JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Not a member yet
583 research outputs found
Sort by
Efektivitas Gastroprotektif Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val) Pada Lambung Yang Di Induksi Aspirin
Background: In the case of peptic ulcer, it is found mainly intermittent lesions and is most often diagnosed in middle-aged to elderly adults, but these lesions may have appeared from a young age which often occurs due to the use of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). -selective, such as aspirin. Turmeric can protect the gastric mucosa by increasing mucus secretion and has a vasodilator effect so that turmeric can increase the gastric mucosal defense. Objective: to determine the effect of turmeric rhizome extract on gastric damage. Methods: Using literature studies from both national and international journals by summarizing the discussion topics and comparing the results presented in each article. Result: The essential oil contained in turmeric is efficacious to regulate the release of stomach acid so that it is not excessive. Turmeric is also thought to have analgesic activity because it contains curcuminoids and essential oils. Curcumin has an effect on COX-2 (cyclooxygenase2), nitric oxide synthesis, and biomarkers of the inflammatory response that will increase the production of macrophage cells from TNF- so that inflammation is reduced. Conclusion: administration of turmeric extract can stabilize the pH of gastric acid so that it can increase the healing rate of gastric ulcers. So that the turmeric rhizome has a protective effect on the stomachLatar Belakang: Pada kasus ulkus peptikum terutama ditemukan lesi yang hilang timbul dan paling sering didiagnosis pada orang dewasa usia pertengahan sampai usia lanjut, tetapi lesi ini mungkin sudah muncul sejak usia muda yang sering terjadi akibat penggunaan Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS) non-slektif, seperti aspirin. Kunyit dapat memproteksi mukosa lambung dengan meningkatkan sekresi mukus dan mempunyai efek vasodilator sehingga kunyit dapat meningkatkan pertahanan mukosa lambung. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rimpang kunyit terhadap kerusakan lambung. Metode: Menggunakan studi literatur dari jurnal baik nasional maupun internasional dengan cara meringkas topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam setiap artikel. Hasil: Minyak atsiri yang terkandung dalam kunyit berkhasiat untuk mengatur keluarnya asam lambung agar tidak berlebihan. Kunyit juga diduga mempunyai aktivitas analgesic karna mengandung kurkuminoid dan minyak astiri. Kurkumin memberikan efek ke COX-2 (cyclooxygenase2), sintesa nitrat oksida dan biomarker respon inflamasi yang akan meningkatkan produksi sel makrofag dari TNF- α sehingga inflamasi berkurang. Kesimpulan: pemberian ekstrak kunyit dapat menstabilkan pH asam lambung hingga dapat meningkatkan tingkat penyembuhan pada ulkus lambung. Sehingga rimpang kunyit memiliki efek proteksi pada lambun
Stres dengan Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil
Introduction; Hyperemesis gravidarum is excessive nausea and vomiting that occurs during pregnancy and one of the causes is stress. Stress is a psychological form that plays an important role in the symptoms of hyperemesis gravidarum. The purpose of analyzing the relationship between stress and hyperemesis gravidarum in the working area of the Community Health Center. Method; This study was an observational analytic study using a cross-sectional. The questionnaire used is the Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Descriptive statistics and bivariate analysis (Mann-Whitney) were used to find the relationship between variables. Results; showed a significant relationship between stress and hyperemesis gravidarum with a p-value of 0.001 or <0.05. Conclusion; Pregnant women who experience hyperemesis gravidarum have more severe stressPendahuluan; Hiperemesis gravidarum merupakan mual dan muntah secara berlebih yang terjadi selama masa kehamilan dan salah satu penyebabnya adalah stres. Stres merupakan bentuk psikologik yang berperan penting pada gejala hiperemesis gravidarum. Tujuan; menganalisis hubungan stres dengan hiperemesis gravidarum. Metode; Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Kuesioner yang digunakan yaitu Depression Anxiety Stres Scale (DASS 42). Statistik deskriptif dan analisa bivariat (Mann-Whitney) digunakan untuk mencari hubungan antar variabel. Hasil; menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara stres dengan hiperemesis gravidarum dengan nilai p-value 0,001 atau <0,05. Kesimpulan; Ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum mempunyai stres yang lebih para
