JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Not a member yet
583 research outputs found
Sort by
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita di Posyandu
Background; toddlers are a group of children whose age ranges from 0-5 years. The toddler period is an important period in the process of human development because of development fast. Method; Research design using cross-sectional quantitative research, the number of samples obtained 63 respondents under five from four posyandu in the village of Rumpa. The research was conducted on 1 August - 5 September 2020 in the village of Rumpa, Mapilli sub-district, Polewali Mandar district. Result; development of children in the Posyandu in hamlet 1, 98% normal, 2% doubtful, hamlet 2, 82.5% doubtful, 14.5% normal, hamlet 3, 65% normal, 35% doubtful, hamlet 4, 85% doubtful, 15% normal. Conclusion; The growth and development of toddlers who often do posyandu have normal results, while toddlers who do not or do not do posyandu have abnormal growth and developmentLatar belakang; balita adalah kelompok anak yang rentang usia 0-5 tahun. Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia dikarenakan tumbuh kembang berlangsung cepat. Metode; desain penelitian menggunakan penelitian kuantitatif cross-sectional, jumlah sampel didapatkan 63 responden balita dari empat posyandu yang ada di desa Rumpa. Penelitian dilakukan tanggal 1 agustus – 5 september 2020 di desa rumpa kecamatan mapilli kabupaten polewali mandar. Hasil; perkembangan balita posyandu dusun 1, 98% normal, 2% meragukan, dusun 2, 82,5% meragukan, 14,5% normal, dusun 3, 65% normal, 35% meragukan, dusun 4, 85% meragukan, 15% normal. Kesimpulan; pertumbuhan dan perkembangan balita yang sering melakukan posyandu terdapat hasil yang normal, sedangkan balita yang kurang atau tidak melakukan posyandu memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang tidak norma
Efektivitas Antibakteri Campuran Nanokitosan 1% dengan Berbagai Konsentrasi Ekstrak Biji Kelengkeng Terhadap Staphylococcus Aureus
As shown on the qualitative phytochemical examinations, longan seeds contain bioactive compounds of flavonoids, glycosides, saponins, and tannins, hence it has antibacterial potential. Whereas nano chitosan, besides having antibacterial activity, is used as a matrix for various types of drugs and plant extracts. This study aims to compare the effectiveness of nano chitosan 1% mix with longan seed extract in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus, between 80%, 60%, and 40% concentration. Longan seed extract was prepared using the maceration method and made into various concentrations, i.e. 80%, 60%, and 40%. The nano chitosan 1% was prepared with the ionic gelation method. The two ingredients were mixed in a ratio of 1: 1. The antibacterial investigations on the different concentrations utilized the disk diffusion method. The results presented the mean inhibition power of a mixture of 80% concentration was 9.38 mm; a concentration of 60% (8.47 mm) and a concentration of 40% (7.10 mm). Statistical analysis using one way ANOVA showed the most effective concentration of the mixture in inhibiting Staphylococcus aureus was seen at 80%, where p = 0,000 (p <0.05). The results of this study indicate that increasing the concentration of longan seed extract strengthens the inhibitory power against Staphylococcus aureus. The outcome was justified as the increment in concentration of longan seed extracts lead to an increase in the number of active compounds, thereby upsurge its effectiveness in damaging Staphylococcus aureus cells.Uji fitokimia kualitatif menunjukkan biji kelengkeng mengandung senyawa bioaktif flavonoid, glikosida, saponin dan tanin, sehingga berpotensi sebagai antibakteri. Sedangkan nanokitosan, selain memiliki aktivitas antibakteri, dapat juga dijadikan penghantar obat-obatan dan ekstrak tanaman. Penelitian ini bertujuan membandingkan perbedaan efektivitas campuran nanokitosan 1% dengan ekstrak biji kelengkeng konsentrasi 80%, 60%, 40% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Pembuatan ekstrak biji kelengkeng dilakukan dengan metode maserasi dan dibuat dalam konsentrasi 80%, 60%, 40%. Adapun nanokitosan 1% dibuat dengan metode gelasi ionik. Kedua bahan tersebut dicampurkan dengan perbandingan 1:1. Uji antibakteri terhadap campuran ekstrak dan nanokitosan tersebut menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan mean daya hambat dari campuran konsentrasi 80% adalah 9.38 mm; konsentrasi 60% (8,47 mm) dan konsentrasi 40% (7,10 mm). Uji statistik one way ANOVA menunjukkan bahwa campuran yang paling efektif dalam menghambat Staphylococcus aureus terlihat pada konsentrasi 80% dibandingkan konsentrasi 60% maupun 40%, dimana p=0.000 (p<0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan pertambahan konsentrasi ekstrak biji kelengkeng meningkatkan daya hambat terhadap Staphylococcus aureus. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah kandungan senyawa aktif dari ekstrak biji kelengkeng seiring dengan pertambahan konsentrasi sehingga meningkatkan efektivitasnya dalam merusak sel Staphylococcus aureus
