e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    CAMPUR KODE PADA PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PIDATO KENEGARAAN SIDANG TAHUNAN MPR RI PERIODE 2014-2019

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya penggunaan campur kode dalam pidatokenegaraan Presiden yang bertolak belakang dengan aturan penggunaan bahasa Indonesiayang baik dan benar, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 Pasal 5.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud campur kode dan (2)mendeskripsikan jenis campur kode pada pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalamsidang tahunan MPR RI periode 2014-2019, campur kode berwujud frasa dan jeniscampur kode ke luar lebih dominan digunakan. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan campur kode ditemukandalam wujud kata sebanyak 12 data, berwujud frasa sebanyak 53 data, berwujud bastersebanyak 2 data, dan campur kode berwujud idiom atau ungkapan sebanyak 5 data.Sementara itu, untuk jenis campur kode ke luar sebanyak 66 data dan 6 data campur kodeke dalam. Dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan campur kode lebih banyakditemukan pada bentuk frase

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SILABA PADA SISWA KELAS 5 YANG BERKESULITAN MEMBACA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektif tidaknya metode silaba dalammeningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas 5 yang berkesulitanmembaca. Metode penelitian menggunakan pre-experimental design, desain onegroup pretest posttest design. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas 5, sampel yangditetapkan 6 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu tes lisan. Teknik pengolahan datadilakukan dengan uji statistika yaitu uji liliefors dan uji Binomial. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa metode silaba dapat menjadi alternatif yang efektif dalammengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas 5. Berdasarkan Uji Binomialdiperoleh P (X≤0) = 2 (0, 0156) = 0, 0312 , karena 0,0312< 0,05 maka H0 ditolak danhipotesis alternative diterima artinya terdapat Pengaruh metode silaba terhadappeningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 5 yang berkesulitanmembaca

    Korelasi Antara Hasil Belajar Bahasa Indonesia dengan Kemampuan Literasi Siswa Kelas VII SMPN 1 Garut Tahun Pelajaran 2022/2023

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hasil belajar bahasa Indonesia dengankemampuan literasi siswa kelas VII SMPN 1 Garut. Metode penelitian yang digunakanadalah kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Data dikumpulkanmelalui tes membaca pemahaman dan dokumentasi hasil belajar siswa. Populasi penelitianini terdiri dari 40 siswa dengan sampel sebanyak 21 siswa yang dipilih menggunakan metoderandom sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman menunjukkannilai signifikansi (sig) sebesar 0,128 lebih besar dari alpha 0,05. Hasil tersebut menunjukkanbahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hasil belajar dengan kemampuanliterasi siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan thitung (1,86) lebih kecil dari ttabel (2,0930).Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) diterima. Sehingga dapat disimpulkan hasil penelitian inimenunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hasil belajar bahasaIndonesia dengan kemampuan literasi siswa Kelas VII di SMPN 1 Garut

    Pengaruh media pembelajaran aplikasi powtoon terhadap minat dan hasil belajar peserta didik

    No full text
    Powtoon Learning Media is a web-based application that allows users to easily and quickly create animated presentations, helping students better understand mathematics material. The objectives of this study are: To determine whether there is an influence of interest in learning mathematics using Powtoon learning media; To determine whether there is an influence on mathematics learning outcomes using Powtoon learning media; and To determine whether there is an influence of both interest and learning outcomes in mathematics using Powtoon learning media. This research is a quasi-experimental design study with a quantitative approach. The research design used is the posttest-only control design. In this design, the sample was taken using convenience sampling, with both the experimental and control groups consisting of 34 students each. The population of this study is the seventh-grade students of MTsN 1 Jombang for the 2023/2024 academic year. The data collection methods used are tests and questionnaires. The instruments in this study are essay-type test sheets and closed-ended questionnaires for learning interests. The hypothesis testing in this study uses the independent sample t-test and MANOVA. The results of the study indicate that the calculations from the independent sample t-test and MANOVA show: A significance of 0.000<0.05, indicating a significant influence of the use of Powtoon learning media on the interest in learning of seventh-grade students at MTsN 1 Jombang; A significance of 0.001<0.05, indicating a significant influence of the use of Powtoon learning media on the learning outcomes of seventh-grade students at MTsN 1 Jombang; and A significance of 0.000<0.05, indicating a significant influence of the use of Powtoon learning media on both the interest in learning and learning outcomes of seventh-grade students at MTsN 1 Jombang. Media pembelajaran powtoon merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang memungkinkan penggunanya untuk membuat presentasi animasi dengan mudah dan cepat, serta lebih membantu peserta didik paham dalam materi tentang matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh minat belajar matematika dengan media pembelajaran powtoon; untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil belajar matematika dengan media pembelajaran powtoon; dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh minat dan hasil belajar matematika dengan media pembelajaran powtoon. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental design atau penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang akan digunakan adalah posttest-only control design. Pada desain ini pengambilan sampelnya baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol yang sama-sama berjumlah 34 peserta didik menggunakan pengambilan sampel mudah (convenience sampling). Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VII MTsN 1 Jombang Tahun Ajaran 2023/2024. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan metode angket. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar tes dengan jenis tes essay dan angket minat belajar dengan jenis angket tertutup. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji independent sampel t-test dan manova. Hasil penelitian menunjukkan pada perhitungan uji independent sampel t-test dan manova. diperoleh: Signifikasi sebesar 0,000<0,05, sehingga ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran powtoon terhadap minat belajar peserta didik kelas VII di MTsN 1 Jombang; Signifikasi sebesar 0,001<0,05, sehingga ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran powtoon terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII di MTsN 1 Jombang; dan Signifikasi sebesar 0,000<0,05, sehingga ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran powtoon terhadap minat dan hasil belajar peserta didik kelas VII di MTsN 1 Jombang

