USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
    3657 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA

    Full text link
    Latar belakang: Kekambuhan merupakan hal yang sering dialami oleh pasien skizofrenia. Kekambuhan ini memiliki dampak terhadap fungsi individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karakteristik demografi dapat menjadi faktor protektif atau faktor risiko terhadap kekambuhan. Karakteristik demografi tersebut merupakan hal yang tidak bisa dimodifikasi sehingga membutuhkan upaya atau dukungan internal dan eksternal pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara karakteristik demografi dengan frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit jiwa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 389 rekam medis dengan kriteria diagnosis skizofrenia sesuai DSM-5, rawat inap setahun terakhir, dan riwayat masuk RS lebih dari satu kali. Alat pengumpul data adalah lembar check-list yang berisikan data karakteristik pasien. Hasil analisis disajikan dalam bentuk univariat dan analisa data dilakukan dengan uji bivariat chi-square. Hasil: Karakteristik yang berhubungan dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia dalam 1 tahun terakhir adalah pekerjaan (OR=2,103) dan status perkawinan (OR=1,911). Kesimpulan: Dua karakteristik demografi yang berhubungan dengan frekuensi kekambuhan pada penelitian ini adalah pekerjaan dan status perkawinan. Diharapkan rumah sakit dapat mengoptimalkan kegiatan rehabilitasi untuk meningkatkan keterampilan pasien dalam mengelola living skill, working skill dan learning skill. Status perkawinan adalah karakteristik yang tidak bisa diubah. Meskipun demikian, sumber dukungan tidak hanya berasal dari pasangan, namun juga dapat melibatkan anggota keluarga lainnya

    EFEKTIFITAS COOKIES KELOR DALAM MENINGKATKAN STATUS NUTRISI BALITA UPT. PUSKESMAS HINAI KIRI KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2023

    Full text link
    Anak yang mengalami gizi buruk dalam jangka waktu yang panjang akan memiliki kecenderungan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Anak yang mengalami masalah pertumbuhan akan memiliki tubuh yang lebih mungil disbanding anak lain yang seusianya. Malnutrisi gizi pada anak dapat menghambat perkembangan kognitifnya sehingga tidak jarang ditemukan daya nalar anak lebih lambat (IQ lebih rendah) daripada anak normal yang diperkirakan lebih berisiko kehilangan IQ sekitar 10 poin atau lebih. Kelor (moringa) adalah tumbuhan yang dapat diolah menjadi makanan yang bernilai gizi tinggi. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa kelor (moringa) sangat bermanfaat untuk meningkatkan status nutrisi dan mengatasi berbagai gangguann gizi. Berbagai kalangan juga meyakini bahwa kelor adalah superfood.  Kandungan vitamin (A, B, C), mineral (kalsium, potasium, zat besi, seng), asam folat, dan proteinnya lengkap dan mudah diserap tubuh. Tidak hanya sehat, kelor juga enak dikonsumsi dan bisa diolah jadi aneka ragam makanan, mulai dari sup, nugget, bakso, sampai keripik, biskuit, kue, dan camilan enak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian cookies kelor sebagai upaya meningkatkan status nutrisi anak balita di wilayah kerja Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Hinai Kiri Kabupaten Langkat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Hinai Kiri, Kabupaten Langkat, ditemukan bahwa dengan mengkonsumsi cookies kelor dapat memperbaiki status nutrisi anak balita yang mengalami gizi kurang dan buruk yang ditandai dengan meningkatnya berat badan anak yang sebelumnya rata-rata 9,41 kg sebelum intervensi meningkat menjadi rata-rata 10,58 kg. Hasil uji statistik t dependen menunjukkan p-value = 0,005. Kadar Hb anak juga meningkat yang sebelumnya rata-rata 12,60 gr/dL menjadi 13,35 gr/dL dengan Hasil uji statistik t dependen menunjukkan. Oleh sebab itu disarankan agar masyarakat dapat lebih meningkatkan pemanfaatan daun kelor untuk dikonsumsi dengan berbagai olahan sesuai selera balita

    PENGARUH MEDIA BIG BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS III UPT SD NEGERI 066050 MEDAN DENAI

    Full text link
    Latar belakang: Keterampilan membaca sangat penting bagi seorang peserta didik. Membaca bertujuan untuk mendapatkan informasi baru baik berupa tulisan atau bacaan. Dengan membaca diharapkan peserta didik dapat memahami isi dan makna dari bacaan tersebut. Keterampilan membaca pemahaman siswa kelas III SD Negeri 066050 masih rendah. Oleh sebab itu penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat memicu minat baru, membangkitkan motivasi, dan merangsang kegiatan belajar dan meningkatkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Media Big Book Terhadap Keterampilan Membaca Siswa Kelas III UPT SDN 066050 Medan Denai Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dengan desain penelitian one grup pre-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III UPT SDN 066050 Medan Denai yang berjumlah 17 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakanadalah teknik total sampling dengan total 17 siswa.  teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah test, observasi, dokumentasi. Data dianalisis  dengan menggunakan uji t. Hasil: terdapat Pengaruh Media Big Book Terhadap Keterampilan Membaca Siswa Kelas III UPT SDN 066050 Medan Denai

