JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Not a member yet
    583 research outputs found

    Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang NEWSS dengan Penerapannya

    Get PDF
    National Early Warning System Scoring (NEWSS) is a systematic approach that uses scoring to identify changes or worsening conditions of a person as well as being standardized in care so that nurses are able to determine the next step that must be done. Delay in the prevention of worsening of hospitalized patients causes the activation of code blue which can be caused by several factors, one of which is due to the lack of nurses' knowledge of NEWSS, thus affecting nurses in implementing the NEWSS protocol. This study aims to determine the relationship between nurses' knowledge about NEWSS and its application. This type of research is analytic observational with cross sectional research design. The sampling method uses probability sampling technique through proportional random sampling, amounting to 66 respondents. The instrument used was in the form of a questionnaire, the test used in this study was the chi-square statistical test, the value of p = 0.083 which was read in analysis continuity correction. This shows that p (0.083)> α (0.05) so that there is no relationship between nurses' knowledge about NEWSS and its application in the inpatient room at Swasta  Hospital Makassar. It is expected that Institutions will increase supervision, so that nurses know and are able to implement the NEWSS protocol.National Early Warning System Scoring (NEWSS) adalah sebuah pendekatan sistematis yang menggunakan skoring untuk mengidentifikasi perubahan atau perburukan kondisi seseorang sekaligus menjadi standarisasi dalam perawatan sehingga perawat mampu menentukan langkah selanjutnya yang harus dikerjakan. Keterlambatan dalam pencegahan perburukan pasien yang dirawat inap menyebabkan pengaktifan code blue yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya karena kurangnya pengetahuan perawat tentang NEWSS sehingga mempengaruhi perawat dalam menerapkan protokol NEWSS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat tentang NEWSS dengan penerapannya. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling melalui proportional random sampling yang berjumlah 66 responden. Instrument yang digunakan adalah berupa kuesioner, uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik chi-square, nilai p = 0,083 yang dibaca pada analysis continuity correction. Hal ini menunjukkan bahwa p (0,083) > α (0,05) sehingga tidak ada hubungan pengetahuan perawat tentang NEWSS dengan penerapannya di ruang rawat inap Rumah Sakit Swasta  Makassar. Diharapkan bagi Institusi untuk meningkatkan supervisi, sehingga perawat tahu dan mampu menerapkan protokol NEWSS

