e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
    2083 research outputs found

    Analisis Urgensi Penguasaan Teknologi Informasi Bagi Calon Guru SD Dalam Membangun Ekosistem Belajar Modern

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penguasaan Teknologi Informasi (TI) bagi calon guru sekolah dasar dalam upaya membangun ekosistem belajar modern yang adaptif. Ruang lingkup kajian difokuskan pada kesiapan kompetensi digital mahasiswa PGSD dan relevansinya terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan observasi terhadap tren integrasi teknologi dalam kurikulum pendidikan dasar. Hasil riset menunjukkan bahwa penguasaan TI bukan sekadar pendukung teknis, melainkan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, inklusif, dan berpusat pada siswa. Tanpa literasi teknologi yang mumpuni, calon guru akan kesulitan mengimplementasikan strategi pembelajaran inovatif di tengah pesatnya digitalisasi pendidikan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis teknologi pada program studi PGSD bersifat mendesak untuk menjamin profesionalisme guru di masa depan. Implikasi riset bagi pengembangan ilmu pengetahuan adalah perlunya reorientasi model pedagogi yang mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan konten secara holistik. Hal ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan standar kompetensi lulusan calon pendidik yang mampu menjawab tantangan transformasi digital di level sekolah dasar. Kata Kunci: Calon Guru SD; Ekosistem Belajar Modern; Teknologi Informasi; Transformasi Pendidikan   Abstract This study aims to analyze the urgency of mastering Information Technology (IT) for prospective elementary school teachers in an effort to build a modern, adaptive learning ecosystem. The scope of the study focuses on the digital competency readiness of PGSD students and its relevance to the needs of 21st-century learning. The research method used is descriptive qualitative through literature review and observation of technology integration trends in elementary school curricula. The results of the research indicate that IT mastery is not merely a technical support, but rather the main foundation in creating an interactive, inclusive, and student-centered learning environment. Without adequate technological literacy, prospective teachers will struggle to implement innovative learning strategies amidst the rapid digitalization of education. The conclusion of this study confirms that strengthening the technology-based curriculum in PGSD study programs is urgent to ensure teacher professionalism in the future. The implications of this research for the development of science are the need for a reorientation of pedagogical models that integrate aspects of technology, pedagogy, and content holistically. This is expected to serve as a reference in developing competency standards for prospective educator graduates who are able to address the challenges of digital transformation at the elementary school level. Keyword: Prospective Elementary School Teachers; Modern Learning Ecosystem; Information Technology; Educational Transformatio

    Kajian Literatur Pengaruh Problem-Based Learning terhadap Literasi Sains dan Sikap Biologi Siswa Sekolah Menengah Atas

    No full text
    Kajian literatur ini menelaah efektivitas penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Biologi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan 22 artikel penelitian periode 2021–2025. Fokus kajian mencakup dua domain utama, yaitu literasi sains (pemahaman konsep, keterampilan proses sains, berpikir kritis) dan sikap terhadap Biologi (motivasi, minat, keterlibatan). Analisis tematik dan deskriptif menunjukkan bahwa PBL secara konsisten meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Domain literasi sains menunjukkan peningkatan signifikan dengan kategori tinggi dan sangat tinggi mencapai 63%, sedangkan domain sikap terhadap Biologi mencapai 77%. PBL mendorong siswa membangun pengetahuan secara aktif melalui pemecahan masalah kontekstual, kerja kelompok, dan diskusi terbimbing. Efektivitas PBL dipengaruhi kesiapan guru, pengelolaan waktu, serta pemanfaatan media pembelajaran. Kajian ini menegaskan hubungan sirkular antara literasi sains dan sikap positif, di mana keterlibatan aktif memperkuat penguasaan konsep dan berpikir ilmiah, sementara literasi sains menumbuhkan sikap positif terhadap pembelajaran. Disarankan agar PBL diterapkan secara terstruktur dengan dukungan media interaktif, pelatihan guru, dan evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi abad ke-21 siswa. Hasil kajian ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan strategi pembelajaran aktif dan kontekstual dalam pembelajaran Biologi

