e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Pemahaman Konsep Volume Bangun Ruang Kubus Dan Balok Melalui Penggunaan Alat Peraga Kubus Satuan Dalam Pembelajaran Matematika
Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep volume kubus dan balok sertakemampuan guru dalam mendesain pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan.Penelitian dilandasi oleh pandangan Piaget yang beranggapan bahwa perkembangan kognitif dari setiap individu dibagi menjadi empat tahap dan setiap tahapnya memiliki karakteristik yang berbeda. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep volume bangun ruang kubus dan balok melalui penggunaan alat peraga kubus satuan. Penelitian menggunakan metode PTK model Kemmis dan MC. Taggart. Terbukti penggunaan alat peraga kubus satuan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep volume bangun ruang kubus dan balok. Dalam proses pembelajaran terdapat perubahan positif dari diri siswa, yaitu siswa memiliki banyak aktifitas, terjadi interaksi multi arah, dan antusias siswa dalam pembelajaran menjadi lebih tinggi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Belajar Mengajar tentang konsep volume bangun ruang dengan menggunakan alat peraga kubus satuan, berjalan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan telah berhasil menciptakan situasi belajar yang kondusif yakni siswa terlibat secara langsung pada proses pembelajaran, meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep siswa. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menyukai pelajaran matematika khususnya pada penggunaan alat peraga kubus satuan dalam pemahaman konsep volume bangun ruang kubus dan balok. Penggunaan kubus satuan sangat membentuk dalam meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Pemahaman siswa tentang konsep volume bangun ruang kubus dan balok sangat terbantu dengan penggunaan alat peraga kubus satuan. Nilai pemahaman siswa pada siklus 1 pertemuan bernilai rata-rata 71,77, siklus 1 pertemuan 2 sebesar 76,19, siklus 2 pertemuan 1 sebesar 80,69 dan siklus 2 pertemuan 2 sebesar 91,73 berkategori sangat baik. Terdapat peningkatan pemahaman siswa sebesar 23,96
eningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Konsep Perubahan Benda Dengan Menggunakan Metode Penemuan Terbimbing
Penelitian penggunaan metode penemuan terbimbing adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas VI SD Negeri Lenteng Agung 11 Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan pada konsep Faktor Penyebab Perubahan Benda yang rata-rata di bawah 6, rendahnya hasil belajar tersebut karena siswa sulit memahami materi Faktor Penyebab Perubahan Benda yang selama ini hanya menggunakan metode ceramah. Dengan metode penemuan terbimbing diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian setelah dianalisis menunjukkan bahwa tes hasil belajar pada Siklus I dilanjutkan dengan Siklus II mengalami peningkatan. Siklus I P1 yaitu 67,06%, siklus I P2 yaitu 70%, siklus II P1 77,06% dan siklus II P2 82,35%. Target yang ingin dicapai sebelumnya adalah 75%. Hasil yang dicapai pada siklus terakhir adalah 82,35%. Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Penerapan Metode Penemuan Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada pada Konsep Faktor Penyebab Perubahan Benda di Kelas VI SD Negeri Lenteng Agung 11 Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan
Strategi Peningkatan Mutu Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran Di TK PGRI Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui kompetensi kepala sekolah, peningkatan kepemimpinan manajerial kepala sekolah, dan strategi peningkatan mutu manajerial kepala sekolah di TK PGRI Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Adapun permasalahan dari penelitian ini adalah apakah upaya optimalisasi sarana dan bagaimana kompetensi, peningkatan, serta strategi peningkatan mutu manajerial kepala sekolah di TK PGRI Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis.Subjekyang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 orang guru dan 1 orang kepala sekolah, serta siswa TK PGRI Pamalayan Kecamatan Cijeungjing sebanyak 30 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitiandanpelaksanaan siklus1,dan siklus2 maka diketahui bahwa pengamatan strategi peningkatan mutu pendidikan TK PGRI Pamalayan melalui analisis SWOT menunjukan hasil yang positif yaitu memiliki sudah memiliki sumber daya manusia yang baik dengan budaya kerja yang tinggi, sehingga dapat mendukung proses peningkatan mutu pembelajaran. selain itu pengembangan diri bagi siswa yang diberikan dalam bentuk bimbingan konseling dan club pengembangan diri sudah berjalan dengan aktif. Dalam hal perangkat pembelajaran, sebagian besar guru sudah memiliki kemampuan membuat, mengelola dan memanfaatkan administrasi kegiatan belajar mengajar, sedangkan dalam pembelajaran guru sudah mulai terbiasa aktif menggunakan media pembelajaran, sehingga membantu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil supervisi kunjungan kelas peneliti nilai terdapat peningkatan, siklus I pertemuan 1 hasil supervisi sebesar63,35(cukup), siklus I pertemuan 2 78,09(baik), siklus II pertemuan 1 87,14 (baik), dan siklus II pertemuan 2 100 ( baik sekali). Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan instrumen supervisi administrasi KBM maka diperoleh hasil di siklus I pertemuan 1 rata-rata keseluruhan guru mencapai 71,46 (baik), siklus I pertemuan 2 75 (baik), siklus II pertemuan 1 79,05 (baik), siklus II pertemuan 2 82,07 (baik sekali). Untuk hasil pengamatn pelaksanaan pembelajaran menunjukan adanya peningkatan yang signifikan, siklus I pertemuan 1 rata-rata keseluruhan guru mencapai 3,00 (kurang), siklus I pertemuan 2 3,75 (kurang), siklus II pertemuan 1 4,04 (baik), dan siklus II pertemuan 2 4,38 (baik). Sedangkan untuk hasil pengamatn pembelajaran guru menunjukan adanya peningkatan di setiap siklusnya, siklus I pertemuan 1 dalam proses pembelajaran mempunyai prosentase yang menyatakan ya sebesar 52,38%, siklus I pertemuan 2 63,10%, siklus II pertemuan 1 70,24%, dan siklus II pertemuan 2 89,29%
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran IPA Tentang Materi Energi Panas Dan Sifatnya
Penerapan Model Cooperative learning tipe Snowball Throwing bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang materi Energi Panas dan Sifatnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 20 siswa terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki.Di SD Negeri 3 Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus.Instrumen pengumpulan data berupa tes siklus, lembar observasi aktivitas guru, siswa dan lembar observasi sikap, kinerja siswa.Hasil penelitian ditemukan bahwa hasil belajar siswa setelah dilakukan tindakan pembelajaran mengalami peningkatan. Data menunjukkan bahwa pada tindakan pembelajaran siklus I hasil belajar siswa diperoleh nilai rata-rata 46,65 pada tindakan pembelajaran siklus II terjadi peningkatan yang cukup tinggi dengan perolehan nilai rata-rata 72,25 dan pada tindakan pembelajaran siklus III terjadi peningkatan dengan perolehan nilai rata-rata 83,75. Terdapat perubahan sikap dan kinerja siswa setelah tindakan pembelajaran dari kategori cukup menjadi baik. Penerapan model Snowball Throwing mencakup lima komponen yaitu Cooperative learning, Investigation, Inquiry, Questioning dan Constructivism (pengelompokkan, penyelidikan, penemuan, pertanyaan dan pembentukkan). Disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative learning tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar dan sikap siswa dalam pembelajaran IPA kelas IV SD Negeri 3 Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis
Utilization of Computer Assisted Instruction Tutorials Model to Improve Mathematical Communication Skills and Student Learning Independence in Mathematics
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar siswa dengan pemanfaatan CAI model Tutorial. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan populasi siswa kelas tujuh di SMP Negeri 2 Garut, sampelnya yaitu siswa kelas VII-I sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VII-G sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes tertulis. Dengan menggunakan uji satu pihak dan taraf signifikan 5% diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pemanfaatan CAI model Tutorial lebih baik secara signifikan daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Dan hasil analisis kemandirian belajar siswa terhadap pembelajaran dengan pemanfaatan CAI model Tutorial secara keseluruhan bersifat positif atau menerima
Implementation of the Numbered Head Together (NHT) model based on interactive multimedia Ispring suite 10 on the subject of work and energy to improve student understanding
With the development of time, educators are required to continuously innovate in the use of models, media, and other learning aspects that support the learning process. This demand is further heightened as students are now required to have 21st-century skills. The aim of this research is to determine the improvement in students\u27 understanding of the topic of Work and Energy by using the Numbered Head Together (NHT) learning model based on interactive multimedia iSpring Suite 10. This study uses a quantitative pre-experimental research method, employing a one-group pretest-posttest design. Sample selection was conducted using purposive sampling, which involves selecting samples based on specific considerations. The sample for this research was a tenth-grade class in one of the high schools in Indonesia. The research instruments used were a 20-item multiple-choice test and a response questionnaire. Based on the test results, the average N-Gain value obtained was g = 0.41 (0.3 ≤ g ≥ 0.7), categorizing it as a moderate improvement according to the N-Gain criteria. Therefore, it can be concluded that there is an improvement in students\u27 understanding of the concepts of work and energy when using the NHT learning model based on interactive multimedia iSpring Suite 10