    Efek Gastroprotektor Madu Terhadap Penyembuhan Tukak Lambung

    Get PDF
    Background: One of the diseases that many people experience are gastrointestinal disorders, one of which is peptic ulcer, the excessive secretion of gastric acid (HCL) and  pepsin by the gastric mucosa. The incidence of peptic ulcers is common due to Helicobacter pylori infection. Treatment and prevention of the diseases using traditional medicines are widely used, one of which is honey. Honey has  general content consisting of glucose, fructose, sucrose, water, and  number of amino acid, vitamins, minerals that are useful in the process of wound healing such as anti-inflammatory, antibacterial, antioxidant, and accelerate wound healing activities. Objective : To know the gastroprotective effect of honey on healing peptic ulcers. Methods : Using literature studies from national and international journals by summarizing the topic of discussion and comparing the results presented in the article. Results : Honey has gastroprotective effect with hyperosmolar characteristic due to its high concentration of sugar and low concentration of water which causes increase in osmotic pressure and water inside the microbial cells to come out so resulting in plasmolysis. Honey also has hygroscopic characteristic due to its low pH which allows microbes to dehydrate and doesn’t allow them to grow. High concentration of sugar in honey has osmotic characteristic that can inhibit bacterial growth.  Conclusion: Honey has  gastroprotective effect to help the healing process of peptic ulcers because it has potential as anti-inflammatory, antioxidant, antibacterial, and stimulates wound healing.Latar Belakang : Salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat ialah gangguan saluran pencernaan, salah satunya ialah tukak lambung / peptic ulcer dimana terjadi sekresi asam lambung (HCL) dan pepsin berlebih oleh mukosa lambung. Insidensi tukak lambung banyak terjadi karena adanya infeksi Helicobacter pylori. Pengobatan dan pencegahan penyakit menggunakan obat tradisional / herbal banyak digunakan kembali, salah satunya ialah madu. Madu memiliki kandungan secara umum terdiri dari glukosa, fruktosa, sukrosa, air dan sejumlah senyawa asam amino, vitamin, mineral yang bermanfaat dalam proses penyembuhan luka seperti aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan mempercepat penyembuhan luka. Tujuan : mengetahui lebih lanjut tentang efek gastroprotektor madu terhadap penyembuhan tukak lambung. Metode :  Menggunakan studi literature dari jurnal baik nasional maupun internasional dengan cara meringkas topic pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam artikel. Hasil : Madu memiliki efek gastroprotektor dengan karakteristik sifat hiperosmolar karena memiliki konsentrasi gula yang tinggi dan kadar air rendah yang menyebabkan tekanan osmotik meningkat dan air yang berada di dalam sel mikroba keluar sehingga terjadi plasmolisis. Sifat higroskopis juga dimiliki madu karena kadar pH rendah yang memungkinkan mikroba mengalami dehidrasi dan tidak memungkinkan untuk tumbuh.  Kandungan gula yang tinggi pada madu juga menyebabkan madu memiliki sifat osmotik yang dapat mengambat pertumbuhan bakteri. Kesimpulan : Madu memiliki efek sebagai gastroprotektor dalam membantu proses penyembuhan tukak lambung karena adanya potensi sebagai antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, dan mempercepat penyembuhan luka

    Deteksi Dini Risiko Diabetes Melitus Pada Staff Pengajar Stikes Megarezky Makassar

    No full text
    Diabetes mellitus is a disease caused by a lack or inability of the pancreas to produce insulin at all in the blood, causing various complications that lead to death. Diabetes mellitus sufferers are increasing every year and it is estimated that in 2030 in Indonesia it will reach 21.3 million. Research Objectives: To detect the risk of diabetes mellitus early on the teaching staff of the Mega Rezky Stikes Makassar Research Method is Descriptive Analytic with 42 respondents with propusive sampling technique, data were collected using respondent observation sheets and the results of the study were analyzed in a univariate form. Research results There were 23 respondents (55 %) who have normal blood sugar levels, 13 respondents (31%) are at risk of Type II Diabetes Mellitus and there are 6 respondents (14%) who are identified as sufferers of Diabetes Mellitus. Research Implications: Can be used as a reference for learning, research and scientific development related to conclusions. There are 13 respondents (31%) at risk of Type 2 Diabetes Mellitus Suggestions It is expected that all of the Stikes Mega Rezky Makassar teaching staff to implement a healthy lifestyle as a way to reduce the risk of diabetes mellitus.Diabetes Melitus merupakan penyakit yang disebabkan kurangnya atau ketidak mampuan pangkreas memproduksi insulin sama sekali dalam darah sehingga menimbulkan berbagai komplikasi yang berujung pada kematian. Penderita Diabetes Melitus selalu meningkat pada tiap tahun dan diperkiraan pada tahun 2030 di Indonesia akan mencapai 21, 3 juta.  Tujuan penelitian :  Untuk mendeteksi dini risiko Diabetes Melitus pada staf pengajar Stikes Mega Rezky Makassar Metode Penelitian adalah Deskriptif Analitik  dengan 42 responden dengan tehnik propusive sampling, data dikumpul menggunakan lembar observasi responden dan hasil penelitian dianalisis dalam bentuk univariat.Hasil penelitian Terdapat 23 responden (55%)yang memiliki kadar gula darah normal,  13 responden (31%) yang beresiko Diabetes Melitus Tipe II dan  terdapat 6 responden ( 14 %) yang teridentifilasi sebagai penderita Diabetes Melitus. Implikasi Penelitian: Dapat dijadikan referensi pembelajaran, penelitian dan pengembangan keilmuan terkait Kesimpulan.  Terdapat 13 responden (31%) beresiko Diabetes Melitus Tipe 2  Saran Diharapkan seluruh Staff Pengajar Stikes Mega Rezky Makassar untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai  cara untuk menurunkan risiko Diabetes Melitu

