USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI ULANG DI RESTORAN HAKATA IKKOUSHA MEDAN
The purpose of this study is to ascertain how the perception of price and service quality affects patrons' desire to repurchase from Hakata Ikkousha Medan. Partially and concurrently, the impact of pricing perception and service quality on repurchase interest will be examined. This study used a quantitative method and was a survey. The patrons of the restaurant Hakata Ikkousha Medan made up the research population. The incidental sampling technique was used to choose the sample, which included 94 customers. The study's findings show that the repurchase interest variable (Y) is significantly positively impacted by the service quality variable (X1) and the price perception variable (X2) is considerably positively impacted by the repurchase interest variable
PENGARUH SELF EFFICACY DAN PROBLEM FOCUSED COPING TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA
Resiliensi akademik merujuk pada kemampuan individu untuk mencapai keberhasilan akademik meskipun menghadapi situasi yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh self-efficacy dan problem-focused coping terhadap resiliensi akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 257 mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Bandar Lampung. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Academic Resilience Scale (ARS-30), General Self-Efficacy Scale, dan Skala Problem-Focused Coping dengan model skala Likert, serta data demografi. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari self-efficacy dan problem-focused coping terhadap resiliensi akademik. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jumlah item kuesioner yang lebih ringkas dan spesifik
ANALISIS AKURASI DAN EFISIENSI SISTEM PENILAIAN LUKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN WOUND ASSESMENT DIGITAL
Latar belakang: Penilaian luka secara manual masih menghadapi tantangan berupa variasi subjektivitas antar penilai yang dapat memengaruhi akurasi dan konsistensi hasil evaluasi klinis. Seiring meningkatnya beban penanganan luka kronis dan kebutuhan transformasi digital layanan kesehatan, sistem penilaian luka berbasis teknologi menjadi alternatif yang berpotensi meningkatkan ketepatan dan efisiensi kerja tenaga kesehatan. Namun, efektivitas implementasi teknologi ini masih bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor pengguna, kondisi klinis, serta karakteristik luka.
Tujuan: menganalisis akurasi, konsistensi, dan efisiensi penilaian luka digital serta memahami pengalaman tenaga kesehatan dalam menggunakannya dalam praktik klinis.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di Asri Wound Care Center Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tenaga medis luka dan dokter, serta observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi penilaian luka digital. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola pengalaman dan persepsi terkait akurasi, alur kerja, dan aspek subjektif klinis.
Hasil: menunjukkan bahwa penilaian luka digital memberikan akurasi dan konsistensi yang lebih tinggi dibandingkan metode manual, terutama dalam pengukuran ukuran luka dan identifikasi jaringan. Digital wound assessment juga meningkatkan efisiensi waktu melalui proses dokumentasi otomatis yang mempercepat alur kerja klinis. Meskipun demikian, beberapa aspek subjektif seperti bau luka, nyeri, dan penilaian kedalaman luka tetap membutuhkan pemeriksaan manual.
Kesimpulan: bahwa teknologi penilaian luka digital merupakan alat bantu yang efektif dalam meningkatkan kualitas evaluasi luka, tetapi belum dapat sepenuhnya menggantikan peran klinis tenaga kesehatan. Pendekatan hibrid yang menggabungkan kemampuan teknologi dengan keahlian klinis tetap menjadi strategi terbaik untuk menghasilkan penilaian luka yang komprehensif dan akura
COMPARISON OF THE EFFECTIVENESS OF SHIATSU MASSAGE THERAPY AND ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE ON REDUCING THE LEVEL OF PRIMARY MENSTRUAL PAIN (DYSMENORRHEA) IN ADOLESCENT GIRLS
Background: Menstruation in adolescents is often accompanied by dysmenorrhea, affecting 40–80% and causing discomfort and absenteeism. Non-pharmacological methods like Shiatsu massage and abdominal stretching are effective, safe alternatives to medication.Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of shiatsu massage and abdominal stretching exercises in reducing primary dysmenorrhea among adolescent girls. Methods : A quasi-experimental design with a pre-post test two-group comparison was employed. Sixty-six adolescent girls with primary dysmenorrhea were purposively selected and divided into two groups: one received shiatsu massage therapy, and the other performed abdominal stretching exercises. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests with a significance level set at p < 0.05. Results : Showed that both interventions significantly reduced menstrual pain (p = 0.000). However, the shiatsu group experienced a greater average pain reduction (2.36 points) compared to the stretching group (1.55 points). Conclusion : The results of this study indicate that shiatsu massage therapy demonstrates a greater effectiveness in alleviating primary menstrual pain, commonly referred to as dysmenorrhea, when compared to abdominal stretching exercises, exhibiting a notable difference of 0.8 points in pain reduction between the two interventions. Suggestion: This intervention can be used in midwifery and healthcare settings, with Shiatsu materials serving as educational tools for adolescents on dysmenorrhea and reproductive health
Hubungan HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PERSALINAN DENGAN KEPUASAN IBU BERSALIN TAHUN 2024
Kualitas layanan mengacu pada aktivitas yang disediakan oleh penyedia layanan publik untuk memenuhi keinginan, harapan, dan kebutuhan masyarakat, sehingga memberikan kepuasan bagi masyarakat luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara kepuasan ibu dan kualitas layanan persalinan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metode kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, dari Februari hingga Juli 2024. Seluruh 37 ibu yang mendapatkan layanan persalinan di UPTD Puskesmas Kolang menjadi populasi dalam penelitian ini. Ukuran sampel ditentukan dengan metode total sampling, yang berarti seluruh anggota populasi diikutsertakan. Data primer dikumpulkan langsung melalui kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari UPTD Puskesmas Kolang. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan univariat dan bivariat. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan variabel penelitian, sedangkan analisis bivariat digunakan untuk menguji hipotesis mengenai hubungan antara kepuasan ibu dan kualitas layanan persalinan. Uji statistik Chi-square digunakan dalam pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,8% layanan persalinan di UPTD Puskesmas Kolang tergolong berkualitas tinggi, sementara 16,2% tergolong berkualitas rendah. Tingkat kepuasan ibu tercatat sebesar 75,7%, dengan 24,3% ibu menyatakan ketidakpuasan. Berdasarkan uji hipotesis, kepuasan ibu di UPTD Puskesmas Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas layanan persalinan. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan kepuasan ibu, kualitas layanan persalinan perlu lebih ditingkatkan
Stimulasi Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Senam Irama
Pengabdian kepada masyarakat ditujukan kepada anak-anak SLB Markus Medan bertujuan untuk menstimuslasi perkembangan motrik anak di SLB Markus Medan, PKM dilakukan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ditahap persiapan dilakukan perencanaan kegiatan, kemudian di pelaksanaan dilakukan kegiatan senam bersama dengan semua anak dan guru, ditahap persiapan dilakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan serta hasilnya. Kegiatan dihadiri 35 anak dan kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan. Adapun ditemukan kondisi motorik kasar anak berada pada kategori sedang sehingga dapat dikatakan masih dalam tahap perkembangan. Oleh karena itu, hendaknya guru lebih menekankan model pembelajaran yang memacu pada kemampuan gerak motorik kasar sehingga dapat mendukung pencapaian kesehatan jasmani anak di masa depan
PENGARUH POS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN (PKRP) TERHADAP PENGETAHUAN PEKERJA PEREMPUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI
Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Untuk menjaga dan memelihara kesehatan reproduksi pada perempuan pekerja sangat disarankan setiap tempat kerja mempunyai Pos Kesehatan Reproduksi Perempuan. Pos kesehatan reproduksi perempuan adalah upaya kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari oleh untuk dan bersama masyarakat pekerja melalui pemberian pelayanan kesehatan dengan pendekatan utama promotif dan preventif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor pengetahuan pekerja perempuan tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan Pos Kesehatan Reproduksi Perempuan.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan model One group pretest posttest design yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja perempuan yang bekerja secara rutin di Juragan Dimsum dengan menggunakan metode total sample sehingga sampel berjumlah 30 orang.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian rata-rata pengetahuan responden sebelum intervensi adalah 49,80 dan rata-rata pengetahuan responden sesudah intervensi adalah 71,90 dengan beda rata-rata adalah 22,1 dengan standar deviasi 14,73.