Articulate Storyline Media-Based Discovery Learning to Improve Students\u27 Mathematical Concept Understanding Ability of Flat-Sided 3D Space
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menilai apakah media pembelajaran berbasis discovery learning berbantuan Articulate Storyline valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa terkait materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (R&D) yang mengikuti langkah-langkah model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII D di SMP Negeri 23 Purworejo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Analisis data menggunakan perhitungan persentase untuk analisis kevalidan dan kepraktisan, serta uji N-Gain dan Wilcoxon Sign berdasarkan hasil pre-test dan post-test untuk menilai keefektifan produk. Hasil uji validitas menunjukkan skor rata-rata 78,33% dari ahli materi dan 80,43% dari ahli media; hasil uji praktikalitas menunjukkan skor rata-rata 84,75% dari penilaian siswa dan 80,56% dari penilaian guru; dan hasil uji tanda Wilcoxon menunjukkan bahwa skor post-test lebih tinggi dari skor pre-test, dengan rata-rata N-Gain 0,44, yang termasuk dalam kategori peningkatan sedang. Kesimpulannya, media pembelajaran yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa terkait materi bangun ruang sisi datar.
This study aimed to develop and assess whether the discovery learning-based learning media, supported by Articulate Storyline, is valid, practical, and effective in improving students\u27 understanding of mathematical concepts related to flat-sided space buildings. This research is a type of development study (R&D) that follows the ADDIE development model steps. The research subjects were students of class VIII D at SMP Negeri 23 Purworejo. Data collection methods included observation, interviews, questionnaires, and tests. Data analysis involved percentage calculations for validity and practicality analysis, as well as N-Gain and Wilcoxon Sign tests based on pre-test and post-test results to assess the effectiveness of the product. The validity test results showed an average score of 78.33% from material experts and 80.43% from media experts; The practicality test results showed an average score of 84.75% from student assessments and 80.56% from teacher assessments; and The Wilcoxon sign test results indicated that the post-test score was higher than the pre-test score, with an average N-Gain of 0.44, which falls under the moderate improvement category. In conclusion, the developed learning media is valid, practical, and effective in improving students\u27 understanding of mathematical concepts related to flat-sided space buildings
Bibliometrics Analysis of AI Integration in Mathematics Teaching
Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian dengan menggunakan analisis bibliometrik yang terkait dengan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pengajaran matematika. Pentingnya AI dalam pengajaran matematika tidak sesuai dengan banyaknya penelitian tentang hal tersebut. Sehingga penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mengidentifikasi penelitian berkaitan dengan integrasi AI dalam pengajaran matematika selama 10 tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan untuk mengumpulkan artikel adalah “artificial intelligence” dan “mathematics teaching” dan diperoleh 460 dokumen di database scopus. Penelitian ini dilakukan dengan membatasi jumlah dokumen tergantung pada tahun, bahasa, dan jenis artikel. Batas tahun pada tahun 2014 hingga 2024, bahasa dibatasi hanya bahasa Inggris, dan dokumen dibatasi hanya pada jenis artikel. Jumlah dokumen dalam dekade terakhir meningkat dari 6 dokumen menjadi 26 dokumen. Zhongda Sun, yang berkecimpung dalam kecerdasan komputer, adalah penulis yang paling banyak dikutip. Negara paling produktif adalah Tiongkok yang menyalip jumlah publikasi Australia pada tahun 2021. Kecerdasan buatan dalam pengajaran matematika populer dalam ilmu sosial dan ilmu komputer dengan topik yang paling populer adalah siswa, kecerdasan buatan, dan guru.
