e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJELASKAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI TAKIR DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH BABAT LAMONGAN
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menjelaskan guru dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SD melalui strategi Takir. Prosedur PTK ini meliputi dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Babat Kabupaten Lamongan. Subyek penelitian 2 orang guru SD dengan jumlah peserta siswa VA sejumlah 15 anak dan kelas VB sejumlah 20 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatkan kemampuan menjelaskan melalui strategi Takir. Hasil peningkatan kemampuan menjelaskan mengalami peningkatan dari kondisi rerata awal 66,71, siklus I 76,06 dan siklus II 80,01. Sehingga ada peningkatan 3,95. Sedangkan peningkatan ketercapaian ketuntasan pada kondisi awal 40,00, siklus I 82,35, dan siklus II 94,19 sehingga ada peningkatan ketercapaian 11,84
Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Penerapan Beberapa Model Pembelajaran
Penelitian ini berjudul “Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Penerapan Beberapa Model Pembelajaran”. Bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa pada penerapan beberapa modelpembelajaran. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah studi literatur yang menggunakan metode deskriptif dari hasil penelitian yang dipublikasikanpada tahun 2015-2019, dan menggunakan database Google Scholar. Beberapa model pembelajaran yangdapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa terdapat empat model pembelajaranyaitu: model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan metodepraktikum dan demonstrasi multimedia interaktif (MMI), model inquiry terbimbing, learning cycle 5E,dan model inquiry. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada penerapan beberapa modelpembelajaran bahwa keempat model pembelajaran tersebut efektif digunakan pada saat proses pembelajaranberlangsung dan meningkatkan kemampuan literasi sains sisw
Indeks Ekologi Gastropoda sebagai Bioindikator Tingkat Pencemaran Air Tawar Situ Bangendit
Beberapa aktivitas masyarakat disekitar perairan situ secara langsung maupun tidak langsung dapatberdampak terhadap kualitas perairan sungai diantaranya dapat mempengaruhi faktor-faktor biotik danabiotik yang mengakibatkan rusaknya ekosistem di perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui indeks ekologi gastropoda sebagai bioindikator pencemaran air yang terdapat di EkowisaSitu Bagendit pada bulan April – Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif denganpendekatan kualitatif, metode pengumpulan data dan metode penentuan stasiun dengan purposive samplingmethod terhadap 10 stasiun. Sampel yang diambil meliputi pengukuran parameter biotik (gastropoda) sertaabiotik. Hasil pengukuran parameter biotik penelitian menunjukkan famili dari tiga stasiun berjumlah5 famili diantaranya famili Thiaridae, famili Ampullariidae, famili Viviparidae, Lymnaeidae dan FamiliLittorinidae, dan terdiri dari 16 spesies dengan total 1495 individu. Rata-rata nilai indeks keanekaragamanadalah 1,6860 termasuk kategori sedang, kenekaragaman tertinggi adalah spesies Melanoides formensis(0,3570) dan terendah adalah, spesies Thiara rufis (0,0044). Rata-rata nilai indeks kelimpahan adalah,100,6091 termasuk kategori sangat banyak, nilai kelimpahan tertinggi pada spesies Melanoides formosensis(28,2274) dan terendah pada spesies Thiara rufis (0,01). Rata-rata nilai indeks dominansi adalah, 0,1852termasuk kategori rendah nilai dominansi tertinggi pada spesies Melanoides formosensis (0,0796) dominansiterendah pada spesies Thiara rufis (0). Rata-rata nilai indeks kemerataan adalah, 28,5078 termasuk kategoristabil, nilai kemerataan tertinggi pada spesies Pomaceae maculata (3,5338) dan Lymnea Rubiginosa (3,5338)terendah pada spesies Thiara rufis (0). Rata-rata nilai indeks kepadatan adalah, 149,5 termasuk kategoritinggi, nilai kepadatan tertinggi pada spesies Melanoides formenssis (42,2) terendah pada spesies Thiararufis (0,1)
PENGARUH MEDIA VIDEO DEMONSTRASI PEMBEDAHAN HEWAN TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH STRUKTUR HEWAN DI PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI IPI GARUT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaanmedia video demonstrasi pembedahan hewan terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah struktur hewan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengandesain penelitian nonequivalen control group design. Pada kelas eksperimen rata-rata pre- test 38,55 dan kelas kontrol 48,55. Pada kelas eksperimen rata-rata post-test 73,39 dankelas kontrol 68,06. Berdasarkan hasil analisis data hasil uji Mann Whitney dengan tafsignifikan 95% diperoleh nilai Z hitung sebesar – 3,63 dan Z tabel sebesar 1,96. Hal inimenunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media videodemonstrasi pembedahan hewan terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliahstruktur hewan
