Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Peran Ibu dalam Pengembangan Literasi Digital Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak
Pentingnya pengawasan orang tua terutama ibu dalam perkembangan anak usia golden age atau anal usia dini agar perkembangan dan pengetahuan mereka dapat optimal. Penelitian ini mengulas tentang Pengembangan Literasi Digital Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ibu dalam pengembangan literasi digital anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah dan ibu dari peserta didik Taman Kanak-Kanak. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi dan peneliti sebagai instrument. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran ibu sangat diperlukan dalam pengembangan literasi digital bagi anak usia dini. Hal ini ditunjukkan pada faktor-faktor penting dan kemampuan literasi digital seorang ibu. Hal yang telah dikemukakan oleh H.& Riyanti bahwa kemampuan aksi literasi digital seorang ibu terikat dengan pembelajaran, kesenangan, kerja dan aspek lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Faktor-faktor penting dalam menggunakan literasi digital dengan harapan penyaringan informasi berjalan benar dan baik. Faktor yang dimaksud oleh Hague & Payton yaitu keterampilan fungsional, komunikasi dan interaksi, yang terkakhir yakni berpikir kritis
Bagaimana Faktor Sosial Budaya Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Suku Tolaki?
Penelitian mengenai faktor sosiokultural terhadap kejadian stunting pada etnis tertentu, masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki faktor sosial budaya yang berhubungan dengan kejadian stunting pada suku Tolaki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang yang dilakukan pada bulan Juli sampai Oktober 2023 di kota Kendari. Sampel penlitian ini adalah Ibu suku Tolaki dengan anak usia 6 hingga 59 bulan. Variabel sosiokultural, termasuk praktik selama kehamilan, persalinan, menyusui, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), dan dukungan sosial, dinilai melalui Focus Group Discussion (FGD), yang dilanjutkan dengan pengembangan kuesioner yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 184 responden, dimana 52 balita mengalami stunting (28,2%). Analisis perbedaan karakteristik responden berdasarkan kejadian stunting menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada riwayat penyakit, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, dan keberadaan anggota keluarga yang merokok antara balita stunting dan tidak stunting. Faktor sosiokultural menunjukkan bahwa bayi yang diberikan madu sesaat setelah lahir sebelum diberi ASI berisiko mengalami stunting dengan OR sebesar 2,56 (1,17:5,59) dan p-value sebesar 0,018. Faktor kesehatan dan sosial budaya berpengaruh terhadap terjadinya stunting pada suku Tolaki di Sulawesi Tenggara. Pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor sosiokultural ini penting untuk merancang intervensi yang tepat guna mengurangi prevalensi stunting pada komunitas tertentu di Indonesia
Stimulus Kreativitas Anak Usia Dini melalui Media Loose Part
Sebagai generasi penerus bangsa, anak usia dini membutuhkan pembelajaran sesuai dengan masanya. Seperti halnya di abad ke 21 ini, pada pembelajaran anak usia dini perlu dikembangkang ketrampilan 4C (kreativ, kritis, komunikatif dan Kerjasama). Dan untuk memunculkan kreativitas anak, diperlukan media pembelajaran sebagai stimulus. Salah satunya yaitu media loose parts. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan anak, untuk memahami perilaku anak, dan mengevaluasi kemajuan anak dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode observasi untuk mengetahui kemampuan anak dalam mengenal dan menggunakan media loose part, wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru dan anak untuk mengetahui bagaimana antusiasisme mereka terhadap media loose part dan dokumentasi umtuk mengetahui hasil yang diperoleh dalam pembelajaran. Hasil penelitian dengan media loose parts bisa menjadi stimulus dalam meningkatkan kreatifitas anak. Selain dari bahannya yang mudah didapat, media loose parts juga memberikan kesempatan dan kebebasan kepada anak untuk memilih bahan yang akan digunakan dalam bermain, anak bisa mengekspresikan diri, belajar mencari solusi atau alternatif untuk memecahkan masalah, serta puas dalam bermain
