksesuaian antara bahan baku dan produk jadi pipa baja yang dibuat dalam memenuhi kebutuhan konsumennya. Stok persediaannya berupa model sistem pengendalian persediaan bahan baku berdasarkan matrik yang disesuaikan dalam kinerja rantai pasokan di Sinar Mas Surabaya. Analisa penelitian ini berupa model sistem yang tidak hanya menghasilkan tingkat optimal produk tetapi juga pengendalian persediaan bahan baku dalam rantai pasokannya sebesar 0,0667. Penelitian ini menghasilkan sistem pengendalian persediaan bahan baku yang memiliki pengembangan dalam perencanaan serta menghasilkan persediaan bahan baku pipa baja tidak hanya pada level tertentu yang dioptimalkan secara matrik dari hasil pengukuran kinerja rantai pasokan pipa baja di Sinar Mas Surabaya sebesar 3,0774 yang berarti pemesanan barang pada proses rantai pasok berdampak langsung pada aktivitas biaya
IDENTIFIKASI TELUR CACING PARASIT SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA SAYURAN SAWI PUTIH (Brassica rapa ssp. pekinensis) DI PASAR BARU KABUPATEN TUBAN
Kesehatan dan penerapan gaya hidup sehat merupakan hal terpenting untuk menjaga kondisi imunitas tubuh. Mengkonsumsi sayuran sawi putih (Brassica rapa ssp. pekinensis) juga salah satu penerapan dari menjaga gaya hidup sehat. Sawi putih di dalamnya terkandung vitamin A, B, C, E dan K, serat pangan, antioksidan dan mineral. Dalam mengkonsumsi sayuran harus berhati-hati, diolah secara matang dan bersih untuk menghindari penyakit kecacingan yang ditularkan melalui sayuran sawi putih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi telur cacing parasit Soil Transmitted Helminths (STH) pada sayuran sawi (Brassica rapa ssp. pekinensis) yang dijual di Pasar Baru Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan pada pemeriksaan sampel yaitu metode sedimentasi. Proses sedimentasi dimulai dengan merendam sawi putih selama 1 jam didalam larutan NaCl 0,9% kemudian di sentrifugasi dan diperiksa secara mikroskopis. Hasil dari pemeriksaan sampel secara mikroskopis menunjukkan hasil adanya kontaminasi dari telur cacing soil transmitted helminths (STH) pada 7 sampel sayuran sawi putih yang diperiksa, sebanyak 6 sampel positif terdapat telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) dan 1 sampel negatif. Jenis telur cacing yang ditemukan pada sayuran sawi putih ini yaitu telur cacing Trichuris trichiura, Ascaris lumbricoides, dan Hookworm