This literature study aims to analyze research trends by using bibliometrics analysis that related to Artificial Intelligence (AI) in mathematics teaching. The impact of AI in mathematics teaching did not match to the number of mathematics teaching research. So, this bibliometric study conducted in order to identify AI integration in mathematics teaching in last decade. Article gathered by two keywords, which are “artificial intelligence” and “mathematics teaching”and found 460 documents in scopus database. This study conducted by limiting the number of documents depend on years, language, and article type. The years limit in 2014 to 2024, languages limit to english only, and the documents limit to article type only. The number of documents in the last decade is increasing from 6 documents into 26 documents. Zhongda Sun, that concern in computer intelligence, is the most cited author. The most productive country was China that overtake Australia’s number of publications in 2021. Artificial intelligence in mathematics teaching was popular in social science and computer science and the most popular topics are students, artificial intelligence, and teacher
The Representation of Moral Values in Grade 10 High School Mathematics Textbooks
Studi terkini menggali representasi nilai-nilai moral dalam buku teks Matematika untuk Kelas 10 SMA, dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Fokus utamanya adalah pada empat jenis gambar dalam konteks pembelajaran, yang bertujuan untuk melihat dampaknya terhadap pemahaman moral dan etis siswa. Gambar-gambar ini termasuk permainan Angry Birds yang berkaitan dengan vektor dan operasinya, balap karung dalam konteks persamaan dan pertidaksamaan linear, ilustrasi tentang Covid-19 dalam pembahasan peluang, serta gambar permainan dadu dalam konteks yang serupa. Survei mengindikasikan dampak yang beragam dari gambar-gambar tersebut, mulai dari peningkatan kesadaran tentang strategi dan pemecahan masalah hingga kemungkinan mengalihkan fokus siswa dari materi pokok. Hasil studi ini memberikan perspektif segar mengenai bagaimana materi visual dalam buku teks berkontribusi pada pemahaman moral siswa, sekaligus menyajikan rekomendasi tentang penyajian konten edukatif yang optimal dalam lingkup pendidikan matematika.
The current study explores the representation of moral values in Mathematics textbooks for Grade 10, using qualitative descriptive analysis techniques. The main focus was on four types of images in the learning context, aiming to see their impact on students\u27 moral and ethical understanding. These images included an Angry Birds game related to vectors and their operations, a sack race in the context of linear equations and inequalities, an illustration of Covid-19 in the discussion of chance, as well as an image of a dice game in a similar context. Surveys indicated mixed impacts of the images, ranging from increased awareness of strategies and problem solving to the possibility of diverting students\u27 focus from the subject matter. The results of this study provide a fresh perspective on how visual materials in textbooks contribute to students\u27 moral understanding, while presenting recommendations on the optimal presentation of educational content within the scope of mathematics education
THE ROLE OF PANCASILA EDUCATION TEACHERS IN OVERCOMING BULLYING IN CLASS VLLL STUDENTS AT SMPN 2 WEST KARAWANG
This research falls within the category of descriptive qualitative studies. This research was carried out at SMPN 2 West Karawang. The subjects in this research were Pancasila Education teachers and class VIII students. Methods such as observation, interviews, and documentation are employed in data gathering approaches. In data analysis approaches, data reduction, data display, and the derivation of conclusions are encompassed. Based on the results of this research, bullying for students that occurs in class is students who mock and make fun of their friends by calling their friends by their parents\u27 names. The role of Pancasila Education teachers in overcoming bullying is by reprimanding students and advising students so that students do not bully again. The role of Pancasila Education teachers in overcoming bullying can provide classical and individual guidance. Pancasila Education Teachers can coordinate with students\u27 parents to advise students who bully.
Keywords: The Role of Teachers, Overcoming Bullying, Pancasila Educatio