    Indeks Massa Tubuh Pra-Hamil sebagai Faktor Risiko Terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah

    Get PDF
    Backgrounds: Infant with low birth weight (2500 gram) become a major factor that influence neonatal death, postneonatal death, and morbidity in both developed and developing countries. One thing that influence the quality of infant’s life since day one until two years old is mother’s nutritional status. Mother’s nutritional status shows the quality and quantity of nutritional intake fulfillment and determine it by measuring pre-pregnancy body mass index. Methods: using literature review by summarizing and comparing the result presented in the article. Result: mothers both normal and abnormal body mass index risk deliver infant with low birth weight. Conclusion: pre-pregnancy body mass index as rsik factor for the incidence of infant with low birth weight.Latar belakang: Bayi dengan berat lahir rendah (<2500 gram) menjadi salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi kematian neonatal, kematian postneonatal, dan morbiditas pada anak di negara maju dan berkembang. Salah satu hal yang berpengaruh terhadap kualitas hidup bayi sejak hari pertama sampai usia dua tahun bayi adalah status gizi ibu. Status gizi ibu menunjukkan kualitas dan kuantitas pemenuhan asupan nutrisi sehari-hari dan ditentukan dengan mengukur indeks massa tubuh pra-hamil. Metode: menggunakan literature review dengan cara meringkas dan menggabungkan hasil yang disajikan dalam artikel. Hasil: ibu dengan indeks massa tubuh normal dan tidak normal berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Kesimpulan: Indeks massa tubuh pra-hamil sebagai faktor risiko terjadinya bayi dengan berat lahir rendah

    Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan Hubungannya dengan Defisiensi Vitamin D

    Get PDF
    It is estimated that as much as 2-4% of the total middle-aged population suffer from sleep apnea, with a trend towards men compared to women. The long-term effects of Obstructive Sleep Apnea (OSA) include impaired cognitive function, insulin resistance, cardiovascular disease, and depression. Research on the relationship between vitamin D and OSA severity has become an important concern because vitamin D deficiency is also a common medical problem worldwide, and its prevalence is increasing with obesity, sedentary lifestyles, limited sun exposure, and aging. The purpose of this literature study was to determine the relationship between OSA and the presence of Vitamin D deficiency. The literature sources used in this literature study involved 17 libraries from 1 national journal and 16 international journals. Various studies have shown an association between vitamin D deficiency and OSA caused by complex pathogenetic mechanisms and influenced by several confounding factors. Patients with severe OSA are generally associated with vitamin D deficiency.Diperkirakan sebanyak 2-4% dari total populasi paruh baya menderita apnea tidur, dengan kecenderungan pada pria dibandingkan dengan wanita. Efek jangka panjang Obstructive Sleep Apnea (OSA) antara lain gangguan fungsi kognitif, resistensi insulin, penyakit kardiovaskular, dan depresi. Penelitian mengenai hubungan antara vitamin D dan keparahan OSA telah menjadi perhatian penting karena kekurangan vitamin D juga menjadi masalah medis yang umum di seluruh dunia, dan prevalensinya meningkat seiring dengan obesitas, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, paparan sinar matahari yang terbatas, dan penuaan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui hubungan antara OSA dan  dengan adanya defisiensi Vitamin D. Sumber pustaka yang digunakan dalam studi literatur ini  melibatkan 17 pustaka yang berasal dari 1 jurnal nasional dan 16 jurnal internasional. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara defisiensi vitamin D dan OSA yang disebabkan oleh mekanisme patogenetik yang kompleks dan dipengaruhi oleh beberapa faktor perancu. Pasien dengan OSA yang parah secara umum berkaitan dengan kekurangan vitamin D

