e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
Analysis of high school students’ mathematical problem-solving abilities on matrix content
This research has the aim or purpose of analyzing high school students\u27 mathematical problem-solving abilities on matrix content using indicators consisting of 4 main components, including understanding the problem, developing a plan, carrying out planning, and checking again. The data analysis methods used in the research carried out were qualitative descriptive methods. The subjects in this research were two students with high abilities, two students with medium abilities, and two with low abilities at SMAN 3 Siak Hulu class XI. This research instrument is in the form of 2 questions about matrices. The results of this research also found that some students still did not carry out the four stages of problem-solving, so students\u27 problem-solving abilities were still in the low category. Students were expected to continue learning and practicing to become more accustomed to solving problems with problem-solving abilities.
Penelitian ini memiliki tujuan atau maksud untuk menganalisa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA pada materi matriks dengan menggunakan indikator yang terdiri dari 4 komponen utama antara lain: memahami masalah; menyusun rencana; melaksanakan perencanaan; juga memeriksa kembali. Dan metode analisis data yang digunakan pada penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang dan 2 siswa berkemampuan rendah di SMAN 3 Siak Hulu kelas XI. Instrumen penelitian ini berupa 2 buah soal tentang matriks. Hasil yang ditemukan dalam Pada penelitian ini juga menemukan bahwa masih terdapat siswa yang tidak melaksanakan keempat tahapan pemecahan masalah sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa masih tergolong kedalam kategori rendah, siswa diharapkan untuk terus belajar dan berlatih agar siswa lebih terbiasa dalam menyelesaikan soal kemampuan pemecahan masalah
Kemampuan literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan masalah perbandingan senilai
This study aims to analyze students\u27 numeracy literacy in solving proportional comparison problems. The research employs a qualitative method with a case study approach. The subjects of the study are 30 eighth-grade students from a public junior high school in Tasikmalaya. The instruments used include numeracy literacy tests, in-depth interviews, and classroom observations. The results indicate that the level of understanding of proportional comparison concepts varies widely among students. Students with a good understanding tend to use analytical and systematic strategies in problem-solving, while those with lower understanding rely on a trial-and-error approach. The main difficulties faced by students include understanding the language of problems, performing mathematical operations, and using visual representations. This study emphasizes the importance of developing conceptual understanding, effective problem-solving strategies, as well as improving mathematical literacy skills and the use of visual representations in teaching. The implications of these findings are the need for curriculum development and more effective teaching strategies to enhance students\u27 numeracy literacy.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan masalah perbandingan senilai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Tasikmalaya. Instrumen yang digunakan meliputi tes soal literasi numerasi, wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman konsep perbandingan senilai sangat bervariasi di antara siswa. Siswa dengan pemahaman baik cenderung menggunakan strategi analitis dan sistematis dalam menyelesaikan masalah, sementara siswa dengan pemahaman rendah mengandalkan pendekatan trial-and-error. Kesulitan utama yang dihadapi siswa mencakup pemahaman bahasa masalah, operasi matematika, dan penggunaan representasi visual. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan pemahaman konseptual, strategi pemecahan masalah yang efektif, serta peningkatan keterampilan literasi matematika dan penggunaan representasi visual dalam pengajaran. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan literasi numerasi siswa
Analysis of Students\u27 Mathematical Literacy in Solving Problem-Solving Questions Based on Self-Regulated Learning
Sangat penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi matematika sehingga mereka dapat memanfaatkan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya memahami materi pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa baik siswa menggunakan literasi matematika untuk memecahkan masalah yang telah ditinjau dari SRL. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Tiga anak dari kelas IX MTsN 3 Banda Aceh mereka yang memiliki kemampuan SRL tinggi, sedang, dan rendah menjadi subjek penelitian. Peneliti, soal tes untuk literasi matematika, kuesioner SRL, dan protokol wawancara berfungsi sebagai instrumen penelitian. pengumpulan data melalui wawancara dan penilaian tertulis. Tiga langkah prosedur analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan memberikan STKLM-1 dan STKLM-2 pada berbagai waktu, teknik pemeriksaan validitas data menggunakan triangulasi waktu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan SRL tinggi memenuhi ketiga kriteria literasi matematika: merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan. Hanya dua indikator literasi merumuskan dan menggunakan yang dipenuhi oleh subjek dengan SRL menengah; mereka tetap tidak mampu memahami hasil mengingat tingkat kesulitannya. Hanya indikator merumuskan yaitu, mengartikulasikan masalah matematika yang dapat dipenuhi oleh subjek dengan SRL rendah; mereka tetap tidak mampu memenuhi indikator menggunakan dan menginterpretasi.It is crucial that students develop mathematical literacy abilities so that they can utilize mathematics to solve problems in their daily lives and not just understand the subject matter. The purpose of this study is to evaluate how well students use mathematical literacy to solve problems that have been reviewed from SRL. This study employs a descriptive qualitative methodology. Three kids from class IX MTsN 3 Banda Aceh those with high, medium, and low SRL abilities were the study\u27s subjects. Researchers, test questions for mathematical literacy, SRL questionnaires, and interview protocols served as the study\u27s instruments. collecting data through interviews and written assessments. The three steps of data analysis procedures are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. By administering STKLM-1 and STKLM-2 at various times, the data validity checking technique employs time triangulation. The study\u27s findings demonstrated that participants with high SRL satisfied all three criteria for mathematical literacy: formulate, employ, and interpret. Only two literacy indicators formulate and employ were met by subjects with intermediate SRL; they were nevertheless unable to understand the results in light of the difficulty. Only the formulate indikator that is, articulating mathematical problems could be met by subjects with low SRL; they were nevertheless unable to fulfill the employ and interpret indicators
A Systematic Literature Review on Algebraic Reasoning in Mathematics Instruction
Abstrak
Penalaran aljabar menjadi topik hangat dalam dua dekade terakhir, tetapi siswa sekolah menengah mengalami kesulitan dalam mempelajari hal ini, sebab mengalami transformasi dari pemikiran aritmatika ke pemikiran aljabar yang abstrak. Penelitian ini menganalisis artikel penalaran aljabar dari basis data Scopus berdasarkan tahun penelitian, metode, dan sebaran geografis dalam satu dekade. Penelitian disajikan melalui tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan protokol PRISMA meliputi Preferred Reporting Item for Systematic Reviews and Meta-Analytic. Dari proses seleksi, didapatkan 29 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan lolos tiga tahap penyaringan. Penelitian dengan topik ini cenderung mengalami penurunan, terutama dalam 4 tahun terakhir. Metode yang paling sering digunakan adalah metode penelitian kualitatif karena dianggap peneliti sangat cocok untuk meneliti kemampuan berpikir. Dari 8 wilayah yang melakukan penelitian penalaran aljabar, Indonesia merupakan negara yang paling banyak melakukannya. Hal ini dilatarbelakangi rendahnya penalaran aljabar siswa. Peluang penelitian pada topik ini masih terbuka lebar dengan menggunakan penelitian ini sebagai rujukan.
Abstract
Algebraic reasoning has become a hot topic in the last two decades, but high school students have difficulty in learning it, because they experience a transformation from arithmetic thinking to abstract algebraic thinking. This study analyzes algebraic reasoning articles from the Scopus database based on the year of research, methods, and geographical distribution in one decade. The research is presented through a systematic literature review using the PRISMA protocol including the Preferred Reporting Item for Systematic Reviews and Meta-Analytic. From the selection process, 29 articles were obtained that met the inclusion criteria and passed three stages of screening. Research on this topic tends to decline, especially in the last 4 years. The most frequently used method is the qualitative research method because researchers consider it very suitable for researching thinking skills. Of the 8 regions that conduct algebraic reasoning research, Indonesia is the country that does it the most. This is due to the low algebraic reasoning of students. Research opportunities on this topic are still wide open by using this research as a reference
Students\u27 Mathematical Connection Ability in Solving Higher Order Thinking Skills Problems Based on Jambi Culture
Kemampuan koneksi penting sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS berbasis budaya Jambi. Penelitian studi kasus ini melibatkan 32 siswa dengan tipe kepribadian sensing dan intuiting. Instrumen penelitian mencakup tes kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator), lembar tes soal HOTS, dan wawancara. Data dikumpulkan melalui triangulasi sumber dan waktu, dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan koneksi matematis siswa dengan tipe kepribadian sensing lebih baik (70%) daripada tipe intuiting (56,25%). Temuan ini mengindikasikan siswa dengan tipe sensing lebih efektif dalam mengaitkan dan menerapkan konsep matematika pada soal HOTS berbasis budaya Jambi, sementara siswa dengan tipe intuiting menghadapi kesulitan dalam membangun koneksi matematis, yang mempengaruhi akurasi jawaban mereka. Dengan demikian, tipe kepribadian memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam mengintegrasikan dan menerapkan pengetahuan matematika dalam situasi kompleks.