The role of PHET-based virtual laboratories on primary student motivation and conceptual understanding in the Energy Transformation concepts
This research was conducted based on the importance of motivation and understanding of concepts at the elementary school level. Learning with a PhET-based virtual laboratory is an innovative approach in science education that can help visualize abstract concepts. A quantitative descriptive method was chosen for this study, with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of fourth-grade students from public primary schools in Indonesia. The instruments used in this study were observation guidelines, questionnaires, and test questions. The results showed that the implementation of PhET-based virtual laboratory learning received an average score of 97.77%, which is considered very good. Motivation after learning with the PhET-based virtual laboratory had an average score of 71%, indicating a good level. Students\u27 conceptual understanding increased after the implementation of PhET-based virtual laboratory learning, with the average pretest score rising from 55.8% to a posttest score of 77.2%
ANALISIS NILAI MORAL DAN RELIGI DALAM NOVEL ‘‘CINTA DALAM 99 NAMAMU’’ KARYA ASMA NADIA
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui nilaimoral yang terkandung dalam novel” Cinta Dalam 99 Nama-Mu’ Karya AsmaraniRosalba.Asma Nadia. (2)Untuk mengetahui nilai religi yang terkandung dalamnovel” Cinta Dalam 99 Nama-Mu’ Karya Asmarani Rosalba. Asma Nadia.(3)Untukmengetahui layak novel” Cinta Dalam 99 Nama-Mu’ Karya Asmarani Rosalba.Asma Nadia sebagai upaya pemilihan bahan pembelajaran sastra di SMA. Metodedan teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dananalisis kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah novel”Cinta Dalam 99 Nama-Mu’ Karya Asmarani Rosalba. Asma Nadia. Adapun yangmenjadi data objek dalam penelitian ini adalah nilai moral yang mencakup nilaikasih sayang dan nilai tanggung jawab, nilai religi yang mencakup nilai nilaikesabaran dan nilai ketawakalan, kemudian kelayakan novel dengan bahanpembelajaran sastra. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik dokomentasidan studi kepustakaan. Hasil analisis dan kesimpulan menunjukan bahwa novel”Cinta Dalam 99 Nama-Mu’ Karya Asmarani Rosalba. Asma Nadia mengandungnilai moral ada dua puluh satu dan nilai religi ada dua puluh lima. Nilai-nilaitersebut yang mencakup nilai kasih sayang ada dua puluh lima dan nilai tanggungjawab ada dua puluh satu kesabaran dan ketawakalan. Dilihat dari segi bahasa yangmudah dipahami, dari segi psikologi sesuai dengan tingkat mental siswa dan latarbudaya yang digambarkan pengarang sebagian besar beragama Islam dan latartempatnya menggambarkan budaya Indonesia yaitu di Yogyakarta
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL SPEED READING DAN MODEL SKIMMING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT
Penelitian ini bertitik tolok pada rendahnya kemampuan membaca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas model speed reading dan model skimming dalam meningkatkan pembelajaran membaca cepat teksnonsastra pada siswa kelas VII MTs- SA Nurul Falah Bungbulang. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif denganpendekatan kuasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group. Hasil daripenelitian ini yaitu ;(1) Model speed reading terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pembelajaran membaca cepatteks nonsastra. Model skimming terbukti kurang efektif dalam meningkatkan pembelajaran membaca cepat teksnonsastra. Hal ini menunjukan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca cepat antara siswayang mengikuti pembelajaran menggunakan model speed reading dengan siswa yang menggunakan model skimming.Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata tes akhir kelompok eksperimen 308,35 sedangkan rata-rata tes akhir kelompokkontrol 177,65 dengan selisih 130,7. Artinya model pembelajaran lebih efektif digunakan dalam pembelajaranmembaca cepat ini. Diharapkan para guru terus melatih siswa membaca, karena keterampilan membaca merupakankunci dalam kehidupan
PRINSIP KERJA SAMA PADA PERCAKAPAN ACARA MATA NAJWA DALAM CHANNEL YOUTOBE NAJWA SHIHAB EDISI JANUARI 2021
Masalah penelitian ini menitikberatkan pada kajian tentang pematuhan dan pelanggaranmaksim prinsip kerja sama pada tuturan host dan narasumber, bahwa di dalam sebuah
percakapan antara host dan narasumber tersebut sering tidak memperhatikan terhadap kaidah-kaidah yang mengatur tindakannya pada saat berkomunikasi, salah satunya yaitusebuah prinsip
