e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    Investigating Freshmen\u27s Perceptions of Using Authentic Materials in Reading Classes at Sai Gon University

    No full text
    Authentic Materials, defined as resources created for native speakers, provide contextualized language exposure that traditional materials often lack. Especially when authentic materials are integrated into educational settings through classes. Therefore, exploring students\u27 perceptions of using Authentic Materials in reading classes is a research topic of interest. This paper examines the perceptions and preferred types of Authentic Materials among first-year English Language students at Saigon University (SGU). A mixed-methods approach, combining questionnaires and interviews, was employed to collect data from 100 freshmen for the survey and 10 for the interviews. The findings revealed a generally positive view towards Authentic Materials, perceiving them as beneficial for increasing engagement, enhancing vocabulary, and improving reading comprehension. Moreover, magazines, novels, and short stories were the preferred genres of Authentic Materials. However, challenges related to Authentic Materials, such as difficulty in relevance to course content, were also highlighted. In conclusion, Authentic Materials are perceived as both engaging and educationally valuable, despite some implementation challenges. This study contributes to the understanding of material selection in EFL contexts, offering evidence-based insights that can inform curriculum design and classroom practices in higher education

    Analysis of misconceptions in static fluids using four-tier diagnostic test among high school students

    No full text
    This study aims to analyze students’ misconceptions in static fluid concepts using the Four-Tier Diagnostic Test instrument. Static fluid material was chosen because of its complex characteristics and its potential to generate misconceptions, particularly in the sub-concepts of hydrostatic pressure, Pascal’s law, and Archimedes’ principle. This research employed a descriptive method with a quantitative approach. The subjects of this study were 68 eleventh-grade students from a public high school in Garut Regency. The research instrument was a four-tier diagnostic test consisting of 15 items. Data were analyzed based on the combination of students’ answers at each tier to identify categories of conceptual understanding, misconception, lack of understanding, and partial understanding. The results show that, overall, 37.74% of students experienced misconceptions, 37.65% understood the concept, 14.31% did not understand the concept, and 10.30% demonstrated partial understanding. At the sub-concept level, the highest misconceptions were found in Pascal’s Law (52.20%), followed by Archimedes\u27 Principle (41.47%), and hydrostatic pressure (25%). The highest item-level misconception occurred in question number 7 regarding the lifting force on a piston, with a percentage of 73.53%. These findings highlight the urgent need to identify and remediate students’ misconceptions, as well as the importance of implementing in-depth diagnostic instruments, such as the Four-Tier Diagnostic Test, in physics learning

    The influence of Jigsaw-based Cooperative learning model on students’ critical thinking skills of light wave concepts

    No full text
    This study aims to examine the influence of the Jigsaw-based cooperative learning model on students’ critical thinking skills in the concept of light waves. The background of this study is based on the low levels of students’ active participation and the underdeveloped critical thinking skills in physics learning, which have been traditionally dominated by conventional approaches. The Jigsaw model was chosen because it can promote active student engagement in group learning, enhance scientific communication, and foster a deeper conceptual understanding. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 20 students from Grade XI-1 at one public school in Indonesia. The instrument used was a written test of critical thinking skills based on Ennis’s indicators. Data analysis using the paired sample t-test revealed a significant difference between pretest and posttest scores, with a significance value of 0.000 < 0.05. Additionally, the N-Gain calculation showed an average improvement categorized as medium (0.35). Therefore, it can be concluded that the Jigsaw-type cooperative learning model has a positive effect on enhancing students’ critical thinking skills in the topic of light waves

    THE EFFECT OF SELF-DIRECTED LEARNING MODEL ON STUDENT LEARNING OUTCOMES AT SMPN 2 TAROGONG KIDUL : (Quasi Eksperimen Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas IX SMPN 2 Tarogong Kidul)

    No full text
    Hasil belajar peserta didik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan proses pembelajaran. Namun, berdasarkan observasi awal di kelas IX SMP Negeri 2 Tarogong Kidul, ditemukan bahwa hasil belajar peserta didik masih tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri dan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Self Directed Learning terhadap hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen jenis Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX, dengan sampel dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Self Directed Learning, dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Self Directed Learning berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan rata-rata nilai posttest yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Selain itu, peserta didik dalam kelas eksperimen menunjukkan peningkatan dalam hal kemampuan berpikir kritis, kemandirian, dan inisiatif belajar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Self Directed Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas IX SMP Negeri 2 Tarogong Kidul. Kata kunci : Self Directed Learning, Hasil Belajar, Model Pembelajaran, Quasi Eksperimen

