USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
STANDARISASI SIMPLISIA HERBA CIPLUKAN (Physalis angulata L.)
Physalis angulata L. atau yang biasa dikenal tanaman ciplukan yang dianggap memiliki banyak manfaat kesehatan. Semua bagian yang terdapat pada tanaman ciplukan mempunyai berbagai manfaat mulai dari akar, batang dan buah dan daunnya berkhasiat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standardisasi simplisia herba ciplukan (Physalis angulata L.) sebagai upaya menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi bahan baku obat herbal. Metode proses standardisasi dilakukan dengan menyesuaikan parameter tertentu dan parameter tidak tertentu. Parameter spesifik mencakup pengujian organoleptik, makroskopik, mikroskopik, dan skrining fitokimia. Sementara itu, parameter nonspesifik memeriksa kadar air, susut pengeringan, abu total, abu tidak larut dalam asam, dan kadar sari yang larut dalam air dan etanol. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa herba ciplukan mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, tetapi tidak mengandung triterpenoid dan steroid. Uji organoleptik menggambarkan ciri khas simplisia berupa warna coklat kehijauan, aroma khas tanaman herbal, serta rasa getir dan pahit. Adapun hasil uji non spesifik menunjukkan kadar air sebesar 10,4%, susut pengeringan 7,84%, jumlah abu total 3,311%, dengan 2% abu tidak larut dalam asam, dan 2% sari larut air 7,576%, dan kadar sari larut etanol 23,6%. Herba ciplukan (Physalis angulata L.) memenuhi sebagian besar parameter mutu simplisia dan ekstrak kering sesuai standar FHI dan BPOM. Kandungan bioaktif seperti flavonoid dan tanin menunjukkan potensi antioksidan, meskipun belum diuji secara kuantitatif. Dengan demikian, herba ini layak dikembangkan sebagai bahan obat herbal, namun masih diperlukan uji praklinis dan klinis lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Latar belakang: Ciplukan (Physalis angulata L.) dikenal luas dalam pengobatan tradisional dan sering digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Herba tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan dalam memberikan efek farmakologis. Penggunaan herba ciplukan secara turun-temurun menunjukkan potensi besar dalam pengembangan obat herbal. Namun, untuk dapat dimanfaatkan secara luas dalam industri obat tradisional dan herbal terstandar, diperlukan jaminan mutu, keamanan, dan konsistensi dari bahan baku yang digunakan. Salah satu langkah penting untuk menjamin mutu tersebut adalah melalui proses standarisasi simplisia, yaitu penetapan standar kualitas terhadap simplisia berdasarkan parameter fisik, kimia, dan organoleptik sesuai pedoman Farmakope Herbal Indonesia dan regulasi BPOM. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi simplisia dan ekstrak kering herba ciplukan (Physalis angulata L.) berdasarkan parameter standardisasi yang sesuai dengan pedoman Farmakope Herbal Indonesia dan regulasi BPOM. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji parameter spesifik dan nonspesifik dari simplisia dan ekstrak kering herba ciplukan (Physalis angulata L.) berdasarkan parameter standarisasi yang sesuai dengan pedoman Farmakope Herbal Indonesia dan regulasi BPOM. Hasil: Herba Physalis angulata L. (ciplukan) memenuhi standar mutu simplisia berdasarkan uji fitokimia, organoleptik, makroskopis, mikroskopis, dan parameter nonspesifik, serta menunjukkan potensi sebagai bahan baku obat herbal yang aman dan efektif. Kesimpulan: Herba ciplukan (Physalis angulata L.) memenuhi sebagian besar parameter mutu simplisia dan ekstrak kering sesuai standar Farmakope Herbal Indonesia dan BPOM. Kandungan bioaktif seperti flavonoid dan tanin menunjukkan potensi antioksidan, meskipun belum diuji secara kuantitatif. Dengan demikian, herba ini layak dikembangkan sebagai bahan obat herbal, namun masih diperlukan uji praklinis dan klinis lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya
GOTONG ROYONG SEBAGAI WUJUD PERILAKU HIDUP BERSIH DI KELURAHAN CINTA DAMAI
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa gotong royong yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan di daerah Kelurahan Cinta Damai yang sebelumnya terdapat lahan kosong dengan rumput liar dan tumpukan sampah. Serta bentuk nyata kontribusi tim PKM untuk terjun langsung ke masyarakat. Kegiatan gotong royomg ini melibatkan warga secara aktif dalam pembersihan lingkungan, termasuk pengumpulan sampah dan pembabatan rumput. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Lahan kosong yang sebelumnya kotor dan tidak terawat berhasil dibersihkan, meningkatkan estetika lingkungan dan mengurangi potensi penyakit
EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA PINGSAN UNTUK REMAJA: UPAYA PENCEGAHAN RISIKO CEDERA DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Latar Belakang: Pingsan (sinkop) merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara akibat penurunan aliran darah ke otak. Meskipun sering dianggap ringan, kondisi ini dapat menyebabkan cedera sekunder seperti luka atau trauma kepala jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Di lingkungan sekolah, kasus pingsan sering terjadi, terutama saat upacara, aktivitas fisik, atau dehidrasi, namun masih banyak siswa dan guru yang belum memiliki keterampilan pertolongan pertama yang memadai. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMP dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus pingsan melalui edukasi interaktif dan simulasi. Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan di SMP 4 Muhammadiyah Medan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif. Kegiatan terdiri atas pre-test, penyuluhan interaktif, demonstrasi pertolongan pertama, simulasi praktik, dan post-test. Evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapsiagaan siswa. Sebelum diberikan edukasi mayoritas pengetahuan peserta kurang sebanyak 60% dan setelah diberikan edukasi mayoritas pengetahuan baik sebanyak 85%. Peserta mampu mengidentifikasi gejala sinkop serta melakukan langkah pertolongan yang tepat dan aman. Simulasi juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa dalam menangani kondisi pingsan. Kesimpulan: Edukasi pertolongan pertama terhadap pingsan terbukti efektif meningkatkan kapasitas siswa dalam menghadapi kejadian darurat di sekolah. Kegiatan ini mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman serta memperkuat peran UKS dan PMR sebagai pelopor kesehatan sekolah
