USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
The Use of Video Call Sex in Fulfilling Sexual Desires: Jacques Lacan's Perspective
The emergence of digital technology, particularly online communication, has opened up new avenues for fulfilling sexual desires. Video call sex is one such phenomenon, offering an alternative for long-distance sexual interaction. Jacques Lacan's psychoanalytic concepts of the real, imaginary, and symbolic provide a unique lens for analyzing this phenomenon. This research aims to analyze the phenomenon of using video call sex to fulfill sexual desires according to Lacan's psychoanalytic perspective. This qualitative study employed in-depth interviews with three female participants who actively engaged in video call sex. The findings reveal that modern communication media have transformed traditional concepts of sexuality, enabling virtual activities like video call sex to fulfill sexual needs. Desire, as Lacan posits, is the primary motivator for engaging in video call sex. Sexual satisfaction in this context is not solely reliant on the physical presence of a partner but also on their mental image, or imagination. This unfulfilled desire continually demands satisfaction, leading individuals to repeatedly engage in such activities. Lacan's perspective suggests that video call sex has shifted from a need to a desire. This desire, residing in the realm of symbols and the unconscious, necessitates continuous fulfillment. This research contributes to the understanding of how technology shapes modern sexuality and how psychoanalytic concepts can offer insights into the motivations and dynamics of virtual sexual practices
ANALYSIS OF METAL CONTAMINATION IN PUBLIC TRANSPORT DRIVER’S HAIR MR.X IN MEDAN LOCATION
Lead is often referred to as lead or plumbum. Lead (Pb) is a heavy metal that can cause poisoning until it can accumulate in the human body. The process of entering Pb into the body can go through several pathways, namely through food and drink, air and penetration or penetration of the membranes or layers of the skin. Hair is one of the bioindicators of heavy metal pollution because in the hair there is a sulfhydryl group that can bind lead. This research aims to determine the lead metal content in the hair of the Mr X public transportation driver on the Medan Amplas - Medan Helvetia route in 2024. A wet destruction method validation test has been carried out for the determination of lead (Pb) levels in the hair. Wet destruction using HNO3 and HCl. The analysis of the lead content of the destruction was carried out with an Atomic Absorption Spectrophotometer (SSA). The research results show that the highest Pb Lead level in hair is 24,000 ppm with a service life of 27 years, and the lowest Pb Lead level in hair is 0,400 ppm with a working period of 3 years
Implementasi Pengelolaan Sediaan Vaksin Terhadap Pegawai Pedagang Besar Farmasi Di Wilayah Kota Medan
Penyuluhan mengenai pengadaan sediaan vaksin merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit. Jurnal ini bertujuan untuk menggambarkan proses pengadaan sediaan vaksin di PBF Kota Medan dan mengidentifikasi strategi yang akurat dalam menjamin kualitas dan keamanan vaksin. Memberikan wawasan mengenai prosedur pengadaan vaksin kepada PBF di Kota Medan dan meningkatkan pengetahuan tentang peraturan serta penerapan praktik terbaik dalam pengadaan vaksin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengadaan sediaan vaksin di PBF Kota Medan telah dilaksanakan dengan tingkat akurasi dan keamanan yang tinggi. Beberapa strategi efektif berhasil diidentifikasi: Pengadaan Vaksin Terkoordinasi, Pengendalian Kualitas, Pengelolaan Sediaan Farmasi, dan Pelayanan Farmasi Klinik
Sosialisasi Customer Relationship Management (CRM) Pada Pegawai PT. Asuransi Intra Asia Cabang Medan
