e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    Kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan masalah pada materi pemusatan data di smp

    Get PDF
    This research aims to analyze students\u27 difficulties in solving problems in data concentration material. The research method used is descriptive qualitative. The research subjects consisted of 34 class VII students at State Middle Schools in Tasikmalaya. Data collection techniques in this research used written tests, in-depth interviews, and classroom observations. The results of the study showed that students experienced several difficulties, namely: difficulty understanding mathematical language and notation, difficulty understanding word problems, difficulty understanding basic mathematical concepts, and difficulty distinguishing between mean and median. and mode. Interviews and classroom observations revealed that factors such as less varied teaching methods, lack of contextual practice, and low learning motivation contributed to the difficulties experienced by students. Discussion of research results emphasizes the importance of a more interactive and contextual teaching approach to increase students\u27 understanding of the concept of data concentration. The implications of this research indicate the need to develop more innovative teaching materials and use educational technology to help students overcome these difficulties. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan masalah pada materi pemusatan data. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 34 peserta didik kelas VII di SMP Negeri di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis, wawancara mendalam, dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami beberapa kesulitan, yaitu: kesulitan pemahaman bahasa matematis dan notasi, kesulitan dalam memahami soal cerita,  kesulitan memahami konsep dasar matematika, dan kesulitan membedakan antara mean, median dan modus. Wawancara dan observasi kelas mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti metode pengajaran yang kurang variatif, kurangnya latihan yang kontekstual, dan motivasi belajar yang rendah turut berkontribusi terhadap kesulitan yang dialami peserta didik. Diskusi hasil penelitian menekankan pentingnya pendekatan pengajaran yang lebih interaktif dan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep pemusatan data. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan materi ajar yang lebih inovatif dan penggunaan teknologi pendidikan untuk membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan tersebut.

    The mathematical connection ability of junior high school students on fraction

    No full text
    The method used in this research is descriptive-qualitative. Through descriptive research. Through descriptive research, researchers only intend to describe or explain symptoms. The subjects used in this study were 3 junior high school students in the village of Sukawangi, Tarogong Kaler district, Garut district. The test used to be researched in this study is the mathematical connection ability test, The mathematical connection indicator used in this study consists of the relationship between mathematical concepts and mathematical concepts, the relationship between mathematical concepts and other fields of science, and the relationship between mathematics and everyday life. The instruments used in this study were written tests, interviews, The objects that were used as sources for the interview were 3 students who also completed the test questions. The test instrument contains five questions in accordance with the mathematical connection ability indicator. In analyzing the data, the technique was carried out by assessing students\u27 answers based on written tests. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Melalui penelitian deskriptif. Melalui penelitian deskriptif peneliti hanya bermaksud mendeskripsikan atau menjelaskan gejala. Subjek yang digunakan pada penelitian ini yaitu 3 orang siswa SMP di desa Sukawangi kecamatan Tarogong Kaler kabupaten Garut. Tes yang digunakan untuk diteliti pada penelitian ini yaitu tes kemampuan koneksi matematis, indikator koneksi matematis yang digunakan pada penelitian ini yaitu terdiri dari keterkaitan antara konsep matematika dengan konsep matematika, keterkaitan konsep matematika dengan bidang ilmu lain, dan keterkaitan antara matematika dengan kehidupan sehari-hari. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes tertulis, wawancara, objek yang di jadikan narasumber untuk wawancara adalah 3 orang siswa yang juga menyelasaikan soal tes. Instrumen tes yaitu memuat lima soal yang sesuai dengan indikator kemampuan koneksi matematis. Dalam menganalisis data teknik yang dilakukan yaitu dengan menilai jawaban siswa berdasarkan tes tertulis

    Sosialisasi Pelayanan Prima (Service Excellent) Pada Aparatur Pemerintahan Desa Cibeureyeuh Kec. Conggeang Kabupaten Sumedang