Strategi Pengelolaan Limbah Medis Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19
Introduction; COVID-19 has an impact on various fields including the environment and waste management. Prevention of COVID-19 by using masks has another impact, namely the emergence of piles of household medical waste. Aim; to determine the management of household medical waste both in Indonesia and abroad. Method; a literature review of articles that discuss waste management in Indonesia and abroad. Result; management of medical waste at the household level in Indonesia has been regulated in Circular Letter Number SE.3/MENLHK/PSLB.3/3.2021 concerning Management of Hazardous Waste and Waste from Handling Coronavirus Disease-19. However, the implementation has not been maximized due to the lack of waste management facilities at the household level. Overseas medical waste management in some countries uses household-level segregation where medical waste is separated and processed using incinerators. Conclusion; the problems that arise are basically the same both in Indonesia and abroad are related to public awareness and unequal facilities. Recommendation; Household waste management facilities are expected to be improved along with the provision of education and knowledge to increase public awareness.Pendahuluan; Covid-19 memberikan dampak pada berbagai bidang termasuk dalam lingkungan dan pengelolaan limbah. Pencegahan covid-19 dengan menggunakan masker memberikan dampak lain yaitu munculnya timbunan limbah medis rumah tangga. Tujuan; mengetahui pengelolaan limbah medis rumah tangga baik di Indonesia maupun luar negeri. Metode; literature review dari artikel yang membahas mengenai pengelolaan limbah di Indonesia dan luar negeri. Hasil; pengelolaan limbah medis di tingkat rumah tangga di Indonesia telah diatur pada Surat Edaran Nomor SE.3/MENLHK/PSLB.3/3.2021 mengenai Pengelolaan Limbah B3 dan Sampah dari Penanganan Coronavirus Disease-19. Pelaksanan yang belum dapat maksimal yang disebabkan kurangnya fasilitas pengelolaan limbah di tingkat rumah tangga. Pengelolaan limbah medis di luar negeri pada beberapa negara menggunakan pemisahan tingkat rumah tangga dimana dan diproses menggunakan incenerator. Kesimpulan; permasalahan yang timbul pada dasarnya sama baik di Indonesia maupun luar negeri adalah berkaitan dengan kesadaran masyarakat dan fasilitas yang belum merata. Rekomendasi; Fasilitas pengelolaan limbah infeksius rumah tangga diharapkan ditingkatkan seiring dengan pemberian pendidikan dan pengetahuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Pengunjung Warkop Pada Protokol Kesehatan Covid-19
Introduction: coffee shops have become community icons in big cities and developing cities to interact in the form of meetings that discuss serious things or those who are just joking and spending free time, but this becomes very dangerous when done during the Covid-19 pandemic. because it can be a medium of transmission of the disease. Objective: To determine the factors that affect the compliance of warkop visitors to the Covid-19 health protocol. Methods: The type of research used is observational (quantitative) with a Cross-Sectional Study approach. Results; shows that age = 0,556>0,05, education =0,02<0,05, knowledge =0,001<0,05, attitude =0,461>0,05. Information messages from the Covid-19 Task Force =0.032<0.05. Conclusion; Increased knowledge about the dangers of Covid-19 must be further encouraged by the Covid-19 Task Force and other parties so that people continue to apply health protocols wherever they are, especially in public places such as warkop.Pendahuluan: warung kopi menjadi ikon masyarakat yang ada di kota-kota besar maupun kota yang berkembang untuk melakukan interaksi berupa pertemuan yang membincangkan hal yang serius maupun yang cuma bercanda dan menghabiskan waktu luang namun hal ini menjadi sangat berbahaya saat dilakukan pada masa pandemi Covid-19 karena bisa menjadi media penularan penyakit tersebut. Tujuan: mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengunjung warkop pada protokol kesehatan Covid-19. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional (kuantitatif) dengan pendekatan Cross Sectional Study. Hasil; menunjukkan bahwa umur Ï= 0,556>0,05, pendidikan Ï=0,02<0,05, pengetahuan Ï=0,001<0,05, sikap Ï=0,461>0,05. Pesan informasi dari Satgas Covid-19 Ï=0,032<0,05. Kesimpulan; peningkatan pengetahuan tentang bahaya covid-19 harus lebih digalakkan oleh pihak Satgas Covid-19 dan pihak lainnya agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada utamanya di tempat umum seperti warko