kerja sama. ”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pematuhan dan pelanggaran maksimprinsip kerja sama pada tuturan host dan narasumber. Sehingga, dapat ditemukan yang palingdominan antara pematuhan dan pelanggaran terhadap maksim prinsip kerja sama. Dalampenelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa tuturan host dan narasumber dalam acara Mata Najwa dalam ChannelYoutobe Najwa Shihab Edisi Januari 2021 secara keseluruhan tuturan dalam percakapannyatelah menggunakan prinsip kerja sama dalam proses berkomunikasinya. Hasil tersebutdibuktikan dengan pematuhan terhadap maksim prinsip kerja sama yang paling dominandigunakan. Hasil penelitian tersebut menunjukanbahwa dari 161 tuturan host dan narasumberterdapat 210 data bentuk pematuhan, dan bentuk pelanggaran maksim prinsip kerja sama padatuturan host dan narasumber terdapat35 data. Sehingga dari hasil analisis bahwa pematuhanmaksim prinsip kerja samalah yang paling dominan digunakan. Sehingga, komunkasi yangterjalin dalam acara tersebutterlihat berjalan dengan baik dan komunikatif dan terjalinnya kerjasama antara host dan narasumber
ANALISIS PENOKOHAN PADA NOVEL “REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU” KARYA TERE LIYE SERTA KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA (TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA)
Psikologi sastra pada dasarnya memiliki peranan penting dalam pemahaman sastrakarena memiliki beberapa kelebihan. Pentingnya psikologi sastra adalah untukmempelajari lebih mendalam mengenai aspek perwatakan. Dalam berprilaku sertabertindak, setiap individu pasti akan diperngaruhi oleh satu aspek struktur kepribadiaanyaitu Id, Ego, dan Superego, yang merupakan bagian penting dari kepribadiaan sertapengendali dari setiap perbuatan. Penelitian dilakukan pada tokoh utama denganmenggunakan pendekatan id, ego, dan superego yang terdapat pada novel RembulanTenggelam di Wajahmu Karya Tere Liye selanjutnya analasis tersebut dikaitkan padapembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan menentukan layak atautidaknya novel tersebut untuk dijadikan sebagai alternatif bahan ajar sastra. Rumusanmasalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana id,ego dan superego pada penokohan tokohutama yang digambarkan dalam novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu dan bagaimanakelayakan Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu sebagai alternatif bahan ajar sastraSMA kelas XII . Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan id,ego dan superego padapenokohan tokoh utama dalam novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu sertamendeskripsikan kelayakan bahan ajar sastra di SMA kelas XII. Pendekatakan yangdigunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil darianalisis ini ditemukan unsur psikologi tokoh utama dalam novel tersebut yaitu,(1) Aspekid yang lebih dominan dengan aspek tidak bermoral, kepuasaan dan kesenangan, (2)Aspek ego yang lebih dominan dengan aspek prinsip kenyataan,berpikir reaslistis, aspekeksekutif dan (3) Aspek superego yang lebih dominan dengan aspek sosiologis dan aspekmoral serta novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu ini layak untuk dijadikan bahan ajarkarena sesuai dengan kriteria bahan ajar yaitu bahasa, psikologi, dan latar belakangbuday
Mathematical Problem-Solving Ability in Solving PLSV
Mathematical problem-solving ability is a complex cognitive activity, as a process to overcome a problem encountered and to solve it requires several strategies. This research aims to describe students\u27 mathematical problem-solving ability in solving PLSV problems and also the factors that influence it. This research is included in the type of explorative descriptive research with a qualitative approach. The instruments used were math problem-solving ability tests and interview guidelines. Checking the validity of the data is done by triangulating techniques, namely checking data from several subjects using different techniques. The indicators of math problem-solving ability in this study are identifying problems, planning problem-solving, implementing the solution plan, and evaluating the problem.
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan suatu aktivitas kognitif yang kompleks, sebagai proses untuk mengatasi suatu masalah yang ditemui dan untuk menyelesaikannya diperlukan sejumlah strategi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal PLSV dan juga faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan pedoman wawancara. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik yakni memeriksa data dari beberapa subjek dengan menggunakan teknik yang berbeda. Adapun indikator kemampuan pemecahan masalah matematika dalam penelitian ini yaitu: mengidentifikasi masalah, merencanakan penyelesaian masalah, melaksanakan rencana penyelesaian, dan mengevaluasi masalah