    Augmented Reality in Case Method Learning to Improve Geometry Skills

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini  bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Pembelajaran Case Method berbasis Augmented Reality dan etnomatematika dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa geometri. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan 4-D. Subjek penelitian ini adalah 39 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan metode tes dengan instrumen lembar validasi, tes kemampuan geometri, dan angket respon siswa. Hasil analisis Validitas menunjukkan skor rata-rata lembar validasi produk sebesar 3,65. Analisis Praktikalitas menunjukkan skor rata-rata angket respon siswa sebesar 3,49 atau 87% dalam kategori sangat praktis. Hasil Paired Sample T-Test menunjukkan angka yang signifikan antara nilai pretes dan postes dengan nilai signifikansi (2-tailed) ???? = 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai prates dan pascates. Perbedaan tersebut terlihat dari nilai rata-rata prates sebesar 31,51 yang meningkat menjadi 45,00 pada pascates. Dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa. Abstract This research aims to develop a Case Method learning tool based on Augmented Reality and Ethnomathematics to improve students\u27 geometry skills. This study was developed by using a 4-D development model. The subjects of this study were 39 students of the Mathematics Education Study Program. The data collection method used a questionnaire method and a test method with validation sheet instruments, geometry ability tests, and student response questionnaires. Validity analysis showed an average score of the product validation sheet of 3.65. Practicality analysis showed the average score of the student response questionnaire is 3.49 or 87% in very practical category. The results of the Paired Sample T-Test showed a significant number between the pre-test and post- test values with a significance value (2-tailed) ???? = 0.000 < 0.05, so that there is a significant difference between the pre-test and post-test values. The difference could be seen from the average pre-test value of 31.51 which increased to 45.00 in the post-test. It could be conclude that the development product satisfied the criteria of valid, practical, and effective in improving students\u27 geometry skills

    Binary Representation of the Weaving Motifs of Rumah Bubungan Tinggi: An Ethnomathematical Exploration for Discrete Mathematics Learning

    No full text
    Motif anyaman pada dinding anjung Rumah Bubungan Tinggi menampilkan pola berulang yang dapat dimodelkan sebagai barisan biner. Penelitian eksploratif kualitatif ini merepresentasikan orientasi bilah sebagai digit 1 dan 0, kemudian menganalisis periodisitas, memformulasikan aturan berbasis modulo, serta melakukan konversi biner–desimal–karakter untuk menautkan motif tradisional dengan struktur pengodean informasi digital. Hasil menunjukkan motif membentuk barisan biner deterministik berperiode tertentu yang dapat dijelaskan melalui fungsi modulo. Berdasarkan pemetaan digit–arah bilah, disusun pula model konseptual steganografi: penyisipan pesan biner melalui variasi orientasi bilah tanpa mengubah karakter visual motif. Temuan ini menegaskan potensi motif anyaman sebagai media representasi informasi sekaligus konteks budaya untuk pembelajaran matematika diskret melalui tugas bertahap (pengodean motif, identifikasi unit ulang/periode, penurunan aturan modulo, dan konversi bilangan). Motif weaving on the anjung wall of the Rumah Bubungan Tinggi exhibits repeating patterns that can be modeled as binary sequences. This qualitative exploratory study encodes strip orientation as 1 and 0, then examines periodicity, formulates modulo-based rules, and performs binary–decimal–character conversions to connect traditional motifs with the basic structure of digital information encoding. The results show that the motifs form deterministic binary sequences with specific periods that can be described using modulo functions. Based on digit-to-orientation mapping, the study also proposes a conceptual motif-based steganography model: embedding binary messages through variations in strip orientation without altering the motif’s overall visual character. These findings highlight the potential of weaving motifs as both an information representation medium and a cultural context for discrete mathematics learning through stepwise tasks (motif encoding, identification of repeating units/periods, derivation of modulo rules, and number conversion)

    Instructional Strategies for Fostering Mathematical Literacy in Junior High School: A Systematic Literature Review

    No full text
    Proses pembelajaran yang baik tentu mempertimbangkan bagaimana memulai pembelajaran dengan baik. Banyak studi yang mengatakan penggunaan konteks dalam pembelajaran mampu menggiring siswa dalam pemahaman masalah yang baik. Begitu juga dengan literasi matematika, dimana dalam mengungkap kemampuan literasi matematika harus bermula dari problem in context. Penyusunan SLR dalam penelitian ini mengikuti pedoman PRISMA. Pemilihan metode PRISMA sebagai upaya untuk menyeleksi jurnal-jurnal terindeks scopus dan Mathematical literacy menjadi kata kunci. Terbitan artikel yang disaring yaitu tahun 2019-2023, dimana artikel yang ditemukan dari databese berjumlah 210 artikel, artikel setelah duplikasi dihapus berjumlah 170 artikel, artikel yang melewati penyaringan awal sebanyak 130 artikel, kemudian artikel yang dinilai kelayakannya sebanyak 40 artikel, dan pada akhirnya ada 25 artikel final yang dianalisis. Kemampuan literasi matematika yang ingin diungkap adalah kemampuan literasi matematika pada level junior high school. Pada level SMP merupakan level yang paling tepat untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan kompetensi literasi matematika. Kemudian penggunaan konteks dunia nyata sebagai awal untuk pengenalan matematika dalam memulai proses pembelajaran, sehingga literasi matematika yang dimau adalah yang dimulai dari penggunaan konteks hingga pada akhirnya siswa mampu mengaplikasikan ilmunya untuk menyelesaikan masalah matematika dan juga mewujudkan kemampuan seseorang untuk memformulasikan, menggunakan, dan menafsirkannya dalam permasalahan matematika pada berbagai konteks kehidupan. A good learning process certainly considers how to start learning well. Many studies say that using context in learning can guide students to a good understanding of the problem. The same goes for mathematical literacy, where revealing mathematical literacy skills must start from problems in context. The SLR in this study follows the PRISMA guidelines. The PRISMA method was chosen to select Scopus-indexed journals, and mathematical literacy was used as the keyword. The articles published were from 2019 to 2023. A total of 210 articles were found in the database. After removing duplicates, there were 170 articles. A total of 130 articles passed the initial screening, and 40 articles were assessed for suitability. Finally, 25 articles were analyzed. The mathematical literacy skills to be revealed were mathematical literacy skills at the junior high school level. Junior high school is the most appropriate level for conducting research related to mathematical literacy competence. Then, the use of real-world contexts as a starting point for introducing mathematics in the learning process, so that the desired mathematical literacy begins with the use of contexts until students are ultimately able to apply their knowledge to solve mathematical problems and also realize their ability to formulate, use, and interpret mathematics in mathematical problems in various contexts of life

    PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS III DI SD KATOLIK SANTO PAULUS CITRA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi Google Classroom dalam pembelajaran online terhadap hasil belajar IPS siswa kelas III SD Katolik Santo Paulus Citra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah 30 siswa kelas III, dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert untuk variabel Google Classroom (X) dan nilai hasil belajar IPS untuk variabel terikat (Y). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 25 melalui uji validitas, reliabilitas, regresi linier sederhana, uji korelasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan Google Classroom berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPS dengan kontribusi 29,8% (t_hitung = 3,444 > t_tabel = 2,048; sig. = 0,002 < 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa Google Classroom efektif mendukung pembelajaran IPS di sekolah dasar, terutama pada konteks pembelajaran online

    Pengaruh Model Realistic Mathematics Education terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar dengan model Realistic Mathematic Education (RME) dan yang belajar dengan model pembelajaran kontekstual. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol yang tidak setara. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 pada mata pelajaran matematika, khususnya materi pengukuran panjang dan berat, dengan subjek siswa kelas 3 SD SDIT Al Bina Purwakarta. Kelas 3C berfungsi sebagai kelas kontrol, sedangkan kelas 3D sebagai kelas eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) yang terdiri dari 10 soal uraian. Hasil uji statistik menggunakan SPSS versi 22 menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran RME berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas 3 SD SDIT Al Bina Purwakarta

    Penerapan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan Flashcard untuk Meningkatkan Pemahaman Membaca Siswa di Sekolah Dasar

    No full text
    Pendidikan di Indonesia memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu fokus utamanya adalah keterampilan berbahasa, termasuk membaca sebagai keterampilan dasar yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas II sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media flashcard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I menggunakan metode ceramah konvensional, sedangkan siklus II menerapkan model CTL berbantuan flashcard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, peningkatan pemahaman membaca belum optimal, dengan nilai rata-rata hanya naik dari 54,88 menjadi 59,16. Namun, pada siklus II terjadi peningkatan signifikan, dengan nilai rata-rata naik dari 57,8 menjadi 81,04. Peningkatan juga tampak pada keaktifan siswa, ketertarikan terhadap bacaan, dan kemampuan menyampaikan pendapat. Dengan demikian, penerapan model CTL berbantuan flashcard terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas II sekolah dasar

    Pengaruh Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar, khususnya di kelas V SDN Cikampek Barat II tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siklus penerapan model PBL. Data dikumpulkan melalui observasi, tes pemahaman konsep, dan dokumentasi nilai hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemahaman konsep siswa setelah penerapan model PBL, ditandai dengan peningkatan nilai hasil belajar dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran PBL dapat dijadikan alternatif efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar

    Pengembangan Charta Rangka Manusia Berbasis Augmented Reality pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V Sekolah Dasar

    No full text
    Proses pembelajaran IPAS di SDN 1 Sukakarya pada materi sistem rangka manusia masih didominasi buku paket dan charta cetak sederhana sehingga visualisasi kurang mendalam dan interaktivitas rendah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran charta rangka manusia berbasis Augmented Reality (AR) yang dapat diakses melalui smartphone. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Alessi & Trollip (planning, design, development). Media dikembangkan menggunakan Unity dan Vuforia, divalidasi oleh satu ahli media dan satu ahli materi, serta diuji coba pada enam peserta didik kelas V. Hasil validasi menunjukkan kelayakan 79% (ahli media) dan 95% (ahli materi), sedangkan respon peserta didik mencapai 99,1%. Media dinyatakan layak sebagai alternatif pembelajaran interaktif untuk membantu pemahaman sistem rangka manusi

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