USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
THE EFFECTIVENESS LING TIEN KUNG EXERCISE ON SELF EFFICACY AND BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION PATIENTS
Background: Hypertension is a common chronic disease in the community that requires prevention through a healthy lifestyle and high Self Efficacy to manage it effectively. Ling Tien Kung exercise therapy, a non-pharmacological approach for hypertension, involves body movements focusing on two core exercises: empet-empet anus and jinjit-jinjit. This study aims to assess the impact of Ling Tien Kung exercise therapy on Self Efficacy and blood pressure in hypertensive patients.
Methods: The research employs a pre-experimental one-group pre-post test design, with 45 respondents selected through purposive sampling. Conducted twice a week over three weeks, data were collected using the General Self Efficacy Scale (GSES) questionnaire and a blood pressure observation sheet.
Results: Analysis with the Wilcoxon Signed Rank Test revealed significant improvements in Self Efficacy and reductions in blood pressure before and after the intervention (p-value = 0.000 < 0.05).
Conclusion: Thus, it can be concluded that Ling Tien Kung exercise therapy positively affects Self Efficacy and blood pressure in hypertensive patients, suggesting it can be a valuable complementary therapy for managing hypertension
SKEMA REMUNERASI DOKTER DI RUMAH SAKIT DALAM SISTEM ASURANSI KESEHATAN: LITERATURE REVIEW
Latar belakang: Remunerasi dokter adalah pemberian apresiasi berupa imbalan atas kontribusi dan kinerja dokter di rumah sakit. Remunerasi dokter di Indonesia sebagian besar menggunakan skema retrospektif yaitu fee for service. Terdapat kesenjangan antara fee for service dengan tarif paket Indonesia Case Based Group (INA-CBG) pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga menimbulkan ketidakpuasan dokter. Belum ada acuan standar pemberian remunerasi dokter dalam pelayanan pasien JKN.
Tujuan: mengetahui skema remunerasi dan imbalan jasa yang diberikan bagi dokter di rumah sakit dalam pelaksanaan asuransi kesehatan dan dampaknya terhadap pelayanan.
Metode: Penelitian ini melakukan tinjauan terhadap literatur terkait skema remunerasi dengan melakukan penelusuran pada database PubMed, Scopus dan Sciencedirect dan EBSCO dengan menggunakan kata kunci physician, remuneration, salary, wage, incentive dan health insurance. Metode PRISMA digunakan untuk mendapatkan jurnal berbahasa inggris dan full open access sesuai kriteria inklusi penelitian di rumah sakit dan pembiayaan melalui asuransi kesehatan pada 10 (sepuluh) tahun terakhir.
Hasil: Penelusuran menghasilkan 1.387 artikel sesuai kriteria pencarian dengan 11 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dilakukan sintesis data. Skema yang digunakan adalah fee for service, activity based, value based payment, dan pay for performance. Skema pay for performance terbanyak digunakan dan dapat meningkatkan produktivitas dokter tanpa meningkatkan biaya pelayanan kesehatan. Evaluasi kebijakan skema remunerasi dokter di rumah sakit dapat dilakukan seiring kebijakan pembiayaan kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan
Kesimpulan: Terdapat berbagai skema remunerasi dokter di rumah sakit dalam memberikan pelayanan pada jaminan kesehatan. Pemilihan skema yang digunakan dapat dari hasil evaluasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan asuransi kesehatan
REASONS WHY MARRIED WOMEN DO NOT PAP SMEAR: A STUDY OF FEMALE TEACHERS AT STATE JUNIOR HIGH SCHOOL 20, NORTH PONTIANAK, WEST KALIMANTAN
Background: Pap smear is an early detection of cervical cancer caused by the HPV virus with more accuracy. The cause of the high incidence of cervical cancer is due to the level of awareness of women who do not want to do a Pap smear.
Objective: To understand the various factors that influence the decision of married women who do not Pap smear at SMPN 20 Pontianak Utara, West Kalimantan.
