USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALU SEPULUH-A DALAM MENINGKATKAN BRANDING DESA MELALUI LOMBA PERPUSTAKAAN DESA TERBAIK DI DELI SERDANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi Kepala Desa Dalu Sepuluh-A dalam meningkatkan branding desa melalui lomba perpustakaan terbaik di Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi organisasi dan Pemasaran dalam meningkatkan kemajuan Desa Dalu Sepuluh-A melalui kegiatan lomba tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan cara wawancara mendalam kepada Kepala Desa Dalu Sepuluh-A dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh bapak sugianto selaku Kepala Desa didaerah tersebut merujuk pada gaya kepemimpinan yang demokratif sehingga pegawai disana dapat dengan semangat dalam mempersiapkan lomba perpustakaan terbaik se-Deli Serdang dan tidak lupa dibantu oleh mahasiswa KKN Literasi dari Perpusnas Indonesia dengan berbagai bersiapan dan pengetahuan mengenai literasi maka desa dalu sepuluh-A mendapatkan penghargaan sebagai Perpustakaan terbaik dengan piagam penghargaan Harapan II. Kepemimpinan Kepala Desa yang dinilai terbuka sangatlah membantu masyarakat sekitar dalam membentuk niat membaca sembari menunggu keperluan di Kepala Desa sehingga setiap pengunjung tidak bosan dan bapak sugianto juga selaku Kepala Desa di daerah tersebut membutuhkan masukan dari berbagai masyarakat untuk dapat meningkatkan branding desa meraka mengenai setiap rencana kegiatan yang diadakan di Deli Serdang. Hasil dari Branding yang dilakukan kepala desa tersebut yaitu Desa Dalu Sepuluh-A mendapat Juara Harapan II dengan Kategori Perpustakaan Desa Terbaik
PERAN KOMUNIKASI DIGITAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PELANGGAN DI PT PLN (PERSERO) UP3 MUARA BUNGO
Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi tuntutan penting di era industri 4.0, termasuk pada sektor ketenagalistrikan. PT PLN (Persero) melalui inovasi aplikasi PLN Mobile dan Aplikasi Pelayanan Keluhan Terpadu (APKT) berupaya meningkatkan efektivitas komunikasi dan kualitas pelayanan pelanggan. Namun, efektivitas implementasi teknologi komunikasi digital dalam mendukung kepuasan pelanggan masih perlu diteliti secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi digital melalui aplikasi PLN Mobile dan APKT dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan di PT PLN (Persero) UP3 Muara Bungo, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan kendala dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 75 responden pelanggan serta wawancara mendalam dengan petugas layanan teknis. Analisis data dilakukan menggunakan teori Adaptive Structuration untuk memahami hubungan antara penggunaan teknologi digital dan struktur sosial organisasi dalam konteks pelayanan publik. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi PLN Mobile mampu meningkatkan efisiensi penanganan keluhan pelanggan dengan penurunan waktu penyelesaian sebesar 45% dibanding metode manual. Tingkat kepuasan pelanggan mencapai 82,7%, dipengaruhi oleh kemudahan akses, kecepatan respon, dan transparansi layanan. Integrasi PLN Mobile dengan APKT juga mendukung monitoring lapangan secara real-time sehingga meningkatkan akuntabilitas petugas. Kendala utama terletak pada rendahnya literasi digital pelanggan di daerah pedesaan dan keterbatasan fitur e-commerce pada aplikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi digital berperan penting dalam mempercepat, mempermudah, dan mengefisienkan pelayanan pelanggan di PLN UP3 Muara Bungo. Untuk optimalisasi, diperlukan peningkatan literasi digital masyarakat, pengembangan fitur aplikasi, dan perbaikan antarmuka pengguna guna mendukung transformasi digital berkelanjutan di sektor pelayanan ketenagalistrikan
SELF-EFFICACY PERAWAT INTENSIVE CARE DALAM MELAKUKAN PENILAIAN NYERI PADA PASIEN PENURUNAN KESADARAN
Latar belakang: Penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran merupakan komponen penting dalam asuhan keperawatan intensif, dan self-efficacy perawat berperan dalam menentukan keyakinan serta konsistensi mereka dalam melakukan penilaian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat self-efficacy perawat intensive care dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran.
Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat self-efficacy perawat intensive care dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran.
