e-Journal Institut Pendidikan Indonesia
Not a member yet
2083 research outputs found
Sort by
Sentiment Analysis of the LinkedIn Application Using the Lexicon Based Meth¬od Based on Google Play Store Reviews
LinkedIn is the largest professional network in the internet world. Useful for finding the right job, strengthening professional relationships, learning skills as needed for a successful career and having the opportunity to expand relationships. In this study, we will analyze the sentiment of android users towards one of the applications in the google play store, namely LinkedIn, through reviews in the google play store comments column. The research method is lexicon based using the vader sentiment library to determine the value of whether the sentence is in the positive, negative or neutral class. Based on the results of the percentage accuracy obtained that android users of the LinkedIn application on the google play store using the lexicon based method by utilizing the vader sentiment library, namely 56.56% for the positive sentiment class, 30.62% for the neutral sentiment class and 12.82% for the negative sentiment class. This shows that positive sentiment is greater than negative and neutral sentiment.
Keywords : LinkedIn; google play store; lexicon based; library vader sentimen
Decision Support System for Selection of Achieving Student Using Weighted Product Method in SMA XYZ
The decision support system is able to provide the best recommendations from existing alternatives based on calculation results. One method that can be implemented is the Weighted Product (WP) Method. The Weigted Product method is a method whose solution uses multiplication to connect attribute values, where the value must be raised to the power of the weight value of the attribute in question. In the academic activities of a Senior High School (SMA), there are activities to select outstanding students. This activity aims to ensure that students who excel can become school representatives in various activities at the sub-district, regency, provincial and national levels. The criteria used in this research are average grades, attendance, attitudes and behavior, extracurriculars, and non-academics. The case study used a total of five alternatives. The implementation results show that the alternative with the highest V value calculation results, namely 0.238, can be recommended as an outstanding student
CAMPUR KODE PADA PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PIDATO KENEGARAAN SIDANG TAHUNAN MPR RI PERIODE 2014-2019
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya penggunaan campur kode dalam pidatokenegaraan Presiden yang bertolak belakang dengan aturan penggunaan bahasa Indonesiayang baik dan benar, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 Pasal 5.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud campur kode dan (2)mendeskripsikan jenis campur kode pada pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalamsidang tahunan MPR RI periode 2014-2019, campur kode berwujud frasa dan jenis campurkode ke luar lebih dominan digunakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan campur kode ditemukan dalam wujudkata sebanyak 12 data, berwujud frasa sebanyak 53 data, berwujud baster sebanyak 2 data,dan campur kode berwujud idiom atau ungkapan sebanyak 5 data. Sementara itu, untukjenis campur kode ke luar sebanyak 66 data dan 6 data campur kode ke dalam. Dapat ditarikkesimpulan bahwa penggunaan campur kode lebih banyak ditemukan pada bentuk frase
“EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA LAGU BERTEMA PERCINTAAN REMAJA DAN BERTEMA CINTA IBU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI”
Pembelajaran sastra khususnya puisi terdapat beberapa kendala yang dihadapi, diantaranyasiswa mengalami kesulitan dalam pemilihan kata atau diksi, keterbatasan imajinasi siswa, danpemilihan media pembelajaran yang dilakukan guru. Oleh karena itu penelitian ini memilikitujuan untuk mengetahui perbandingan keefektifan penggunaan media lagu bertema percintaanremaja dan bertema cinta ibu dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII SMPN 5Tarogong Kidul Garut tahun pelajaran 2018/ 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasieksperimen. