USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
Penyuluhan dan Pemeriksaan Beberapa Saus Tomat Yang Beredar Di Pasar Pada Kelompok Wirausaha
Saus tomat adalah makanan olahan yang disajikan sebagai pelengkap makanan terbuat dari buah tomat, cabai dan bumbu-bumbu serta rempah-rempah. Pada produksi saus tomat ada yang menambahkan zat-zat berbahaya serta kebersihan saus tomat sering terabaikan. Tujuan dari pelaksaan pengabdian ini mengedukasi masyarakat mengenai saus tomat yang baik dikonsumsi dan pemeriksaan yang tepat dari bahaya pencemaran mikroorganisme. Metode PKM adalah edukasi langsung kepada peserta dalam bentuk ceramah dan tanya jawab. Hasil PKM yaitu dari hasil evaluasi Kegiatan PKM tingkat pengetahuan 25 dengan kategori baik sekitar 83.33 %, kategori cukup ada 5 peserta dengan persentasi 16.67%. Pada tingkat kegunaan materi kategori baik berjumlah 26 peserta dengan persentasi 86.67%, kategori cukup 4 peserta dengan persentasi 13.33% disimpulkan rata-rata peserta sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan saus tomat. hasil pemeriksaan kapang kamir dari 4 sampel saus tomat di dapat Sampel A yaitu 11 x 106 koloni/g, Sampel B yaitu 10 x 106 koloni/g, Sampel C yaitu 9 x 106 koloni/g, dan Sampel D yaitu 2 x 106 koloni/g. Dari hasil perhitungan tersebut disimpulkan bahwa sampel A, B, C dan D melebihi batas persyaratan mikroba dan tidak memenuhi batas persyaratan mikroba dengan jumlah yang tertera pada standarisasi nasional indonesia (SNI) yaitu 5 x 101 koloni/g
Edukasi Pijat Endorphin Untuk Mengurangi Nyeri Punggung Pada Ibu Bersalin Kala I Di Bpm Mariana
Rasa nyeri dalam persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktifitas sistem saraf simpatis, perubahan tekanan darah,denyut jantung, pernafasan dengan warna kulit dan apabila tidak segera ditangani akan meningkatkan rasa khawatir, tegang, takut, dan stress. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga tentang metode pijat endorphin sebagai salah satu therapy non farmakologis untuk mengurangi nyeri punggung pada saat ibu mau bersalin. Sasaran dalam kegiatan PkM ini yaitu ibu-ibu hamil, suami dan keluarga Metode yang diterapkan dalam kegiatan PkM ini yaitu terbagi dalam tiga tahap diantaranya: 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan dan 3) tahap evaluasi. Tahapan pelaksanaan kegiatan secara rinci melalui tahapan-tahapan. 1) Tahap persiapan telah ditetapkan kegiatannya dengan memilih tempat dan lokasi pelaksanaan kegiatan. 2). Tahap Pelaksanaan ini dengan mempersiapkan alat atau bahan yang diperlukan dalam mendukung kegiatan. 3) Tahap evaluasi dilakukan dalam kegiatan ini dengan melakukan wawancara terbuka dengan masyarakat terhadap keberhasilan kegiatan yang dimaksud. Dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan kepada ibu-ibu hamil, suami dan keluarga masih ada 35% ibu-ibu hamil yang belum mengetahui tentang pijat endorphin dan manfaat serta metode pelaksanaannya Dari kegiatan PkM yang dilakukan di BPM Mariana Upaya Peningkatan Edukasi tentang Pijat Endorphin sebagai therapy komlementer untuk mengurangi nyeri saat persalinan Adanya kesepakatan untuk meningkatkan promosi tentang therapy komplementer yang merupakan therapy non farmakologis yang akan dilaksanakan suami maupun keluarga
Dampak Pergaulan Bebas Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Kartika 2 Medan
Masa remaja yaitu masa transisi atau peralihan yang kritis sebagai kunci berkembangnya pengalaman yang baru yang terjadi pada masa usia 10-19 tahun. Pada masa remaja sebagian individu dihadapkan pada dorongan untuk mengkonsumsi alkohol, merokok, atau obat-obatan lain serta memulai perilaku pergaulan. Pergaulan bebas merupakan pergaulan yang luas di kalangan remaja. Hal ini tidak berarti menekankan pada pengelompokkan yang kompak antara dua individu, melainkan antara banyak orang atau remaja. Pergaulan bebas ialah perilaku negatif yang melanggar norma agama dan norma kesusilaan. Ada beberapa kategori yang termasuk dalam pergaulan bebas di masa remaja, diantaranya adalah merokok, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran, membuat kerusuhan, sering menghabiskan waktu di