Metode: Deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 68 perawat yang bekerja di ruang intensive care. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi general self-efficacy scale yang terdiri dari 16 pernyataan yang menilai tingkat keyakinan perawat dalam menghadapi tugas penilaian nyeri.
Hasil: Mayoritas perawat berada pada kategori self-efficacy sedang (mean 47,53), baik pada skor total maupun seluruh dimensi.
Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa perawat memiliki keyakinan diri yang cukup baik dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran, namun tetap memerlukan penguatan melalui pelatihan serta pembinaan berkelanjutan agar akurasi dan konsistensi praktik penilaian nyeri dapat meningkat secara optimal
APLIKASI TRANSAKSI LAYANAN KESEHATAN PADA KLINIK PRATAMA TANJUNG BERBASIS MOBILE
Klinik Pratama Tanjung merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Namun, proses transaksi layanan kesehatan pasien yang masih dilakukan secara manual seringkali menimbulkan berbagai kendala, seperti pencatatan data pasien yang kurang efisien, risiko kehilangan data, serta proses pembayaran yang memerlukan waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi transaksi layanan kesehatan pasien berbasis mobile guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan data pasien, transaksi pembayaran, serta rekam medis di Klinik Pratama Tanjung. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah prototyping, dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian aplikasi. Aplikasi ini menyediakan fitur pencatatan transaksi layanan kesehatan, manajemen data obat, serta pembuatan laporan pembayaran secara otomatis. Pengujian sistem menggunakan metode black box menunjukkan bahwa aplikasi dapat berjalan sesuai fungsionalitas yang diharapkan, mempermudah proses administrasi, dan meningkatkan kualitas layanan klinik Pratama Tanjung. Dengan adanya aplikasi Transaksi Layanan Kesehatan ini, diharapkan proses transaksi layanan kesehatan di Klinik Pratama Tanjung menjadi lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi transaksi layanan kesehatan berbasis mobile yang dibangun mampu berjalan dengan baik sesuai dengan fungsionalitas yang direncanakan. Pengujian menggunakan metode black box menunjukkan seluruh fitur, seperti pendaftaran pasien, pencatatan transaksi layanan kesehatan, manajemen data obat, dan pembuatan laporan pembayaran otomatis
SISTEM OTOMATIS PENGENDALIAN RUANGAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN ESP32 UNTUK EFISIENSI ENERGI RUANG PERKULIAHAN
Teknologi Internet of Things (IoT) memiliki peran yang begitu penting untuk mendukung efisiensi energi di lingkungan kampus. Setiap ruang perkuliahan, biasanya terdapat banyak perangkat listrik seperti lampu dan AC yang sering beroperasi di luar jam penggunaan, dan mengakibatkan pemborosan energi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem otomatis ruangan atau Smart Room Controller berbasis web yang memungkinkan pengendalian perangkat secara manual, otomatis melalui penjadwalan, serta pemantauan status secara real-time. Sistem yang dibangun menggunakan perangkat mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama, penyimpanan jadwal berbasis SPIFFS, komunikasi WebSocket, dan dashboard web yang dapat diakses tanpa aplikasi tambahan. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama berjalan dengan baik, dengan waktu respons kontrol manual rata-rata <300 ms dan pembaruan status real-time <200 ms. Penjadwalan otomatis mencatat tingkat keberhasilan 96,7% dan penyimpanan jadwal bersifat persisten setelah restart perangkat. Evaluasi konsumsi energi pada ruang kuliah menunjukkan penurunan penggunaan energi harian dari 20,5 kWh menjadi 18,5 kWh, sehingga terjadi penghematan sebesar 9,8%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem Smart Room Controller terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi pemborosan penggunaan perangkat ruangan di kampus. Sistem ini memiliki potensi diterapkan secara lebih luas dan dikembangkan pada tahap berikutnya dengan integrasi algoritma kecerdasan buatan untuk optimasi penggunaan energi secara adaptif.