Pengaruh Penerapan Metode Project Based Learning dan Media Playdough terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Project-Based Learning dan Media Playdough terhadap kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan metode Ex post facto dimana penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor pengaruh yang disebabkan adanya perubahan. Subjek penelitian terdiri dari 30 anak dengan instrumen tes observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, angket, dan tes kemampuan. Tenik analisis yang digunakan ialah Pearson Correlation menggunakan Product Moment untuk mengetahui adanya korelasi antara metode Project-Based Learning dengan penggunaan media Playdough terhadap kemampuan motorik halus anak. Selain itu, untuk mengetahui tingkat pengaruh penggunaan variabel bebas terhadap variabel terikat peneliti menggunakan uji Regresi Linier berganda dan sederhana. Berdasarkan hasil uji terlihat bahwa penggunaan metode Project-Based Learning dan Media Playdough memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kemampuan motoric halus anak dengan prosentase pengaruh sebesar 61.3%. Selain itu, nilai F hitung terpantau sangat jauh melebihi F tabel yakni 21.412 > F tabel 3.34, sehingga penggunaan metode PJBL dan Playdough sangat berpengaruh terhadap motorik halus anak
Pengembangan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini melalui Kegiatan Show and Tell
Kepercayaan diri adalah hal yang dapat mendukung anak dalam proses belajar dan dapat dikembangkan sejak dini melalui proses pembelajaran. Anak membutuhkan kepercayaan diri yang baik dalam aspek tingkah laku dan emosi. Salah satu dari metode pembelajaran yang dapat menstimulasi kepercayaan diri anak usia dini adalah metode show and tell. Show and tell ialah aktivitas dimana peserta didik maju ke depan kelas guna memperlihatkan hasil karyanya dan bercerita kepada teman-temannya terkait dengan hasil karyanya. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan menggambarkan upaya pengembangan kepercayaan diri AUD melalui kegiatan show and tell. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan dua orang guru kelas. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan show and tell dapat membantu anak usia 5-6 tahun mengembangkan kepercayaan dirinya pada aspek tingkah laku dan emosi. Tahapan pelaksanaan kegiatan show and tell terdiri dari mempersilahkan anak untuk maju dan melakukan show and tell tanpa bantuan, dan terakhir memberikan pertanyaan kepada anak. Dengan demikian kegiatan show and tell mengimplikasikan dampak yang positif terhadap kepercayaan diri anak usia dini
Hubungan Pengelolaan Kelas dengan Hasil Belajar Matematika
Manajemen kelas yang baik merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh semua pendidik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan praktik pengelolaan kelas di SDN 013 Tembilahan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Peneliti menjadikan setiap anggota dari 26 siswa kelas IV dalam populasi sebagai sampel untuk penyelidikan ini dengan menggunakan strategi sampling jenuh. Kuesioner digunakan untuk mengetahui faktor pengelolaan kelas, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan informasi hasil belajar matematika. Dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26, metode analisis korelasi dan regresi dasar diterapkan untuk analisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan hubungan positif yang kuat (r = 0,717, p <0,01, N = 26) antara hasil belajar siswa dalam matematika dan pengelolaan kelas. Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika meningkat dengan membaiknya pengelolaan kelas, begitu pula sebaliknya. Hasil ini menyoroti peran penting pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar produktif yang meningkatkan kinerja akademik siswa
Kontribusi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru dalam Pengembangan Kurikulum Merdeka Anak Usia Dini
Kepala sekolah diharapkan memiliki kemampuan untuk memberikan arahan yang jelas dan dukungan yang kuat kepada guru dalam mengembangkann Kurikulum Merdeka dengan baik. Kenyataannya Kepala sekolah mungkin menghadapi keterbatasan waktu, sumber daya, dan dukungan dari pihak-pihak lain. Mereka juga dapat dihadapkan pada tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan administratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kontribusi kepala sekolah terhadap kinerja guru dalam pengembangan kurikulum merdeka anak usia dini, seperti ikut terlibat dalam pengembangan kurikulum, mendukung pelatihan bagi guru, dan melibatkan orang tua dalam pengembangan kurikulum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan jenis penelitian studi multi situs karena mendeskripsikan dua situs, yaitu kontrubusi kepala sekolah terhadap kinerja guru dalam pengembangan kurikulum merdeka anak usia dini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) Kontribusi kepala sekolah terhadap kinerja guru dalam pengembangan kurikulum merdeka anak usia dini memiliki peran penting, yaitu kepala sekolah sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator; 2) Pengembangan kurikulum merdeka anak usia dini dilaksanakan melalui proses pengorganisasian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi; 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru di situs 1 dan situs 2 dalam pengembangan Kurikulum Merdeka Anak Usia Dini berasal dari faktor internal dan faktor eksternal