Kesimpulan : Maka disimpulkan terdapat perbedaan skor pengetahuan pekerja perempuan tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa metode Pos Kesehatan Reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan pekerja perempuan. Pelaksanaan PKRP sebaiknya dilakukan dengan membuat kontrak atau kesepakatan jadwal dengan perusahaan supaya Pos Kesehatan Reproduksi Perempuan tidak mengganggu produktivitas pekerja. Selain itu pemeriksaan kesehatan pada meja 2 baiknya ditambah dengan pemeriksaan lainnya seperti pengukuran tinggi badan, dan lain lain yang dirasa perlu
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2024
Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, sehingga menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya.
Tujuan: untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting di Kabupaten Nias Barat.
Metode: kuantitatif analitik dengan metode korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, mulai dari April hingga Oktober 2024, di wilayah Kabupaten Nias Barat. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh balita usia 24–59 bulan yang melakukan pemeriksaan di posyandu dan tercatat dalam data posyandu. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 158 balita usia 24–59 bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara, serta didukung oleh data sekunder dari Profil Kesehatan Kabupaten Nias Barat. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan memperhatikan nilai p dan Odds Ratio (OR) sebagai ukuran kekuatan hubungan antar variabel.
Hasil: menunjukkan bahwa beberapa faktor berisiko terhadap kejadian stunting, antara lain: riwayat pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), usia ibu saat hamil, jarak antar kelahiran, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, riwayat penyakit infeksi, serta status imunisasi.
Simpulan: untuk meningkatkan intensitas penyuluhan kepada masyarakat, khususnya terkait pentingnya pemberian ASI eksklusif dan jenis-jenis MP-ASI yang tepat. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi mengenai usia ideal untuk kehamilan dan persalinan guna mencegah terjadinya stunting di masa mendatang
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DOLOKSANGGUL
Kualitas pelayanan kesehatan merujuk pada tingkat terpenuhinya layanan kesehatan yang optimal dan pemenuhan kebutuhan pasien. Sehingga hal ini menjadi aspek yang sangat diperhatikan dan dievaluasi jika terjadinya ketidakpuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan administasi terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Doloksanggul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasioanl analitik dengan cross-sectional. Penelitian ini memiliki populasi yakni pasien rawat jalan RSUD Doloksanggul dengan jumlah sampel 96. Tekniknya adalah menggunakan accidental sampling dengan rumus Lemeshow. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen, dengan analisia data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menyatakan nilai p-value bukti fisik, empati, kehandalan, kesigapan dan jaminan masing-masing sesar (0,000 ≤0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien. Kesimpulannya adalah kedua variabel memiliki pengaruh yang signifikan
PENGARUH PENGGUNAAN ALPHABET CARD TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SDN 060883 MEDAN PETISAH
Latar belakang: Keterampilan membaca permulaan merupakan kemampuan yang sangat penting bagi setiap siswa. Meskipun ungkapan “Tiada Hari Tanpa Membaca” banyak dijumpai di berbagai lokasi, kenyataannya masih belum memberikan hasil yang maksimal. Kebiasaan membaca belum sepenuhnya membudaya di kalangan masyarakat. Membaca permulaan adalah suatu tahapan awal dalam proses membaca bagi siswa kelas rendah di SD. Pada tahap ini, siswa mulai belajar menguasai teknik membaca dan memahami isi bacaan secara tepat. Di tingkat SD, kegiatan membaca dibagi menjadi dua, yaitu tahapan membaca permulaan dan membaca lanjutan. Umumnya, membaca permulaan diberikan kepada siswa kelas 1 dan kelas 2. Pada tahap ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal huruf, suku kata, dan kalimat, serta membentuk dasar keterampilan membaca. Selain itu, mereka juga dilatih untuk menghubungkan antar huruf dengan bunyi bahasa yang diwakilinya, sehingga kemampuan membaca mereka dapat berkembang secara bertahap.
Tujuan: Penelitian uini bertujuan untuk mengetahui apakah media Alphabet Card berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SDN 060883 Medan Petisah
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Pre-Eksperimental Design sebagai jenis desain penelitiannya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 22 siswa, yang sekaligus merupakan keseluruhan dari populasi yang diteliti. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan mencakup tes, dokumentasi, dan observasi.
Hasil: Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai t-hitung= 0,71 dan tTabel = 0,196 maka diperoleh t-hitung > t-tabel atau 0,71 > 0,196 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima
Simpulan: media Alphabet Card berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SDN 060883 Medan Petisah T.A 2023/202