    Pengembangan e-lkpd pendekatan pmri pada kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas vii

    No full text
    Proficiency in problem-solving is a prerequisite for students. E-LKPD in the learning process is thought to enhance problem-solving skills. The PMRI approach, which is closely connected to students\u27 lives, enhances the learning process by facilitating comprehension. The objective of this study is to create and assess the quality of an electronic learning module (E-LKPD) that utilizes the PMRI approach for teaching social arithmetic to enhance the problem-solving skills of junior high school students. The module is designed to be valid, practical, and effective. The research methods employed encompass development research. The development model employs the ADDIE framework, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study employed methods of observation, interview questionnaires, and documentation. This study specifically examines a group of 27 students who attend SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. The study\u27s findings demonstrate that the E-LKPD, developed using the ADDIE stage, possesses high quality, validity, practicality, and effectiveness. The PMRI-based E-LKPD was deemed valid by material experts and media experts, receiving average scores of 3.00 and 3.50, respectively. It was also found to be practical based on the average responses of students and teachers, with average scores of 3.03 and 3.80, respectively. The implementation of teacher and student learning was highly rated, with a percentage of 97% for both. Furthermore, the effectiveness of E-LKPD was confirmed through the problem-solving ability test, which yielded an average score of 78.40 and a completion rate of 78%. Pemecahan masalah merupakan kemampuan yang harus dimiliki peserta didik. E-LKPD dalam pembelajaran dirasa mampu untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Dengan menggunakan pendekatan PMRI yang berkaitan erat dengan kehidupan peserta didik mampu mempermudah proses pemahaman dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kualitas E-LKPD dengan pendekatan PMRI pada materi aritmatika sosial untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik SMP yang dapat dikatakan valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan meliputi penelitian pengembangan. Model pengembangan menggunakan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Implementation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, angket wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah 27 peserta didik SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Kualitas E-LKPD berbasis PMRI dinyatakan valid oleh ahli materi dan ahli media dengan skor rata-rata 3,00 dan 3,50 dinyatakan praktis berdasarkan rata-rata angket respon kepraktisan peserta didik dan guru dengan rata-rata 3,03 dan 3,80 serta pelaksanaan pembelajaran guru dan peserta didik yang dinyatakan sangat baik dengan persentase 97% dan 97%. Selain itu E-LKPD juga dinyatakan efektif berdasarkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah dengan skor rata-rata 78,40 dengan persentase ketuntasan 78%

    Students\u27 errors in solving mathematical story problems based on Polya\u27s solution steps

    No full text
    When given math problems in the form of story problems, many students make mistakes when solving them. This study aims to determine the location of student’s mistakes in solving math story problems based on Polya solving steps. This type of research used in this research is descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study were 3 students from class X in Neglasari Village, Kadungora District, Garut Regency. Data collection procedures through interview tests and field notes. The stages of data analysis are data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the study, it showed that the errors of students at the stage of understanding the problem were 26%, errors at the planning stage of the completion plan were 7%, errors at the stage of completing the plan were 26%, and errors at the re-checking stage were 36%, These errors included not writing or being wrong in writing down what is known and asked, being unable to make mathematical models, being wrong in calculations, not writing conclutions and not checking answers. Pada saat diberikan persoalan matematika dalam bentuk soal cerita, banyak siswa yang melakukan kesalahan pada saat menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui letak kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan langkah penyelesaian Polya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Subjek penelitian ini adalah 3 orang siswa dari kelas X yang ada di Desa Neglasari Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut. Prosedur pengumpulan data melalui tes, wawancara, dan catatan lapangan. Tahap-tahap analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kesalahan siswa pada tahap memahami masalah sebesar 26%, kesalahan pada tahap merencanakan rencana penyelesaian sebesar 7%, kesalahan pada tahap menyelesaikan rencana sebesar 26%, kesalahan pada tahap memeriksa kembali sebesar 39%. Kesalahan-kesalahan tersebut meliputi: tidak menuliskan atau keliru dalam menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, tidak mampu membuat model matematika, keliru dalam perhitungan, tidak menulis kesimpulan, dan tidak memeriksa kembali jawaban

