e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
THE EFFECT OF USE MODEL MAKE A MATCH & PICTURE AND PICTURE AND STUDY LEARNING STYLE ON LEARNING RESULTS OF SOCIAL KNOWLEDGE CLASS II CLUSTER XI CIBINONG-BOGOR
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS peserta didik yang belajar menggunakan model make a match dan picture and picture; perbedaan hasil belajar IPS peserta didik yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik; dan pengaruh interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan kecenderungan gaya belajar peserta didik terhadap hasil belajar IPS. Penelitian dilakukan di Gugus XI Kecamatan Cibinong dengan sampel peserta didik kelas II SDN Ciriung 02 yang berjumlah 78 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan tes hasil belajar. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Saphiro Wilk untuk menguji normalitas data dan Uji Bartlett untuk menguji homogenitas data. Setelah itu dilakukan analisis varians (ANOVA) dua jalur untuk menguji perbedaan nilai rata-rata antar kelompok yang dilanjutkan uji Tukey HSD untuk melihat interaksi kelompok dengan mengacu pada taraf signifikan = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara hasil belajar IPS peserta didik yang menggunakan model kooperatif make a match dan picture and picture dengan signifikansi sebesar 0,000; terdapat perbedaan hasil belajar IPS peserta didik yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik dengan signifikansi sebesar 0,001; dan tidak terdapat pengaruh interaksi langsung antara penggunaan model dan kecenderungan gaya belajar peserta didik terhadap hasil belajar IPS. Hal tersebut ditunjukkan dengan signifikansi sebesar 0,535
Use Of Inquiry Learning Model Type Expository With Type Discovery Against Learning Outcomes
Penelitian bertujuan untuk dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pembelajaran IPS selama ini masih berpusat kepada guru, sehingga peserta didik akan merasa jenuh dan tidak akan aktif maupun kreatif dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, dokumentasi dan tes hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan menggunakan rumus N-Gain = (skor posttest – skor pretest) dibagi dengan (skor maksimum – skor pretest), yang dilakukan dengan memberikan perlakuan kepada 40 peserta didik MA Al-Hasan Babakan Ciamis tahun ajaran 2018/2019 yang dijadikan sebagai sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling (teknik sampling acak sederhana), dimana pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa penggunaan metode l yaitu thitung sebesar 7,18 dan ttabel sebesar 1,68, (N-Gain 0,31), dan penggunaan metode 2 yaitu thitung sebesar 9,04 dan ttabel sebesar 1,68, (N-Gain 0,37), maka dapat kita ketahui bahwa penggunaan metode 2 lebih tinggi dibandingkan dengan metode 1, artinya perbedaan peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran inkuiri tipe discovery lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran inkuuiri tipe expsoitory pada pengukuran akhir (posttest)
PROFESIONALISME GURU MENUJU GURU KALBU
Profesionalisme”, adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmenya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas profesional melalui berbagai cara dan strategi. Ia akan selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna profesional. Sementara itu, guru kalbu merupakan derajat tertinggi dalam jenjang penampilan kinerja guru. Dalam kinerjanya, guru kalbu akan memancarkan sinar dan energi getar yang bersumber dari keyakinan agama, kebenaran, keharuan rasa, cinta kasih sayang, rendah hati, bersyukur, serta keterpaduan jiwa dan raga secara terintegrasi dan sinergitas
THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ SELF CONFIDENCE AND THEIR SPEAKING SKILL
The Corellation between Students’ Self Confidence and Their Speaking Skill. ( In the Second-Grade Students of English Education Department of STKIP Garut) This study was undertaken by the writer because most of English students often got dificulty in English speaking. Especialy in their confident to speak English. To have a good English speaking , the students are expected to be able to build,develop and show their confident to use English speaking in any opportunity. Besides that, through self confident the students costumize to use English as dailly Communication, it is important for the students to get more interaction and practices in English speak in order they can mastering English speaking skill well. This study was aimed at investigating the corellation between students’ self confidence and theirs’ speaking skill. It was intended not only to solve the students dificulties in speaking English, But also to answer the main question “ Is there a significant corellation between students’ self confidence and their speaking skill?”