    FACTORS CONTRIBUTED TOWARD STUNTING IN CHILDREN IN INDONESIA

    Full text link
    Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1000 days of Life. Stunting is closely related to the growth and development of the brain and the risk of suffering from chronic diseases in adulthood. Multi-factors that caused stunting include nutrition intake, toddler health status, maternal characteristics, parity, breastfeeding history, and the environment sanitation. This study aimed to identify the factors associated with the incidences of stunting in children under five years. This study was a quantitative study with a cross-sectional approach. This study was conducted from April to October 2019. This study involved 220 toddlers aged 1-5 years with their mothers. Study revealed that number of children were statistically correlated with to the incidence of stunting (p-value 0.005). There were three factors associated with the incidence of stunting in children under five years of age These factors are parity, history of exclusive breastfeeding, and mother's knowledge. The parity factor or the number of children is the most related factor with the incidence of stunting in children (p-value 0.007). Mothers of toddlers must be motivated to provide adequate nutrition in accordance with the needs at the age of growth and development. Government programs to overcome stunting need to start from family planning and the quality of performance of nutrition programs, one of which is intensive nutrition education for pregnant women and mothers of toddlers

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI RS ROYAL PRIMA JAMBI

    Full text link
    Diare merupakan salah satu penyebab utama kematian, sebagaimana dibuktikan dengan meningkatnya angka kesakitan yang terkait dengan penyakit diare setiap tahunnya. Menurut temuan dari SKDI pada tahun 2023, angka kejadian diare secara keseluruhan di berbagai kelompok usia mencapai 2%, dengan 4,9% pada balita dan 3,9% pada bayi. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini adalah kurangnya kesadaran tentang diare. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi hubungan antara kesadaran ibu dan terjadinya diare pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Lokasi penelitian adalah Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Penelitian ini melibatkan seluruh ibu yang memiliki anak yang didiagnosis diare, yang berjumlah 18 partisipan. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ditampilkan melalui melalui tabel distribusi frekuensi, kemudian diuji menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square untuk menentukan keterkaitan antarvariabel dependen dan independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,289 yang kurang dari 0,05, sehingga hipotesis diterima dan menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya diare antara lain adalah pemahaman ibu dan juga elemen-elemen lain yang mendukung. Pemahaman yang baik tentang penyakit diare dapat menumbuhkan sikap yang konstruktif, yang kemudian dapat menurunkan angka kejadian diare. Sebaliknya, pengetahuan yang tidak memadai dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya diare. Telah diamati bahwa banyak ibu di Rumah Sakit Royal Prima Jambi memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai penyakit diare. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan di rumah sakit memperkuat inisiatif promosi kesehatan mengenai penyakit diare untuk meningkatkan kesadaran masyarakat

    PENGARUH TERAPI BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH BAYI SETELAH IMUNISASI DPT 1 (Difteri, Pertusis, Tetanus) DI PMB RONNI NAUDUR SIREGAR DELI SERDANG

    Full text link
    Latar belakang: Bayi yang telah di berikan imunisasi salah satunya adalah Diphtheria Pertusis Tetatus (DPT) yang memiliki efek samping diantaranya yaitu naiknya suhu tubuh bayi dari normal. Demam dapat di tangani secara medis dan non medis yaitu dengan cara mengompres bawang merah kepada bayi. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi Pengaruh Terapi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) Terhadap Penurunn Suhu Tubuh Bayi yang mengalami kenaikan setelah Imunisasi DPT 1 (Difteri, Pertusis, Tetanus) Di PMB Ronni Naudur Siregar Deli Serdang Metode: Metode yang dipakai  dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design, memakai teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 10 bayi yang sudah di imunisasi dengan cara pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data penelitian menggunakan uji paired t test Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suhu tubuh yang sebelum diberikan perlakuan 37,750 dan setelah diberikan perlakuan rata-rata 37,411. Hasil analisis data diperoleh nilai p-value=0,000 (p<0,05) Kesimpulan: kesimpulan yang bisa di ambil dari penelitian ini yaitu diharapkan seorang bidan ataupun ibu dari si bayi dan balita tersebut dapat memberikan asuhan yang tepat pada bayi yang mengalami kenaikan suhu pada tubuhnya setelah imunisasi DPT-HB-HIb dengan cara mengompres bawang merah agar dapat menurunkan suhu tubuh pada bayi

