e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
TRAINING KETERAMPILAN SOSIAL PADA PEMBELAJARAN IPS BERFOKUS EFIKASI DIRI SISWA
Model training keterampilan sosial dapat meningkatkan efikasi diri siswa di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Ciamis. Model training yang digunakan melalui; (a) sistem modelling, dilakukan dengan cara memperlihatkan contoh tentang ketrampilan berperilaku yang spesifik, (b) bermain peran, dilakukan dengan cara mendengarkan petunjuk yang disajikan model atau melalui video, (c) umpan balik terhadap kinerja yang tepat, yang dilakukan dengan cara memberi pengukuh terhadap peserta yang menunjukkan kinerja yang tepat. Setelah dilakukannya model training ini dapat 1)meningkatnya kecakapan dalam keterampilan sosial; 2) siswa aktif bertanya kepada guru ketika ada mata pelajaran yang tidak dimengerti, memahami dan mengatur emosi diri maupun orang lain (kontrol emosi), 3) siswa merespon orang lain dan mengarahkan tindakan sosial (sikap sosial), 4) interaksi dan berkomunikasi siswa secara verbal maupun non verbal (komunikasi) dengan individu dan kelompok lainnya sehingga membentuk siswa menjadi trampil berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, baik dalam hubungan formal maupun informal, 5) siswa bertanggung jawab atas tindakan (tanggung jawab) dan, 6) siswa lebih memperhatikan orang lain (peduli)
Penerapan Model Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Materi Perpindahan Energi Panas Dan Listrik
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).Beranjak dari hal tersebut maka permasalahan yang dicoba diatasi melalui penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran cooperative learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa sehingga pembelajaran bermakna bagi siswa.Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sebanyak 30 orang siswa Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018.Penelitian dilakukan dalam dua siklus 4 pertemuan. Siklus pertama dan kedua terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan observasi, refleksi dan tindak lanjut. Data penelitian diperoleh melalui observasi, tes, diskusi dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data hasil penelitian dianalisis, diolah, dideskripsikan, didiskusikan dan dikaji ulang bersama-sama guru mitra, kemudian direfleksi sebagai bahan pertimbangan pada tindakan selanjutnya.Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar siswa tentang sumber daya alam melalui pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA di kelas IV dapat meningkat dengan baik. Siklus I Pertemuan 1 sebesar 61,33 dengan ketuntasan belajar 63,33%. Siklus I Pertemuan 2 sebesar 64,28 dengan ketuntasan belajar 76,67%. Siklus II Pertemuan 1 sebesar 79 dengan ketuntasan belajar 86,67%. Dan Siklus II Pertemuan 2 sebesar 85,71 dengan ketuntasan belajar 96,67%
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN VARIASI MODEL CAROUSELL FEEDBACK PADA PEMBELAJARAN PPKn
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran PPKn dengan menggunakan model Discovery Learning dengan variasi Carousell Feedback dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi Persatuan dalam Keberagaman Bangsa Indonesia di Kelas IX – B SMP Negeri 17 Tasikmalaya tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis and Taggart, dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Tahapan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas peserta didik. Hasil analisis terhadap data yang diperoleh bahwa aktivitas peserta didik pada pra tindakan sebesar 25%% menjadi 100% pada siklus II, berarti terjadi peningkatan aktivitas belajar peserta didik sebesar 75%. Rerata hasil belajar meningkat dari 72,38 di siklus I menjadi 84,38 pada siklus II. Presentasi ketuntasan belajar meningkat dari 15,63% pada pra tindakan menjadi 96,88% pada siklus II, berarti terjadi peningkatan sebesar 81,25%. Dari data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning dengan variasi model carousell feedback efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi Persatuan dalam keragaman SARA dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika pada peserta didik kelas IX – B SMP Negeri 17 Tasikmalaya
Analisis Keragaman Jenis Lamun (Seagrass) di Pantai Cibako
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, tingkat keragaman, kerapatan dan kerimbunan jenis lamun yang ada di Pantai Cibako. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel lokasi penelitian dilakukan secara pemetaan transek garis dengan menggunakan teknik transek kuadrat. Metode perhitungan data yang digunakan adalah rumus keanekaragaman dari Shannon-Winner. Hasil penelitian diperoleh 2 jenis tumbuhan lamun yaitu Cymodocea rotundata dan Thalassia hemprichii yang berada di Pantai Cibako Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan rumus keanekaragaman Shannon-Winner dan diperoleh hasil 0,26 artinya keragaman tumbuhan lamun di Pantai Cibako Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut termasuk pada tingkat sedikit atau rendah karena berkisar 0,22-0,30. Sedangkan untuk kerapatan data hasil penelitian di analisis dengan menggunakan rumus kerapatan jenis Braun-Blanquet dan diperoleh hasil 2,33 artinya kerapatan tumbuhan lamun di Pantai Cibako Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut jarang karena hanya berkisar 10%-24%. 
