USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
Pelatihan Public Speaking Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia
Public speaking adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan tentang sesuatu hal atau topik di hadapan banyak orang untuk mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberi penjelasan, dan memberi informasi kepada masyarakat di tempat tertentu jadi sesuai dengan tujuan pembelajaran maka Mahasiswa termasuk yang harus menguasai public speaking. Kemampuan public speaking tidak hanya dibutuhkan oleh MC atau presenter saja, tapi juga Mahasiswa. Seorang Mahasiswa dituntut untuk dapat mentransfer ilmu yang dimiliki, sekaligus memberikan high-impact bagi mahasiswanya. metode pengajaran yang berfokus pada pendekatan student-centered sekalipun, tidak dapat terlepas dari peran Mahasiswa dalam mengendalikan proses belajar mengajar, khususnya dalam kelas. Tetapi pada akhirnya, karakter pengajar dan pengenalannya tentang diri sendiri sebagai seorang pengajar dan seorang pembicara sama pentingnya untuk menentukan keberhasilannya dalam mengenali audiensnya dan mempraktikkan public speaking. Namun, masih ditemukan beberapa diantaranya Mahasiswa yang mempraktikkan public speaking masih belum mumpuni. Kegiatan pelatihan public speaking pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara diikuti oleh 32 peserta. Kegiatan ini dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia. Hasil kegiatan ini yaitu peserta memperoleh pembelajaran dan pengalaman yang menyenangkan tentang pelatihan public speaking. Dimana sebelumnya para peserta belum memahami dengan baik tentang public speaking secara teori maupun praktik. Setelah mengikuti pelatihan public speaking para peserta mampu memahami tentang public speakin
Implementasi Deep Learning Menggunakan Cnn Untuk Klasifikasi Tingkat Kematangan Buah Jeruk Berbasis Android
Indonesia is a country that heavily relies on the agricultural sector, including various types of horticultural commodities, especially fruits. One example is oranges, which have many benefits and a sweet, refreshing taste. To obtain the best flavor and freshness, fully ripe oranges are the preferred choice. However, the process of recognizing the ripeness of oranges still faces many challenges. With advances in computer technology, particularly through smartphones, many human tasks can now be performed more efficiently and practically. One useful technology is computer vision, which can be used to automatically identify and determine the ripeness of oranges. This research aims to implement Convolutional Neural Networks (CNN) to measure the model's performance and ensure its capability in classifying the ripeness of oranges. The results of the research show that classification using CNN with the VGG-16 architecture achieved a training accuracy of 96% and a validation accuracy of 97%
IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN PADA SOSIS YANG DIJUAL DI PASAR RAKYAT HARAPAN BARU
Sosis merupakan olahan daging yang dibuat dengan penambahan bahan tambahan pangan salah satunya bahan pengawet. Formalin atau yang biasanya dikenal dengan sebutan Formaldehida adalah salah satu bahan pengawet makanan yang sering digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan formalin pada sosis yang dijual di Pasar Rakyat Harapan Baru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode total sampling dengan jumlah 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan persentase kandungan formalin sebanyak 7 sampel sosis (70%) positif mengandung formalin dan 3 sampel (30%) tidak mengandung formalin. Kadar formalin pada sampel kode F menunjukkan hasil terendah 16.28 ppm dan sampel kode E tertinggi 256.1 ppm
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MENARCHE PADA SISWI DI SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN KABUPATEN SAMOSIR
Latar belakang: Kejadian menarche pada remaja putri menunjukkan adanya perubahan usia yang signifikan dari tahun ke tahun baik secara global maupun di Indonesia. Di Indonesia sendiri tahun 1970-an usia rata-rata remaja yang mengalami menarche berkisar 14-15 tahun, 1980-1990an turun menjadi 13-14 tahun, memasuki tahun 2000-an usia rata-rata menarche berkisar 12 tahun dan hingga kini menjadi 11-13 tahun. Perbedaan usia merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan dan pemahaman seseorang akan sesuatu hal.
Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Kesiapan Menarche pada Siswi di SMP Negeri 1 Nainggolan Kabupaten Samosir. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu semua siswi kelas 7 SMP N 1 Nainggolan berjumlah 42 orang.
Metode: Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengelolahan data dengan Chi Square diperoleh p-value = 0,003I yang berarti adanya hubungan pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi kelas 7 di SMP N 1 Nainggolan kabupaten Samosir.
Hasil: diharapkan ibu mampu melakukan pendekatan dan memberikan kebutuhan saat anak menghadapi menarche, juga guru sekolah kiranya dapat memberikan ilmu pengetahuan dan pendidikan kesehatan untuk mempersiapkan remaja perempuan dalam menghadapi menarche.
Kesimpulan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kesiapan remaja perempuan menghadapi menarche. Semakin baik pengetahuan terhadap menstruasi maka semakin siap mereka menghadapi menarche dan menstuasi
PENGARUH BRAND IMAGE DAN WORD OF MOUTH TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA KAFE HITAM PUTIH PADANG BULAN MEDAN
In today's business world, cafes are one of the most popular businesses in society. So in this case, several steps are needed to strengthen the business sector owned. This study discusses the factors that can increase consumer loyalty, namely brand image and word of mouth. The purpose of this study is to determine the effect of brand image and word of mouth on consumer loyalty both partially and simultaneously. The method used in the study is quantitative with an associative approach. Data collection techniques using questionnaires. The analysis method used is multiple linear regression analysis. The population in this study was 4,500 people, and the sample in this study was 98 respondents obtained using the Slovin formula. The results of the study indicate that brand image (X1) and word of mouth (X2) partially (t-test) have a positive and significant effect on consumer loyalty. Based on the simultaneous test (F), the results show that brand image and word of mouth have a positive and significant effect on consumer loyalty. Based on the results of the determination coefficient test (R2), it shows that brand image and word of mouth are able to influence consumer loyalty by 83.6%
DIGITAL MARKETING UNTUK PEMASARAN LAYANAN PERPUSTAKAAN
Latar belakang: Penelitian ini menganalisis pemanfaatan digital marketing untuk meningkatkan layanan perpustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan literature review.
Tujuan: Mengetahui teknik-teknik digital marketing yang dapat diimplementasikan untuk pemasaran layanan perpustakaan dengan pendekatan kualitatif dan literature review
Hasil: Teknik-teknik digital marketing seperti SEO, PPC Advertising, Content Marketing, Social Media Marketing, Email Marketing, Mobile Marketing, Affiliate Marketing, dan Influencer Marketing dapat diimplementasikan untuk memasarkan layanan perpustakaan secara efektif. Cara-cara memasarkan layanan perpustakaan termasuk mengoptimalkan website, memanfaatkan media sosial, membuat konten menarik, berkolaborasi dengan influencer, menggunakan email dan mobile marketing, mengadakan kegiatan menarik, dan melakukan riset serta evaluasi terus-menerus. Penting untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami, gambar, dan video menarik, serta merespons cepat terhadap interaksi dengan pengguna.