Pengaruh Madu Ceiba Pentandra Terhadap Kadar LDL Tikus Rattus Norvegicus Yang Diberi Diet Tinggi Lemak
Background: Hypercholesterolemia is a condition of the body that has increased cholesterol levels above the normal threshold (<200 mg/dL). Hypercholesterolemia can occur because of lifestyle that not healthy, ranging from diet is not balanced to the lack of sporting activity. Hypercholesterolemia is the main risk factor for atherosclerosis which is the increase in Low Density Lipoprotein (LDL). Methodology: The type of research used is purely experimental using a pre and post test design with group design. The population used in this study were 25 male Wistar strain rats which were divided into 5 groups. Sampling using the method of total sampling. Data were analyzed by Paired T-test and Anova. Research Results: In this study, from the 5 sample groups obtained the results of the analysis Paired T-Test, obtained a significant increase (p <0.05) of LDL levels after giving a high-fat diet in the negative group (p = 0.025), treatment group 2 (p = 0.001), and treatment group 3 (p= 0.001). In the treatment after the administration of honey, there was a significant decrease (p <0.05) of LDL levels in 2 groups, namely in the treatment group 2 (p = 0.026), and the treatment group 3 (p = 0.092). With Anova analysis, a significant difference was found in the treatment after the administration of a high-fat diet and after the provision of honey honey with the same p value, namely p = 0.001 (P <0.05). Conclusion: There are differences that influence the administration of honey honey on LDL levels in wistar strain rats given a high-fat diet.
Latar Belakang: Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi tubuh yang mengalami peningkatan kadar kolesterol di atas ambang normal (<200 mg/dL). Hiperkolesterolemia dapat terjadi karena gaya hidup (life style) yang tidak sehat, mulai dari pola makan yang tidak seimbang sampai kurangnya aktivitas olah raga. Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama terjadinya arterosklerosis dengan salah satunya adanya kenaikan Low Density Lipoprotein (LDL). Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental murni menggunakan rancangan penelitian pre and post test with group design. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah 25 ekor tikus Galur Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data dianalisa dengan uji Paired T-Test dan Anova. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini, dari 5 kelompok sampel didapatkan hasil dengan analisa Paired T-Test, didapatkan peningkatan yang bermakna (p<0,05) kadar LDL setelah pemberian diet tinggi lemak pada kelompok negatif (p=0,025), kelompok perlakuan 2 (p= 0,001), dan kelompok perlakuan 3 (p=0,001). Pada perlakuan setelah pemberian madu randu, terdapat penurunan yang bermakna (p<0,05) kadar LDL pada 2 kelompok yaitu pada kelompok perlakuan 2 (p=0,026), dan kelompok perlakuan 3 (p=0,092). Dengan analisa Anova, didapatkan perbedaan yang bermakna pada perlakuan setelah pemberian diet tinggi lemak dan setelah pemberian madu randu dengan nilai p yang sama yaitu p=0,001 (P<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang berpengaruh pada pemberian madu randu terhadap kadar LDL pada tikus galur wistar yag diberi diet tinggi lemak
Insomnia Selama Pandemi COVID-19
COVID-19 is a new disease that has become a global pandemic. The spread that is very fast around the world and various manifestations clinics make people afraid of infection SARS-CoV-2. This can affect the quality and sleep patterns of people, which can lead to insomnia. The purpose of this article is to determine the impact of COVID-19 on the incidence of insomnia in society. The method used is a systematic literature review on 18 articles published from the NCBI website, Google Scholar, Elsevier, and the website WHO. The result of this literature review is that the COVID-19 pandemic has an impact on the incidence of insomnia in the community and worsens the symptoms of patients who have been diagnosed with insomnia. This happened because of people's fear of COVID-19 disease. Besides, there have been many changes to people's daily routines during the COVID-19 pandemic which have affected the incidence of insomnia.COVID-19 merupakan penyakit baru yang sudah menjadi pandemi global. Penyebaran yang sangat cepat di seluruh dunia dan berbagai manifestasi klinik yang ada membuat masyarakat takut terinfeksi SARS-CoV-2. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kualitas dan pola tidur masyarakat yang menimbulkan terjadinya insomnia. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui dampak COVID-19 terhadap kejadian insomnia di masyarakat. Metode yang digunakan yaitu systematic literatur review pada 17 artikel yang dimuat dari situs NCBI, Google Scholar, Elsevier dan website WHO. Hasil dari literature review ini adalah pandemi COVID-19 berdampak terhadap kejadian insomnia di masyarakat serta memperburuk gejala pasien yang sudah terdiagnosis insomnia. Hal ini terjadi karena ketakutan masyarakat terhadap penyakit COVID-19. Selain itu, terjadi banyak perubahan terhadap rutinitas sehari-hari masyarakat selama pandemi COVID-19 yang berpengaruh terhadap kejadian insomnia. 
A Kontrol Diri dengan Motivasi Belajar SMA Negeri 1
the ability to guide their own behavior, the ability to suppress or inhibit impulses or impulsive behavior is a sense of self-control. a significant role in the effort to learn the definition of motivation. Because students are not possible without the motivation of learning activities. Learning is a complex process that happens to every person throughout his life. Between the self-control with student achievement there is a significant positive relationship. Thus, self-control is a control behavior that tends to act positively in thinking. Knowing the self-control relationship with the motivation to learn at SMA Negeri 1 Trimurjo Central Lampung. Research quantitative analytic design and cross-sectional design and sampling techniques Simple Random Sampling by questionnaire self-control and motivation to learn. Total sample 205 Of 500 population, self-control with a mean of 82.80 (medium), ± Std.Deviation (13 792), while the motivation to study with a mean of 80.94 (medium), ± Std.Deviation (13,572) for the motivation to learn. The results of the bivariate analysis values ​​obtained Pearson test P Value 0.003, and the value of r 0.209. There is a significant relationship between self-control and motivation to learn at Senior High School 1 Trimurjo Central District Lampung, with the strength and direction of the correlation was positive correlation that the higher the self control, the higher a person's motivation to learn.Kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri, merupakan arti dari kontrol diri. Tujuan dapat dijadikan sebagai upaya belajar sehingga dorongan atau rangsangan membuat motivasi di dalam diri seseorang meningkat. Peranan yang cukup besar di dalam upaya belajar merupakan definisi dari motivasi. Karena siswa tidak mungkin melakukan kegiatan pembelajaran tanpa motivasi. Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang dalam sepanjang hidupnya. Antara kontrol diri dengan prestasi belajar siswa terdapat hubungan yang positif signifikan. Jadi, kontrol diri merupakan suatu pengendalian tingkah laku seseorang yang cenderung bertindak positif dalam berfikir. Mengetahui hubungan kontrol diri dengan motivasi belajar pada siswa SMA Negeri 1 Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian kuantitatif dengan desain analitik dan rancangan cross sectional serta teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling dengan kuesioner kontrol diri dan motivasi belajar. Jumlah sampel 205 dari 500 populasi, kontrol diri dengan nilai mean 82.80 (sedang), ±Std.Deviation (13.792) sedangkan motivasi belajar dengan nilai mean 80,94 (sedang), ±Std.Deviation (13.572) untuk motivasi belajar. Hasil analisis bivariat uji Pearson didapatkan nilai P Value 0,003, dan nilai r 0,209. Terdapat hubungan bermakna antara kontrol diri dan motivasi belajar pada siswa SMA Negeri 1 Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah, dengan kekuatan korelasi sedang dan arah korelasi positif yaitu semakin tinggi kontrol diri maka semakin tinggi motivasi belajar seseorang
Leukosit dan Kadar Bilirubin Total pada Ikterus Obstruktif yang Disebabkan oleh Tumor Pankreas
