Bina Generasi - Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    157 research outputs found

    GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MASSENGA

    No full text
    Latar belakang : ASI eksklusif merupakan nutrisi yang terbaik pada 6 bulan pertama kehidupan bayi dan terpenting untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Masih rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif antara lain dapat disebabkan beberapa faktor yaitu perubahan sosial budaya, kekurangtahuan ibu terhadap manfaat pemberian ASI dan rendahnya tingkat pendidikan ibu. Tujuan penelitian : adalah untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Massengga. Metode penelitian : merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, subjek penelitiannya yaitu ibu menyusui di Puskesmas Massenga. Sedangkan objek penelitiannya adalah gambaran faktor-faktor penghambat pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Jumlah sampel sebanyak 78 orang dengan penentuan sampel  menggunakan multistage random sampling. Alat pengambilan data yang digunakan adalah lembar kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan mengenai ASI eksklusif

    GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ANEMIA POSTPARTUM WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATUMBANGAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    No full text
    Latar Belakang :Anemia adalah salah satu factor kematian ibu secara tidak langsung karena perdarahan pasca persalinan merupakan factor penyebab tingginya angka kematian ibu saat persalinan karena dapat menyebabkan menurunnya kadar Hb dalam darah yang menyebabkan kematian. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang anemia pada post partum di wilayah kerja puskesmas katumbangan. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Populasinya adalah nifas 332 dengan jumlah sampel 76 dan jumlah responden sebanyak 40, pengetahuan ibu nifas  tentang anemia postpartum, dengan alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengetahuan ibu nifas terhadap pengertian anemia termasuk dalam kategori baik adalah 85%, pada pengetahuan ibu nifas tentang tanda gejala anemia termasuk  dalam kategori Baik adalah 45%, pengetahuan ibu nifas tentang  dampak anemia  termasuk dalam kategori baik adalah 80%,pengetahuan ibu nifas tentang pencegahan anemia termasuk dalam kategori baik adalah 82,5%. Kesimpulan pengetahuan ibu nifas tentang anemia postpartum di kategorikan, baik sebanyak 29 ibu nifas dengan presentase 72,5%. Penulis menyarankan ibu nifas wilayah kerja Puskesmas katumbangan dapat meningkatkan lagi pemahamannya tentang anemia postpartum

    GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG RISIKO 4 TERLALU (TERLALU MUDA, TERLALU TUA, TERLALU DEKAT, TERLALU BANYAK) DI PUSTU TONYAMAN KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    No full text
    Latar belakang : 4 Terlalu  adalah Faktor yang dapat mengakibatkan persalinan berisiko tinggi. Diantaranya terlalu muda (usia di bawah 16 tahun), terlalu tua (usia diatas 35 tahun), terlalu sering (eprbedaan usia antar anak sangat dekat) dan terlalu banyak (memiliki lebih dari empat orang anak) tingginya angka kematian ibu juga tidak terlepas dari resiko 4 terlalu tersebut, yaitu (terlalu banyak anak, terlalu muda, terlalu tua, dan terlalu dekat jarak kehamilan). Yang sangat membahayakan bagi kesehatan ibu. Ada sebesar 22,4 % wanita dengan resiko 4 terlalu telah meninggal, dengan rincian hamil terlalu muda (<18 thn), sebesar 4,1 % hamil terlalu tua (>34 thn), sebesar 3,8 %, jarak terlalu dekat (<2 thn) sebesar 5,2 %, dan jumlah anak terlalu banyak (> 3 orang) sebesar 9, 4 % . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasangan usia subur tentang resiko 4 terlalu (terlalu muda,terlalu tua, terlalu dekat, terlalu banyak) dipustu tonyaman. Metode penelitian adalah deskriptif jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 347 pasangan usia subur di pustu tonyaman wilayah kerja puskesmas polewali dan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 pasangan, sesuai dengan populasi penentuan sampel mengunakan teknik Random sampling data di peroleh dengan instrument analisis data univariat kuisioner. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang pengertian resiko 4 terlalu tertinggi, dalam kategori cukup untuk istri yaitu 30 responden atau  (28.20%), suami 31 responden atau (39.74%)kategori baik, tentang manfaat mengetahui resiko 4 terlalu tertinggi dalam kategori kurang untuk istri yaitu 45 responden atau (57.69%), suami tertinggi kategori kurang yaitu 37 atau (47.43) tentang bahaya resiko 4 terlalu tertinggi dalam kategori cukup untuk istri yaitu 41 responden atau (52.56%), untuk suami 32 responden atau (41.02%),tentang mencegah resiko 4 terlalu tertinggi dalam kategori cukup untuk istri 32 atau (41%), dan kategori suami 31 atau (39.74)diperoleh kategori kurang. Kesimpulan : pengetahuan   pasangan usia subur tentang resiko 4 Terlalu secara keseluruhan berada dalam kategori cukup untuk istri yaitu 38 responden (48.71%), dan suami pengetahuan kurang dengan hasil 33 atau (42.30%) namun tetap diharapkan perlu adanya penigkatan dalam hal pengetahuan pasangan usia subur

    GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR TENTANG PEMILIHAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAPILLI KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    No full text
    Latar Belakang: Pemanfaatan penolong persalinan oleh tenaga kesehatan profesional (bidan) di masyarakat masih sangat rendah dibandingkan indikator yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh factor ibu seperti pengetahuan, social ekonomi, pendidikan dan sikap dalam mengambil keputusan untuk memanfaatkan tenaga kesehatan ahli dalam pertolongan persalinan serta jangkauan ke pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pertolongan persalinan dari segi pengetahuan, pendidikan, penghasilan, dan sikap terhadap pelayanan oleh tenaga kesehatan khususnyatentang pertolongan persalinan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan sampel adalah ibu bersalin tahun 2014 baik yang bersalin di Nakes maupun Non-Nakes. Jumlah Populasi sebayak 471 ibu bersalin dimana jumlah sampel sebanyak 82 orang dengan penentuan sampel menggunakan sample random sampling. Data diperoleh dengan wawancara dan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan faktor pengetahuan dan sikap berpengaruh terhadap pemilihan pertolongan persalinan sedang faktor pendidikan dan penghasilan tidak berpengaruh terhadap pemilihan pertolongan persalinan. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian perlu adanya penyuluhan tentang pentingnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, untuk meningkatkan pengetahuan serta mengubah pola sikap masyarakat menjadi positif terhadap pelayanan oleh tenaga kesehatan khususnya yang berkaitan dengan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan

    PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKKABATAKABUPATEN POLEWALI MANDAR

    No full text
    This type of research is experimental research design "true experiment" that is research conducted experiments for real. The sample size in this study is the number of 10 patients with type II diabetes are given water boiled guava leaves at the time of the study in which patients do at home Takkatidung village Puskesmas Pekkabata Polewali Mandar Year 2016. Sampling Techniques in the study was total sampling technique, which is sampling the total of the population entirely in order to get a sample of 10 people were given water decoction of guava leaves. Statistic test that is used in this study aalah Mc. Nemar in this study is very clear there is influence between the provision of water boiled guava leaves on blood sugar levels as where the effect is a decrease in blood sugar after drinking water decoction of guava leaf which is evidenced in the significant value, 031 <? = 0.05, which means that Ho rejected H1 accepted.Conclusion : There Effect of water decoction of guava leaves on blood glucose levels in people with type II diabetes mallitus in Puskesmas Pekkabata Polewali Mandar .Suggestion : based on the results of the study are expected to society , especially people with diabetes to be more active again looking for information about herbs that can lower blood glucose levels to return to normalLatar Belakang: Penderita diabetes mellitus di dunia semakin meningkat setiap tahun, pada tahun 1994 berjumlah 150 juta orang dan pada tahun 2010 berjumlah 279,3 juta dan diperkirakanTahun 2020 berjumlah 300 juta. Pada tahun 2011 diperkirakan 366 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes melitus tipe 2.Fungsi 2.Estimasi Terakhir, ada 382 juta orang yang hidup dengan diabetes di Dunia pada tahun 2013. Diperkirakan 382 juta orang, 175 juta di antaranya belum didiagnosis sehingga terancam oleh tumbuh semakin tanpa komplikasi tidak sadar dan tanpa pencegahan. Jenis penelitian ini adalah desain penelitian eksperimental "true experiment" yaitu penelitian yang dilakukan eksperimen nyata. Ukuran sampel dalam penelitian ini adalah jumlah 10 pasien dengan diabetes tipe II yang diberi daun jambu biji air rebusan pada saat penelitian di mana pasien di rumah Puskesmas Takkatidung desa Pekkabata Polewali Mandar tahun 2017. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total teknik pengambilan sampel, yaitu pengambilan sampel total populasi seluruhnya agar mendapatkan sampel 10 orang diberi rebusan air daun jambu biji

    GAMBARAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG SUAMI SIAGA DALAM MASA KEHAMILAN DI PUSKESMAS MATAKALI KECAMATAN MATAKALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    No full text
    Lalar Belakang : Suami siaga adalah suami yang siap menjaga istrinya yang sedang hamil, menyediakan tabungan bersalin, serta memberikan kewenangan untuk menggunakannya apabil terjadi masalah kehamilan. Tujuan:  untuk mengetahui gambaran suami tentang suami siaga dalam masa kehamilan di Puskesmas Matakali Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian : adalah deskriptif dengan populasi yaitu semua suami yang mempunyai istri yang sedang hamil. Teknik pengamblian sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel sebanyak dalam penelitian 55 responden. Hasil penelitian : diperoleh tingkat pengetahuan suami tentang pengertian suami siaga adalah cukup sebesar 67.3%, tentang peran dan keterlibatan suami dalam masa kehamilan adalah baik sebesar 45.5%, dan dukungan suami dalam masa kehamilan adalah cukup sebesar 49.1%. Kesimpulan: tingkat pengetahuan suami tentang suami siaga dalam masa kehamilan di Puskesmas Matakali Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar adalah cukup sebesar 69.1% termasuk dalam kategori cukup. Saran : bagi petugas kesehatan untuk diharapkan pelayanan terhadap ibu hamil terutama pengadaan pendidikan kesehatan kepada suami dapat ditingkatkan lagi sehingga pengetahuan  suami  tantang suami SIAGA semakin bertambah, dan bagi masyarakat umum untuk senantiasa berupaya menambah wawasan pengetahuannya tentang tanggung jawabnya sebagai suami sehingga mampu mengetahui tentang suami SIAGA

    HUBUNGAN PENGGUNAAN INSEKTISIDA DI DALAM RUMAH TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS CAMPALAGIAN KEC. CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    No full text
    respiratory health problems is one of the important health problem in the world, and also in Indonesia. Acute respiratory infection is the first level that goes with the number of 501 280 cases or 3.16% .Data WHO in 2008 shows that of the approximately 57 million deaths in the world occur in a year due to lung problems. According to the health ministry RI respiratory health problems there are 8 people in Indonesia, namely: tuberculosis, respiratory infections, emerging and new emerging diseases (SARS, avian influenza, HINI), bronchial asthma, chronic obtruktif pulmonary disease, lung cancer, air pollution and climate change. (Ministry of Health Indonesia, 2011). ARI may occur due to contamination of the air quality outsideand indoors. ARI is a disease affecting one or more parts of the respiratory tract from the nose (above) to the alveoli (bottom) including adexnya networks such as sine, telingadan pleural cavity (pleura) that occur in acute (fast). ARI control program determines that all cases were found to get appropriate governance starndar, thus also described the discovery rate of ARI ARI management retrospective case series. Number of patients with ARI in the community is estimated 10-20% of the total population of the total population of childrenunder five. To determine the relationship insektida use in the house on the incidence of ARI in children under five in sub-district Polewali Mandar. The study design used in this research is the design of cross sectionalyaitu independent and dependent variables were observed and measured at the same time. Results of statistical analysis using Chi-square test in this study was obtained by the significant level ? = 0.02, which means p <?, this shows H1, so that there is a relationship between the use of (anti mosquito) to ARI in infants. Keywords: insektida use (anti mosquito), ARI in infants.Masalah kesehatan pernafasan merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting di dunia, dan juga di Indonesia. infeksi saluran pernapasan akut merupakan tingkat pertama yang terjadi dengan jumlah 501.280 kasus atau 3,16%.Data WHO 2008 menunjukkan bahwa dari sekitar 57 juta kematian di dunia dalam setahun terjadi akibat masalah paru. Menurut kementrian kesehatan RI terdapat 8 masalah kesehatan pernafasan masyarakat di indonesia yaitu: Tuberkulosis, ISPA, penyakit emerging dan new emerging (SARS, avian influenza, HINI), asma bronchial, penyakit paru obtruktif kronik, kanker paru, polusi udara dan climate change. (kementrian kesehatan RI, 2011) Kejadian ISPA bisa terjadi karena pencemaran kualitas udara diluar maupun di dalam ruangan. ISPA merupakan penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran pernafasan mulai dari hidung (atas) hingga ke alveoli (bawah) termasuk jaringan adexnya seperti sinus, rongga telingadan pleura (selaput paru) yang terjadi secara akut (cepat). Program pengendalian ISPA menetapkan bahwa semua kasus yang ditemukan mendapatkan tata laksana sesuai starndar, dengan demikian angka penemuan ISPA juga menggambarkan penatalaksanaan kasusu ISPA. Jumlah penderita ISPAdi masyarakat diperkirakan 10-20 % dari jumlah populasi dari jumlah populasi balita.Untuk mengetahui hubungan penggunaan insektida di dalam Rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Campalagian Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain cross sectional yaitu variabel bebas dan terikat diobservasi dan diukur dalam waktu bersamaan. Hasil penelitian Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi square pada penelitian ini di peroleh dengan taraf signifikan ? = 0,02 yang berarti p <?, hal ini menunjukan H 1 diterimadan H 0 ditolak, dengan demikian bahwa ada hubungan antara penggunaan insektida (anti nyamuk bakar) terhadap kejadian ISPA pada balita.Kata kunci : penggunaan insektida (anti nyamuk bakar), kejadian ISPA pada balita

