e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Not a member yet
1462 research outputs found
Sort by
KARAKTER BINATANG SEBAGAI HASIL DARI POLA HABITUASI DALAM NOVEL SI PUTIH KARYA TERE LIYE: KAJIAN ZOOLOGI SASTRA
Habituasi melekat pada perubahan karakter. Karakter merupakan serangakain sikap, perilaku, motivasi, dan ketrampilan. Karakter dapat berubah sesuai dengan pola habitusi yang diterapkan. Habituasi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan seseorang secara berulang untuk mendapatkan sesuatu dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini, dilatarbelakangi oleh perluasan habituasi yang ditujukan pada binatang yang berperan dalam karya sastra khususnya novel untuk menemukan perubahan karakter binatang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter binatang yang dihasilkan dari pola habituasi dalam novel Si Putih. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan zoologi sastra. Zoologi sastra adalah ilmu intradisipliner gabungan dari ilmu zoologi (eksakta) dan sastra (humaniora). Hasil dari penelitian ini terdapat delapan data yang merupakan perubahan karakter binatang yang dipengaruhi oleh pola habituasi yang diterapkan dalan novel. delapan data karakter binatang sebagai berikut: (1) sedih, (2) plin-plan atau tidak teguh pendirian, (3) baik hati, (4) keras kepala, (5) pemarah, (6) pemberani, (7) kekanak-kanakan, (8) rasa penasaran
DESAIN BUKU CERITA BERGAMBAR UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN BAHASA JAWA KRAMA ALUS ANAK USIA 5–6 TAHUN
Adanya penurunan penggunaan bahasa Jawa terutama krama alus pada masyarakat Jawa sehingga diperlukan adanya pembelajaran bahasa Jawa krama alus bagi generasi muda terutama anak usia dini khususnya pada anak usia 5–6 tahun. Penggunaan buku cerita bergambar digunakan untuk menstimulasi kemampuan bahasa Jawa krama alus anak usia 5–6 tahun dengan memperhatikan desain yang menarik, sesuai dengan kebutuhan anak dan sesuai dengan kevalidan media tersebut. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode perancangan Glass box. Analisis data menggunakan 5W 1H dan analisis uji validitas terhadap dua validator ahli media. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa desain buku cerita bergambar ini sesuai kebutuhan anak, menarik, orisinal dan layak (valid) dengan skor 96% yang diberikan oleh dua validator ahli media untuk digunakan dalam menstimulasi perkembangan bahasa Jawa krama alus anak usia 5–6 tahun
PENGARUH GAYA HIDUP, CITRA MEREK, STORE ATMOSPHERE DAN WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MCDONALD’S PURWOKERTO
Gaya hidup, citra merek, store atmosphere, dan word of mouth adalah beberapa komponen yang diteliti dalam penelitian ini. Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang signifikan dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk McDonald\u27s di Purwokerto. Konsumen yang membeli McDonald\u27s di kota Purwokerto adalah populasi yang menjadi target penelitian ini. Sampling snowball digunakan untuk mengumpulkan 110 responden. Melalui analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS 25, dicapai persamaan regresi Y = 3,012 + 0,133 X1 + 0,155 X2 + 0,071 X3 + 0,758 X4 + e. Nilai R Square sebesar 73,2% artinya variasi pengaruh variabel independent terhadap dependen, sedangkan sisanya, sebesar 26,8%, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar lingkup penelitian ini. Hasil dari Uji F adalah Fhitung > Ftabel (71,683 > 2,46), sehingga model dinyatakan memenuhi goodness of fit. Berdasarkan hasil uji t variabel gaya hidup nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,402 > 1,982) dengan signifikan (0,016 < 0,05), variabel citra merek nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,551 > 1,982) dengan signifikan (0,012 < 0,05), variabel store atmosphere nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,234 > 1,982) dengan signifikan (0,022 < 0,05), variabel word of mouth nilai thitung lebih besar dari ttabel (14,455 > 1,982) dengan signifikan (0,000 < 0,05). Sehingga semua hipotesis penelitian ini diterima. Artinya secara parsial variabel gaya hidup, citra merek, store atmosphere dan word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian McDonald’s Purwokerto