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 5Tarogong Kidul Garut tahun pelajaran 2018/ 2019.Teknik pengolahan data yaitu menggunakanuji statistik. Dari hasil analisis data diperoleh hasil bahwa media lagu bertema percintaan remajaefektif pada pembelajaran menulis puisi di kelas VIII SMPN 5 Tarogong Kidul tahun pelajaran2018/ 2019. Media lagu bertema cinta ibu efektif pada pembelajaran menulis puisi di kelas VIIISMPN 5 Tarogong Kidul tahun pelajaran 2018/ 2019 dibuktikan dengan hasil rata-rata pretest57,5 dan rata-rata posttest 76,25 selisih 18,75 dan dikuatkan dengan uji t nonindependen thitung =12,974 > ttabel = 2,0639. Kedua media efektif dalam pembelajaran menulis puisi, hanya saja medialagu bertema percintaan remaja lebih unggul dari bertema cinta ibu. Terdapat perbedaan yangsignifikan antara hasil pembelajaran dengan menggunakan media lagu bertema percintaan remajadan bertema cinta ibu dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII SMPN 5 TarogongKidul tahun pelajaran 2018/ 2019 jika dilihat dari rata-rata yang memiliki selisih 1,25. Namun,ternyata tidak cukup signifikan apabila dilihat dari hasil perhitungan menggunakan uji t karenahasil thitung = 0,3352 < ttabel = 2,0127 maka dapat disimpulkan bahwa Ho “Tidak terdapat perbedaanyang signifikan pada hasil pembelajaran antara siswa yang menggunakan media lagu bertemapercintaan remaja dan siswa yang menggunakan media lagu bertema cinta ibu”diterima dan Ha“Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pembelajaran dengan menggunakan media lagubertema percintaan remaja dan bertema cinta ibu dalam pembelajaran menulis puisi pada siswakelas VIII SMPN 5 Tarogong Kidul tahun pelajaran 2018/ 2019” ditolak
ANALISIS NILAI BUDAYA PADA CERITA RAKYAT “CAI KARAMAT” DI DESA KARAMATWANGI KECAMATAN CIKAJANG
Penelitian ini berjudul “Analisis Nilai Budaya pada Cerita Rakyat ‘Cai Karamat’ diDesa Karamatwangi Kecamatan Cikajang”. Latar belakang masalah penelitian ini yaitu“Cai Karamat” yang terletak di Desa Karamatwangi Kecamatan Cikajang memiliki ragamkeunikan dan mitos yang mana cerita ini merupakan salah satu cerita klasik yang mulaiditinggalkan dan dilupakan oleh masyarakat sekitar sehingga tidak terpikirkan oleh oknumtertentu dan tidak memiliki keinginan untuk menyadari cerita. Rumusan masalah penelitianini yaitu: 1) Bagaimanakah nilai budaya mitos air mujarab pada cerita rakyat Cai Karamatdi Desa Karamatwangi?. 2) Apa manfaat cerita rakyat Cai Karamat dalam perananpembelajaran sastra?. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menemukan nilai budaya airkeramat pada cerita rakyat “ Cai Karamat”, 2) Menumbuhkan rasa sadar akan pentingnyanilai budaya untuk senantiasa di junjung tinggi oleh peserta didik. Metode penelitian iniyaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif yang di dalamnya mendeskripsikanmengenai nilai budaya dan manfaat nilai budaya cerita rakyat “Cai Karamat” dalampendidikan hasil dari tanggapan Narasumber Juru Kunci dan salah satu Masyarakat DesaKaramatwangi. Teknik yang di gunakan yaitu teknik analisis isi untuk mendapatkan datapada cerita rakyat “Cai Karamat” Desa Karamatwangi. Sumber data dan data penelitian iniyaitu data yang berwujud segala informasi yang berkaitandengan mitos cerita “Caikaramat” dari tanggapan Juru Kunci dan salah satu masyarakata Desa Karamatwangi.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ada 21 Nilai Budaya yang kemudian dikelompokanpada 5 unsur nilai budaya yaitu, 1) Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan tuhan, 2)Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam, 3) Nilai budaya dalam hubunganmanusia dengan masyarakat, 4) Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan orang lain,dan 5) Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri. Terdapat 5 nilai budayayang masuk pada nilai budaya dalam hubungan manusia dengan tuhan , 8 nilai budaya yangmasuk pada nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam, 2 nilai budaya yang masukpada nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat, 3 nilai budaya yang masukpada nilai budaya dalam hubungan manusia dengan orang lain, dan 3 nilai budaya yangmasuk pada nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri, serta terdapat 8kutipan mengenai manfaat nilai budaya cerita rakyat “Cai Karamat” dalam pendidikan 5Kutipan dari Juru Kunci dan 3 kutipan dari salah satu masyarakat. Maka pembaca diharapkan dapat memahami nilai budaya pada cerita rakyat “Cai Karamat” DesaKaramatwangi Kecamatan Cikajan
ANALISIS KOHESI PADA NASKAH PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM SIDANG TAHUNAN MPR DAN SIDANG BERSAMA DPR – DPD
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menilai ketepatan penggunaanperantikohesi gramatikal dan kohesi leksikal dalam naskah pidato Presiden Joko Widodo padasidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD tahun 2022. Teori kohesi gramatikalyang digunakan pada penelitian ini adalah teori Halliday dan Hasan (Sumarlam. dkk.,2009: 23) yang meliputi referensi (pengacuan), substitusi (penggantian), ellipsis(pelesapan) dan konjungsi. Teori kohesi leksikal yang digunakan yaitu teori menurutSumarlam (2009: 35) yang meliputi repetisi, kolokasi, hiponim, antonimi dan ekuivalensi.