. The writer used the correlational method to find out and investigate whether there was a corellation or not between two variabels and how strong it is. The respondent , Sixty four students of the second grade of English Education Program of STKIP Garut were selected proporsionl stratified randomly. The study began by assigining the students to answer the self confidence questionaries, then the writer collect the students speaking score from first until third which have provided in English program office. Beside that, the writer clasified category for confidennce and took average speaking score from first until third to support the result of the data analysis. The instrument include two variabels: Students’ self confidence and average of speaking score list. To analyze the data, the writer used Pearson/Product Test formula to test the corellation and to test hypotesis. The result of the data analysis showed the coefficient corellation between two variabels is 0,007 (sig = 0,007). Based on this result, it could be concluded that there was a very significant corellation between students’ self confidence and their speaking skill. For this reason, the researcher purposed some recomendation for the teacher and the students of STKIP Garut. The students suggested that they should build, develop,force and show their confidence of practicies in speaking Englis
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual (CTL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pelajaran IPA Materi Jenis-Jenis Tanah Di Kelas V
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya nilai hasil belajar siswa pelajaran IPA pada pokok bahasan jenis-jenis tanah di SDI Al Azhar 8 Kembangan Jakarta Barat, hal ini ditunjukan dari hasil nilai ulangan harian yang diperoleh siswa kelas V, dari 31 siswa hanya 40% siswa yang dapat mencapai KKM yang ditentukan yaitu 50. Hal ini tidak sesuai dengan target yang diharapkan yaitu 80. Hal ini terjadi karena guru hanya mengunakan metode ceramah dan pemberian tugas sehingga diperoleh pembelajaran yang kurang efektif. Untuk pemecahan masalah ini peneliti menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA materi jenis-jenis tanah di kelas V. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA materi jenis-jenis tanah dikelas V. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & Mc. Taggart dengan 2 siklus 4 pertemuan, setiap siklusnya terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi) dan refleksi. Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) pada pembelajaran IPA menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, terlihat dari hasil rata-rata yang meningkat untuk setiap siklusnya mulai dari siklus I pertemuan 1 diperoleh rata-rata pretes 23,87, postes 47,09 dan N-Gain 30,23 siklus I P2 rata-rata pretes mencapai 26.45, postes 55.32 dan N-Gain 39.30, siklus II P1 rata-rata pretes mencapai 24.51, postes 67.41 dan N-Gain mencapai rata-rata 56.41,dan siklus II P2 mencapai rata-rata pretes 7.09, postes 82.9 dan rata-rata N-Gain mencapai 83.23. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA materi jenis-jenis tanah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ada beberapa saran yang hendak disampaikan, antara lain: (1) Dalam proses kegiatan belajar mengajar guru mampu mengkondisikan kelas, (2) Dalam menyampaikan materi pembelajaran seharusnya guru mampu mengatasinya dengan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran, dan (3) Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal sebaiknya guru dapat mengatasinya dengan menerapkan berbagai cara melalui pendekatan, metode, dan model pembelajaran dalam memperbaiki proses pembelajaran
Arias Learning Model With Jigsaw Type Cooperative Settings Against Learning Outcomes
Kegiatan pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas masih berpusat pada guru atau teacher based learning dan peserta didik kurang aktif, sehingga hasil belajar tidak maksimal sehingga guru dituntut untuk mengupayakan peningkatan hasil belajar dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yang menggunakan Model pembelajaran ARIAS dengan Seting Kooperatif tipe Jigsaw dari pengukuran awal (pretest) ke pengukuran akhir (posttest) dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 58,86 dan pada pengukuran akhir diperoleh nilai rata-rata sebesar 76 sehingga diperoleh selisih sebesar 17,14.; 2) Model pembelajaran ARIAS dengan Seting Kooperatif tipe Jigsaw lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan model pembelajaran konvensional, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen sebesar 76 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 72,14 sehingga diperoleh selisih sebesar 3,86
Enterprise Architecture Planning for College Information Systems using the TOGAF-ADM Framework and ISO 27001
The planning for the development of Information Systems and Technologyis carried out with themain goal of realizing the Vision and Mission of Higher Education. The Information System design frameworkused is TOGAF (The Open Group Architecture Framework) - ADM (Architecture Development Methode), in that frameworkconsistsof several steps of implementing a representative architectural design to beused in architectural design at the Toyota Indonesia Community Academy which focuseson Business, Data, Applications and Technology. For the information system security management system, TOGAF-ADM can collaboratewith ISO 27001:2013, wherewhen we plan the development of the enterprise information system architecture for universities, we must also focus on information system security in accordance with the information system security system contained in the ISO 27001 :2013. By using a combination framework between TOGAF-ADMand ISO 27001, it is very appropriate to be used as a method for planning Enterprise Architecture in Higher Education that prioritizes business, applicationsand technologyand adopts an information security management system from ISO 27001