Customer Relationship Management (CRM) adalah sebuah pendekatan baru dalam mengelola hubungan korporasi dengan pelanggan pada level bisnis sehingga dapat memaksimumkan komunikasi dan pemasaran melalui pengelolaan berbagai kontak yang berbeda. Pendekatan ini memungkinkan untuk mempertahankan pelanggan dan memberikan nilai tambah secara terus-menerus kepada pelanggan. Hasil dari kegiatan ini adalah disaat pra sosialisasi 76% menyatakan belum mengetahui dan memahami dengan baik tentang Customer Relationship Management (CRM). Sedangkan 24% lagi menyatakan mengetahui dan memahami dengan baik tentang Customer Relationship Management (CRM). Sedangkan pasca pelatihan menunjukkan 100% peserta mengetahui dan memahami dengan baik Customer Relationship Management (CRM)
Sosialisasi Penguatan Pemasaran Melalui Strategi Branding Produk Pada PT. Asuransi Intra Asia Cabang Medan
Branding memiliki peran sentral dalam kesuksesan suatu bisnis, menggambarkan inti identitas dan citra yang ingin disampaikan kepada konsumen. Sebuah brand yang kuat tidak hanya menciptakan pengenalan yang mudah, tetapi juga membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen. Dalam sebuah pasar yang penuh dengan opsi, branding memberikan suatu identitas yang membedakan dan menggambarkan nilai-nilai inti suatu bisnis. Branding yang baik tidak hanya menarik perhatian konsumen, tetapi juga menciptakan hubungan emosional dengan mereka. Hasil dari kegiatan ini adalah disaat pra sosialisasi 70% menyatakan belum mengetahui dan memahami dengan baik tentang strategi branding. Sedangkan 30% lagi menyatakan mengetahui dan memahami dengan baik tentang startegi branding. Sedangkan pasca sosialisasi menunjukkan 100% peserta mengetahui dan memahami dengan baik strategi branding
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Tanjung Beringin I Kecamatan Sumbul Tahun 2024
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat mencakup fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh pada segala hal yang berkaitan dengan sistem dan fungsi juga proses reproduksi. Dalam hal ini bukan hanya bebas dari penyakit namun juga seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan. Kegiatan pengabdian masyarakat pendidikan kesehatan reproduksi diberikan pada ibu rumah tangga di Desa Tanjung Beringin I Kecamatan Sumbul. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024. Metode yang diguanakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Pada bagian ceramah tim pengabdian masyarakat menggunakan batuan powerpoint untuk mempresentasikan tentang kesehatan reproduksi perempuan. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh ibu rumah tangga, perangkat desa, bidan desa dan kader posyandu. Jumlah seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 45 orang. Ibu rumah tangga yang merupakan peserta dalam kegiatan pengabdian sangat antusias menerima informasi tentang kesehatan reproduksi wanita. Disarankan kepada ibu rumah tangga agar lebih sering mengakses informasi tentang kesehatan reproduksi pada wanita. Saran kepada bidan desa mengupdate informasi kesehatan reprodusi wanita pada ibu rumah tangga pada setiap pelaksanaan posyandu
Edukasi Perlindungan Hukum Bagi Debitur Pinjaman Online Pada Siswa SMK Medan Area
Pinjaman online pada dasarnya merupakan perjanjian pinjam-meminjam uang. Perjanjian pinjam-meminjam adalah perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yang menghabis karena pemakaian, dengan syarat bahwa pihak yang belakangan ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam dan keadaan yang sama pula. Hasil dari kegiatan ini adalah disaat pra sosialiasi 98% menyatakan belum mengetahui dan memahami dengan baik tentang perlindungan hukum bagi debitur pinjaman online. Sedangkan 2% lagi menyatakan mengetahui dan memahami dengan baik tentang perlindungan hukum bagi debitur pinjaman online. Sedangkan hasil pasca sosialisasi menunjukkan 100% peserta mengetahui dan memahami dengan baik perlindungan hukum bagi debitur pinjaman online
ANALISIS DETERMINAN STATUS IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BALITA DI WILAYAH INDONESIA BAGIAN TIMUR
Latar belakang: Imunisasi sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit terutama penyakit tuberkulosis, difteri, pertusis, hepatitis, dan polio sebagai penyebab terbesar mortalitas dan morbiditas pada anak. Secara umum status imunisasi lengkap pada balita di Indonesia bagian timur baru mencapai cakupan 66,67%, pencapaian ini belum sesuai dengan target MDGs yaitu cakupan imunisasi 100%.
Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status imunisasi dasar lengkap pada balita di wilayah Indonesia bagian timur dan merumuskan kebijakan yang tepat untuk peningkatan cakupan imunisasi dasar di wilayah Indonesia bagian timur di masa yang akan datang.
Metode: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status imunisasi dasar lengkap pada balita di wilayah Indonesia bagian timur dan merumuskan kebijakan yang tepat untuk peningkatan cakupan imunisasi dasar di wilayah Indonesia bagian timur di masa yang akan datang.
Hasil: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status imunisasi dasar lengkap pada balita di wilayah Indonesia bagian timur dan merumuskan kebijakan yang tepat untuk peningkatan cakupan imunisasi dasar di wilayah Indonesia bagian timur di masa yang akan datang
Edukasi Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi
Tidur adalah salah satu kebutuhan fisiologi yang memiliki dampak terhadap kualitas serta keseimbangan hidup. Kualitas tidur yang jelek artinya faktor resiko terjadinya masalah fisik serta psikologis. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang penting untuk segera diatasi karena jumlah penderitanya semakin tinggi. Yang menjadi salah satu faktor terjadinya peningkatan tekanan darah adalah kualitas tidur yang buruk. Selain kualitas tidur yang buruk ada beberapa pencetus terjadinya peningkatan tekanan darah yaitu tingkat stres yang berat. Proses degeneratif pada lansia menyebabkan waktu tidur efektif semakin berkurang, sehingga tidak mencapai kualitas tidur yang adekuat dan akan menimbulkan berbagai macam keluhan tidur. Makin bertambah usia, makin besar kemungkinan seseorang mengalami permasalahan fisik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial. Proses degeneratif pada lansia menyebabkan waktu tidur efektif semakin berkurang, kualitas tidur yang buruk atau kurang jam tidur akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah atau hipertensi.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi tentang kualitas tidur pada penderita hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan kepada penderita hipertensi di UPT. Puskesmas Sumbul, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang. Hasil pre test sebelum edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan tentang kualitas tidur kurang yaitu sebanyak 90%, dan setelah diberikan edukasi kesehatan tentang kualitas tidur didapatkan bahwa tingkat pengetahuan mayoritas baik yaitu sebanyak 80%
HUBUNGAN SHIFT KERJA DENGAN TINGKAT STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TIPE B KABUPATEN GRESIK
Latar belakang: Shift kerja berpotensi menjadi faktor risiko stres kerja pada perawat. Data PPNI tahun 2018 menunjukkan bahwa 50,9% perawat di Indonesia mengalami stres kerja. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa 48,3%–82% perawat shift mengalami stres. Di RSUD Tipe B Kabupaten Gresik, seluruh perawat shift malam mengalami stres berat (100%), sementara perawat shift pagi seluruhnya mengalami stres ringan (100%), dan shift siang terbagi antara stres ringan (56,5%) dan berat (43,5%). Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara shift kerja dan tingkat stres kerja.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan shift kerja dengan tingkat stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tipe B Kabupaten Gresik.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 perawat ruang rawat inap, diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara shift kerja dengan tingkat stres kerja (p-value = 0,000). Seluruh perawat pada shift pagi mengalami stres kerja ringan (100%), sedangkan seluruh perawat pada shift malam mengalami stres kerja berat (100%). Pada shift siang, 56,5% perawat mengalami stres ringan dan 43,5% mengalami stres berat.
Simpulan: Shift kerja berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres kerja perawat, dengan shift malam menjadi faktor risiko utama terhadap stres kerja berat. Upaya manajemen shift dan program dukungan psikososial disarankan untuk mengurangi dampak stres kerja di rumah sakit