Pancreatic cancer is a dangerous tumor which occurs protractedly and develops rapidly before showing its clinical symptoms. Initially, most of the patients with pancreatic cancer do not indicate specific symptoms thus, it leads to late diagnosis, and as a result, the patient had been in an advanced stage and this is one of the worst prognosis cancers. Objective To determine the correlation between leukocytes and total bilirubin levels in obstructive jaundice patients caused by pancreatic tumors an Abdul Muluk hospital in 2017-2019. Methods: Analytic descriptive with a cross-sectional approach was used in this present research. Total sampling was used as the sampling technique. The data regarding pancreatic tumor were obtained from secondary data with the results of medical recorded diagnosed with pancreatic tumors at Abdul Muluk hospital and was analyzed on a univariate basis to determine the distribution frequency and bivariate by using Spearman’s correlation test. The result of statistical analysis by using Spearman’s correlation test showed a p-value of 0,024 and 0,047 (p-value < 0,05) which means that there was a significant relationship between leukocytes and total bilirubin levels in obstructive jaundice patients that caused by pancreatic tumors at Abdul Moeloek hospital in 2017-2019. Conclusion There is a correlation between leukocytes and total bilirubin levels in obstructive jaundice patients caused by pancreatic tumors at Abdul Muluk hospital in 2017-2019.Kanker pankreas merupakan tumor yang membahayakan yang terjadi dalam waktu yang lama dan berkembang cepat sebelum menunjukkan gejala klinis. Mayoritas penderita kanker pankreas awalnya tidak menunjukkan gejala yang spesifik sehingga sering terlambat didiagnosis, akibatnya pasien datang dengan keadaan stadium lanjut dan termasuk salah satu kanker yang prognosisnya paling buruk. Tujuan : Mengetahui hubungan leukosit dan kadar bilirubin total pada penderita ikterus obstruktif yang disebabkan oleh tumor pankreas di Rumah Sakit Abdul Muluk tahun 2017-2019. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Data kejadian tumor pankreas diperoleh dari data sekunder dengan hasil rekam medik yang terdiagnosa tumor pankreas di Rumah Sakit Abdul Muluk, serta dianalisis berdasarkan analisa univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearrman’s. Hasil analisis statistik menggunakan uji korelasi spearman’s yang menunjukkan hasil p-value sebesar 0,024 dan 0.047 (p-value < 0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara leukosit dan kadar bilirubin total pada penderita ikterus obstruktif yang disebabkan oleh tumor pankreas di Rumah Sakit Abdul Moeloek Tahun 2017-2019. Kesimpulan : Ada hubungan leukosit dan kadar bilirubin total pada penderita ikterus obstruktif yang disebabkan oleh tumor pankreas di Rumah Sakit Abdul Muluk tahun 2017-2019
Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dengan Keberadaan Jentik Ae.Aegypti
Background: Dengue hemorrhagic fever is a disease caused by serotype 1-4 viruses (DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4). The entry of the virus into the human body to cause symptoms has a period of 3-5 days. Goals: Knowing the relationship between home environment conditions and the existence of larva Ae.aegypti at puskesmas of way Kandis Bandar Lampung. Method: This study was conducted using a cross-sectional study design. The samples of this study were 100 samples. The sampling technique in this study is a total sampling. The instrument used was the observation sheet and questionnaire. The analyzed being used was the chi-square test. Result: The result of statistic analysis using Chi-square test suggest that the variables related to the larva Ae. Aegypti is puddle(P-value = 0,039; OR= 2,729). Unrelated variables include the ornamental plants, distances between homes, hanging clothes, wire netting. Conclusion: puddle is the variables in home environment conditions that related to larva Ae.aegypti in Way Kandis region. are the unrelated variable relationship between home environment conditions and the existence of larva ae.aegypti in region Way Kandis.Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus serotipe 1-4 (DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4). Masuknya virus ke dalam tubuh manusia sampai menimbulkan gejala memiliki jangka waktu 3-5 hari. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan kondisi lingkungan rumah dengan keberadaan jentik nyamuk Ae. aegypti di wilayah kerja puskesmas Way Kandis Bandar Lampung. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah Total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah chi-square test. Hasil: Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-square menunjukan variabel yang berhubungan dengan keberadaan jentik Ae.aegypti adalah genangan air (P value = 0,039; OR= 2,729). Variabel yang tidak berhubungan antara lain keberadaan tanaman hias, keberadaan jarak antar rumah, kebiasaan menggantung pakaian, keberadaan kawat kasa. Kesimpulan: Genangan air merupakan kondisi lingkungan rumah yang memiliki hubungan dengan keberadaan jentik Ae. aegypti di kelurahan Way Kandis sedangkan keberadaan tanaman hias, keberadaan jarak antar rumah, kebiasaan menggantung pakaian, keberadaan kawat kasa tidak memiliki hubungan dengan keberadaan jentik Ae. aegypti di kelurahan Way Kandis