dunia malam. Pergaulan bebas berdampak pada kepribadian individu. Peran keluarga sangat penting untuk mengatasi pergaulan bebas salah satunya orang tua berperan sebagai motivator dan inspirator bagi anak remajanya, orang tua harus mampu menjadi sahabat bagi anak remajanya supaya anak lebih terbuka tentang dirinya, orang tua memberikan Pendidikan seks pada anak remaja. dengan demikian mereka juga dapatmengetahui bahaya dan akibat dari pergaulan bebas, di samping itu selain peran orang tua terutama dari diri sendiri sangatlah penting yaitu, membentuk karakter yang positif, jangan salah memilih teman, memilih tempat lingkungan yang baik. Banyak alasan atau faktor yang menyebabkan anak bisa terjerumus kedalam pergaulan bebas
Eksplorasi Potensi Obat Tradisional: Alternatif Herbal dalam Menurunkan Hipertensi di Desa Sampali, Deli Serdang Prov. Sumatera Utara
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. RISKESDAS 2018 mencatat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%, sementara International Society of Hypertension (2014) melaporkan bahwa tekanan darah tinggi menyebabkan 9,4 juta kematian pada 2010. Selain terapi obat, penggunaan tanaman herbal seperti kencur (Kaempferia galanga L.) semakin diminati karena kandungan flavonoid dan polifenolnya yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi pemanfaatan kencur dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Sampali, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Intervensi berupa edukasi tentang hipertensi dan konsumsi kencur secara teratur. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah intervensi. Kesimpulannya, edukasi tentang pemanfaatan kencur dapat menjadi alternatif yang efektif dan terjangkau dalam mengendalikan hipertensi di masyaraka
EFEK KOMBINASI SPIRONOLAKTON TERHADAP PARAMETER FARMAKOKINETIKA KETOROLAK PADA PLASMA KELINCI MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI
Latar belakang: Spironolakton merupakan obat diuretik antagonis aldosteron yang digunakan dalam terapi hipertensi. Obat ini termasuk diuretik hemat kalium yang bekerja pada tubulus distal ginjal dengan menghambat efek aldosteron, sehingga meningkatkan ekskresi natrium, bikarbonat, dan kalsium sambil mempertahankan ion kalium dan hidrogen. Sementara itu, ketorolak adalah antiinflamasi non-steroid yang poten dengan waktu paruh pendek (4–6 jam), dan terutama diabsorpsi di usus halus bagian proksimal. Pada pengelolaan hipertensi, spironolakton kerap dikombinasikan dengan obat lain, termasuk ketorolak, yang berpotensi menimbulkan interaksi pada fase farmakokinetik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian spironolakton terhadap parameter farmakokinetika ketorolak, baik ketika diberikan satu jam sebelumnya maupun secara bersamaan.
Metode: Desain penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan tiga ekor kelinci jantan yang dibagi dalam tiga kelompok perlakuan, yaitu: pemberian ketorolak tunggal, pemberian ketorolak satu jam setelah spironolakton, dan pemberian ketorolak bersamaan dengan spironolakton. Analisis kadar ketorolak dalam plasma dilakukan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT).
Hasil: Pada fase absorpsi ditemukan adanya perbedaan parameter farmakokinetik antar kelompok perlakuan. Tidak ada perbedaan mencolok pada fase distribusi, sedangkan fase ekskresi menunjukkan variasi antar kelompok.
Simpulan: Pemberian ketorolak satu jam setelah spironolakton mempengaruhi profil farmakokinetiknya, namun perbedaan tersebut tidak signifikan pada seluruh parameter yang dianalisis
OPTIMASI MINYAK SERAI (Cymbopogon nardus) SEBAGAI GEL PENGHARUM RUANGAN MENGGUNAKAN KARAGENAN-XANTHAN GUM DAN MINYAK NILAM SEBAGAI FIKSATIF
Latar belakang: Tumbuhan yang digunakan sebagai pewangi yaitu tumbuhan serai wangi (Cymbopogon nardus) yang mengandung minyak atsiri. Minyak nilam merupakan bahan yang dijadikan sebagai fiksaktif agar wangi dari pengharum ruangan dapat bertahan lama.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu jika minyak serai wangi dapat dijadikan pewangi ruangan dan, menentukan konsentrasi dari karagenan juga xanthan gum untuk memperoleh basis gel terbaik.