Connection abilities are important as part of higher order thinking skills. This study aims to explore students\u27 mathematical connection skills in solving HOTS problems based on Jambi culture, with a focus on the Kajang leko traditional house and the padamaran cake typical of Jambi. This research used a case study approach involving 32 students with sensing and intuiting personality types. The research instruments included MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) personality tests, HOTS question test sheets, and interviews. Data were collected through triangulation of sources and time, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students with sensing personality type had better mathematical connection ability (70%) than students with intuiting type (56.25%). This finding indicates that students with the sensing type are more effective in connecting and applying mathematical concepts to Jambi culture-based HOTS questions, while students with the intuiting type face difficulties in building mathematical connections, which affects the accuracy of their answers. Thus, personality type has a significant influence on students\u27 ability to integrate and apply mathematical knowledge in complex situations
Development of Mathematical Literacy Tests to Measure Student’s Reasoning and Representation Skills
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tes literasi matematika untuk mengukur penalaran dan representasi matematis siswa pada materi SPLDV yang valid dan memiliki karakteristik yang baik. Penelitian ini mengadopsi prosedur pengembangan R&D, yakni pengumpulan informasi, pengembangan produk, dan uji coba & revisi awal. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi. Analisis data menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, melalui validasi ahli, instrumen tes yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur penalaran dan representasi matematis siswa dan butir soal terkategori valid, reliabel, tingkat kesukaran sedang dan tinggi, serta daya pembedanya baik.
This study aims to produce a mathematical literacy test to measure students\u27 mathematical reasoning and representation on system of linear equations in two variables (SLETV) material that is valid and has good characteristics. This research adopts R&D development procedures, namely information gathering, product development, and initial trials & revisions. The instrument used was a validation sheet. Data analysis using Microsoft Excel and SPSS 26. The results of the study showed that, through expert validation, the developed test instrument can be used to measure students\u27 mathematical reasoning and representation and the test items are categorized as valid, reliable, moderate and high levels of difficulty, and have good discriminatory power
Structural Analysis and Typology of Postgraduate Students\u27 Perceptions regarding Mathematics Learning
Pandangan peserta didik program magister tentang matematika penting dikaji karena akan mempengaruhi cara mereka mengajar matematika. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi struktur keyakinan dan bagaimana perkembangan yang menggunakan pendekatan berbeda untuk mempromosikan pengaruh positif di kalangan mahasiswa. Subjek penelitian yaitu 269 mahasiswa Program Magister Pendidikan Matematika di UNTAN Pontianak yang juga bekerja sebagai guru. Instrumen pegumpulan data berupa kuesioner dan tes pemahaman konseptual. Analisis data dilakukan terhadap komponen pokok dari 63 item mengenai \u27pandangan matematika\u27. Hasil penelitian menunjukkan inti pandangan tentang matematika terdiri dari tiga unsur yang berkaitan erat yaitu keyakinan tentang bakat diri sendiri, kesulitan, dan kenikmatan atau kesukaan terhadap matematika. Selain itu ditemukan juga bahwa pengetahuan konten spesifik matematika guru dan calon guru meningkat secara signifikan selama kuliah.