    Whatsapp Sebagai Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Mp-Asi

    Get PDF
    There are various ways to convey information about complementary feeding, including through the delivery of health education with counseling. Extension with the lecture method is the method most often carried out and is limited by time, however the WhatsApp media is a medium of communication that is used daily by many people in almost all countries. The messages sent can be in the form of written messages, images or sounds so that this media is very suitable to be used as a health education medium in order to increase public knowledge in general and especially to mothers about complementary breastfeeding. This study aims to determine the difference in the effectiveness of counseling on complementary foods using lectures and WhatsApp methods at the UPTD Puskesmas Sempaja Samarinda. This research method uses a Quasi-experimental plan with pretest-posttest control group design. This study was conducted on April 3 - 16 2020. The study population was mothers who had children aged 6 months to 2 years. The sample in this study were 66 respondents consisting of 33 intervention groups and 33 control groups. The results of statistical tests show that there are differences before and after giving intervention via WhatsApp with a p-value of 0,000. The conclusion in this study is that there is an increase in respondent knowledge after counseling, but in the intervention group there is a more significant increase in knowledge.Berbagai cara dalam menyampaikan informasi tentang MP ASI, diantaranya melalui penyampaian pendidikan kesehatan dengan penyuluhan. Penyuluhan dengan metode ceramah adalah cara yang paling sering dilakukan dan terbatas oleh waktu, namun media whatsapp adalah media komunikasi yang digunakan sehari-hari oleh banyak orang di hampir semua Negara. Pesan yang dikirimkanpun dapat berupa pesan tertulis, gambar maupun suara sehingga media ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai media pendidikan kesehatan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat pada umumnya dan khususnya pada ibu tentang MP ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keefektifan penyuluhan tentang MP-ASI menggunakan metode ceramah dan whatsapp di UPTD Puskesmas Sempaja Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen dengan rencana pretest-posttest control group design. Penelitian ini dilakukan tanggal 03 - 16 April 2020. Populasi Penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Sampel dalam penelitian ini adalah 66 responden yang terdiri dari 33 kelompok intervensi dan 33 kelompok kontrol. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemberian intervensi melalui whatsapp dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan respnden setelah dilakukan penyuluhan, akan tetapi pada kelompok intervensi terjadi peningkatan pengetahuan yang lebih signifikan

    Aspek Spiritualitas dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pasien

    Get PDF
    Background; Nurses as health professionals have the greatest opportunity to provide health services, especially comprehensive nursing services / care by helping clients meet their basic holistic needs. Method; descriptive analytic crosssectional method with purposive sampling technique sampling. Data analysis used univariate and bivariate using statistical tests with a significance level of 0.05 and processed electronically using the SPSS 21 program. Results; The statistical test obtained the value of Ï = 0.034 <α = 0.05, there is a relationship between the application of the spirituality aspects of nurses and the fulfillment of the spiritual needs of patients. Conclusion; There is a relationship between the application of the spirituality aspects of nurses with the fulfillment of spiritual needs for inpatients. There needs to be a strategy in improving health services, especially in applying the spiritual needs of the patient.Latar belakang; Perawat sebagai tenaga kesehatan yang professional mempunyai kesempatan yang paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan/asuhan keperawatan yang komprehensif dengan membantu klien memenuhi kebutuhan dasar yang holistik. Metode; analitik deskriptif metode Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Analisis data yang akan digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan dan diolah secara elektronik dengan menggunakan program SPSS 21. Hasil; uji statistik diperoleh nilai Ï = 0.034 < α = 0.05, terdapat hubungan penerapan aspek spiritualitas perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritualitas pasien. Kesimpulan; terdapat hubungan penerapan aspek spiritualitas perawat dengan pemenuhan kebutuhan spititualitas terhadap pasien yang dirawat inap. Perlu ada strategi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam penerapan aspeks kebutuhan spiritual pasien