Improving Students\u27 Metacognition Skills through Mathematics Learning Based on Realistic Mathematics Education
Metakognisi sangat penting namun dalam realitanya belum sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan modul pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif serta untuk mengetahui metakognisi siswa pada materi Aljabar menggunakan modul matematika berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang telah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D (Research and Development). Partisipan pada penelitian ini adalah 2 kelas pada sekolah menengah pertama (SMP) dimana masing-masing kelas akan menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek yang digunakan pada kelas eksperimen sebanyak 31 orang dan subjek pada kelas kontrol sebanyak 32 orang. Penelitian pengembangan pada penelitian ini menggunakan model Four-D (4D) yang memiliki empat tahapan meliputi pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul matematika yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif serta siswa yang menggunakan modul matematika berbasis RME mempunyai metakognisi lebih baik daripada siswa yang menggunakan buku teks matematika yang disediakan oleh sekolah. Temuan dari penelitian ini dapat dijadikan landasan dalam merancang bahan ajar yang relevan.
Metacognition is very important, but in reality, it is not in accordance with expectations. The purpose of this research is to produce valid, practical, and effective learning modules and to determine students\u27 metacognition in Algebra material using the Realistic Mathematics Education (RME)-based mathematics module that has been developed. This research uses the R&D (Research and Development) research method. Participants in this study are 2 classes in junior high school (SMP) where each class will be an experimental class and a control class. The subjects used in the experimental class were 31 people and the subjects in the control class were 32 people. The development research in this study uses the Four-D (4D) model which has four stages including definition, design, development, and deployment. The results of this study show that the mathematics modules developed are valid, practical, and effective and students who use RME-based mathematics modules have better metacognition than students who use mathematics textbooks provided by schools. The findings of this study can be used as a basis for designing relevant teaching materials
Conceptual Knowledge through Instruction Interactive Teaching Materials Integrated Augmented Reality
Konsep luas permukaan dan volume 3D merupakan salah satu konsep penting untuk membangun pengetahuan matematis lainnya yang lebih aplikatif. Namun, siswa kesulitan dalam memahami konsep tersebut. Perlu adanya teknologi yang dapat membantu siswa, misalnya Augmented Reality (AR). Penelitian ini bertujuan mengungkap peningkatan pemahaman konsep luas permukaan dan volume prisma melalui Instruction Interactive teaching materials integrated Augmented reality (I-ITMIAR). Desain penelitian yaitu exploratory case study terhadap 32 siswa dan satu guru matematika di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Indramayu. Data penelitian diperoleh dari wawancara, observasi, dan tes. Data dianalisis secara kualtiatif menggunakan analisis konten dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan AR memberikan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geometri, khususnya luas permukaan dan volume prisma. Melalui visualisasi tiga dimensi yang dihasilkan, siswa dapat melihat dan berinteraksi dengan model prisma secara real-time. Penggunaan AR dapat menjadi alat bantu efektif umeningkatkan pemahaman konsep.