    PENGARUH TERAPI BERMAIN MENGGUNTING TERHADAP MOTORIK HALUS PADA ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI POLEWALI MANDAR

    No full text
    Background: Autism is a developmental disorder that occurs in the areas of interaction and communication with others. Autistic motor development of children with autism is done through the hands by using tools or creative media such as brushes, pencils, paper, scissors, clay, plastisin, foam, and others. One way to improve fine motor in autistic children is by cutting therapy. Cutting is one activity or cutting activity that involves and requires coordination between the eyes, hands, and concentration. This study aims to determine the effect of cutting therapeutic therapy on fine motor enhancement in children with autism in Polewali State Extraordinary School. Research Objective: This is to know the Influence of Therapy Cutting on Smooth Motorics In Autism Children At Special School (SLB) Polewali Mandar State. Research Method: This research design uses quasy experiment using pre test and post test design with 10 respondent samples with total sampling technique of this research using SPSS 21 application with Mc test. Nemar with significance level a = 0.05. Result: The statistical test shows that there is Influence of Therapy to Play Cutting on the Development of Smooth Motoric in Autistic Children in the Polewali Mandar School with P value of 0.031. Conclusion: Based on the results of this study recommended for the institution of Polewali State Extraordinary School for cutting therapy therapy can be used as one of therapy for children with autism to improve fine motor.Latar belakang : Autis adalah gangguan perkembangan yang terjadi dalam bidang interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Perkembangan motorik halus anak autis dilakukan melalui olah tangan dengan menggunakan alat atau media kreatif seperti kuas, pensil, kertas, gunting, tanah liat, plastisin, busa, dan lain-lain. Salah satu cara untuk meningkatkan motorik halus pada anak autisme adalah dengan terapi bermain menggunting. Menggunting adalah salah satu aktivitas atau kegiatan memotong yang melibatkan dan membutuhkan koordinasi antara mata, tangan, dan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain menggunting terhadap peningkatan motorik halus pada anak autism di Sekolah Luar Biasa Negeri Polewali. Tujuan Penelitian : ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Menggunting Terhadap Motorik Halus Pada Anak Autism Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Polewali Mandar. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan menggunakan pendekatan pre test and post test design dengan jumlah sampel sebanyak 10 respoonden dengan teknik total sampling penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 21 dengan uji Mc. Nema