    Workshop Pembuatan After Movie Kegiatan Mahasiswa Menggunakan Kamera Handphone dan Aplikasi CapCut

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mendokumentasikan kegiatan kampus melalui pembuatan after movie menggunakan kamera handphone dan aplikasi CapCut. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan workshop partisipatif berbasis praktik langsung, melibatkan 35 peserta dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Institut Pendidikan Indonesia Garut. Peserta dilatih mulai dari konsep storytelling visual, teknik pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan video. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek utama: pemahaman teknis penggunaan CapCut (67%), estetika visual (74%), dan kreativitas dalam penyusunan konsep video (81%). Peserta mampu menghasilkan after movie berdurasi 1–3 menit yang komunikatif dan menarik, serta menunjukkan peningkatan literasi digital, kolaborasi, dan kreativitas. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan budaya dokumentasi kreatif dan citra positif institusi melalui media digital yang mudah diakses dan aplikatif

    Program Penyuluhan Gizi dan Sosialisasi Pencegahan Stunting sebagai Strategi Peningkatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Garut

    No full text
    Stunting remains a public health concern in Garut District, including Padasuka Village, driven by limited family knowledge of balanced nutrition, caregiving, and healthy behaviors. This community engagement program aimed to increase nutrition literacy, awareness of stunting risks, and healthy household practices among young families. We used a participatory approach with health talks, interactive discussions, and distribution of leaflets and posters at several integrated health posts (posyandu). Forty-five participants (pregnant and breastfeeding mothers and families with children under five) attended alongside village health cadres. Pre and post evaluation showed improved understanding of child nutrition adequacy, appropriate caregiving, and preventive actions against stunting; participation was active during Q&A, and cadres strengthened their capacity for ongoing support. The program effectively raised community awareness of stunting prevention in Padasuka. Continued cross-sector collaboration with village authorities and health workers is recommended to sustain and scale the benefits

    Kalimat Efektif dan Minat Menulis: Kunci Peningkatan Keterampilan Menulis Berita

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis berita siswa, yang diduga berkaitan dengan penguasaan kalimat efektif serta minat menulis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara penguasaan kalimat efektif dan minat menulis dengan keterampilan menulis berita pada siswa kelas VIII SMP Taruna Bhakti Cibungbulang Bogor pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data diperoleh melalui observasi, tes, dan angket, kemudian dianalisis dengan teknik uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, terdapat hubungan signifikan antara penguasaan kalimat efektif dan keterampilan menulis berita dengan nilai rhitung 0,544 lebih besar dari rtabel 0,222 pada taraf signifikansi 5% (uji satu arah), sehingga hipotesis alternatif diterima. Kedua, minat menulis juga terbukti memiliki hubungan signifikan dengan keterampilan menulis berita, ditunjukkan oleh rhitung 0,482 yang lebih besar dari rtabel 0,222 pada taraf signifikansi 5% (uji satu arah). Ketiga, penguasaan kalimat efektif dan minat menulis secara simultan berhubungan dengan keterampilan menulis berita, dengan nilai rhitung 0,609 lebih besar dari rtabel 0,263 pada taraf signifikansi 5% (uji dua arah). Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan penguasaan kalimat efektif serta penguatan minat menulis perlu menjadi fokus dalam pembelajaran bahasa Indonesia, karena keduanya berkontribusi terhadap keterampilan menulis berita siswa

    Tindak Tutur dan Implikatur Percakapan dalam Siniar Podkesmas: Kajian Pragmatik pada Episode “Yang Ditanya Eca, Yang Jawab Surya, Dasar Abang Adik!”

