e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
Implementation of Himpaudi Chairperson\u27s Leadership in Strengthening the Competence of PAUD Teachers in the City of Sukabumi
Artikel ini membahas mengenai peran kepemimpinan ketua HIMPAUDI, kepemimpinan yang transformasional dan karismatik tentang sifat kepemimpinan yang efektif dalam mengatasi rendahnya kompetensi yang dimiliki guru PAUD dengan tujuan untuk memperkuat kompetensi guru PAUD. HIMPAUDI merupakan organisasi yang mewadahi Pendidik nonformal yang salah satu kewajibannya untuk meningkatkan kompetensi pendidik PAUD. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang tidak mengandung angka-angka, melainkan berupa kata-kata, gambar, dan sebagainya Dalam penelitian ini, peneliti menekankan pada faktor peneliti sebagai alat penelitian utama, disamping memperhatikan metode yang digunakan, agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Hasil dari penelitian (1) Secara umum HIMPAUDI dibentuk untuk membantu pemerintah menangani tugas-tugas yang tidak mungkin dapat dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia. (2) Ketua Himpaudi kota Sukabumi membuat rencana kerja jangka pendek, menengah dan panjang yang berisikan peningkatan kompetensi guru diantaranya mengusulkan masuknya angaran beasiswa di RAPBD kota sukabumi sehinggan beberapa guru PAUD dapat meningkatkan kulaifikasi pendidikanya secara gratis. (3) Motode yang dilakukan ketua himpaudi untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD Blewat pelatihan, pelatihan dan workshop diantaranya diklat dasar dan menengah yang secara rutin dilaksanakan tiap tahun
Life Skill Training and Entrepreneurship Mentoring : Effort to Maintain Functional Literacy
Buta aksara kembali dari sebagian warga belajar yang sudah mengikuti pendidikan keaksaraan fungsional tingkat dasar terbukti adanya. Hal ini terjadi dikarenakan tidak terpelihara dan/atau tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain tingkat keaksaraan orang dewasa merupakan komponen penting dari aspek pendidikan yang dapat menaikkan indeks pembangunan manusia. Penelitianinididesaindenganmenggunakanpendekatan PenelitiandanPengembangan, atau Research and Development dengan tehnik analisis data yang dilakukan dengan cara membandingkan keadaan sebelum dan sesudah menggunakan model pelatihan kecakapan hidup dan pendampingan kewirausahaan (before-after) terhadap satu kelompok (one group pretest-posttest design) dengan satu macam perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model baru terbukti efektif dalam upaya memelihara kemampuan keaksaraan warga belajar pendidikan keaksaraan fungsional tingkat dasar
Pengaruh Limbah Cair Tahu dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi limbah cair produksi tahu terhadap pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L.)Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK). Jumlah perlakuan terdiri atas lima macam dengan lima pengulangan. Perlakuan A = 0%, perlakuan B = 5%, perlakuan C = 10%, perlakuan D = 15%, perlakuan E = 20%. Jumlah sampel sebanyak 75 bibit tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). parameter yang diukur yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah sulur tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair produksi tahu memberikan pengaruh terhadap tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) yang mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah sulur. Konsentrasi yang paling efektif untuk pertumbuhan tinggi tanaman mentimun yaitu konsentrasi D (15%) dengan rata-rata 75,04 cm. Sedangkan jumlah daun dan jumlah sulur yang paling efektif yaitu dengan konsentrasi B (5%) dengan rata-rata 21,6 helai dan 14,8
Trends of Ethnomathematics Research in Indonesia: A Bibliometric Analysis from the Scopus Database
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi penelitian etnomatematika di Indonesia menggunakan basis data Scopus. Mengingat pentingnya pendidikan yang kontekstual, penelitian ini berupaya untuk memetakan pertumbuhan dan fokus penelitian etnomatematika di Indonesia, yang dapat menjadi panduan untuk studi selanjutnya dan mendorong kontribusi akademik yang lebih luas dan berdampak. Dengan menggunakan analisis bibliometrik, penelitian ini mengidentifikasi tren publikasi tahunan, perbandingan antara artikel jurnal dan prosiding konferensi, lima penerbit paling diminati, lima artikel yang paling banyak dikutip, lima penulis paling produktif, serta jaringan kolaborasi penulis dan identifikasi topik (ko-okurensi) menggunakan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi etnomatematika di Indonesia meningkat setiap tahun, dengan prosiding konferensi yang mendominasi dibandingkan artikel jurnal. Lima penerbit utama adalah Journal of Physics: Conference Series, AIP Conference Proceedings, Journal on Mathematics Education, International Journal of Scientific and Technology Research, dan Infinity Journal. Penulis paling produktif adalah Herawaty dan Widada, yang sering berkolaborasi. Artikel yang paling banyak dikutip adalah karya Muhtadi et al. Jaringan kolaborasi penulis menunjukkan bahwa Sutama adalah peneliti dengan koneksi terbanyak, sementara analisis ko-okurensi topik menyoroti fokus pada geometri, budaya, ide-ide matematika, pemecahan masalah, dan pendidikan karakter.