Method: This study is qualitative with a case study approach. This method was chosen to focus attention on a case intensively and in detail, namely 5 informants who are married but do not do a Pap smear.
Results: Some of the reasons why married women never do a Pap smear are trauma from their past, fear of the examination, feeling healthy and not feeling the need to do the examination, not being familiar with the examination process, fear and shame, no support or invitation from the environment to do the examination, expensive costs, feeling ashamed and afraid especially if the examiner is a male doctor, lack of knowledge about the Pap smear procedure, not knowing the examination process, location, and costs required.
Conclusion: Pap smear examination for married women is a must for personal health. Pap Smear examination requires support from close relatives, the daily residential environment and workplace, especially among married women
PENGARUH PROGRAM VOUCHER DISKON HARGA DAN GRATIS ONGKIR TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK OBAT-OBATAN DI SHOPEE CAHAYA LESTARI (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT MANDALA 1 MEDAN DENAI)
Keputusan pembelian merupakan proses evaluatif yang dilakukan konsumen untuk menentukan apakah akan melakukan pembelian suatu produk. Salah satu strategi promosi yang digunakan penjual untuk memengaruhi keputusan tersebut adalah pemberian voucher diskon harga, yakni potongan harga yang diberikan sebagai bentuk insentif atas tindakan tertentu dari konsumen. Di samping itu, ongkos kirim adalah biaya layanan pengiriman yang dibebankan kepada pembeli dalam transaksi daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh voucher potongan harga dan bebas baiaya kirim produk obat-obatan di toko Cahaya Lestari melalui platform Shopee, dengan lokasi penelitian di Kelurahan Mandala 1, Medan Denai. Populasi berjumlah 219 orang, dengan 69 responden ditetapkan memakai rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis dilakukan dengan regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan koefisien determinasi. Hasil analisis data memperlihatkan pada program voucher diskon harga secara parsial memiliki dampak signifikan pada penetapan pembelian konsumen, terlihat pada nilai thitung (3,520) > ttabel (1,996) memiliki nilai signifikansi sebanyak 0,001< 0,05. Gratis ongkir berdampak pada penetapan pembeli, terlihat pada nilai thitung (7,463) > ttabel (1,996) memiliki nilai signifikansi sebanyak 0,000< 0,05. Keputusan pembelian masyarakat di Kelurahan Mandala 1, Medan Denai, dipengaruhi secara simultan oleh implementasi program voucher diskon harga dan pemberian layanan gratis ongkir, terlihat pada nilai Fhitung (61,261) > Ftabel (3,14) dengan tingkat signifikasi 0.000
OPTIMALISASI PENGELOLAAN KEUANGAN PADA KANTOR KECAMATAN MEDAN AMPLAS
Latar belakang : Kecamatan, sebagai unit pelaksana teknis pemerintahan di bawah kota/kabupaten, memegang peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik dan pembangunan wilayah. Salah satu aspek penting dalam mendukung kinerja kecamatan adalah pengelolaan keuangan dan aset yang baik. Aset daerah, termasuk dalam bentuk barang milik daerah (BMD), merupakan sumber daya penting yang mendukung operasional pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Tujuan : Menganalisis pengelolaan keuangan di Kecamatan Medan Amplas dan Mengindentifikasi langkah–langkah yang dapat diambil untuk mengoptimalkannya
Metode : Metode yang digunakan dalam pelaporan ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan aparatur kecamatan dan masyarakat, serta studi dokumen.
Hasil dan Pembahasan : Penerapan SIPD dan e-SPJ memberikan dampak positif terhadap efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan di Kecamatan Medan Amplas. Dari sisi efektivitas, sistem ini telah menyederhanakan proses pelaporan, mempercepat distribusi informasi, dan mengurangi tumpang tindih dokumen. Proses penginputan data menjadi lebih sistematis dan terdokumentasi, sehingga memudahkan proses evaluasi dan audit.