The concept of 3D surface area and volume is one of the important concepts for building other more applicable mathematical knowledge. However, students have difficulty in understanding the concept. There needs to be technology that can help students, such as Augmented Reality (AR). This study aims to reveal the increase in understanding of the concept of surface area and volume of prisms through Instruction Interactive teaching materials integrated Augmented reality (I-ITMIAR). The research design is an exploratory case study of 32 students and one mathematics teacher at a junior high school in Indramayu Regency. Research data were obtained from interviews, observations, and tests. Data were analyzed qualitatively using content analysis and descriptive statistics. The results showed that the use of AR provided a significant increase in students\u27 understanding of geometric concepts, especially the surface area and volume of prisms. Through the resulting three-dimensional visualization, students can see and interact with the prism model in real-time. The use of AR can be an effective tool to improve conceptual understanding
THE EFFECT OF USE OF ICE BREAKING IN CIVICS LEARNING TO INCREASE STUDENTS\u27 LEARNING MOTIVATION
Ice Breaking berupa kegiatan belajar yang dinamis dan menarik serta bisa memicu kembali motivasi belajar siswa dan menghadirkan situasi belajar yang lebih menyenangkan. Tujuan pengkajian ini ialah supaya mampu menjumpai efektivitas dari pengaplikasian Ice Breaking dalam pembelajaran PPKn supaya mampu mengoptimalkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X. Teknik sampel pada penelitian ini mengambil dua kelas, yaitu satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh dari penerapan Ice Breaking dalam mata pelajaran PPKn untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dilihat dengan hasil perolehan Uji Paired Sample T Test sebesar 0,000 < 0,05 dan Uji Independent Sample T Test sebesar 0,000 < 0,05. Penting bagi guru supaya mampu memahami suatu istilah yang diaplikasikan dalam progres pembelajaran agar progres pembelajaran di kelas searah dengan tujuan pembelajaran. Motivasi belajar siswa tereskalasidan kualitas progres pembelajaran juga bisa meningkat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Ice Breaking dalam pembelajaran PPKn dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
ANALISIS KAJIAN SOSIOLOGI PADA NOVEL KAMBING DAN HUJAN KARYA MAHFUD IKHWAN
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis novel “Kambing dan Hujan” karya Mahfud Ikhwanmelalui perspektif kajian sosiologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Fokus utamadari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi representasi sosial, politik, dan agamadalam novel serta dampaknya terhadap interaksi antarkarakter. Novel ini mengisahkankonflik keluarga yang bermula dari perbedaan ideologi dan perbedaan keagamaan antaradua daerah yang bertetangga, kemudian berdampak pada hubungan asmara antara Mif danFauzia, sepasang kekasih dari latar belakang berbeda. Dengan menggunakan teori konfliksosial, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konflik dan prasangka sosial terbangun,dipertahankan, dan dimediasi melalui sikap toleransi serta rekonsiliasi personal. Analisismenemukan bahwa novel ini mencerminkan realitas sosial di Indonesia yang plural, namunsarat dengan popularisasi ideology dan agama. Secara keseluruhan, karya inimemperlihatkan potret hubungan sosial yang kompleks dalam masyarakat, di manaperbedaan menjadi sumber ketegangan namun juga peluang untuk menemukankeharmonisasian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajiansosiologi sastra serta memperluas wawasan tentang dinamika sosial dan kebangsaan dalamkonteks Indonesia
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA PADA NOVEL DAWUK KISAH KELABU DARI RUMBUK RANDU KARYA MAHFUD IKHWAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui definisi psikologi sastra serta mendeskripsikanpsikologi para tokoh pada novel Dawuk karya Mahfud Ikhwan. Metode yang digunakanadalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan psikologi sastraberdasarkan teori Sigmun Freud. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalahkepustakaan. Sesuai metode yang digunakan, sumber datanya yaitu novel Dawuk, databerbentuk kalimat, frasa dan kata. Pengertian Psikologi sastra meliputi konsep yangmembangun karya sastra dari psikologi tokoh. Sinopsis novel Dawuk karya Mahfud ikhwanmeliputi ringkasan novel dari awal hingga akhir. Konsep psikologi sastra berdasarkan teoriSigmun Freud yang terdapat pada novel dawuk karya mahfud ikhwan yaitu id, meliputikepribadian yang berisi naluri dasar dan dorongan insting. Ego merupakan mediator antaraide dan realita.serta Superego meliputi nilai-nilai serta aturan dalam masyarakat