DINAMIKA ADOPSI TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN DALAM PENDIDIKAN TINGGI: SEBUAH ANALISIS MENGGUNAKAN MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL TAM)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam konteks akademik dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Metode survei digunakan, melibatkan responden dari berbagai program studi di Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Hasil menunjukkan bahwa persepsi tentang kemudahan penggunaan dan kegunaan AI, sikap terhadap teknologi, norma sosial, kesiapan teknologi, dan kepuasan pengguna mempengaruhi penerimaan dan penggunaan AI. Analisis statistik deskriptif dari data yang diberikan menunjukkan beberapa temuan menarik mengenai persepsi dan perilaku responden terhadap suatu sistem atau teknologi. Secara keseluruhan, semua konstruk yang diukur menunjukkan kecenderungan positif, dengan rata-rata skor berada di atas titik tengah skala 5 poin yang digunakan. Konstruk "Perceived Ease of Use (EE)" atau Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan memiliki rata-rata tertinggi sebesar 3,69. Ini diikuti oleh "Facilitating Conditions (FC)" atau Kondisi Fasilitasi dengan rata-rata 3,63. Temuan ini mengindikasikan bahwa responden umumnya merasa sistem atau teknologi yang dievaluasi cukup mudah digunakan dan didukung dengan baik oleh infrastruktur atau kondisi yang ada. Meskipun adanya penerimaan yang luas, variasi dalam perilaku penggunaan aktual menandakan perlunya pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi adopsi AI secara praktis. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika adopsi AI dalam pendidikan, menekankan pentingnya pendekatan holistik untuk meningkatkan penggunaan teknologi dalam konteks pendidikan
PELESTARIAN JAJANAN TRADISIONAL MELALUI PELATIHAN KREASI MAKANAN NUSANTARA
Makanan dan kue adalah salah satu perwujudan kekayaan kebudayaan Indonesia. Dalam hal meningkatkan daya jual untuk mengimbangi daya saing dari penjualan kue tradisonal itu sendiri memerlukan sedikit kreativitas dalam mengolah dan menyajikannya. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengusul ini dimaksudkan untuk mengembangkan kreativitas mitra dalam pembuatan berbagai makanan tradisional yang dibentuk lebih menarik. Berdasarkan masalah yang dihadapi oleh mitra, maka sangat perlu dilakukan pelatihan guna meningkatkan keterampilan mereka dalam membuat berbagai macam jenis makanan tradisional. Melalui program usulan kegiatan ini dan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilaksanakan, tim pengusul mencoba untuk menawarkan solusi yang dikemas dengan nama Pelestarian Jajanan Tradisional Melalui Pelatihan Kreasi Makanan Nusantara, yaitu Pae Kentang, makanan tradisional dari Pulau Madura. Program ini diisi dengan beberapa kegiatan: 1) Pembelajaran tentang asal-usul makanan tradisional, macam-macam makanan tradisional dan asal daerahnya, 2) Pembelajaran tentang bahan-bahan makanan, dan cara produk yang sehat, 3) Praktik pengolahan makanan dan mengkreasikan dalam bentuk yang menarik
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STORYLINE 3 MATA PELAJARAN PKN MATERI HAK DAN KEWAJIBAN KELAS III SEKOLAH DASAR
Pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan karena meluasnya penggunaan teknologi digital di ruang kelas. Ini merupakan komponen penting dalam meningkatkan pendidikan, informasi, dan pembelajaran secara umum. Media untuk pembelajaran interaktif telah dikembangkan menggunakan perangkat digital seperti Articulate Storyline 3, yang mencakup materi multimedia. Teknologi digital juga telah meningkatkan praktik pedagogis, yang mengarah pada pengajaran di kelas yang lebih efisien. Temuan dari wawancara dengan instruktur kelas tiga di SDN Sugihwaras 1 menjadi dasar penelitian ini. Tidak adanya media pembelajaran berarti bahwa siswa tidak terbiasa dengan konsep hak dan kewajiban dalam pendidikan kewarganegaraan, menurut data observasi. Kemanjuran, utilitas, dan kegunaan Articulate Storyline 3 sebagai media menjadi