JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Not a member yet
    583 research outputs found

    PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAK

    Get PDF
    Penyakit Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih tetap menjadi masalah kesehatan di dunia. Menurut WHO estimasi incidence Rate untuk pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif adalah 115 per 100.000. Tuberkolosis menduduki rangking ke tiga sebagai penyebab kematian setelah penyakit sistem sirkulasi dan sistim pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan Tuberkolosis di wilayah kerja Puskesmas Batua Kota Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan survey deskriptif dengan pendekatan observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berobat jalan dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Batua dengan sampel 52 responden,sampel diperoleh dari sebagian pasien yang berobat jalan di Wilayah kerja puskesmas Batua Kota Makassar yang bekunjung ke puskesmas tersebut yang bersedia diwawancarai dengan menggunakan kuesioner yang terpilih secara convenience sampling. Berdasarkan hasil yang di peroleh dari penelitian tentang pengetahuan dari 52 responden yang memiliki pengetahuan baik terdapat 36 responden (69,23%) dan yang memiliki pengetahuan kurang terdapat 16 responden (30,77%) sedangkan Sikap dari 52 responden yang memiliki sikap positif terdapat 36 responden (69,23 %) dan sikap negative terdapat 16 responden (30,77%) Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Batua sebagian masih kurang terhadap upaya pencegahan Tuberculosis akan tetapi dengan pengetahuan yang ada tidak mempengaruhi sikap masyarakat dalam upaya pencegahan. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan perlu ditingkatkan lagi penyuluhan yang lebih intensif dalam rangka menggerakkan masyarakat dalam upaya pencegahan Tuberculosis

    Utilization Of Family Toilet In The Allu Village Of Minasa Baji Bantimurung Districts Of Maros Regency

    Get PDF
    Background: One of the efforts to improve community health status is the existence of environmental health facilities that meet health requirements, including the availability of family toilets. The absence of family latrines, or the unavailability of family toilets that meet the requirements in an area, is caused by several things such as insufficient knowledge of the residents, benefits that will be felt if they have a family toilet that meets the requirements. large funds to make eligible family latrines. Method, this type of research is "descriptive" research to find out the use of family latrines. In this study the sample was the head of the family (KK) or those who were able to respond like their wives or children. The sampling technique in this study was "Random Sampling. Results, the level of knowledge lacked a greater chance of not utilizing family latrines fulfilling the conditions, income lacking greater opportunities not utilizing family latrines fulfilling the conditions, lack of greater opportunity not using family latrines fulfilling the requirements. Conclusion of respondents with a less knowledgeable level of opportunity not utilizing family latrines fulfilling the requirements, namely from 33 respondents with less knowledge 27 who did not use family latrines to meet the requirements, respondents with less opportunities did not use family latrines to meet conditions, namely from 37 respondents with attitudes of less than 25 who do not use family latrines to meet the requirements, respondents with less income have a greater chance of not utilizing family latrines to meet the requirements, namely from 26 responds en with an income of less than 17 who do not use family toilets to meet the requirements

    STUDI KASUS PADA PASIEN GERONTIK Tn. ’’S’’ DENGAN RHEUMATIK ARTRITIS DIPUSKESMAS BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2020 adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah terjadinya resiko terjadinya masalah kesehatan, melindungi diri dari ancaman masalah kesehatan serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian memperoleh gambaran secara umum tentang pelaksanaan Studi kasus pada Pasien Gerontik Tn.â€S†dengan Rheumatik Artritis di Puskesmas Barombong Kelurahan Barombong Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan Hasil penelitian Pada pengkajian dengan rheumatik data yang ditemukan dalam tinjauan teori tidak ditemukan pada kasus yaitu : mual, sianosis, pembengkakan pada sendi, kesemutan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan, pembengkakan pada sendi, isolasi, Diagnosa keperawatan yang ditemukan dalam kasus ada yang tidak terdapat pada teori, Risiko cedera fisik b/d penurunan fungsi tubuh., Pelaksanaan rencana asuhan keperawatan mencakup pada masalah keperawatan, yang muncul dengan berpedoman pada teori dan tetap memperhatikan kondisi pasien, fasilitas yang ada dan kebijaksanaan pihak Puskesmas Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar, Pada evaluasi keperawatan masalah Tn.â€S†belum ada yang teratasi karena pasien masih mengeluh nyeri pada persendian dan masih terjadi kekakuan pada tulang dan sendi. Saran pendidikan dan penyuluhan kesehatan perlu ditingkatkan dan dilaksanakan secara intensif pada seluruh komponen masyarakat, terutama pada usia lanjut karena sangat rentang terhadap berbagai jenis penyakit dalam hal ini penyakit Rheumatik, agar mereka dapat berperan aktif untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya, Rencana keperawatan yang telah dilaksanakan agar tetap menjadi program bagi keluarga Tn.â€S†dan mempertahankan apa yang telah didapatkan selama pelaksanaan asuhan keperawatan. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dimiliki oleh lansia