This study aims to analyze the publication trends of ethnomathematics research in Indonesia using the Scopus database. Given the increasing recognition of the importance of contextualized education, this study addresses the need to map the growth and focus areas within Indonesian ethnomathematics research, which can guide future studies and encourage broader, more impactful scholarly contributions. Utilizing bibliometric analysis, this study identifies annual publication trends, comparisons between journal articles and conference proceedings, the five most preferred publishers, the five most cited articles, the five most productive authors, as well as co-authorship and topic identification (co-occurrence) networks using VOSviewer. The results show that the number of ethnomathematics publications in Indonesia has increased year by year, with conference proceedings dominating over journal articles. The top five publishers are Journal of Physics: Conference Series, AIP Conference Proceedings, Journal on Mathematics Education, International Journal of Scientific and Technology Research, and Infinity Journal. The most productive authors are Herawaty and Widada, who frequently collaborate. The most cited article is by Muhtadi et al. The co-authorship network shows that Sutama is the most connected researcher, while the topic co-occurrence analysis highlights a focus on geometry, culture, mathematical ideas, problem-solving, and character education
Determining Auspicious Days for Weddings and Circumcisions in Kuta Traditional Village
Penelitian ini menyelidiki filosofi dan aktivitas matematika yang tertanam dalam menentukan hari baik untuk upacara pernikahan dan khitanan di Desa Adat Kuta. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tetua adat, dan anggota masyarakat. Temuan ini mengungkapkan enam aktivitas matematika mendasar yang selaras dengan nilai-nilai budaya lokal: penghitungan (digunakan untuk menghitung kesesuaian dan menentukan hari baik), penempatan (untuk mengidentifikasi tanggal terlarang dan posisi spasial), pengukuran (untuk mengurutkan hari dan menyelaraskan waktu), perancangan (untuk mengatur tanggal dan waktu menurut adat istiadat), bermain (mengamati aturan dan menafsirkan hasil), dan menjelaskan (memberikan interpretasi perhitungan yang bermakna). Studi ini menunjukkan bahwa praktik etnomatematika ini tidak hanya mendukung tradisi lokal tetapi juga memperkuat identitas budaya dan warisan masyarakat Kuta. Integrasi konsep matematika seperti penjumlahan, pembagian, modulo aritmatika, dan barisan aritmatika dalam kebiasaan ini mengungkapkan hubungan rumit antara matematika dan praktik budaya, menawarkan perspektif unik untuk pendidikan matematika yang responsif terhadap budaya.
This study investigates the philosophy and mathematical activities embedded in determining auspicious days for marriage and circumcision ceremonies in Kuta Traditional Village. Employing qualitative research methods with an ethnographic approach, data were gathered through observations, interviews, and documentation from traditional leaders, elders, and community members. The findings reveal six fundamental mathematical activities that align with local cultural values: counting (used in calculating compatibility and determining favorable days), locating (for identifying restricted dates and spatial positions), measuring (for sequencing days and aligning timings), designing (for organizing dates and times according to customs), playing (observing rules and interpreting outcomes), and explaining (providing meaningful interpretations of calculations). This study demonstrates that these ethnomathematical practices not only support local traditions but also reinforce the cultural identity and heritage of the Kuta community. The integration of mathematical concepts such as addition, division, modulo arithmetic, and arithmetic sequences within these customs reveals the intricate relationship between mathematics and cultural practices, offering a unique perspective for culturally responsive mathematics education.
Keyword: Ethnomathematic; philosophy; mathematical activities; goodday of marriage and circumcision.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Terhadap Kreativitas Siswa Pada Mata Pelajaran Seni Rupa Materi KerajinanTangan Dari Tulang Daun SDN 07 Regol
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek berbantukan media tulang daun terhadap kreativitas siswa pada mata pelajaran seni rupa materi kerajinan tangan. Penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group Design dengan subjek siswa kelas IV SDN 07 Regol yang dibagi menjadi dua kelompok eksperimen dengan model pembelajaran berbasis proyek dan kelompok kontrol dengan metode konvensional. Kreativitas siswa diukur menggunakan tes kinerja . Analisis data dilakukan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam skor kreativitas antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata skor kreativitas kelompok eksperimen meningkat dari 60,75 pada pretest menjadi 85,50 pada posttest, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 61,25 menjadi 67,30. Uji t menunjukkan nilai t-hitung (6,45) lebih besar dari t-tabel (2,00) pada tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan pengaruh positif signifikan model pembelajaran berbasis proyek berbantukan media tulang daun terhadap kreativitas sisw
The Effect of Demonstration Model to Social Studies Learning Outcomes
This research is backgrounded by the low learning outcomes of students in social studies subjects because the learning outcomes in social studies subjects because the learning is still teacher-centred and the low number of teacher participating in training on the development of learning methods. One of the efforts in overcoming this is the need for innovative and effective learning methods, one of which is by using demonstration learning methods. This type of research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design design with a pretest-posttest design. The population of this study was class VII students of SMPN 2 Tarogong Kidul which amounted to 62 people.The sample in this study was VII-H as the experimental class and class VII I as the form of a test question sheet.The results showed that.1. There was no significant difference in the students initial abilities before the implementation of the demonstration method between the experimental class and the control class.2.There is a significant difference in the final abilities of students after the implementation of the demonstration method in social studies subjects.3.there is an increase in student learning outcomes after the implementation of the demonstration method in social studies subjects.The demonstration method is a waay of presenting learning by demonstrating or showing students a certain process, situation,or object according to the material being studied.The advantage of the demonstration method can encourage student learning motivation.As well as the demonstration method can liven up the lesson because students not only hear but also see the live events that are happening.This method will be easier for students can see directly,not just hear
