e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTATION OF LOW-CLASS DISTANCE LEARNING (PJJ) AT SD NEGERI IV SAMARANG WITH THE OBJECTIVE OF MAINTAINING QUALITY OF LEARNING
The quality of learning is determined by learning activities. This research aims to determine the implementation of distance learning (PJJ) for lower classes at SDN IV Samarang with the aim of maintaining the quality of learning, including: 1. To find out learning planning; 2. To find out the implementation of learning; 3. To find out learning evaluation. The benefit of this research is to increase scientific insight and a clearer theoretical/conceptual framework regarding the implementation of distance learning with the aim of maintaining the quality of learning. The research method used in this research is a qualitative research method with document analysis research type. Participants were lower grade teachers, lower grade students, and parents of lower grade students. Data collection was carried out by analyzing documents, observations and interviews. Data analysis/processing is carried out by describing the state of the content/material, and looking for a presentation of the quality of learning through the learning outcomes of lower class students in the form of pie charts in the implementation of distance learning. Based on the results of research carried out by researchers, it can be concluded that: 1. The learning planning that was made before carrying out learning activities in PJJ was very good, this is proven by the learning planning that meets the four elements that must be present in learning planning, namely; (1) there are goals that must be achieved, (2) there are strategies to achieve the goals, (3) resources that can support and, (4) implementation of each decision. 2. Implementation of distance learning, for the successful implementation of learning is good enough based on the learning components that have been implemented and are interrelated, including: (1) teachers, (2) students, (3) learning materials, (4) learning methods, ( 5) learning media, and (6) learning evaluation. 3. Evaluation of distance learning has been sufficiently implemented in involving five evaluation principles and elements including schools, parents, the environment and society at large. As well as learning results which are shown with a score of 0 – 50, the percentage of Thematic, Mathematics and B. Sundanese scores obtained a percentage of 42%
LINGKUNGAN PENDIDIKAN DAN MOTIVASI BELAJAR DI ERA GLOBALISASI
Artikel ini menyajikan upaya untuk memodelkan keterkaitan antara motivasi siswa dalam lingkungan pendidikan terintegrasi menggunakan beberapa indikator evaluasi empiris. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi empiris. Telaah mendalam secara kualitatif dari hasil beberapa penelitian digunakan untuk mengembangkan pemahaman tentang lingkungan pendidikan keterkaitannya dengan motivasi belajar siswa. Ditemukan hubungan antara lingkungan pendidikan dengan motivasi belajar siswa. Peran orang tua, kepekaan, komunikasi dan kepercayaan dapat meningkatkan motivasi belajar
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEPEKAAN SOSIAL SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran investigasi kelompok Pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial yang dapat meningkatkan kepekaan sosial siswa.. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Subjek penelitian adalah guru IPS dan siswa kelas delapan pada dua belas SMP di 12 kecamatan wilayah Kabupaten Garut. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket, observasi, studi dokumentasi, wawancara dan skala sikap. Data dianalisis dengan menggunakan Pearson Product-Moment Correlation, Cronbach’s Alpha (α), Kolmogorov-Smirnov Test, Lavene test, t-test, uji Wilcoxon, dan Uji mann Whitney. Hasil Uji Validasi menunjukkan skor gain kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan skor gain kelompok kontrol pada SMP kategori baik., cukup dan kurang. Temuan ini menghasilkan kesimpulan bahwa Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (MPIK) sebagai model hasil pengembangan efektif untuk meningkatkan kepekaan sosial siswa. Hal ini didukung oleh faktor: (a) desain model yang memberikan gambaran yang secara jelas tentang skenario pembelajaran; (b) implementasi pembelajaran yang berbasis dinamika kelompok; dan (c) lebih mengutamakan evaluasi berbasis sikap
KONTRIBUSI BAHAN AJAR PKN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN NASIONALISME DI WILAYAH RAWAN KONFLIK
Bahan ajar menjadi salah satu tonggak bagi keberhasilan pembelajaran, sebab melalui pengorganisasian bahan ajar ini, peserta didik akan ditransformasikan ilmu pengetahuan yang bermakna dan bernilai jika bahan ajar yang disampaikan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang berarti bagi dirinya. Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan konflik sehingga rentan dengan disintegrasi bangsa, konflik GAM dan NKRI memberikan persepsi dan pemahaman yang berbeda diantara kedua belah pihak. Berkaca dari itu, Negeri ini harus tetap utuh menjadi bangsa dan Negara yang merdeka dan berdaulat itulah yang harus dijaga oleh generasi muda bangsa ini. Setiap daerah memiliki nilai dan norma atau kearifan local yang menjadi kekayaan daerah itu untuk mengembangkan nilai dan kesadaran nasional dalam mewujudkan kokoh dan kuatnya bangsa dan Negara ini diatas Bhineka Tunggal Ika. Melalui pendidikan dan pembelajaran lah yang lebih efektif dalam upaya membangun nilai-nilai nasionalisme itu agar tidak tercerabut dalam akarnya
KONSEP FILSAFAT HUKUM DALAM PENYUSUNAN DISERTASI BIDANG HUKUM