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur dan Implikatur Percakapan dalam Siniar Podkesmas Berjudul ‘Yang Ditanya Eca yang Jawab Surya, Dasar Abang Adek!’”. Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: (1) jenis tindak tutur apa saja yang digunakan dalam siniar tersebut, dan (2) wujud implikatur apa saja yang muncul dalam percakapan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan jenis tindak tutur yang digunakan, dan (2) mengidentifikasi wujud implikatur yang terdapat dalam siniar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan dalam siniar Podkesmas yang diunggah pada kanal YouTube pada 10 September 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan catat rekam, kemudian dianalisis dengan klasifikasi jenis tindak tutur dan implikatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 data tuturan, ditemukan tindak tutur representatif sebanyak 70 tuturan (78%), komisif 3 tuturan (3%), direktif 5 tuturan (6%), ekspresif 6 tuturan (7%), dan deklaratif 1 tuturan (1%). Selain itu, ditemukan wujud implikatur konvensional sebanyak 23 tuturan (26%), implikatur nonkonvensional 13 tuturan (14%), implikatur percakapan umum 40 tuturan (44%), dan implikatur percakapan khusus 4 tuturan (4%). Temuan penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang paling dominan adalah representatif, sedangkan implikatur yang paling dominan adalah implikatur percakapan umum. Hasil ini memberikan implikasi terhadap kajian pragmatik, khususnya dalam memahami strategi komunikasi dan makna implisit yang digunakan dalam media siniar sebagai sarana hiburan dan informasi

    Bridging Theory and Practice: A Literature Review on Learning Trajectories in Statistical Literacy Instruction

    Full text link
    Literasi statistik merupakan keterampilan penting, terutama bagi calon guru yang akan mengajarkan konsep-konsep statistik kepada siswa. Namun, banyak calon guru yang kesulitan dalam memahami dan menerapkan konsep statistik secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis temuan-temuan terdahulu mengenai penggunaan Learning Trajectory (LT) dalam pembelajaran literasi statistik bagi calon guru, guna merancang kerangka pembelajaran yang lebih terstruktur dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan model Xiao & Watson, yang mencakup tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan tinjauan. Artikel diperoleh dari database Education Resource Information Centre (ERIC), melalui proses seleksi bertahap yang terdiri dari penyaringan kualitas, penyaringan kelayakan, dan penyaringan relevansi, hingga diperoleh 7 artikel akhir dari 31 artikel awal. Teknik analisis yang digunakan adalah thematic coding untuk mengidentifikasi pola dan kesenjangan dalam penelitian sebelumnya. Hasil menunjukkan bahwa learning trajectory berpotensi besar dalam meningkatkan pemahaman statistik calon guru dengan menyelaraskan pembelajaran secara progresif, meskipun integrasi konteks lokal dan fokus eksplisit pada calon guru masih jarang ditemukan. Kesimpulannya, learning trajectory yang dirancang secara kontekstual dapat menjadi jembatan antara teori dan praktik dalam pembelajaran literasi statistik untuk calon guru. Statistical literacy is an essential skill, particularly for prospective teachers who will be responsible for teaching statistical concepts to students. However, many prospective teachers struggle to understand and effectively apply these concepts. This study aims to systematically examine previous findings on the use of Learning Trajectories (LT) in statistical literacy instruction for prospective teachers, to design a more structured and applicable instructional framework. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) based on the Xiao & Watson model, which consists of three stages: planning, conducting, and reporting the review. Articles were sourced from the Education Resource Information Centre (ERIC) database through a multi-step selection process involving quality screening, eligibility screening, and relevancy screening, resulting in a final sample of 7 articles out of an initial 31. Thematic coding was used to identify patterns and gaps in prior research. The results indicate that learning trajectories hold significant potential to enhance prospective teachers’ statistical understanding by supporting progressive learning; however, the integration of local contexts and a specific focus on prospective teachers remain limited. In conclusion, contextually designed learning trajectories can serve as a bridge between theory and practice in statistical literacy instruction for prospective teachers

    The Role of Discovery Learning in the Learning Interest of Junior High Students

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis peran model discovery learning dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 33 Surabaya. Metode yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan posttest-only control group. Sebanyak 62 siswa dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menerapkan model discovery learning dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar dan dianalisis secara manual dengan uji normalitas, homogenitas, serta uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini membuktikan bahwa discovery learning berperan positif dalam membentuk minat belajar matematika. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk membuat pembelajaran matematika lebih menarik dan efektif. This study examines the role of the discovery learning model in enhancing mathematics learning interest among ninth-grade students at SMP Negeri 33 Surabaya. A quasi-experimental design with a posttest-only control group was employed. A total of 62 students were divided into an experimental group (taught using discovery learning) and a control group (taught conventionally). Data were collected through a learning interest questionnaire and analyzed manually using normality, homogeneity, and t-tests. The results revealed that the experimental group exhibited significantly higher learning interest than the control group. These findings demonstrate that discovery learning positively contributes to fostering students\u27 interest in mathematics. Thus, this model is recommended to create more engaging and effective mathematics instruction

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