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita
Stunting is a chronic malnutrition problem caused by nutrient intake that is not in accordance with nutritional needs. One of the causes of stunting in children is exclusive breastfeeding is not given during six months because breast milk is needed during in baby’s growth period so that the nutritional needs are fulfilled. The purpose of this study was to determine the correlation of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in children. The design of this study was a case-control study approach on 144 respondents consisting of 72 case respondents and 72 control respondents, respondents were parents of children who were diagnosed with stunting and non-stunting. A sampling of this study using a cluster random sampling approach. Instruments is questionnaires and mechanical measuring. The results of this study used chi-square test and odds ratio test. Chi-square test results obtained p = 0.000 (0.000 < 0.05), this shows there is a correlation of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in children. While in the odds ratio test the value of R = 61 which means that children who are not exclusively breastfed are 61 times more likely to experience stunting than children who are exclusively breastfed. Exclusive breastfeeding for babies so as to reduce the risk of stunting.Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Salah satu penyebab stunting pada balita yaitu pemberian ASI eksklusif yang tidak diberikan selama 6 bulan karena ASI sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan bayi agar kebutuhan gizinya tercukupi. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan case control study pada 144 responden yang terdiri dari 72 responden kasus dan 72 responden kontrol, responden merupakan orang tua dari balita yang didiagnosis stunting dan non-stunting. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan alat ukur mekanik. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square dan dilanjutkan menggunakan uji odds ratio. Didapatkan hasil uji chi-square p = 0.000 (0.000 < 0.05), hal ini menunjukkan ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Sedangkan pada uji odds ratio didapatkan nilai OR = 61 yang artinya balita yang tidak diberikan ASI eksklusif berpeluang 61 kali lipat mengalami stunting dibandingkan balita yang diberi ASI eksklusif. ASI eksklusif dapat mengurai risiko terjadinya stunting
Pengaruh Pekerjaan Pendapatan Dan Pendidikan Orangtua Terhadap Penderita Pufa
Many dental health problems occur in school-age children is dental caries. If dental caries untreated it’s will be continued to dentin layers and pulp, that causing pulp involvement (P/p), ulceration (U/u), fistula (F/f) and abscess (A/a).The role of parents is needed to supporting the health of their children oral cavity. The role of parents to protect the health of children oral cavity can be affected by work, income and education of parents. Research Objectives: to observe the effect of work, income and education of parents on patient with PUFA/pufa at SD Negeri 065012 Medan Tuntungan District, Medan city. Type of this research is analytic cross sectional. Determination of the sample using purposive sampling. PUFA/pufa assessment based on index PUFA/pufa. Data analysis Bivariate with the Chi-Square Test analysis technique. Results the research shows respondent’s the effect of the parents work is obtained value p=0,000, respondent's the effect of parent's income is obtained value p=0,000 and respondent's the effect of the parental education is obtained p=0,000. Conclusion: there is an effect of work, income, and education of parents on patient with PUFA/pufa it shows significant value of p=0,000 (p <0.05).Masalah kesehatan gigi yang banyak terjadi pada anak usia sekolah adalah karies gigi. Karies gigi jika tidak dirawat akan berlanjut sampai ke lapisan dentin dan pulpa sehingga menyebabkan keterlibatan pulpa (P/p), ulserasi (U/u), fistula (F/f) dan abses (A/a). Peranan orangtua dibutuhkan dalam mendukung kesehatan rongga mulut anaknya. Peranan orangtua dalam menjaga kesehatan rongga mulut anak dapat dipengaruhi