 
PERBANDINGAN PEMERIKSAAN TELUR Soil-Transmitted Helminth DENGAN SEDIMENTASI NaCl 0,9% dan NaOH 0,2%, SERTA FLOTASI NaCl JENUH
Latar belakang: Infeksi Soil-Transmitted Helminth (STH) menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang lazim ditemui, terutama di daerah tropis dan subtropis dengan sanitasi yang buruk. Infeksi ini bereakibat pada gangguan kesehatan, misalnya anemia, hambatan tumbuh kembang, hingga penurunan imunitas tubuh. Oleh karena itu, deteksi dini infeksi kecacingan sangat penting dilakukan untuk menunjang diagnosis dan pengendalian penyakit. Salah satu uji yang umum digunakan adalah pemeriksaan tinja secara mikroskopis, yang efisiensinya sangat bergantung pada teknik yang digunakan.
Tujuan: untuk menganalisis komparasi hasil pemeriksaan tinja menggunakan metode sedimentasi NaCl 0,9%, sedimentasi NaOH 0,2%, dan flotasi NaCl jenuh dalam mendeteksi telur cacing Soil-Transmitted Helminth.
Metode: eksperimental berbasis laboratorium dengan pendekatan komparatif. Sampel tinja yang telah dipastikan positif STH diperiksa menggunakan ketiga metode secara sistematis, dengan pengujian sebanyak tiga kali untuk masing-masing metode. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, uji ANOVA One-Way, dan uji Post Hoc.
Hasil: metode sedimentasi NaCl 0,9% menghasilkan rerata jumlah telur tertinggi (9,33), diikuti NaOH 0,2% (8,33), dan flotasi NaCl jenuh (4,00). Terdapat perbedaan signifikan antar metode (p = 0,007), dengan perbedaan signifikan antara metode flotasi dan kedua metode sedimentasi.
Kesimpulan: bahwa metode sedimentasi NaCl 0,9% merupakan metode paling efektif dalam mendeteksi telur STH pada penelitian ini
HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT DENGAN FREKUENSI DAN LAMA HEMODIALISA PADA GAGAL GINJAL KRONIS
Latar belakang: Gagal ginjal kronis adalah kerusakan ginjal dengan karakteristik progresif dan tidak dapat sembuh kembali. Penyakit ini menyebabkan berkurangnya produksi eritropoetin yang berdampak pada menurunnya hemoglobin dan hematokrit.
Tujuan: mengetahui hubungan antara hemoglobin dan hematokrit dengan frekuensi terapi dan lama hemodialisa pasien gagal ginjal kronis.
Metode: kuantitatif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Jenis data sekunder dengan total sampel 198 sampel. Data berupa hemoglobin dan hematokrit, frekuensi terapi dan lama hemodialisa. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji rank spearman.
Hasil: rata-rata hemoglobin laki-laki yaitu 9.57 g/dL sedangkan perempuan yaitu 9.56 g/dL, rata-rata hematokrit yaitu 27, 6%. Sebanyak 97.5% pasien dengan frekuensi hemodialisa 2 kali seminggu. Lama hemodialisa >24 bulan didapatkan pada 46.0% pasien. Hasil analis uji korelasi rank spearman menunjukkan p = 0.832 (p > 0,05) dengan nilai (R) 0.015 antara hemoglobin dengan lama hemodialisa, nilai p=0.826
(p > 0,05) dengan nilai (R) 0.016 antara hemoglobin dengan frekuensi terapi, nilai p=0.909 (p > 0,05) dengan nilai (R) -0.008 antara hematokrit dengan lama hemodialisa, nilai p=0.869 (p > 0,05) dengan nilai (R) 0.012 antara hematokrit dengan frekuensi.
Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hemoglobin dengan frekuensi terapi dan lama hemodialisa serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hematokrit dengan frekuensi terapi dan lama hemodialisa
PENGARUH VARIASI WAKTU INKUBASI TERHADAP JUMLAH TELUR SOIL-TRANSMITTED HELMINTHS (STH) MENGGUNAKAN METODE FLOTASI
Latar belakang: Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Prevalensi yang tinggi di berbagai wilayah, seperti di Sumatera Utara, menunjukkan masih kurang optimalnya program deteksi dan pengendalian kecacingan. Diagnosis yang akurat dan efisien sangat diperlukan, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya.
Metode: flotasi menjadi salah satu teknik pemeriksaan parasitologi yang sensitif, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk waktu pengapungan.
Tujuan: untuk mengetahui pengaruh variasi waktu inkubasi terhadap jumlah telur STH yang terdeteksi menggunakan metode flotasi NaCl jenuh. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorik dengan desain post-test only control group.