Master\u27s program students\u27 views about mathematics are important to study because it will influence the way they teach mathematics. The aim of the research is to explore the structure of beliefs and how they develop using different approaches to promote positive influence among college students. The research subjects were 269 students of the Mathematics Education Masters Program at UNTAN Pontianak who also worked as teachers. Data collection instruments include questionnaires and conceptual understanding tests. Data analysis was carried out on the main components of 63 items regarding \u27views of mathematics\u27. The research results show that the core view of mathematics consists of three closely related elements, namely beliefs about one\u27s own talents, difficulties, and enjoyment or liking for mathematics. In addition, it was also found that teachers\u27 and prospective teachers\u27 mathematics-specific content knowledge increased significantly during college
Theory Underpinning of 2013 English Curriculum as Revealed in Syllabus and English Textbook in Vocational High School
This study aims to find out the basic theories exist in the English curriculum as revealed at syllabus and English textbook. The researcher used documents such as the syllabus and English textbooks for class X at one of Vocational High School in Garut. The research method used by the researcher is qualitative research and document analysis as a research design. Data collection was done by analyzing documents in the form of the 2013 curriculum, such as the English syllabus and English textbooks for class X. The results show that there are 2 theory underpinning as revealed in English syllabus and English Textbook including the theory of teaching included Genre Based Approach and theory of learning included behaviorism, cognitive constructivism and social constructivism
Analisis dampak keterbukaan guru terkait nilai matematika siswa terhadap motivasi belajar
Abstract
Learning and motivation are two things that influence each other, learning motivation can arise due to intrinsic factors, in the form of the desire and desire to succeed, encouragement of learning needs, and hopes for ideals. While the extrinsic factors are appreciation, a conducive learning environment, and interesting learning activities, the purpose of this research is to analyze the impact of teacher openness related to students\u27 mathematics scores on learning motivation. This research method is descriptive qualitative, with a population of all students of SMP Plus Al-Moenir, and 3 samples were taken using a purposive sampling technique who had poor, sufficient, and high learning motivation. Students\u27 motivation to learn mathematics when viewed from the 3 indicators that exist, namely the indicator of the desire and desire to carry out activities is in the sufficient category, the indicator of encouragement and the need to carry out activities has the medium category, and the indicator of hopes and aspirations is in the category tall.
Abstrak
Belajar dan motivasi merupakan dua hal yang saling mempengaruhi, motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil, dorongan kebutuhan belajar, dan harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak keterbukaan guru terkait nilai matematika siswa terhadap motivasi belajar. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan populasi seluruh siswa kelas SMP Plus Al-Moenir, dan diambil 3 orang sampel menggunakan teknik purposive sampling yang memiliki motivasi belajar kurang, cukup, dan tinggi. Motivasi belajar matematika siswa apabila dilihat dari ke 3 indikator yang ada yaitu pada indikator ada nya hasrat dan keinginan untuk melakukan kegiatan ada pada kategori cukup, indikator Adanya dorongan dan kebutuhan melakukan kegiatan memiliki kategori sedang, dan indikator adanya harapan dan cita-cita ada pada kategori tinggi
Sosialisasi dan Implementasi Professional Learning Community based on Didactical Design Research (Proleco-DDR) untuk Mengembangkan Pengetahuan Profesional Guru dalam Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar Kabupaten Garut
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan profesionalisme guru Sekolah Dasar (SD) melalui implementasi Professional Learning Community berbasis Didactical Design Research (Proleco-DDR) di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan profesional guru, memperkuat kolaborasi dalam komunitas belajar, dan mendorong inovasi pembelajaran berbasis penelitian. Melalui serangkaian workshop, seminar, dan pendampingan, guru dilatih dalam praktik refleksi, dialog argumentatif, dan penulisan narasi pengalaman untuk mengatasi tantangan pembelajaran di kelas. Hasil program ini meliputi peningkatan kemampuan guru dalam mendesain pembelajaran berbasis DDR, publikasi artikel ilmiah, dan terbentuknya komunitas Proleco-DDR yang berkelanjutan. Program ini juga menunjukkan keberhasilan dalam mendorong kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Untuk menjaga keberlanjutan program, direkomendasikan adanya monitoring berkala, penguatan komunitas Proleco-DDR, serta diseminasi hasil penelitian ke wilayah lain di Jawa Barat