    ANALISIS PERMASALAHAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PPKN DALAM MENGIKUTI PRAKTIK PEMAHAMAN HUKUM

    Get PDF
    Pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia pada umumnya. Pendidikan mampu memberantas suatu kebodohan dan juga mampu menjunjung martabat manusia sebagi makhluk yang dianugerahi sebuah akal yang sehat serta fisik yang sempurna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa program studi PPKN dalam mengikuti praktik pemahaman hukum di Pengadilan Negeri Bojonegoro. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek penelitian yaitu mahasiswa program studi P PPKN semester lima.Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis permasalahan mahasiswa program studi PPKN dalam mengikuti praktik pemahaman hukum di pengadilan negeri Bojonegoroadalah kurang lengkapnya pembekalan, informasi yang kurang jelas terkait waktu pelaksanaan, Penyusunan proposal praktik pemahaman hukum,tetap aktif meski ditengah pandemi covid-19, peran dosen pembimbing yang kurang maksimal, jarak tempuh yang jauh, penyusunan laporan praktik pemahaman hukum

    Application of Jigsaw Type Cooperative Learning as a Form of Application of ANEKA Values ​​in the Teaching and Learning Process

    No full text
    The aim of this research is to find out the basic values ​​that lecturers must have and understand as State Civil Servants and to actualize the basic values ​​of ASN through the use of the jigsaw learning method. Through this habituation activity, it is hoped that it can become a benchmark for success in improving public services. There are 6 supporting activities chosen to complete the selected core issue, namely creating and packaging learning plans that focus on student activity. deliver learning material using the Jigsaw type cooperative learning model, compose questions in varied forms, carry out formative evaluations, check student exam/test results, and carry out analysis of student exam/test results. The research findings are that the actualization of ANEKA values ​​that has been implemented has succeeded in motivating and increasing students\u27 understanding and activeness with innovative learning models in the Basic Occupational Health and Safety course. This increase in understanding can be seen from the results of evaluation tests in participating in learning during actualization and increasing student activity during learning time. By analyzing the evaluation results, it was found that students\u27 learning completeness was rated as very good at 35%, good at 50%, and quite good at 15%

    UTILIZATION OF MOBILE LEARNING MEDIA AS A CIVICS LEARNING RESOURCE IN IMPROVING UNDERSTANDING OF TEACHING MATERIALS

    Get PDF
    PKn is one of the subjects that are still considered saturated, less interested so that it affects the level of understanding of the teaching material. It needs a touch of technology as a supporting capacity so that PKn learning is more interesting and easier to understand. The use of Mobile learning media is considered effective to convey the message of PKn learning in order to improve understanding of teaching materials. It needs research on (1) how the use of media as a source of learning civics, (2) how the understanding of students in learning civics, (3) how the use of mobile learning media as a source of learning civics can improve understanding of teaching materials. From the analysis of hypothesis test data. There is a significant increase, the use of mobile learning media as a source of learning for Civics in improving understanding of teaching materials. Correlation coefficient test has a significant relationship with (r) = 0.773, the degree of relationship between the two variables “strong”, coefficient of determination (d) = 77%, the remaining 23% is influenced by other variables. The results of the study concluded that, mobile learning media as a source of Pkn learning, can improve understanding of teaching materials. The study was conducted on XII grade students at SMAN 29 Garut. The recommendation of the research is expected that teachers can utilize various learning media to improve students \u27 understanding of teaching materials

    PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR

    Get PDF
    The current learning process needs to develop all the potential of students in terms of attitudes, knowledge and skills, so that they are expected to be able to participate in facing various demands of the times in social, national and state life. In reality, there are still many monotonous learning processes found, lack of student learning participation which has implications for the low learning outcomes obtained. This research aims to determine the application of the cooperative-based Discovery Learning Model in increasing student learning participation. The Discovery Learning model is one of the models developed in 21st century learning. Because with a scientific approach students are trained to observe various stimuli, identify problems, search for information themselves, process information, prove information through presentations and formulate generalizations or conclusions. This research method uses the Classroom Action Research method with the Lewin model which is carried out in two cycles, describing the process of implementing the cooperative-based Discovery Learning model in increasing student learning participation. The research results show that the cooperative-based Discovery Learning Model can increase student learning participation both individually and in groups from cycle I to cycle II. Likewise, the average posttest score increased from cycle I to cycle II. This has implications for improving learning outcomes

    643

    full texts

    2,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