    Komplikasi Muskuloskeletal pada Pasien Diabetes Melitus

    Get PDF
    Background. Apart from macrovascular and microvascular complications, diabetic patients may experience some musculoskeletal complications. The impact of musculoskeletal complications on the quality of life of diabetics is enormous. There are many epidemiological data linking this complication to diabetes, but the pathogenesis and causative factors have not been elucidated. Therefore, the aim of this literature study is to further investigate musculoskeletal complications in diabetes mellitus patients. Method. This study is a literature review, with 18 literature sources, from 1 national journal and 17 international journals. Result. Several studies have shown that musculoskeletal complications that are often found in people with diabetes mellitus include shoulder capsulitis, limited joint mobility syndrome, Dupuytren's contracture, carpal tunnel syndrome and trigger finger. Vascular and nerve damage, protein glycosylation, and increased collagen in the skin and musculoskeletal connective tissue are some of the factors thought to contribute to the development of musculoskeletal disorders in diabetics. Conclusion. The musculoskeletal manifestations of diabetes are common, and although they are not life threatening, they are an important cause of morbidity, pain and disability.   Keywords: diabetes mellitus, complications, musculoskeletal.Latar belakang. Selain komplikasi makrovaskular dan mikrovaskuler, pasien diabetes mungkin mengalami beberapa komplikasi muskuloskeletal. Dampak komplikasi muskuloskeletal terhadap kualitas hidup penderita diabetes sangat besar. Terdapat banyak data epidemiologi yang mengaitkan komplikasi ini dengan diabetes, tetapi patogenesis dan faktor penyebab belum dijelaskan lebih lanjut. Oleh karena itu, tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut komplikasi muskuloskeletal pada pasien diabetes melitus. Metode. Studi ini merupakan literature review, dengan sumber pustaka yang digunakan sebanyak 22 pustaka, berasal dari 1 jurnal nasional dan 21 jurnal internasional. Hasil. Beberapa penelitian menunjukkan  komplikasi muskuloskeletal yang sering dijumpai pada penderita diabetes melitus antara lain kapsulitis bahu, sindrom mobilitas sendi terbatas (LJM), kontraktur Dupuytren, carpal tunnel syndrome dan trigger finger. Kerusakan pembuluh dan saraf, glikosilasi protein, dan peningkatan kolagen di kulit dan jaringan ikat muskuloskeletal adalah beberapa faktor yang diduga berkontribusi dalam perkembangan gangguan muskuloskeletal pada penderita diabetes. Kesimpulan. Manifestasi muskuloskeletal dari diabetes sering ditemui, dan meskipun tidak mengancam nyawa, ia merupakan penyebab penting dari morbiditas, nyeri dan kecacatan.   Kata Kunci: diabetes melitus, komplikasi, muskuloskeleta

    Faktor Risiko Kejadian Dispepsia

    Get PDF
    Dyspepsia is a syndrome consisting of pain or discomfort in the gut, bloating, nausea, vomiting, belching, feeling full quickly, and a full stomach. The purpose of this study was to determine the risk factors for dyspepsia, with a total of 112 cases in April 2019. This study used the Analytical Observational method with a Cross-Sectional Study approach. The research location based on the existing population was carried out in the scope of the work area of ​​the Bira Community Health Center in Makassar City with a sample size of 88 respondents from the calculation using the Slovin formula. Sampling using purposive sampling with consideration of the inclusion and exclusion criteria of population characteristics. Primary data collection uses a questionnaire with a Gutman scale and secondary data uses references related to problem needs found in the research location. Statistical results using the Chi-Square Test based on data found in the field show p-value = 0.003 ≤ 0.05 which indicates a significant relationship in knowledge behavior, p = 0.711 ≥ 0.05 which indicates no significant relationship with age, p = 0.040 ≤ 0.05, which indicates that there is a significant relationship between diet and risk factors for dyspepsia. There are two factors that are at risk of affecting the incidence of dyspepsia, namely knowledge, and irregular eating patternsDispepsia adalah suatu sindrom yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, perut rasa penuh. Tujuan penilitian mengetahui faktor risiko kejadian dispepsia, dengan jumlah 112 kasus pada bulan April 2019. Penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Lokasi penelitian berdasarkan Populasi yang ada dilakukan di lingkup wilayah kerja Puskesmas Bira Kota Makassar dengan jumlah sampel 88 responden dari hasil perhitungan menggunakan rumus Slovin. Penarikan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan pertimbangan kriteria inklusi dan ekslusi sifat populasi. Pengumpulan data Primer menggunakan Kuesioner dengan skala Gutman dan data Sekunder menggunakan referensi terkait kebutuhan masalah yang ditemukan dilokasi penelitian. Hasil statistik menggunakan uji Chi-Square Test berdasarkan data yang ditemukan di lapangan menunjukkan nilai p = 0,003 ≤ 0,05 yang menunjukan ada hubungan signifikan perilaku pengetahuan, p = 0,711 ≥ 0,05 yang menunjukan tidak ada hubungan signifikan pada usia, p = 0,040 ≤ 0,05 yang menunjukan ada hubungan signifikan pola makan dengan faktor risiko kejadian dispepsia. Terdapat dua faktor yang berisiko mempengaruhi kejadian dispepsia yaitu Pengetahuan dan Pola Makan yang tidak teratu