Hasil: menunjukkan bahwa jumlah telur yang terdeteksi meningkat seiring bertambahnya waktu inkubasi, dengan hasil optimal pada menit ke-30 (rata-rata 19 telur). Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara variasi waktu inkubasi terhadap jumlah telur yang terdeteksi (Fhitung = 88,0 > Ftabel= 4,76; p < 0,05).
Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa penentuan waktu inkubasi yang optimal sangat penting untuk memaksimalkan efektivitas diagnosis STH, serta dapat menjadi dasar penyusunan SOP pemeriksaan parasitologi di berbagai institusi kesehatan
PENGARUH MASA PENYIMPANAN SAMPEL WHOLE BLOOD DAN BUFFY COAT DARAH TIKUS TERHADAP KUANTITAS DAN INTEGRITAS RNA
Latar belakang: Whole blood dan buffy coat merupakan dua sumber sampel yang sering digunakan dalam penelitian molekuler. Namun, kualitas RNA yang dihasilkan seringkali kurang memuaskan. Faktor yang diperkirakan dapat mempengaruhi kualitas RNA adalah jenis sampel dan kondisi penyimpanan.
Tujuan: untuk mengetahui pengaruh masa penyimpanan sampel whole blood dan buffy coat terhadap kuantitas dan integritas RNA, membandingkan kedua tipe sampel. Sampel darah dari tikus Sprague dawley umur 3 bulan diambil melalui sinus retro-orbitalis dan cardiac punture lalu dipisahkan sebagai whole blood dan buffy coat dan disimpan pada suhu −80°C selama 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, dan 3 bulan. RNA diisolasi menggunakan kit Quick-RNA Miniprep Plus Zymo dan diperiksa konsentrasi serta kemurniannya dengan spektrofotometer (A260/A230 dan A260/A280). Integritas RNA diperiksa dengan elektroforesis agarose dan dibaca menggunakan Gel Doc.
Metode: Data dianalisis menggunakan uji Two-way ANOVA. Analisis menunjukkan bahwa tipe sampel merupakan faktor utama yang mempengaruhi kuantitas dan integritas RNA.
Hasil: Buffy coat menghasilkan konsentrasi RNA yang lebih tinggi dibanding whole blood (p < 0,0001). Faktor lama penyimpanan hingga 3 bulan pada suhu −80°C tidak mempengaruhi konsentrasi RNA pada kedua jenis sampel. Integritas RNA buffy coat lebih baik dibandingkan whole blood.
Kesimpulan: Hal ini ditunjukkan oleh hasil elektroforesis pita RNA buffy coat yang lebih jelas dan konsisten. Masa penyimpanan buffy coat dan whole blood pada suhu −80°C sampai dengan 3 bulan tidak mempengaruhi kuantitas dan kemurnian RNA, namun mempengaruhi kualitas RNA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI IBU HAMIL DALAM KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SINGOSARI, KECAMATAN SIANTAR BARAT, KOTA PEMATANG SIANTAR
Kehamilan adalah momen yang dinantikan setiap wanita sebagai awal peran menjadi seorang ibu. Namun, kehamilan juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kegelisahan, dan kehati-hatian dalam beraktivitas karena kondisi kandungan yang harus dijaga. Menurut UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, upaya peningkatan kesehatan ibu bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak serta mengurangi angka kematian ibu. Salah satu bentuk pelayanan kebidanan adalah kelas ibu hamil, di mana para ibu belajar bersama, berdiskusi, dan berbagi pengalaman seputar kesehatan ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh, terjadwal, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kelas ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Singosari pada bulan Oktober s/d Desember. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang memeriksakan kehamilan di UPTD Puskesmas Singosari dan seluruh populasi menjadi sampel (total populasi) yaitu 38 responden. Hasil penelitian bahwa ada pengaruh pengetahuan ibu terhadap pelaksanaan senam hamil dengan nilai p 0,000, ada pengaruh dukungan suami dengan pelaksanaan senam hamil dengan nilai p 0,000. Rekomendasi agar suami terus mendampingi istri dalam melakukan pemeriksaan kehamilan dan rutin mengikuti senam hamil sehingga persalinan ibu lancar dan ibu merasa nyaman dengan kehamilannya