Kesimpulan : Laporan ini merekomendasikan perlunya befokus pada implementasi, hambatan, serta strategi optimalisasi yang dapat diterapkan. Meskipun sudah menggunakan platform digital seperti SIPD dan e-SPJ, pelaksanaannya belum menunjukkan hasil yang optimal
PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG CARA MENGENAL KEKAMBUHAN PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL
Latar belakang: Isolasi sosial adalah kondisi di mana penderita skizofrenia menarik diri dari interaksi sosial dan menjadi pasif dalam aktivitas sehari-hari, memperburuk kondisi mental mereka. Edukasi kepada keluarga mengenai cara mengenali tanda-tanda kekambuhan pada pasien isolasi sosial sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan keluarga. Salah satu faktor mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup adalah dengan peningkatan pengetahuan pada keluarga dan pasien.
Tujuan: Untuk Mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang cara mengenal kekambuhan pada pasien isolasi sosial.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi experimental dengan Design one group pretest-posttest design. Jumlah sampel 40 responden merupakan pasien rawat inap dengan isolasi sosial, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan kuisioner tingkat pengetahuan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata dari 45,38 pada pretest menjadi 66,85 pada posttest dengan nilai signifikansi 0.000 maka dapat di simpulkan nilainya nilai signifikansi 0.000 adalah < dari 0,05 maka Ha di terima dengan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang mengenal tanda kekambuhan pada pasien isolasi sosial
Kesimpulan: Edukasi yang diberikan memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan tingkat pengetahuan keluarga tentang cara mengenal kekambuhan pada pasien isolasi sosia
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
Worldwide, hypertension is on the rise, with the World Health Organization (WHO) projecting that by 2025, 29% of individuals would have the condition. Presently, worldwide efforts to improve health are focusing on hypertension as a non-communicable illness. The autogenic relaxation method is one non-pharmacological option for managing blood pressure. The purpose of this research is to determine if hypertensive individuals' blood pressure may be reduced using the autogenic approach. The researchers used a pretest-posttest control group design, making this study quasi-experimental. One hundred forty-one hypertension patients who were seen at the Pante Raya Community Health Center made up the study's population. Using a purposive sampling approach, the research comprised 40 participants as samples. Seven days in a row, for a total of fifteen minutes per session, the autogenic relaxation method was given. Using a digital sphygmomanometer, the patient's blood pressure was monitored. The data was evaluated using a dependent t-test to compare the pre- and post-autogenic blood pressure levels, and an independent t-test to compare the intervention group's and control group's blood pressure levels. Both the pre- and post-autogenic relaxation systolic and diastolic blood pressures were found to be significantly lower (p < 0.05). This research found that hypertension individuals whose blood pressure was significantly reduced by using autogenic relaxation methods. Thus, autogenic approaches provide a non-pharmacological approach to managing blood pressure that is both effective and safe
RELATIONSHIP BETWEEN DENTAL HYGIENE PERCEPTION AND OHI-S STATUS IN MALOCCLUSION STUDENTS AT POLTEKKES KEMENKES ACEH
Background: The prevalence of individuals with dental and oral problems in Aceh is 55.34%. One of the reasons someone neglects their dental and oral health issues is the poor perception of dental and oral hygiene maintenance. Malocclusion problems can exacerbate dental and oral hygiene conditions (OHI-S), hence the need for educational intervention for the community, especially students. Objective: To determine the relationship between the perception of dental and oral hygiene maintenance and OHI-S status in students with malocclusion in the Department of Nutrition at Poltekkes Kemenkes Aceh.
Method: This study is analytical with a cross-sectional design conducted on 69 students from the Department of Nutrition at Poltekkes Kemenkes Aceh. Students were examined for their OHI-S dental status and given a questionnaire about the perception of dental and oral hygiene; the sample selection criteria involved students with dental malocclusion. Instruments used: diagnostic tools set, KSP OHI-S, and questionnaires.
Results: The research shows that students with a good perception of oral hygiene maintenance dominate with a good OHI-S status, amounting to 22 (51.2%). Based on statistical test results, there is a relationship between the perception of oral hygiene maintenance and OHI-S status p=0.001 (p<0.05).