    Penilaian Status Hidrasi

    Get PDF
    Hydration status is a picture of the balance of the entry and exit of water in the body. Water balance is influenced by the amount of food consumed, physical activity, age, and environmental conditions. Dehydration is the loss of large amounts of solute and water. Dehydration can affect the work of the cardio vascular organ and regulate the body's thermoregulation. Dehydration can cause the body to get tired quickly, not excited and interfere with physical work activities. Assessing hydration status is very difficult. There are several methods that can be used to determine the concentration of water in the body using laboratory tests and simple checks. Laboratory examination is in the form of isotope tracer, neutron activation analysis, bioelectrical impedance analysis, while simple examination through changes in body weight, hematological indices, urinary indices, and clinical signs and symptoms. This assessment method has advantages and disadvantages for assessing hydration status. Laboratory tests require facilities and expertise to do so, while simple examinations can be carried out by non-medical personnel and can be carried out in the field. Laboratory tests have good specificity and sensitivity compared to simple examination. Laboratory tests have not been able to describe a person's hydration status. A simple combination of laboratory and laboratory tests is needed to determine a person's hydration status.Status hidrasi merupakan gambaran keseimbangan keluar masuknya air dalam tubuh . Keseimbangan air dipengaruhi dari jumlah makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik, usia, dan kondisi lingkungan. Dehidrasi merupakan hilangnya zat terlarut dan air dalam jumlah yang banyak. Dehidrasi dapat mempengaruhi kerja organ cardio vascular dan pengaturan termoregulasi tubuh. Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, tidak bersemangat dan mengganggu aktivitas kerja fisik . Penilaian status hidrasi sangatlah sulit. Terdapat beberapa metode yang dapat untuk mengetahui kosentrasi air dalam tubuh menggunakan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan sederhana. Pemeriksaan laboratorium berupa isotope tracer, neutron activation analysis , bioelectrical impedance analysis, sedangkan pemeriksaan sederhana melalui perubahan berat badan, hematological indices, urinary indices, dan tanda klinis dan gejala. Metode penilaian ini memiliki kelebihan dan kekurangan untuk menilai status hidrasi. Pemeriksaan laboratorium membutuhkan fasilitas dan tenaga ahli dalam melakukannya, sedangkan pemeriksaan sederhana dapat dilakukan oleh non-tenaga medis dan dapat dilakukan di lapangan. Pemeriksaan laboratorium memiliki spesifisitas dan sensitivitas yang baik dibandingkan pemerikasaan sederhana. Pemeriksaan laboratorium belum dapat menggambarkan status hidrasi seseorang. Dibutukan kombinasi pemeriksaan sederhana dan laboratorium untuk menentukan keadaan status hidrasi seseorang

    435

    full texts

    583

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