    STUDI KASUS PADA KELUARGA Ny.’S’ DENGAN HIPERTENSI DIKELURAHAN BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Tujuan pembangunan kesehatan adalah terwujudnya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk untuk dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, sebagai salah satu unsur kesejahteraan. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan yang optimal, perawatan merupakan salah satu komponenpembangunan dibidang kesehatan yang perlu dilaksanakan karena perawatan yang diberikan kepada manusia secara utuh meliputi bio, psiko sosial dan spritual dapat menunjang proses penyembuhan penyakit klien. Hipertensi adalah suatu gangguan pada sistem peredaran darah yang sering terdapat pada usia setengah umur atau lebih tua. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran umum tentang pelaksanaan studi kasus pada keluarga pada pasien Ny.‟S‟ yang mengalami hipertensi. Studi kasus untuk asuhan keperawatan, maka pendekatan yang digunakan adalah proses keperawatan mulai dari pengkajian, penyusunan diagnosa, perencanaan, tindakan dan evaluasi. Metode penelitian inimenggunakan pendekatan studi kepustakaan, mempelajari literatur yang berkaitan dengan atau relevan dengan isi studi kasus ini.Diskusi dengan perawat yang ada di ruangan, tenaga kesehatan yang terkait, dosen dan para pembimbing baik dari pihak institusi pendidikan maupun dari pihak Puskesmas.Subyek Studi Kasus, Subyek dari studi kasus ini adalah pasien yang mengalami penyakit Hipertensi. Hasil Penelitian Pada pengkajian data tidak semua data dalam teori dapat ditemukan dalam kasus nyata, misalnya penurunan tekanan darah hal ini disebabkan karena klien telah mendapatkan pengobatan hipertensi, Pada penentuan prioritas masalah perawatan pasien dengan hipertensi, harus dilakukan dengan intensif, kontrol tekanan darah secara teratur, serta pengaturan program diet, pengetahuan klien tentang faktor resiko sangat membantu dalam penanganan klien dengan hipertensi,Dalam menentukan perencanaan proses keperawatan pada klien dengan hipertensi dituntut pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang memadai karena kasus hipertensi berpengaruh hampir pada semua sistem dalam tubuh, Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan maka penulis melaksanakan tindakan keperawatan dengan melakukan pembinaan pada keluarga dengan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan kesehatan lingkungan., Dalam melakukan evaluasi asasuhan keperawatan maka penulis mengevaluasi hasil dari tindakan yang telah dilakukan dengan melakukan pembinaan pada keluarga dengan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan kesehatan lingkungan. Saran bagi Institusi pendidikan, diharapkan kepada pihak Institusi agar waktu yang diberikan lebih panjanguntuk melaksanakan asuhan keperawatan keluarga,Puskesmas melihat waktu pelaksanaan perawatan pada klien Ny. “S†dan keluarga yang cukup singkat dan hasil dari implementasi keperawatan yang diberikan dapat terlihatsecara menyeluruh, maka diharapkan pada pihak terkait dalam hal ini pihak puskesmas dapat melanjutkanproses keperawatan yang telah diberikan untuk melihat evaluasi yang diberikan dan sekaligus menentukantindaklanjut jika memangperlu,Keluarga/Masyarakat,klien dan keluarga harus diberi penyuluhan tentang pentingnya kontrol tekanan darah secara rutin sehingga resiko komplikasi dapat dicegah sedini mungki

    STUDI KASUS ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA KELUARGA NYâ€M†DENGAN HIPERTENSI DIKELURAHAN BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR

    No full text
    Background: Health development is an effort to fulfill one of the basic rights of the community, namely the right to obtain health services in accordance with Article 29 H paragraph 1 of the 1945 Constitution and Law Number 23 of 1992 concerning health. This study aims to find out a general description of the Case Study of Mrs. M. with hypertension in the Barombong Sub-District, Tamalate Sub-District, Makassar City. The research method used is the case study method is a study that explores a nursing problem in detail, has in-depth data collection and includes various sources of information. The results of the research after being reviewed by Mrs. M in getting that lack of knowledge about Hypertension and the lack of information about one of the diseases that always occur in the elderly. After the Gerontik Nursing Care Act is done by the family, M. can understand the importance of how to overcome Hypertension problems by using herbal medicines or visiting the available community service centers, Health Education is an important factor in the implementation of Bringing Nursing Care for the Family.Latar belakang;pembangunan kesehatan merupakan upaya memenuhi salah satu hak dasar masyarakat, yaitu hak memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan UndangUndang Dasar 1945 pasal 29 H ayat 1 dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara umum tentang Studi Kasus pada Ny.M dengan hipertensi di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah keperawatan dengan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam dan menyertakan berbagai sumber informasi. Hasil penelitian setelah di lakukan pengkajian terhadap Ny.M di dapatkan bahwa kurangnya pengetahuan terhadap penyakit Hipertensi dan minimnya informasi tentang salah satu penyakit yang selalu terjadi pada lansia. Setelah di lakukan Tindakan Asuhan Keperawatan Gerontik kelurga Ny.M dapat memahami pentingnya  cara mengatasi masalah Hipertensi dengan menggunakan obat herbal atau mengunjungi pusat pelayanan masyakarat yang tersedia, Healt Education menjadi faktor penting dalam penerapan Asuhan Keperawatan Gerrontik bagi Keluarga Ny.

    Studi Kasus Pada Pasien Dengan Masalah Kesehatan Ispa Dikelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar

    Get PDF
    Latar belakang;tujuan pembangunan nasional dibidang kesehatan adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat untuk mencapai hidup sehat bagi penduduk guna mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara umum tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dengan masalah kesehatan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah keperawatan dengan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam dan menyertakan berbagai sumber informasi. Hasil penelitian setelah di lakukan asuhan keperawatan terdapat masalah kesehatan akibat kondisi lingkungan yang  tidak sehat serta kurang pengetahuan, didapatkan gambaran bahwa dalam menentukan suatu rencana kedepan, sangat tergantung pada sumber daya yang ada dalam keluarga, baik sumber daya finansial maupun sumber daya manusia dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan pada setiap anggota keluarga perlu ditanamkan, pentingnya personal hygiene serta kesehatan lingkungan yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan. Disamping itu kita tetap memberi motivasi pada keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. berusaha menerapkan pengetahuan yang diperolehnya baik secara verbal, sikap dan psikomator

    Hubungan Komitmen Dan Kepuasan Perawat Dengan Prestasi Kerja Perawat Pelaksana Rumah Sakit DiMakassar

    No full text
    Perawat memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan demi kepuasan pasien. Namun terkadang perawat kurang dapat menjalankan perannya karena kurang memliki komitmen dan kepuasan kerja  sebagai faktor yang sangat penting dalam menentukan kinerja dan prestasi kerja. Tujuan diketahuinya hubungan komitmen dan kepuasan kerja dengan prestasi kerja perawat di rumah sakit Islam Faisal Makassar. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross secsionol. Teknik pengambilan sampel  dengan menggunakan metode total sampling yaitu seluruh perawat pelaksana di ruang perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada hubungan antara kepuasan kerja perawat dengan prestasi kerja perawat pelaksana sedangkan tidak ada hubungan antara komitmen denga prestasi kerja perawat di rumah sakit islam faisal makassar. Berdasarkan hasil penelitian disaran kepada pihak yang terkait yaitu; bagi pihak rumah sakit Islam Faisal Makassar pada umumnya dan pelayanan keperawatan pada khususnya untuk tetap mempertahankan atau lebih ditingkatkan lagi kulitas pelayanannya, khususnya yang berkaitan dengan kinerja perawat sehingga dapat memuaskan pasie

    HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOSIKUYU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

    No full text
    Infeksi Saluran Pernapasan Atas adalah infeksi yang di sebabkan oleh mikro-organisme. Infeksi tersebutterbatas pada struktur-struktur saluran napas bagian atas termasuk rongga hidung, faring hingga laring.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu balita dengan kejadianIspa pada balita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif menggunakan metode cross sectional. Populasinya adalah Ibu yang memilikibalita yang berada berobat diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar.Pengambilan sampel menggunakan teknik noprobability sampling didapatkan 30 Orang. Pengumpulan datadilakukan dengan kuesioner dan observasi langsung. Data diolah dan dianalisa dengan menggunakan komputerprogram microsoft excel dan program statistik (SPSS) versi 16.0.Analisa data mencakup analisa univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan ujichi-square (α=0,05). Hasil analisa bivariat didapatkan uji Chi-square test pada variable ini adalah Ï = 0.06,Sehingga menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan Kejadian ISPA PadaBalita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar. Hasil uji Chi-square test padavariable ini adalah Ï = 0.004, Sehingga menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pegetahuan Ibudengan Kejadian ISPA pada Balita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar.Kesimpulan dalam penelitian ini: tidak ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan Kejadian ISPA PadaBalita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar dan ada hubungan tingkatpengetahuan ibu dengan Kejadian ISPA Pada Balita diwilayah kerja Puskesmas Bontosikuyu KabupatenKepulauan Selayar. Saran: Hindari faktor resiko terjadinya ISPA pada balita dengan perilaku hidup seha

    Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Lanjut Usia Di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar

    Get PDF
    Diare adalah suatu penyakit dengan adanya tanda-tanda perubahan pada tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi BAB (buang air besar) 3 kali atau lebih dalam satu hari. Faktor yang mempengaruhi diare adalah lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, sosial ekonomi dan perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada lanjut usia.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi semua lanjut usia yang di RW 04 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar berjumlah 43 0rang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling, di dapatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan observasi langsung. Data diolah dan dianalisa dengan menggunakan komputer program microsoft excel dan program statistik (SPSS) versi 16.0. Analisa data mencakup analisa univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan uji chi-square (α=0,05). Hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan antara penyediaan air bersih dengan kejadian diare (Ï<0.045), ada hubungan antara pengolahan sampah rumah tangga dengan kejadian diare (Ï<0,049)  terdapat hubungan antara penggunaan jamban dengan kejadian diare (Ï<0,045), dan terdapat hubungan antara penggunaan SPAL dengan kejadiaan diare(Ï<0,049). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penyediaan air bersih, pengelolaan sampah rumah tangga,penggunaan jamban keluarga,dan penggunaan SPAL dengan kejadian diare pada lanjut usia di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota MakassarDiare adalah suatu penyakit dengan adanya tanda-tanda perubahan pada tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi BAB (buang air besar) 3 kali atau lebih dalam satu hari. Faktor yang mempengaruhi diare adalah lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, sosial ekonomi dan perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada lanjut usia.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi semua lanjut usia yang di RW 04 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar berjumlah 43 0rang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling, di dapatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan observasi langsung. Data diolah dan dianalisa dengan menggunakan komputer program microsoft excel dan program statistik (SPSS) versi 16.0. Analisa data mencakup analisa univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan uji chi-square (α=0,05). Hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan antara penyediaan air bersih dengan kejadian diare (Ï<0.045), ada hubungan antara pengolahan sampah rumah tangga dengan kejadian diare (Ï<0,049)  terdapat hubungan antara penggunaan jamban dengan kejadian diare (Ï<0,045), dan terdapat hubungan antara penggunaan SPAL dengan kejadiaan diare(Ï<0,049). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penyediaan air bersih, pengelolaan sampah rumah tangga,penggunaan jamban keluarga,dan penggunaan SPAL dengan kejadian diare pada lanjut usia di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassa

    Pengaruh Tingkat Pengetahuan Perawat Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial Pada Diruang Perawatan Rs Tajuddin Chalik Makassar

    Get PDF
    Infeksi nosokomial merupakan masalah utama yang harus dihadapi setelah pemasangan kateter. Selama pasien dirawat di bangsal perawatan, perawat adalah orang yang bertanggung jawab dalam observasi dan upaya pencegahan infeksi nasokomial, yaitu dengan memberikan tekhnik perawatan yang aman dan nyaman bagi pasien dan dengan berdasarkan pada prinsipprinsip tehnik aseptik. Merupakan salah satu upaya pencegahan dan atau meminimalkan onset dan penyebaran infeksi nosokomial Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pendidikan dan lama kerja perawat terhadap upaya pencegahan infeksi nosokomial Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Populasi pada penelitian ini yaitu perawat pelaksana yang melakukan perawatan kateter. Jumlah sampel sebanyak 24 responden. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan dalam upaya pencegahan infeksi  Hasil penelitian diperoleh menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik dan memiliki perilaku pencegahan infeksi nosokomial dengan baik adalah sebesar 10 orang (38,5%) sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang Baik dan perilaku pencegahan infeksi nosokomial dengan baik sebesar 5 orang (19,2%). Responden yang memiliki pengetahuan rendah dan kurang mampu dalam melakukan upaya pencegahan infeksi nosokomial dengan baik adalah sebesar 10 orang (38,5% Kesimpulan dalam penelitian ini adalah upaya pencegahan infeksi nosokomial pada pemasangan kateter dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang baik sebagai pemotivasi dalam meningkatkan kesadaran untuk melakukan hal-hal positif terutama dalam menerapkan keterampilan yang dimiliki. Saran perlu adanya peningkatan sumber daya manusia utamanya perawat melalui pendidikan atau pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan khususnya dalam Pengendalaiandan pencegahan infeksi nosokomial

    435

    full texts

    583

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