Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Implementasi dan Optimalisasi Kurikulum Merdeka terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif pada Anak Usia Dini
Kurikulum Merdeka telah menjadi inovasi pendidikan yang mendasar, menekankan pada kebebasan belajar dan pengembangan kreativitas. Penelitian ini dilakukan untuk menginvestigasi implementasi Kurikulum Merdeka dalam mengoptimalkan kemampuan metode proyek berpikir kreatif pada anak usia dini yang bertempat di di Tk/PAUD Galileo plus Mabar. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman terkait hakikat dan cara menyusun kurikulum mandiri secara optimal, maka penting dilakukan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di beberapa lembaga pendidikan yang melibatkan guru dan 19 anak usia dini yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait. Data dianalisis menggunakan reduksi data dengan memilah, menyeleksi setiap data yang masuk dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan menarik sebuah kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka secara efektif meningkatkan kemampuan anak usia dini dalam menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengembangkan pola pikir kreatif anak usia dini. Guru diidentifikasi sebagai agen kunci dalam proses ini, mengintegrasikan konsep kurikulum dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan anak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam metode proyek berpikir kreatif menunjukkan peningkatan dalam keterampilan pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi. Kurikulum Merdeka memberikan landasan yang kuat untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan holistik anak
Pengembangan Game Aplikasi Ludo Growth of Tree untuk Pengetahuan Sains Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini mengembangkan permainan edulkatif berupa game aplikasi ludo growth of tree bertujuan tuntuk menstimulasi pengetahuan sains anak usia 5—6 tahun. Tujuan memperkenalkan sains pada anak usia dini agar anak mampu memecahkan masalah, mengamati, dan menginformasikan. Game aplikasi ludo growth of tree di buat menggunakan aplikasi adobe flash CS6. Game aplikasi ludo growth of tree berisi vidio animasi tentang proses pertumbuhan pohon mangga, game ludo, kuis sederhana, serta di lengkapi musik. Metode penelitian menggunakan(Research and Development) R&D, dengan menggunakan model ADDIE yang dilakukan di TK Pembina 2 Kota Malang. Hasil validasi ahli media mendapatkan skor 97% artinya game sangat layak, hasil validasi ahli materi mendapatkan skor 85,42% artinya game sangat layak, hasil validasi ahli pendidik mendapatkan skor 87,5% artinya game sangat layak digunakan. Hasil uji coba kecil memperoleh skor 85,3% artinya game sangat layak. hasil uji coba besar memperoleh skor 87,93% artinya game sangat layak digunakan. Hasil tersebut menjelaskan bahwa game aplikasi ludo growt of tree “sangat layak” untuk digunakan di TK
Analisis Usia terhadap Pembelajaran Praktik Komputer pada Anak Usia Dini
TIK adalah suatu alat yang tersusun atas hardware, software, jaringan dan sistem operasi untuk memperoleh informasi dan memfasilitasi komunikasi melalui perangkat komputasi digital. Penggunaan TIK yang benar membantu proses pembelajaran dapat berjalan dengan sukses dan efisien. Pembelajaran TIK pada anak usia dini perlu mempertimbangkan usia dikarenakan berkaitan dengan intervensi yang diberikan pada setiap kelompok umur. Tujuan riset berikut ialah guna memahami apakah mungkin untuk menerapkan praktik komputer dalam pembelajaran TIK pada anak umur 3-4 tahun, dan persyaratan apa saja yang wajib dipenuhi supaya bisa melaksanakan praktik komputer dalam pembelajaran TIK pada anak di bawah 7 tahun. Penelitian ini dijalankan di TPP Al Firdaus Surakarta pada bulan September sampai November 2023. Metode riset yang dipakai ialah metode kualitatif dimana sifat penelitiannya berupa studi kasus. Sampel riset terdiri dari 14 anak KB yang dipilih memakai metode total sampling. Data riset diperoleh dari pengamatan, dokumentasi dan wawancara. Uji keabsahan data dijalankan melalui teknik peningkatan persistensi. Hasil riset berikut menjelaskan bahwa praktik komputer untuk anak usia 3 hingga 4 tahun dapat dilaksanakan dengan memperhatikan berbagai persyaratan, antara lain kompetensi guru, metode pembelajaran anak, metode pembelajaran, waktu, dan sarana prasarana pendukung TIK
Analisis Praktik Kepemimpinan Servant Leadership para Kepala Sekolah TK/PAUD Katolik