Analisis Pengaruh Pemicu Terhadap Stop Buang Air Besar Sembarangan
Introduction: The government is trying to improve sanitation so that it can run well to support national commitments and achieve the targets of the development agreements of countries in the world. Objectives: To determine the relationship between education, income, latrine facilities, knowledge, attitudes, roles of health workers, roles of community leaders, and the most influential factors in changing open defecation behavior. Methods: The research used a quantitative observational design with a cross-sectional study approach to see the relationship between the independent variable and the dependent variable. Results; show that there is no significant relationship between education, income, the role of community leaders, the role of health workers with changes in open defecation behavior and there is a relationship between latrine facilities, knowledge, and attitudes with open defecation behavior. Conclusion: that knowledge is very influential on changes in defecation behavior. The health officials and community leaders support each other in motivating the community to always maintain sanitation in their environmentPendahuluan: Peningkatan sanitasi diupayakan pemerintah agar dapat berjalan dengan baik untuk mendukung komitmen nasional dan pencapaian target kesepakatan pembangunan negara-negara di dunia. Tujuan: mengetahui hubungan pendidikan, pendapatan, sarana jamban, pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan, peran tokoh masyarakat dan faktor yang paling berpengaruh pada perubahan perilaku BABS. Metode: penelitian yang digunakan observasional kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional study untuk melihat hubungan variabel independen dengan variabel dependen. Hasil; menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan, peran tokoh masyarakat, peran petugas kesehatan dengan perubahan perilaku BABS dan terdapat hubungan antara sarana jamban, pengetahuan, dan sikap dengan perilaku BABS. Kesimpulan: bahwa pengetahuan sangat berpengaruh terhadap perubahan perilaku BABS. Dinas kesehatan dan tokoh masyarakat saling mendukung dalam memotivasi masyarakat untuk selalu menjaga sanitasi pada lingkungannya
Pengaruh Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata) dan Metformin Terhadap Kontrol Glikemik Tikus Model Diabetes Melitus
Introduction; Diabetes mellitus (DM) is still a major problem where people with DM today range from 463 million adults aged 20-79 years (9.3%). Cork fish (Channa striata) is one of the natural ingredients containing albumin that is reviewed to have antioxidant activity in beta-pancreatic cells so it is believed to treat DM. Snakehead fish has some efficacy including; has antinociceptive activity, accelerates wound healing, and is an anti-inflammatory. Objective; To determine the effect of snakehead fish extract and metformin on glycemic control of male rats with diabetes mellitus. Methods; This study used an experimental method with a post-test-only control group design. Results; Based on the Kruskal Walis test, it showed (p < 0.05) meaning that there was an effect of EIG administration on reducing blood glucose levels in rats, and there was a reduction of HbA1c but not significant. Conclusion; The combination of snakehead fish extract 300mg/kg BW and metformin 45 mg/kg BW was superior in lowering blood glucose and HbA1c levels compared to single therapy with snakehead fish extract or metformin.Pendahuluan; Diabetes melitus (DM) masih menjadi masalah utama dimana penderita DM di kala ini berkisar 463 juta orang dewasa dengan umur 20-79 tahun (9,3%). Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu bahan alamiah yang mengandung albumin yang ditinjau memiliki aktivitas antioksidan pada sel beta pancreas sehingga dipercaya dapat mengobati DM. Ikan gabus memiliki khasiat diantaranya ; memiliki aktivitas antinociceptive, mempercepat penyembuhan luka dan sebagai antiinflamasi. Tujuan; mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ikan gabus dan metformin terhadap kontrol glikemik tikus model diabetes melitus. Metode; Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Hasil; Berdasarkan uji kruskal walis menunjukan (p < 0,05) dengan arti terdapat pengaruh pemberian EIG terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus, dan terdapat penurunan HbA1c namun tidak signifikan. Kesimpulan; Kombinasi ekstrak ikan gabus 300mg/kgBB dan metformin 45 mg/kgBB lebih unggul untuk penurunan glukosa darah dan HbA1c dibandingkan terapi tunggal EIG atau metformi