    Get PDF
    Pelayanan prima (Service excellent) adalah usaha melayani kebutuhan orang lain. Munculnya komplain atau keluahan dari masyarakat/pelanggan merupakan salah satu indicator ketidakpuasan mereka terhadap pelayanan Lembaga atau kinerja pegawai. Kegiatan melayani adalah kegiatan yang bersifat tidak berwujud yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, salah satunya pelayanan yang dilakukan oleh para aparatur pemerintah Desa Cibeureuyeuh. Para aparatur desa harus memiliki kesadaran moral yang didasari oleh integritas dalam melayani masyarakat. Namun kenyataan yang terjadi dilapangan, aparatur pemerintah desa masih belum menerima dan menyadari bahwa mereka bertugas di instansi penyelenggara pelayanan publik. Mereka masih saja menganggap bahwa dirinya adalah orang yang sangat berkuasa atas jabatannya tersebut, mereka lupa pada fungsi dan tugasnya yaitu melayani masyarakat yang datang kepadanya. Oleh karena itu, dalam implementasi Pengabdian pada Masyarakat ini, diharapkan para pegawai/aparatur pemerintah di Desa Cibeureuyeuh dapat semakin meningkatkan pelayanan prima (service excellentnya) dalam melayani masyarakat di wilayahnya baik pelayanan secara langsung maupun tidak langsung

    Pengembangan Aplikasi Pembelajaran Berbasis Android (SAC) Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Berpikir Komputasional

    No full text
    Abstrak  Tujuan pendidikan yang lebih efektif dan efisien diperlukan sarana dan prasarana yang saling melengkapi, yang mengarah kepada teknologi dan media. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Lee & Owens. model ini ada 5 tahap pengembangan yaitu: (1) penilaian/analisis (assessment/analysis) yang meliputi analisis kebutuhan (need assessment) dan analisis awal akhir (front-end analysis), (2) desain (design), (3) pengembangan (development), (4) implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation).Hasil penilaian dari ahli media dapat dinyatakan bahwa media yang dikembangkan telah mencapai kriteria yang sangat layak dengan nilai rata-rata 92%, serta penilaian dari ahli materi dengan nilai rata-rata 96%, dari hasil uji coba kelompok kecil 90% dan kelompok besar 93%. Dalam penelitian ini, analisis kebutuhan (need analysis) dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman mendalam tentang kebutuhan belajar siswa dalam materi berpikir komputasional. Hasil analisis kebutuhan kemudian direkap dengan cermat. Data-data dari wawancara dan observasi diorganisasikan dan diurai secara rinci. Temuan-temuan utama, seperti aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dalam pembelajaran, dijelaskan dalam rekapitulasi ini. Rekapitulasi tersebut memberikan dasar yang kuat dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis SAC (Student-Centered Active Learning) yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan siswa kelas VII di SMP Hasanuddin Kanigoro. Kata Kunci — Smart Apps Creator;  Aplikasi; Berpikir Komputasional; Media Pembelajaran.   Abstract The goal of more effective and efficient education requires complementary facilities and infrastructure, which leads to technology and media. The development model used in this research is the Lee & Owens model. This model has 5 development stages, namely: (1) assessment/analysis which includes needs analysis and front-end analysis, (2) design, (3) development (development), (4) implementation (implementation), and evaluation (evaluation). The results of the assessment from media experts can be stated that the media developed has reached very feasible criteria with an average score of 92%, as well as an assessment from material experts with a score average 96%, from small group trial results 90% and large group 93%. In this research, needs analysis was carried out using a qualitative approach. This approach was chosen because it is able to provide a deep understanding of students\u27 learning needs in computational thinking material. The results of the needs analysis are then carefully summarized. Data from interviews and observations were organized and described in detail. The main findings, such as aspects that need to be improved in learning, are explained in this recapitulation. This recapitulation provides a strong basis for developing SAC (Student-Centered Active Learning) based learning media that suits the needs and expectations of class VII students at Hasanuddin Kanigoro Middle School. Keywords—Smart Apps Creator; Applications; Computational Thinking; Learning Medi

    Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Quizizz Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

    No full text
    Abstrak Penelitian Research & Development (R&D) ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan alat evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi Quizizz pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan model Warsita dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Beberapa tahap dalam evaluasi formatif dilakukan diantaranya adalah, validasi pakar, evaluasi orang per-orang, evaluasi kelompok kecil dan ujicoba lapangan. Hasil evaluasi ahli Materi memperoleh total persentase sebesar 88% masuk dalam kriteria baik sekali, ahli media memperoleh persentase sebesar 86% masuk dalam kriteria baik sekali, dan ahli desain pembelajaran sebesar 85% masuk dalam kriteria Baik. Evaluasi orang per-orang (one to one evaluation) memperoleh persentase sebesar 91% masuk dalam kriteria baik sekali, evaluasi kelompok kecil (small group evaluation) memperoleh persentase sebesar 91,62% masuk dalam kriteria baik  sekali, dan Uji coba lapangan (field test) memperoleh persentase sebesar 88,21% dengan kriterria baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil rerata skor akhir masuk dalam kategori baik sekali, sehingga dapat dinyatakan bahwa produk yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kata Kunci— Aplikasi quizzez, alat evaluasi, evaluasi, pembelajaran,   Abstract This Research & Development (R&D) research was carried out with the aim of developing a learning evaluation tool using the Quizizz application in Indonesian language subjects. The research was conducted at SMK Negeri 1 Ogan Komering Ulu, South Sumatra. This research uses Warsita model with data collection techniques in the form of questionnaires. Several stages in formative evaluation are carried out, including expert validation, one-to-one evaluation, small group evaluation and field test. The evaluation results of Material experts obtained a total percentage of 88% belong to very Good category, Media experts obtained a percentage of 86% which is belong to Very Good category, and Design experts 85% which is belong to good category. One to one evaluation obtained a percentage of 91% which is belong to very good category, small group evaluation obtained a percentage of 91.62% with the dwhich is belong to very good category, and the field test received a percentage amounting to 88.21% which is belong to very good category. Based on the research results, it can be concluded that the final result are belong to very good category, so it can be stated that the product developed is suitable for use in learning Indonesian language subjects. Keyword — Quizizz application, evaluation tool, evaluation, learnin

    PENGARUH STRATEGI AMBT TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi AMBT terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berjenis Quasi Eksperimental Designyang dirancang menggunakan non-equevalent control group design.  Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas IV yang berjumlah 40 siswa. Kelas IV A sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 20 siswa, dan kelas IV B sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 20 siswa. Pengambilan data dan instrumen pada penelitian ini menggunakan tes yang diberikan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji t dengan bantuan Microsoft Excel 2016. Adapun hasil penelitian ini sebelum diberikan perlakuan (pretest) menunjukkan rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa sebesar 61,62 dan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan strategi AMBT diperoleh nilai rata-rata sebesar 80,95. Berdasarkan hasil statistik diperoleh thitung 2,874 dan ttabel 2,0373. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh strategi AMBT terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SDN 2 Banyuresmi

    PENGARUH MEDIA INTERAKTIF QUIZIZZ TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI PERISTIWA KEBANGSAAN MASA PENJAJAHAN DI SDN MANGGUNGJAYA 1 TASIKMALAYA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media interaktif quizizz terhadap hasil belajar siswa pada materi peristiwa kebangsaan masa penjajahan di SDN Manggungjaya 1. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimen (one group pretest posttest design). Populasi yang digunakan yaitu seluruh siswa kelas V SDN Manggungjaya 1 yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh.  Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan media interaktif quizizz. Adapun hasil analisis statistik inferensial dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t (uji paired sample t-test) menunjukkan bahwa sig. (2 tailed) lebih kecil daripada 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 maka dinyatakan Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media interaktif quizizz berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi peristiwa kebangsaan masa penjajahan di SDN Manggungjaya 1 Tasikmalay