Pengaruh STEAM-PjBL terhadap Kemampuan Kerja Sama pada Anak Usia 5-6 Tahun
Tantangan abad 21 yang sangat pesat harus diimbangi dengan kemampuan kerja sama yang baik. Stimulasi kemmapuan kerjasama sejak usia dini akan membuat anak dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkunganya dimasa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh STEAM-PjBL terhadap kemampuan kerja sama pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest nonrandomized yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di dua lembaga Taman Kanak-kanak, yakni TK Khadijah Surabaya dan TK Khadijah Wonorejo. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney U yang menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Analisis uji hipotesis tersebut memperoleh kesimpulan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima atau terdapat pengaruh STEAM-PjBL terhadap kemampuan kerja sama pada anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa STEAM-PjBL melalui kegiatan proyek P5 Sekolahku Bersih dan Asri dengan kemampuan kerja sama dikarenakan kegiatan ini merangsang anak untuk mau bergabung dan berinteraksi dengan temannya, dapat membina dan mempertahankan hubungan dengan teman, dan anak dapat membantu dan menolong dalam kelompoknya. STEAM-PjBL melalui kegiatan proyek P5 dapat diterapkan pada hasil penelitian mendatang guna menstimulasi kemampuan kerja sama pada anak usia dini
Pengaruh Permainan Lato-Lato Matic terhadap Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen yaitu quasy experimental design. Penelitian menggunakan pola penelitian non-equivalent control grup design. Terdapat dua kelompok yaitu B1 eksperimen dan B2 kontrol. Adapun alur dalam penelitian ini yaitu 1)studi kasus 2)rumusan masalah 3)studi literatur 4)pembuatan instrument 5)uji validitas 6)pre-test 7)uji prasyarat 8)treatment 9)posttest 10)uji hipotesis 11)hasil. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh permainan latolato matic terhadap motoric halus anak usia 5- 6 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan 01 Gadingkulon. Data yang diperoleh dari penelitian permainan lato-lato matic berasal dari perolehan skor pretest dan posttest menggunakan instrumen penelitian. Pengolahan data penelitian melalui uji validitas, reabilitas, uji prasyarat, serta uji hipotesis. Hasil dari validasi instrument sebesar 87,5% yang berarti valid. Pada hasil uji reabilitas Cronbach Alpha sebesar 0,616 > 0,60. Nilai rata-rata pretest kelas eeksperimen yaitu 11,75 sedangkan ratarata posttest kelas eksperimen yaitu 14,31. Hasil uji homogenitas Independent Sample T Test yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0.05 maka ????0 ditolak dan ???????? diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dan mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa lato-lato matic berpengaruh terhadap motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan 01 Gadingkulon
Strategi Guru dalam Mengembangkan Kreativitas Anak melalui Mozaik dari Bahan Alami
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak melalui mozaik dari bahan alami. Berdasarkan observasi yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan, sehingga perlu adanya peningkatan kreativitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskripsi dengan jenis pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, melakukan wawancara, dengan Kepala Sekolah, Guru dan Siswa-siswi dan dokumentasi. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, pengsajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunkan triangulasi teknik dan sumber. Perencanaan pembelajaran mozaik bahan alam dengan mengadakan rapat tentang menyesuaikan pada PROTA, PROSEM, RPPM dan RPPH, tema dan bahan alam yang tepat untuk pembelajaran. Pelaksanaan memiliki 3 kegiatan yakni, pembuka, inti kegiatan dan penutup. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada kreativitas anak melalui mozaik dari bahan alam. Dimana peningkatan kreativitas anak ini ditunjukkan dari peninkatan empat indikator kreativitas anak yaitu, anak mampu menggambar pola dengan lancar, mampu mengkombinasikan warna dengan lebih banyak, buat hasil mozaik dengan kreasi diri sendiri, dan menggunakan bahan dengan bervariasi