USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
ANALISA PEMANIS BUATAN SIKLAMAT PADA MINUMAN KOPI DI WILAYAH CIPAYUNG JAKARTA TIMUR
Latar belakang: Pemanis buatan seperti siklamat banyak digunakan dalam produk minuman karena harganya murah dan tingkat kemanisannya tinggi. Namun, penggunaan yang melebihi ambang batas dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Tujuan: Mengetahui keberadaan dan kadar siklamat pada minuman kopi siap saji non-kemasan yang dijual di wilayah Cipayung, Jakarta Timur.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sebanyak 10 sampel kopi siap saji diambil dari pedagang berbeda, kemudian diuji secara kualitatif dan kuantitatif di laboratorium.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 10 sampel (K2, K4, K7, dan K10) mengandung siklamat dengan kadar masing-masing sebesar 362,15 mg/kg, 358,42 mg/kg, 367,88 mg/kg, dan 372,03 mg/kg.
Kesimpulan: Keempat sampel tersebut mengandung siklamat melebihi ambang batas maksimum yang ditetapkan, yaitu ≤350 mg/kg sesuai Peraturan BPOM RI No. 11 Tahun 2019. Temuan ini menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan bahan tambahan pangan pada produk kopi non-kemasan, dan pentingnya pengawasan serta edukasi terhadap penjual dan konsumen
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA: STUDI CROSS-SECTIONAL DI SMA X PONTIANAK SELATAN
Latar belakang: Usia remaja selalu menjadi tahap transisi yang kompleks dan krusial, dicirikan dengan perkembangan sosial, biologis, dan psikologis. Pada periode ini, rasa ingin tahu terhadap seksualitas meningkat, sementara kontrol diri dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi kerap kali masih kurang. Kondisi tersebut turut memicu meningkatnya kecenderungan perilaku seksual berisiko dan kasus kehamilan pada remaja, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat.
Tujuan: untuk menelaah keterkaitan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku seksual pada siswa SMA X yang berlokasi di Pontianak Selatan.
Metode: Studi ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 94 responden dipilih menggunakan metode consecutive non-random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah tervalidasi digunakan untuk pengumpulan data, kemudian analisis dilakukan dengan uji Chi-square menggunakan taraf signifikansi p < 0,05.
Hasil: Ditemukan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual (p = 0,747; OR = 0,8). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku seksual remaja (p = 0,000; OR = 4,6), dimana responden dengan sikap positif kemungkinan berperilaku seksual aman yang lebih besar 4,6 kali dibandingkan dengan mereka yang bersikap negatif.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku seksual. Namun, sikap memiliki hubungan yang signifikan lebih besar terhadap perilaku seksual remaja
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI INDONESIA TAHUN 2023
Latar belakang: Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia yang dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) dan terus menjadi salah satu faktor utama kematian, dengan tingkat fatalitas kasus (CFR) yang relatif tinggi. Sesuai Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, tercatat sekitar 4.485.513 kasus diare pada semua kelompok usia, dengan tingkat cakupan pelayanan mencapai 61,7%.
Tujuan: menganalisis hubungan antara akses air minum, akses higiene, dan ketersediaan sabun dengan prevalensi diare pada semua kelompok usia di Indonesia, menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia 2023.
Metode: menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu pengukuran variabel independen dan variabel dependen dilakukan dalam satu waktu. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tidak ada akses air minum, akses air minum tidak layak, akses air minum layak terbatas, akses air minum layak dasar, akses higiene terbatas, akses higiene dasar, proporsi ketersediaan sabun, sedangkan untuk variabel dependen penelitian ini adalah Prevalensi Diare pada Semua Umur menurut Provinsi.
Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara prevalensi diare dengan variabel-variabel akses air minum dan higiene memiliki kekuatan dan arah yang bervariasi. Secara umum, variabel yang berhubungan signifikan dengan prevalensi diare adalah akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun (p < 0,05), sedangkan variabel terkait akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun sedangkan akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang signifikan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENYUSUI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN M. GINTING, SIANTAR MARTOBA
Ibu menyusui memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup bayi, terutama melalui pemberian ASI awal. Menurut WHO, menyusui adalah proses alami yang tak tergantikan, karena ASI merupakan makanan paling sempurna bagi pertumbuhan jasmani, emosi, dan spiritual bayi. Pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI, yang berdampak pada sikap dan tindakan dalam menyusui. Faktor lain termasuk minimnya dukungan dari orang terdekat, kurangnya edukasi dari petugas kesehatan, terbatasnya tenaga konselor ASI, serta rendahnya dukungan keluarga dan lingkungan. Jenis penelitian ini analitik korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Bidan Praktek Mandiri M Ginting Jalan Sidomulyo Nagapitu Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematang Siantar pada bulan Maret sampai Juli 2024 dengan populasi dan sampel berjumlah 35 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan responden dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p value 0,000 (p<0,05), ada hubungan sikap dengan pemberian ASI ekkslusif dengan nilai p value 0,002 (p<0,05). Pada responden disarankan tetap memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya sebagai makanan tunggal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI DI PMB R. GIRSANG, RAMBUNG MERAH, KOTA PEMATANG SIANTAR
Program pembatasan jumlah anak bertujuan membatasi kelahiran hingga dua anak per keluarga dan mengurangi angka kesakitan serta kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan yang berulang. Salah satu alat kontrasepsi yang paling sering digunakan adalah suntikan, karena sederhana, efektif, cocok untuk wanita usia subur, dan aman digunakan saat menyusui. Amenorea adalah kondisi tidak menstruasi selama tiga bulan berturut-turut dan sering terjadi pada penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh atrofi endometrium, karena penurunan pengaruh estrogen terhadap endometrium akibat pemberian kontrasepsi yang rutin setiap 3 bulan. Peneliti memakai metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di PMB R Girsang Rambung Merah, Kota Pematang Siantar, yaitu sebanyak pada bulan Maret sampai Juni 2023. Hasil penelitian adalah distribusi frekuensi lama penggunaan kontrasepsi suntikan KB 3 bulan mayoritas lebih dari 1 tahun yaitu 46 responden (66,7%), distribusi frekuensi mayoritas responden mengalami gangguan menstruasi yaitu 45 responden (65,2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntikan KB 3 bulan dengan gangguan menstruasi dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Pada responden disarankan untuk memperhatikan lama penggunaan suntikan KB dengan adanya efek samping selama penggunaan kontrasepsi tersebut
ANALISIS DETERMINAN KARAKTERISTIK KADER TERHADAP EFIKASI DIRI DALAM UPAYA EDUKASI PIJAT BAYI
Latar belakang: Kader sebagai tokoh terpilih, memiliki peran penting melaksanakan edukasi pijat bayi sebagai upaya preventif. Kader perlu memiliki efikasi diri yang tinggi untuk mampu mencapai tujuan dan menghadapi berbagai hambatan dalam tugasnya. Karakteristik yang dimiliki kader dapat mempengaruhi efikasi diri dan berpotensi menjadi pendorong yang akan memperkuat peran kader.
Tujuan: untuk mendeterminasi karakteristik dan efikasi kader, serta mencari faktor mana yang paling besar mempengaruhinya..
Metode: Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas di Aceh Besar. Sampel penelitian sesuai kriteria inklusi sebanyak 37 orang. menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis dengan analisis multivariat regresi logistik.
Hasil: Karakteristik usia (OR= 0,606), pendidikan (OR=2,110), dan riwayat pelatihan pijat bayi (OR=4,020) merupakan faktor yang mempengaruhi efikasi diri kader dalam upaya edukasi pijat bayi. Riwayat pelatihan pijat bayi merupakan faktor prediktor efikasi diri dengan odds rasio tertinggi.
Kesimpulan: Karakteristik yang tertinggi pengaruhnya sebesar empat kali terhadap efikasi diri adalah pengalaman pelatihan pijat bayi. Oleh karena itu untuk meningkatkan efikasi diri kader maka perlu diberikan pelatihan yang tepat.
 
SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DI SMA NEGERI 2 PANGKATAN BERBASIS WEB
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong pemanfaatan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi di berbagai bidang, termasuk dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. SMA Negeri 2 pangkatan sebelumnya masih menggunakan sistem manual dalam pendataan buku, peminjaman dan pengembalian yang sering menimbulkan keterlambatan serta risiko kehilangan data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi perpustakaan berbasis web dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai basis data. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan dapat mempermudah pengelolaan data buku, anggota, peminjaman, dan pengembalian secara lebih efektif dan efisien, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta menyediakan laporan secara real-time. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan di SMA Negeri 2 Pangkatan
SENAM KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN RISIKO GANGGUAN INTEGRITAS KULIT : A SINGLE CASE STUDY
Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang di tandai dengan hiperglikemia.. Aliran darah yang tidak lancar ke daerah perifer oleh karena hiperglikemia, berisiko terjadinya gangguan integritas kulit di daerah kaki. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas dari senam kaki pada pasien Diabetes Melitus dengan risiko gangguan integritas kulit, Metode penelitian dengan disain deskriptive berupa studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang perempuan yang berusia 43 tahun, mengeluh kakinya terasa kesemutan dan kebas. Ia telah menderita diabetes melitus sejak satu setengah tahun yang lalu. Intervensi latihan kaki diberikan selama tiga hari setiap pagi dan sore hari. Hasil: partisipan tidak menunjukkan adanya tanda dan gejala gangguan integritas kulit pada daerah kaki. Kesimpulan: latihan kaki efektive diberikan kepada pasien diabetes melitus dengan risiko terjadinya gangguan integritas kulit
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL PASTA GIGI EKSTRAK ETANOL ALBEDO SEMANGKA MERAH (Citrulus Lanatus Thumb)
Latar belakang: Menurut WHO tahun 2022, karies anak di seluruh dunia mencapai 514 juta. Berdasarkan Global Oral Health Status Report (2022), prevalensi karies anak tertinggi terdapat di wilayah Pasifik Barat sebesar 46,20%, Mediterania Barat sebesar 45,10% dam Asia Tenggara dengan persentase 42,77%(World Health Organization, 2022). Beberapa negara di Asia Tenggara dengan angka karies anak yang tinggi adalah Filipina dan Indonesia (World Health Organization, 2022). Dan data Riskesdas pada tahun 2018, persentase masyarakat Indonesia yang mengalami karies gigi sebesar 45,3%
Tujuan: Untuk menganalisis efek pemutihan gigi dengan menggunakan formulasi gel pasta gigi ekstrak etanol albendo semangka merah (Citrulus Lannatus Thumb) memiliki efek antibakteri .