fokus penelitian ini. Model ADDIE yang mencakup analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, berfungsi sebagai kerangka pengembangan untuk penelitian ini, yang berada di bawah naungan penelitian dan pengembangan (R&D). Siswa di kelas tiga berpartisipasi dalam penelitian ini, yang menggunakan eksperimen skala kecil dengan hanya sepuluh peserta. Media Pembelajaran Articulate Storyline 3 dinilai berhasil setelah mendapat penerimaan sebesar 83% dari validator profesional media, menurut temuan peneliti. Menurut laporan, baik siswa maupun guru telah memberikan penilaian yang tinggi terhadap Articulate Storyline 3, yaitu sebesar 98%. Dengan nilai rata-rata 95 dari 75 poin KKM, Media Pembelajaran Articulate Storyline 3 dinilai dapat diterima. Siswa tingkat III dapat memperoleh manfaat besar dari pembelajaran tentang hak dan kewajiban melalui penggunaan media Articulate Storyline 3, menurut hasil penelitian ini
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMASARAN IKAN LELE DI POKDAKAN “JABRISAN RUMBUK DADI MAKMUR”
Pemasaran merupakan salah satu hal terpenting dalam siklus usaha, dimana ujung tombak usaha maju dan berkembang adalah bagaimana pelaku usaha bisa memasarkan produk/jasa yang di hasilkan (Rasam & Sari, 2019). POKDAKAN Jabrisan Rumbuk Dadi Makmur merupakan kelompok pembudidaya ikan lele yang terbentuk pada bulan November 2022 akan tetapi pembudidaya rata-rata memulai budidaya dari tahun 2014. Kelompok yang terdiri dari 10 pembudidaya ini memiliki tujuan utama yaitu bersinergi dalam hal pemasaran, hal ini di pengaruhi banyaknya kompetitor dalam bidang budidaya dan juga pengolahan produk ikan lele. Permasalahan mitra saat ini adalah dalam bidang pemasaran benih lele, lele siap konsumsi dan juga pemasaran produk olahan berbahan dasar lele yang pada tahun lalu kami pernah melakukan pelatihan diversifikasi olahan. Cara pemasaran yang sudah di lakukan masih secara konvensional. Solusi yang ditawarkan : Pelatihan pemasaran menggunakan media sosial dan pendampingan pembuatan akun bisnis dan fitur-fitur pemasaran. Target kegiatan ini sesuai permasalahan yaitu pelatihan pemasaran dengan menggunakan media sosial dan pendampingan pembuatan akun bisnis dan fitur pemasaran. Indikator capaian: peningkatan pengetahuan mitra mengenai pemasaran modern/digital marketing dengan menggunakan media sosial Instagram dan Facebook. Output dari kegiatan ini berupa publikasi ilmiah di jurnal/prosiding ber ISBN, Artikel pada Media Online/Cetak, video kegiatan. Hasil kegiatan di dapatkan adanya peningkatan pengetahuan mitra minimal 90,6% terkait penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran. Output dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah publikasi ilmiah di jurnal/prosiding ber ISBN, Hak Cipta (Artikel), video kegiatan yang bisa di akses di media sosial
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA
Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa aktivitas belajar siswa masih rendah, yang mengakibatkan hasil belajar matematika siswa yang rendah. Penelitian kuantitatif ini memanfaatkan eksperimen desain kontrol grup pre-test dan post-test untuk menentukan apakah ada peningkatan dalam hasil belajar matematika siswa yang diterapkan model pembelajaran berbasis masalah terhadap siswa di kelas X SMA Negeri 1 Paciran. Populasi penelitian terdiri dari Seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Paciran yang terdiri dari 324 siswa. Sampel penelitian dipilih secara cluster random sampling dari 36 siswa di kelas XE1 sebagai kelas eksperimen dan 36 siswa di kelas XE5 sebagai kelas kontrol, masing-masing diberi perlakuan model pembelajaran yang berbeda yaitu pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional. Tes dan observasi adalah dua metode pengumpulan data yang digunakan. Tes digunakan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar. Selain itu, observasi digunakan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah berjalan atau tidak dalam pembelajaran baik yang terlihat pada aktivitas guru maupun siswa. Berdasarkan teknik analisis data Man-Withney yang digunakan. Rata-rata skor post-test siswa di kelas eksperimen adalah 80,25, dan rata-rata skor post-test siswa di kelas kontrol adalah 70,00. Dari rata-rata tersebut kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 53% sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan sebesar 46%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi trigonometri siswa kelas X SMA