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.Sumber data penelitian ini berupa naskah pidato Presiden Joko Widodo pada sidangtahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD tahun 2022 yang dimuat dalam webKementerian Kesekretariatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Data pada penelitianini berupa peranti kohesi gramatikal dan kohesi leksikal yang terdapat dalam naskahpidato PresidenJoko Widodo pada sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPDtahun 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studidokumentasi. Data diidentifikasi, dianalisis jenis peranti kohesi yang digunakan, sertadianalisis ketepatannya. Kesimpulannya, ditemukan peranti kohesi gramatiakal besertaketepatan penggunaanya yang meliputi referensi 100%, substitusi100%, elipsis 100% dankonjungsi 97.5%. Peranti kohesi leksikal yang beserta ketepatan penggunaannya meliputirepetisi 100% dan hiponim 100%.Hampir semua peranti kohesi gramatikal dan kohesileksikal memiliki ketepatan dengan kategori sangat baik dalam penggunaannya padanaskah pidato Presiden Joko Widodo pada sidang tahunan MPR dan sidang bersamaDPR-DPD tahun 2022. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengajukan saran kepadapembaca danpara peneliti untuk lebih memperhatikan ketepatan penggunaan perantikohesi gramatikal dan leksikal agar dapat menghasilkan wacana termasuk naskah pidatoyang lebih baik, kohesif, dan utuh dari segi kaidah kebahasaan maupun aspek kewacanaanlainnya
KAJIAN TOKOH NOVEL “SELENA”KARYA TERE LIYE SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR SASTRA DI SMP
Penelitian ini mencoba untuk menganalisis tokoh utama yaitu seorang anak gadis remaja yangberusia lima belas tahun. Sejak kecil ia merupakan anak yatim piatu karena kedua orang tuanyatelah meninggal. Tokoh utama dalam novel “Selena” mempunyai kepribadian pada diri yangmenarik untuk dikaji. Ia memilki kelebihan dari segi ketajaman mata hatinya. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan id, ego, dan superego dari tokoh tersebut dan mengkajisebagai bahan ajar sastra di SMP. Id pada tokoh utama dalam novel “Selena” karya Tere LiyeSelena adalah anak yang memiliki sifat bawaan dari sejak lahir dengan memiliki sifat jiwakuat, tegar, masa bodo, cerdas, dan rajin. Ego pada tokoh utama memiliki karakteristikceroboh, teliti, royal, rajin, sombong, kuat, ragu-ragu, memilki cita-cita, amarah, cemas, kesal,dan pemarah. Superego membatasi tokoh utama supaya sesuai dengan norma dan peraturanyang berlaku. Sifat tokoh utama adalah penurut, teliti, mandiri, tegas, ragu-ragu, puas,serakah, dan baik hati. Dari segi kelayakan sebagai alternatif bahan ajar, novel “Selena” KaryaTere Liye menggunakan bahasa gaul, konotasi atau kiasa, dan bahasa yang dapat dipahamipembaca. Dengan demikian novel “Selena” karya Tere Liye layak dijadikan sebagai bahan ajarsastra di SMP
CITRA PEREMPUAN PADA NOVEL DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH KARYA HAMKA: KAJIAN FEMINISME MARXIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedudukan tokoh perempuan,bentuk ketimpangan (ketidakadilan) yang dialami tokoh perempuan, dan usahatokoh perempuan melepaskan belenggu dari patriarki pada novel Di BawahLindungan Ka’bah karya Hamka. Metode yang digunakan adalah metodedeskriptif kualitatif, dengan pendekatan feminisme marxis. Sumber data adalahnovel Di Bawah Lindungan Ka’bah, dan data berbentuk kata, frasa, dan kalimat.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan/ dokumentasi danalat pengumpulan data adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama.Kedudukan tokoh perempuan meliputi status sosial di masyarakat (pendidikan,karier, dan status perempuan), pemenuh kebutuhan keluarga, dan rela berkorban.Bentuk ketimpangan (ketidakadilan) yang dialami tokoh perempuan meliputipemaksaan perjodohan dan tidak memiliki hak memilih. Usaha melepaskanbelenggu dari patriarki pada novel Di Bawah Lindungan Ka’bah yaitu beranimengungkapkan pendapat. Hal tersebut menunjukkan citra diri perempuan kuasa,dan menghapuskan steriotipe yang selama ini melekat pada perempuan
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN BUKU DIGITAL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Proses pembelajaran merupakan salah satu upaya meningkatkan berbagai kemampuan yang harus dimiliki para siswa khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan Fauzaniyyah pada mata pelajaran Kewirausahaan terutama yang menyangkut pada kompetensi kemampuan berpikir kritis siswa. Salah satu upaya untuk mewujudkannya dengan impelemntasi model pembelajaran yang tepat. Dalam hal ini model pembelajaran yang cocok untuk menangani berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis siswa adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dengan berbantuan buku digital interaktif sebagai sarana penunjang pembelajaranya. Terdapat 3 hal yang berkonsentrasi pada penelitian kali ini, yaitu (1) Bagaimana peningkatan kemampuan berpikir siswa pada implementasi pembelajaran berbasis masalah?, (2) Bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada implementasi pembelajaran berbasis masalah dengan berbantuan buku digital interaktif? dan (3) Apakah terdapat perbedaan kemapuan berpikir kritis siswa antara siswa yang memperoleh Pembelajaran Berbasis Masalah berbatuan Buku digital interaktif dengan yang tidak berbatuan buku digital interaktif?
