e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
TAECHER EDUCATION INSTITUTE OF MALAYSIA (IPGM) LECTURERS ASPIRATIONS IN ENHANCING CAPABILITIES IN THE DIGITAL INNOVATION FIELD
Digital innovation in the education sector is a necessity today to face the challenges of the Industrial Revolution 5.0 era. With the threat of the Covid-19 pandemic, digital innovation is also seen as a driver of learning to reform new norms that make information technology a medium for empowering educational institutions throughout the world. The Teacher Education Institute of Malaysia (IPGM) is also optimistic about fostering digital innovation among lecturers to form an education enabler circle that is able to apply digital innovation for exposure to prospective teachers (students). Therefore, this survey study was conducted to identify the aspirations of IPGM lecturers to improve their abilities in implementing digital innovation. Subjective items for the open-ended questions were prepared using Google Forms. The findings of this research show that several aspirations of IPG lecturers in improving their abilities in the field of digital innovation include aspirations for innovation, training, funding assistance, infrastructure assistance and commercialization assistance
KONSEP GERAKAN MORAL MAHASISWA UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE DI INDONESIA
Perjuangan gerakan moral mahasiswa menciptakan sejarah tersendiri dalam ketatanegaraan Indonesia, dimulai dari era 1970 an, 1980 an, 1990 an, dimana pada tahun 1998 merupakan puncak terhadap pelengseran Soeharto, sehingga terjadi perubahan rezim dari orde baru menjadi reformasi. Pemikiran baru terhadap konsep gerakan moral mahasiswa adalah gerakan multi disipliner (Andrianto:2004), artinya bahwa kondisi realitas kebangsaan sedang mengarah kepada perbaikan-perbaikan sistem di segala bidang, baik di bidang politik, ekonomi, budaya, ketahanan.Gerakan mahasiswa harus berkomunikasi dengan cita-cita besar ini dan melakukan negoisasi terhadap semua lini, baik kalangan atas, maupun bawah. Strategi gerakan tersebut selaras dengan kacamata idealis gerakan mahasiswa, yakni gerakan mahasiswa mempunyai dua peran besar. Pertama, sebagai the agent of social control. Kedua, sebagai the agent of social change. Gerakan mahasiswa menjadi progresif, dinamis, refolusioner dan inklusif, jika, Pertama, proaktif merespons keadaan dan teguh pendirian. Kedua, melakukan dialog transformatif untuk menciptakan masyarakat komunikatif yang demokratis. Ketiga, mendorong pada aktivisnya untuk membentuk kapasitas intelektual yang memadai dan berjiwa intelektual organik. Gerakan perubahan besar-besaran dalam upaya membangun ketatapemerintahan yang baik merupakan salah satu kajian demokratisasi dalam segala bidang pemerintahan, oleh karena itu perwujudan good governance semestinya dimulai dari pemerintah yang memiliki komitmen dalam upaya perubahan dan demokratisasi
Implementation Of Numbered Head Together (NHT) Cooperative Learning Model In Improving Student Critical Thinking Ability In Social Studies Learning
Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa menjadi masalah krusial dalam pembelajaran IPS. Oleh karena itu, perlu adanya upaya agar pembelajaran IPS dapat menstimulus siswa untuk berpikir kritis, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Adapun rumusan masalah dari penelitian ini,“apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS?”. Sementara itu,tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi terbatas yaitu siswa kelas V SDN Tanjungsari. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga terdapat dua kelas yang dijadikan sebagai sampel, yaitu kelas VA yang berjumlah 20 orang dan VB yang berjumlah 20 orang. Kelas VA dijadikan sebagai kelas kontrol, dan mendapat model pembelajaran konvensional berbasis media gambar. Sementara itu, kelas VB dijadikan sebagai kelas eksperimen, dan mendapat model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes (pilihan ganda dan uraian), serta lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis secara statistik, diperoleh hasil thitung sebesar 2,89 dan ttabel dengan taraf signifikansi 5% (ɑ =0,05) sebesar 2,025. Dari hasil tersebut, maka dapat dinotasikan thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Materi Gaya Melalui Penerapan Model Learning Cycle 7E