    Pengaruh Model Pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating Dan Transfering) terhadap Aktivitas Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Ekskresi di Kelas XI SMA Negeri 1 Garut

    No full text
    Aktivitas belajar merupakan keaktifan peserta didik dalam kegiatan belajar untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri. Peserta didik aktif dalam membangun pemahaman atas persoalan dan segala sesuatu yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik adalah model pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transfering). Model pembelajaran REACT merupakan model pembelajaran dalam pembelajaran kontekstual. Desain yang digunakan pada penelitian ini yaitu Nonequivalent (Pretest and Posttest) Control Group Design karena pada penelitian ini kelas eksperimen ataupun kelas kontrol dipilih tidak secara acak tetapi berdasarkan kelas yang telah ditentukan. Sampel yang terpilih pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3 yang berjumlah 37 siswa dan kelas XI MIPA 4 yang berjumlah 37 siswa SMA Negeri 1 Garut. Dalam pengambilan sampel ini, peneliti menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Untuk mendapatkan data pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa pada saat proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transfering) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan aktivitas belajar peserta didik pada materi sistem ekskresi di kelas XI SMA Negeri 1 Garut &nbsp

    Efektivitas Strategi Pembelajaran Everyone Is a Teacher Here Terhadap Hasil Belajar Siswa (Pada Konsep Ekosistem

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi Everyone Is a Teacher Here terhadap konsep ekosistem. Desain penelitian ini One Group Pretest Posttest Design. Metode penelitian pre-experimental, populasinya siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bayongbong sebanyak 9 kelas, sampelnya yaitu kelas VII-B, tekhnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Tekhnik pengolahan data menggunakan kriteria Nurgana, KKM sekolah penelitian, Gain Ternormalisasi dan Rata-rata tingkat Penguasaan/ RTP . Berdasarkan hasil post-test yang didapat 28 siswa memperoleh nilai 75 dengan persentase 77,78% melampaui 75% maka penerapan strategi Everyone Is a Teacher Here pada konsep ekosistem adalah efektif. Gain Ternormalisasi menunjukkan hasil yang baik, dengan persentase 52,78% pada kategori baik, 41,67% pada kategori sedang dan 5,55% pada kategori rendah, rata-rata Gain=0,637 berada pada kategori sedang. RTP menunjukkan hasil yang sangat baik dengan tercapainya 84,72% berada pada kriteria tinggi

    ANALISIS PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DALAM PROSES PEMBELAJARAN SISWA PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan keterampilan proses sains siswa dalam kegiatan pembelajaran pada materi keanekaragaman hayati di SMA NEGERI 6 GARUT. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam satu kali pertemuan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA, sedangkan sempel yang digunakan adalah kelas X MIPA 7. Istrumen yang digunakan dalam peneltian ini adalah lembar observasi. Adapun kemampuan keterampilan proses sains siswa yang diamati dalam penelitian ini adalah keterampilanmengamati, keterampilan menggunakan alat dan bahan, keterampilan mengklasifikasikan, dan keterampilan mengkomunikasikan. Analisis data yang digunakan dengan pensekoranterhadap setiap indikator kemampuan keterampilan proses sains siswa pada jenjang sangat baik sekali, baik, cukup dan kurang baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umumtingkat kemampuan keterampilan proses sains dalam kegiatan pembelajaran berada pada predikat baik, hal ini ditunjukkan dengan presentase 72,56 %. Kondisi ini sesuai dengan datahasil penelitian yang diperoleh pada tiap indikator-indikator keterampilan proses sains yaitu:(1) Keterampilan mengobservasi 76,0 % menunjukkan keterampilan dengan predikat baik, (2) Keterampilan menggunakan alat dan bahan 83,3 % menunjukan keterampilan dengan predikat baik sekali, (3) keterampilan mengklasifikasikan 60,62%dengan predikat cukup, (4)keterampilan mengkomunikasikan 70,35 % menunjukkan predikat baik

    643

    full texts

    2,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