Kesimpulan: Perpustakaan perlu terus memantau tren digital marketing dan bersedia beradaptasi. Dengan menerapkan praktik-praktik terbaik ini, perpustakaan dapat memaksimalkan dampak digital marketing, menjangkau lebih banyak audiens, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap layanan dan koleksi perpustakaan
Preservasi Digital Seloko Adat Jambi, Pantun Betawi dan Berkisah Budaya Batam
Maintaining sustainability and facilitating access through digital preservation is a crucial technique for safeguarding traditional cultural heritage amid globalization and advancements in information technology. The purpose of the study is the digital preservation of three very famous but extinct oral traditions originating from three provinces in Indonesia: Seloko Adat Jambi, Pantun Betawi, and Berkisah Budaya Batam. This research method is a qualitative approach to deeply understand the phenomenon of digital preservation in a cultural context. The results of this study are that each of these traditions has significant cultural and social value for its community, but faces major challenges in its preservation, especially with rapid social and technological changes so that there needs to be an action to preserve this material so that it is easy to read and enjoyed by the community, especially young people. Through an analysis of the challenges, problems, and implications of this digitalization process, the writing in this article further identifies the factors that influence the success of digital preservation efforts, such as technological limitations, digital divides, and cultural resistance and future developments. In addition, this article also explores the potential benefits and risks of digitizing these traditions, and provides recommendations to ensure that the essence and values of culture are maintained in the digital age. The conclusion of this study emphasizes the importance of collaboration between local communities, governments, and technologists in maintaining cultural sustainability that can be enjoyed into the future
IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH RI NOMOR 1 TAHUN 2003 TENTANG PEMBERHENTIAN ANGGOTA POLRI DIHUBUNGKAN DENGAN KRIMONOLOGI (STUDI PUTUSAN NO:PUT KKEP /11/IX/2018/KKEP)
Pelanggaran Kode Etik Oknum Polisi dalam Kasus Pemalsuan Surat yang diatur oleh Pasal 263 KUHP merupakan tindakan yang melanggar hukum. Anggota Polri harus menjaga tegaknya hukum dan menjaga kehormatan, reputasi, serta martabat Kepolisian Republik Indonesia. Pelanggaran terhadap kode etik akan diselidiki dan jika terbukti, akan dikenai sanksi. Penjatuhan sanksi disiplin dan pelanggaran kode etik tidak akan menghentikan proses hukum pidana terhadap anggota polisi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum deskriptif analisis yang menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan data primer melalui wawancara, data sekunder dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta analisis kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, analisis penulis dalam putusan ini adalah ketidaksesuaian sanksi yang diberikan kepada pelaku tindak pidana yang telah melanggar pasal 263 ayat 2 tentang pemalsuan surat secara sengaja melalui orang lain. Pelaku sebelumnya telah melakukan pelanggaran disiplin namun hanya dikenakan hukuman tahanan kota selama 21 hari. Menurut Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2003, anggota Polri yang melakukan tindak pidana seharusnya diberhentikan dengan tidak hormat. Namun, keputusan yang berwenang menetapkan bahwa pelaku masih layak dipertahankan. Hal ini menunjukkan lemahnya peradilan hukum di kepolisian, yang bisa menyebabkan kurangnya kepercayaan masyarakat kepada kepolisian
Penyuluhan Hukum Tentang Tindak Pidana Kasus Penggelapan Barang pada Pemuda-Pemudi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Medan
Penyuluhan hukum mengenai penggelapan barang di kalangan pemuda-pemudi, khususnya di dalam organisasi GMKI Cabang Medan, sangat penting untuk menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya tindak pidana yang merugikan banyak pihak. Pemahaman yang baik tentang hukum akan membantu anggota untuk selalu bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas serta kejujuran dalam setiap tindakan. Dengan melakukan upaya pencegahan yang tepat, diharapkan organisasi GMKI dapat terhindar dari praktik-praktik yang merugikan dan semakin memperkuat kepercayaan di antara anggotanya. Penyuluhan hukum yang rutin dan berkelanjutan akan sangat efektif dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari tindak pidana
Kajian Perlindungan Hukum Terhadap Penyandang Disabilitas Sebagai Pelaku Tindak Pidana
Perlindungan hukum terhadap penyandang disabilitas sebagai pelaku tindak pidana memerlukan perhatian khusus dan pendekatan yang sensitif terhadap kondisi fisik dan mental mereka. Di Polrestabes Medan, implementasi prinsip-prinsip perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas telah berjalan dengan beberapa kendala, namun masih banyak ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal pelatihan petugas dan peningkatan fasilitas yang ramah disabilitas. Penting bagi sistem peradilan Indonesia untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas tidak diperlakukan secara diskriminatif dalam proses hukum dan mendapatkan hak-hak mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendampingan hukum, pemeriksaan medis yang mendalam, serta pendekatan yang berfokus pada rehabilitasi adalah langkah-langkah penting untuk mewujudkan sistem hukum yang lebih adil dan inklusif bagi semua pihak, termasuk penyandang disabilitas