Latar belakang masalah dari penelitian ini adalah hasil kajian dan pengamatan langsung di SD Negeri Menteng Dalam 05 Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, hasil kajian dan pengamatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran IPA masih menerapkan metode konvensional, yaitu pembelajaran pada umumnya disajikan secara verbal atau dengan cara mendikte sehingga membuat siswa pasif dan siswa tidak memiliki keterampilan IPA yaitu keterampilan proses sains siswa.Melihat latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan pembelajaran model Learning Cycle 7E di kelas V SD Negeri Menteng Dalam 05 Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, (2) pelaksanaan pembelajaran model Learning Cycle 7E di kelas V SD Negeri Menteng Dalam 05 Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, (3) peningkatan keterampilan proses sains siswa dengan menerapkan model Learning Cycle 7E di kelas V SD Negeri Menteng Dalam 05 Kecamatan Tebet Jakarta Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart dengan tiga siklus atau putaran kegiatan. Subjek penelitian ini adalah kelas V SD Negeri Menteng Dalam 05 Kecamatan Tebet Jakarta Selatan yang berjumlah 26 siswa. Hasil penelitian dengan menerapkan model Learning Cycle 7E menunjukkan bahwa dengan menerapkan model Learning Cycle 7E keterampilan proses sains dapat meningkat, hal ini dapat dilihat dari analisis setiap siklusnya, yaitu pada siklus I keterampilan proses masih dalam kategori sangat kurang terampil, kemudian pada siklus II ada pada kategori kurang terampil dan siklus III ada pada kategori cukup terampil dan terampil. Keterampilan proses sains yang diukur dalam penelitian ini adalah merencanakan percobaan, menafsirkan hasil pengamatan dan menarik kesimpulan serta berkomunikasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut direkomendasikan kepada para guru untuk menerapkan model Learning Cycle 7E agar keterampilan proses sains dapat meningkat dengan menerapkan metode yang bervariasi
Application of Positive and Negative Board Based on Montessori Method on Junior High School Students\u27 Mathematical Connection Abilities
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik aplikasi papan positif negatif berbasis metode Montessori terhadap kemampuan koneksi matematis siswa SMP. Subjek penelitian adalah siswa di kelas VII SMP. Data dikumpulkan menggunakan teknik pengukuran dan teknik komunikasi tidak langsung. Soal tes kemampuan adalah alat pengumpul data. Berdasarkan hasil pengembangan, penelitian, dan diskusi tentang penggunaan papan positif negatif berbasis metode Montessori terhadap kemampuan koneksi matematis siswa SMP, dapat disimpulkan bahwa pengembangannya mencapai tingkat kelayakan yang sesuai dengan kriteria validitas, praktisitas, dan efektifitas.
The aim of this research is to find out how well the positive and negative board application based on the Montessori method affects junior high school students\u27 mathematical connection abilities. The research subjects were students in class VII of junior high school. Data was collected using measurement techniques and indirect communication techniques. Ability test questions are a data collection tool. Based on the results of development, research and discussions regarding the use of positive and negative boards based on the Montessori method on junior high school students\u27 mathematical connection abilities, it can be concluded that the development has reached a level of feasibility that is in accordance with the criteria of validity, practicality and effectiveness
Graphing Quadratics Worksheet Performance in Optimizing Mathematical Visual Thinking: A Single Subject Research
Kurangnya kemampuan berpikir visual matematis pada mahasiswa dapat menghambat pemahaman konsep fungsi kuadrat secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengevaluasi efektivitas worksheet graphing quadratics dalam meningkatkan kemampuan berpikir visual matematis mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR), yang berfokus pada perubahan performa individu dalam kondisi baseline dan intervensi. Partisipan terdiri dari tiga mahasiswa tingkat pertama program studi pendidikan matematika di Universitas Serang Raya. Data kinerja mahasiswa dikumpulkan melalui tiga sesi pada fase baseline dan lima sesi pada fase intervensi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier untuk mengukur perbedaan signifikan antara fase baseline dan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam performa setiap subjek selama fase intervensi, dengan adanya peningkatan level, kecenderungan perubahan yang kuat, dan perubahan segera setelah intervensi dimulai. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan worksheet graphing quadratics efektif dalam mengoptimalkan kemampuan visualisasi matematis mahasiswa.