Metode: Penelitian ini dilakukan tiga tahap. Pertama basis gel dibagi dalam3 formula yaitu variasi kombinasi karagenan dan xanthan gum, F1 (1,5%:1,5%), F2 (2%:1%), F3 (2,5%:0,5%). Kedua menentukan aroma wangi minyak serai wangi dengan berbagai konsentrasi. F1 (2%), F2 (4%), F3 (6%). Ketiga menentukan konsentrasi minyak nilam sebagai fiksatif dengan variasi, F1 (0,5%), F2 (1%), F3 (1,5%). Menurut temuan penelitian, formulasi dasar gel yang ideal dengan elastisitas dan tahan terhadap degradasi terdapat pada rasio 2,5%:0,5% dari karagenan dan xanthan gum.
Hasil: Aroma minyak serai yang kuat pada konsentrasi 6% adalah konsentrasi wewangian yang optimal. Konsentrasi minyak nilam sebagai fiksatif terbaik dalam menahan wangi minyak serai wangi pada gel pengharum ruangan dalam waktu 28 hari adalah konsentrasi 1,5%.
Simpulan: Serai wangi dapat dibuat menjadi pengharum ruangan dengan menggunakan karagenan dan xanthan gum dan minyak nilam sebagai fiksatif. Dan implikasinya kepada masyarakat dapat menambah pengetahuan kepada masyarakat dalam produksi sediaan produksi
ANALISIS KEPUASAN PASIAN ATAS PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLI PENYALIT DALAM RSU. ESHMUM MEDAN
Latar belakang: Pelayanan poli rawat jalan yaitu jenis layanan medis di rumah sakit yang dirujuk kepada pasien waktu kurang dari 24 jam, hingga tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Layanan ini bertujuan untuk melaksanakan observasi, menetapkan diagnosis, memberikan terapi, melakukan rehabilitasi, serta menyelenggarakan berbagai layanan kesehatan lainnya
Tujuan: untuk mengevaluasi keterkaitan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSU Eshmun Medan
Metode: menggunakan pendekatan analitis dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi melibatkan seluruh pasien rawat jalan yang datang ke Poliklinik Penyakit Dalam RSU Eshmun Medan selama bulan Juni 2023, yang berjumlah 283 orang. Sampel diambil sebanyak 96 orang, menggunakan rumus penentuan sampel untuk estimasi proporsi, dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α = 0,05.
Simpulan: bahwa ada hubungan yang signifikan antara mutu layanan dan kepuasan pasien (α < 0,05). Dengan kata lain, semakin baik kualitas pelayanan yang disediakan oleh rumah sakit, maka tingkat kepuasan pasien pun akan semakin tinggi
Hasil: diharapkan dapat memberikan saran bagi pihak rumah sakit agar meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap semua aspek layanan, baik dari segi struktural maupun fungsional. Setiap unit layanan dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih profesional, berkualitas, dan fokus pada kepuasan pasie
OPTIMASI PENJADWALAN MATA KULIAH DENGAN MENGGUNAKAN PSO
Penjadwalan mata kuliah merupakan masalah kompleks yang sering dihadapi oleh institusi pendidikan tinggi. Ketidakefisienan dalam penjadwalan dapat mengakibatkan konflik jadwal, pemanfaatan ruang yang tidak optimal, serta ketidakpuasan dosen dan mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan metode optimasi yang efektif untuk menghasilkan jadwal yang optimal dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) untuk mengoptimalkan penjadwalan mata kuliah. PSO dipilih karena kemampuannya dalam menangani masalah optimasi dengan ruang solusi yang besar dan kompleks. Algoritma ini diharapkan dapat menghasilkan jadwal yang meminimalkan konflik, mengoptimalkan penggunaan ruang kelas, serta memperhitungkan preferensi dosen dan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan algoritma PSO untuk mencari solusi optimal dalam penjadwalan mata kuliah. Langkah-langkah dalam optimasi penjadwalan meliputi: Membentuk populasi partikel yang mewakili solusi potensial, Menetapkan jumlah partikel, kecepatan awal, koefisien kecepatan (c1, c2), dan faktor inersia, Mengembangkan fungsi tujuan yang mengevaluasi kualitas setiap solusi berdasarkan kriteria minimisasi konflik, optimalisasi penggunaan ruang, dan preferensi dosen serta mahasiswa, Memperbarui posisi dan kecepatan partikel berdasarkan rumus PSO, Mengevaluasi solusi baru, memperbarui pbest dan gbest berdasarkan hasil evaluasi, Menentukan kriteria konvergensi untuk mengakhiri iterasi algoritma. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan solusi yang praktis dan efektif bagi institusi pendidikan tinggi dalam mengelola penjadwalan mata kuliah, sehingga meningkatkan kualitas proses belajar mengajar
SISTEM PENJUALAN ONLINE MATERIAL BANGUNAN BERBASIS WEBSITE PADA UD PINCURAN JAYA
Latar belakang: Sistem informasi penjualan sangat penting untuk membantu bisnis dalam mengelola transaksi dan data penjualan secara lebih efektif dan efisien. Dengan kemajuan teknologi, penjualan berbasis web memungkinkan usaha menjangkau lebih banyak pelanggan dengan cara yang lebih mudah. Saat ini, UD Pincuran Jaya hanya melayani pembeli di sekitar toko, sehingga pengembangan sistem penjualan online berbasis web sangat dibutuhkan agar usaha ini bisa menjangkau konsumen lebih luas dan mengikuti perkembangan zaman. Tujuan: Mengembangkan sistem penjualan online berbasis web pada UD Pincuran Jaya untuk mempermudah transaksi, memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan kenyamanan pelanggan. Metode: Menggunakan model waterfall dengan tahapan analisis, perancangan, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan yang diselesaikan secara berurutan. Hasil: Sistem berjalan sesuai fungsi, memungkinkan pelanggan melihat katalog, memeriksa stok, dan memesan secara online. Sistem meningkatkan efisiensi, mempercepat transaksi, dan memberi kenyamanan berbelanja. Kesimpulan: Sistem penjualan online berhasil dibangun dan memudahkan pelanggan serta admin dalam transaksi dan pengelolaan. Penerapan sistem digital ini meningkatkan pelayanan dan mendukung transformasi digital UMKM
PERBEDAAN KUALITAS SEDIAAN MIKROSKOPIS PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) MENGGUNAKAN NAOH 0,2% DAN AQUABIDEST DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEDIMENTASI
Latar belakang: Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan cacing golongan golongan nematoda usus yang menginfeksi manusia yang menelan telurnya melalui rute fekal oral. Kecacingan dapat dipastikan dengan menemukan telur cacing pada pemeriksaan laboratorium tinja, Metode yang sering digunakan adalah metode sedimentasi dengan NaCl 0,9%(gold standar), NaOH 0,2% dan Aquabidest.
Tujuan: Perbedaan Kualitas Sediaan Mikroskopis Pemeriksaan Telur Cacing STH Menggunakan NAOH 0,2% dan Aquabidest dengan Menggunakan Metode Sedimentasi
Metode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, dilakukan dilabortorium Mikrobiologi IKesT Muhammadiyah Palembang. Sampel diambil dari 1 responden yang masuk kedalam kriteria inklusi. Data Penelitian perbedaan kualitas sediaan mikroskopis pemeriksaan telur cacing STH dianalisis dengan uji Chi Square.
Hasil: Hasil dari perbedaan kualitas sediaan mikroskopis pemeriksaan telur cacing STH menggunakan reagen NaOH 0,2% dan Aqauabidest pada metode sedimentasi terdapat perbedaan. Mendapatkan hasil uji chi-square terlihat nilai sebesar 0,707 > 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hal ini dapat di artikan pula bahwa hasil pemeriksaan sidementasi reagen NaOH 0,2% tidak mempunyai korelasi dengan hasil pemeriksaan sidementasi reagen Aquabidest.
Kesimpulan: Reagen NaOH 0,2% dan Aquabidest (alternatif) dapat digunakan pada metode sedimentasi pemeriksaan telur cacing STH