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PROGRAM POWERPOINT TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR
Proses belajar mengajar dengan menggunakan media yang menyenangkan pada pembelajaran seperti program powerpoint dapat meningkatkan motivasi dan hasil pembelajaran siswa. Namun kenyataannya di Sekolah Dasar, pemanfaatan media pembelajaran program powerpoint belum digunakan secara maksimal, khususnya oleh guru-guru di SDN Cisompet 1 Garut. Kemudian permasalahan tersebut dapat merumuskan: 1.Bagaimanakah peningkatan motivasi belajar siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran program Powerpoint? 2.Bagaimana peningkatan motivasi belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran program Powerpoint? 3. Apakah terdapat perbedaan peningkatan motivasi belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran program Powerpoint dengan yang tidak menggunakan media pembelajaran program Powerpoint? 4. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran program Powerpoint? 5. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran program Powerpoint? 6. Apakah terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran program Powerpoint dengan yang tidak menggunakan media pembelajaran program Powerpoint? Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Desain penelitian kontrol dengan prates dan pascates. Populasi dan sampel dalam penelitian ini siswa kelas IV SDN Cisompet 1 Garut. Hasil penelitian disimpulkan : 1. Kelas yang tidak menggunakan media pembelajaran program powerpoint, peningkatan motivasi belajarnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. 2. Kelas yang menggunakan media pembelajaran program powerpoint, peningkatan motivasi belajarnya mengalami perubahan yang signifikan. 3. Perbedaan peningkatan motivasi belajar siswa antara kelas kelas kontrol dengan kelas eksperimen adalah bahwa kelas eksperimen memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dari kelas kontrol. 4. Kelas yang tidak menggunakan media pembelajaran program powerpoint, peningkatan hasil belajarnya mengalami perubahan yang signifikan. 5. Kelas yang menggunakan media pembelajaran program powerpoint, peningkatan hasil belajarnya mengalami perubahan yang signifikan. 6. Perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelas kontrol dengan kelas eksperimen adalah bahwa kelas kontrol mengalami peningkatan yang signifikan sedangkan kelas eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan dan efektif.The process of teaching and learning by using pleasant media on learning such as powerpoint programs can increase student motivation and learning outcomes. But in reality in elementary school, the use of powerpoint program learning media has not been used optimally, especially by teachers at SDN Cisompet 1 Garut. Then the problem can be formulated: 1. How is the increased learning motivation of students who do not use Powerpoint program learning media? 2. How to improve student learning motivation using Powerpoint program learning media? 3. Are there differences in the improvement of students\u27 learning motivation using Powerpoint program learning media with those who do not use Powerpoint program learning media? 4. How to improve student learning outcomes that do not use learning media Powerpoint program? 5. How to improve student learning outcomes using Powerpoint program learning media? 6. Are there differences in student learning outcomes that use Powerpoint program learning media with those who do not use Powerpoint program learning media? The method used in this research is experimental method. Design research controls with prates and pascates. The population and sample in this study were the fourth grade students of SDN Cisompet 1 Garut. The results of the study concluded: 1. Classes that did not use powerpoint program learning media, increased learning motivation did not experience significant changes. 2. Classes that use powerpoint program learning media, increasing their learning motivation experience significant changes. 3. The difference in increasing student learning motivation between the control class and the experimental class is that the experimental class has a higher learning motivation than the control class. 4. Classes that do not use powerpoint program learning media, increasing learning outcomes experience significant changes. 5. Classes that use powerpoint program learning media, improving learning outcomes experience significant changes. 6. The difference in increasing learning outcomes of control class students with the experimental class is that the control class has a significant increase while the experimental class has a significant and effective improvement