Pembelajaran Berbasis Masalah adalah sebuah pendekatan yang lahir dari adanya perubahan yang sangat mendasar disebabkan pergeseran pandangan dalam memahami bagaimana siswa belajar. Sementara itu Berfikir kritis merupakan salah satu strategi kognitif dalam pemecahan masalah yang lebih kompleks dan menuntut pola yang lebih tinggi. Sebagai sarana pendukung Buku digital Interaktif merupakam versi elektronik dari buku akan tetapi memiliki berbagai keunggulan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu yang pada dasarnya hampir sama dengan penelitian eksperimen murni dimana dalam penelitian ini menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variabel lain. Adapun rancangan penelitian yang akan dilakukan yaitu menggunakan desain penelitian Nonequivalent Control Groups Design. Dimana desain penelitian Nonequivalent Control grup design ini membagi kelompok menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kelas kontrol dan kelompok kelas eksperimen. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bisa ditarik kesimpulan bahwa Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan buku digital interaktif pada pembelajaran Kewirausahaan kelas XII di SMK Fauzaniyyah.
The learning process is one of the efforts to improve various abilities that students must possess, especially in Fauzaniyyah Vocational High School, in Entrepreneurship subjects, especially those concerning the competence of students\u27 critical thinking skills. One of the efforts to make it happen is by implementing a suitable learning model. In this case, the learning model ideal for dealing with various problems related to students\u27 critical thinking skills is to use a problem-based learning approach with the help of interactive digital books to support learning. Do three things concentrate on this research: (1) How to improve students\u27 thinking skills in implementing problem-based learning? (2) How to students improve\u27 critical thinking skills in implementing problem-based learning with the help of interactive digital books? and (3) Are there differences in students\u27 critical thinking abilities between students who receive Problem-Based Learning with interactive digital books and those without interactive digital books?
Problem-Based learning is an approach born from a fundamental change due to a shift in the understanding of how students learn. Meanwhile, critical thinking is one of the cognitive strategies for solving more complex problems and demands a higher pattern. Finally, as a means of support, Interactive digital books are electronic versions of books but have various advantages. In this research, the researcher uses quantitative analysis with a quasi-experimental method, almost the same as pure experimental research. This study examines the effect of one or more variables on other variables. Furthermore, the research design will use the Nonequivalent Control Groups Design research design, where the Nonequivalent Control group research design divides the group into two groups: the control class group and the experimental class group. From the results of the research that has been done, it can be concluded that there is an increase in students\u27 critical thinking skills by using a problem-based learning model with the help of interactive digital books in class XII Entrepreneurship learning at Fauzaniyyah Vocational School.
 
Eksplorasi etnomatematika pada aktivitas masyarakat petani di kecamatan gondanglegi kabupaten malang
This study aims to determine ethnomathematical activities in rice farming activities in Bulupitu Village. The research was conducted in Bulupitu Village, Gondanglegi District, and Malang Regency using ethnographic qualitative methods. The results showed that mathematical activities appeared in rice farming activities, namely counting, measuring, and counting. The counting activity appears when the farmer counts the number of paddy seeds and the paddy field area. Measuring activities seen when measuring rice planting and calculating activities most often occur in mathematical concepts, for example, when fertilizing and distributing wages that agricultural workers or laborers will obtain. Different agricultural terms commonly used by the people of Bulupitu come from the Madurese language, as well as the non-formal unit term used to measure, namely the shoulder unit. The discovery of activities that arise in rice farming activities can be used as a reference for learning mathematics.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan etnomatematika pada aktivitas pertanian padi di Desa Bulupitu. Dengan menggunakan metode kualitatif etnografi, penelitian dilakukan di Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat aktivitas matematika yang muncul pada kegiatan pertanian padi yaitu membilang, mengukur, dan menghitung. Aktivitas membilang muncul pada saat petani membilang jumlah benih padi dan luas sawah. Aktivitas mengukur yang terlihat pada saat pengukuran penanaman padi dan Aktivitas menghitung ini paling sering muncul pada konsep matematika contohnya saat dalam proses pemupukan dan pembagian upah yang akan diperoleh oleh para pekerja/buruh petani. Terdapat istilah-istilah pertanian berbeda yang biasa digunakan masyarakat Bulupitu yang berasal dari bahasa Madura, serta terdapat istilah satuan non formal yang digunakan unutk mengukur yaitu satuan bahu. Penemuan aktivitas-aktivitas yang muncul pada kegiatan pertanian padi tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagi acuan pembelajaran Matematika