Effectiveness of Closed Kinetic Chain Exercise on Increasing Functional Strength in Knee Osteoarthritis Patients
Pendahuluan: Prevalensi osteoarthtritis mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia disertai gangguan fungsional. Dengan Closed Kinetic Chain Exercise (CKCE) penderita mampu meningkatkan pergerakan pada daerah lutut. Tujuan: memberikan gambaran umum berbagai bukti dari penelitian terdahulu mengenai efektifitas Closed Kinetic Chain Exercise dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis knee. Metode: Melakukan tinjauan literature review dengan pencarian melalui database elektronik yaitu Garuda, Pubmed, dan Google Schoolar, dan diperoleh 5 artikel penelitian yang relevan dari tahun 2016-2021 berdasarkan kriteria inklusi maupun ekslusi. Hasil: Setelah diberikan tindakan closed kinetic chain exercise ditemukan adanya penurunan keluhan seperti nyeri serta peningkatan kekuatan pergerakan fungsional pada penderita osteoarthritis knee. Simpulan: closed kinetic chain exercise efektif meningkatkan kemampuan fungsionalpada penderita osteoarthritis knee.Introduction: The prevalence of osteoarthritis increases with age with functional impairment. With Closed Kinetic Chain Exercise (CKCE) patients are able to increase movement in the knee area. Objective: To provide an overview of various evidence from previous studies regarding the effectiveness of Closed Kinetic Chain Exercise in improving functional ability in patients with knee osteoarthritis. Methods: Conducted a literature review by searching through electronic databases namely Garuda, Pubmed, and Google Scholar, and obtained 5 relevant research articles from 2016-2021 based on inclusion and exclusion criteria. Results: After being given closed kinetic chain exercise, it was found that there was a decrease in complaints such as pain and an increase in the strength of functional movement in patients with knee osteoarthritis. Conclusion: closed kinetic chain exercise is effective in improving functional ability in patients with knee osteoarthriti
Pengaruh Pemberian Virgin Coconut Oil Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita Gizi Kurang
Introduction; malnutrition can make a person more susceptible to infection, and infection also contributes to malnutrition, leading to a vicious cycle. Aim; assessing the effect of giving Virgin Coconut Oil (VCO) on weight gain and the incidence of ARI in malnourished children under five. Method; This type of research is a quasi-experimental study with a randomized pretest-posttest control group design. This study used VCO and PMT in the treatment group and PMT alone in the control group. Result; There was no difference in changes in body weight gain between the treatment group and the control group with a value of P = 0.937, there was a difference in changes in the form of a decrease in the frequency and duration of ARI illness between the treatment group and the control group where the P-value was P = 0.018 and P = 0.010, respectively. Conclusion from the study is that VCO cannot help increase the weight of under-nutrition children, but it can help reduce the frequency and duration of ARI illnessPengantar; kurang gizi dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi, dan infeksi juga berkontribusi terhadap kekurangan gizi, yang menyebabkan lingkaran setan. Tujuan; menilai pengaruh pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) terhaap kenaikan berat badan dan kejadian ISPA pada anak Balita Gizi Kurang. Metode; Jenis penelitian ini adalah penelitian Experimental Kuasi dengan rancangan randomized pretest-posttest control group design. Penelitian menggunakan VCO dan PMT pada kelompok perlakuan dan PMT saja pada kelompok control. Hasil; tidak terjadi perbedaan perubahan kenaikan berat badan antara kelompok perlakuan maupun kelompok control dengan nilai P=0,937, terjadi perbedaan perubahan berupa penurunan frekuensi dan lama sakit ISPA antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dimana nilai P masing-masing P=0,018 dan P=0,010. Kesimpulan dari penelitian yaitu VCO tidak dapat memmbantu menaikkan berat badan balita gizi kurang namun dapat membantu mengurangi frekuensi dan lama sakit ISP