The limited visual mathematical thinking abilities of students can hinder a deep understanding of quadratic functions. This study aims to address this issue by evaluating the effectiveness of graphing quadratics worksheets in enhancing students\u27 visual mathematical thinking. The research employs a Single Subject Research (SSR) method, focusing on individual performance changes across baseline and intervention phases. Three first-year students from the mathematics education program at Universitas Serang Raya participated in the study. Performance data were collected over three sessions in the baseline phase and five sessions in the intervention phase. Linear regression analysis was used to assess significant differences between baseline and intervention phases. The results indicated a significant improvement in each subject\u27s performance during the intervention, with an increase in level, a strong trend, and immediate change upon the intervention’s onset. These findings suggest that graphing quadratics worksheets effectively optimize students\u27 mathematical visualization skills
Innovating Electronic Worksheets for Students Using Project Based Flipped Classroom in Math Learning
Rendahnya kualitas pembelajaran matematika disebabkan oleh kurangnya keterlibatan siswa dan kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika dan partisipasi aktif siswa dalam proyek merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan harapan dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat LKS elektronik menggunakan Project Berbasis Flipped Classroom (PjFC) yang valid dan praktis untuk siswa kelas X pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan, berdasarkan model pengembangan yang dikemukakan oleh Plomp. Tahapan pengembangan model meliputi penelitian pendahuluan, tahap pembuatan prototipe untuk menilai validitas dan kepraktisan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah evaluasi diri, angket validasi ahli dan one-to-one, kemudian pedoman wawancara untuk membantu memastikan keabsahan LKS elektronik, dan angket kelompok kecil serta pedoman wawancara untuk membantu mengkonfirmasi kepraktisan LKS elektronik kuesioner uji lapangan dan panduan wawancara. Berdasarkan penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa LKS elektronik yang menggunakan aplikasi liveworksheets dalam kategori sangat valid di kelas. Sedangkan persentase sebesar 95,89% tercapai pada kategori sangat praktis untuk kepraktisan penggunaan LKS elektronik oleh guru. Kategori sangat praktis memperoleh persentase nilai one-to-one sebesar 95,89%. Pada kategori sangat praktis, persentase nilai small group yang diperoleh sebesar 88,89%. Berdasarkan persentase di atas maka LKS elektronik menggunakan aplikasi liveworksheets pada pembelajaran matematika kelas X valid dan praktis.
One of the reasons for the low quality of mathematics learning is the lack of students’ involvement and the lack of use of technology in learning. The use of technology in mathematics learning and the active participation of students in projects is an attempt to improve the quality of learning in hopes of improving the quality of student processes and learning outcomes. The purpose of this study is to create electronics worksheet using Project-Based Flipped Classroom (PjFC) using valid and practical for grade X on mathematics learning. This type of research is research and development, based on the development model proposed by Plomp. Development model phases include the preliminary research, prototyping phase for judging validity and practicality. The research instrument used were self-evaluation, questionnaires of expert review and one-to-one, then interview guides to help confirm the validity of the electronic worksheet, and small group questionnaires and interview guides to help confirm the practicality of the electronic worksheet, field test questionnaire and interview guides. Based on the research and data analysis, it is possible to conclude that electronic worksheets employs the live worksheet application in a very valid category in class. Meanwhile, a percentage of 95.89% was reached in the extremely practical category for the practicability of using electronic worksheets by teachers. The very practical category received a percentage of 95.89% for the students\u27 one-to-one test scores. In the extremely practical category, the percentage attained for the small group test results was 88.89%. Based on the percentages above, electronic worksheets using the liveworksheets application on class X mathematics learning is legitimate and usable
SCL LEAD to Improve quality of Student-Centered Learning Process in the Class of Discrete Mathematics
Semakin banyak mahasiswa yang kurang tertarik pada beberapa mata kuliah di universitas, terutama matematika. Studi ini meneliti dampak pendekatan Student-Centered Learning (SCL) dalam pembelajaran Matematika Diskrit. Kami memperkenalkan metode SCL - Lecture’s Encouragement, Assistance, and Stimulating-Deliverance (SCL LEAD) untuk meningkatkan keterampilan belajar dengan mendorong interaksi dan kerja sama mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pre-test dan post-test untuk mengukur keterlibatan dan kinerja mahasiswa. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, jaminan kesiapan, dan diskusi kelompok, kemudian dianalisis untuk menilai dampaknya terhadap keterampilan kognitif dan kolaboratif mahasiswa. Perbandingan antara ujian tengah dan akhir semester digunakan untuk mengukur efektivitas SCL LEAD, dengan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengidentifikasi perubahan keterampilan dan pencapaian. Temuan menunjukkan bahwa SCL LEAD memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif serta meningkatkan kompetensi dan kinerja dalam Matematika Diskrit, memberi wawasan berharga bagi pengembangan strategi pembelajaran berpusat pada mahasiswa di pendidikan matematika.