Metode: Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental yang meliputi pengumpulan sampel, identifikasi sampel, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak etanol albedo buah semangka merah,, formulasi sedian gel pasta gigi, dan uji gel pasta gigi terhadap pemutihan gigi.
Hasil:3 Hasil identifikasi sampel albedo semangka yang diidentifikasi di Herbarium Medanese (MEDA), Laboratorium Herbarium FMIPA Universitas Sumatera Utara (USU) menunjukkan bahwa sampel yang digunakan benar kulit eemangka dengan famili Cucurbitales dan spesies Curullus lanatus (Thumb)
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol albendo semangka merah (Citrulus Lannatus Thumb) memiliki diameter zona hambat pada ketiga formula. Pada F1, yang mengandung 10 gram ekstrak etanol albedo semangka, diameter zona hambat yang terbentuk berada pada rentang 3,925 mm hingga 6,825 mm termasuk dalam kategori "Sangat Lemah". Untuk F2, yang mengandung 15 gram ekstrak, diameter zona hambat yang dihasilkan sedikit lebih besar dibandingkan F1, yaitu berkisar antara 7,425 mm hingga 7,7425 mm. mm termasuk dalam kategori "Lemah". Formula F3, yang mengandung 20 gram ekstrak etanol albedo semangka, menunjukkan hasil yang paling baik di antara ketiga formula, dengan diameter zona hambat yang berkisar antara 8,75 mm hingga 9,425 mm termasuk dalam kategori "Lemah". Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol albendo semangka merah (Citrulus Lannatus Thumb) kurang memberikan aktivitas antibakteri yang bagus yang bagus terhadap Streptococus mutans
DETERMINAN KEMATIAN BAYI DI KABUPATEN NIAS BARAT
Latar belakang: Kematian bayi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia termasuk di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.
Tujuan: menganalsis determinan kematian bayi di Kabupaten Nias Barat tahun 2022-2023. Jenis penelitian ini adalah kasus-kontrol. Penelitian dilakukan di Kabupaten Nias Barat pada bulan Oktober 2023 sampai dengan April 2024. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang meninggal di Kabupaten Nias Barat tahun 2022-2023. Jumlah sampel (kasus) sebanyak 94 (total populasi), dan kontrol 47 (perbandingan 1:1). Data primer diperoleh dari hasil wawancara terhadap ibu bayi dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat.
Metode: Analisis meliputi univariat dan bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik)..
Hasil: menunjukan bahwa ada pengaruh umur ibu bayi, penghasilan keluarga, kunjungan ANC ibu bayi selama kehamilan, jarak dari rumah ke fasyankes, penolong persalinan, dan BBLR terhadap kematian bayi di Kabupaten Nias Barat tahun 2022-2023. Variabel dominan yang mempengaruhi kematian bayi adalah kunjungan ANC, kemudian diikuti penolong persalinan, dan BBLR. Perlu upaya (KIE) yang lebih intensif oleh petugas puskesmas dan bidan termasuk kader kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil melalui pendekatan kearifan lokal agar melakukan kunjungan ANC di fasyankes sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan selama kehamilan yang didukung oleh kelengkapan fasilitas dan SDM yang memadai. Perlu peningkatkan pengetahuan dan motivasi ibu hamil agar melakukan konseling dan mendapatkan penilaian kesehatan dari bidan, kemudian bidan merujuk calon ibu bersalin ke fasyankes serta melakukan kunjungan rumah ke ibu setelah persalinan. Kesehatan masyarakat.