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI ALAT MONITORING ALIRAN UDARA PADA BED DECUBITUS BERBASIS ARDUINO UNO DI RUMAH SAKIT UMUM ESHMUN
Latar belakang: Luka dekubitus merupakan salah satu komplikasi serius yang dialami pasien dengan imobilisasi jangka panjang, khususnya pada pasien di ruang ICU atau pasien geriatri. Upaya pencegahan luka tekan sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien selama menjalani perawatan. Tujuan: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga medis serta memperkenalkan solusi inovatif berupa sistem bed decubitus berbasis Arduino Uno yang mampu memonitor aliran udara secara real time menggunakan sensor YF-S201. Metode: Metode pelaksanaan terdiri atas seminar, demonstrasi langsung alat, serta uji coba terbimbing pada pasien dummy di ruang perawatan. Hasil: Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta serta efektivitas sistem monitoring udara dalam menjaga kestabilan tekanan matras secara otomatis. Kesimpulan: Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam adopsi alat kesehatan inovatif berbasis teknologi lokal yang terjangkau dan aplikatif di lingkungan klini
SOSIALISASI PEMERIKSAAN KOLESTEROL PADA JEMAAT GEREJA POUK MARANATHA HELVETIA TAHUN 2025
Kolesterol merupakan suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Ada pula yang disebut trigliserida, yang berperan dalam penyimpanan lemak dan berpengaruh dalam pembentukan lipoprotein kaya kolesterol. Pada umumnya kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh kita untuk membuat hormon dan vitamin D, namun jika kadar kolesterol yang terdapat dalam tubuh terlalu tinggi tentu saja hal itu sangat beresiko dan tentunya sangat membahayakan.kolesterol yang berlebihan dan tidak digunakan sebagaimana fungsinya, akan bercampur dengan darah dan kolesterol yang terlalu banyak menumpuk dalam darah dapat menyebabkan terjadinya endapan-endapan lemak yang menempel pada dinding pembuluh darah yang pada akhirnya akan memutuskan aliran pada jantung terputus sehingga dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung atau bahkan peredaran darah pada otak terhambat yang dapat memicu terjadinya penyakit stroke. Daging merah berlemak dan produk susu merupakan sumber utama kolesterol dan lemak jenuh dari makanan. Kolesterol adalah komponen dari membran sel dan merupakan prekursor untuk hormon steroid dan asam empedu yang disintesis oleh sel-sel tubuh dan diserap dengan makanan. Sehingga menjadi penyebab utama penyakit asam urat karena asam urat sendiri merupakan sisa metabolism zat purin yang berasal dari makanan yang dikonsumsi dan juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel darah
PRE-REFERRAL PROGRAM DEVELOPMENT
Background: Indonesia's healthcare system is designed with tiered referrals, involving primary, secondary, and tertiary services that work synergistically to provide optimal care. The pre-referral stage is an important element in this system, where patients receive initial treatment at primary health facilities before being referred to higher levels. This stage aims to ensure proper initial care as well as quick and effective referrals according to the patient's condition. However, the implementation of pre-referral programs often faces obstacles such as limited primary health facilities, lack of coordination between facilities, and difficulty accessing supporting information technology. Objective: to analyze the development of a pre-referral program to improve the effectiveness of patient referrals. Research method: Participatory Action Research (PAR) approach, involving Community Health Center and hospitals under the coordination of the Subang Health Office for six months (November 2023-April 2024). The sample consisted of three Community Health Center and five hospitals selected based on their capacity to handle obstetric cases. Data were collected through a Likert scale questionnaire to measure the feasibility of pre-referral media. Results: The results showed that the pre-referral back sheet had high validity (99.6%) and could be used. Interviews revealed problems such as delays in the referral process due to incomplete medical information and inconsistent documentation standards. Conclusion: The importance of periodic evaluation of this program to ensure its sustainability and effectiveness is emphasized. Health worker feedback as well as evaluation of patient care outcomes should be used for continuous improvement in the obstetric referral system
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN MEKANISME KOPING PADA MAHASISWA BARU S1 KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI PERKULIAHAN TAHUN PERTAMA DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Latar belakang: Mahasiswa baru sering melakukan penyesuaian terhadap tahun pertama perkuliahan, maka hal ini kemungkinan dapat menimbulkan stres. Tingkat stres yang dialami setiap individu berbeda, tergantung kemampuan individu dalam mengatasi stres. Mekanisme koping merupakan cara untuk mengatasi stres yang akan membantu beradaptasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara tingkat stres dan mekanisme koping pada mahasiswa baru S1 keperawatan dalam menghadapi perkuliahan tahun pertama di Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Metode: Penelitian deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden dipilih dengan teknik simple random sampling dan mendapatkan 145 mahasiswa baru S1 keperawatan yang menghadapi perkuliahan tahun pertama di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji Kendall-Tau. Dalam pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, kuesioner tingkat stres SLSI yang dimodifikasi, dan kuesioner mekanisme koping.