    PENGARUH SERVICESCAPE TERHADAP MINAT KUNJUNG (STUDI KASUS CAFÉ DOPAMINE RINGROAD MEDAN)

    Full text link
    This research was designed to explore and examine in depth how elements in the servicescape can influence visitor interest. This study adopted a quantitative descriptive approach. Research subjects included a total of 20,400 individuals, which represents the number of visitors from January to August 2024. From this population, 100 respondents were randomly selected using the Random Sampling method. To analyze the data, this research applied a series of statistical tests, including Instrument Test, Classic Assumption Test, Simple Linear Regression, Hypothesis Test, and Coefficient of Determination Test (R²). The results of the partial test (t test) indicate that servicescape has a significant and positive influence on visiting interest. Meanwhile, the results of the coefficient of determination (R²) test show that servicescape contributes 73.30% to the variable interest in visiting, while the remaining 26.70% is influenced by other factors not examined in this study

    RANCANG BANGUN INFUS PUMP DAN PENDETEKSI DARAH DENGAN SENSOR INFRARED BERBASIS IOT

    Full text link
    jumlah cairan yang masuk ke dalam sirkulasi darah melalui vena. Pemberian cairan yang diberikan kepada pasien merupakansalah satu terapi penyembuhan dari penyakit yang dideritanya. Terdapat efek samping karena pengobatan dan dosis yang salah dalam mengatur tetesan infus yang diberikan ke pasien salah satunya naiknya aliran darah ke selang infus yang bisa menyebabkan gumpalan darah. Tujuan penelitian ini adalah membuat pengatur tetesan infus dan pendeteksi darah naik dengan menggunakan sensor Lm393 dan infrared TCRT5000 kedua sensor tersebut akan diproses mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sehingga mengeluarkan hasil berupa alarm dan dapat dipantau melalui android yang terhubung dengan web thingspeak, agar dapat memonitoring infus pada pasien secara Real Time serta memudahkan perawat dalam memperoleh informasi kondisi infus yang terdapat di ruangan pasien. Berdasarkan hasil percobaan didapatkan persentase tingkat keakurasian jumlah tetesan pada alat : Tingkat keakurasian 1 ml sebesar 97%, tingkat keakurasian 10 ml sebesar 97.17%, tingkat keakurasian 50 ml sebesar 96.87%, tingkat keakurasian 100 ml sebesar 96.38%, tingkat keakurasian 200 ml sebesar 96%

    Sosialisasi Pemilahan Sampah Bagi Siswa UPT SD. Negeri 060916 Medan

    Full text link
    Sekolah Dasar (SD) merupakan tempat yang sangat strategis untuk memperkenalkan konsep pengelolaan sampah kepada anak-anak sejak usia dini. Pada usia ini, anak-anak sedang dalam proses pembentukan kebiasaan dan pola pikir yang akan membentuk sikap mereka terhadap lingkungan di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi kepada siswa SD mengenai pentingnya pemilahan sampah dan bagaimana cara yang benar untuk memilah sampah organik dan anorganik. Namun, masih banyak sekolah yang belum menerapkan pemilahan sampah dengan baik. Banyak siswa yang belum memahami jenis sampah dan cara memilahnya, sehingga menyebabkan sampah yang dihasilkan tidak terkelola dengan baik dan dapat menambah permasalahan sampah di lingkungan sekitar. Selain itu, kurangnya fasilitas pemilahan sampah yang memadai di sekolah juga menjadi kendala dalam penerapan kegiatan pemilahan sampah. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan untuk mengedukasi siswa SD tentang pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik, serta memberikan contoh langsung tentang cara memilah sampah yang benar. Diharapkan, dengan kegiatan ini, siswa dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta dapat menerapkan pemilahan sampah dengan baik di sekolah dan di rumah

    Kunjungan Kasih ke Panti Asuhan Agnes Tangga Suci Medan

    Full text link
    Kegiatan kunjungan kasih ke panti asuhan merupakan merupakan salah satu bentuk empati tim pengabdian pada masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjalin hubungan kekerabatan dengan sesama. Kunjungan kasih ke panti asuhan Agnes Tangga Suci di Medan adalah merupakan langkah nyata yang penuh makna baik bagi tim mau pun anak-anak di panti asuhan. Kunjungan kasih dapat memberikan dukungan emosional, materi, dan spiritual kepada anak-anak di panti asuhan tersebut. Dengan melakukan kunjungan kasih, kita tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menunjukkan cinta dan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan. Ini bisa menjadi pengalaman yang sangat menyentuh dan menginspirasi, serta memberikan kesadaran yang lebih dalam tentang pentingnya kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap sesama

    3,513

    full texts

    3,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