Dalam perkembangannya kajian terhadap filsafat ini dibagi kedalam pembagian secara klasik yang meliputi filsafat teoritis dengan tujuan untuk mengetahui kebenaran yang mencakup matematika, ilmu-ilmu alam dan teologi dan filsafat praktis yang tujuannya untuk aplikasi praktis khususnya pada bidang etika, politik keluarga dan politik negara.Proses menarik kesimpulan ini tidak bisa dilepaskan dengan kajian ilmu yang lainnya yaitu dengan menggunakan teori, yang berfungsi untuk memprediksi dan mengontrol fakta khususnya dalam kajian ilmu hukum dengan menggunakan teori hukum. Teori hukum berfungsi memberikan argumentasi yang meyakinkan bahwa hal- hal yang dijelaskan itu adalah ilmiah, atau paling tidak memberikan gambaran bahwa hal-hal yang dijelaskan itu memenuhi standar teoritis. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep filsafat hukum dalam penyusunan disertasi bidang hukum. Peranan filsafat hukum, teori hukum dan logika dalam penyusunan disertasi, sangatlah berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, artinya satu sama lain saling mendukung. Dengan filsafat hukum kita bisa menjelaskan dan menjawab pertanyaan- pertanyaan yang tidak terjawab oleh ilmu hukum, yang menyangkut objek hukum akan menjadi landasan ontologi hukum
Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Bilangan Loncat Dengan Menerapkan Garis Bilangan
Bilanganloncatadalah salah satubagiandaripembelajaranmatematikatentangbilangan. Siswakelas 1 SD Negeri Manggarai 17 PagiKecamatanTebet Jakarta Selatan mengalamikesulitandalammengurutkanbilanganloncattersebutbaiksecaraberurutmajumaupunsecaraberurutmundurapalagidala mmenentukanangka di posisi-posisitertentu, haliniterlihatdaricontoh salah satuhasilulangansiswa yang memperolehnilaikurangmemuaskan, sehinggaperluadanyapenelitianuntukmengetahuilatarbelakangmasalahnya dan mencaristrategiataucarauntukmencarisolusi yang terbaik agar konsepbilanganloncatmudahdipahami oleh siswa. Tujuandiadakanpenelitianiniadalahpertama, untukmengetahuiaktivitassiswadalammeningkatkanpemahamanmengurutkanbilangansecaraloncatdenganmenggunakangarisbil angan, keduauntuk mengetahuipenerapangarisbilangandapatmeningkatkanpemahamansiswatentangkonsepbilanganloncat. Metodepenelitianinimenggunakan. model PenelitianTindakan Kelas yang menggunakansistem spiral yang terdiridariduasiklus. Tiapsiklusdimulaidarirencana (planning), kemudiantindakan (acting), dilanjutkandenganobservasi (observing) daritindakan yang telahdilakukan, dan yang terakhiradalahrefleksi (reflecting). Setiaptahapantersebutberfungsisalingmenguraikankarena pada masing-masingtahapanmeliputi proses penyempurnaan yang harusdilaksanakansecaraterusmenerussehinggamendapatkanhasil yang diinginkan. Ternyatapenerapangarisbilangandapatmeningkatkanaktivitassiswadalammemahamibilanganloncat, haliniterlihatdaripeningkatannilai rata-rata kelasataupunnilai rata-rata kelompokdalammenyelesaikanevaluasi pada setiapakhirsiklus danpenerapangarisbilangandapatdirekomendasikanuntukbahasan lain yang masihrelevan dan efektifsekalipundalamsituasi dan kondisi yang berbeda
INTEGRATING MULTIMODAL TEXTS IN GENRE-BASED APPROACH: TEACHER’S AND STUDENTS’ CHALLENGES AND BENEFITS
Integrating multimodal text in Genre-Based Approach (GBA) is demanded in our recent era as well as the curriculum. Teachers and students will definitely experience challenges and benefits in the teaching and learning process. Thus, this study aimed to find out the challenges and benefits of integrating multimodal text in GBA. A qualitative study was employed as the methodology. This research was conducted at a public senior high school in West Java, involving one English teacher and 36 students from the twelfth grade as a research participant. The data was collected by classroom observation and interviews. The results were analyzed using inductive analysis by dividing the findings into two main themes, the challenges and the benefits experienced by the teacher and students. The research shows that major challenges that students and the teacher faced, included difficulties with resource accessibility, technical proficiency, time allocation, and preparation stage. As for the benefits, the results point to enhanced communication creativity, improved critical thinking abilities, accommodated differences in student learning styles, and increased engagement among students as essential advantages. In conclusion, integrating multimodal text in GBA provides more benefits than challenges for both the teacher and students. Therefore, it is recommended to integrate multimodal text in GBA, especially in teaching Englis
Twitter User Sentiment Analysis Of TIX ID Applications Using Support Vector Machine Algorithm
The cinema is a place to watch movies using the big screen. Various comments on the TIX ID application service can be used to reference the company\u27s evaluation material in assessing the level of service quality that has been provided, so that later the TIX ID application can be used optimally by application users and the company, as for the purpose of this study to find out responses and find out the sentiment analysis stage on twitter social media using the vector machine support algorithm for the TIX ID application. This algorithm is commonly used for text mining by going through the data collection stage, cleaning and labelling data stage, training and testing data sharing stage with 3 comparison scenarios, namely 70:30, 80:20, and 90:10 using 3 kernels, namely dot, radial, and polynomial, then through the text preprocessing stage, the TF-IDF word weighting stage, the data modeling stage, and the evaluation stage. The preprocessing stage consists of transform case, tokenize, and stopwords filters. The result of this study is that the support vector machine algorithm has an accuracy value of 74.17%. The research concludes that the support vector machine algorithm with a ratio of 80:20 training and testing data ratio scenario produces the highest accuracy