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK MATERI KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Penggunaan media dapat membantu proses pembelajaran. Segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan emosi, ide, fokus, dan keterampilan siswa dalam rangka meningkatkan pembelajaran dianggap sebagai media. Penggunaan media pembelajaran guna sebagai mediator antara instruktur dan siswa untuk memberikan informasi pembelajaran. Ada sejumlah masalah yang muncul ketika diketahui bahwa guru matematika hanya menggunakan sumber belajar sederhana seperti menggambar langsung di papan tulis atau membawa potongan kertas dalam bentuk bangun datar, dan kemudian menugaskan peserta didik guna melaksanakan pengerjaan latihan soal dari LKS. Berdasarkan hal itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi kemanjuran, kepraktisan, validitas media Pop-up Book. Dalam pengembangan ini, paradigma ADDIE digunakan, dan pengujian produk dilakukan oleh peserta didik kelas V SDN VII Babat. Metode penghimpunan data berikut dipakai: tes siswa, kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Media Pop-up Book yang dirancang memperoleh hasil validasi yang sangat positif, dengan skor 90,5% oleh ahli media, 94% oleh ahli materi, juga 97,7% oleh ahli bahasa. Tingkat kepraktisan media ini ditentukan dengan menggunakan data dari tanggapan guru dan siswa; data jawaban guru menghasilkan tingkat keberhasilan 96%. Sementara itu, 90,3% data berasal dari jawaban siswa. Selain itu, hasil uji coba media menunjukkan minat belajar siswa meningkat menjadi 89,2%, sedangkan pada uji coba lapangan proporsi yang sama mencapai 81,9%. Bersumber pada hasil temuan tersebut, dapat dikatakan bahwa media ini layak digunakan untuk mengajarkan materi tentang luas dan keliling bangun datar pada peserta didik kelas lima
PERSEPSI NELAYAN JARING TARIK BERKANTONG TERHADAP PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2023 TENTANG PENANGKAPAN IKAN TERUKUR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG LAMONGAN
Agar kekayaan sumber daya laut Indonesia dapat dipertahankan untuk generasi mendatang, penting untuk menjaga keberlanjutannya. Saat ini, beragam upaya sangat diperlukan untuk melindungi sumber daya laut karena keragaman dan jumlahnya yang terus menurun. Menurut PP Nomor 11 Tahun 2023, kuota penangkapan ikan zona PIT terdiri dari kuota industri, kuota nelayan lokal, dan kuota kegiatan bukan komersial. Pembatasan penangkapan ikan terukur dimaksudkan untuk menjaga jumlah ikan yang ada di laut. Ini dicapai melalui izin dan kuota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuisioner. Analisis data menggunakan teori Miles and Huberman. Hasil dari kuisioner dan wawancara dengan 34 responden dari Nelayan Jaring Tarik Berkantong (JTB) diperoleh data dari variabel X1 tentang Perubahan Alat Tangkap Cantrang ke JTB dengan jawaban rata-rata: 60% (Sangat Setuju dan Setuju), 40% (rata-rata Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju), Untuk variabel X2 tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI): 65,4% (Sangat Setuju dan Setuju), 34,6% (rata-rata Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju). Sedang variabel Y tentang Penerimaan dan Penolakan terhadap PP Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur (PIT): 67% (Sangat Setuju dan Setuju), 33% (rata-rata Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju), menunjukkan bahwa pernyataan nelayan tentang pelaksanaan PP Nomor 11 Tahun 2023 dapat diterima dengan baik oleh nelayan JTB karena pentingnya migrasi alat tangkap dari Cantrang yang dilarang oleh pemerintah ke JTB dan melengkapi dokumen perizinan sesuai dengan WPPNRI yang berlaku saat ini, sehingga nelayan JTB dapat menangkap ikan dengan resmi tanpa takut akan operasi laut