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMARORONGKECAMATAN SUMARORONG KABUPATEN MAMASA

    No full text
    Background: Posyandu is managed by health workers and assisting cadres. The function of posyandu is influenced by the activeness of posyandu cadres, the lack of functioning of posyandu cadres so that the posyandu performance is not maximal due to the lack of cadre ability in providing services at Posyandu and the guidance of the health officer then the low interest of the community to use posyandu. The purpose of this study is to determine the factors that influence the activeness of posyandu cadres in the work area of ??Puskesmas Sumarorong. this research method is analytical with cross sectional approach. The population in this study were all Posyandu cadres in the work area of ??Sumarorong Community Health Center consisting of 2 Sub-districts and 8 Villages, each having 1 Posyandu and consisting of 5 cadres perposyandu, and the total number of cadres as many as 50 people with total sampling sampling so overall sample of 50 people. The research was conducted at Pukesmas Sumarorong. Data obtained by using questionnaire and analyzed using SPSS program version 16 and Statistic using Chi-square test with (a = 0,05). The result of the statistical test shows that cadre knowledge p = 0,000, behavior p = 0,000, education p = 0,002 and have influence on the activity of posyandu cadre. Conclusion: from result of research in discussion can be concluded that knowledge factor have relation to liveliness of posyandu cadre with value p-value = 0,000. There is correlation between behavioral factor to active posyandu cadres with p-value = 0,000. There is a correlation between education factor to the activeness of posyandu cadres with p-value = 0,000 Suggestion: According to research result, it is suggested to health officer to keep posyandu cadre in conducting posyandu activity, and to government to pay attention to prosperity of posyandu to motivate cadres to be active and enthusiastic in running posyandu.Latar belakang : Posyandu dikelolah oleh petugas kesehatan dan para kader yang membantu. Berfungsinya posyandu itu sendiri dipengaruhi oleh keaktifan para kader posyandu, kurang berfungsinya kader posyandu sehingga kinerja posyandu tersebut menjadi tidak maksimal disebabkan karena kurangnya kemampuan kader dalam memberikan pelayanannya di posyandu serta pembinaan dari petugas kesehatan yang kemudian rendahnya minat masyarakat untuk menggunakan posyandu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sumarorong. metode penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh kader posyandu yang ada wilayah kerja puskesmas Sumarorong yang terdiri dari 2 Kelurahan dan 8 Desa, dan masing-masing memilki 1 posyandu dan terdiri dari 5 kader perposyandu, dan jumlah keseluruhan kader sebanyak 50 orang dengan penentuan sampel total sampling jadi keseluruhan sampel yaitu 50 orang

    HUBUNGAN PERILAKU KEPALA KELUARGA DENGAN KEJADIAN DENGUE HIGH FEVER (DHF) PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN TAKATIDUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    Get PDF
    Background : Various DHF eradication efforts have been carried out, but in recent years expanded DHF endemic areas , this is one of them because of the economic crisis . The role of Head of the Family is one of the determining factors in maintaining the health of the environment and members of his family , a family where the head of household is the decision maker in all things though later the consensus of other family members. Friedman, quoted in Setiadi Objective: To determine the relationship of attitudes and behavior of the head of a family on the incidence of DHF. Research Methods : Quantitative Descriptive research design that uses descriptive analytic cross sectional study approach . This research method is Proposive Sampling then obtained a sample of 100 samples . Data obtained by using a questionnaire and analyzed statistically using Chi Square test with a significance value=0.05. Results: The statistical test showed that the ( p = 0.000 ) on the incidence of DHF. Conclusion: with increased outreach to the community around the work area of ??each of the diseases as well as an explanation of DHF DHF action against the disease by maintaining their own health and the environment, as well as carrying out routine service work and perform activities of 3M.Latar belakang : Berbagai upaya pemberantasan DHF telah banyak dilakukan, namun dalam beberapa tahun terakhir daerah endemis DHF bertambah luas, hal ini disebabkan salah satunya karena terjadinya krisis ekonomi. Peran Kepala Keluarga merupakan salah satu faktor penentu dalam menjaga kesehatan lingkungan dan anggota keluarganya, dimana kepala keluarga merupakan dalam rumah tangga adalah pengambil keputusan dalam segala hal meskipun nantinya hasil musyawarah anggota keluarga lainnya. Friedman,  dikutip dalam Setiadi Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan perilaku kepala keluarga terhadap kejadian DHF. Metode Penelitian : Deskriptif Kuantitatif yang menggunakan Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dengan metode secara Proposive Sampling maka di peroleh sampel  sebanyak 100 sampel. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistika dengan menggunakan uji Chi Square dengan nilai kemaknaan = 0,05

    103

    full texts

    157

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bina Generasi - Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