Kepala Sekolah wajib menggerakkan organisasi sekolah demi keberhasilan pembelajaran. Gaya kepemimpinan dan kompetensi profesional kepala sekolah berdampak pada peningkatan kinerja guru. Namun, keandalan manajemen sekolah amat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah. Dalam pola kepemimpinan modern, Servant Leadership adalah satu teori kepemimpinan modern bagi kepala sekolah sebagai pelayan, fokus pada upaya membangun komunitas, semangat berbagi, berempati, aktif mendengarkan, berlaku rendah hati, dan altruistik. Kekuatan servant leader adalah karakteristik yang menggerakkan dan memengaruhi bawahan agar bekerja sesuai tuntutan sekolah. Penelitian ini bertujuan :( 1) mendeskripsikan model implementasi kepemimpinan Kepala Sekolah; (2) menganalisis praktik Servant Leadership kepala sekolah; (3) mendeskripsikan trend Servant Leadership serta upaya kepala sekolah dalam mengatasi kesulitan implementasi Servant Leadership. Penelitian deskriptif kualitatif ini memakai pendekatan survey dan menggunakan instrumen angket serta pedoman wawancara. Penelitian dilakukan pada 8 TK/PAUD yang dikepalai biarawati atau awam Katolik. Subyek penelitian berjumlah 74 orang guru. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Kesimpulan ditemukan: implementasi Servant Leadership kepala sekolah TK/PAUD nyata dalam pola kepemimpinan, dilihat dari rata-rata delapan indikator guru dan pegawai, dalam peningkatan: pengembangan diri, komitmen pelayanan guru dan pegawai, kemampuan pengelolaan konflik, kohesivitas tim kerja, kinerja guru dan pegawai, kepuasan kerja, iklim kerja dan kondisi kegiatan belajar mengajar dan budaya organisasi
Peran Orang Tua dan Sekolah dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Penelitian ini berdasarkan permasalahan yang peneliti temukan di lapangan yang menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam pembentukan karakter anak usia dini melalui program-program, kegiatan, dan kebiasaan di TK Aisyiyah 08 Surabaya yang mendukung pembentukan karakter anak didiknya. Karakter merupakan sifat-sifat, kebiasaan, atau kepribadian seseorang yang terbentuk melalui penghayatan dan penerapan berbagai nilai, yang menjadi dasar bagi cara pandang, berpikir, berperilaku, dan bertindak. Karakter merupakan sifat-sifat, kebiasaan, atau kepribadian seseorang yang terbentuk melalui penghayatan dan penerapan berbagai nilai, yang menjadi dasar bagi cara pandang, berpikir, berperilaku, dan bertindak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif naratif, yang memaparkan detail dan rincian dari data penelitian menjadi sebuah narasi ilmiah. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Data dianalis menggunakan reduksi data, menampilkan data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian bahwa upaya yang dilakukan oleh TK Aisyiyah 08 dalam membentuk karakter anak didiknya dapat dianggap berhasil. Karakter, yang mencakup tabiat, watak, akhlak, dan budi pekerti, dianggap sebagai perbedaan yang membedakan individu satu dengan yang lain. Sekolah ini mengembangkan beragam karakter, seperti sikap saling mengasihi, menghormati, berbagi, kepemimpinan, keimanan, disiplin, dan tanggung jawab
Pengembangan Media Busy Book untuk Meningkatkan Literasi Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Busy Book sebagai media pengenalan literasi pada anak usia dini. Tema yang diangkat yaitu tentang makanan khas Gresik. Pengembangan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini sesuai dengan karakteristik pembelajaran yaitu belajar melalui bermain. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model Borg dan Gall. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan merupakan penyederhanaan sepuluh langkah dari model Borg dan Gall yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian ini namun tetap mengacu pada ketentuan model pengembangan R&D Borg dan Gall. Prosedurnya yaitu menganalisis potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi masal. Hasil penelitian diperoleh nilai dari validasi ahli media sebesar 93,75%, ahli materi sebesar 100%, dan uji kelompok kecil sebesar 96,25%. Pada uji lapangan diperoleh dari uji Wilcoxon yaitu 0,000. Nilai 0,000 lebih kecil dari < 0,05. Artinya pengembangan media Busy Book layak digunakan dan berpengaruh terhadap peningkatan literasi anak usia dini
Strategi Guru dalam Pembentukan Profil Pelajar Pancasila pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Penelitian bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam pembelajaran IPAS untuk penerapan profil pelajar Pancasila di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data studi kasus dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data duji dengan menggunakan teknik triangulasi sedangkan untuk menganalisis data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari 3 tahapan yaitu reduksi, penyajian data dan kesimpulan. Informan penelitian ini adalah 3 guru, dan 5 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 7 strategi pembelajaran IPAS yang diberikan guru dalam penerapan profil Pancasila yang sangat berkaitan. Strategi yang diberikan adalah dengan kegiatan pembiasaan, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis kelompok, mejadi teladan bagi siswa, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dalam seluruh aktivitas belajar, serta pemberian tugas secara mandiri dan pengintegrasian nilai-nilai pada matapelajaran IPAS. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa guru SDN 06 Belantik telah berupaya menerapkan strategi-strategi dalam pembentukan profil pelajar Pancasila pada matapelajaran IPAS.