The increasing disengagement of students in certain university courses, particularly in mathematics, is a growing concern. This study investigates the impact of the Student-Centered Learning (SCL) approach on the learning process for Discrete Mathematics. We introduce the Student-Centered Learning - Lecture’s Encouragement, Assistance, and Stimulating-Deliverance (SCL LEAD) method to enhance learning skills by fostering increased student interaction and cooperation. The study employs a quantitative approach, using pre-tests and post-tests to measure students’ engagement and performance. Data were gathered through structured observations, readiness assurance processes, and group discussions, all of which were documented and analyzed to assess their impact on students’ cognitive and collaborative skills. Comparative metrics between mid-term and final exams were used to determine the effectiveness of the SCL LEAD model, with descriptive and inferential statistics applied to identify changes in students\u27 skills and achievements following the implementation of SCL LEAD. The findings suggest that SCL LEAD motivates active participation and enhances both competence and performance in Discrete Mathematics, offering valuable insights for advancing student-centered strategies in mathematics education
PENGARUH MEDIA SIKLAR PADA MATERI SIKLUS AIR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS 5 SDN RAHAYU KECAMATAN MANGKUBUMI
Abstrak: Berdasarkan data yang didapat dari hasil survey yang dilakukan oleh PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2000 sampai 2018 dalam Fetra Bonita Sari, Risda Amini (2020) menyatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara dengan literasi yang rendah. Keterlibatan media pembelajaran berbasis teknologi berperan penting dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran IPA menjadi salah satu pembelajaran yang perlu keterlibatan media pembelajaran di dalamnya. Di tengah perkembangan zaman ini, media pembelajaran yang interaktif menjadi pilihan untuk digunakan sebagai media pembelajaran. penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pada peserta didik kelas 5 di SDN Rahayu dengan memberikan perlakuan berupa media pembelajaran Siklar pada materi Siklus Air. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif eksperimen yang menjadikan peserta didik kelas 5 di SDN Rahayu sebagai sampel penelitian yang dilakukan. Proses pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi dan kegiatan pretest-posttest. Penelitian yang telah dilakukan ini adalah hasil bahwa penggunaan media pembelajaran Siklar Berbasis Articulate Storyline 3 pada Materi Siklus Air berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas 5 di SDN Rahayu. Kata Kunci: Articulate Storyline 3, Media Pembelajaran, Siklus Air
 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTU MEDIA POP UP BOOK TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model Discovery Learning menggunakan media Pop Up Book terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV di SD Muhammadiyah 2 Garut, khususnya dalam materi bangun ruang. Dua kelas dijadikan sampel: kelas eksperimen yang menerapkan model ini dan kelas kontrol yang menggunakan Smart Learning Posters. Pengukuran dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest kelas eksperimen 50,95, sedangkan kelas kontrol 54,85, dengan selisih tidak signifikan (p>0,05). Setelah perlakuan, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat menjadi 81,65, sementara kelas kontrol 75,15. Uji t menunjukkan p-value 0,001, lebih kecil dari 0,05, menandakan bahwa model ini efektif. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi model Discovery Learning berbantuan media Pop Up Book menghasilkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah siswa dibandingkan penggunaan media Smart Learning Posters