Strategi Pengembangan Kapasitas Perawat dalam Pelayanan Kesehatan
Introduction; the ability, skills and professionalism of nurses and accountability of health public administration need to be improved in the professional aspect. Destination; review and explain; how is the strategy for developing the capacity of nurses in health services. Methods: qualitative research data collection was carried out by observation, interviews, and document study. Analysis using descriptive qualitative by simplifying data, presenting data, and conclusions and validating the data by triangulating data. Results: shows that the strategy for developing the capacity of nurses in health services can be realized by education and training based on spiritual aspects and technological aspects. Conclusion; that the attitude of nurses through the dimensions of spirituality and technology towards health services to patients continues to be encouraged so that the formation of this new mentality is characterized by a more holistic orientation.Pengantar; kemampuan, keterampilan dan sikap profesionalisme perawat dan akuntabilitas penyelenggaraan publik kesehatan perlu ditingkatkan pada aspek profesionalitas. Tujuan; mengkaji dan menjelaskan; bagaimana strategi pengembangan kapasitas perawat dalam pelayanan kesehatan. Metode: peneleitian kualitatif pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis menggunakan deskriptif kualitatif dengan cara penyederhanaan data, penyajian data, dan kesimpulan serta dilakukan pengabsahan data dengan triangulasi data. Hasil: menunjukkan bahwa strategi pengembangan kapasitas perawat pada pelayanan kesehatan dapat diwujudkan dengan pendidikan dan pelatihan berbasis aspek spiritual dan aspek teknologi. Kesimpulan; bahwa sikap perawat melalui dimensi spiritualitas dan teknologi terhadap pelayanan kesehatan kepada pasien terus digelorakan agar terbentuknya mentalitas baru ini yang bercirikan orientasi yang lebih holistik
The Hubungan antara Kadar Trigliserida dengan Kadar HbA1c Pada Pasien DM Tipe II
Background; Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by hyperglycemia is caused by a lack of insulin production or ineffectiveness of the insulin. The higher the level of sugar in the blood will cause the accumulation of abdominal adipose tissue which is more easily lipolytic, resulting in an increase in triglyceride levels. Purpose: This study aims to describe the relationship between HbA1c and triglyceride levels in patients with type 2 diabetes. Method: The method used in this study is retrospective observational analytic which uses a cross-sectional approach, using secondary data. The number of respondents was 1,360 DM patients who visited health services in Lampung Province in 2020. Research Result: the analysis between triglyceride levels and HbA1c levels showed the result of p=0.000, Because the value of p=0.000 <0.05, it can be stated that Ha is accepted and Ho rejected or there is a significant relationship between triglyceride levels and HbA1c levels. Conclusion: showed that there was a positive relationship between triglyceride levels and HbA1c levels according to the National Glycohemoglobin Standardization Program (NGSP)Pendahuluan : Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang memiliki ciri-ciri khas berupa hiperglikemia yang disebabkan oleh kurangnya produksi insulin atau inefektivitas kerja insulin. Semakin tinggi kadar gula dalam darah mengakibatkan penumpukan jaringan adiposa abdominal yang lebih mudah dilipolisis sehingga terjadi peningkatan kadar trigliserida. Tujuan: Menggambarkan hubungan HbA1c penderita DM tipe 2 dengan kadar Trigliserida. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat retospektif observasional analitik dimana menggunakan pendekatan cross sectional, menggunakan data sekunder. Jumlah responden 1,360 pasien DM yang berkunjung di pelayanan kesehatan Provinsi Lampung tahun 2020. Hasil : Didapatkan hasil analisis antara kadar trigliserida dan kadar HbA1c yang menunjukkan hasil p=0,000, karena nilai p=0,000 <0,05 maka dapat dinyatakan Ha diterima dan Ho dinyatakan ditolak atau terdapat hubungan yang bermakna. Kesimpulan: menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kadar Trigliserida dengan kadar HbA1c menurut National Glycohemoglobin Standardization Program (NGSP)