Hasil: Sebagian besar responden dalam kondisi stres sedang (58,9%) dengan mekanisme koping adaptif (93,8%). Nilai signifikansi uji Kendall-Tau sebesar 0,720.
Kesimpulan: tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan mekanisme koping pada mahasiswa baru S1 keperawatan dalam menghadapi perkuliahan tahun pertama di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Dalam hal ini, mahasiswa baru disarankan dapat lebih terbuka dalam menghadapi stres akibat tahun pertama perkuliahan agar mendapatkan bantuan atau konseling yang tepat dari pihak universitas, teman, maupun keluarga serta dapat menggunakan dan mempertahankan koping adaptif
Peningkatan Kesadaran Siswa Terhadap Kadar Gula Darah Melalui Program Edukasi Kesehatan Di Sekolah
Kesehatan merupakan hal penting dalam kaitannya dengan produktivitas seseorang. Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan dan minuman manis adalah salah satu faktor penyebab kadar glukosa darah yang tinggi pada usia produktif. Glukosa darah merupakan gula yang berada dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. Glukosa dapat diubah menjadi glukagon melalui proses glikogenesis dalam sintesis glukagon melalui proses posttranslasi, sehingga glukagon berperan penting dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah dalam tubuh. Pemeriksaan glukosa darah sewaktu salah satu pemeriksaan screaning diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Metode Point Of Care Testing (POCT) Pada siswa/i YPI AMIR HAMZAH. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Sampel yang digunakan adalah darah kapiler. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 November 2024 di sekolah YPI AMIR HAMZAH dengan sampel sebanyak 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar glukosa darah sewaktu mahasiswa memiliki hasil normal
Sosialisasi Pentingnya Pencegahan Infeksi Candida albicans Pada Penderita Diabetes Melitus Di Kalangan Siswa SMA YPI Amir Hamzah Medan
Pengmas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA mengenai pencegahan infeksi Candida albicans pada penderita diabetes melitus melalui sosialisasi. Infeksi Candida albicans adalah infeksi jamur yang sering terjadi pada penderita diabetes, terutama mereka yang memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol. Sosialisasi dilaksanakan pada 21 November 2024, dengan melibatkan 100 siswa SMA. Sebelum dan setelah sosialisasi, dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai infeksi ini. Namun, setelah sosialisasi, skor rata-rata post-test meningkat signifikan, yang menandakan bahwa sosialisasi tersebut efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Sosialisasi ini juga mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan tubuh, mengontrol kadar gula darah, serta langkah-langkah pencegahan lainnya untuk mengurangi risiko infeksi Candida albicans pada penderita diabetes. Pengmas ini menyimpulkan bahwa sosialisasi dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pencegahan infeksi jamur pada penderita diabetes melitus, dan dapat memberikan manfaat dalam pencegahan masalah kesehatan di kalangan remaja
Sosialisasi Dan Edukasi Gerakan Sekolah Anti Bullying Guna Mewujudkan “Sekolah Sehat” Di SMP Mulia Pratama Medan
Perundungan atau bullying adalah perilaku agresif yang merugikan individu yang menjadi korban. Fenomena ini tidak hanya menjadi isu individual, tetapi juga menciptakan dampak yang merugikan pada tingkat sosial dan psikologis, khususnya di lingkungan sekolah. Sosialisasi dan edukasi tentang Stop Bullying bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif perundungan, menggunakan metode ceramah, sharing/diskusi dan audio-visual guna mengajak mereka untuk berperan aktif dalam mencegahnya, dan membangun lingkungan sekolah yang bebas dari perilaku tersebut. Pelaksanaan sosialisasi ini dilakukan dengan cara presentasi yang interaktif dengan siswa di ruang kelas. Melalui pemahaman yang lebih mendalam, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan positif dalam mengatasi masalah perundungan di sekolah. Pendekatan holistik yang melibatkan seluruh komponen dalam lingkungan sekolah diperlukan untuk mengatasi permasalahan perundungan. Partisipasi aktif dari semua pihak terkait, diharapkan dapat diciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perilaku perundungan