Implementation of the Crossword Puzzle Method in Social Studies Learning on Students Learning Outcomes
Education is basically a conscious effort to develop the potential of students optimally. In learning social sciences, there are still many who consider it saturated learning and lack of interest by students so that it has an impact on student learning outcomes. One of the efforts to overcome this is the need for innovation and creative learning to package or deliver social studies subject matter so that learning activities become effective. One of them is using the crossword puzzle method. The purpose of this study was to determine the application of the crossword puzzle method in social studies learning to social studies learning outcomes. This type of research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method with a pre-test and post-test nonequivalent control group design. The population of this study were students of class VIII, SMPN 3, Tarogong Kidul. Samples were taken by the purposive sampling technique with one experimental class and one control class. The instruments used in this study were test question sheets and observation sheets. Based on the results of the statistical analysis conducted, the initial abilities of the two groups resulted in the same abilities. Meanwhile, for the final test results, the Asymp.Sig.2-tailed value is 0.000 and is 0.05, meaning 0.000 <0.05, then Ho is rejected. It can be concluded that there are significant differences or learning using effective methods to be applied. The response of students to the crossword puzzle learning method used in the experimental class resulted in a very good response
Improving Mathematical Problem-Solving Skills through the Development of Interactive Digital Modules
Modul digital merupakan bahan pembelajaran dengan visualisasi konten berformat digital yang dapat diakses menggunakan perangkat elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa modul digital interaktif serta efektivitasnya dalam pembelajaran. Modul digital interaktif dikembangkan mengadopsi tahapan model Alessi dan Trollip yaitu planning, design, dan development. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan test hasil belajar terkiat kemampuan pemecahan matematis. Berdasarkan hasil uji alpha modul digital interaktif, penilaian ahli desain 83.3%, penilaian ahli materi 82%, dan penilaian ahli media 84.34%. Penilaian peserta didik terhadap modul digital interaktif 82.4% (sangat praktis). Penerapan modul digital interaktif dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan pemecahan matematis dengan peningkatan 0.4 (sedang).
Digital modules are learning materials with visualisation of digital format content that can be accessed using electronic devices. This research aims to develop learning media in the form of interactive digital modules and their effectiveness in learning. The interactive digital module was developed adopting the stages of the Alessi and Trollip model, namely planning, design, and development. Data collection techniques with questionnaires and learning outcomes tests related to mathematical solving ability. Based on the results of the interactive digital module alpha test, the design expert assessment 83.3%, material expert assessment 82%, and media expert assessment 84.34%. Learners\u27 assessment of interactive digital modules 82.4% (very practical). The application of interactive digital modules in learning mathematics can improve mathematical solution skills with an increase of 0.4 (medium). 
The Effect of Learning Mathematics with Digital Platforms
Platform digital dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran asinkron di kelas. Pembelajaran asinkron adalah pembelajaran dengan interaksi yang dilakukan secara fleksibel dan tidak harus dalam waktu yang bersamaan, misalnya menggunakan forum diskusi atau pembelajaran/tugas mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat pengaruh pembelajaran matematika dengan platform digital terhadap hasil belajar matematika. Platform digital yang diamati terbatas pada Zoom dan WhatsApp Group. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan jumlah 63 siswa. Analisis uji kesetimbangan menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan yang sama. Instrumen yang digunakan adalah tes. Hasil validitas menunjukkan bahwa instrumen tes dapat digunakan karena memiliki rentang indeks 0,667 – 1. Analisis data menggunakan statistik parametrik. Data mengikuti asumsi distribusi normal dan variansnya homogen. Simpulan penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang berbeda antara kedua strategi pembelajaran. Dengan melihat rata-rata kedua kelas dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang paling berpengaruh adalah pembelajaran dengan WhatsApp Group.
Digital platforms can be used as asynchronous learning strategies in the classroom. Asynchronous learning is learning with interaction that is carried out flexibly and does not have to be at the same time, for example using discussion forums or independent learning/assignment. The purpose of this research was to see whether there was an effect of learning mathematics with digital platforms on mathematics learning outcomes. The observed digital platforms are limited to Zoom and WhatsApp Group. This type of research is an experiment. The sampling technique was simple random sampling with a sample number of 63 students. The analysis of the equilibrium test shows that both classes have the same ability. The instrument used is a test. The results of the validity indicate that the test instrument can be used because it has an index range of 0.667 – 1. The data analysis uses parametric statistics. The data follows the assumption of a normal distribution and the variance is homogeneous. The conclusion of the study states that there are different effects between the two learning strategies. By looking at the average of the two classes it can be said that the most influential learning is learning with the WhatsApp Group