Pendampingan Kegiatan Bermain Ramah Anak untuk Kader POS PAUD
Bermain merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi oleh pendidik, dalam hal ini kader Pos PAUD. Bermain tidak hanya sekedar bermain, melalui kegiatan bermain aspek-aspek perkembangan anak akan dikembangkan. Namun dalam pelaksanaannya kader masih belum memiliki kecakapan pengetahuan dan keterampilan untuk mengajar anak usia dini. Hal ini berakibat pada pengembangan kegiatan bermain bagi anak yang belum bervariasi. Kader hanya bergantung pada majalah dan Lembar Kerja Anak (LKA) sehingga terbatas dalam melakukan pengembangan kegiatan bermain. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membekali kader Pos PAUD di Kecamatan Nogosari tentang prinsip dasar mengajar untuk anak usia dini, prinsip dasar bermain dan permainan untuk anak usia dini, serta PAUD ramah anak. Metode yang digunakan ialah Participatory Action Research (PAR), yaitu strategi penelitian yang menekankan pentingnya pengetahuan berbasis pengalaman dalam mengatasi masalah dan mengimplementasikan solusi alternatif. Hasil dari pendampingan kegiatan ini adalah kader Pos PAUD dapat merencanakan kegiatan bermain yang bervariasi dan inovatif, melaksanakan rencana yang telah dibuat, dan melakukan pengembangan. Prinsip ramah anak menjadi landasan utama dalam melaksanakan kegiatan bermain di Pos PAUD
Pengembangan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Pemanfaatan Barang Bekas Anorganik
Kreativitas anak usia dini ditandai oleh kemampuan mengembangkan imajinasi, mengeksplorasi ide, solusi dan cara pandang dalam menyelesaikan tugas atau masalah. Peran kreativitas tidak bisa diabaikan, perlu adanya aksi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di abad 21. Setiap anak memiliki kreativitas alami dan tentu saja perlu dikembangkan sejak dini, sehingga membutuhkan rangsangan/dorongan yang tepat untuk berkembang dapat melalui media barang bekas anorganik. Barang bekas anorganik botol plastik menjadi rekomendasi yang baik karena dinilai ekonomis dan melalui bentuk tersebut anak akan berimajinasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan kreativitas anak melalui pemanfaatan barang bekas anorganik. Subyek penelitian 10 anak, usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang diperoleh meliputi data reduction, data display, dan data conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menyatakan bahwa menggunakan barang bekas anorganik sebagai pengganti media kreatif, secara signifikan dapat mendukung perkembangan kreativitas anak usia dini. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan kreatif dengan menggunakan barang bekas menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir kreatif, fleksibilitas, keaslian ide, dan kemampuan mengelaborasi detail karya mereka
Penggunaan Multimedia dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Tunarungu di Sekolah Luar Biasa
Era teknologi penggunaan multimedia dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Idealnya, penggunaan multimedia ini dapat dirasakan oleh semua peserta didik tanpa terkecuali bagi peserta didik berkebutuhan khusus seperti peserta didik yang tunarungu. Kenyataannya guru PAI masih terbatas mengkreasikan penggunaan multimedia dalam pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi secara empirik penggunaan multimedia dalam pembelajaran PAI bagi peserta didik tunarungu di SLB agar dapat didesain secara ideal konseptual bagaimana penggunaan multimedia dalam pembelajaran PAI di SLB. Pendekatan kualitatif melalui studi eksploratif digunakan dalam penelitian ini. Peneliti menjadi instrumen kunci untuk memperoleh data yang bersumber dari kegiatan lapangan, narasumber dan dokumen dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara pada guru dan siswa, serta dokumentasi. Tiga langkah analisis data berupa reduksi data, display data dan verifikasi digunakan peneliti dalam analisis data. Penelitian ini diharapkan dapat menemukan gambaran mengenai penggunaan mutimedia dalam pembelajaran PAI bagi peserta didik tunarungu di SLB sehingga dapat diperoleh informasi tentang kelebihan dan kekurangannya sebagai data dalam mendesain secara konseptual bagaimana penggunaan multimedia dalam pembelajaran PAI bagi peserta didik Tunarungu di SLB. Penelitaan ini melibatkan satuan Pendidikan SLBN INHIL RIAU, SLBN INHU RIAU, dan SLB Kartini Sumedang Bandung