oleh pekerjaan, pendapatan dan pendidikan orangtua. Tujuan penelitian: melihat pengaruh pekerjaan, pendapatan dan pendidikan orangtua terhadap penderita PUFA/pufa di SD Negeri 065012 Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah analitik cross sectional. Penetapan sampel dengan purposive sampling. Penilaian PUFA/pufa berdasarkan Indeks PUFA/pufa. Analisa data Bivariate dengan teknik analisis Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pekerjaan orangtua responden diperoleh nilai p=0,000, pengaruh pendapatan orangtua responden diperoleh nilai p=0,000 dan pengaruh pendidikan orangtua responden diperoleh nilai p=0,000. Kesimpulan: ada pengaruh pekerjaan, pendapatan, dan pendidikan orangtua terhadap penderita PUFA/pufa dengan nilai signifikan p=0,000 (p<0,05)
Hubungan Konsep Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kekambuhan Pada Paisen Skizofrenia
Background: Schizophrenia is a mental disorder that will cause deep suffering for individuals and a heavy burden on the family. Family support can function for a variety of intelligence, reason to improve health and family adaptation in life. Objective: to find out whether there is a relationship between family support and relapse in schizophrenia patients in Lampung Province Mental Hospital. Method: This research is a quantitative analytic that uses a cross-sectional research design. The sample in this study is all data of patients suffering from Schizophrenia mental disorders who were treated at the Mental Hospital of Lampung Province in January - May 2020. The sampling technique in this study used a total sampling technique. Data analysis uses univariate analysis to determine the frequency distribution and bivaraite analysis uses chi-squar and fisher's test. Results: It is known that the frequency distribution of emotional support in the majority of schizophrenia patients received 52.6% less emotional support, informational support in the majority of schizophrenia patients received good information support as much as 63.2%, real support in the majority of schizophrenia patients received significant good support as much as 68 , 4%, hope support in schizophrenia patients the majority get good hope support as much as 73.7%, there is a relationship of emotional support with recurrence in schizophrenia patients, there is a relationship of informational support with recurrence in schizophrenia patients, there is a relationship of real support with relapse in schizophrenia patients, there is a relationship between expectation support and recurrence in schizophrenic patients (p-value: 0.001; 0.020; 0.000; 0.004). Conclusion: there is a significant relationship between family support as seen from emotional support, information, real and expectations with relapse in patients with schizophrenia.Latar Belakang: Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa yang akan menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi individu dan beban yang berat bagi keluarga. Dukungan keluarga mampu berfungsi untuk berbagai kepandaian, akal untuk meningkatkan kesehatan dan adaptasi keluarga dalam kehidupan. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif yang menggunakan desain penelitian Cross Secctional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh data pasien yang mengalami gangguan jiwa Skizofrenia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung pada bulan Januari - Mei tahun 2020. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menetukan distribusi frekuensi dan analisis bivarait menggunakan chi-squar dan fisher’s test. Hasil : Diketahui distribusi frekuensi dukungan emosional pada pasien skizofrenia mayoritas mendapatkan dukungan emosi kurang baik sebanyak 52,6%, dukungan informasional pada pasien skizofrenia mayoritas mendapatkan dukungan informasi baik sebanyak 63,2%, dukungan nyata pada pasien skizofrenia mayoritas mendapatkan dukungan nyata baik sebanyak 68,4%, dukungan pengharapan pada pasien skizofrenia mayoritas mendapatkan dukungan pengharapan baik sebanyak 73,7%, terdapat hubungan dukungan emosional dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia, terdapat hubungan dukungan informasional dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia, terdapat hubungan dukungan nyata dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia, terdapat hubungan dukungan pengharapan dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia (p-value : 0,001 ; 0,020; 0,000 ; 0,004). Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dilihat dari dukungan emosional, informasi, nyata dan pengharapan dengan kekambuhan pada pasien skizofreni