Creative Thinking Ability in Quadrilateral Learning with Pos Math Game
Berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan yang dilatihkan dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan wawancara dengan pendidik di salah satu sekolah di Kabupaten Bandung, siswa masih sering menganggap matematika itu sulit dan membosankan. Siswa masih kesulitan memahami materi dasar salah satunya segi empat. Terdapat permasalahan dalam proses pembelajaran yaitu: Siswa mengalami keterbatasan dalam menjawab soal materi segi empat, dan partisipasi belajar siswa masih sangat rendah yang mengakibatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kurang terlatih. Penelitian ini mengimplementasikan Permainan Pos Math yang mempunyai fasilitas untuk melatih keterampilan berpikir kreatif sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran segiempat dengan menggunakan permainan pos math. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan partisipan siswa kelas VII SMP sebanyak 41 orang. Instrumen tes digunakan untuk pengumpulan data. Lembar jawaban siswa dianalisis dengan menggunakan teknik constant-comparison. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 83,17 sehingga termasuk dalam kategori sangat kreatif. Simpulan utama penelitian ini adalah bahwa post-math game sangat baik digunakan dalam pembelajaran matematika, khususnya untuk materi segi empat. Salah satu implikasi hasil penelitian ini adalah peneliti dapat menawarkan penerapan post-math game untuk pembelajaran segi empat pada kelas yang relevan.
Creative thinking is one of the skills trained in mathematics learning. Based on interviews with educators at one of the schools in Bandung Regency, students still often think mathematics is difficult and boring. Students still have difficulty understanding basic material, one of which is quadrilaterals. There are problems in the learning process, namely: Students experience limitations in answering rectangular material questions, and student learning participation is still very low, which results in students\u27 creative thinking abilities being poorly trained. This research implements the Pos Math Game which has facilities for practicing creative thinking skills as a solution to this problem. This research aims to describe students\u27 creative thinking abilities in quadrilateral learning using pos math games. This research used a qualitative approach with 41 class VII junior high school students as participants. Test instruments were used for data collection. Students\u27 answer sheets were analyzed using the constant-comparison technique. Based on the results of the analysis, the average score for students\u27 creative thinking abilities was 83.17, so it was included in the very creative category. The main conclusion of this study is that post-math games are very good to use in learning mathematics, especially for quadrilateral material. One implication of the results of this study is that researchers can offer the application of post-math games for quadrilateral learning in other classes
Exploring Ethnomathematics in the Menara Kudus as a Learning Resource for Geometry
Pembelajaran matematika siswa akan lebih bermakna ketika materi berkaitan dengan kondisi yang sesuai dengan apa yang ada di sekitarnya. Pentingnya penelitian ini dilakukan karena Menara Kudus yang merupakan salah satu peninggalan budaya dapat dilestarikan melalui pembelajaran disekolah sebagai sumber belajar yang bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memperdalam etnomatematika di Menara Kudus sebagai sumber belajar bagi siswa. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan pencatatan. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Objek pengamatan pada kegiatan ini adalah bangunan Menara Kudus. Simpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa geometri yang terdapat pada bangunan Menara kudus adalah bagian dasar menara yang menampilkan banyak dekorasi batu bata dan dapat dimodelkaan menggunakan geometri persegi panjang, persegi, segitiiga, dan berlian. Untuk badan menara dimodelkan pelat dan batu bata menggunakan geometri lingkaran, persegi panjang, dan berlian. Sebaliknya tangga tower dengan dinding dan pintu dapat dimodelkan sebagai trapesium, segitiga sama kaki, segitiga siku-siku, trapesium.
Students\u27 mathematics learning will be more meaningful when the material is related to conditions that are in accordance with what is around them. The importance of this research is that the Menara Kudus, which is one of the cultural heritages, can be preserved through learning at school as a meaningful learning resource for students. This research aims to explore and deepen ethnomathematics at Menara Kudus as a learning resource for students. This research uses a qualitative descriptive research type with an ethnographic approach. Data collection techniques use observation and recording. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The object of observation in this activity is the Menara Kudus building. The conclusion from this research is that the geometry found in the Menara Kudus building is the base of the tower which displays many brick decorations and can be modeled using rectangular, square, triangle and diamond geometries. For the tower body, plates and bricks were modeled using circle, rectangle and diamond geometry. On the other hand, tower stairs with walls and doors can be modeled as trapezoids, isosceles triangles, right triangles, trapezoids