Conclusion: It can be concluded that the perception of oral hygiene influences the OHI-S status in patients with dental malocclusion
GAMBARAN PROTEIN URIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI KLINIK PRATAMA WIPA MEDAN TAHUN 2025
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.Trimester II dan III yaitu periode 6 bulan terakhir dalam kehamilan, yang dimulai dari minggu ke-13 sampai minggu ke-40.Proteinuria merupakan suatu keadaan abnormal dimana protein urin meningkat akibat penyempitan pembuluh darah dan berkurangnya kapasitas tubulus ginjal mereabsorbsi protein yang telah difiltrasi. Protein urin pada Ibu hamil trimester II dan III sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan hipertensi dan edema yang merupakan gejala dari preeklamsia. Protein urin dikatakan patologis jika kadar protein dalam urin ≥300 mg/24 jam atau +2 pada dipstik. Ada 3 langkah proses pembentukan urin yaitu : filtrasi (penyaringan), reabsorbsi (penyerapan kembali), dan sekresi (pengeluaran zat berbentuk cairan). Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran protein urin pada ibu hamil trimester II dan III di Klinik Pratama WIPA Medan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Pengambilan sampel penelitian dilakukan pada ibu hamil trimester II dan III sebanyak 20 sampel dengan menggunakan metode asam asetat 6%. Sampel yang digunakan adalah urin sewaktu pada ibu hamil trimester II dan III yang disimpan dalam wadah (pot) urin tertutup serta diberi label. Penelitian dilakukan dari April sampai dengan Mei 2025 di Laboratorium Terpadu Universitas Sari Mutiara Indonesia. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 20 sampel, menunjukkan hasil protein urin yang positif 1(+) sebanyak 3 orang (30%) dan hasil negatif (-) sebanyak 7 orang (70%) pada trimester II. Sedangkan pada trimester III diperoleh hasil protein urin positif 1 (+) sebanyak 3 orang (30%), positif 2(++) sebanyak 1 orang (1%), dan negatif(-) sebanyak 6 orang (60%). Frekuensi positif terbanyak terdapat pada usia kehamilan trimester III yaitu sebanyak 4 orang (40%). Hasil ini menunjukkan bahwa ibu hamil trimester III lebih banyak kemungkinan mengalami preeklamsia di banding ibu hamil trimester II
PENGARUH GREEN CORPORATE REPUTATION, KUALITAS PELAYANAN, DAN PROMOSI INSTAGRAM TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN THE BODY SHOP DALAM PERSPEKTIF UU NO. 32 TAHUN 2009
Latar belakang: Isu lingkungan menjadi perhatian utama dalam dunia bisnis. Konsumen semakin peduli terhadap dampak lingkungan dari produk yang mereka gunakan. Hal ini mendorong perusahaan untuk membangun citra ramah lingkungan (green corporate reputation) sebagai bagian dari strategi pemasaran. The Body Shop merupakan salah satu merek yang dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan, baik melalui produk, kampanye sosial, maupun gaya komunikasi pemasaran. Tujuan: Menganalisis pengaruh Green Corporate Reputation, kualitas pelayanan, dan promosi melalui Instagram terhadap kepuasan konsumen The Body Shop, ditinjau dari perspektif perlindungan konsumen dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Metode: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan hubungan kausal. Sampel penelitian terdiri dari 52 konsumen The Body Shop, Dimana jawaban responden diukur dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil: Hasil uji parsial menunjukkan bahwa Green Corporate Reputation, pelayanan, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, dengan nilai thitung masing-masing sebesar 2,470; 3,253; dan 3,179 yang seluruhnya lebih besar dari ttabel 2,00958, serta nilai signifikansi di bawah 0,05. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen (Fhitung 42,256 > Ftabel 2,80; signifikansi 0,000). Koefisien determinasi menunjukkan bahwa 70,8% variasi kepuasan konsumen dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya 29,2% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti harga atau saluran distribusi. Kesimpulan: kesimpulan dan implikasi untuk pengabdian kepada masyaraka