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS V PADA MATERI BILANGAN HINGGA 100.000
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTKK) yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas V mata pelajaran matematika materi bilangan cacah sampai 100.000 melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Materi bilangan cacah merupakan materi dasar dalam mata pelajaran matematika dan sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan hal tersebut pemahaman peserta didik terhadap materi bilangan cacah menjadi hal yang sangat penting yang harus dikuasai oleh peserta didik. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, yang setiap siklus terdiri dari empat tahap yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kegiatan penelitian dilakukan di SD Negeri Tunggulsari II Surakarta pada tahun ajaran 2023/2024. Subjek dari penelitian ini ialah peserta didik kelas V yang terdiri dari 20 peserta didik. Data yang diperoleh berdasarkan hasil observasi dan tes. Berdasarkan kegiatan observasi guru menunjukkan persentase pada siklus I sebesar 77,25% dan mengalami kenaikan pada siklus II dengan persentase sebesar 86,50%. Sedangkan hasil observasi peserta didik menunjukkan persentase sebesar 74,25% pada siklus I dan mengalami kenaikan pada siklus II dengan persentase sebesar 83,50%. Untuk hasil belajar peserta didik pada siklus I memperoleh persentase sebesar 50% ketuntasan dan 50% belum tuntas. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 85% ketuntasan dan 15% belum tuntas. Berdasarkan hasil belajar dapat disimpulkan bahwa pemahaman peserta didik mengalami peningkatan dan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan model efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan bilangan cacah sampai dengan 100.00
DAMPAK POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA KELAS TINGGI DI SD MUHAMMDIYAH 3 GARUT KOTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pola asuh orang tua berpengaruh terhadap perilaku sosial siswa kelas tinggi di SD Muhammadiyah 3 Garut Kota. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan ex-post facto. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan angket kepada siswa. Teknik perhitungan menggunakan Ms.Excel dan SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku sosial siswa berada pada kategori tinggi, ini artinya perilaku sosial anak berada pada kategori baik hal ini dikarenakan pola asuh yang digunakan mayoritas demokratis. Terdapat pengaruh yang signifikan pada pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial siswa di SD Muhammadiyah 3 Garut Kota, ini dibuktikan bahwa thitung 4,751 > ttabel 1,993 yang dapat diartikan bahwa pola asuh orang tua berdampak positif yang signifikan terhadap perilaku sosial siswa. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya orang tua memilih cara mengasuh anak dengan tepat. Penerapan pola asuh yang tepat terhadap anak akan memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan perilaku sosial anak
Information System Audit Of Voter Data Using The Deliver, Service, And Support Domain Of The COBIT 5 Framework (Case Study: XYZ District Electoral Commission)
The General Election Commission (KPU) of XYZ Regency supports the existence of information systems and well-functioning IT within an organization, which can help achieve its goals and objectives. The Program and Data Subdivision at KPU XYZ Regency is one of the subdivisions that implements an Information System using the Voter Data System (Sidalih) to enhance the utilization of IT and assist in realizing targets and achieving objectives related to data management and operational services. Sidalih requires an audit to evaluate, measure the level of capability, and provide recommendations that have not yet been assessed for the current system. The audit standard to be used is the Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) 5, which aligns with Sidalih as the information system is currently operational. The results obtained from the Voter Data Information System, referring to the Deliver, Service, and Support (DSS) domain, indicate a capability level of 2, which is Managed Process, while the target level to be achieved is 3, which is Established Process. This is based on a gap analysis that broadly indicates the need to improve the capability level from the existing condition, focusing on enhancing activities with recommendations to maximize what is already functioning well and to carry out activities aimed at achieving the objectives